cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
Keefektifan Model Pembelajaran Picture and Picture dan Make A Match Ditinjau dari Hasil Belajar Dalam Pembelajaran IPA Kelas 4 SD Gugus Mawar - Suruh Mawardi Utama; Desty Lusia Sari
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.888 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p82-99

Abstract

Pembelajaran IPA adalah ilmu yang mempelajari peristiwa di alam dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan agar siswa mempunyai pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah yaitu penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan. Model pembelajaran Picture and Picture dan Make a Match adalah model pembelajaran yang menjadi solusi permasalahan pembelajaran IPA yang masih bersifat hafalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan keefektifan yang signifikan antara model pembelajaran Picture and Picture dan Make a Match ditinjau dari hasil belajar IPA kelas 4 SD gugus Mawar Suruh. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen jenis quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil uji kesetaraan pada kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan adanya kesamaan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Populasi pada penelitian ini adalah gugus Mawar Suruh dan sampelnya siswa kelas 4 SDN Plumbon 01, SDN Plumbon 04, dan SDN Kebowan 02. Teknik analisis data yang dipakai untuk menguji skor hasil belajar siswa adalah uji t dengan teknik Independent Sample t- Test. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran Picture and Picture dan Make a Match ditinjau dari hasil belajar IPA pada SD gugus Mawar Suruh. Hal tersebut dapat dibuktikan setelah dilakukan uji t posttest yang menunjukkan bahwa nilai t hitung dan t tabel adalah 0,538 dan 1,994 dengan sig. (2-tailed) adalah 0,592.
Keefektifan Model Pembelajaran Pair Check dan Numbered-Heads Together (NHT) Ditinjau dari Hasil Belajar dalam Pembelajaran IPS Kelas 4 SDN Gugus Mahesa Jenar Ambarawa Galuh Adi Prakoso
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.299 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p100-119

Abstract

Pembelajaran IPS adalah pembelajaran bersifat hafalan dan hubungan interaksi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran Pair Check dan Numbered-Heads Together (NHT) adalah model pembelajaran yang tepat menjadi solusi permasalahan pembelajaran IPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan dalam pembelajaran menggunakan model Pair Check dan model Numbered-Heads Together (NHT) pada siswa kelas IV SDN gugus Mahesa Jenar Ambarawa. Penelitian eksperimen jenis quasi experiment dengan design Nonequivalent Control Group Design. Teknik analisis data menggunakan tes dan observasi. Populasi penelitian adalah gugus Mahesa Jenar Ambarawa dan sampelnya siswa kelas IV SDN Sudirman, SDN Lodoyong 02 dan SDN Tambakboyo 01. Teknik analisis data untuk menguji skor hasil belajar siswa adalah uji t dengan teknik Independent Sample T Test. Hasil post test siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah dilakukan uji t (uji beda rata-rata) menunjukkan signifikansi 0,001 karena signifikan < 0,05 maka ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Pair Check dan Numbered-Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar IPS pada SDN gugus Mahesa Jenar Ambarawa. Berdasarkan hasil uji beda t maka disarankan guru untuk menggunakan model pembelajaran Numbered-Heads Together (NHT) karena ada perbedaan hasil belajar yang signifikan dalam pembelajaran IPS Kelas IV SDN gugus Mahesa Jenar Ambarawa.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKN Melalui Metode Sosiodrama di Kelas 5 SD Tlompakan 01 - Tuntang Tri Hardini
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.214 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p120-135

