cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
Efektivitas Konseling Kelompok dengan Memanfaatkan Model untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas XI MIA 3 SMA Negeri 8 Surakarta Semester II Tahun 2014/2015 Mawarto Mawarto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.778 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p102-116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan disiplinan siswa melalui konseling kelompok. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kedisiplinan siswa dalam mengikuti bimbingan klasikal. Subjek penelitian mencakup siswa SMA Negeri 8 Surakarta tahun Pelajaran 2014/2015 sejumlah 25 siswa, dibagi menjadi 4 kelompok konseling, masing-masing kelompok terdiri dari 6 anggota. Penelitian ini hanya memeriksa dan melaporkan masalah yang terkait dengan kedisiplinan dalam mengikuti bimbingan klasikal. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Teknik analisis penelitian dilakukan dengan cara mengukur hasil sesudah treatmen dikurangi sebelum treatmen dibagi sebelum treatmen kali 100%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa dalam mengikuti bimbingan klasikal dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II meningkat. Hal ini ditampilkan pada kedisiplinan siswa dalam kondisi awal ada 52 jenis pelanggaran kedisiplinan dan siklus I ada 29 pelanggaran kedisiplinan dan setelah siklus II tinggal 6 pelanggaran kedisiplinan yang tidak memenuhi kedisplinan dalam mengikuti bimbingan klasikal. Tindakan siklus I menunjukan hasil 45,75% sedangkan tindakan siklus II menunjukan hasil 77,5%. Menurut Goodwin dan Coates bila perubahan mencapai 50% maka strategi ini dipandang berhasil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konseling kelompok dapat meningkatkan kedisiplinan siswa SMA Negeri 8 Surakarta semester II tahun pelajaran 2014/2015. Saran kepada rekan-rekan guru BK untuk lebih meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling khususnya konseling kelompok, sehingga memiliki kesiapan dan jika ada kesulitan dan atau kelemahan dalam pelaksanaannya dapat diatasi dengan baik lewat budaya penelitian bimbingan dan konseling.
Penerapan Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Administrasi Penilaian di SD Laboratorium UKSW Suhandi Astuti
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1320.674 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p117-126

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kepala sekolah ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di SD Laboratorium Salatiga dalam menyusun administrasi penilaian melalui supervisi akademik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi kelas.Instrumen observasi yang digunakan adalah alat penilaian kemampuan guru (APKG) berupa Instrument penilaianadministrasi pembelajaran . Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutkan dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam penilaian administrasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru-guru dalam menyusun administrasi penilaian dalam pembelajaran di SD Laboratorium Salatiga sebesar 26,2%.
Komparasi Model Pembelajaran Discovery Learning dan Problem Solving Ditinjau dari Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas 3 SD di Gugus Diponegoro - Tengaran Mawardi Mawardi; Mariati Mariati
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.322 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p127-142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan keefektifan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dibandingkan dengan model Problem Solving. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan model nonequivalent control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN Bener 02 dan siswa kelas 3 SDN Bener 01 sejumlah 42 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument lembar observasi dan soal tes. Tehnik analisis data menggunakan uji Independent Sample T Test yang dikenakan pada skor postes dan gain score. Hasil uji t skor postes menunjukkan t hitung 3,417 dan t tabel 2,021 dengan signifikansi 0,001 serta t hitung gain score sebesar 2,129 dan t tabel 2,021 dengan signifikansi 0,039. Karena nilai signifikansi < 0,05 dan t hitung < t tabel maka HO ditolak, Ha diterima, artinya ada perbedaan hasil belajar yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas 3 SD di gugus Diponegoro Tengaran.
Pengembangan Media Pembelajaran Power Point Interaktif Melalui Pendekatan Saintifik untuk Pembelajaran Tematik Integratif Siswa Kelas 2 SDN Bergas Kidul 03 Kabupaten Semarang Maria Resti Andriani; Wahyudi -
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.89 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p143-157

