cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Pengaruh pemberian pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mayz L.) di Desa Batu Boy Kec. Namlea Kab. Buru Said AR. Assagaf
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.72-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberian Pupuk NPK Mutiara berbagai takaran pada Pertumbuhan Jagung ( Zea mayz. L). Penelitian ini dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) satu faktor, dosis NPK Mutira yang terdiri dari 6 taraf perlakuan, yaitu P0 =  Kontrol (tanpa perlakuan), P1 =100 Kg/ha setara 60 g/petak, P2 = 150 Kg/ha setara 90 g/petak, P3 = 200 Kg/ha setara 120 g/petak, P4 = 250 Kg/ha setara 150 g/petak, P5 = 300 Kg/ha setara 180 g/petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian NPK Mutiara 180 gram/petak memberikan nilai rata-rata tertinggi pada pengamatan tanaman tinggi tanaman 192,72 cm jumlah daun 15,65 helai panjang tongkol tanpa klobot 17,16 cm diameter tongkol tanpa klobot 3,46 cm bobot 100 biji 33,42 gram serta produksi biji kering 6,03 (ton/ha).
The Quality of Mackerel Tuna (Auxis thazard) Microbiologically Using Different Ice Fahrul Fahrul; Syahrul Syahrul; Mutia Kamaruddin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.15-27

Abstract

This research aims to determine the microbiological contents of ice used and its effect on mackerel tuna (Auxis thazard) and to determine the amount of microbiological contents of mackerel tuna (Auxis thazard) kept with different sources of ice. This research was conducted in February - April 2020 by adopting experimental design. The microbiological parameters included Total Plate Count (TPC), Coliform, Escherichia coli, and Salmonella, all of which were carried out in laboratory. The data obtained were presented in form of tables and analyzed descriptively. The results showed that the three ices used for storage did not contain Escherichia coli and Salmonella, but did contain TPC and Coliform. The highest TPC and Coliform contents of the three sources of ice was found in ice A with TPC value at incubation temperatures of 22ºC: 62 colonies / 100mL and 37ºC: 107 colonies / 100mL. The Coliform value on ice A was also the highest, which was too much to count. In addition, the results showed that mackerel tuna kept using three different sources of ice did not contain Coliform, Escherichia coli, and Salmonella. However, fish that had not been kept in ice (0 hours) and fish that had been kept in ice all contained TPC, with the highest TPC content of 1.5 x 103 colonies / 100g found in fish kept in ice B. The results showed that mackerel tuna kept in those three different ices were still safe for consumption after storage of 6 hours.
Strategi pemasaran produk kecap ikan (Studi kasus pada UP2KS Sari Laha di Kota Ternate) Yonete Maya Tupamahu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.15-27

Abstract

Penelitian dilakukan di UP2KS Sari Laha bertujuan menganalisis kondisi lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) pada pemasaran kecap ikan dan merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi agroindustri kecap ikan. Penelitian menggunakan formulasi matriks IFE dan EFE, matriks IE, dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan agroindustri kecap ikan adalah produk memiliki ciri khas dan tenaga kerja terampil dan berpengalaman. Kelemahan agroindustri kecap ikan adalah proses produksi secara manual, sederhana, dan tidak kontinu; produk belum distandarisasi, kemasan kurang menarik, promosi produk belum intensif dilakukan, dan harga produk relatif  lebih mahal. Peluang agroindustri adalah pangsa pasar masih lokal, bahan baku dan bahan penolong tersedia dan mudah diperoleh, dan adanya dukungan pemerintah dan instansi terkait lainnya. Ancaman agroindustri adalah banyaknya produk substitusi yang lebih murah, dan meningkatnya pengetahuan konsumen mengenai produk.  Strategi berdasar analisis matriks Internal-Eksternal adalah strategi intensif, sedangkan analisis matriks SWOT menghasilkan empat alternatif strategi yaitu: Strategi SO yaitu perluasan usaha melalui pengembangan pasar dan meningkatkan produksi; Strategi WO yaitu meningkatkan mutu produk melalui proses standarisasi yang baku dan perbaikan teknologi produksi, kemasan, serta promosi ke daerah potensial lainnya, dengan melakukan kerja sama dengan pemerintah/ instansi terkait; Strategi ST yaitu pengembangan produk serta penentuan harga yang dapat bersaing dengan produk lainnya; dan Strategi WT yaitu melakukan pengamatan lingkungan melalui pencarian peluang pemasaran.
Apa Yang Dapat Microsoft Excel Lakukan Untuk Menganalisa Data Agribisnis dan Teknologi Hasil Perikanan? Karuwal, John W. Ch.; L. Hiarley, Sandra
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.1.1.34-39

