cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA BANGUNAN PERKANTORAN (STUDI KASUS: GREEN OFFICE PARK 6, TANGERANG SELATAN) Syarif Hidayatulloh; Anisa Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan dalam sebuah pembangunan semakin banyak dilakukan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, namun dalam pembangunan tersebut selain terdapat sisi positif ditemukan juga sisi negatifnya seperti pembangunan yang dilakukan secara brutal sehingga menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar serta pertumbuhan penduduk yang pesat membutuhkan pasokan energi dan sumber daya alam yang seimbang juga. Konsep Arsitektur Berkelanjutan merupakan solusi konsep yang mendekati untuk masalah tersebut. Secara garis besar konsep ini menjelaskan bahwa manusia akan dituntut untuk menggunakan sumber daya sesedikit mungkin untuk meningkatkan kualitas hidup generasi sekarang dan juga yang akan datang agar dapat menikmati sumber daya yang ada di bumi dalam jangka waktu yang lama, tentunya hal ini membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan pembelajaran gambaran akan rencana masa yang akan datang, karena makhluk hidup akan selalu hidup saling berdampingan dengan alam. Oleh karena itu, menerapkan pembangunan dengan prinsip-prinsip konsep Arsitektur Berkelanjutan diharapkan dapat meminimalisir kerusakan lingkungan dan sebagai acuan dalam membangun sebuah bangunan terutama bangunan perkantoran yang umumnya banyak dilakukan. Kata Kunci: Arsitektur Berkelanjutan, Bangunan Perkantoran.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BRUTALISME PADA BANGUNAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ANDALAS Muchamad Taufiqur Himawan; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 2 (2021): Purwarupa Vol 5 No 2 September 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini meneliti penerapan prinsip-prinsip gaya arsitektur brutalisme pada bangunan Universitas Andalas. Brutalisme merupakan gaya arsitektur yang dikenalkan pasca perang dunia ke 2 yang artinya beton brut. Sehingga gaya brutalisme sering diidentifikasikan sebagai bangunan dengan material beton. Bangunan pendidikan yang diteliti merupakan bangunan universitas yang dilakukan untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan akademik. Prinsip-prinsip gaya brutalisme dijadikan sebagai alat penelitian yaitu bentuk bangunan geometris, material bangunan asli “jujur”, tekstur bangunan kasar, modular grid pada struktur, dan fungsi bangunan efektif. Prinsip-prinsip brutalisme dapat dikaji dari material bangunan, fasad bangunan, massa bangunan dan ruang-ruang dalam bangunan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bangunan Universitas Andalas menerapkan prinsip-prinsip brutalisme berbentuk geometris seperti bentuk persegi dan segitiga, permainan bentuk geometris, material bangunan beton asli,tekstur bangunan kasar, bangunan anti ornamen, modular grid pada struktur bangunan, mengekspose struktur bangunan serta pemanfaatan fungsi bangunan efektif.  Berdasarkan kajian ini disimpulkan bahwa bangunan Universitas Andalas menerapkan gaya arsitektur brutalisme berdasarkan analisis.Kata Kunci: Brutalisme, Universitas Andalas
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA BANGUNAN KANTOR PERMATA KUNINGAN OFFICE TOWER Uwaissal Qoron; Sepli Yandri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kajian ini membahas penerapan konsep arsitektur modern pada bangunan kantor permata kuningan office tower. Hal yang melatarbelakangi pentingnya kajian ini adalah banyaknya perkantoran di Jakarta yang digunakan sebagai fasilitas penunjang perekonomian. Sebuah pengembangan dan penyempurnaan karakter dari sebuah gedung perkantoran juga memerlukan sentuhan konsep arsitektur modern, yang dikira perlu dalam membuat kesan menarik dan modern dalam sebuah bangunan dengan tujuan meningkatkan moral pekerja dan pengguna bangunan. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern pada bangunan perkantoran Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan prinsip-prinsip arsitektur modern dan penerapannya pada studi kasus yang diteliti. Obyek penelitian merupakan kantor permata kuningan office tower. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisis penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern pada studi kasus tersebut. Hasil dari kajian ini adalah perkantoran yang diteliti sudah didesain dengan menerapkan fasade yang membentuk sudut 90°, memeliki bentuk yang sederhana, jendela yang memebentuk sebuah bidang horizontal, penerapan elemen vertikal dan horizontal pada fasad, pemanfaatan roof top untuk área maintenance dan utility, menerapkan bukaan sebagai sirkulasi cahaya dan penghawaan alami, menggunakan warnah cerah, hubungan anatra ruang, elemen utama ruang, efisiensi waktu disebabkan karena hubungan ruang yang baik, struktur yang jujur, pilotis, material yang difabrikasi, penerapan sistema modul, dan bahan dan material sesuai fungsi. Kata Kunci: prinsip, arsitektur modern, perkantoran, fasad, bangunan ABSTRACT. This study discusses the application of modern architectural concepts to the Permata Kuningan office tower. The reason behind the importance of this study is the number of offices in Jakarta that are used as economic support facilities. A development and refinement of the character of an office building also requires a touch of modern architectural concepts, which are considered necessary in creating an attractive and modern impression in a building with the aim of increasing the morale of workers