cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Pendugaan potensi dan tingkat pemanfaatan ikan layang (Decapterus spp) di perairan Laut Flores Sulawesi Selatan Husain Latuconsina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.47-54

Abstract

Ikan Layang (Decapterus spp) adalah salah satu jenis sumberdaya perikanan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan Laut Flores sehingga selalu menjadi tujuan penangkapan nelayan di Sulawesi Selatan khususnya pada kabupaten Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Takalar. Berdasarkan hasil pendugaan stok dengan metode produksi surplus menggunakan data statistik perikanan tangkap periode 1999-2007, didapatkan nilai potensi lestari (MSY) sebesar 10.456 ton/tahun dengan upaya tangkap optimum (fopt) sebanyak 467.022 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sebesar 76,60% dan tingkat pengupayaan sebesar 83,15%. Status pemanfaatan sumberdaya ikan layang di perairan Laut Flores-Sulawesi Selatan sudah dikategorikan padat eksploitasi dengan tingkat pengupayan yang tinggi. Meskipun belum melewati nilai MSY dan Fopt namun perlu kehati-hatian dalam pemanfataannya sehingga dapat dimanfaatakan secara maksimal dan berkelanjutan.
Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Perlakuan Pemotongan Umbi dan Berbagai Takaran Bokashi Pupuk Kandang Ayam di Desa Waefusi Kecamatan Namrole Kab. Buru Selatan Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.87-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemotongan umbi dan pemberian berbagai takaran bokashi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan rancangan acak kelompok dalam bentuk faktorial dua faktor dimana faktor pertama adalah pemotongan umbi bibit (p) yang terdiri dari tanpa pemotongan ujung umbi  (p1) dan pemotongan ujung umbi (p2).  Faktor kedua adalahperlakuan beberapa takaran bokashi pupuk kandang ayam (b) yang terdiri atas beberapa taraf yaitu 2 kg bokashi pupuk kandang ayam/petak (b1), 4 kg bokashi pupuk kandang ayam/petak (b2) dan 6 kg bokashi pupuk kandang ayam/petak (b3). Pemotongan umbi memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaan pada umur 2 MST (21,36 cm), 4 MTS (29,34 cm), 6 MST (34,14 cm) dan 8 MST (22,90 cm). Jumlah daun umur 2 MST (14,10 helai), 4 MST (23,46 helai), 6 MST (27,51 helai), dan 8 MST (16, 57 helai); jumlah umbi (11,33) ; berat basah (776,67 g) ; berat kering umbi (443, 33 g). Takaran bokashi pupuk kandang ayam 4 kg petak-1 menghasilkan rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman (31,84 cm), jumlah daun (26,53 helai) jumlah umbi (11,33), berat basah (776,67) dan berat kering umbi (443,33 g). Terdapat interaksi yang berpengaruh nyata antara pemotongan umbi dan takaran bokashi pupuk kandang ayam 4 kg petak-1 yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah.
Pemanfaatan daging ikan tuna sebagai kerupuk kamplang serta karakterisasi fisik dan kimiawi produk yang dihasilkan Sitkun Deni; Linawati Hardjito; Ella Salamah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.6-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperbaiki formulasi kerupuk kamplang. Penelitian pendahuluan meliputi penentuan kualitas fillet daging ikan tuna (pH, TVBN dan TMA), analisis proximat, logam berat dan konsentrasi karagenan. Penelitian utama mencakup penentuan kokmposisi sagu-tapioka, konsentrasi daging ikan tuna, dengan konsentrasi karagenan terpilih pada penelitian pendahuluan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fillet daging ikan tuna memiliki pH 5,44±3,02 mg N/100 g, TVBN  14,15±0,21 mg N/100 g, TMA 2,16±0,31 mg N/100 g, Cu 4.40 ppm, Hg dan Pb tidak terdeteksi. Sehingga bisa disimpulkan bahwa, daging ikan tuna masih dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi. Analisis proximat dari kadar air, protein, abu, lemak dan karbohidrat yang secara berururutan adalah 72,2±0.27 %, 2,14±0.07 %, 21,3±1.17 %, 0,38±0.01%, dan 3,97±0,84 %.  Hasil analisis karakteristik kimiawi kerupuk kamplang menunjukkan bahwa kadar air paling tinggi 11,62±0,02 % pada produk komersial, kadar protein paling rendah 8,24±0,00% pada produk sagu-taioka 2:3 dan daging ikan tuna 30%, dan TPC paling tinggi 2,5 x 104 coloni/g  ditemukan pada produk komersial. Karakteristik fisik kerupuk kamplang goreng menunjukkan tingkat kemekaran paling tinggi 207,08±20,24 % pada produk sagu-tapioka 1:1 dan daging ikan tuna 30 %, dan tingkat kekerasan paling rendah 698,1±7,58 gf  pada produk dari sagu-tapioka 2:3 dan daging ikan tuna 30%.
Ecological Potency and Utilization of Sea Cucumber In Seagrass Ecosystem at Tatumbu Island West Seram Yona A. Lewerissa; Prulley A. Uneputty; Tejo Sugiantoro
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.116-124