Abstract

Microsoft Excel sebagai program pengolah data be/um dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa, penggunaan fungsi-fungsi matematik dan statistik seperti menghitung nilai rata-rata, logika, standar deviasi, regresi dan uji-uji statistik dapat dilokukan dengan menyisipkan fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh microsoft excel. Meskipun kemampuan analisa data statistik yang dimiliki oleh Microsoft Excel tidak sebanyak dan sekomplit program komputer yang khusus dibuat untuk itu seperti SPSS, Minitab dan lain-lainnya, tetapi menurut penulis kemampuan yang dimilikinya sudah sangat membantu dalam menganalisis statistik untuk para peneliti.
Uji tingkat kesukaan nugget ikan madidihang (Thunnus albacares) dengan bahan pengisi yang berbeda Ahmad Thalib
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.58-64

Abstract

Nugget ikan merupakan salah satu produk  diversifikasi berbahan baku daging  ikan yang digiling dengan penambahan bumbu-bumbu dan dicetak, kemudian di lumuri dengan pelapis (coating dan breading) yang dilanjutkan dengan penggorengan. Pada dasarnya Nugget ikan sama dengan Nugget ayam hanya saja perbedaan terletak pada bahan baku yang digunakan. Nugget hasil olahan cita rasa yang enak, aman dan memenuhi kebutuhan zat gizi, sehingga penting untuk melakukan penelitian ini guna mengetahui perubahan mutu Nugget yang terjadi selama proses pengolahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik terhadap mutu organoleptik Nugget ikan tuna madidihang. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah 3 (tiga) tahapan yaitu tahap persiapan sampel, tahap pengolahan, dan tahap uji organoleptik. Dari hasil penelitian uji tingkat kesukaan terhadap Nugget ikan madidihang dengan bahan pengisi tepung yang berbeda pada konsentrasi yang sama (30%) memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter uji organoleptik yaitu yang terbaik adalah pada perlakuan tepung terigu dengan nilai rata-rata penampakan ; 8,12, bau ; 8,04, rasa ; 7,90 dan tekstur ; 7,56.
Pertumbuhan fitoplankton Tetraselmis sp di wadah terkontrol dengan perlakuan cahaya lampu TL Anita Padang; Sinta La Djen; Tahir Tuasikal
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.21-26

Abstract

Tetraselmis sp merupakan jenis fitoplankton dari kelas Clorophyceae yang digunakan sebagai pakan larva ikan dan non ikan. Pertumbuhan Tetraselmis sp sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan salah satunya adalah cahaya. Intensitas cahaya sangat diperlukan dalam proses fotosintesis, karena hal ini berhubungan dengan jumlah energi yang diterima oleh Tetraselmis sp untuk melakukan fotosintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan Tetraselmis sp di wadah terkontrol dengan perlakuan cahaya lampu TL. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013 di Laboratorium Pakan Alami UPT Balai Konservasi Biota Laut LIPI Ambon. Penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan cahaya lampu TL yaitu cahaya 20 Watt, 40 Watt dan 60 Watt. Setiap perlakuan dimasukkan inokulum dengan kepadatan awal 40.000 sel/ml. perhitungan kepadatan dilakukan setiap 24 jam selama 21 hari. Sampel dianalisa dengan menggunakan haemocytometer dan mikroskop NIKON SF dengan pembesaran 200x sebanyak 3 kali ulangan. Pertumbuhan Tetraselmis sp selama 21 hari kultur pada ketiga perlakuan cahaya memperlihatkan hasil yang berbeda. Dimana pencapaian puncak pertumbuhan tertinggi tertinggi pada perlakuan cahaya lampu 60 Watt dan hasil uji ANOVA One Way menunjukkan bahwa ada pengaruh cahaya lampu TL terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp.
Analisis proksimat dan organoleptik kerupuk dengan penambahan tepung tulang ikan tuna (Thunnus sp) Nusaibah - Nusaibah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.308-315

