cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analysis of Distribution and Marketing Margin of Topo Local Shallots in North Tidore District, Tidore Islands City Muhammad, Munawir; Fatmawati, Fatmawati; Din, Abdul Haris
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.334-343

Abstract

The purpose of this research was to analyze the form of topo local shallot marketing distribution channels and marketing margins of topo local shallots in North Tidore District, Tidore Islands City. Respondents which will be researched include producers, collectors, retailers and consumers who are directly involved in the distribution of topo local shallots. The data collection techniques used in this research included farmers, collector traders, retailers involved in developing topo local shallot commodities in North Tidore District, Tidore Islands City, by filling out a questionnaire followed by interviews. The data analysis used consisted of descriptive analysis and quantitative analysis (marketing margin analysis). Through the research results that the marketing channels carried out by local shallot farmers Topo in North Tidore District have 3 marketing distribution channels (1) Farmer-Trader, Collector-Trader, Retailer and consumer. (2) Farmers, Retailers and Consumers. (3) Farmers directly to the final consumer. The marketing margin in channel I is Rp. 17,500 and channel II is Rp. 10,000. The highest margin is obtained in the marketing channel I, they are farmer-trader-gatherer-retailer-consumer, so that causes part received by farmers is less than the traders. Channel III has no margin because the farmers sell their products directly to consumers. So that the most profitable channel for producers is the marketing channel III.
Jenis dan Struktur Ukuran Ikan Yang Tertangkap di Danau Marang Kelurahan Marang Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Sweking, Sweking; Najamuddin, Anang; Aunurafik, Aunurafik; Firlianty, Firlianty
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.13-17

Abstract

Alat penangkapan ikan sebagai sarana utama dalam usaha perikanan tangkap diatur sedemikian rupa sehingga tidak berdampak negatif pada ppemanfaatan sumberdaya perikanan dan lingkungan parairan lainnya.  Penggunaan alat tangkap ikan harus memperhatikan keseimbangan dan meminimalkan dampak negative bagi biota lain.  Hal ini menjadi penting untuk dipertimbangkan mengingat hilangnya biota dalam struktur ekosistem akan mempengaruhi secara keseluruhan ekosistem yang ada.  Kecamatan Bukit Batu merupakan salah satu dari lima Kecamatan yang berada dalam wilayah Kota Palangka Raya, Kecamatan Bukit Batu secara geografis terletak 133º 30´ - 133º 50´ Bujur Timur 1º 35 ´ - 1º 40 ´ Lintang Selatan.  Danau Marang merupakan salah satu danau tapal kuda yang digunakan sebagai lokasi atau tempat aktivitas penangkapan ikan oleh masyarakat setempat.  Latar belakang penelitian ini adalah bahwa belum diketahui komposisi jenis dan struktur ukuran ikan yang tertangkap dengan menggunakan alat tangkap kalang dan rambat di danau Marang.  Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali pengulangan dengan selang waktu  2 (dua)  minggu sekali, Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi langsung atau pengamatan langsung .  Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder, Berdasarkan hasil penelitian komposisi jenis dan struktur ukuran ikan yang tertangkap oleh alat tangkap kalang dan rambat di danau Marang, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya sangat beragam.  Komposisi jenis ikan yang tertangkap yaitu 17 jenis ikan.  Di mana komposisi jenis ikan yang tertangkap oleh alat tangkap kalang berjumlah 16 jenis ikan dan 8 jenis ikan oleh alat tangkap rambat.  Sedangkan struktur ukuran ikan dari ukuran panjang dan berat ikan yang tertangkap terjadi perbedaan ukuran baik panjang ataupun berat antara masing-masing jenis ikan yang tertangkap.
Analisis Alat Tangkap Ikan Berdasarkan Kategori Status Penangkapan Ikan yang Bertanggungjawab Di Kecamatan Tobelo Selatan Kabupaten Halmahera Utara Kour, Femsy; Hibata, Yubelina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.232-242

Abstract

Operasi penangkapan ikan di Tobelo Selatan menggunakan berbagai jenis alat tangkap, akan tetapi belum memperhatikan dampak negatif dari penggunaan alat tangkap terhadap biota laut lainnya (misalnya alat tangkap yang tidak selektif dan tidak ramah lingkungan). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai tanggungjawab suatu alat penangkapan ikan. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan multi kriteria alat tangkap yang bertanggungjawab dan Peraturan sesuai code of conduct for responsibility fisheries. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai skor kriteria alat tangkap pada 3 Desa Di Kecamatan Tobelo Selatan yaitu: kriteria alat tangkap sangat ramah lingkungan meliputi alat tangkap pancing tangan (hand line) dengan skor 29.1 dan panah (spear gun) dengan skor 28.3. Sedangkan kriteria alat tangkap yang ramah lingkungan yaitu pukat cincin (purse seine) dengan skor 24.5 dan jaring insang dasar (bottom gill net) dengan skor 25.6. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa alat tangkap hand line dan spear gun menempati kategori alat tangkap sangat ramah lingkungan dan alat tangkap ramah lingkungan adalah purse seine dan bottom gill net. Disarankan perlu adanya penelitian lanjutan mengenai tingkat pemahaman nelayan terhadap alat tangkap yang ramah lingkungan dan tidak merusak habitat.
Marketing analysis of fresh cayenne pepper fruit in Batukara District, Muna Regency, South East Sulawesi Province Alimin, Alimin; Tandipayung, Serli
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.16.2.209-216

