cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014)" : 8 Documents clear
Pengaruh Pemberian Asi Eksklusif terhadap Insidensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bareng Kotamadya Malang Umami, Lega; P, Kuswantoro Rusca; F, Fransiska Imavike
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.186 KB)

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang sering menyerang bayi dan anak-anak dengan manifestasi klinis beragam. Salah satu upaya pencegahan ISPA pada bayi adalah dengan memberikan ASI eksklusif, karena ASI mengandung unsur kekebalan spesifik dan nonspesifik yang dapat melindungi bayi baru lahir dari infeksi saluran napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap insidensi ISPA pada bayi usia 0-6 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel adalah para ibu beserta bayinya dan berjumlah 88 orang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan chi square diperoleh nilai x2 = 46.642 yang lebih besar dari nilai x2 tabel = 3.841 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pemberian ASI eksklusif terhadap insidensi ISPA pada bayi usia 0-6 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap rendahnya insidensi ISPA pada bayi usia 0-6 bulan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar para ibu tetap memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya dan bagi petugas kesehatan harus memiliki keterampilan penyuluhan manajemen laktasi yang benar. Kata kunci : ASI eksklusif, ISPA, Kekebalan nonspesifik, Kekebalan spesifik.
Hubungan Antara Protein EGFR( Epidermal Growth Factor Receptor ) dan ERK-1( Extracellular Signal-Regulated Protein Kinase-1 ) pada Kejadian Bibir Sumbing Ras Protomalayid di Provinsi Nusa Tenggara Timur Chandra, David; LW, Herman Yosef; Agustin, Danik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.358 KB)

Abstract

Bibir sumbing disebabkan oleh banyak faktor dan salah satunya adalah genetik. EGFR adalah salah satu growth factor yang mengaktifkan proliferasi sel dan ERK-1 merupakan salah satu jalur dari MAPK yang diaktifkan oleh EGFR. Sampai saat ini masih belum ada penelitian yang menjelaskan apakah ada ekspresi dari protein EGFR dan ERK-1 pada kejadian bibir sumbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara protein EGFR dan ERK-1 pada kejadian bibir sumbing ras Protomalayid di provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional analytic. Sampel penelitian adalah jaringan bibir sumbing hasil operasi oleh tim bedah plastik rumah sakit Saiful Anwar Malang pada kegiatan bakti sosial tanggal 3,6,7,8 dan 12 Desember 2012 di RSU Larantuka Kupang, RSU Kupang, RSU Alor Nusa Tenggara Timur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jaringan bibir sumbing dianalisis dengan metode imunohistokimia menggunakan antibodi monoklonal EGFR dan antibodi monoklonal ERK-1. Hasil pewarnaan tersebut kemudian dipindai dan dihitung menggunakan program OlyVia. Analisis korelasi antara protein EGFR dan ERK-1 diuji dengan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang bermakna  antara protein EGFR dan protein ERK-1 dengan koefisien korelasi yang cukup yaitu 0,369. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan bermakna dengan koefisien korelasi yang cukup kuat antara ekspresi protein EGFR dan ekspresi protein ERK-1 pada kejadian bibir sumbing ras Protomalayid provinsi Nusa Tenggara Timur. Kata kunci: Bibir sumbing, Protein EGFR, Protein ERK-1.
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Sumber Kalsium dan Magnesium dengan Kadar Kolesterol Total Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSU Dr. Saiful Anwar Malang Wijayanti, Prima; Sujuti, Hidayat; Tritisari, Kanthi Permaningtyas
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.966 KB)

Abstract

Pasien diabetes mellitus (DM) di Indonesia pada tahun 2000 mencapai 8.43 juta jiwa dan diperkirakan mencapai 21.257 juta jiwa pada tahun 2030. Pada pasien DM terjadi peningkatan kadar kolesterol akibat pemecahan energi yang berasal dari protein dan lemak. Beberapa penelitian menunjukkan kalsium dan magnesium mempunyai kemampuan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi makanan sumber kalsium dan magnesium dengan kadar kolesterol total pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan purposive sampling (n = 53). Pola konsumsi makanan sumber kalsium dan magnesium diperoleh dengan menggunakan semi quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden perempuan (62,3 %), usia responden 51-59 tahun (81,1 %), pendidikan perguruan tinggi (35,8 %), kebiasaan olahraga (69,8 %), tidak memiliki kebiasaan merokok (92,8 %), tidak minum alkohol (100 %), pernah melakukan konsultasi gizi (71,7 %), kolesterol normal (62,3 %). Hasil uji korelasi Pearson’s product moment didapatkan tidak ada korelasi yang bermakna antara pola konsumsi makanan sumber kalsium dengan kadar kolesterol total (p = 0,705). Tidak ada korelasi yang bermakna antara pola konsumsi makanan sumber magnesium dengan kadar kolesterol total (p = 0,233). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan sumber kalsium dan magnesium dengan kadar kolesterol total pasien diabetes mellitus tipe 2. Kata Kunci :  Diabetes mellitus tipe 2, Kadar kolesterol total, Kalsium, Magnesium.
Peran Komplemen, Fagosit (Leukosit) dan Antibodi dalam Menurunkan Jumlah Mycobacterium tuberculosis Izzati, Seravina Adila; Sumarno, Sumarno; Winarsih, Sri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.56 KB)

