cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Kajian Lama Pemasakan terhadap beberapa Komponen Mutu Ikan Lele Presto Asmawati, Asmawati; Saputrayadi, Adi; Marianah, Marianah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.51-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemasakan terhadap beberapa komponen mutu lele presto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimental dengan melakukan pecobaan di Laboratorium, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu pengaruh lama pemasakan terhdap beberapa komponen mutu lele presto yang terdiri dari lima perlakuan yaitu: L1= 60 menit, L2= 70 menit, L3= 80 menit, L4= 90 menit, dan L5= lama pemasakan 100 menit. Data hasil pengamatan dianalisis dengan  analisis keragaman(Analysis of variance) pada taraf nyata 5 %. Bila terdapat perlakuan yang berpengaruh secara nyata maka diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemasakan berpengaruh secara nyata terhadap semua parameter sifat kimia yang diamati yaitu kadar air, kadar protein dan sifat organoleptik yaitu warna, aroma, tekstur, dan rasa lele presto yang diamati. Semakin lama waktu pemasakan maka kadar air semakin menurun, kadar proteinnya semakin tinggi, sedangkan skor nilai warna, aroma, rasa dan tekstur semakin meningkat dan disukai oleh panelis. Perlakuan yang paling disukai oleh panelis yaitu perlakuan L5 dengan Lama pemasakan 100 menit dengan suhu 121 oC, dengan kriteria warna abu-abu, tekstur lunak rasa dan aroma disukai.
Effect Fortification of Tuna Fish Bone Flour and Anchovy Powder with Different Concentrations on the Calcium value of Ikan Tuna Kering Kayu Canned Laitupa, Ibnu Wahab; Husen, Azis
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.509-512

Abstract

As a province that has a very large sea area, North Maluku must be able to become a leading province in the fishery product sector. The mushrooming of fishery product processing businesses carried out by micro-industries in North Maluku is certainly very good but it must also be followed by the nutritional quality of the products produced. One type of nutrition that can be increased in processed fish is calcium, a material that can be used as a source of calcium is also easily available, such as tuna bone meal and anchovies which have a high enough calcium content. In previous research, it was found that the use of tuna fish bone meal had a high effect on the value of canned tuna with an average of 792.9 mg per 180 grams, the fortification of anchovy flour had an effect on product calcium, which averaged 83.34 mg per 180 grams and without preparation with an average calcium value of 21.6 mg per 180 mg. However, it has not been able to reveal the best and proper fortivication to increase the calcium content of the product, so it is necessary to continue with different concentrations for activation.The research started from the preparation stage, manufacturing of fortivication materials, product manufacturing, calcium testing, microbiological testing and statistical analysis, carried out with five treatments, namely without fortivication or 0% (A0), fortivication of tuna fish bone meal 3% (B1), flour. 6% tuna bones (B2), 3% anchovy flour (C1), 6% anchovy flour (C2).From the results of the study it was found that fortivication using tuna bone meal as much as 6% had a high effect on the increase in calcium content in canned tuna with an average of 7.253 ppm. Whereas fortivication using 3% and 6% anchovy flour had an effect on the increase in product calcium with an average value of 473 ppm and 790 ppm, respectively.
Strategi Implementasi Sistem Informasi Ketertelusuran ISO 8402 pada Rantai Pemasaran Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forskal) Soedrijanto, Angky; Mas’ud, Faisol; Mauladi, Kemal Farouq; Prihartini, Endah Sih
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.266-271

