cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 210 Documents
ANALISIS DAMPAK PERLAKUAN TERAPI YUMEIHO UNTUK PENURUNAN SIMPTOM PSIKOLOGIK DAN FISIOLOGIK SKIZOFRENIA Haryani, Rikma; Fauzia, Rahmi; Febriana, Silvia Kristanti Tri
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 4 (2014): Jurnal Ecopsy : Jurnal Ilmu Psikologi
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.631 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i4.509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perlakuan terapi Yumeiho untuk penurunan simptom psikologik dan fisiologik pada pengidap skizofrenia. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang pengidap skizofrenia di Panti Sosial Bina Laras Budi Luhur Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen desain kasus tunggal dengan tipe reversal (A-B-A-B). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner, chek list, perekam suara, dan video. Pelaksanaan penelitian selama 12 sesi dengan enam sesi pemberian terapi Yumeiho menurunkan simptom psikologik dan fisiologik pada keempat subjek. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan dari 42 simptom psikologik dan fisiologik, masing-masing penurunan pada subjek IR 23,80% dan 11,90%; subjek H 14,28% dan 19,85%; subjek NM 38,09% dan 21,04%; subjek NJ 30,95% dan 9,52%.  Kata Kunci : Skizofrenia, Terapi Yumeiho, Panti Sosial Bina Laras Budi Luhur. The objective of this study was to find out the impacts of Yumeiho therapy treatment in decreasing psychological and physiological symptoms on people with schizophrenia. The subjects in this study were four people with schizophrenia living at Mental Social Institution of Budi Luhur Banjarbaru, South Kalimantan. This study was a single case experimental design with reversal type (A-B-A-B). The data collection methods were observations, interviews, documentation, questionnaire, check list, voice recorder, and video. The study was conducted in 12 sessions with six sessions of Yumeiho therapy for the four subjects. Based on these results, it can be concluded that subject IR, H, NM, and NJ experienced some decreases in 42 psychological and physiological symptoms of 23.80% and 11.90%; 14.28% and 19.85%; 38.09% and 21.04%; and 30.95% and 9.52%, respectively.Keywords: Schizophrenia, Yumeiho Therapy, Mental Social Institution of Budi Luhur
Hubungan resiliensi dengan stres kerja pada karyawan Perusahaan Telekomunikasi di Kota Makassar Rusdi Rusli
Jurnal Ecopsy Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v2i2.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan stres kerja karyawan Divisi Access PT. Telkom Divisi Regional VII Makassar. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 67 orang dengan menggunakan penelitian populasi. Instrumen yang digunakan adalah skala resiliensi dan skala stres kerja. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan korelasi Product Moment melalui program SPSS 16.00 for windows. Reliabilitas yang diperoleh untuk skala resiliensi sebesar 0,914, sedangkan untuk skala stres kerja sebesar 0,897. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat hubungan negatif antara resiliensi dengan stres kerja karyawan Divisi Access PT. Telkom Divre VII Makassar; 2) Tingkat resiliensi pada karyawan Divisi Access PT. Telkom Divre VII Makassar termasuk dalam kategori tinggi; 3) Stres kerja pada karyawan Divisi Access PT. Telkom Divre VII Makassar termasuk dalam kategori rendah.  
Hubungan antara aktualisasi diri dengan intensitas penggunaan media sosial path pada remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Banjarbaru Rizqi Amelia Putri; Neka Erlyani; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.51 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i1.1941

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktualisasi diri dengan intensitas penggunaan media sosial path pada remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Banjarbaru. Sampel pada penelitian ini adalah siswa-siswi SMAN 2 Banjarbaru berjumlah 40 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala aktualisasi diri dan angket intensitas penggunaan media sosial path. Berdasarkan uji regresi korelasi product moment Pearson diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 dengan r = 0,640 yang berarti ada hubungan positif antara aktualisasi diri dengan intensitas penggunaan media sosial path. Selain itu diperoleh R Square sebesar 0,409 menunjukkan bahwa aktualisasi diri memiliki sumbangan hubungan terhadap intensitas penggunaan media sosial path sebesar 40,9 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara aktualisasi diri dengan intensitas penggunaan media sosial path, sehingga semakin tinggi aktualisasi diri maka semakin tinggi pula intensitas penggunaan media sosial path pada remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Banjarbaru.Kata kunci : Aktualisasi Diri, Intensitas Penggunaan Media Sosial Path, Remaja The purpose of this study was to find out the correlation between self-actualization and intensity of social media path usage in adolescents at Public Senior High School (SMAN) 2 Banjarbaru. The samples were 40 students of SMAN 2 Banjarbaru, selected using purposive sampling technique. Data were collected using a scale of self-actualization and a questionnaire of social media path usage intensity. Based on the pearson's product moment correlation test, it can be found out that the significant value was 0.001 with r = 0.640, indicating that there was a positive correlation between self-actualization and intensity of social media path usage. It also obtained r square of 0.409 indicating that self-actualization contributed to the correlation of intensity of social media path usage at 40.9 %. It can be concluded that there was a positive correlation of self-actualization and intensity of social media path usage; therefore the higher the self-actualization that the higher the intensity of social media path usage adolescents at SMAN 2 Banjarbaru.Keywords: Self-Actualization, Intensity of Social Media Path Usage, Adolescent
Hubungan antara kepribadian (big five personality model) dengan kinerja karyawan Muslim Nasyoroh; Rinandita Wikansari
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.378 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i1.3410

