cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Memperkuat potensi lokal guna meningkatkan daya saing di Kota Ternate Linda Umasugi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.44-48

Abstract

Di dalam mewujudkan Visi pembangunan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Ternate adalah : “Mewujudkan Perindustrian dan Perdagangan Sebagai Penggerak Perekonomian Rakyat yang Berbasis Pada Sumber Daya Lokal”. Untuk mewujudkannya maka perlu ditetapkan Misi Pembangunan Perindustrian dan Perdagangan sebagai berikut :1. Meningkatkan kwalitas sumber daya aparatur sebagai penyelenggara pembangunan di sektor Industri dan Perdagangan;2. Peningkatan pembinaan Industri Kecil dan Menengah dengan mengembangkan potensi Sumber Daya Alam Lokal;3. Memperkuat Basis Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia secara optimal, yang Produktif mandiri dan mampu berdaya saing;4. Menciptakan pendalaman struktur industri dan pelestarian Kerajinan Tradisional Daerah dan;5. Mewujudkan pembinaan terhadap pelaku Industri dan Perdagangan dan meningkatkan penyediaan barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat. Untuk Kota Ternate pertumbuhan ekonomi ditopang dengan potensi lokal yaitu 10-15% yang ditunjang oleh adanya Home industri. Di Kota Ternate sendiri home industri berskala kecil ada 780 unit, tenaga kerja yang terserap 2.718 orang,  jika dibandingkan dengan Perdagangan yang ada di Ternate 839 unit, terserapnya tenaga kerja hanya 1.011 orang, jika dibandingkan antara industri dan perdagangan ada perbedaan yang mencolok dalam perkembangannya hal ini dikarenakan industri di Kota Ternate sendiri perkembangannya berjalan lambat dikarenakan dipengaruhi oleh budaya kerja, karakter setiap individu, budaya persepsi dan manajemen produksi yang masih lemah. Usaha yang telah dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Industri terkait dengan manajemen produksi dengan memberikan pelatihan-pelatihan manajemen dan mengusahakan desa percontohan usaha seperti mengembangkan usaha kursi rotan dan kain tenun khas Maluku Utara namun sampai sekarang terbentur oleh pemasaran. Dan untuk home industri makanan khas kendala yang di hadapi adalah terbentur biaya di dalam soal labelisasi dan sertifikasi produk.
Komposisi jenis dan struktur komunitas ikan padang lamun di perairan Pantai Lateri Teluk Ambon Dalam Husain Latuconsina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.30-36

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2011 di perairan pantai Lateri Teluk Ambon Bagian Dalam (TAD), yang bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan struktur komunitas ikan pada ekosistem padang lamun. Dalam penelitian ini terkoleksi sebanyak 288 individu dari 31 jenis dan 19 famili. Kenyataan ini menunjukkan bahwa ekosistem padang lamun TAD memiliki potensi sumberdaya hayati ikan yang tinggi. Dengan komposisi jenis tertinggi dari jenis Syngnathoides biaculeatus yang dikenal sebagai ikan penetap atau ikan khas padang lamun. Nilai Indeks Dominansi 0,11 dan Indeks Keanekaragaman dengan kriteria sedang yaitu 2,59 serta Indeks Keseragaman 0,76 menunjukkan bahwa secara ekologi tidak terdapat spesies yang mendominasi dan struktur komunitas dalam kondisi stabil. Sehingga diperlukan upaya pengelolaan dan konservasi untuk mempertahankan kestabilan komunitas ikan beserta peranan ekologi ekosistem padang lamun sebagai tempat mencari makan, memijah, dan pembesaran bagi komunitas ikan.
Pengaruh penambahan jenis tepung daun leguminosa yang berbeda terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum ayam broiler Sulasmi Sulasmi; Yusri Sapsuha; Emy Saelan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.10-16

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa tepung daun leguminosa diantaranya kelor (Moringa oleifera), lamtoro (Leuchaena leucocephala), dan gamal (Gliricidia sepium) terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum ayam broiler. Ayam yang digunakan adalah Day Old Chick (DOC) tipe pedaging sebanyak 80 ekor strain CP 707. Penelitian menggunakan metode experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 4 jenis perlakuan ransum (R0 = ransum kontrol, R1 = ransum + 5% tepung daun lamtoro, R2 = ransum + 5% tepung daun kelor dan R3 = ransum + 5% tepung daun gamal) dengan 4 ulangan. Apabila terdapat perbedaan pengaruh diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Ransum dan air minum diberikan secara ad libitum. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 5% tepung daun kelor (R2) dalam ransum memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan bobot badan dan konversi ransum ayam broiler dibandingkan penambahan 5% tepung daun lamtoro (R1) dan gamal (R3). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap konsumsi dengan penambahan lebih dari 5% dalam ransum ayam broiler.
Strategi pengembangan agribisnis holtikutura pada Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) Ekaria, Ekaria
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017): Edisi Perdana Publikasi Online
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.328 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.17-21

