cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Konfigurasi rantai pasok komoditi sayuran di Sulawesi Utara dengan biaya logistik, Just in Time (JIT) dan fleksibilitas David Oscar Simatupang
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Publikasi Edisi Spesial
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.18-25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Konfigurasi dengan biaya terendah, Just In Time (JIT) dan fleksibility pada rantai pasokan pada pasar tradisional dan modern oleh produsen, pedagang kecil, pedagang besar dan pedagang perantara untuk saluran rantai pasokan dari Minahasa Selatan pada kecamatan Modoinding (sentra komoditi sayur) ke wilayah kota Manado melalui pelanggan pasar tradisional dan pasar modern. Metode pengolahan dan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan membagi tiga jenis sayur yaitu Kentang, kubis dan tomat. Lokasi penelitian dipilih secara proporsive sampling yaitu pada kabupaten Minahasa Selatan kecamatan Modoinding dan kota Manado. Hasil penelitian menunjukkan biaya logistik terendah pada pasar tradisional dan modern terdapat pada konfigurasi II (Petani – Pedagang Pengumpul Kecil – Pasar), JIT berdasarkan waktu tunggu terendah untuk pasar tradisional dan modern yaitu pada Konfigurasi II, dan Konfigurasi III (Petani – Pedagang Pengumpul Besar – Pasar), sedangkan untuk fleksibility pada konfigurasi III merupakan yang tertinggi untuk pasar tradisional dan modern.
Hubungan antara ikan Chaetodontidae dengan bentuk pertumbuhan karang Syahnul Sardi Titaheluw; M Mukhlis Kamal; Yunizar Ernawati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.77-86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antara ikan Chaetodontidae dengan persentase tutupan karang hidup di perairan sidodadi dan pulau tegal provinsi lampung. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2010 di 6 stasiun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sensus visual dan line intercept transect (transek garis) yang ditempatkan sejajar dengan garis pantai. Selama penelitian dijumpai  sebanyak 115 jenis ikan Chaetodontidae, mewakili 2 genera; yakni Chaetdon (91 jenis), dan Chelmon (24 jenis). Naik turunnya indeks keanekaragaman, keragaman dan dominansi dapt menjadi indikator kualitas terumbu karang. Keanekaragaman (H’) berkisar antara 0.28-1.38 dan persentase tutupan karang hidup antara 47,94% sampai 67,14%. Korelasi antara persentase karang hidup dengan ikan Chaetodontidae bersifat positif, dimana koefisien determinan (R) setiap spesies lebih dari 80 %. Keanekaragaman jenis rendah yang diikuti oleh dominansi individu dari satu jenis Chaetodontidae mencerminkan adanya kerusakan atau degradasi terumbu karang. Analisis makanan menunjukkan kesukaan ikan Chaetodontidae terhadap karang hidup sangat tinggi, dari semua spesies  yang dianalisis kehadiran zooxanthelae sangat tinggi dibandingkan dengan dengan plankton, detritus dan alga. Hal ini menunjukkan bahwa ikan Chaetodontidae sangat tergantung pada karang hidup sebagai makanan utamanya. C. trifasialis merupakan spesies yang paling baik digunakan sebagai spesies indikator untuk menggambarkan kondisi terumbu karang dibandingkan dengan 3 spesies lainnya.
Tuna dan cakalang (Suatu tinjauan: pengelolaan potensi sumberdaya di perairan Indonesia) Ahmad Talib
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.38-50

Abstract

Strategi pengelolaan kawasan pesisir dan kelautan secara terpadu dan berkelanjutan dalam perspektif otonomi daerah di Propinsi Maluku Utara Siti Masniah Jabir
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2008): Edisi Spesial - Publikasi Perdana Agrikan
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.1.1.1-8

Abstract

Potensi Sumber Daya Pesisir dan Kelautan (SDPK) Propinsi Maluku utara yang besar merupakan suatu modal yang penting dalam menggerakan roda pembangtman daerah tni. Oleh karenanya, aspek pemanfaatan khususnya SDKP merupakan suata yang sangat strategis dalam menentukan jumloh penerimaan alau tingkal konstribusinya dalam pembentukan modal pembangunannya. Pengelolaan SDKP dalam perspektif Otonomi Daerah pada dasarnya adalah power sharing keweanangan pengelolaan SDKP antara pemennlah Propinsi dan Kabupaten/Kota.  Pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu penting dilakukan mengingat banyaknya kegiatan-kegiatan yang dapat diimplementasikan, sehigga perlu dirumuskan suatu konsep penataan ruang (Strategic plane) serta berbagai pilihan objek pembangunan yang serasi.
Perbedaan tingkat pertumbuhan dan rekruitmen kepiting bakau (Scylla serrata Forsskall, 1775) pada Distrik Merauke–Kimaam di ekosistem mangrove Kabupaten Merauke Propinsi Papua Siti Masiyah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.10-19