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kepribadian dan kinerja karyawan. Kepribadian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah model kepribadian Big Five Personality yang terdiri dari dimensi extraversion, openess, conscientiousness, neuroticism, dan agreeableness. Sedangkan kinerja yang dimaksud adalah performansi/hasil kerja dari karyawan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terbagi menjadi 2 skala yaitu, skala kepribadian terdiri dari 35 butir pernyataan dan skala kepribadian terdiri dari 10 butir pernyataan. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepribadian dan kinerja memiliki hubungan. Di antara 5 dimensi kepribadian ditemukan bahwa Agreeableness dan Neuroticism-lah dimensi kepribadian yang secara signifikan memiliki hubungan dengan kinerja.Kata kunci: Hubungan, Kepribadian, Kinerja ABSTRACTThis research’s purposed to know the relationship between personality and employee’s performance. The personality referred to this research is Big Five Personality Model which are consist of extroversion, openess, conscientiousness, neuroticism, and agreeableess dimension. The performance referred to this research is job’s output. This research used two instruments, big five inventory (BFI) and 10-items perrmance scale. Respondent for this research was 30. Data analyzed by correlation test with percentage of signification 5% or 0,05. The result of this research indicated that big five personality and performance of employee related. Agreeableness and neuroticism  as personality dimension which were significantly related to performance.Keywords: Relationship, Personality, Performance.
Organizational citizenship behavior pada pengurus kelompok studi islam Asy Syifa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Rooswita Santia Dewi; Prima Yudha Fransistya
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.948 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i2.3851

Abstract

ABSTRAK  Organizational Citizenship Behavior (OCB) dijiadikan sebagai indikator keberhasilan dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada pengurus Kelompok Studi Islam Asy Syifa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Metode penelitian menggunakan wawancara dengan alat ukur menggunakan aspek OCB. Subjek penelitian terdiri dari dua subjek yaitu subjek  pertama IK (laki-laki dan usia 22 tahun) dan subjek kedua AK (perempuan dan usia 20 tahun). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa IK dan AK termasuk pengurus yang memiliki organizational citizenship behavior pada organisasi, karena telah memenuhi beberapa aspek organizational citizenship behavior yaitu Altruism, civic virtue, sportsmanship, conscientiousness dan courtesy. Pada aspek altruism terdapat perbedaan reaksi yang diberikan kedua subjek yaitu pada subjek IK memiliki inisiatif dari diri sendiri untuk bersedia menolong pengurus lain untuk menggantikan tugasnya, jika pengurus tersebut memang tidak mampu atau berhalangan. Namun, pada subjek AK kurang  memiliki inisiatif untuk membantu pekerjaan pengurus lain, kecuali diminta bantuan oleh pengurus tersebut. Dari penelitian ini didapatkan pula faktor yang membentuk organizational citizenship behavior pada kedua subjek yaitu usia, lingkungan teman sebaya, lama bekerja di organisasi dan jenis kelamin yang mempengaruhi proses bertahannya organizational citizenship behavior.  Kata kunci: Organizational Citizenship Behavior, Organisasi KSI As Syifa. ABSTRACT  Organizational Behavioral Behavior (OCB) is used as an indicator of success in an organization. This study aims to determine the description of behavior Organizational Citizenship Behavior (OCB) on the management of Islamic Study Group Asy Syifa Faculty of Medicine, University of Lambung Mangkurat. The research method used interview with measuring instrument based on aspect organizational citizenship behavior. The subjects consisted of two subjects: the first subject of IK (male and 22 years of age) and second subject AK (female and age 20 years). Based on the research result, it is found that IK and AK including management  have organizational citizenship behavior in organization, because it has fulfilled several aspects of organizational citizenship behavior namely altruism, civic virtue, sportsmanship, conscientiousness and courtesy. In the altruism aspect there is a difference of reaction given by both subjects that is on IK subject has initiative from self to be willing to help other management to replace its duty, if the management is indeed unable or unable to. However, on the subject of AK has less initiative to assist the work of other administrators, unless requested assistance by the management. From this research also found the factors that make up the organizational citizenship behavior on both subjects are age, peer environment, long work in organization and gender affecting the process of survival organizational citizenship behavior.  Keywords: Organizational Citizenship Behavior, Organization of KSI As Syifa.
Keseimbangan kerja-kehidupan pada wanita karir Marina Dwi Mayangsari; Dhea Amalia
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.622 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i1.4884

