cover
Contact Name
Suhery Handoko
Contact Email
suhery.handoko@upj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agustinus@upj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
WIDYAKALA JOURNAL
ISSN : 23377313     EISSN : 25978624     DOI : -
Widyakala's scientific journal is an interdisciplinary study in ten study program at Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) as a contribution to the three principal scientific pattern of UPJ which is also an advantage of UPJ: 1. Humanist human development (Liberal arts) 2. Sustainable eco-development (SED) 3. Entrepreneurship (ENT).
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
A Qualitative Inquiry on Academic Social Identity A Case Study on Students of Department of Psychology Universitas Pembangunan Jaya Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 7, No 2 (2020): Urban Development & Urban Lifestyle
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.542 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v7i2.303

Abstract

What does being a student of Psychology in Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) mean to you? This question was given to 33 students-cum-participants of this research. The background was that academic social identity – defined as how individuals identify to their academic institutions and/or subject areas they undertake during the time spent throughout their educational process – is key to their achievements. The objective was to understand the academic social identity of UPJ Department of Psychology students, particularly those who took Qualitative Research Method course in 2019/2020 Academic Year, to better understand their trajectories. This writing used qualitative research method with youth participatory action approach, applying photovoice as data collecting method, which produced visual and textual data analyzed from interpretative phenomenological perspective. The result showed that their academic social identity comprised of the following stages: understanding what Psychology is, their own personal and non-personal reasons to choose this discipline and then understanding their roles as students – both in Department Psychology and in UPJ. Discussion touched upon the stage that seemed to be particularly painstaking: understanding their roles as students – opening doors to provide student service supports to ensure smoother transition. It was concluded that academic social identity is a never-ending process.
Fotografi Monokromatik Hitam Putih Dalam Dunia Fotografi Modern Michel Sutedja; Fairuz Athoriq
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8 (2021): Special Issue : Design Lifestyle And Behavior
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.165 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i0.390

Abstract

Abstract — Over the last two decades, photographing in color is a very common thing in the world of photography. Even beginners in the world of photography can be said to have abandoned black and white photos. Most of the oldest people in this modern era know color photography from the first time they know the world of photography itself, in contrast to those who were born in the early days where the world of photography only knows black and white. The visualization of black and white monochoromatic photography is capturing and speaking through colorless photos by relying on the visualization of depth and contrast in strong and clear. Prior to the 20th century, photography without color or black and white was a normal and normal way of recording images, whereas in the modern world like today most people were more familiar with color photography. However, some people still argue that black and white monochoromatic photographs are important for documentation, art, and journalism. Monochromatic black and white photos create a unique impression that cannot be seen in color photos. The comoposition, depth of field and level of contrast in a black and white monochromatic photo can present a different scene from the same photo displayed in a color photo and often do not require further processing with image processing software because they can display their own beauty and uniqueness. The visualization of black and white monochromatic photography is capturing and speaking through photos without the presence of color by relying on the visualization of depth and contrast in strong and clear.Keywords: Photography, Monochromatic , Journalism, Black and White.Abstrak — Lebih dari dua dekade terakhir memotret dalam format berwarna adalah hal yang sangat jamak dalam dunia fotografi. Pemula dalam dunia fotografi pun dapat dikatakan sudah meninggalkan foto hitam putih. Kebanyakan orang tertuama di jaman modern ini mengenal fotografi berwarna sejak pertama kali mengenal dunia fotografi itu sendiri, berbeda dengan mereka yang terlahir pada masa awal dimana dunia fotografi hanya mengenal hitam putih. Visualilsasi dari fotografi monokoromatik hitam putih adalah menangkap dan berbicara melalui foto tanpa warna dengan mengandalkan visualisasi kedalaman dan kontras secara kuat dan jernih. Walaupun demikian, sebagian orang tetap berpendapat bahwa foto monokoromatik hitam putih penting untuk dokumentasi, seni, dan jurnalisme. Foto monokromatik hitam putih menciptakan impresi yang unik dan hal itu tidak dapat dilihat dalam foto berwarna. Komoposisi,  kedalaman ruang dan tingkat kekontrasan dalam foto monokromatik hitam putih dapat menampilkan sebuah pemandangan yang berbeda dari foto yang sama yang ditampilkan dalam fotmat berwarna dan sering kali tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut dengan perangkat lunak pengolah gambar karena sudah dapat menampilkan keindahan dan keunikannya sendiri. Visualisasi dari fotografi monokromatik hitam putih adalah menangkap dan berbicara melalui foto tanpa kehadiran warna dengan mengandalkan visualisasi kedalaman dan kontras secara kuat dan jernih.Kata Kunci: Fotografi, Monokromatik, Jurnalisme, Hitam Putih
Representasi Karakter Autis Dalam Film-Film Indonesia Sri Wijayanti; Isti Utami
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 9, No 1 (2022): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.031 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v9i1.503