Abstract

Abstrak. Limbah padat hasil industri pengolahan ikan Tuna (Thunnus sp) menghasilkan jumlah limbah yang sangat melimpah dan belum termanfaatkan dengan baik, padahal salah satu jenis limbahnya yaitu tulang ikan memiliki kandungan gizi proksimat yang tinggi. Tepung tulang ikan Tuna merupakan salah satu pemanfaatan pengolahan limbah tulang ikan yang cocok dijadikan sebagai bahan tambahan pembuatan kerupuk untuk menambah nilai proksimat pada produk. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan proksimat dan organoleptik kerupuk dengan penambahan tepung tulang ikan Tuna. Dari penelitian ini, didapatkan hasil pengujian organoleptik (hedonik) tertinggi diraih pada perlakuan penambahan tepung tulang ikan tuna sebanyak 5% yang selanjutnya dilakukan uji proksimat dengan nilai kadar air sebesar 7,89%, kadar abu 23,26%, kadar lemak 5,21%, kadar karbohidrat 58,4% dan kadar protein 5,24%. Sedangkan kerupuk tanpa penambahan tepung tulang ikan Tuna memiliki nilai kadar air sebesar 7,40%, kadar abu 14,06%, kadar lemak 4,21%, kadar karbohidrat 70,86% dan kadar protein 3,47%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kandungan proksimat terutama kadar protein, lemak dan mineral pada kerupuk dengan penambahan tepung tulang ikan Tuna lebih tinggi jika dibandingkan dengan kerupuk tanpa penambahan tepung tulang ikan Tuna.
Komposisi, kepadatan, dan keanekaragaman jenis gastropoda di kawasan mangrove pesisir pantai Kambapi pada musim peralihan I Modesta Rany Maturbongs; Sisca Elviana
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.19-23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, kepadatan dan keanekaragaman jenis gastropoda yang hadir di kawasan mangrove pesisir Pantai Kembapi. Metode pengambilan sampel menggunakan garis transek tetap yang dikombinasikan dengan kuadran 1x1 m. Analisis data menggunakan beberapa indeks ekologi yaitu kepadatan jenis gastropoda, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kekayaan jenis Margalef dan indeks dominansi Simpson. Dari hasil penelitian diperoleh 10 spesies gastropoda yang tergolong dalam 3 sub-kelas, 5 ordo, 6 famili dan 7 genus. Presentase kehadiran tertinggi selama musim peralihan I diperoleh dari jenis Terebralia sulcata sebesar 32,92%. Kepadatan tetinggi juga diperoleh dari jenis Terebralia sulcata sebesar 46,2 ind/m dan nilai kepadatan terendah diperoleh dari jenis Thais kieneri sebesar 0,4 ind/m. Indeks keanekaragaman 1,922 tingkat keanekaragaman jenis gastropoda di lokasi penelitian pada kriteria sedang. Nilai indeks kekayaan jenis 1,087 dan nilai dominansi 0,179 dominansi dalam komunitas tersebut rendah dan menunjukkan struktur komunitas dalam keadaan stabil.
Pemetaan daerah penangkapan ikan madidihang (Thunnus albacares) dan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Maluku Utara Tangke, Umar; Deni, Sitkun
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Edisi Khusus Akhir Tahun 2013
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.1-17

Abstract

Penelitian ini mencakup pengukuran variabel klorofil-a dan suhu permukaan laut, posisi penangkapan serta jumlah hasil tangkapan, dengan Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September sampaiNovember 2013 dengan jumlah stasiun/posisi pengambilan data penangkapan ikan sebanyak 87 dan dilakukan  dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik regresi  linear berganda untuk mendapatkan lokasi penangkapan ikan yang potensial untuk dieksploitasi oleh nelayan, kemudian lokasi potensial tersebut divisualisasikan dalam bentuk peta thematik dengan teknologi sistem informasi geografis (SIG) guna memudahkan nelayan dalam menemukan daerah potensial penangkapan ikan madidihang dan cakalang di perairan Laut Provinsi Maluku Provinsi MalukuUtara.  Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis regresi berganda dengan  Uji F menunjukan bahwa dua faktor oseanografi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap Hasil tangkapan ikan cakalang dan ikan madidihang dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.01, dan Fhitung lebih besar dari Ftabel (42.051 > 2.44) sedangkat Hasil uji t menunjukan bahwa secara individual kedua faktor Oseanografi yang berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan cakalang dan ikan madidihang. Sehingga di prediksikan distribusi ikan cakalang dan ikan madidihang dengan nilai terbesar selama bulan September - November 2013, berada pada  posisi 125o54’45” BT dan 0o40’21” LU sebelah barat pulau Ternate (Fishing Base) dengan jarak 163,59 km dengan prediksi tangkapan sebesar 641,23 kg.
Musim penangkapan dan rantai pasok sumber daya perikanan teripang (Holothuroidea sp) skala kecil di Pulau Sapuka Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan Andi Nur Apung Massiseng; Awaluddin; Mardiana E. Fachry; Lukman Daris; Jaya
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.2.355-366

Abstract

One of the fishery commodities included in the leading fishery commodity is the sea cucumber (Holothuroidea sp.). Sea cucumber is a target for anglers' catches because it has high economic value and can be easily marketed, not only on a local scale but also for export. The increased demand for sea cucumber exports can threaten the sustainability of sea cucumber resources in nature. This is due to the effect of fulfilling market demand directly related to fishing efforts by fishers. Responding to these problems, the purpose of this study was to analyze the fishing season and the supply chain of sea cucumbers on Sapuka Island, Pangkep Regency, South Sulawesi Province. The research methods used are the survey, observation, and Participatory Rural Approach (PRA). There were 20 PRA participants, including 10 sea cucumber fishers, 2 village government officials, 3 community members, 2 community groups (POKMAS), and 3 sea cucumber collectors. The data that has been collected is then analyzed using MDS using the Rapfish approach. The results showed that the sea cucumber fishing season on Sapuka Island was throughout the year January-December, with the highest fishing season in January-April. There are 5 models/patterns in the sea cucumber supply chain on Sapuka Island, namely the sea cucumber flow; 1) Sapuka Island fishermen-exporters in Makassar, 2) fishermen-collectors in Makassar-exporters in Makassar, 3) fishermen-collectors in Galesong-Exporters in Makassar, 4) fishermen-Sapuka Island collectors-Exporters in Makassar, 5) fishermen-collectors of Sapuka-collectors of Galesong-Exporters in Makassar.