Abstract

Keluhan guru dalam pembelajaran PKn pada saat ulangan harian dan semeter nilainya rendah . Dan penerapan sikap dalam kehidupan sehari-hari sangat kurang.Guru mengajar belum menggunakan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran. Penggunaan metode sosiodrama untuk dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran PKn di SD Tlompakan 01 sangatlah perlu. Adapun tujuan dari pelelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn yang dilandasi dengan penerapan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Jenis data meliputi data hasil belajar, data keaktifan siswa. Tehnik pengumpulan data dengan cara observasi dan tes. Hasil analisis data pada siklus pertama diperoleh data keaktifan siswa mencapai kategori sedang (2,1); hasi belajar mencapai rerata 65,3; sedangkan jumlah siswa yang memenuhi KKM mencapai 9 siswa (34,6. Pada siklus kedua keaktifan siswa meningkat, meskipun baru mencapai kategori sedang (2,38); prestasi siswa lebih meningkat (68,9) dan jumlah siswa yang mencapai KKM ada 23 siswa (88,5%). Begitu pula pada siklus ketiga lebih bagus, keaktifan mencapai kategori baik (2,54); rata-rata hasil belajar 75,2 dan jumlah siswa yang mencapai KKM mencapai 26 siswa (100%). Dengan demikian penerapan metode sosiodrama dalam proses belajar mengajar PKn melalui tahapan yang dilakukan guru dengan cara menetukan situasi sosial yang akan disosiodramakan mampu meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas 5 SDN Tlompakan 01 pada pembelajaran PKn menggunakan metode sosiodrama.
Permasalahan-Permasalahan Terkait dengan Profesi Guru SD Slameto Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.596 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p1-12

Abstract

Profesionalisme guru sering dikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi, sertifikasi, dan tunjangan profesi. Ketiga faktor tersebut diprediksi mempengaruhi kualitas pendidikan. Mengingat hasil-hasil penelitian belum mendukung kerangka berpikir seperti itu, maka lahirlah 3 isu terkait dengan sertifikasi guru yaitu: peningkatan hasil belajar siswa yang diajar oleh guru pasca sertifikasi, rendahnya kualitas proises pembelajaran yang diampu oleh guru pasca sertifikasi dan perilaku guru yang kurang profesional. Oleh karena itu perlu pembinaan guru pasca sertifikasi yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan, dikarenakan prinsip mendasar bahwa guru harus merupakan manusia pembelajar (a learning person). Sebagai guru profesional dan telah menyandang sertifikat pendidik, guru berkewajiban untuk terus mempertahankan profesionalismenya sebagai guru. Pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru dapat dilakukan melalui upaya pembinaan dan pemberdayaan guru. Dengan demikian perlu upaya peninjauan lebih mendalam terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan, khususnya tujuan dan makna sertifikasi, perlu ada upaya pembenahan mind set guru dan perlu ada program perawatan dan pengembangan profesionalisme bagi guru-guru yang telah lulus program sertifikasi, khususnya dalam upaya peningkatan mutu layanan pembelajaran. Pengembangan profesionalisme guru pasca sertifikasi perlu kompetensi manajemen, strategi pember­dayaan, supervisi pengembangan, dan pe-nelitian tindakan kelas.
Peningkatan Keterampilan Proses Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model PBL Terintegrasi Penilaian Autentik pada Siswa Kelas VI SDN 2 Bengle, Wonosegoro Sri Giarti
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.987 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p13-27

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses pemecahan masalah, hasil belajar Matematika siswa kelas VI SD Negeri 2 Bengle menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terintegrasi penilaian autentik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan proses pemecahan masalah, dan soal tes Matematika materi Debit air. Analisis data dilaku-kan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa model PBL terintegrasi penilaian autentik dapat: a) meningkakan keterampilan proses pemecahan masalah matematika siswa kelas VI SD Negeri 2 Bengle, Wonosegoro - Boyolali. Persentase kenaikan kete-rampilan pemecahan masalah matematika sebesar 28,54% untuk siklus 1 dan 35,46 % untuk siklus 2. b) Meningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) berikut: pada kondisi awal, persentase pencapaian KKM sebesar 30,77% (4 siswa), pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 53,84% (7 siswa), dan pada siklus 2 persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 84,61% (11 siswa).
Implementasi Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Berbasis CTL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Karangrejo 2 Dempet, Demak Hartatik Hartatik
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.042 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p28-41