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kepedulian arti pentingnya pemahaman yang benar terkait autis. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menjelaskan penggambaran autis melalui karakter yang ditampilkan dalam film-film Indonesia yang diproduksi pada kurun 2013-2018. Film dipandang berperan besar dalam upaya sosialisasi isu autisme yang sampai saat ini masih lazim disalahpahami masyarakat. Sehingga mengakibatkan stigma dan perilaku diskriminatif terhadap penyandang autis dan keluarganya. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika Barthes untuk dapat mengungkap representasi autis yang ditampilkan melalui karakter Abang (film Malaikat Juga Tahu), karakter Budi (film Malaikat Kecil) dan karakter Banyu (film Dancing In The Rain). Hasil penelitian menemukan bahwa film-film Indonesia masih menempatkan penyandang autis sebagai kelompok marginal dan sebagai bagian dari disabilitas yang digunakan sebagai komoditas penarik simpati. Temuan menarik lainnya, menampilkan sejumlah kriteria penyandang autis. Di satu sisi, penyandang autis cenderung menampilkan laki-laki, berlangsung seumur hidup, berasal dari kalangan menengah atas, senantiasa ada caregiver yang mendampingi, mendapatkan perilaku diskriminatif sampai digambarkan hiperpositif sehingga tampak kurang realistis. Namun, disisi lainnya, penyandang autis juga ditampilkan memiliki kemandirian dalam kehidupan keseharian, kelebihan dibidang tertentu, kesamaan karakteristik serta kepekaan perasaan.
Kajian Karakteristik Visual Pakaian Tokoh Pada Perancangan Buku Cerita Bergambar Sejarah Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa Ahmad Fuad; Putri Anggraeni
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8 (2021): Special Issue : Design Lifestyle And Behavior
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.837 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i0.419

Abstract

Buku cerita bergambar dengan tema sejarah adalah sebuah media penyampaian pengetahuan bertema sejarah sebuah tokoh dalam era tertentu. Salah satu tokoh yang dijadikan dalam perancangan buku cerita bergambar dengan tema sejarah adalah sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. Sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa yang merupakan tokoh pahlawan yang dikenal gigih melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa melawan Belanda di Serang, Banten membuat beliau diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia. Namun demikian, diperlukan sebuah kajian visual karakteristik pakaian karakter pada perancangan buku bergambar perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa agar memahami ilustrasi pakaian yang dikenakan karakter dalam perancangan buku bergambar tersebut dapat menghadirkan suasana sejarah tokoh Sultan Ageng Tirtayasa. Kesimpulannya, melalui analisa visual karakteristik pakaian tokoh dalam buku bergambar ini digunakan perancangan kombinasi metafora mimesis dan stilasi dengan penelusuran sejarah Sultan Agung Tirtayasa, agar dapat menghadirkan suasana sejarah yang juga disesuaikan dengan target market pengguna buku cerita bergambar ini.
Implementasi Konsep Arsitektur Hijau pada Desain Pengembangan Ruang Belajar Komunal Purisari, Rahma; Safitri, Ratna; Mannan, Khalid Abdul
WIDYAKALA JOURNAL : JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8, No 2 (2021): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.869 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i2.477

