cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPS Melalui Model Group Investigation (GI) pada Siswa Kelas VI SDN Bandung, Wonosegoro Sri Wahyuni
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.526 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p97-106

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara negara Tetangga dengan model pembelajaran GI pada siswa kelas VI SD Negeri Bandung Wonosegoro Kabupaten Boyolali tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan prosedur penelitian: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, dan tes. Teknik validitas data menggunakan trianggulasi data/sumber dan trianggulasi metode. Teknik analisis data menggunakan deskriptif komparatif antar siklus dan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model GI dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS materi Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara negara Tetangga. a) Persentase kenaikan keaktifan siswa sebesar 23,09% untuk siklus 1 dan 27,31 % untuk siklus 2. b) peningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) berikut: pada kondisi awal, persentase pencapaian KKM sebesar 30,56% (11 siswa), pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 52,78% (19 siswa), dan pada siklus 2 persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 83,33% (30 siswa).
Pemberlakuan Kurikulum SD/MI Tahun 2013 dan Implikasinya Terhadap Upaya Memperbaiki Proses Pembelajaran Melalui PTK Mawardi Mawardi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.328 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p107-121

Abstract

Konsekuensi utama pemberlakuan kurikulum 2013 untuk jenjang SD/MI diantaranya pada cara mensinergikan pendekatan, model dan standar proses pembelajaran, serta cara menyusun dan melakukan penilaian. Dua komponen utama sistem pembelajaran ini merupakan komponen yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu pembelajaran. Pendekatan, model dan standar proses pembelajaran berkaitan dengan jaminan mutu prosesnya, sedangkan komponen penilaian berkaitan dengan akurasi dan validitas pengukuran mutu pembelajaran tersebut. Pendekatan saintifik (5M) yang meliputi keterampilan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan perlu disinergikan dengan standar proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi (EEK). Kedua keterampilan (5M dan EK) inilah yang menjadi pemandu bagi guru untuk memilih model (dan metode) pembelajaran serta alat penilaian otentik yang sesuai. Dalam rangka membantu para guru untuk mengimplemantasikan kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan buku guru dan buku siswa. Namun demikian para guru dapat memodifikasi dan mengembangkan sendiri. Pengembangan instrumen pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik para siswa dan lingkungan belajar-nya, sehingga mutu proses dan hasil pembelajaran dapat ditingkatkan. Pengem-bangan mutu pembelajaran seperti ini sekaligus menjadi sarana bagi para guru untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan. Permasalahannya adalah pemberlakuan kurikulum 2013 berimplikasi pada proses pengembangan keprofesian guru, misalnya bagaimana proses pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) yang selama ini telah dilakukan. Rambu-rambu pendekatan, model, sistem penilaian, buku guru dan buku siswa dalam kurikukum 2013 mestinya tidak membatasi ruang gerak guru dalam berinovasi.
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) pada Siswa Kelas VI SDN 1 Kalinanas - Wonosegoro Dewi Kumala Santi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.52 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p122-131

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS), hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 1 Kalinanas dengan menggunakan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Intrumen pengumpulan data memakai rubrik pemilaian keterampilan proses untuk mengetahui tingkat KPS dan soal evaluasi tertulis materi perkembangbiakan tumbuhan dan hewan untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunkan analisis deskriptif komparatif dimana akan diperbandingkan antara kondisi awal, pembelajaran siklus 1 dan pembelajaran siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan bahwa model STM dapat: 1) meningkatkan KPS siswa kelas VI SDN 1 Kalinanas, Kec. Wonosegoro, Kab. Boyolali. Persentase kenaikan KPS siswa sebesar 20,96% pada pembelajaran siklus 1 dan 44,37% pada pembelajaran siklus 2. 2) Meningkatnya persentase jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada kondisi awal adalah 31,81% (7 siswa), 59,09% (13 siswa) pada pembelajaran siklus 1, dan 90,90% (20 siswa) pada pembelajaran siklus 2.
Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Strategi Pembelajaran Pakem Melalui Permainan Cincin di Jempol Tangan (Karya Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar) Ani Adibatin
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.609 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p1-18