Abstract

Batukara District is the largest producer of cayenne pepper in Muna Regency, so it requires marketing channels that are profitable and fair. The aim of this research is to examine the distribution channels for fresh cayenne pepper from Batukara District and analyze the total margin and farmer share for each. Data was collected through face-to-face and by telephone. Data was analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results of this research show: (1) The marketing channels for fresh cayenne pepper from Batukara District are: (a) Channel 1.a, starting with producers, collecting traders from Batukara District, wholesalers in Kendari City, retailers in Kendari City, ending to consumers in Kendari City; (b) Channel 1.b, starting with producers, collecting traders from Batukara District and Wakorumba District, wholesalers in Ambon City, retailers in Ambon City, ending with consumers in Ambon City; (c) Channel 2.a, starting with producers, collecting traders from Batukara District, retailers in village markets in Batukara District, ending with consumers in the Batukara District area; (d) Channel 2.b, starting with producers, collecting traders from Labuan, retailers at Labuan Market, ending with consumers in Wakorumba District; (e) Channel 3, starting with producers, retailers at Raha Central Market, ending with consumers in Raha City; (2) The total margin is an average of Rp. 33,000,-/kg; (3) Farmer share is an average of 60.93%.
Potensi Puding Ikan Toman (Channa micropeltes) dan Ikan Gabus (Channa striata) untuk Percepatan Penyembuhan pada Hewan Uji Tikus Firlianty, Firlianty; Pratasik, Silvester B.
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.65-69

Abstract

Everyone has different activities with different risks and often gets injured. Since wound healing process takes time, better handling and alternative medicinal administration are needed to accelerate the health recovery from trauma caused either by sharp or hard materials.  Fish are high nutritive food enriched with minerals, fat, and protein. This study was intended to know the effect of snakehead fish extract on the healing process of white rat (Rattus novergicus). It applied an experimental method with 3 treatments. Results showed that fish pudding added with the snakehead fish extract gave good effect on the acceleration of wound healing process in the white rat.
Peran Aktor dalam Media Massa Terhadap Konflik Lahan Kehutanan Antara Masyarakat dengan Pemerintah di Maluku Utara JULHAM, MUHAMMAD
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.53-60

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pandangan media massa terhadap konflik lahan serta menganalisis aktor-aktor dalam memperakukan dan memanfaatkan media massa sesuai dengan kepentingannya. Tulisan ini menggunakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data diperoleh melalui observasi, survey, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Pandangan media massa terhadap konflik lahan kehutanan di Maluku Utara ialah dengan memposisikan media massa sebagai “agent of change”, selain  sebagai media informasi media massa juga berperan sebagai media edukasi dengan memberikan informasi-informasi pembanding, menggunakan narasumber professional yang berkompoten dalam melihat konflik lahan kehutanan serta menyajikan data-data yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses penyelesaian kasus konflik lahan kehutanan di Maluku Utara sedangkan, aktor-aktor dalam memperlakukan dan memanfaatkan media massa berdasarkan kepentingannya terkait masalah konflik lahan kehutanan di Maluku Utara berdasarkan hasil survey, observasi, dan telaah media massa (Seputar Malut dan Malut Post) dibagi menjadi 5 (lima) klasifikasi yaitu, masyarakat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, LSM dan Akademisi.
Contribution of Application of the Hazton and Jajar Legowo Methods to Rice Farming in Lolori Village, West Halmahera Regency Ekaria, Ekaria; Mamulati, Irman
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.187-194

Abstract

Kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu  daerah di Provinsi Maluku Utara yang menjadi priotas dalam pengembangan dan peningkatan produksi beras. Metode tanam yang digunakan yaitu hazton dan jajar legowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan serta berapa besar kontribusi penerapan dengan menggunakan metode hazton dan jajar legowo dalam usahatani padi sawah di Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat. Bentuk analisis yang digunakan adalah analisis usahatani, uji komparatif dan deskriptif presentase. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lolori Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, dengan waktu penelitian mulai dari bulan April 2020 dengan satu kelompok tani yang menggunakan metode hazton sebanyak 21 responden dan satu kelompok tani yang menggunakan metode jajar legowo sebanyak 21 responden. Hasil penelitian menunjukkan total pendapatan petani padi sawah dengan sistem tanam hazton adalah Rp. 28.891.175 /ha/musim tanan dan total pendapatan petani padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo adalah Rp. 14.041.858/ha/musim tanam. Berdasarkan dari hasil pehitungan uji perbedaan pendapatan usahatani padi sawah dengan sistem tanam hazton dan jajar legowo diketahui bahwa ada perbedaan pendapatan yang  signifitan antara usahatani padi sawah dengan sistem tanam hazton dan jajar legowo berdasarkan perhitungan diketahui bahwa, t hitung > t tabel, yaitu 2.021 dengan 1.683.85 sehingga H0 ditolak. Serta kontribusi pendapatan terbesar dalam penerapan sistem tanam padi sawah yaitu dengan menggunakan sistem tanam hazton yaitu 89% dibandingkan dengan sistem tanam jajar legowo yaitu 78%.
Penentuan Program Strategis dalam Pengembangan Agroindustri Perikanan Ratmi, Ratmi; Nuddin, Andi; Irmayani, Irmayani
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.120-125

