cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis potensi perikanan pelagis kecil di Kota Ternate Aisyah Bafagih
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.20-27

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan tangkap di kota ternate merupakan komoditi unggulan bagi masyarakat nelayan, karena komoditi ini memiliki mekanisme pemasaran langsung, efekif dan efisien ke wilayah sekitarnya, yang tentunya memberikan keuntungan yang cukup besar. Hal ini akan memberikan manfaat sosial dan ekonomi kepada masyarakat secara keseluruhan, dan yang lebih penting untuk masyarakat nelayan sehingga tercapainya keadilan (equity), pertumbuhan (growth) dan keberlanjutan (sustainability.)Tujuan penelitian untuk mengkaji tingkat potensi sumberdaya perikanan tangkap, khususnya ikan pelagis kecil di kota Ternate yang dihubungkan dengan faktor-faktor teknis untuk mengetahui potensi lestari. Alat tangkap yang digunakan mempunyai pengaruh terhadap dampak dari potensi yang dimiliki dan faktor pendukung terhadap hasil produksi yang dicapai. Nilai MSY yang diperoleh dari analisis dengan model Schaefer terhadap upaya tangkap (effort) dan hasil tangkapan (catch) menunjukan penagngkapan lestari sebesar 10.999.564 ton/tahun dengan upaya penangkapan sebesar 11.150,173 unit alat tangkap. Faktor teknis produksi dari perhitungan regresi untuk alat tangkap Pole and Line (huhate) dan Purse Seine (pajeko) menunjukan hasil tangkapan sangat berpengaruh terhadap jumlah tenaga kerja, hari operasi penangkapan, jumlah bahan bakar serta kapasitas ukuran kapal.
Bakteri pada saluran pencernaan ikan nila (Oreochromis niloticus) Yuni Irmawati; Jane L. Dangeubun
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.2.36-38

Abstract

Pembudidayaan ikan nila, tidak terlepas dari adanya serangan hama dan penyakit yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomis.  Langkah awal dalam penanganan penyakit pada ikan nila, adalah dengan mengidentifikasi sumber penyebab penyakit.  Penyakit pada ikan nila, diantaranya disebabkan oleh bakteri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri pada saluran pencernaan ikan nila.  Parameter yang diamati berupa pewarnaan gram dan uji biokimia menggunakan Microbact Identification System.  Hasil pewarnaan gram dan identifikasi, didapatkan jenis bakteri Aeromonas hydrophila dengan koefisien kesamaan sebesar 99,9%.
Pemanfaatan daging ikan tuna sebagai kerupuk kamplang serta karakterisasi fisik dan kimiawi produk yang dihasilkan Sitkun Deni; Linawati Hardjito; Ella Salamah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.6-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperbaiki formulasi kerupuk kamplang. Penelitian pendahuluan meliputi penentuan kualitas fillet daging ikan tuna (pH, TVBN dan TMA), analisis proximat, logam berat dan konsentrasi karagenan. Penelitian utama mencakup penentuan kokmposisi sagu-tapioka, konsentrasi daging ikan tuna, dengan konsentrasi karagenan terpilih pada penelitian pendahuluan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fillet daging ikan tuna memiliki pH 5,44±3,02 mg N/100 g, TVBN  14,15±0,21 mg N/100 g, TMA 2,16±0,31 mg N/100 g, Cu 4.40 ppm, Hg dan Pb tidak terdeteksi. Sehingga bisa disimpulkan bahwa, daging ikan tuna masih dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi. Analisis proximat dari kadar air, protein, abu, lemak dan karbohidrat yang secara berururutan adalah 72,2±0.27 %, 2,14±0.07 %, 21,3±1.17 %, 0,38±0.01%, dan 3,97±0,84 %.  Hasil analisis karakteristik kimiawi kerupuk kamplang menunjukkan bahwa kadar air paling tinggi 11,62±0,02 % pada produk komersial, kadar protein paling rendah 8,24±0,00% pada produk sagu-taioka 2:3 dan daging ikan tuna 30%, dan TPC paling tinggi 2,5 x 104 coloni/g  ditemukan pada produk komersial. Karakteristik fisik kerupuk kamplang goreng menunjukkan tingkat kemekaran paling tinggi 207,08±20,24 % pada produk sagu-tapioka 1:1 dan daging ikan tuna 30 %, dan tingkat kekerasan paling rendah 698,1±7,58 gf  pada produk dari sagu-tapioka 2:3 dan daging ikan tuna 30%.
Analisis faktor produksi tanaman kelapa (Cocos nucifera) terhadap pendapatan petani Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.49-56