Abstract

Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri patogen penyebab timbulnya penyakit tuberkulosis. Peningkatan koloni bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tb) dapat dihambat dengan pemberian komplemen, fagosit (leukosit), dan antibodi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian komplemen, fagosit (leukosit), dan antibodi terhadap jumlah penurunan M. tb. Penelitian eksperimental ini dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu K (PBS), P1 (leukosit), P2 (leukosit + komplemen), P3 (pemberian leukosit + komplemen + antibodi). Koloni  M. tb diidentifikasi dengan pewarnaan BTA, difoto dengan kamera yang dihubungkan dengan mikroskop (100x). Hasil uji statistik ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna (p = 0,000). Hasil uji post hoc HSD didapatkan jumlah koloni bakteri M. tb kelompok P2 dan P3 menurun bermakna (p = 0,000) dibandingkan dengan kelompok K dan P1. Kelompok P1 menurun tidak bermakna dibandingkan dengan kelompok K. Berdasarkan uji korelasi Pearson didapatkan nilai r = - 0,931 dan p = 0,0000, yang berarti bahwa semakin lengkap perlakuan yang diberikan (leukosit + komplemen + antibodi), maka semakin rendah jumlah koloni bakteri M. tb. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi pemberian leukosit, komplemen, dan antibodi  akan semakin menurunkan jumlah koloni bakteri M.  tb. Kata kunci : Antibodi, Komplemen, Leukosit, Mycobacterium tuberculosis.
Penentuan pH dan Temperatur Optimal terhadap Elektroda Selektif Ion (ESI) Merkuri Tipe Kawat Terlapis Bermembran Kitosan pada Sediaan Kosmetik Atikah, Atikah; Pristi, Ema; Febrian, Alvan; W, Dian Novita
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.933 KB)

Abstract

Penggunaan elektroda selektif ion (ESI) dalam analisis kimia sangat luas, salah satunya digunakan untuk pengujian anion maupun kation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH dan temperatur optimal ESI merkuri tipe kawat terlapis bermembran kitosan. ESI dibuat dari kawat platina (Pt) yang dilapisi membran yang terbuat dari campuran bahan aktif kitosan-Hg, berpendukung polimer polivinylchloride (PVC), dan pemlastis dioktilphtalat (DOP) dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) dengan perbandingan 1:3 (b/v). Penentuan pengaruh pH dilakukan dengan mengukur larutan Hg2+ pada rentang konsentrasi 1x10-8–1x10-1 M pada pH 3-8 menggunakan bufer fosfat. Pengukuran pengaruh temperatur dilakukan dengan mengukur larutan Hg2+ pada rentang konsentrasi 1x10-8–1x10-1 M pada temperatur 20-50 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESI merkuri tipe kawat terlapis berbasis kitosan memiliki pH optimal pada pH 6 dan memiliki temperatur optimal pada 20–30 oC. Kata Kunci : Elektroda selektif ion (ESI) tipe kawat terlapis, Kitosan, Membran, Merkuri, Potensiometri.
Uji Efek Antimikroba Ekstrak Ethanol Stroberi (Fragaria vesca L.) Terhadap Staphylococcus epidermidis Selvia, Eka; Hamid, Aulia Abdul; Wahjuni, Endang Sri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.466 KB)

