cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika" : 10 Documents clear
PERBANDINGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) ANTARSUBSEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA Maria Pangestika; Tinjung Mary Prihtanti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.842

Abstract

The agricultural sector is one of Indonesia's national development targets in Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 because it is considered an economic strategic sector. One of the success of development in the agricultural sector can be seen from the level of farmer's welfare which is generally determined by the Nilai Tukar Petani (NTP). This article was written to explain the level of welfare of farmers in 3 agricultural sub-sectors, namely food crop agriculture, estate crops and horticultural crops by comparing the amount of NTP in each subsector. The data used are secondary data from 2015-2019 from the Badan Pusat Statistik (BPS). The results of the analysis showed that the NTP of food crops, estate crops and horticultural crops experienced fluctuations and the NTP of horticultural plants was the most stable among the others. The average order of NTP from the largest to the smallest is the first ranked horticultural crop with an average annual rate of 101,91, the second sequence is food plants that is equal to 101,37 and the last sequence is plantation crops that amount to 97,29.Keywords: agricultural sector development, farmer exchange rates, farmers' welfare
TRADITIONAL COCONUT OIL PURIFICATION USING ACTIVATED CHARCOAL COCONUT SHELL ADSORBENTS Nining Putri Kurnianingsih; Maherwati Maherawati; Tri Rahayuni
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.848

Abstract

Coconut oil in West Kalimantan is still largely a traditional coconut oil because it has not gone through a refining process. To improve the quality of traditional coconut oil, the addition of activated charcoal can be used as an adsorbent so as to improve the quality of coconut oil. Activated charcoal can be made from materials that contain high carbon, one of which is a coconut shell. The purpose of this study was to determine the effect of adding activated charcoal to improving the quality of traditional coconut oil and the concentration of adding activated charcoal that produced the best characteristics of coconut oil. The research design used was a Randomized Block Design with one factor (coconut shell active charcoal concentration) 6 levels of treatment (0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%) with 4 replications. The data obtained were analyzed using ANOVA (ɑ = 5%) if there was an influence followed by BNJ test (ɑ = 5%). The results showed that the addition of coconut shell activated charcoal with a concentration of 1% -5% to traditional coconut oil can significantly reduce free fatty acid levels. In addition, the addition of activated charcoal affects the sensory attributes of color and aroma to be better than the control (without the addition of activated charcoal). The best traditional coconut oil produced in this study is traditional coconut oil added with coconut shell activated charcoal with a concentration of 5% with chemical and sensory characteristics as follows: water content 0.138%, free fatty acid content 0.428%, saponification number 231, 9 mg KOH / g, color value 4,88, and aroma value 3,68.Keywords: adsorbent, activated charcoal, coconut oil, refining, coconut shell
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN TEH DI KABUPATEN SUKOHARJO Febriana Ramadhani; Umi Barokah; Joko Sutrisno
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut yang ada pada teh seduh dan teh celup, serta atribut yang paling dipertimbangkan saat pembelian teh. Peneltian ini dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Sukohajo yaitu Kecamatan Kartasura (kota), Sukoharjo (sub urban) dan Weru (desa). Penentuan responden dengan menggunakan metode accidental sampling sebanyak 96 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April-Mei 2018. Data dianalisis menggunakan analisis chi-square dan analisis multi atribut fishbein. Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan preferensi konsumen dalam pembelian teh. Hasil analisis multi atribut fishbein menunjukka bahwa atibut yang palig dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian untuk teh seduh adalah rasa, sedangkan untuk teh celup adalah kepraktisan.
REALOKASI KARTU PRA KERJA DALAM MENDUKUNG INTENSIFIKASI SEKTOR PERTANIAN Abi Pratiwa Siregar; Nadia Oktaviana
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.843

Abstract

Seiring perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan Kartu Pra Kerja sebagai salah satu solusi dalam penanganan dampak COVID-19 dari aspek ketenagakerjaan. Anggaran senilai 20 triliun rupiah dinilai sangat besar dibandingkan dengan dampak yang akan dirasakan, khususnya pada saat seperti ini dimana para penyedia lapangan kerja cenderung membatasi rekrutmen pekerja baru atau bahkan merumahkan beberapa pekerjanya. Oleh karena itu, realokasi anggaran kartu pra kerja ke sektor pertanian dianggap alternatif yang tepat, mengingat sektor pertanian merupakan padat karya dan merupakan penyedia kebutuhan pokok masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah: 1) melakukan kajian peran sektor pertanian terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia, dan  2) melakukan simulasi terhadap realokasi anggaran kartu pra kerja untuk intensifikasi pertanian. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitis menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki kontribusi relatif besar terhadap pendapatan domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja. Lebih lanjut, hasil simulasi realokasi anggaran menggambarkan bahwa kebijakan mengalihkan beberapa pos anggaran kartu pra kerja untuk intensifikasi pertanian merupakan hal tepat, terutama dalam kaitannya efektifitas penyerapan tenaga kerja dan penyaluran bantuan, serta untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di masyarakat.Kata kunci: COVID-19, intensifikasi pertanian, kartu pra kerja, pengangguran, realokasi anggaran
ANALYSIS OF FARMER BEHAVIOR IN SELECTING FERTILIZER FOR IMPROVING AGRICULTURAL PRODUCTIVITY (Case study in Sukoharjo Regency) Tria Rosana Dewi; Irma Wardani; Sudarwati Sudarwati
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.839