Abstract

Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret- April 2012 di Distrik Merauke dan Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke dengan menggunakan total sampling yang berasal dari hasil tangkapan nelayan dan tangkapan sendiri.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan rekruitmen pada kedua distrik tersebut. Penarikan sampel dilakukan dalam interval waktu dua minggu  sekali selama tiga bulan. Sampel kepiting bakau diukur lebar karapaks menggunakan caliper. Untuk menduga pertumbuhan menggunakan formula yang dikemukakan oleh Von Bertalanffy (Sparre et.al, 1999). Analisis Yield per rekruitmen dengan menggunakan persamaan Baverton dan Holt (Sparreet al., 1999). Hasil penelitian di di distrik merauke didapatkan kepiting: 1052 ekor sedangkan pada distrik Kimaam sebanyak 1268 ekor. Analisis pada Distrik Merauke diperoleh nilai lebar  asimptot (L∞) sebesar 177.8304 mm, sedangkan koefisien laju pertumbuhan (K) adalah 0.697 per tahun. Sedangkan untuk nilai yeild per rekrutment (Y/R) sebesar 0.0478 gram. Pada Distrik Kimaam nilai lebar asimptot (L∞) sebesar 187,7816 mm, sedangkan koefisien laju pertumbuhan (K) adalah 0.5489 per tahun.  Hasil estimasi Yield per rekrutment  dengan metode Beverton dan Holt (Sparreet al., 1999) sebesar 0.0327 gram per rekrut atau (Y/R)’. Ini berarti bahwa setiap rekrutment yang terjadi terdapat 0.0327 gram yang dapat diambil sebagai hasil tangkapan.
Kajian sistem imunitas untuk pengendalian penyakit pada ikan dan udang Inem Ode
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.41-43

Abstract

Setiap adanya infeksi mikroorganisme baik bakteri, virus dan parasit maupun jamur ke dalam tubuh, maka ikan atau udang akan memberikan respon dengan sistem pertahanan tubuh. Pada ikan sistem pertahanan tubuh terdiri dari Sistem pertahanan innate atau sistem pertahanan bawaan /alami yang  bereaksi pada semua bahan yang asing bagi tubuh seperti kolonisasi dan infeksi oleh organisme patogen. Sistem pertahanan ini juga disebut sistem pertahanan non spesifik dan Sistem pertahanan dapatan atau yang diinduksi (Acruired) yaitu sistem pertahanan yang akan berfungsi dengan baik harus diinduksi antara lain dengan lain dengan pemaparan pada patogen atau produk-produk yang berasal dari patogen (misalnya : LPS dan vaksin). Berbeda dengan ikan, pada udang tidak mempunyai antibodi oleh karena itu pertahanannya tertumpu pada sistem kekebalan alami.
Pemanfaatan sumber informasi usaha tani oleh petani sayuran di Desa Waiheru Kota Ambon Risyat Alberth Far-Far
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.38-46

Abstract

Perilaku pemanfaatan sumber informasi diartikan sebagai tindakan, ucapan maupun perbuatan seorang petani dalam mencari, menerapkan, memanfaatkan, dan menyebarkan informasi pertanian yang ditunjukkan oleh jumlah petani yang menggunakan sumber informasi dan jenis sumber informasi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan berbagai sumber informasi pada usahatani sayuran dan untuk mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan oleh petani sayuran di Desa Waiheru. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling   dan penentuan   sampel dari tiga kelompok tani diambil masing-masing 10 responden dari tiap kelompok tani tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi yang diterima dari sumber informasi  paling banyak digunakan adalah melalui saluran interpersonal disusul dengan informasi melalui media massa. Kemudian informasi yang dibutuhkan oleh petani adalah informasi subsistem budidaya seperti memilih dan menggunakan bibit, memilih/ menggunakan obat-obatan, memilih/menggunakan alat/mesin, memilih dan menggunakan lahan, waktu dan cara panen serta pemeliharaan tanaman disusul informasi subsistem hilir seperti harga hasil produksi.
Karakteristik habitat kepiting bakau (Scylla spp) di perairan pantai Desa Todowongi Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat Rugaya Serosero
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.69-73