Abstract

Jangkauan pemasaran ikan bandeng Lamongan sudah berskala ekspor, untuk konsumsi maupun umpan pancing ikan tuna. Sebagai produk global, maka tuntutan untuk menerapkan ketertelusuran merupakan kewajiban bagi para eksportir. Penelitian bertujuan menemukan strategi implementasi ketertelusuran ISO 8402 pada rantai pemasaran ikan bandeng Lamongan. Metode penelitian deskriptif, data diperoleh melalui survey terestris yang hasilnya diberi pembobotan. Pengamatan dilakukan di pasar ikan Kaliotik – Lamongan yang omzet pemasarannya lebih dari 300 Ton per hari pada bulan Oktober 2018 s/d Mei 2019, terhadap responden yang secara dipilih sengaja merupakan pelaku bisnis lebih dari 10 tahun. Analisis data berjenjang yaitu: matriks shift share, klasterisasi pembobotan, perhitungan statistik; sedangkan untuk menemukan strategi informasi ketertelusuran menggunakan Analisis Akar Masalah. Hasil analisis Y = 0,026 + 1,462 X signifikansi 99,8%, r square 89 dan adjusted r square 91menunjukkan sistem informasi ketertelusuran sangat berpeluang diterap-kembangkan,. Nilai shift share gap antara ketidak tauan teknologi informatika terhadap keyakinan untuk mampu menyusun data informasi telusur asal usul ikan 16,5 dengan skor tertinggi 89,0 dan skor terendah 72,5 menunjukkan bahwa para pedagang dan pemilik ikan bandeng sudah menguasai penggunaan perangkat android guna menerapkan ketertelusuran. Strategi implementasi sistem informasi ketertelusuran ISO 8402 pada rantai pemasaran ikan bandeng dapat diterap-kembangkan melalui 3 cara yaitu: (1) melakukan pelatihan kepada pelaku usaha yang dilakukan oleh unsur penyuluhan, (2) mempererat pendekatan mentoring antara penyuluh dengan pelaku usaha, (3) penyusunan kesepahaman dengan industri mengenai insentif harga bagi produk tertelusur.
Supply Chain and Marketing Analysis of Seaweed (Kappaphycus alvarezii) in Nunukan Hakim, Rusmini; Kantun, Wayan; Nurbaya, Nurbaya
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 17, No 1 (2024)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.17.1.28-33

Abstract

Seaweed is a superior commodity for aquaculture and is a raw material for export. Sustainability of exports requires sustainable seaweed production to ensure the sustainability of raw materials to fulfil market demand from buyers and consumers. In this regard, this research aims to analyze the supply chain, margins and marketing efficiency of Kappaphycus alvarezii seaweed cultivated by the community in Nunukan District, North Kalimantan. This research is classified as a quantitative type of research with a survey method using an interview method through the distribution of questionnaires to seaweed business actors. The results of the research show that information was obtained about the Kappaphycus alvarezii seaweed supply chain through three marketing channels, namely (1) channels from seaweed farmers to collectors and consumers, (2) channels from seaweed farmers to consumers and (3) channels from collectors to consumers . Seaweed production produced by farmers does not have a minimum production quantity standard so that the seaweed produced can be sold at any time to collectors according to a predetermined price agreement. Meanwhile, there are differences in seaweed marketing margins between respondents in the marketing network, and price differences at the collector level cause price differences at the consumer level. The resulting marketing efficiency is at an efficient level (≤ 50%). Seaweed marketing in Nunukan is classified as efficient because the share received by seaweed farmers as producers is below 50%. The efficiency of seaweed marketing depends on the level of marketing margin and the share received by seaweed farmers.
The Optimization of Scheduling Development Process to Cultivate Nile Tilapia By Using Pert-Cpm Method Ma’bud, Rasdiana S; Nurhamiddin, Fauziah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.292-300

Abstract

The problem in this research is how long thetime and costs in doing the development of cultivationthe Nile Tilapia by using PERT-CTM method and how to determine the optimal path for the work of project development of NileTilapia cultivation. This research was conducted in Togawa village, district of south Galela on July until August 2019. The source of data got in this study from primary data that is through direct observation to fish pond farmers who were the object of research as well as conducting interview with the owners of fish pond of Nile Tilapia, and alsoto collect the documentation of cultivation process of Nile Tilapia. The result of calculation using PERT – CTM method obtained that the optimization of the scheduling the development process of Nile Tilapia cultivation in period of 134 days with a fee of Rp. 21.700.000.
Peran Pupuk Organik dalam Mengurangi Pupuk Anorganik pada Budidaya Padi Gogo Gusmiatun, Gusmiatun; Marlina, Neni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.91-98