Abstract

Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas, mengelola siswa, memilih strategi pembelajaran, serta kebermaknaan dalam memberikan tugas pada siswa. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penulis sebagai pengawas mengembangkan alat permainan inovatif yang bisa dipakai oleh semua guru, baik guru kelas, guru mata pelajaran, maupun guru ekstra kurikuler. Alat permainan ini bisa dipakai oleh semua siswa dari berbagai tingkatan kelas, berbagai tingkat jenjang sekolah, dan untuk pembelajaran materi yang berbeda. Alat permainan inovatif pembelajaran ini dikembangkan dengan tujuan agar peserta didik bisa belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Disamping itu, untuk membantu para guru dalam menanamkan pendidikan karakter, sehingga peserta didik menjadi anak yang berkarakter, berwatak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Uji coba alat permainan inovatif ini dilakukan di 9 SD binaan Kecamatan Tuntang. Dari hasil uji coba diperoleh temuan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara pendidikan karakter pada pembelajaran tanpa alat permainan inovatif dibandingkan dengan pembela-jaran yang menggunakan alat permainan cincin akik di jempol tangan. Nilai rata-rata pembelajaran tanpa alat inovatif 76,55 %, sedangkan nilai rata-rata dengan menggunakan alat permainan cincin akik di jempol sebesar 86,88 %. Hasil pembelajaran menggunakan alat peraga inovatif ini menunjukkan bah-wa melalui strategi pembelajaran PAKEM dengan bermain cincin akik di jempol tangan dapat membangun karakter peserta didik sampai 11,33 %.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Tema Berbagai Pekerjaan Melalui Model Discovery Learning Siswa Kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati Kabupaten Pati Semester 1 Tahun Ajaran 2014-2015 Rumini Rumini; Naniek Sulistya Wardani
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1525.822 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p19-40

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar tema berbagai pekerjaan dapat diupayakan melalui pendekatan discovery learning siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati semester 1 tahun ajaran 2014-2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan model spiral dari C. Kemmis & Mc Taggart dengan menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni, 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan tindakan dan observasi dan 3) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati Kabupaten Pati yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan teknik non tes. Instrumen penelitian dengan menggunakan butir soal dan lembar observasi.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif yakni membandingkan hasil belajar tema berbagai pekerjaan berdasarkan ketuntasan belajar, skor minimal, skor maksimal dan skor rata-rata pra siklus, siklus 1dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar tema Berbagai Pekerjaan dapat diupayakan melalui pendekatan discovery learning siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati Kabupaten Pati semester 1 tahun ajaran 2014-2015 terbukti. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya hasil belajar tema berbagai pekerjaan dari pra siklus, siklus 1 ke siklus 2. 1) Hasil belajar berdasarkan ketuntasan belajar dengan KKM ≥ 80 meningkat dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 0%, 69,23% dan 88,46%; 2) Hasil belajar berdasarkan skor minimal dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 20: 53: 66; 3) Hasil belajar berdasarkan skor maksimal dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni 45; 92; 100; 4) Hasil belajar berdasarkan skor rata-rata dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 37,1: 78,5: 88,0. PTK ini dikatakan berhasil, yang ditunjukkan oleh besarnya persentase siswa yang mencapai hasil belajar tema berbagai pekerjaan tuntas belajar dengan KKM ≥ 80, mencapai 88,46% lebih tinggi dari 80 % dari 26 siswa yang ditetapkan dalam indikator keberhasilan PTK.
Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 9B Semester Gasal Tahun Pelajaran 2014/2015 SMP Negeri 2 Tuntang - Semarang Tri Muah
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1273.965 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p41-53