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran powerpoint interaktif melalui pendekatan saintifik untuk pembelajaran tematik intgratif siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan untuk membuat media adalah model pengembangan ASSURE yang terdiri dari enam tahapan, yaitu: (1) analyze learners, (2) state objectives, (3) select method, media or materials, (4) Utilize media and materials, (5) require learner’s participation,(6) evaluate and revise. Berdasarkan hasil uji pakar/ahli diperoleh hasil penilaian terhadap aspek media dengan skor rata-rata 3,81 dengan presentase 76,2% dengan kategori baik. Dan hasil penilaian pada aspek materi dengan skor rata-rata 48 dengan presentase 96%, termasuk dalam kategori sangat baik. Serta hasil penelitian aspek pembelajaran diperoleh skor rata-rata 46 dengan persentase 92% dan termasuk dalam kategori sangat baik pula. Secara keseluruhan berdasarkan aspek materi, aspek media, dan aspek pembelajaran media pembelajaran powerpoint interaktif melalui pendekatan saintifik untuk pembelajaran tematik integratif siswa kelas 2 Sekolah Dasar dikatakan valid. Keefektifan media ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa sebesar 80,34 dengan presentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 100%.
Analisis Learning Continuum Tingkat SD Sampai SMP pada Tema Sistem Pencernaan Manusia Risya Pramana Situmorang
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.161 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p1-13

Abstract

Hasil analisis yang dilakukan dalam kajian ini adalah tema sistem pencernaan manusia dalam ruang lingkup Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan untuk tingkat Sekolah Dasar dengan Standar Kompetensi 1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan, dan Kompetensi Dasar 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Pencapaian pembelajaran tingkat Sekolah Dasar sampai pada mengenal dan mengidentifikasi struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus) (C1: Faktual), Memahami struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus (C2: Konseptual); Mengaitkan hubungan antara organ pencernaan, makanan dan kesehatan) (C3: Konseptual). Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama tema pembahasan pada KD 1.4 mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan dengan masing-masing indikator terdiri atas mengetahui gangguan pencernaan makanan (C1: Faktual), mengetahuai proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C2: Konseptual), menjelaskan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C3: Konseptual), menganalisis Menganalisis hubungan antara organ-organ sistem pencernaan dan makanan serta kesehatan (misal: mulut: gigi (memecah makanan), lidah (membantu menelan), usus halus: menyerap makanan, anus (mengeluarkan sisa makanan) (C4: Prosedural), Menyimpulkan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus serta hubungannya dengan kesehatan (C5: Konseptual).
Pendidikan Literasi Keuangan pada Anak: Mengapa dan Bagaimana? Subroto Rapih
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.827 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p14-28

Abstract

Artikel ini akan membahas mengenai mengapa dan baiamana pendidikan literasi keuangan sangat penting untuk diterapkan pada anak sedini mungkin. Penanaman nilai – nilai literasi keuanga sedini mungkin pada anak akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang literasi keuangan dan juga tingkat kesejahteraan di masa yang akan datang. Sifat kognitif anak yang masih konkret dan masih dalam tahap perkembangan sangat efektif untuk menanamkan nilai – nilai literasi keuangan. Keluarga yang merupakan komunitas pertama merupakan tempat penanaman nilai – nilai literasi keuangan yang sangat efektif. Peran sekolah juga sangat penting guna membeArikan pengetahan tentang pendidikan literasi keuangan pada anak. Komitmen bersama serta sinergitas semua pihak sangat dibutuhkan untuk kesuksesan penanaman nilai – nilai literasi keuangan melalui keluarga ataupun sekolah.
Prestasi Belajar Matematika Siswa SMAN Kabupaten Kulon Progo dalam Pembelajaran Menggunakan Model TGT Berbantuan Alat Peraga Ditinjau dari Kecerdasan Spasial Erlina Prihatnani
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.725 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p29-45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga 2D atau 3D, (2) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi, sedang, atau rendah, (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri kelas X di Kabupaten Kulon Progo dengan teknik pengambilan sampel Stratified Cluster Random Sampling diperoleh 133 sampel. Penelitian eksperimen semu ini dilaksanakan dalam pembelajaran matematika pada materi dimensi tiga dengan desain the randomize control group pretest-posttest design. Uji normalitas dengan metode Kolmogorov-smirnov, uji homogenitas dengan metode Levene, uji keseimbangan kemampuan awal menggunakan Independent Sample T-Test dan uji hipotesis dengan menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama (2x3 faktorial). Keseluruhan uji menggunakan SPSS dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan (1) prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga 3D lebih baik daripada yang menggunakan alat peraga 2D, (2) prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi lebih baik daripada sedang maupun rendah dan prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan spasial sedang sama dengan rendah, (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar siswa.
Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Kelas Slameto Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.998 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p46-57