Abstract

SD Negeri Karangrejo 2 terletak di Kecamatan Dempet Kabupaten Demak sangat jauh dari pusat Kecamatan. SD Negeri Karangrejo 2 termasuk SD dalam kategori ranking 10 besar di Kecamatan Dempet. Oleh karena itu potensi peserta didik SDN Karangrejo 2 termasuk cukup baik. Potensi tersebut perlu ditumbuhkembangkan. Berdasarkan data nilai guru, rata–rata nilai peserta didik kelas IV masih rendah, yaitu 6,5. Berdasarkan kondisi awal, peneliti menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya dalam materi pokok Rangka Manusia. Rumusan masalahnya, bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam materi pokok Rangka Manusia? Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada materi pokok Rangka Manusia. (2) Untuk meningkatkan aktifitas belajar peserta didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran IPA khususnya pada materi pokok Rangka Manusia. Setelah PTK dilaksanakan, maka hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: (1) Rata– rata hasil belajar peserata didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran IPA khususnya pada meteri pokok Rangka Manusia dapat ditingkatkan, yaitu 7,2. (2) Aktifitas belajar peserata didik setelah diterapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkat, solid, dan terkoordinasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka dapat disarankan sebagai berikut: (1) Perlu dilakukan PTK lanjutan untuk materi pokok yang lain pada pelajaran IPA. (2) Model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat diterapkan untuk kelas–kelas yang lain di SDN Karangrejo 2 Kecamatan Dempet.
Pengembangan Handout Pembelajaran Tematik untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas III Retno Ningtyas; Tri Nova Hasti Yunianta; Wahyudi Wahyudi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.95 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p42-53

Abstract

Bahan ajar yang sering digunakan siswa di sekolah adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) karena harganya yang ekonomis dan relatif terjangkau. Banyak sekolah yang hanya menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) saja tanpa adanya handout atau buku penunjang sebagai pegangan siswa sehingga bahan ajar yang dapat digunakan anak belajar secara mandiri kurang dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berupa handout pembelajaran tematik gambar seri untuk siswa sekolah dasar kelas III pada materi keliling dan luas persegi dan persegi panjang yang valid, efektif dan praktis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (Research and Development). Penelitian ini mengacu pada model desain sistem pembelajaran ADDIE, yaitu: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data pembuatan dan kualitas handout, yaitu: lembar penilaian handout, lembar pendapat siswa, wawancara guru, dan pretest-postest. Keberhasilan pembuatan produk ini ditinjau dari segi valid, efekif, dan praktis. Hasil penelitian menyatakan: (1) valid yang ditunjukkan dalam dua aspek yaitu (a) aspek materi yang memperoleh persentase penilaian 78,66% menunjukkan kategori kualitatif baik (B), (b) aspek tampilan memperoleh persentase penilaian 80% menunjukkan kategori kualitatif sangat baik (SB); (2) Efektif yang dinilai berdasarkan (a) uji ketuntasan klasikal yang menunjukkan thitung = 5,148 dengan taraf signifikan 5% dan dk = (n-1) = 33 diperoleh nilai ttabel = 1, 697, maka thitung > ttabel sehingga dapat disimpulkan rata-rata hasil belajar siswa melampaui KKM (b) persentase ketuntasan postest banyak siswa yang lulus KKM sekolah yaitu 79,412% siswa; (3) Praktis yang ditentukan oleh (a) penilaian observer memperoleh persentase penilaian 87% menunjukkan kategori kualitatif sangat baik (SB), (b) handout memperoleh respon positif siswa dalam penggunaannya pada pembelajaran matematika. Pembelajaran dengan menggunakan produk ini menjadi lebih menyenangkan dan membuat siswa menjadi aktif. Produk ini selain berisi gambar-gambar yang sesuai dengan dan tema yang berkaitan dengan lingkungan rumah juga di dalam materi yang disajikan diberikan proses terbentuknya suatu rumus sehingga siswa dapat belajar secara runtut tentang rumus yang diperoleh.
Melalui Pendekatan Saintifik Menggunakan Model Pembelajaran Group Investigation pada Subtema Manusia dan Peristiwa Alam Kelas 5 SD Negeri 1 Banyusri Evi Nur Aini
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.583 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p54-67