Abstract

Kelembagaan dalam agribisnis khususnya pada sub-sistem pengolahan cenderung dibentuk hanya sebagai wadah untuk mendistribusikan bantuan proyek ataupun hanya sebagai wadah kontrol setelah proyek berakhir. Sehingga kelompok-kelompok pengolah masih menemukan banyak kendala dan lamban dalam mengembangkan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan program strategis yang seharusnya dilakukan dalam pengembangan agroindustri perikanan. Penelitian dilakukan di Kota Parepare dengan metode analisis ISM. Metode ini tidak membutuhkan jumlah sampel yang banyak, sehingga dalam penelitian ini jumlah sampel 21 orang dengan teknik purposive (sengaja).  Hasil analisis ISM menunjukkan bahwa dari 8 sub-elemen yang diduga, terdapat 3 program memiliki daya penggerak (driver-power) yang besar (DP > 0,50) dan kebergantungan (dependent) terhadap sub-elemen (program strategis) lainnya kecil (D ≤ 0,50). Ke-3 program tersebut yakni (1) penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) bagi unit pengolahan ikan, (2) optimalisasi sistem logistik ikan nasional, dan (3) pengadaan kerja sama/kemitraan dengan swasta, yang artinya dapat dijadikan sebagai program prioritas dalam pengembangan agroindustri perikanan.
Identifikasi Dan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Pada Hutan Tanaman Jati (Tectona grandis L.f.) Di Desa Lamorende Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Marfi, Wa Ode Ernawati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.71-82

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi spesies tanaman rendah yang ditemukan di perkebunan jati di Desa Lamorende, Kecamatan Tongkuno, ditemukan 15 spesies dan 10 famili termasuk Rumput Signal (Brachiaria decumbens), Jukut Pahit (Paspalum conjugatum Berg), Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.) famili Poaceae (Gramineae), Jarong (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl.) famili Verbenaceae, Harendong (Melastoma affine D. Don) famili Melastomaceae, Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) RM King & H. Robinson) famili Asteraceae (Compositae), Tembelekan (Lantana kamara Linn.), Hiptis (Hyptis capitata Jacq.) famili Lamiaceae (Labiatae), Kopi (Coffea arabica) famili Rubiaceae, Paku Harupat Nephrolepis Schott.) famili Oleandraceae, Christella parasitica (L.) Lev famili Thelypteridaceae, Paku Hata (Lygodium circinatum (Burm.) Sw.) famili Schizaeaceae, Putri Malu (Mimosa pud Ica), Gamal (Gliricidia sepium), dan Sentro (Centrosema pubescens Benth.) famili Fabaceae). Tingkat penguasaan (dominasi) spesies tanaman yang lebih rendah pada tegakan jati adalah rendah, sedangkan nilai total indeks keanekaragaman spesies (H') dari tanaman yang lebih rendah di tegakan jati adalah 1,23. Ini menunjukkan bahwa komunitas tumbuhan bawah di lokasi penelitian memiliki tingkat keanekaragaman vegetasi yang cukup berlimpah.
Production Efficiency of Enbal (Cassava) Using Hydraulic Press Equipment in the Enbal Processing Group in Ibra Village, Southeast Maluku Regency Marasabessy, Ismael; Sudirjo, Fien; Hamid, Syahibul K.; Irmawaty, Yuni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.378-383

Abstract

The business group which is become the target of this activity is a group of processing and selling enbal (cassava) in Ibra village, Southeast Maluku regency. This group has been producing for more than 10 years but there are still many shortage, especially in the way of press along with the sanitize and hygiene of the production process. The purpose of this activity is to increase the efficiency in production process by applying screw press equipment and improving sanitation and hygiene in its production. The method of implementing activities uses discussion and training techniques. The activity is carried out in three stages, firstly survey on condition and discussion with partners relates to the conditions of producing pressing enbal, secondly the manufacture of pressing tools, third is the application of pressing tools in production activities of partners. The results of the activity showed that the screw press was able to produce enough water of enbal / grated cassava so that it is drier than the traditional method. Press time becomes faster which only 12-15 minutes, whereas in the traditional way it takes 14-24 hours. The content of enbal’s water decreases very low, reaching 5-7%, the sanitation becomes better because the juice is no longer stagnant on the ground but is collected in a bucket, and the use of pressing tools is very practical. Likewise the HCN level is very low, less than 3mg / kg so the product is very safe for consumption. This screw press is very helpful in the efficiency of the production process of plate enbal (cassava plates) which is cleaner and healthier.