and building users. The problem of this research is how to apply the principles of modern architecture to office buildings. The purpose of this study is to identify and describe the principles of modern architecture and their application to the case studies studied. The object of research is the Permata Kuningan office tower. The research method used is descriptive qualitative, by analyzing the application of modern architectural principles in the case study. The results of this study are the offices studied have been designed by applying a facade that forms an angle of 90°, has a simple shape, windows that form a horizontal plane, the application of vertical and horizontal elements on the facade, the use of roof tops for maintenance and utility areas, applying openings as light circulation and natural ventilation, using bright colors, relationships between spaces, the main elements of space, time efficiency is due to good spatial relations, honest, pilotistic structures, fabricated materials, application of module systems, and materials and materials according to function.Keywords: principle, modern architecture, office, facade, building
KONSEP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA BANGUNAN HOTEL MERCURE BATAVIA Asep Septian; Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 2 (2021): Purwarupa Vol 5 No 2 September 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur kontekstual adalah salah satu konsep dalam bidang ilmu arsitektur yang membahas tentang hubungan antara bangunan baru dan bagunan lama atau bisa juga membahas tentang hubungan antara bangunan dengan lingkungan sekitar dalam segi : kegiatan, lingkungan dan visual. Konsep kontekstual dapat dilihat dari sebuah kawasan mulai dari yang modern hingga kawasan yang bersejarah. Dalam hal penelitian ini kawasan yang diteliti yaitu kawasan sebuah bangunan hotel. Penelitian ini pula memiliki tujuan yaitu tentang menjelaskan prinsip – prinsip konsep arsitektur kontekstual pada bangunan hotel Mercure Batavia terutama kontekstual dalam segi ukuran, bentuk dan warna. Konsep arsitektur kontekstual memiliki dua prinsip yaitu kontras dan hormoni. Kajian tentang konsep arsitektur kontekstual pada bangunan hotel menggunakan metode deskriptif kualitatif deduktif, yaitu mencari teori yang sudah ada sebagai pemandu untuk mencari studi kasus hotel lalu dilakukan analisis dengan prinsip prinsip arsitektur kontekstual. Hasil dari penelitian ini mencakup tentang bagaimana prinsip arsitektur kontekstual yang sudah ada apakah bangunan hotel Mercure Batavia yang berada di kawasan bersejarah Kota Tua sudah menggunakan prinsip kontekstual kontras & harmoni ataukan belum. Kata Kunci: Arsitektur Kontekstual, Hotel, Kawasan. ABSTRACT. Contextual architecture is one of the concepts in the field of architecture that discusses the relationship between new buildings and old buildings or it can also discuss the relationship between buildings and the surrounding environment in terms of activities, environment and visuals. Contextual concepts can be seen from an area ranging from modern to historic areas. In this research, the area under study is the area of a hotel building. This research also has a purpose, namely explaining the principles of contextual architectural concepts in the Mercure Batavia hotel building, especially contextual in terms of size, shape and color. The concept of contextual architecture has two principles, namely contrast and hormones. The study of the concept of contextual architecture in hotel buildings uses a descriptive qualitative deductive method, namely looking for existing theories as a guide to find hotel case studies and then analyzing them with the principles of contextual architecture. The results of this study include how the existing contextual architectural principles are whether the Mercure Batavia hotel building located in the historic area of Old City has used the contextual principle of contrast & harmony or not.Keywords: Contextual Architecture, Hotels, Regions. 
KAJIAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN HUNIAN VERTIKAL (STUDY KASUS: RUMAH SUSUN PENGGILINGAN TOWER E, JAKARTA TIMUR) Annisa Aulia Suwandi; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 2 (2021): Purwarupa Vol 5 No 2 September 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hunian vertikal dengan konsep arsitektur perilaku diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul pada masyarakat berpenghasilan rendah dengan menghadirkan hunian yang mewadahi karakteristik pola perilaku, kebiasaan, tradisi, budaya, maupun system kemasyarakatan lainnya, baik secara individu maupun kelompok masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Hunian Vertikal serta mengetahui bagaimana hubungan antara perilaku dengan setting ruang yang terjadi pada bangunan Hunian Vertikal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa data primer dan data sekunder yang dianalis menggunakan teori tingkat kebutuhan (Hirarchy Level of Needs) dari Abraham Maslow (1998) Dengan metode berupa pengamatan setting ruang serta pemetaan perilaku menggunakan metode behavioral mapping yang difokuskan pada unit hunian dan ruang komunal bangunan, serta setting ruang yang berhubungan dengan perilaku pengguna. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan arsitektur perilaku pada bangunan hunian vertikal (rumah susun) dapat terlihat dari keterkaitan antara kebutuhan akan perilaku pengguna rumah susun dengan bentuk dan kondisi unit serta sarana dan prasarana yang ada.
