Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Articles
446 Documents
Implementasi TQM Melalui Pelatihan Model in House Training untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SD
Sri Giarti;
Suhandi Astuti
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.496 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p80-91
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru SD melalui pelatihan in House Training. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas diagnosis, action planning, action taking dan action evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi kelas. Instrumen observasi yang digunakan adalah alat penilaian kemampuan guru (APKG) berupa: 1) instrument pengembangan media pembelajaran, 2) instrument penilaian kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutkan dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran dan menyusun perencanaan pembelajaran,. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa IHT dapat meningkatkan a) kemampuan guru SD Negeri di Salatiga, Kota Salatiga dalam mengembangkan media pembelajaran sebesar 13,4%. b) meningkakan kemampuan guru SD Negeri di Salatiga dalam menyusun rencana pembelajaran sebesar 31,7%.
Fostering Student Participation Through Interactive Teaching in Basic English Class
Siane Indriani
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.897 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p92-99
The purpose of the study was to examine the 1st semester teacher college students’ perceptions of the interaction between them and their teacher in Basic English class through class discussion interactive teaching in Basic English class. To create a successful and effective teaching, cooperation between teacher and students is needed. An effective teacher must be able to present their material, effectively manage their classroom according to the lesson they’ve planned, accommodate their students’ needs, and enhance their students’ participation in the learning activities. Participants were 25 students who reported their perceptions on the interactive teaching in addition to their learning process. Result suggested that the interactive teaching fostered student participation during the learning activities. Teaching method such as class discussion that involved the whole class participation to raise questions and discuss about the answer or solution would require interaction between teacher and students more intensively. This interactive teaching method could be implemented for college students, especially because they were expected to participate more actively in the learning activities and become more independent learners. This study could also be an alternative for any educational practitioners who would like to foster their students’ participation.
Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual Ditinjau dari Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SDN 1 Gadu Sambong - Blora Semester 2 Tahun 2014/2015
Andhini Virgiana;
Wasitohadi Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (406.498 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p100-118
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat hasil belajar antara model problem based learning berbantuan media audio visual dengan model pembelajaran think pair share berbantuan media visual pada pembelajaran IPA siswa kelas 5 SDN 1 Gadu Sambong Kabupaten Blora semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN 1 Gadu dan siswa kelas 5 SDN 2 Gagakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, statistik parametrik, dan uji t dengan independent sample t-tes pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat efektivitas antara model problem based learning berbantu media audio visual dengan model pembelajaran think pair share berbantu media visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 5 SDN 1 Gadu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora semester 2 tahun 2014/2015. Terbukti hal ini ditunjukkan oleh hasil uji t-test sebesar 3,603 > 1,999 dan signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Perbedaan rata-rata kelas eksperimen > rata-rata kelas kontrol yaitu 87,0588 > 80,2000.
Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SD Negeri Kutowinangun 11 Kota Salatiga
Adi Winanto;
Darma Makahube
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.084 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p119-138
Penelitian ini dilatarbelakangi atas kebutuhan akan kemampuan memecahkan masalah baik di kelas atau di tengah-tengah masyarakat, kemampuan mengatasi masalah yang dihadapinya, dan juga perlunya kemampuan mengaplikasikan ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Kutowinangun 11 Salatiga dengan mengaplikasikan strategi pembelajaran inkuiri. Strategi pembelajaran inkuiri ini meliputi langkah-langkah (1) orientasi, (2) merumuskan masalah, (3) merumuskan hipotesis, (4) mengumpulkan data, (5) menguji hipotesis (6) merumuskan kesimpulan. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dengan nama penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Sebelum tindakan skor rata-rata motivasi siswa 37,4 dengan kriteria sedang, pada siklus I skor rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 42,2 dengan kriteria sedang dan pada sikus II rata-rata motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan kriteria tinggi (rata-rata skor 46,4). Sedangkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar, yaitu sebelum tindakan nilai rata-rata kelas sebesar 65,45; siklus I naik menjadi 72,15; dan pada siklus II naik menjadi 81,25. Pada tes pra siklus ketuntasan belajar siswa 35%, pada siklus I ketuntasan siswa meningkat menjadi 75% sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 85% siswa atau 17 siswa mencapai nilai di atas KKM (65).