Abstract

ANALISIS FENOMENOLOGI EKSISTENSI NARAPIDANA PELAKU PEMBUNUHAN BERENCANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Aulia, Rina; Dewi, Rooswita Santia; Fauzia, Rahmi
Jurnal Ecopsy Vol 2, No 3 (2015): JURNAL ECOPSY : JURNAL ILMU PSIKOLOGI
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.037 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v2i3.1934

Abstract

ABSTRAK Kasus pembunuhan berencana menjadi kejahatan yang tidak jarang terjadi di negeri ini. Narapidana pelaku pembunuhan berencana akan menjalani hukuman dalam waktu yang cukup lama yaitu terancam hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. Pidana penjara tersebut mengakibatkan perampasan kemerdekaan, dan menimbulkan akibat negatif terhadap hal-hal yang berhubungan dengan dirampasnya kemerdekaan itu sendiri. Berdasarkan pengalaman membunuh dan pengalaman masuk penjara, maka narapidana pelaku pembunuhan berencana akan mengalami rekosntruksi struktur eksistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis fenomenologi eksistensi narapidana pelaku pembunuhan berencana di salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan pada dua orang subjek narapidana pelaku pembunuhan berencana dengan menggunakan metode penelitian analisis fenomenologi eksistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek dapat merekonstruksi eksistensi dan mewujudkan eksistensi dalam proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan dengan caranya masing-masing. Rekonstruksi eksistensi pada penelitian ini menunjukkan bahwa, manusia perlu melakukan penyesuaian terhadap dirinya sendiri untuk dapat menemukan eksistensi atau arti dari keberadaan dirinya di dunia ini dengan menjaga sikap yang optimis dalam menentukan pilihan hidup. Dalam melakukan penelitian ini, akan lebih baik jika peneliti terlebih dahulu menguasai keterampilan mengadakan analisis fenomenologi eksistensi dan mengguakan tekhnik-tekhnik pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan agar hasil temuan lebih maksimal dan akurat. Kata kunci: eksistensi, pembunuhan berencana, narapidana  ABSTRACT Cases of premeditated murder become the most common crime in this country. Convicts of the murder perpetrators will be sentenced for a long time, namely under sentence of death penalty or imprisonment for life or for 20 years. Imprisonment results in deprivation of freedom, and negative impacts on matters relating to the deprivation of the freedom itself. Based on the experience of killing and experience of staying in jail, the convicts of murder perpetrators will experience reconstruction of existence structure. The purpose of this study was to analyze the phenomenology of existence in the convicts of of premeditated murder cases murder cases at the Correctional Institution. This study was conducted in two convicts of premeditated murder cases using an analysis of phenomenology of existence. The results showed that the two subjects could reconstruct the existence and made the existence in the process of correction in prison with their own way. Reconstruction of the existence indicated that humans need to make adjustments to themselves to be able to discover the existence or the meaning of their existence in this world to keep an optimistic attitude in determining the choice of life. In conducting this study, it would be better if the researcher first mastered the skills of conducting an analysis of phenomenology of existence and used the data collecting techniques in accordance with the requirements in order to maximize the results and the accuracy. Keywords: existence, premeditated murder, convicts 
PERAN PERCEIVED RESTORATIVENESS TERHADAP ENVIRONMENTAL ATTITUDE PADA ANAK SEKOLAH DASAR Johan Satria Putra; Dania Dania; Fitri Arlinkasari
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 3 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.352 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i3.5517