Abstract

Kendala budidaya di lahan kering adalah kesuburan tanah yang rendah.  Penggunaan pupuk anorganik/kimia secara intensif dapat menurunkan bahan organik tanah menjadi sangat rendah, selanjutnya menurunkan produksi.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi pupuk anorganik + organik yang tepat serta varietas yang dapat beradaptasi dengan baik untuk meningkatkan produksi padi pada kering. Penelitian di lapangan disusun berdasarkan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Sebagai petak utama adalah  kombinasi pupuk (P) yaitu: P1 =100% pupuk anorganik (kontrol), P2= 75 % pupuk anorganik + 25% pupuk organik, P3 =  50% pupuk anorganik + 50% pupuk organik, P4= 25% pupuk anorganik + 75% pupuk organik. Sedangkan perlakuan untuk Anak Petak adalah: Varietas, yaitu : V1  = Inpago 11,  V2  = Limboto, dan V3  = JTLDR-G-416 ( Genotipe ).  Parameter yang diamati meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlahanakan maksimum, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, persentase gabah hampa (%), berat 1000 butir (g), berat gabah per rumpun (g),  produksi gabah per petak  panen(kg).  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penggunaan pupuk organik dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik/kimia, pada kombinasi pupuk anorganik 50% + organik 50%, dapat meningkatkan hasil tanaman padi sebesar 23.8% dibandingkan tanpa menambahkan pupuk organik. 2. Varietas Inpago-11 menghasilkan produksi paling tinggi dibandingkan varietas Limboto dan genotipe baru JTLDR-G-416. 3. Varietas Inpago-11 yang diberi pupuk anorganik 50% + organik 50%, dapat menghasilkan gabah sebesar  ±6,0 ton/ha.
Strategi Pengembangan Usaha Bawang Merah Lokal Topo di Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan Muhammad, Munawir; Ekaria, Ekaria
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.209-219

Abstract

Bawang merah lokal topo tersebut umumnya ditanam di lereng-lereng bukit dengan kemiringan lebih dari 35% yang merupakan habitat alaminya. Bawang merah lokal topo punya nilai historis yang lekat dengan masyarakat Kota Tidore. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial dan strategi pengembangan bawang merah lokal topo di Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui pengisian quesioner dan diikuti dengan wawancara. Penentuan responden dilakukan di Kecamatan Tidore Utara. Hal ini didasarkan pada hasil survey awal tentang jumlah petani bawang merah di Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan, karena petani terbanyak yang mengembangkan komoditas bawang merah lokal topo. Strategi pengembangan usaha bawang merah lokal topo di analisis menggunakan dua analisis yaitu Analisis NPV, B/C ratio, IRR, PBP  dan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportinities, and Treat). Melalui hasil penelitian kelayakan usahatani dengan mengunakan modal sendiri (tingkat suku bungga 6%) maka NPV sebesar 432.002.424,91, Net B/C 4,40, IRR sebesar 13,70% dan Paiback Periode 0 tahun 7 bulan 2 hari. Berdasarkan kriteria kelayakan dimana NPV bernilai positif. Net B/C lebih dari satu dan IRR lebih besar dari tinggkat suku bunga berlaku, maka secara finansial usahatani bawang merah lokal topo layak untuk dijalankan dan hasil analisis SWOT terhadap strategi pengembangan bawang merah lokal topo diperoleh nilai IFAS sebesar 3,058 dan nilai EFAS sebesar 2,528 dan strategi yang tepat dalam pengembangan bawang merah lokal topo adalah strategi Diversifikasi yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar).
Phytoplankton Community Structure in the Intensive Cultivation System of Pacific White Shrimp (Litopenaeus vannamei) in Situbondo, East Java Maulidhya, Shania; Latuconsina, Husain; Prasetyo, Hamdani Dwi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 17, No 1 (2024)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.17.1.8-16