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa keadaan daerah tersebut merupakan salah satu desa yang melaksanakan pengembangan usahatani Kelapa. Penelitian berlangsung dari Januari sampai dengan bulan Maret 2009.  Dalam menganalisis data hubungan antara variabel-variabel yang diteliti, yakni faktor-faktor produksi usahatani Kelapa (tanah, modal dan tenaga kerja) sebagai variabel bebas (X) sementara pendapatan sebagai variabel terpengaruh atau variabel tak bebas (Y) maka digunakan analisis model fungsi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunujukkan bahwa : (1) Rata-rata biaya usahatani kelapa berkisar antara Rp 9.911.680,00 per satuan lahan (0,732 ha) atau setara dengan Rp 13.539.574,00 per hektar, rata-rata penerimaan usahatani yang diperoleh Rp 17.294.664,00 per satuan lahan atau setara dengan Rp 23.642.892,00 per hektar, sedangkan pendapatan usahatani yang diperoleh adalah Rp 7.382.963,00 per satuan lahan atau setara dengan Rp 10.085.317,00 per hektar, (2). Penggunaan faktor produksi (lahan, modal dan tenaga kerja) berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani kelapa rakyat yang ditunjukkan oleh nilai koefisien elastisitas lebih dari 1 (satu), artinya bahwa setiap perolehan satu satuan faktor produksi yang digunakan akan menyebabkan meningkatnya pendapatan yang diperoleh, (3). Lahan merupakan faktor produksi yang paling besar pengaruhnya terhadap pendapatan usahatani kelapa dibandingkan faktor produksi biaya dan tenaga kerja, hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai elastisitas pendapatan lahan sebesar 1,899 lebih besar dari pada nilai elastisitas pendapatan modal dan tenaga kerja yang masing-masing sebesar 0,799 dan 0,20.
Komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan prima tani di Kecamatan Kakap Kabupaten Pontianak Risyart A. Far Far
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.37-41

Abstract

Mengatasi permasalahan lambannya penyampaian informasi dan rendahnya tingkat adopsi inovasi teknologi yang dihasilkan oleh  Badan Litbang Pertanian,maka tahun 2005 dilaksanakan Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani). Suatu  model atau konsep baru diseminasi teknologi untuk mempercepat penyampaian informasi, bahan dasar inovasi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian.  Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Pontianak dengan karakteristik lokasi sebagai lahan rawa/pasang surut merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai lokasi Prima Tani.  Lahan pasang surut ini diusahakan secara intensif oleh masyarakat, namun produksinya masih terbatas disebabkan kondisi lahannya kurang mendukung untuk pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui Prima Tani. Proses mengenali, merencanakan dan melaksanakan model usahatani dalam Prima Tani menggunakan proses komunikasi yang partisipatif karena melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan.  Penelitian ini bertujuan untuk: a) Mengetahui komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan  Prima Tani  di Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap, b) Menganalisis hubungan antara karakteristik individu petani dengan komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan Prima Tani di Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini dirancang sebagai survey yang bersifat deskriptif korelasional dan dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2008.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi Partisipatif dalam pelaksanaan Prima Tani terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap petani terhadap model usahatani terpadu dalam pelaksanaan Prima Tani.  Karakteristik individu petani mempunyai hubungan nyata dengan komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan Prima Tani untuk beberapa peubah antara lain: Motivasi berhubungan nyata dengan penumbuhan ide. Tingkat Pendapatan petani berhubungan nyata dengan perencanaan program, berhubungan sangat nyata dengan pelaksanaan program dan berhubungan nyata dengan penilaian program.
Efektifitas program pengembangan usaha agribisnis perdesaan pada GAPOKTAN bunga nilam di Desa Simau Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara Yonete Maya Tupamahu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.17-21