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah pembelajaran model Group Investigation (GI) serta untuk meingkatkan keterampilan proses serta hasil belajar pada siswa kelasV SDN 1 Banyusri pada sub tema Manusia dan Peristiwa Alam. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan proses yang meliputi mengamati, merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpul-kan data, menganalis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan sedangkan untuk hasil belajar muatan Bahasa Indonesia dan Matematika dengan soal tes. Analisis data yang digunakan mengguanakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran GI dilakukan dengan langkah-langkah: 1) identifikasi siswa danmengatur mendalam bentuk kelompok, 2)merencanakan tugas belajar, 3) Melasanakan tugas investigasi, 4) menyiapkan laporan, 5) presentasi, 6) evaluasi. Dari hasil penelitian model pembelajaran GI dapat meningkatkan keterampilan proses mencapai 17,73%. Sedangkan peningkatan dalam hasil belajar pada muatan Bahasa Indonesia besaran peningkatan 15% untuk siklus 1, 6% pada siklus 2. Pada muatan Matematika besaran peningkatan 17% pada siklus 1, dan 3% pada siklus 2. Proses pembelajaran dengan model GI terbukti dapat meninagkatkan keterampilan proses dan hasil belajar pada sub tema Manusia dan Peristiwa Alam di SDN 1 Banyusri.
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Subtema Tugasku Sehari-Hari di Rumah Menggunakan Model Pembelajaran Savi pada Siswa Kelas II SDN 1 Bolo Eka Ning Tyas
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.839 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p68-82

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajara SAVI (Somatik, Auditori, Visual, Intelektual) pada sub tema tugasku sehari-hari di rumah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan penilaian rubrik keterampilan proses dalam melakukan pengamatan proses perbaikan pembelajaran, dan untuk mengukur hasil belajar muatan Bahasa Indonesia dan Matematika dengan menggunakan soal tes. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal, hasil siklus 1, dan hasil siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa model pembelajaran SAVI: a) meningkakan keterampilan proses pembelajaran sub tema Tugasku sehari-hari siswa kelas II SD Negeri 1 Bolo, Wonosegoro–Boyolali Persentase kenaikan keterampilan proses pembelajaran sebesar 22,96% pada siklus 1 dan pada siklus 2 sebesar 21,22%. b) Meningkatkan persentase jumlah hasil belajar siswa yang mencapai KKM muatan Bahasa Indonesia pada kondisi awal 31,82% (7 Siswa), Siklus 1 meningkat menjadi 50% (11 siswa), dan siklus 2 menjadi 86,36% (19 Siswa). Hasil belajar muatan Matematika pada kondisi awal 27,27% (6 Siswa), meningkat menjadi 45,45% (10 Siswa) pada siklus 1 dan meningkat menjadi 81,82% (18 Siswa) siklus 2.
Peningkatan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berlari Melalui Model Permainan Perlombaan pada Siswa Kelas 3 SD Negeri Bandung Wonosegoro Boyolali Samudi Samudi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.77 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p83-96

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berlari pada siswa kelas 3 SD Negeri Bandung Wonosegoro Boyolali tahun pelajaran 2014/2015.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK),yang dilakukan dua siklus dengan prosedur penelitian adalah perencanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tehnik pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa model Permainan dan Perlombaan dapat: 1).Meningkatkan motivasi belajar Penjasorkes materi Pola gerak Lokomotor berlatih lari pada siswa kelas 3 SD Negeri Bandung Wonosegoro Boyolali. Persentase kenaikan motivasi belajar siswa sebesar 3,15 (16.44%) untuk siklus 1 dan2.73 ( 10.62%) untuk siklus 2, 2) Meningkatkan kemampuan siswa dalamberlari, siswa berusaha menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memenangkan perlombaan. Persentase kenaikan kemampuan belajar siswa sebesar10.69% untuk siklus 1 dan13.15% untuk siklus 2. 3) Meningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) berikut: pada kondisi awal, persentase pencapaian KKM sebesar25.00% (8 siswa), pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 55.56% ( 20 siswa), dan siklus 2 persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 84.37% (27siswa)