Abstract

Penelitian yang dilakukan di perairan pantai Desa Todowongi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat kepiting bakau dengan menentukan tekstur substrat dan mengetahui kualitas perairan yang menjadi habitat kepiting bakau serta makanan alami khususnya makrozoobentos di daerah hutan mangrove Desa Todowongi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur substrat adalah lempung berlumpur. Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas dan pH air berada pada kondisi yang layak bagi kehidupan kepiting bakau. Makanan alami khususnya makrozoobentos yang ditemukan terdiri atas 10 jenis dengan kepadatan tertinggi pada jenis Turricula javana dan Tereblaria palustris (2,467 ind/m2)), keanekaragamannya tergolong rendah dan tidak ada jenis yang mendominasi.
Analisis usahatani bayam (Studi kasus di Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate) Haryati La Kamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.58-63

Abstract

Penelitian dilakukan di Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate yang bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan BEP dari usahatani tanaman bayam. Data dianalisis untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan BEP. Hasil analisis menunjukkan biaya total sekali produksi usahatani tanaman bayam yaitu sebesar Rp. 16.405.000,- yang terdiri dari biaya variabel sebesar Rp. 6.040.000,- dan biaya tetap sebesar Rp. 10.365.000,-. Penerimaan dari masing-masing jenis bayam dalam sekali produksi, antara lain : Bayam merah sebesar Rp. 18.000.000,- dan bayam hijau sebesar Rp. 22.500.000,-. Jadi penerimaan total dari produksi bayam secara keseluruhan adalah sebesar Rp. 40.500.000,-. Pendapatan  total  dari  usahatani  tanaman  bayam  dalam  sekali  produksi  yaitu sebesar Rp. 24.095.000,-. Nilai  R/C  rasio  usahatani  tanaman  bayam  sebesar  2,4687. Ini  menunjukkan usahatani tersebut efisien dan menguntungkan sehingga layak dikembangkan. Nilai Break Even Poin (BEP) penerimaan, produksi, dan harga lebih kecil dari total penerimaan, produksi, dan harga. Dengan demikian usahatani tanaman bayam dapat menguntungkan dan layak dikembangkan.
Analisis Kesediaan Membayar (WTP) Program Pengelolaan Sampah Dan Pelestarian Waduk Cirata – Jawa Barat Maria Maghdalena Diana Widiastuti
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Publikasi Edisi Spesial
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.73-81

Abstract

Sebagai sumber daya buatan, waduk termasuk dalam Common Pool Resources dimana ciri-ciri seperti multistakeholder, open access, kurangnya pengaturan kelembagaan dan free rider banyak ditemui di waduk Cirata. Hal ini mengakibatkan pemakaian berlebihan yang akhirnya menimbulkan eskternalitas. Eksternalitas waduk ditandai dengan kualitas air yang semakin memburuk, tingkat sedimentasi yang tinggi, dan terjadinya konflik kepentingan antar multistakeholder. Akibat eksternalitas antara lain kematian ikan secara massal di sejumlah usaha budidaya keramba jarring apung, korosivitas alat pembangkit, kerugian PLTA karena berkurangnya umur layan waduk, biaya operasional yang tinggi, dan berkurangnya keuntungan di bidang perikanan maupun produksi listrik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesediaan membayar masyarakat di sekitar waduk untuk turut berkontribusi dalam program penanggulangan sampah dan pelestarian waduk. Metode yang digunakan adalah Contingent Valution Method dengan menggunakan alat analisis Willingness to Pay (WTP). Mean WTP untuk  rumah tangga perikanan sebesar 25000 rupiah/bulan dan rumah tangga masyarakat yang tinggal di sekitar waduk sebesar 6000 rupiah/bulan. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap nilai WTP rumah tangga perikanan yaitu umur dan tanggapan kualitas lingkungan, sedangkan untuk rumah tangga non perikanan yaitu sex, jumlah anggota rumah tangga, umur, pendidikan, pekerjaan, jarak rumah dan tagngapan terhadap kualitas lingkungan. Biaya investasi lingkungan yang diperoleh per-tahun sebesar 195 juta rupiah yang merupakan kesanggupan masyarakat di sekitar waduk untuk berkontribusi dalam program pelestarian waduk.