Abstract

Lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat (LM3) adalah lembaga yang tumbuh di tengah masyarakat dan telah berperan dalam pembinaan dan pengembangan sosial ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi LM3 dan merumuskan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan oleh LM3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan analisis yang digunakan dalam menentukan strategi adalah dengan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh: 1) faktor-faktor eksternal yang merupakan peluang adalah tersedianya sarana transportasi untuk pemasaran, informasi pasar, tersediannya dana pengembangan LM3 dari Kementrian Pertanian RI, adanya kemitraan dengan instansi, sedankan ancaman yaitu banyannya produk holtikultura yang didatngkan dari luar daerah merupakan ancaman bagi LM3 dan adanya persaingan harga. 2) Faktor-faktor internal yang merupakan kekuatan adalah LM3 memiliki modal yang cukup, ketersedian lahan pertanian, tenaga kerja yang trampil, produk/panen yang stabil, sedangkan kelamahan yaitu penguasaan teknologi di LM3 masih rendah merupakan kelamahan LM3, sulitnya pengadaan bibit yang besertifikat/berkualitas, dan kurangnya ketersediaan pupuk. 3) Perencanaan strategis yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan produktivitas panen, melakukan penjadwalan sistem tanam dan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dalam melakukan kegiatan pengembangan dan pelatihan sehingga dapat memenuhi permintaan pasar.
Pengaruh trust in a brand terhadap brand loyalty pada konsumen air minum Aqua di Kota Ambon Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.39-46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara empirik pengaruh dari variabel trust in a brand yang meliputi brand characteristic, company characteristic, dan consumer - brand characteristic terhadap brand loyalty. Merek yang diteliti adalah merek air minum Aqua, yang respondennya diambil dari para pengguna air minum Aqua yang ada di Kota Ambon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama dan parsial variabel trust in a brand berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty. Pengaruh variabel trust in a brand terhadap brand loyalty adalah sebesar 0,971 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sebaliknya, secara parsial pengaruh variabel trust in a brand adalah sebagai berikut. Pertama brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,668 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000, di mana brand characteristic berpengaruh dominan terhadap brand loyalty. Company characteristic mempunyai pengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,224 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Consumer - brand characteristic juga berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,165 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Dalam upaya meningkatkan loyalitas merek, pihak perusahaan harus senantiasa meningkatkan dan mempertahankan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Brand characteristik sebagai salah satu variabel yang berpengaruh dominan harus tetap dapat dikendalikan secara langsung oleh perusahaan.
Karakteristik mutu ikan selama penanganan pada kapal KM. Cakalang Sitkun Deni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.72-80

Abstract

Ikan merupakan komuditas yang muda dan cepat membusuk, sehingga ikan memerlukan penanganan yang cepat dan cermat, dalam upaya mempertahankan mutunya sejak ikan di angkat dari air. Penanganan ikan harus di lakukan secepat mungkin untuk menghindari kemunduran mutu ikan sehingga di butuhkan bahan dan media pendinginan yang sangat cepat dalam menurunkan suhu ikan pada pusat thermal ikan.  Penelitian dilaksanakan untuk mempelajari karakteristik perubahan rnutu ikan selama proses penanganan oleh nelayan pada kapal pole and line dan mengetahui sejauh mana upaya penanganan dilaksanakan dengan cara mengikuti kegiatan penangkapan serta pengujian organoleptik terhadap sampel dengan menggunakan uji organoleptik dan uji kruskal-Walis. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum penanganan yang dilakukan oleh nelayan sudah cukup baik walaupun belum sepenuhnya mengikuti standar penanganan yang dikeluarkan Direktorat Mutu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sifat fisik dari ikan yang tertangkap dengan alat tangkap pole and line sangat mudah rusak. Namun ikan hasil tangkapan sampai tiba di TPI tergolong dalam kategori ikan segar karena masih dalam standar ikan segar menurut SNI 01-2729-1992. Sanitasi dan higiene kurang diperhatikan dalam penanganan oleh nelayan baik sanitasi tempat penanganan maupun peralatan. Sedangkan higiene para nelayan masih kurang baik, terutama sifat-sifat buruk nelayan selama proses penanganan berlangsung dimana sambil bercanda, merokok, meludah dan bersin sembarangan.
Evaluasi aspek sosial kegiatan penangkapan ikan tuna (Thunnus sp) oleh nelayan Desa Yainuelo Kabupaten Maluku Tengah Erika Lukman
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.53-57