Abstract

Holothurians have benefit both for economic and ecology. Economically, holothurians are source for protein and could be used for healing some diseases. Therefore, they have highly expensive both local and international scale. In addition, ecologically they are source for food and substrate fertilizer. Tatumbu Island is uninhabitant in Kotania Bay, West Seram and coverage by seagrass ecosystem. So, it would be suitable place for holothurians distribution. Nowadays, the demands for holothurians are still highly for export commodity. Consequently, the population would decrease in the future. The purpose of this study is to know the densit, potential and the utilization of holothurians in Tatumbu Island. Data were collected at three stations by using Belt Transect. To identify the utilization of holothurians, the interview was done by using questionnaire. Environmental parameters were measured in situ including temperature, salinity and potential of hydrogen (pH).  The results showed that there were nine commercial species and other three species found. The density of three stations ranged from 0,0012-0,0353 ind.m-2 and the potential was 17187 individuals. The highest density and potential were represented by Stichopus horrens whilst the lowest density was represented by Actinopyga echinites. Generally, holothurians distribution on sandy substrate associated with seagrass.  The utilization of holothurians is conducted daily and continues by fishers. The temperature, salinity and pH indicated that the waters of Tatumbu Island were suitable for sea cucumber growth.
Perbandingan Jenis Umpan Organik dan An-Organik Terhadap Jumlah Hasil Tangkapan Bubu Dasar Di Perairan Pulau Tiga Kabupaten Maluku Tengah Tangke, Umar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.1.1.15-23

Abstract

Bubu adalah perangkap yang mempunyai umwnnya dikenal dikalangan ne/ayan perairan tersebut. Bubu termasukjenis a/at tangkap yang sifatnya pasif atau menetap di dasar perairan yang bertujuan untuk menangkap ikan-ikan demersal. Peneltian bertujuan untuk mengetahui jumlah dan komposisi jenis hasil tangkapan bubu dasar dari beberapa perlakuan pemberian umpan organik dan anorganik yang digunakan dalam penangkapan ikan demersal. Hasil penelitian menunjukan setiap jenis umpan berdistribusinormal dengan uji t-student, umpan A dengan B berbeda nyata (1, 77), A dengan C berbeda sangat nyata (3, 05), A dengan D berbeda sangat nyata (3,63), B dengan C tidak berbeda nyata (0,80), B dengan D tidak berbeda nyata (1,62), C dengan D tidak berbeda nyata(l.90), sedangkan komposisi jenis hasil tangkapan yaitu umpan pecahan piring keramik putib tertinggi adalah ikan kakatua (19.11%), dan terendah ikan ekor laming (1,33%, umpan usus ayam kampung tertinggi adalah ikan biji nangka (17,800A,), terendah ikan jambian (1,05%) dan ikan tembang tertinggi adalah ikan biji nagka (22,56%), terendah ikan jambian (1,22%) serta tanpa umpan (control) tertinggi adalah ikan biji nangka (26,51%) dan terendah adalah ikan tiga waja, ikan buntel dan ikan lingkis (2, 41 %). Perbandingan hasil tangkapan dengan a/at bubu dasar pada setiap jenis umpan dengan hasil tangkapan tertinggi pada umpan pecahan piring keramik putih (58,24 kg). menyusul umpan usus ayam kampung (48,27kg), umpan ikan tembang (44, 17 kg) dan hasil tangkapan terkecil yaitu tanpa umpan (control) (38, 73 kg).
Komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan prima tani di Kecamatan Kakap Kabupaten Pontianak Risyart A. Far Far
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.37-41

Abstract

Mengatasi permasalahan lambannya penyampaian informasi dan rendahnya tingkat adopsi inovasi teknologi yang dihasilkan oleh  Badan Litbang Pertanian,maka tahun 2005 dilaksanakan Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani). Suatu  model atau konsep baru diseminasi teknologi untuk mempercepat penyampaian informasi, bahan dasar inovasi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian.  Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Pontianak dengan karakteristik lokasi sebagai lahan rawa/pasang surut merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai lokasi Prima Tani.  Lahan pasang surut ini diusahakan secara intensif oleh masyarakat, namun produksinya masih terbatas disebabkan kondisi lahannya kurang mendukung untuk pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui Prima Tani. Proses mengenali, merencanakan dan melaksanakan model usahatani dalam Prima Tani menggunakan proses komunikasi yang partisipatif karena melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan.  Penelitian ini bertujuan untuk: a) Mengetahui komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan  Prima Tani  di Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap, b) Menganalisis hubungan antara karakteristik individu petani dengan komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan Prima Tani di Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini dirancang sebagai survey yang bersifat deskriptif korelasional dan dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2008.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi Partisipatif dalam pelaksanaan Prima Tani terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap petani terhadap model usahatani terpadu dalam pelaksanaan Prima Tani.  Karakteristik individu petani mempunyai hubungan nyata dengan komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan Prima Tani untuk beberapa peubah antara lain: Motivasi berhubungan nyata dengan penumbuhan ide. Tingkat Pendapatan petani berhubungan nyata dengan perencanaan program, berhubungan sangat nyata dengan pelaksanaan program dan berhubungan nyata dengan penilaian program.
The role of financing accessibility on boosting micro scale coastal communities’ fisheries related business activities: case study from Kei Islands Pentury, Frischilla
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.292-299