Abstract

Arsitektur hijau merupakan pendekatan rancangan arsitektur dalam menghasilkan bangunan dan lingkungan binaan yang seimbang dan bijak dalam penggunaan sumber daya alam. Konsep ini berkembang di Indonesia sejak IFC (International Finance Corporation) bekerjasama dengan GBCI (Green Building Council Indonesia) untuk membuat parameter dalam upaya memotivasi bangunan untuk mencapai rancangan dan performa yang berkelanjutan. Dalam perancangan ruang belajar komunal Puri Anjali yang berada di Kediri, Jawa Timur ini perancang berupaya untuk mengimplementasikan konsep arsitektur hijau, dimana perancang berupaya untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, menggunakan sumber daya energi dan pemakaian lahan yang efisien, serta meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungannya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan proses perancangan ruang komunal mulai dari identifikasi masalah pada lahan hingga implementasi konsep arsitektur hijau berdasarkan parameter GBCI. Dalam memberikan solusi terhadap rancangan, penulis mengolaborasikan metode penelitian kualitatif (studi literatur, studi preseden, studi tapak dan wawancara) dalam menerapkan parameter GBCI dan melakukan proses desain Zeisel (imaging, presenting dan testing) untuk memperoleh rancangan yang konstekstual. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan pengembangan ruang belajar komunal yang mengimplementasikan arsitektur hijau untuk memberikan keseimbangan antara aktifitas dan psikologis pengguna terhadap lingkungan binaannya.
Determinants Factors of Crafters Performance of SME’s at Tapis, Province of Lampung Mieke Rahayu; Betty Magdalena
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8, No 1 (2021): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.575 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i1.409

Abstract

This study aims to analyze and prove empirically the influence of managerial ability, work culture, organizational characteristics both partially and simultaneously on the innovation capability and performance of crafters at Tapis SMEs in Lampung Province. The research methods in this research are descriptive and verification methods. The population was 1,302 Tapis crafter in Lampung Province and a sample of 305 and as owner crafters as respondents, with questionnaires as data collection techniques, and data analysis technique was Structural Equation Modeling (SEM), using Lisrel 8.70. The results showed that partially or simultaneously, managerial ability, work culture, and organizational characteristics had a positive and significant influence on the capability of innovation. The results of this study also showed a positive effect of managerial ability, work culture, and innovation capabilities on the performance of crafters at Tapis SMEs in Lampung Province. Innovation capability can act as an intervening variable that strengthens the influence of managerial ability, organizational culture, and organizational characteristics on the performance of crafters the most dominant work culture influences the performance of craftsmen is 0.356. 
Project Delay Factor Ranking among Contractor, Client and Project Management Consultant in Construction Industry Asmi, Ade; Djamaris, Aurino RA
WIDYAKALA JOURNAL : JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8, No 2 (2021): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.616 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i2.389

Abstract

A construction project delay can result in financial losses to various parties involved both to the Contractor, Client and Project Management Consultant (PMC). This paper presents the results of a survey questionnaire conducted among Contractors, Clients and PMC. Data was analyzed with statistical tools to rank factors that influenced construction delays. From the results of the analysis there were 58 project delay factors that affected the delay of construction projects based on previous research. The project delay factors ranked so as to produce a project delay ranking sequence. Project delay factors will be grouped based on the perception of the Contractor, Client and PMC. Each project delay factor will be analyzed based on the type of delay factor, namely: Finance; Technical; and Coordination. It is concluded that the type of delay factor "finance" is a problem causing the project delay according to the perception of the "Client". While the type of "Technical" delay factor is the dominant cause of involvement according to the Contractor and PMC. For the type of delay factor "Coordination" is the main consideration for the cause of the project delay for the Contractor.  
Nyamankah ruangan di Universitas XYZ? Imelda Averina; Eddy Yusuf
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 9, No 2 (2022): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.653 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v9i2.618