Abstract

Staphylococcus epidermidis adalah flora normal pada manusia namun pada keadaan tertentu dapat menyebabkan infeksi nosokomial pada manusia yang berkaitan dengan penggunaan alat-alat medis yang dapat berakibat sepsis. Buah stroberi mengandung kombinasi ellagitanin, proanthocyanin, dan anthocyanin yang berkerja secara sinergis sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya efek antimikroba ekstrak ethanol stroberi di Indonesia terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode tube dilution untuk mengetahui nilai kadar hambat minimal (KHM) dan kadar bunuh minimal (KBM). Konsentrasi ekstrak ethanol stroberi yang digunakan adalah 2 %, 1,5 %, 1 %, 0,5 %, dan 0 %. Nilai kadar hambat minimal (KHM) tidak dapat ditentukan karena kekeruhan ekstrak. Kadar bunuh minimal (KBM) didapatkan pada konsentrasi 1,5 %. Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa semakin tinggi konsentasi ekstrak ethanol stroberi maka semakin rendah pertumbuhan bakteri S. epidermidis (p < 0,05; koefisien korelasi ekstrak ethanol stroberi = - 0,999). Kesimpulan dari penelitian adalah ekstrak etahnol stroberi mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis. Kata kunci : Ekstrak ethanol stroberi, Staphylococcus epidermidis
Perbandingan Efek Pemberian Ekstrak Buah Nanas Muda dan Ekstrak Buah Nanas Tua Terhadap Kontraktilitas Uterus Terpisah Marmut (Cavia porcellus) Apsari, Duhita Dyah; Purwantiningrum, Danik Agustin; Soeharto, Setyawati
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.524 KB)

Abstract

Salah satu pendapat di masyarakat saat ini adalah buah nanas berbahaya dikonsumi pada saat kehamilan. Nanas mengandung enzim bromelain  yang dapat menstimulasi peningkatan prostaglandin dan meningkatkan kontraksi uterus. Nanas muda dan nanas tua diduga memiliki perbedaan dalam memberikan efek kontraksi karena perbedaan kadar enzim bromelain. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingan pengaruh ekstrak buah nanas muda dan buah nanas tua terhadap kontraksi uterus. Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni rancangan in vitro dengan post control group design menggunakan uterus marmut tidak hamil. Penelitian ini terdiri atas 3 konsentrasi ekstrak buah nanas muda dan 3 konsentrasi ekstrak buah nanas tua dengan dosis yang berbeda ( 0,2 %, 0,4 %, dan 0,6 %). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak nanas muda dan tua meningkatkan kontraksi uterus secara bermakna (nanas muda p = 0.000; nanas tua p = 0.000). Hasil uji korelasi Pearson membuktikan bahwa semakin besar dosis pemberian ekstrak buah nanas maka akan semakin kuat  kontraksi otot polos uterus (nanas muda  = 0,944; nanas tua = 0,894). Hasil uji regresi menunjukkan nilai  kemiringan/slope sebesar 7,8215 pada perlakuan ekstrak buah nanas muda dan 4,375 pada perlakuan ekstrak buah nanas tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak buah nanas muda dapat meningkatkan kontraktilitas uterus terpisah marmut lebih kuat dibandingkan pemberian ekstrak buah nanas tua. Kata kunci: Ekstrak buah nanas muda, Ekstrak buah nanas tua, Kontraksi uterus marmut (Cavia porcellus).
Pengaruh Perawatan Luka Bakar Derajat II Menggunakan Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle Linn.) Terhadap Peningkatan Ketebalan Jaringan Granulasi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar Kusuma, Reza Fitra; Ratnawati, Retty; SLI, Dina Dewi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.658 KB)

Abstract

Luka bakar sering terjadi di rumah dan paling banyak ditemukan adalah luka bakar derajat II. Daun sirih (Piper betle Linn.) adalah bahan alam yang memiliki kandungan aktif seperti saponin, tannin, flavonoid, minyak atsiri dan diduga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, khususnya pembentukan jaringan granulasi. Jaringan granulasi merupakan pertumbuhan jaringan baru yang terjadi ketika luka mengalami proses penyembuhan dan pembentukannya merupakan salah satu komponen penting dalam penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan luka bakar derajat II secara topikal menggunakan ekstrak daun sirih (Piper betle Linn.) terhadap peningkatan ketebalan jaringan granulasi pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. Desain penelitian menggunakan true experiment post test dilakukan terhadap hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. Sampel diambil dengan teknik rancangan acak kelompok (RAK) dan dibagi dalam empat kelompok yaitu 3 perlakuan ekstrak daun sirih: konsentrasi 15 %, 30 %, 45 %, dan kelompok kontrol dengan normal saline 0,9 %. Data yang diukur adalah ketebalan jaringan granulasi pasca perawatan luka bakar selama 14 hari. Analisis data  menggunakan uji one way ANOVA dengan p = 0,04 (p < 0,05). Melalui uji post hoc test didapatkan bahwa perlakuan yang paling signifikan ditunjukkan oleh konsentrasi daun sirih 45 % dengan p = 0,03 (p < 0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perawatan luka bakar derajat II menggunakan ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn.) mempengaruhi peningkatan ketebalan jaringan granulasi. Kata kunci : Ekstrak daun sirih (Piper betle Linn), Ketebalan jaringan granulasi, Luka bakar derajat II.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue