cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis tingkat pendapatan pedagang sayur-sayuran daun di Pasar Sore Siriwini Distrik Nabire Kabupaten Nabire Simon Matakena
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.72-80

Abstract

Pedagang sayur-sayuran  yang  melaksanakan aktifitas  sehari-harinya  pada pasar  sore  Siriwini  Distrik  Nabire  Kabupaten  Nabire  sebagian  besar merupakan  kegiatan  ekonomi  yang  dilakukan  oleh  para  ibu  rumah  tangga yang   dijadikan   sebagai   aktifitas   sampingan   dengan   tujuannya   untuk meningkatkan  pendapatan  keluarga.  Penelitian  yang  dilakukan  dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan dan kelayakan usaha pedagang serta  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  tingkat  pendapatan  ini  dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2009 dan berlokasi pada pasar sore Siriwini Kabupaten Nabire.  Berdasarkan hasil penelitian, dimana nilai R/C  (Return  Cost  Ratio)    untuk  masing-masing  komoditi  sayur-sayuran  daun yang  diperdagangkan  yaitu  untuk  Kangkung  sebesar  1,63,  untuk    bayam sebesar 1,65 dan sayur sawi sebesar 1,65 dimana rata-rata nilai R/C adalah 1,64   dimana   lebih   besar   dari   1   maka   layak   diusahakan   karena menguntungkan bagi pedagang. Karena rata-rata nilai R/C lebih besar dari 1  serta  layak  diusahakan  dan  menguntungkan,  maka  otomatis  penghasilan pedangan  menguntungkan  dan  dapat  meningkatkan  pendapatan  rumah tangga pedagang sehingga kesejahteraan rumah tangga pedagangpun dapat ditingkatkan.  Dari hasil analisa regresi untuk komoditi kangkung variabel umur  dan  jumlah  tanggungan  memiliki  hubungan  yang  positif  dengan pendapatan  dan untuk  variabel  pendidikan  serta  lama  berdagang  memiliki hubungan yang negatif dengan pendapatan.
Pengawasan Kapal Perikanan Yang Beroperasi Di Perairan Maluku Utara Armain Naim
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.1.23-29

Abstract

Pengawasan terhadap kapal perikanan dilakukan di pelabuhan pangkalan maupun langsung dilakukan di laut, diharapkan mampu mencegah terjadinya pelanggaran atau kejahatan di bidang perikanan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pengawasan dan hasil operasi pengawasan yang telah dilakukan dalam kurun waktu 2012-1016. Penelitian dilaksanakan di Ternate dengan melakukan penelusuran dan pencatatan data yang tersedia di Satuan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Ternate, Dinas Kelautan dan Perikana Kota Ternate, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Direktorat PolAir Polda Maluku Utara, dan Lanal Ternate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapal ikan yang beroperasi di perairan Maluku Utara masih didominasi kapal berukuran ≤ 10 GT. Hasil operasi pengawasan periode lima tahun terakhir telah memeriksa 282 unit kapal ikan. Kategori kapal adhock sebanyak 53 unit untuk kapal ikan Indonesia. Pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh kapal ikan Indonesia adalah pelanggaran daerah penangkapan ikan. Kapal ikan asing pada kategori adhock sebanyak 5 unit yang terdiri dari 1 unit kapal pada tahun 2014 dan 4 unit kapal ikan asing pada tahun 2016. Kategori kapal yang ditenggelamkan terjadi pada tahun 2016 sebanyak 4 unit kapal ikan asing. Jenis pelanggaran yang dilakukan ke empat kapal tersebut adalah tanpa memiliki izin, yaitu surat izin usaha penangkapan (SIUP) dan surat izin penangkapan ikan (SIPI). Pelanggaran tersebut dinyatakan sebagai kejahatan (illegal fishing). Adapun pelanggaran terhadap Undang-Undang no 31, tahun 2004, pasal 26 ayat 1, Jo pasal 92, dan Undang-Undang no 45, tahun 2009, pasal 27 ayat 2, Jo pasal 93 ayat 2.
Valuasi ekonomi sumberdaya terumbu karang Kepulauan Banda Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Abdul Rahim Lestaluhu; Jahra Wasahua
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.25-34

Abstract

Kepulauan Banda memiliki keanekaragaman terumbu karang dan ikan karang yang tinggi untuk ukuran standar dunia, yang keberadaanya terancam oleh aktifitas manusia. Penelitian ini untuk mengetahui produksi perikanan karang dan menilai manfaat perikanan karang (surplus produsen) untuk menaksir nilai ekonomi terumbu karang Kepulauan Banda. Penentuan responden dari populasi target digunakan teknik convenience (hapzard atau accidental). Responden sebanyak 22 rumah tangga perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi perikanan karang sebesar 54.539 kg/tahun, dan NPV terumbu karang Kepulauan Banda yang luasnya 15 ha dengan suku bunga 13,66 dalam jangka panjang adalah sebesar Rp 5.274.099.817. Nilai ekonomi lestari terumbu karang Kepulauan Banda ini yang juga merupakan biaya korbanan yang ditanggung bila sumberdaya terumbu karang Kepulauan Banda mengalami kerugian.
Supperior Fishing Gear for Coral Reef Fishes in Western Seram Regency Tupamahu, Agustinus; Haruna, Haruna; Hutubessy, Barbara G; Siahainenia, Stany R; Nanlohy, Albert Ch; Hehanusa, Kedswin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.54-64

Abstract

Various fishing gears that are operated in the coral reef waters of Western Seram Regency have their own selectivity, capture various species of fish, and have an impact on the damage to coral reef ecosystems. This study aims to determine the leading reef fishing gears in Western Seram District. The survey method is through observations and interviews with fishermen who conduct fishing activities of coral species. Respondents are determined by propulsive sampling, the selection of superior fishing gear is done by the scoring method. The results showed that the fishing gear classified into the line fishing gear was superior to other fishing gear, where the bottom trolling were superior. The less favored coral fishing equipment especially from the biological aspect needs attention to improve the method and design of the fishing gear.
The Community Partnership Program Utilization of Cattle Manure as Organic Fertilizer Hasan, Said; Yusnaini, Yusnaini; Sapsuha, Yusri
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.182-186

Abstract

The Community Partnership Program of livestock farmer groups in Doyado Village, East Tidore District, Tidore Islands City, is a community service activity aimed at handling cow manure in Doyado Village, which is currently quite abundant in number but not well managed, so it has the potential to pollute the environment. The purpose of this activity is also to introduce organic fertilizer processing technology and familiarize the use of organic fertilizers to farmer groups in Doyado Village, who have been using cow dung without prior treatment. The methods of implementation include socialization and training, opinion polls through questionnaires, organic fertilizer processing demonstration plots, and focus group discussions. Group discussions were held to discuss the results and equalize perceptions for all participants in the process of making organic fertilizers. Through this activity, cow manure can be used by farmer groups to become organic fertilizer and during this activity can provide organic fertilizer and provide additional income for farmer groups.
Pemanfaatan sistem informasi perikanan dalam pengelolaan sumberdaya Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.52-59

Abstract

Tantangan dalam pengembangan usaha perikanan di Indonesia adalah lemahnya sistem data dan informasi perikanan yang berpengaruh terhadap akurasinya dan ketepatan waktunya. Kelemahan ini dapat mengakibatkan salah perencanaan yang pada akhirnya bermuara pada kegagalan usaha. Sebagai negara kepulauan, Indoensia sudah seharusnya mempunyai Sistem Informasi Perikanan. Sistem informasi ini akan memberikan manfaat yang besar terutama didalam pemanfaatan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Sistem informasi memiliki tiga elemen utama, yaitu data yang menyediakan informasi, prosedur yang memberitahu pengguna bagaimana mengoperasikan sistem informasi, dan orang-orang yang membuat produk, menyelesaikan masalah, membuat keputusan, dan menggunakan sistem informasi tersebut.  Keterpaduan dari berbagai elemen sistem informasi perikanan secara sinergis akan memberikan atau menciptakan kondisi yang kondusif dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan secara arif dan bijaksana dengan berpedoman pada aspek konservasi.
Hubungan panjang bobot dan faktor kondisi kerang lumpur Anodontia edentula, Linnaeus 1758 di pulau Tobea Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna Rochmady Rochmady
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.1-8

Abstract

Penelitian dilakukan di Pulau Tobea dengan tujuan untuk menganalisis hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi kerang lumpur. Data dianalisis untuk mengetahui hubungan panjang-bobot kerang lumpur dianalisis dengan menggunakan persamaan hubungan kuasa (power regresion) (Ricker, 1975) dan uji-T sedangkan faktor kondisi dengan menggunakan Metode Condisional Factor (CF) (King, 1995). Hasil analisis hubungan panjang-bobot kerang lumpur jantan digambarkan melalui persamaan W=0,0001.L3,366, dengan nilai korelasi (r=0,8559). Hasil uji-t koefisien b>3, dengan harga t=5,4053, diperkuat dengan hasil uji sigF=0,00<0,05, berarti bahwa antara laju pertumbuhan panjang dan bobot total kerang lumpur jantan tidak seimbang, yang bersifat alometrik positif atau alometrik mayor. Untuk kerang lumpur betina digambarkan melalui persamaan W=0,0001.L 3,381, dengan nilai korelasi (r=0,8865). Hasil uji-t koefisien b>3, dengan harga t=7,0811, diperkuat dengan hasil uji sig F=0,00<0,05 hal ini bahwa antara laju pertumbuhan panjang dan berat total kerang lumpur betina tidak seimbang, yang bersifat alometrik positif atau alometrik mayor. Hasil analisis condisional faktor (CF) kerang lumpur jantan, rata-rata sebesar 1,0319 (kisaran 0,4025-1,6613), kerang lumpur betina rata-rata sebesar 1,0203 (kisaran 0,4780-1,5625).  Hal ini menunjukkan bahwa faktor kondisi antara jantan dan betina rata-rata sebesar 1 yang berarti bahwa berat rata-rata kerang contoh lebih besar dibanding dengan berat rata-rata prediksi. Hal ini diakibatkan oleh kondisi lingkungan yang cukup baik dalam mendukung pertumbuhan kerang lumpur.
Analisis strategi pemasaran sagu kasbi pada GAPOKTAN Prima Jaya di Kelurahan Jaya Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara Nur Azizah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.83-92

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran gapoktan Prima Jaya dalam manajemen operasional pemasaran sagu kasbi, dan mengetahui strategi pemasaran sagu kasbi yang dilakukan Gapoktan Prima Jaya.  Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan (Februari, Maret, April 2011) di Kecamatan Tidore Utara dengan 8 responden yang dipilih secara purposive.  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan analisa SWOT terhadap faktor-faktor internal dan eksternal Gapoktan Prima Jaya.  Berdasarkan hasil penelitian, peranan gapoktan dalam manejemen pemasaran meliputi 1) Kemampuan merencanakan kegiatan 2) Kemampuan melaksanakan dan menaati perjanjian dengan pihak lain 3) Kemampuan memupuk modal dan memanfaatkan modal secara rasional 4) Kemampuan meningkatkan hubungan melembaga dengan KUD dan Koptan 5) Kemampuan memanfaatkan Informasi dan menerapkan teknologi 6) Kemampuan penerapan bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi.  Adapun strategi pemasaran yang perlu dilakukan Gapoktan Prima Jaya adalah: 1) Pengembangan produk sagu kasbi dengan aneka rasa pandan, kenari dan gula merah 2) Menciptakan atribut produk yang menarik 3) Melakukan promosi 4) Membina kerjasama dengan KUD 5) Menciptakan merek produk sagu kasbi yang berbeda dengan pesaing 6) Melakukan pengembangan pasar.
Analysis of Income from the Transfer of Paddy Rice Fields to Chili Commodity Land in Toboino Village, East Wasile District, East Halmahera Regency Ekaria, Ekaria; Kamisi, Haryati La; Muhammad, Munawir; Marsaoly, Hasrul A.; Masuku, Iswan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.384-388

Abstract

In Toboino Village, East Wasile District, East Halmahera Regency, the production of lowland rice has decreased due to land conversion from lowland rice plants to chili plants because the selling price is higher than lowland rice. This study aims to analyze the income and feasibility of changing the function of paddy fields to chili commodity land. This research was conducted in Toboino Village from March to June 2021. The analytical method used in this study is the analysis of income and farming feasibility. The results showed that the average income of lowland rice farming before land conversion was Rp. 10,077,080 per planting season/ha with an R/C ratio/feasibility of farming 2.2, and income after land conversion into chili commodity was Rp. 19,314,634 per planting season/ha with an R/C ratio/feasibility value of 2.9.
Analisis karakteristik morfometri dan hidrologi sebagai ciri karakteristik biogeofisik DAS Wai Samal Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah Edi Said Ningkeula
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.76-86

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: menganalisis karakteristik (a) karakteristik Morfometri DAS, (b) karakteristik Hidrologi DAS, yang diperlakukan dalam rangka pengembangan sumberdaya alam secara optimal. Penelitian dilakukan di DAS Wai Samal, Kabupaten Maluku Tengah. Secara geografis DAS Wae Samal terletak pada 254'15" - 310'10" Lintang Selatan dan 12940'00" - 12054'50" Bujur Timur. Penelitian telah dilakukan pada bulan Nopember - Desember 2014. Secara umum metoda yang digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik DAS Wai Samal Desa Samal Kabupaten Maluku Tengah meliputi: metoda Survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian Analisis Karakteristik Morfometri dan Hidrologi DAS Wai Samal, menunjukkan Karakteristik Mofometri berupa Luas DAS 45.777,36 Ha atau 457,77 km2 tergolong DAS kecil dengan bentuk DAS memanjang dan berbentuk dendritik. Terdapat 5 orde Jaringan Sungai dengan kelas kerapatan sebesar 1,91 km/km2 tergolong sedang. Karakteristik Hidrologi menunjukkan limpasan permukaan dan debit maksimum sebesar 1435,50 m3/det buruk dan sering terjadi banjir, namun debit minimum sebesar 17, 101 m3/det adalah baik, debit rata-rata sebesar 726,30 m3/det adalah sangat baik. Koefisien Regime Sungai sebesar 83,94 m3/det adalah tergolong sedang, Koefisien Storage Sungai sebesar 0,024 adalah masih cukup besar.