Abstract

Phytoplankton has been known to play its role as an indicator of water quality. In the intensive cultivation system of Pacific White Shrimp (Litopenaeus vannamei), phytoplankton can respond to water quality dynamics simultaneously. However, the impact of weather differences on community structure and phytoplankton diversity has not been further investigated. Here we analyze water quality and phytoplankton diversity in ponds, including uniformity and dominance. The results showed that 12 genera of phytoplankton were found in sunny weather, whereas 9 genera were found in rainy weather. Phytoplankton diversity in sunny weather is greater. The diversity index (H') value when it rains and shines is in the medium category with a stable community structure and low polluted water conditions. The uniformity value (E') is moderate. No plankton dominance was found (C ≤ 0.5) with the highest important index value during rain being Rhizosolenia sp. and Chlorella sp. when it's sunny. Water quality in general does not differ and meets quality standards except for the nitrate and phosphate values. Nitrate and phosphate values in both weather conditions exceeded standard standards. Differences in the types of phytoplankton present in different weather can be caused by the brightness that enters the water. Apart from that, the volume of water and the dilution and mixing effect of rainwater can cause differences in the amount. The source of growth nutrients is a supporting factor for phytoplankton growth.
Pengaruh Substitusi Rumput Laut terhadap Kandungan Serat Cookies Sagu Rehena, Zasendy; Ivakdalam, Lydia Maria
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.157-161

Abstract

Serat merupakan komponen penting dalam bahan pangan yang  sangat bermanfaat bagi kesehatan serta mempunyai kemampuan mencegah berbagai macam penyakit. Rumput laut merupakan bahan potensial sebagai sumber serat pangan dengan kandungan yang cukup tinggi. Kandungan serat yang tinggi dapat mencegah kanker usus besar,  juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya dan dapat digunakan sebagai dasar makanan fungsional terapi yang dapat dipergunakan pada penderita obesitas, diabetes, hipertensi, jantung koroner. Selain itu rumput laut adalah komoditas hasil perikanan yang sedang ditingkatkan pemanfaatannya. Hal ini dikarenakan banyak sekali manfaat yang dapat dihasilkan dengan cara mengoptimalkan seluruh potensi rumput laut yang ada. Beberapa jenis rumput laut yang bermanfaat bagi manusia adalah dari jenis rumput laut merah dan coklat. Rumput laut dapat digunakan sebagai bahan subtitusi dalam pengembangan produk sumber serat pangan berupa kelompok produk makanan selingan/jajanan seperti cookies. Cookies umumnya terbuat dari bahan baku tepung terigu namun dapat digantikan dengan memanfaatkan tepung sagu yang kaya akan karbohidrat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan serat dan mutu organoleptik cookies sagu yang disubtitusi rumput laut. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Ada pengaruh jenis dan konsentrasi rumput laut terhadap kandungan serat cookies sagu. Hasil uji organoleptik yang meliputi aspek warna, aroma, rasa dan kerenyahan menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat yang tertinggi pada perlakuan jenis Eucheuma cottonii dengan konsentrasi 30% dan terendah pada jenis Sargassum crassifolium dengan konsentrasi 40%. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar  rumput laut dapat disubtitusi pada bentuk makanan lain yang dapat diterima dan disukai oleh masyarakat di Kabupaten Maluku tengah.
Size Structure and Sex Ratio of Black Tip Reef Shark (Carcharhinus melanopterus) Landed in the TPI Paotere of Makassar City and TPI Beba of Takalar Regency, Province South Sulawesi Amir, Faisal; Mallawa, Achmar; Tresnati, Joeharnani
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.232-237

Abstract

Carcharhinus melanopterus in the southern waters of the Makassar Strait is caught with bottom longlines and bottom gill nets as bycatch, caught throughout the year without any management arrangements. The research objective was to obtain information about the size structure and sex ratio of C. melanopterus in the southern waters of the Makassar Strait. The method used is a survey method. Sample measurements were carried out at TPI Paotere Makassar City and TPI Beba Takalar Regency, South Sulawesi Province from July to September 2020. Measurement of total body length (TL:cm) and determining the sex ratio were carried out directly in the field. The results of the study on 144 sample fish showed that the total length range for C. melanopterus landed at the Paotere TPI was the same as those landed at the Beba TPI at sizes between 58 - 135 cm TL with an average length of 91.18 ± 3.32 cm TL and sizes between 51 - 139 cm TL with an average length of 91.1±2.21 cm TL for both male and female sex, respectively.The comparison of C. melanopterus landed in the two fish landing sites was in a balanced state but the male sex was smaller than the female sex.The sex ratio of male and female C. melanopterus is balanced. Most (69.44%) female C. melanopterus caught were relatively young.