Abstract

Efforts to increase the productivity of agricultural products are influenced by many factors, there are several factors that are highly dependent on the efforts made by humans, such as, the preparation of land, fertilizer selection, the application of proper farming procedures, the right way of harvesting and good post-harvest processing.The research to be conducted aims to determine the effect of quality, packaging and fertilizer prices on fertilizer selection to improve the productivity of agricultural products. The research used survey method, which is analyzing farmer behavior in choosing fertilizer. Technique of collecting data through questioner given to respondent. Sampling is done by random sampling. Samples in this study were 100 farmers from 12 sub-districts in Sukoharjo District. Data analysis techniques used to test the hypothesis is multiple regression analysis, t test, F test and determinant coefficient with SPSS program.The result of this research is that there is a significant influence between quality variable (X1), packaging (X2), and price (X3) together on fertilizer selection to increase productivity of agricultural product. While partially there is no significant effect between the quality (X1) on the selection of fertilizers to improve the productivity of agricultural products. But there is a significant influence between packaging (X2) and price (X3) on fertilizer selection to increase agricultural productivity. The contribution of the three variables, namely quality, packaging and fertilizer price to the selection of fertilizer to increase the productivity of agricultural products by 43.50%. While the rest equal to 56,50% influenced by other variable outside this research. Keywords: Selection of Fertilizer, Productivity.
STATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI KUE PADA KELOMPOK WANITA TANI AYU TANGKAS DI KECAMATAN SELEMADEG TIMUR, BALI Pande Komang Suparyana; Ni Putu Sukanteri; Dudi Septiadi
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.844

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi internal dan lingkungan eksternal dari usaha kue di KWT Ayu Tangkas, serta menentukan strategi dalam pengembangan usaha kue di KWT Ayu Tangkas. Pemilihan responden dengan metode purposive sampling, dengan jumlah 21 responden. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan manajemen strategi terdiri dari: 1) Tahap pengumpulan data (Input Stage) dengan menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE); 2) Tahap analisis (Matching Stage) dengan menggunakan matriks Internal External (IE) dan matriks Strength, Weakness, Opportunities, and Threats (SWOT); dan 3) Tahap pengambilan keputusan (Decision Stage) dengan pengambilan keputusan menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan kondisi internal yaitu: Kualitas dari produk, Harga terjangkau, Hubungan pengurus dengan anggota, Produk sudah dikenal masyarakat, Ketersediaan Bahan Baku, Rendahnya Kualitas SDM, Keterbatasan memperoleh modal, Keterbatasan mendapatkan informasi pasar, Jenis produk 1 macam, dan Kurangnya promosi. Sedangkan Lingkungan eksternal yaitu: Bendu jajanan Khas Daerah Setempat, Permintaan Bendu, Perhatian Institusi pada KWT, Perkembangan Sistem Informasi, Teknologi Produksi, Kemudahan dalam duplikasi produk oleh pesaing, Munculnya Pesaing baru, Naiknya harga Bahan Baku, Keterbatasan waktu dengan kegiatan adat, dan Perubahan selera konsumen. Strategi tebaik yaitu memberikan pelatihan dan penyuluhan Manajemen produksi.
INOVASI BATIK MANGROVE BREBESAN SEBAGAI DASAR PENGUATAN BUDAYA LOKAL KABUPATEN BREBES M Dini Adita; Mohammad Jusuf Randi
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.840

Abstract

Batik merupakan budaya lokal Indonesia yang patut dilestarikan. Bermula dari identitas batik yang merupakan warisan budaya leluhur, muncul kreativitas dan inovasi dari masyarakat di pesisir pantai Kaliwlingi Desa Pandansari Kabupaten Brebes dalam menumbuhkan industri batik yang berbahan dasar dari tanaman mangrove yang banyak dibudidayakan di daerah tersebut. Industri tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah di diberi label “Batik Mangrove Brebesan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) meningkatkan koordinasi antara perajin batik mangrove brebesan dalam menguatkan sentra batik mangrove brebesan untuk mendukung peningkatan Objek Wisata Dewi Mangrove Sari di Kabupaten Brebes dan 2) mengembangkan Objek Wisata Dewi Mangrove Sari di Kabupaten Brebes yang berbasis seni dan budaya lokal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan analisis deskriptif dan disertai dengan Discovery Learning and Development Model untuk merumuskan model pengembangan batik mangrove brebesan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan batik mangrove brebesan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan industri lokal dan kreatif serta mendorong timbulnya industri-industri sejenis di kawasan Objek Wisata Dewi Mangrove Sari di Kabupaten Brebes. Sentra industri batik mangrove brebesan akan menjadi daya tarik wisata yang tentunya akan meningkatkan minat wisatawan dalam berkunjung.Kata kunci: batik mangrove brebesan, inovasi, penguatan budaya
VARIASI PENAMBAHAN SERBUK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIAWI FRUIT LEATHER NANAS (Ananas Comosus (L.)Merr.) Rahmat Budi Purnomo; Agustina Intan Niken Tari; Novian Wely Asmoro
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.845