Abstract

Ikan tuna (Thunnus sp) merupakan salah satu sumberdaya perikanan potensial di perairan Maluku Tengah dan banyak dimanfaatkan oleh nelayan dengan menggunakan berbagai jenis alat tangkap diantaranya pancing tangan (hand line), pancing tonda (trolling line), dan pukat cincin (purse seine).  Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aspek sosial kegiatan penangkapan ikan tuna dan kemungkinan pengembangannya di Desa Yainuelo. Penelitian ini dilaksanakan bulan November 2013.  Sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan pertimbangan bahwa nelayan responden adalah nelayan yang menangkap ikan tuna dengan menggunakan alat tangkap pancing tangan (hand line), pancing tonda (trolling line), dan pukat cincin (purse seine). Aspek sosial yang diteliti meliputi penerimaan nelayan terhadap suatu jenis alat tangkap, penyerapan tenaga kerja per unit penangkapan dari masing-masing alat tangkap, kemampuan nelayan menjangkau investasi unit penangkapan,  dan tidak menimbulkan konflik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan penangkapan ikan tuna dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda dan pukat cincin dapat diterima secara sosial. Secara sosial standar nilai alat tangkap pancing tonda tertinggi 2,67 dan pukat cincin 2,65.  Berdasarkan tinjauan dari aspek sosial alat tangkap terbaik untuk dikembangkan di Desa Yainuelo untuk penangkapan ikan tuna adalah alat tangkap pancing tonda (trolling line).
Analisis tingkat kesadaran konsumen akan merek ikan kaleng (Canned Fish) di Kota Ternate Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.9-14

Abstract

Peran kesadaran merek (brand awareness) sangat penting sebagai landasan dalam menentukan langkah dan strategi pemasaran dari suatu produk.  Semakin kuat brand awareness suatu produk, dalam hal ini produk ikan kaleng, semakin kuat pula daya tariknya di mata konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut yang selanjutnya akan menghantarkan perusahaan meraih keuntungan yang diharapkan. Metoda pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah responden yang diambil sebagai sampel dalam penelitian sebanyak 200 orang pengunjung swalayan yang tersebar di empat daerah yang mewakili kotaTernate. Analisis brand awareness dilakukan dengan analisa secara deskriptif untuk menggambarkan informasi yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian brand awareness menunjukkan bahwa merek ikan kaleng yang paling banyak diingat konsumen pada brand awarenes adalah merek ABC yang kemudian diikuti oleh merek Cip, dan merek Pronas.Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari keempat merek ini, yang sering dikonsumsi oleh konsumen adalah merek ABC, merek Cip, dan merek Pronas.
Ukuran pertama kali matang gonad udang Penaeus merguiensis De Man (1988) di Laut Arafura pada Distrik Naukenjerai Kabupaten Merauke Edy H. P. Melmambbessy
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.75-81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ukuran pertama kali matang gonad udang Penaeus merguiensis di Distrik Naukenjerai Kabupaten Merauke. Sedangkan kegunaannya adalah sebagai bahan informasi ilmiah untuk kepentingan pengelolaan perikanan udang secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode survei, lokasi penelitian : Distrik Naukenjerai Kabupaten Merauke. Penelitian berlangsung pada bulan Maret – Mei 2011. Analisa data meliputi : perkembangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad dan struktur ukuran panjang karapas. Hasil penelitian yang diperoleh adalah  (1) ukuran pertama kali matang gonad udang Penaeus merguiensis di perairan Distrik Naukenjerai, berada pada kisaran panjang karapas 64,44 mm untuk jantan  dan 58,37mm - 60,26 mm untuk betina. Untuk bobot, udang Penaeus merguiensis mencapai ukuran pertama matang gonad  pada kisaran 31,24 gr  untuk jantan dan 16,93 gr – 17,66 gr untuk betina. (2) ukuran udang yang tertangkap didominasi oleh ukuran yang belum matang gonad, yaitu udang dengan panjang karapas 26,5 mm. Untuk kepentingan pengelolaan perikanan udang Penaeus merguiensis  di perairan laut Arafura pada Distrik Naukenjerai, maka diperlukan upaya pengaturan ukuran mata jaring dari 10 mm menjadi 25,40 mm dan sosialisasi aturan dan pengawasan di lapangan.
Perspektif pengelolaan lingkungan kawasan pesisir Kota Ternate ditinjau dari sosial ekonomi masyarakat Arman Drakel
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.46-53

Abstract

Pengelolaan lingkungan Sumberdaya pesisir yang  ada di Kota Ternate selalu  berhubungan langsung dengan manusia atau mahluk hidup lain yang ada diwilayah pesisir. Sebab interaksi manusia dalam lingkungan sumberdaya pesisir dari berbagai aspek pemanfaatan semberdaya ekonomi untuk kelangsungan hidup secara tidak langsung mempengaruhi kualitas lingkungan dikawasan pesisir. Karena pengelolaan sumberdaya pesisir dengan karasteristik ekologi yang memiliki, dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada akan mempengaruhi kelangsungan hidup  keanekaragaman jenis yang ada. Pemanfaatan sumberdaya yang ada dengan   pelestarian lingkungan dilakukan  secara terpadu dan berkesenambungan, akan mengurangi resiko ekologi antar kepentingan sosial ekonomi  manusia maupun mahluk hidup  lainnya. Sebab aspek kepentingan manusia  dalam memanfaatkan sumberdaya pesisir dengan karasteristik wilayah yang ada tetap berlangsung, akan menguras keanekaragaman sumberdaya yang ada, baik aspek  ekologi, ekosistem, dan social budaya dan  ekonomi  masyarakat.