Abstract

Program PUAP akan berjalan secara efektif bilamana pelaksana di tingkat kecamatan dan desa menjalankan tugasnya secara efektif. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah pelaksanaan Program PUAP pada Gapoktan  Bunga Nilam di Desa Simau efektif atau tidak. Indikator penelitian ini adalah pelaksanaan tugas: (1) Pengurus Gapoktan; (2) Penyuluh Pendamping; (3) Penyelia Mitra Tani. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan sistem pemberian skor. Penentuan skor menggunakan skala Likert, skor terbesar adalah tiga (3) untuk jawaban selalu, dua (2) untuk jawaban sering, dan satu (1) untuk jawaban tidak pernah. Berdasarkan perolehan skor dari responden, lalu ditentukan rentang skala atau selang untuk menentukan efektifitas pelaksanaan Program PUAP. Penilaian tanggapan responden terhadap efektifitas pelaksanaan PUAP dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu efektif, cukup efektif, dan tidak efektif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) pada Gapoktan Bunga Nilam di Desa Simau tidak efektif.  Hal ini disebabkan pelaksana program PUAP di tingkat kecamatan dan desa yang menjalankan tugasnya hanya Pengurus Gapoktan, sedangkan Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani tidaklah melaksanakan tugasnya. Disarankan perlu dilakukan evaluasi mengenai kompetensi petugas pelaksana PUAP sehingga pelaksana di lapangan harus diganti. Serta perlu dilakukan pendampingan secara kontinu oleh petugas pendamping Gapoktan, sehingga efektifitas pelaksanaan program PUAP dapat tercapai.
Analisis Nilai Ekonomi Hutan Mangrove Di Desa Mare Kofo Kota Tidore Kepuluan Sabaria Niapele; Muhammad Hi. Hasan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017): Edisi Perdana Publikasi Online
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.659 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.7-16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pemanfaatan dan menganalisa nilai ekonomi hutan mangrove di Desa Mare Kofo Kota Tidore Kepulauan. Metode penelitian dengan pengambilan sampel yang dipilih secara sengaja (purfosive) dari masyarakat disekitar hutan mangrove serta yang memiliki akses terhadap hutan mangrove. Nilai Manfaat langsung yang diperoleh masyarakat di sekitar hutan mangrove (local direct use value) didekati dengan laba bersih yang dihasilkan untuk penggunaan lokal. Manfaat tidak langsung didekati dengan metode Replacement cost (metode biaya pengganti). Pendekatan tersebut digunakan untuk mengestimasi nilai manfaat fisik, biologis dan ekoogis sumber daya hutan mangrove dengan kriteria dan standar penilaian. Untuk estimasi nilai manfaat pilihan menggunakan pendekatan benefit transfer. Sementara itu estimasi nilai manfaat keberadaan dengan menggunakan metode Contingent Valuation. Hasil penelitian pemanfaatan langsung hutan mangrove oleh responden di Desa Mare Kofo yaitu: Pemanfaatan kayu bakar, ikan, kerang, cumi dan kepiting. Total nilai ekonomi pemanfaatan hutan mangrove di Desa Mare Kofo yaitu: manfaat langsung sebesar Rp. 34.542.515,59/ha/tahun, manfaat tidak langsung sebesar Rp. 153.285.120,17/ha/tahun, manfaat pilihan sebesar Rp. 171.897,38/ha/tahun, dan manfaat keberadaan sebesar Rp. 4.800.000/ha/tahun, sehingga total nilai ekonomi yaitu sebesar: Rp. 192.799.533,1/ha/tahun.
Pendugaan potensi dan tingkat pemanfaatan ikan layang (Decapterus spp) di perairan Laut Flores Sulawesi Selatan Husain Latuconsina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.47-54