Abstract

Fruit leather merupakan produk manisan buah kering yang berbentuk lembaran dan dapat digulung yang dapat dikonsumsi secara langsung. Salah satu buah yang dapat digunakan adalah buah nanas. Fruit leather dapat dipadukan dengan sayur-sayuran seperti daun kelor yang terdapat meningkatkan kandungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan formulasi terbaik penambahan serbuk daun kelor terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin Cdan aktivitas antioksidan. Parameter penelitian meliputi kadar air (thermogravimetri), kadar abu (tanur), kadar vitamin C (metode titrasi), dan aktifitas antioksidan (metode DPPH). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu penambahan serbuk daun kelor yaitu A = variasi penambahan serbuk daun kelor 0%, B = variasi penambahan serbuk daun kelor 2,5%, C = variasi penambahan serbuk daun kelor 5%, dan D = variasi penambahan serbuk daun kelor 7,5%, setiap perlakuan diulang 4 kali dan di duplo. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Anova dan apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf signifikansi 5% dan ditentukan perlakuan terbaiknya dengan uji pembobotan (De Garmo). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasii penambahan serbuk daun kelor berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, dan aktivitas antioksidan fruit leather nanas. Perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu perlakuan D (variasii penambahan serbuk daun kelor 7,5%) dengan nilai kadar air sebesar 19,15%, kadar abu 4,36%, kadar vitamin C 0,50 mg/100gr dan aktivitas antioksidan 71,78% dengan total nilai uji pembobotan 0,6961.Kata kunci: Daun Kelor, Fruit Leather, Nanas, Sifat Kimiawi.
PENCARIAN POHON INDUK ENAU (Arenga pinnata Merr) DENGAN PRODUKSI NIRA TINGGI DI KENAGARIAN SUNGAI NANIANG Trisia Wulantika
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.841

Abstract

Enau (Arenga pinnata, MERR) termasuk famili Palma, tersebar pada hampir seluruh wilayah Indonesia.Tanaman ini memiliki fungsi produksi yang menghasilkan berbagai komoditi yang mempunyai nilai   ekonomi tinggi dan berpotensi ekspor jika diusahakan secara serius, karena seluruh bagian tanaman dapat diolah menjadi berbagai produk pangan dan non pangan. Usaha pengembangan atau pembudidayaan tanaman aren di Indonesia sangat memungkinkan. Selain masih luasnya lahan-lahan tidak produktif, juga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri atas produk-produk yang berasal dari tanaman aren, sekaligus meningkatkan pendapatan petani dari usaha tani tanaman aren dan ikut melestarikan sumber daya alam serta lingkungan hidup.Pencarian pohon induk enau adalah kegiatan yang penting dilakukan untuk mencari tetua enau potensial dalam program pemuliaan tanaman enau. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2017 di Kenagarian Sungai Naniang, Kec. Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat dengan metode purposive random. Hasil penelitian ini ditemukan 7 aksesi kandidat pohon induk enau dengan produksi nira tinggi yaitu pada aksesi BB6, KP7, BB8, KP8, KP10, AP2 dan AP10. Aksesi dengan produksi nira tinggi memiliki ciri rabuak berwarna merah. Lingkaran batang besar, pelepah panjang, rachis panjang, tangkai daun panjang, jumlah anak daun banyak, anak daun panjang dan lebar, diameter buah besar, bobot buah berat, diameter biji besar, bobot biji berat.Kata kunci: Enau, Nira, Pemuliaan Tanaman, Pohon Induk, Tetua
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN GULA KRISTAL PUTIH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ecclisia Sulistyowati; Tri Wisudawati; Wahyu Adhi Saputro
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.846

Abstract

Sugar serves as a source of energy/calories for the body. The demand for sugar in Region of Yogyakarta has increased along with the increasing population. Consumers have their own criteria for choosing and consuming sugar. This study aims to know and analyze about factors that influence the purchase decision of sugar in DIY. The approach used is descriotive quantitive with a population of sugar consumers who shop at mini markets and super markets in DIY. Determination of sampling using purposive sampling. Respondents numbered as many as 40 people. Data analysis used multiple regression analysis. The results showed that simultaneously of product quality, price, packaging, product and brand guarantees has influence to purchased decision of sugar, but separately the quality, product and brand guarantees has influence, while price and packaging has no influence to purchase decision of sugar in DIY.

Page 1 of 1 | Total Record : 10