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa pada materi peluang dengan penerapan model pembelajaran PBI bagi kelas 9B Semester Gasal SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang. Hasil penelitian kondisi awal menggunakan wawancara, observasi dan analisis butir soal, siswa kelas 9B ini memiliki keaktifan belajar yang kurang, kemudian berdampak pada hasil belajar siswa rendah juga. Berdasarkan kondisi awal tersebut, perlu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengetahui model prosedur penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart berupa model penelitian yang spiral yang pada umumnya direncanakan terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: 1) tahap pelaksanaan tindakan (planning), 2) tahap pelaksanaan tindakan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) tahap refleksi (reflecting). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 9B SMP Negeri 2 Tuntang yang terdiri dari 32 orang siswa. Data diperoleh melalui tes kognitif dan lembar observasi siswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBI dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika siswa. Hal ini ditunjukan dengan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan sebelum penelitian ini dilakukan dimana keaktifan belajar siswa secara individu 14% dan keaktifan belajar siswa secara kelompok 50% dan hasil belajar matematika siswa pada materi sebelumnya juga menunjukkan hasil belajar yang rendah dimana dari 32 siswa 6.25% siswa mendapatkan nilai tuntas dengan rata-rata 34,3. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan terhadap keaktifan belajar dan hasil belajar matematika. Lembar observasi pada siklus I menunjukkan keaktifan siswa secara individu meningkat menjadi 27.4% dan keaktifan belajar siswa secara kelompok 65% dan terus meningkat juga pada siklus II yaitu keaktifan belajar siswa secara individu menjadi 73.13% dan keaktifan belajar siswa secara kelompok 85%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar 64,88 dan pada siklus II rata - rata nya kembali meningkat menjadi 81.39.
Penyusunan Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas Slameto Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.986 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p54-73

Abstract

Tujuan menulis laporan secara sederhana adalah untuk mencatat, memberitahukan, dan merekomendasikan hasil penelitian. Oleh karena itu laporan PTK ditulis karena merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh para guru yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan. Sistematika laporan hasil terdiri dari 3 bagian yaitu: awal, pokok, dan akhir. Bagian awal terdiri dari: halaman judul, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran. Uraian berikut ini menjelaskan teknik penulisannya. Bagian Pokok Laporan terdiri dari 5 bab, yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Pustaka, Bab III Metode Penelitian Tindakan Kelas, Bab IV Pelaksanaan dan Hasil Penelitian Tindakan Kelas serta Pembahasan, Bab V Penutup. Bagian akhir dari format laporan penelitian terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
Peningkatan Keterampilan Guru SD DABIN III UPTD DIKDAS dan LS Wonosegoro - Boyolali dalam Mengelola Kelas Melalui Teknik Supervisi Individual Beni Supadmono
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.889 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p74-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pelaksanaan supervisi individual dalam rangka meningkatkan keterampilan guru mengelola kelas dalam mengajar di Wilayah Daerah Binaan (Dabin) III Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Luar Sekolah (LS) Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali; 2) Efektivitas penerapan supervisi individual dalam rangka meningkatkan keterampilan guru mengelola kelas dalam mengajar di Wilayah Dabin III UPTD Dikdas dan LS Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), dengan prosedur penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada guru SD kelas 5 di wilayah Dabin III UPTD Dikdas dan LS Wonosegoro Boyolali yang berjumlah 6 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa supervisi individu dapat meningkakan keterampilan guru dalam mengelola kelas di wilayah Dabin III UPTD Dikdas dan LS Kecamatan Wonosegoro-Boyolali. Persentase kenaikan keterampilan guru dalam mengelola kelas sebesar 10% untuk siklus 1 dan 10,5 % untuk siklus 2.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas 4 SD Firosalia Kristin; Dwi Rahayu
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.97 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p84-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model discovery learning terhadap hasil belajar IPS kelas 4 SD Negeri Koripan 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Design). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Koripan 01 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas 4 SD Negeri Koripan 04 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes untuk mengukur hasil belajar IPS. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, disimpulkan bahwa penggunaan model discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 4 SD Negeri Koripan 01. Hal ini ditunjukkan dengan hasil t hitung pada independent sample t test yang telah dilakukan setelah treatment diperoleh signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), karena signifikansi 2-tailed pada independent sample t test lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima.
Peningkatan Kemampuan Guru DABIN Gugus Putra Serang IV Wonosegoro - Boyolali dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi Kelompok Kerja Guru Parwanto Parwanto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.319 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p93-101

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) di Dabin Gugus Putra Serang IV Kecamatan Wonosegoro. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen obeservasi, instrumen penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa Diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) dapat: a) meningkakan kemampuan guru dalam penyusunan RPP di Dabin Putra Serang IV, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 3,70% b) meningkatkan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di Dabin Putra Serang IV, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali meningkat sebesar 3,67%.