Kajian Konsep Arstiektur Surya Pasif Pada Bangunan Mall Bintaro Jaya Xcange Barrery Reza Bumi; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai 2 musim sepanjang tahunnya, yaitu musim kemarau (kering) dan musim hujan (basah). Berdasarkan letak geografisnya. Indonesia menjadi salah satu negara yang beriklim tropis. Sinar matahari di daerah yang beriklim tropis sering kali membuat rumah-rumah atau bangunan di Indonesia menjadi tempat yang kurang nyaman bagi penggunanya. Hal tersebut dikarenakan kurangnya bukaan-bukaan sirkulasi udara maupun sirkulasi cahaya dan berdampak pada penggunaan AC yang berlebihan pada bangunan, salah satunya dapat dilihat pada bangunan-bangunan mall di Indonesia. Kondisi tersebut membuat bangunan mall di indonesia mayoritas menggunakan energi yang sangat besar karena membutuhkan penghawaan dan pencahayaan buatan baik saat siang maupun malam hari. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan desain pasif pada bangunan, termasuk diantaranya adalah konsep Arsitektur Surya Pasif. Konsep surya pasif dapat meningkatkan kualitas kenyamanan bagi para pengunjung mall ini. Penelitian ini dilakukan pada bangunan mall yang kemungkinan menggunakan konsep surya pasif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dimana penulis mendeskripsikan dan mengidentifikasikan setiap Elemen desain yang mendukung penerapan konsep arsitektur surya pasif pada bangunan mal tertentu. Studi kasus pada penelitian ini adalah Bintaro Jaya Xchange Mall yang terletak di Jl. Lingkar Tol, CBD Boulevard Bintaro Jaya Sektor 7, Tangerang 15227 Indonesia. Diharapkan penelitian ini bisa bermanfaat sebagai acuan bagi Khalayak umum, khususnya para arsitek untuk dapat merancang bangunan mall yang merespon pada kondisi iklim setempat dan mampu mengoptimalkan keberadaan energi terbarukan, yaitu matahari.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR SURYA PASIF PADA BANGUNAN PERIBADATAN MASJID SALMAN ITB Wawan Gunawan; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 2 (2021): Purwarupa Vol 5 No 2 September 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki 2 musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Indonesia mendapatkan sinar matahari secara intens sepanjang tahunnya. Namun sinar matahari yang cukup intens tersebut seringkali memberi dampak ketidaknyamanan pada bangunan-bangunan yang ada di Indonesia. Beberapa mayoritas bangunan masjid di Indonesia banyak yang tidak memperhatikan kualitas kenyamanan termal, visual dan kualitas udara dalam ruang. Maka dari itu, pengetahuan mengenai desain bangunan masjid yang memperhatikan aspek-aspek kualitas tersebut sangat diperlukan. Solusi yang lebih hemat energi dan berkelanjutan adalah solusi konsep arsitektur yang menerapkan desain pasif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai desain bangunan masjid dengan konsep arsitektur surya pasif sehingga dapat dipelajari dan dapat diterapkan pada bangunan masjid di Indonesia yang lainnya. Sehingga dapat menjaga masyarakat yang beribadah menjadi lebih kyusuk, menambah kualitas dalam beribadah, membuat jamaah nyaman di dalam masjid dan membuat bangunan masjid menjadi bangunan yang lebih ramah lingkungan. 