Abstract

Tulisan ini mengkaji kualitas parameter akustik, dari lima ruangan di Univeristas XYZ, yang terbagi ke dalam tiga klaster fungsi (studio, ruang rapat, dan kelas). Rekaman suara dari sumber suara impulsif dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak REW untuk menghasilkan reverberation time RT60 dan speech clarity C50 yang dapat digunakan untuk memeringkat kelima ruangan tersebut. Analisis menunjukkan adanya korelasi yang erat antara volume ruangan, material penyusun ruangan, dan isi ruangan terhadap kualitas akustik ruangan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengalaman dan Kepuasan Pelanggan Perkotaan dalam Pembelian Melalui M-commerce Margaretha Pink Berlianto
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 7, No 2 (2020): Urban Development & Urban Lifestyle
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.279 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v7i2.347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi faktor-faktor yang memengaruhi pengalaman dan kepuasan pelanggan perkotaan pada pembelanjaan melalui perangkat mobile (m-commerce). Penelitian ini mengambil populasi dari pelanggan Shopee yang bertempat tinggal di Jakarta dan pernah melakukan pembelian melalui aplikasi mobile Shopee di telepon genggam atau  tablet. Data diambil dari 188 responden. PLS SEM digunakan untuk menganalisis data dan menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini adalah kualitas layanan berpengaruh positif terhadap pengalaman dan kepuasan pelanggan, perceived risk berpengaruh negatif terhadap kepuasan pelanggan dan pengalaman pelanggan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pelaku bisnis m-commerce harus dapat meningkatkan kualitas layanannya, mengurangi perceived risk dari m-commerce yang mereka kelola, dan juga meningkatkan pengalaman pelanggan untuk membuat pelanggan mereka puas.
Perencanaan dan Penataan Ruangan pada Bangunan Rumah Sakit Khusus Lansia (Geriatri) di Surakarta Shafira Rizki Ananda
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8 (2021): Special Issue : Design Lifestyle And Behavior
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.534 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i0.408

Abstract

Abstract — The number of elderly people in Indonesia continues to increase every year, Surakarta is one of the cities with a high life expectancy, and it is targeted to be an elderly friendly city. One of the ways to support the government's target written above is by providing health facilities that are elder-friendly. The design process for the Elderly Hospital facility is carried out in several stages. These stages include conducting surveys and observations in pre-existing facilities, determining project locations, identifying user activities and space requirements, and compiling detailed design and programming concepts. The interior design of the Elderly Hospital uses a natural-homey concept, the goal is that elderly patients do not feel strange and actually feel like being at home. This concept is also supported by the application of a minimalist style, which is outlined in simple forms with the aim that cleanliness in the hospital is always maintained. In addition, complete facilities are also available and this hospital also implement a system that can reduce physical queues, thereby reducing the risk of fatigue in elderly patients. The design of the Elderly Hospital prioritizes the comfort of elderly patients in seeking treatment. One of the methods used to provide this comfort is the use of the natural homey concept, which is then applied in giving colour to the room, namely using variety of brown shades.Keywords: hospital, geriatric, natural, homeyAbstrak — Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Surakarta merupakan salah satu kota dengan angka harapan hidup yang tinggi, serta ditargetkan menjadi kota yang ramah lansia. Salah satu cara untuk mendukung target pemerintah tersebut yaitu dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang ramah lansia. Proses desain fasilitas Rumah Sakit Lansia dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut antara lain melakukan survey dan observasi di fasilitas yang telah ada sebelumnya, menentukan lokasi proyek, mengidentifikasi kegiatan pengguna serta kebutuhan ruang, serta menyusun konsep desain dan programming secara rinci. Desain interior Rumah Sakit Khusus Lansia ini menggunakan konsep natural homey, tujuannya adalah agar pasien lansia tidak merasa asing dan justru merasakan nuansa seperti berada di rumah. Konsep ini juga didukung dengan penerapan gaya minimalis, yang dituangkan dalam bentuk-bentuk sederhana dengan tujuan agar kebersihan di dalam rumah sakit selalu terjaga. Selain itu juga tersedia fasilitas lengkap dan menerapkan sistem yang dapat mengurangi antrean fisik, sehingga dapat mengurangi risiko kelelahan pada pasien lansia. Desain Rumah Sakit Khusus Lansia mengutamakan kenyamanan pasien lansia dalam berobat. Salah satu cara yang digunakan untuk memberikan kenyamanan tersebut adalah penggunaan konsep natural homey, yang kemudian diterapkan dalam pemberian warna pada ruangan, yaitu menggunakan nuansa cokelat.Kata kunci: Rumah Sakit, Geriatri, Natural, Homey

Page 11 of 17 | Total Record : 162