Abstract

Laporan PTK merupakan pernyataan formal tentang hasil peneliti-an yang dibuat oleh sese­orang/guru yang diharuskan untuk melakukan hal itu. Tujuan menulis laporan secara sederhana adalah untuk mencatat, mem-beritahukan, dan merekomendasi­kan hasil penelitian yang berupa temuan baru dalam bentuk teori, konsep, metode, dan prosedur, atau permasalahan yang perlu dicarikan cara pemecahannya. Hasil penelitian formal dipublikasikan melalui seminar, pengkajian ulang, analisis kebijakan, pendiseminasian dan sebagainya; Salah satu bentuk yang paling populer adalah artikel. Secara umum, isi artikel hasil penelitian meliputi: judul artikel, nama penulis, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan saran, serta daftar rujukan.
Tingkat Penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas Suatu Studi Kasus di SMA Dian Harapan Jakarta Juniriang Zendrato
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.103 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p58-73

Abstract

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan panduan mengajar yang disusun guru dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Namun, sebagian besar guru belum menyadari arti pentingnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan guru saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, kualitas penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di kelas, dan tingkat penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan studi kasus dan dilakukan di kelas 10 dan 11 SMA Dian Harapan Jakarta. Data dikumpulkan dengan empat macam teknik: (1) angket yang diberikan kepada guru dan siswa, (2) wawancara dengan guru dan kepala sekolah, (3) telaah dokumen RPP, dan (4) observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan guru saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah karakteristik siswa, tujuan belajar, kegiatan belajar mengajar dan materi pelajaran. Tiga kualitas penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di kelas: (1) pelaksanaan pembelajaran di kelas berjalan dengan lancar, (2) kegiatan yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tidak diterapkan di kelas, dan kegiatan yang tidak tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terjadi di kelas. Tingkat penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di dalam kelas tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari persentase kegiatan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang diterapkan di kelas adalah sebesar (81%). Oleh karena itu, pihak guru perlu terus membuka diri terhadap peningkatan kompetensi profesional guru.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Ditinjau dari Hasil Belajar IPS Siswa Kelas 4 SD Firosalia Kristin
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.441 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p74-79

Abstract

Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, sebagian guru masih menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional. Akibatnya, siswa cenderung merasa bosan sehingga kurang dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Oleh karena itu, hasil belajarnyapun rendah. Masalah tersebut bisa diatasi dengan menerapkan model pembelajaran yang sifatnya inovatif, salah satunya adalah model pembelajaran STAD. Namun, seberapa efektifkah model pembelajaran STAD tersebut dalam peningkatan hasil belajar jika dibandingkan dengan model konvensional, perlu diketahui melalui penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran STAD jika dibandingkan dengan konvensional dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas 4 SD Negeri Duyungan 2 Sragen. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian two group pretest posttest design. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas 4 SD Negeri Duyungan 2 Sragen. Teknik pengumpulan data dengan tes dan observasi.. Teknik analisis data menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD lebih efektif dibandingkan model konvensional dalam meningkatkan hasil belajar IPS. Hal itu dibuktikan dari data yang diperoleh bahwa t hitung>t tabel, yaitu 3,392 > 2,000.