Abstract

Financial capital is one of the integral factors in moving the business. Accessing the financial sources either from loan and/or monetize the asset is key to boost the ability to gain and gather the capital needed to expand and maintain the business flow. Fisheries and marine related business activities included, even so to small medium enterprises and more so to micro scale of fisheries business. In small islands region of Kei Islands, most of coastal communities that currently running fisheries and marine related business activities namely fishing, marine farming, and marine ecotourism are in micro scale based. Many researchers and studies agreed that for micro scale, it is hard to access the fund due to lack of collateral own by them. Therefore, the aimed of this the role of financing accessibility to support to production of fisheries and marine of coastal communities in Kei Islands. In order to do so, the methodology of study was k-mean clustering to obtain micro scale actors that willing to and able to access the financing aid either from state bank, lending institution and private entities. This study also used multi-linear regression analysis to view the role of the financing accessibility to coastal communities’ fisheries and marine production. The respondent of the study were coastal communities who are sellers, fishermen, marine farmer and micro scale actors in the region with 103 respondents. Data collecting using purposive sampling, the data collecting start from May to August 2021. The result of the study we have found that, more communities were able to access and have higher need for the financial entities than those who unable and have lower interest for financing accessibility. Moreover, the number of expenses, the type of fisheries and marine activities and sex were three factors that influence the production of fisheries and marine activities. 
Front Cover Issue Vol. 9 No. 2 Agrikan Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.i-iii

Abstract

Pengaruh konsentrasi garam dan lama fermentasi terhadap kadar histamin peda ikan kembung perempuan (Rastrelinger nelectus) Juharni Juharni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.73-80

Abstract

Peda merupakan salah satu produk hasil pengolahan secara tradisional yang digolongkan sebagai ikan asin basah.  Perinsip pengolahannya adalah dengan memberikan sejumlah garam dengan konsentrasi tertentu pada ikan segar, kemudian difermentasi, dijemur dan difermentasi kembali sampai tercium aroma khas ikan peda. Tujuan penelitian ini untuk mrngetahui pengaruh konsentrasi garam dan lama fermentasi terhadap kandungan histamine peda,  Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu penelitian pendahuluan yang dimaksudkan untuk mengetahui proses pengolahan peda secara tradisional dan penelitian utama, dimana dilakukan pembuatan peda secara laboratoris dengan metode modifikasi dan hasil survey lapang dan kaji pustaka.  Produk yang dihasilkan selanjutnya dianalisa kadar histamine, kadar air, dan pHnya, dengan parameter perlakuan konsentrasi garam 20% dan 30% dengan lama masing-masing fermentasi 5 – 7 hari.  Hasil analisa produk peda tersebut menunjukkan bahwa dengan konsentrasi garam 30%  dengan lama fermentasi 5 hari memiliki kadar histamine (29,65 mg/100 gr), kadar air (53,44%), dan pH (5,4) yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi garam 20% dengan fermentasi 5 hari dan 7 hari.
Model empowerment of nutmeg farmers through the diffusion process of innovation diversification of nutmeg commodity (Myristica fragrans Houtt) in Ternate City (Case study in Ngade and Marikurubu Villages) Anggraini, Putri Ayu; Sugiyanto, Sugiyanto; Cahyono, Edi Dwi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.2.341-349

Abstract

This study purpose to find an effective empowerment model in the innovation diffusion activity of nutmeg commodity diversification in Ternate City. The sample used was 30 respondents. The data obtained for this study consisted of two sources, namely primary and secondary data. The analysis used in this research is Structural Equation Modeling (SEM) analysis. Based on the results of the study showed that the model of farmer empowerment through the diffusion of effective diversification innovations in Marikurubu Village and Ngade Village, Ternate City, North Maluku Province requires several variables including Human Resources Variables consisting of Extension Officers and Farmers. greatly affect other variables. Then followed by process variables including Material and Media, where the material most desired by respondents was Processed Balm using the help of infocus media. The output that will be produced is a change in the knowledge, attitudes and skills of respondents in implementing materials about processed nutmeg products to be empowered and able to compete in the market.