Persepsi Mahasiswa PPL 1 dan 3 PGSD BIPE UKSW Mengenai Profesi Guru SD yang Profesional dan Pengajaran Literasi
Eunice W. Setyaningtyas
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (264.991 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p139-152
Penelitian kualitatif pada 21 mahasiswa program BIPE PGSD ini bertujuan menganalisa persepsi mengenai sosok seorang guru SD yang profesional sebagai guru bahasa sehingga menjadi bekal yang memadai dalam melaksanakan pembelajaran yang ideal. Hasil penelitian ini juga berguna untuk pihak program studi untuk memonitor hasil belajar praktik magang (PPL 1 dan PPL 3) di sekolah-sekolah negeri maupun nasional plus dan internasional. Data dikumpulkan dari hasil angket Y-chart yang terbagi atas bagian “apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan”. Hasil menunjukkan mahasiswa tahap Magang 1 memiliki persepsi mendasar mengenai guru profesional dalam pembelajaran literasi yaitu rapi, berwibawa, lebih memilih menggunakan strategi, metode, dan teknik pembelajaran kreatif dan menyenangkan daripada metode belajar yang kerap digunakan sehingga kurang memaksimalkan aktivitas belajar siswa. Sedangkan mahasiswa Magang 3 lebih berorientasi pada kebutuhan di konteks kelas sesuai dengan karakter siswa yaitu kebutuhan belajar, minat, serta kemampuannya. Disarankan pihak penyelenggara pendididkan calon guru agar dapat memfasilitasi dengan pengalaman nyata dan pelatihan lebih intensif yang dapat membuka wawasan luas namun tidak melupakan kearifan lokal.
Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) Terhadap Buku Guru SD Kurikulum 2013
Gaguk Resbiantoro
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.726 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p153-162
Analisis buku pegangan guru SD dalam implementasi kurikulum 2013 perlu dilakukan karena buku ini menjadi acuan guru dalam mengajar. Guru SD harus menguasai konten materi dan cara penyampaian (pengajarannya) kepada peserta didik atau yang dikenal sebagai PCK (Pedagogical Content Knowledge). Buku pegangan guru harus sesuai dengan kaidah-kaidah PCK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai ruang lingkup Pedagogical Content Knowledge pada buku pegangan guru SD. Populasi pada penelitian ini adalah semua bab pada buku pegangan guru SD yang digunakan dalam implementasi kurikulum 2013. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah beberapa bab pada buku yang dianalisis, diambil sebanyak 20% dengan cara purposive random dari sebuah buku yang menjadi acuan mengajar SD yang digunakan dalam implementasi kurikulum 2013, khususnya muatan IPA. Hal tersebut atas pertimbangan bahwa karakteristik materi IPA sangat sesuai dengan teori konstruktivisme anak SD dan pendekatan saintifik. Data dijaring dengan lembar observasi berupa instrumen evaluasi buku guru yang berisi perpaduan indikator PCK dari lima komponen PCK yang dikembangkan oleh Magnusson et al. dalam Newsome dan Lederman (2002) dan instrumen yang telah dikembangkan Swanepoel (2010). Identifikasi dilakukan pada dua sampel buku guru SD kurikulum 2013 pada satu sub tema. Rata-rata prosentase masing-masing sub komponen PCK dalam buku guru SD kurikulum 2013 yaitu capaian pembelajaran 82%, pengetahuan inti 44%, hakekat ilmu pengetahuan 52%, kegiatan pembelajaran 74%, penilaian 50%, contoh dan penjelasan 67%, kerangka metakognisi 58%, perbedaan perlakuan siswa 58%, serta pemberian motivasi pada siswa 79%. Sub komponen Content Knowledge perlu dilengkapi tentang pengetahuan miskonsepsi dan pengetahuan tambahan. Sedangkan sub komponen Pedagogical Knowledge perlu dilengkapi tentang kelengkapan penilaian dan kerangka metakognisi. Beberapa permasalahan tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian lanjutan.
Preservice Teachers on Teaching with and About ICT: An Indonesian Study
Stefanus Christian Relmasira;
Rose-Marie Thrupp
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (100.252 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p163-172
Teaching about and with digital technologies continues to challenge teachers. Aligned with the permeation of Information Communication Technologies (ICT) in our daily lives is the challenge of ICT in the classroom. Curriculum writers strive to identify declarative and procedural knowledge needed by future citizens. Teachers strive to design ICT-enabled learning that engages contemporary learners. The identity of a teacher of ICT and using ICT for learning challenges preservice teachers as they create their own identity in the classroom. These challenges cross borders, both geographical and cultural. Using a research approach developed by Hunt (2015), preservice teachers in a teacher education program in Central Java, Indonesia were asked to draw what teachers and ICT look like, sound like, and feel like. This study builds upon the ideas of Goodenough (1926) and Chambers (1983) to examine the views of teachers and ICT held by preservice teachers. These findings can inform the design of teacher education programs in supporting preservice teachers to build their self-efficacy as teachers teaching with and about ICT in their classroom and contribute to the construction of professional learning post-graduation.