Penerapan Konsep Arsitektur Neo Vernakular Pada Stasiun Malang Kota Baru Jajang Nurjaman; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Malang Kota Baru merupakan stasiun kereta api kelas A. Stasiun ini merupakan bangunan baru yang dibuat untuk memperluas stasiun lama. Pada Bangunan Stasiun Malang Kota Baru menerapkan unsur lokal yang dikombinasikan dengan unsur modern yang dinamakan konsep arsitektur neo vernakular. Arsitektur neo vernakular dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat, dengan menggunakan material lokal, mempunyai unsur adat istiadat atau budaya dan disatu padukan dengan sentuhan modern yang mendukung nilai dari vernakular itu sendiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuasi kualitatif. Dengan pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan gambaran penerapan arsitektur neo vernakular pada Stasiun Malang Kota Baru.  Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk memahami konsep arsitektur neo vernakular dalam desain stasiun kereta. Selain itu untuk memahami bagaimana penerapan konsep arsitektur neo vernakular dalam bangunan stasiun kereta.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA BANGUNAN PERKANTORAN handika putra muarif; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur Modern merupakan salah satu konsep yang terkenal dari dulu hingga sekarang. Gaya arsitektur modern yang menghilangkan corak ornamen merupakan salah satu ciri khas yang kental dari Arsitektur modern. Dengan menjadikan bangunan menjadi lebih minimalis arsitektur modern membawa dampak yang baik pada dunia arsitektur hingga saat ini. Salah satu nya adalah arsitektur modern pada bangunan perkantoran, untuk mencapai kualitas yang bagus fasilitas menjadi peran yang sangat penting pada bangunan perkantoran. Bangunan perkantoran merupakan tempat kerja, ruang kerja, instansi, badan, perusahaan maupun tempat untuk menyelenggarakan kegiatan perkumpulan, pencatatan, pengelolaan, penyimpanan, serta pendistribusian data. Dan perkantoran secara umum memiliki arti tersendiri yaitu bagian dari organisasi yang menjadi pusat bagi kegiatan administrasi dan pengendalian kegiatan pengelolaan data atau informasi.Penerapan arsitektur modern pada bangunan perkantoran bisa terlihat pada tampak dan denah dari bangunan perkantoran. Pada Era modern saat inipun design perkantoran sudah banyak yang berubah dengan menerapkan ilmu arsitektur di dalamnya seperti konsep arsitektur modern pada bangunan perkantoran.Konsep tersebut di terapkan karena arsitektur modern berperan penting dalam design suatu bangunan contohnya seperti gedung menara karya kuningan, Gedung UOB Plaza MH Thamrin dan Gedung Menara palma, gedung tersebut sangat minimalis tetapi apabila kita melihat dari kejauhan gedung tersebut seakan memperlihatkan kemewahan bangunan perkantoran tersebut. Konsep Arsitektur Modern diberikan kepada sejumlah bangunan dengan gaya karakteristik yang mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghapus segala macam ornamen. Karakter ini dosinyalir pertama muncul pada sekitar tahun 1900. Pada tahun 1940 gaya ini telah diperkuat dan dikenali dengan Gaya Internasional dan menjadi bangunan yang dominan untuk beberapa dekade dalam abad ke-20 ini. Kata Kunci: Arsitektur, perkantoran, Desain perkantoran, Arsitektur modern, Penerapan Arsitektur Modern  ABSTRACT. Modern architecture is one of the famous concepts from the past until now. The modern architectural style that eliminates the ornamental pattern is one of the strong characteristics of modern architecture. By making the building more minimalist, modern architecture brings a good impact on the world of architecture to date. One of them is modern architecture in office buildings, to achieve good quality facilities become a very important role in office buildings. An office building is a place of work, work space, agency, agency, company or place to organize association activities, recording, managing, storing, and distributing data. And offices in general have their own meaning, namely part of the organization that is the center for administrative activities and control of data or information management activities. The application of modern architecture in office buildings can be seen in the looks and plans of office buildings. Even in the modern era, office design has changed a lot by applying the science of architecture in it, such as the concept of modern architecture in office buildings. and the Palma Tower Building, the building is very minimalist but if we look from a distance the building seems to show the luxury of the office building. The concept of Modern Architecture is given to a number of buildings with characteristic styles that prioritize simplicity of form and remove all kinds of ornaments. This character allegedly first appeared around 1900. By 1940 this style had been strengthened and recognized as the International Style and became the dominant building for several decades in the 20th century.  Keywords: Architecture, office, office design, Modern Architecture, Application of modern architecture
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PARAMETRIK PADA BANGUNAN MUSEUM SOUMAYA indra Brama jaya; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 2 (2021): Purwarupa Vol 5 No 2 September 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode parametrik merupakan salah satu desain dengan menggunakan aplikasi grasshopper dan rhinoceros, dimana memudahkan  dalam  membuat gubahan bentuk eksterior maupun interior, mulai dari bentuk yang biasa hingga yang sulit. Konsep parametrik biasa memunculkan bentuk-bentuk gubahan baru. Dalam mendesain konsep museum parametrik diperlukan pemahaman tentang logika programmer dan algoritma, sehingga biasa menguasai aplikasi penunjang konsep parametrik secara detail. Bangunan museum somaya merupakan contoh dari konsep arsitektur parametrik. Dari luar, bangunan ini berbentuk organik dan asimetris yang di pandang berbeda oleh setiap pengunjung, sekligus mencerminkan koleksi di dalamnya.