Abstract

Ikan Layang (Decapterus spp) adalah salah satu jenis sumberdaya perikanan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan Laut Flores sehingga selalu menjadi tujuan penangkapan nelayan di Sulawesi Selatan khususnya pada kabupaten Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Takalar. Berdasarkan hasil pendugaan stok dengan metode produksi surplus menggunakan data statistik perikanan tangkap periode 1999-2007, didapatkan nilai potensi lestari (MSY) sebesar 10.456 ton/tahun dengan upaya tangkap optimum (fopt) sebanyak 467.022 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sebesar 76,60% dan tingkat pengupayaan sebesar 83,15%. Status pemanfaatan sumberdaya ikan layang di perairan Laut Flores-Sulawesi Selatan sudah dikategorikan padat eksploitasi dengan tingkat pengupayan yang tinggi. Meskipun belum melewati nilai MSY dan Fopt namun perlu kehati-hatian dalam pemanfataannya sehingga dapat dimanfaatakan secara maksimal dan berkelanjutan.
Pemantauan parameter dinamika populasi ikan kembung (Rastrelliger sp) di perairan Pulau Pesisir Pulau Ternate Provinsi Maluku Utara Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.2.8-14

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk memantau tingkat eksploitasi sumberdaya dengan mengkaji aspek dinamika populasi ikan kembung (Rastrelliger sp) di perairan peisisir pulau Ternate di laksanakan selama pada bulan Juli sampai September 2014 dengan pengumpulan sampel dari hasil tangkapan nelayan dengan menggunakan alat tangkap gill net dan mini purse seine. Data hasil pengkuran di analisis dengan menggunakan program Microsoft excel 2010 dan program FISAT untuk mengestimasi aspek dinamika populasi ikan. Hasil yang didapat adalah nilai L∞ = 28.46, nilai K =  0.710/tahun, nilai t0 = -0.24, nilai M = 1.47, nilai F = 1.72, nilai Z = 3.19. hasil ini menunjukan bahwa ikan kembung yang tertangkap oleh nelayan memiliki laju pertumbuhan yang cepat serta tingkat kematian yang tinggi, sehingga umumnya ikan kembung yang tertangkap adalah ikan yang belum melakukan pemijahan. Hasil analisis Y/R dan B/R menunjukan bahwa tingkat eksploitasinya cukup tinggi dengan nilai E = 0.54.
Strategi pengembangan agribisnis tanaman jagung pada Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara Munawir Muhammad
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.58-65

Abstract

Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara merupakan Daerah dataran rendah dengan tipe lahan kering beriklim kering. Komoditas yang  dominan diusahakan di Kabupaten Halmahera Utara adalah tanaman pangan (jagung) Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis tanaman jagung. Pengkajian dilakukan pada Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara. Metode yang digunakan adalah surfei dan observasi lapangan, analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan analisis SWOT, bahwa posisinya berada pada kuadran I (satu) dengan demikian jagung pada situasi yang menguntungkan yaitu sebesar 0,57. Memiliki peluang dan kekuatan sehingga harus dapat memanfaatkan peluang yang ada. Dalam kondisi ini strategi yang harus diterapkan dalam pengembangan agribisnis tanaman jagung adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif dengan memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang. Strategi pengembangan agribisnis tanaman jagung dapat dilakukan dengan peningkatan sumberdaya manusia, pengembangan kelembagaan, optimisasi potensi sumberdaya alam, perbaikan pemasaran kelembagaan permodalan dan perbaikan teknologi produksi pertanian.