Kompetensi Guru Alumni Jurusan Pendidikan Matematika Berdasarkan Pendapat Pengguna Lulusan
Melda Jaya;
Dylmoon Hidayat;
Hastuti Pakpahan
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (84.254 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p173-181
Undang-Undang Sistem Pendidikan Indonesia No.20 tahun 2003 pasal 35 menyatakan bahwa kompetensi lulusan harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Dalam rangka peningkatan tersebut perlu diketahui kompetensi lulusan untuk program perbaikan secara menyeluruh. Para lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan Teachers College Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pelita Harapan tersebar di seluruh wilayah Indonesia baik di sekolah-sekolah yang berada di dalam maupun di luar Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Semasa kuliah, mereka telah dibekali dengan berbagai kemampuan untuk mendukung profesionalisme mereka sebagai guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak guru-guru lulusan FIP Teachers College Program Studi Pendidikan Matematika UPH bagi sekolah-sekolah tempat mereka mengajar, sebagai bahan masukan untuk perbaikan kedepan yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Subjek penelitian ini adalah para kepala sekolah, CC/TT dan peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan evaluasi bagi usaha peningkatan kompetensi lulusan FIP Teachers College Program Studi Pendidikan Matematika UPH. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa secara umum alumni pendidikan matematika Teacher College berdasarkan pengguna lulusan sudah mencapai ke empat kompetensi berdasarkan graduate profile Teacher College, antara lain: Guru bidang studi matematika Kristen, Guru bidang studi matematika dengan standar internasional, Seorang Kristen yang dewasa, Seorang anggota komunitas yang signifikan, namun ada beberapa aspek didalamnya yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki.
Pengaruh Penerapan Metode Teams Games Tournament Berbantuan Permainan Dadu Terhadap Hasil Belajar IPA
Eka Rizki Widayanti;
Slameto Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.652 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p182-195
Berdasarkan observasi ketika mengikuti pembelajaran siswa kelas 3 terlihat tidak tertarik dalam mengikuti pembelajaran sehingga siswa cenderung pasif dan pembelajaran tampak membosankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan perbedaan yang signifikan antara penerapan metode pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan permainan dadu dengan metode pembelajaran diskusi terhadap pencapaian hasil belajar IPA pada siswa kelas 3 SDN Lemahireng 02 Bawen Semester II Tahun Ajaran 2015/2016 sehingga siswa menjadi tertarik dan merasa senang mengikuti pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimental Design, dengan desain One-Group Pretest-Postest Design. Teknik analisis data menggunakan uji t (Paired samples t-test) dengan taraf signifikansi = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan metode pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan permainan dadu dengan metode pembelajaran diskusi terhadap pencapaian hasil belajar IPA pada siswa kelas 3 SDN Lemahireng 02 Bawen. Hal ini dikarenakan siswa tertarik dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran dan dibuktikan dengan hasil rata-rata nilai posttest setelah diberikan perlakuan menggunakan metode Teams Games Tournament berbantuan permainan dadu yaitu sebesar 72,1 dibandingkan dengan rata-rata pretest sebelum diberikan perlakuan yaitu sebesar 57. Berdasarkan hasil penelitian disarankan menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan permainan dadu yang dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA.
Penerapan Pendekatan Bermain untuk Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar
Koko Prasetyo
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (77.65 KB)
|
DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p196-205
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan penerapan pendekatan bermain pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Sonorejo1 tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar dan aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui pendekatan bermain.Subjekdalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Sonorejo 1 tahun pelajaran 2015/2016yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari; tes dan observasi. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik presentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.Data hasil belajar lompat jauh gaya jongkok diperoleh melalui tes unjuk kerja, lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran teknik dasar lompat jauh gaya jongkok melalui penerapan pendekatan bermain. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil keterampilan lompat jauh gaya jongkok meningkat dari 36 % pada kondisi awal menjadi 60 % pada akhir siklus I dan meningkat menjadi 84 % pada akhir siklus II. Sedangkan kemampuan siswa dalam melakukan rangkaian gerakan lompat jauh gaya jongkok meningkat dari 28 % pada kondisi awal menjadi 64 % pada akhir siklus I dan meningkat menjadi 100 % pada akhir siklus II.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Sonorejo 1 tahun pelajaran 2015 /2016.