Abstract

Jumlah ruang terbuka hijau yang terus mengalami penurunan setiap tahunnya, dapat berdampak pada diri anak karena mereka akan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mendapatkan paparan lingkungan alami. Salah satu manfaat yang dapat diperoleh anak ketika menghabiskan waktunya di lingkungan yang alami, adalah anak dapat mengalami perceived restorativeness. Perceived restorativeness dapat membantu anak untuk lepas dari kelelahan psikologis yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, serta mendorong sikap peduli anak terhadap lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived restorativeness terhadap environmental attitude pada anak sekolah dasar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 siswa kelas 5 dari SD Negeri dan Sekolah Alam di Jakarta yang diambil menggunakan quota sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Perceived restorativeness Components Scale For Children (PRCS-C II) dan Children’s Environmental Perceptions Scale (CEPS). Berdasarkan hasil uji regresi diperoleh hasil bahwa terdapat peran yang signifikan dari perceived restorativeness terhadap environmental attitude pada anak sekolah dasar, dengan kontribusi sebesar 7,5%.
Gambaran kecerdasan adversitas pada Anggota Polisi Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Rima Alifia Rahmi; Silvia Kristanti Tri Febriana; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.343 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.493

Abstract

 Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecerdasan adversitas pada Anggota Polisi Sat Reskrim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan instrument penelitian berupa observasi, wawancara semi terstuktur dan instrument diagnostik Adversity Response Profil (ARP) Quick TakeTM. Subjek yang digunakan adalah Anggota Polisi Sat Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, berjumlah 3 orang dengan rentang usia 25-35 tahun serta memiliki pengalaman kerja lebih dari 4 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, ketiga subjek memiliki kecerdasan adversitas sedang dimana mereka cukup baik dalam menempuh liku-liku atau kesulitan hidup sepanjang segala sesuatunya bisa mereka selesaikan. Mereka pernah mengalami putus asa karena beban pekerjaannya. Namun, mereka mampu mengembalikan motivasinya dalam bekerja                                                  The focus of this study was to describe the adversity quotient of the police officers in Sat Reskrim. This study employed qualitative method with research instruments of observation, semi-structured interviews and diagnostic instrument of Adversity Response Profile (ARP) Quick TakeTM. The subjects were the police officers at Sat Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, in total of 3 people around ages 25-35 years, and had a working experience of more than 4 years. Based on the results of the study, it was found out that the three subjects had adversity quotient in which they were good enough to take the vagaries of life or difficulties as long as they could handle all of them. They experienced despair because of their work load, but they were able to restore their motivation at the work.
Pernanan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja awal Hafid Mahesa Romulo; Sukma Noor Akbar; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 4 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.793 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i4.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja awal di SMP Anggrek Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini berjumlah 106 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku seksual dan angket pengetahuan kesehatan reproduksi. Berdasarkan uji regresi linear sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,033 dengan R = -0,207 , dan nilai  persamaan Y = 89,679 + - 1,040X yang berarti pengetahun kesehatan reproduksi mempunyai peranan negatif terhadap perilaku seksual sehingga setiap kenaikan satu poin pengetahuan kesehatan reproduksi (misalnya 89,679 -> 90,679), maka perilaku seksual akan mengalami penurunan sebesar -1,040. Selain itu diperoleh R Square sebesar 0,043 menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi memiliki sumbangan peranan terhadap perilaku seksual sebesar 4,3 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peranan negatif pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual, sehingga semakin tinggi pengetahuan kesehatan reproduksi maka akan semakin rendah perilaku seksual remaja awal di SMP Anggrek Banjarmasin.  Kata kunci : Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual, Remaja Awal The objective of this study was to find out the role of reproductive health knowledge towards early adolescents’ sexual behaviors at SMP Anggrek Banjarmasin. The samples in this study were 106 students who were taken by purposive sampling technique. The data collection instruments in this study were sexual behavior scale and reproductive health knowledge questionnaire. The simple linear regression showed that the significance value was 0.033 with R = -0.207, and the equation value Y = 89.679 + - 1.040 X, which indicated that reproductive health knowledge had a negative role towards sexual behavior, so each one-point increase in reproductive health knowledge (e.g. 89.679 - > 90.679) made sexual behavior decreased by -1.040. It also obtained R Square of 0.043 indicating that reproductive health knowledge contributed to the role of sexual behavior at 4.3 %. It can be concluded that there was a negative role of reproductive health knowledge towards sexual behavior; therefore the higher the reproductive health knowledge that the early adolescents at SMP Anggrek Banjarmasin had, the lower their sexual behaviors. Keywords: Knowledge, Reproductive Health, Sexual Behavior, Early Adolescent

Page 5 of 21 | Total Record : 210