cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
KONSEP KEARIFAN LOKAL PADA DESAIN LOUNGE & LEARNING SQUARE (LLS) : FLYING SPACE UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI MEDAN Negoro, Satria Abdi; Aini, Cut Nur
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.7-16

Abstract

Universitas adalah salah satu jenis perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau professional dalam disiplin ilmu tertentu. Melihat dari pengertian universitas yang merupakan tempat terkonsentrasinya beberapa fakultas, yang berarti memiliki jumlah mahasiswa yang besar maka diperlukan tempat untuk mengakomodir kegiatan belajar yang memadai seperti ruang belajar dan ruang bekerja bagi para pengurus dan pengajar dalam suatu universitas. Kegiatan belajar mengajar umumnya dilakukan pada ruang kelas dan hal mainstream ini terkadang menimbulkan kejenuhan bagi para mahasiswa yang selalu belajar di dalam ruangan / kelas. Untuk dapat memaksimalkan fokus belajar maka variasi cara belajar perlu dilakukan untuk menghindari kejenuhan. Flying Space dibangun dengan tujuan untuk memberikan wadah baru dalam belajar dan bersosialisasi yang diharapkan dapat memberi semangat dalam menerima pelajaran. Flying Space Universitas Pembangunan Panca Budi juga memberikan wadah bagi para pelaku pengajar untuk dapat memanfaatkan fungsi Lounge yang juga dapat dimanfaatkan oleh pengunjung lain seperti mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengembalikan energi para pengguna baik mahasiswa maupun pelaku pengajar dari penatnya aktifitas belajar mengajar
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA MASJID DARUL ULUM PAMULANG Faisal, Ahmad; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.45-52

Abstract

Masjid adalah tempat peribadatan bagi umat islam, merupakan tempat suci dimana umat islam melaksanakan kewajiban sholat berjamaah, dzikir, I’tikaf dan lain sebagainya yang bertujuan untuk mendekatkan diri Kepada Sang Pencipta. masjid yang kurang nyaman membuat proses ibadah di dalamnya menjadi tidak terlalu khusyu. Pendekatan arsitektur bioklimatik adalah solusi yang memanfaatkan sumber daya alam eksisting Dengan mengetahui apa saja penerapan arsitektur bioklimatik pada bangunan masjid, dan Mengetahui aspek-aspek pada bangunan masjid yang terpengaruh langsung pada arsitektur bioklimatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, yaitu untuk mengetahui penerapan konsep arsitektur bioklimatik. Sehingga dalam prinsip bioklimatik yaitu core, orientasi, penempatan jendela, balkon, ruang transisi, desain dinding, lanskap, desain pasif dan penyekatan panas pada lantai dapat diaplikasikan dengan secara baik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data sekunder. Data sekunder adalah metode survei data dengan mengumpulkan data yang diambil dari buku, catatan, arsip, dan literatur dari penelitian sebelumnya. Dengan Hasil dari bioklimatik yaitu core, orientasi, penempatan jendela, balkon, ruang transisi, desain dinding, lanskap, desain pasif dan penyekatan panas pada lantai.
Kajian Elemen Citra Kota Dalam Kawasan Kota Tua Zona Inti (Kevin Lynch) Fatih, Muhammad Al; Hasanah, Cecile Daraceti; Taufiq, Wan Muhammad; Purwantiasning, Ari Widyanti
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.17-24

Abstract

ABSTRAK. Citra kota belum tentu merupakan identitas. Citra Kota dapat dibuat secara instan, sedangkan identitas membutuhkan waktu yang lama untuk membentuknya melalui berbagai penelitian mendalam dan mengkaji faktor-faktor tertentu untuk menentukan identitas kawasan atau lingkungan tersebut. Kawasan kota tua Jakarta merupakan kawasan yang kami teliti untuk mengkaji dan melakukan pengamatan dalam menetukan citra kota kawasan kota tua jakarta sesuai konsep teori elemen citra kota oleh Kevin Lynch. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan métode deskriptif kualitatif. penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian itu dilakukan. Lokasi penelitian terletak pada kawasan zona inti kota tua jakarta dan data yang digunakan pada penelitian ini hanyalah data sekunder berupa artikel atau jurnal. Penelitian ini dilakukan agar dapat memahami dan mengetahui tentang penerapan teori Kevin Lynch dalam menentukan citra kota serta dapat mengidentifikasi elemen-elemen penting yang ada pada kawasan kota tua. Kata Kunci: elemen citra kota, Kawasan zona inti kota tua, kevin lynch ABSTRACT. City image is not necessarily an identity. The image of a city can be created instantly, while an identity takes a long time to form it through various in-depth studies and examining certain factors to determine the identity of the area or environment. The old city area of Jakarta is an area that we researched to study and make observations in determining the image of the old Jakarta city area according to the concept of urban image element theory by Kevin Lynch. The method used in this research is qualitative descriptive method. Qualitative research is intended to collect information about the status of an existing symptom, namely the state of the symptoms according to what they were at the time the research was conducted. The research location is located in the core zone of the old city of Jakarta and the data used in this study are only secondary data in the form of articles or journals. This research was conducted in order to understand and find out about the application of Kevin Lynch's theory in determining the image of the city and to identify the important elements that exist in the old city area. Keywords: city image element, old town core zone area, kevin lynch
ANALISA APLIKASI KONSEP ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA BANGUNAN PARKIR, STADION ESPORTS, DAN KANTOR GOOGLE (Studi Kasus : The Amazing VW Autostadt, Stadium Esports Arlington, dan Kantor Google) Latief, Muhammad Abdul; Ramadhan, Bayu; Ardiansyah, Ridho
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.25-32

Abstract

ABSTRAK. Peningkatan jumlah kendaraan yang parkir diruas jalan mengakibatkan kemacetan, kurangnya sarana dan wadah yang disediakan bagi atlet esport di Indonesia, sampai peningkatan persahaan-perusahaan baru yang membutuhkan tempat. Keingintahuan akan pengaplikasian prinsip arsitektur industrial pada bangunan Gedung Parkir, Esport Stadium dan Kantor Google menjadi alasan dilakukannya penelitian ini. Metode penelitian ini menggunakan metode literatur yang dimana semua data yang dikumpulkan bersumber dari internet dan buku – buku yang membahas tentang Arsitektur Industrial. Dan penelitian ini menganalisis konsep Arsitektur Industrial dari 3 aspek, yang pertama dari aspek penerapan wujud geometric disiplin, yang kedua aspek susunan rangka terbuka, dan yang ketiga kejujuran material. Dimana aspek – aspek tersebut dianalisis dari ketiga obyek bangunan tersebut. Pengaplikasian konsep industrial pada ketiga bangunan tersebut didasari dari prinsip – prinsip arsitektur industrial, yaitu harus memiliki sifat bersih (clean) dan rapi (discipline), dan diwujudkan pada elemen arsitektur berupa bidang, dapat berupa bidang dinding, bidang, lantai, bidang langit-langit, dan bidang atap dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometrik. Kata Kunci: Arsitektur Industrial, Gedung Parkir, Stadion Esports, Kantor Google, Material, Struktur, Warna ABSTRACT. The increase in the number of vehicles parked on the road causes congestion, lack of facilities and containers provided for esports athletes in Indonesia, to an increase in new companies that need a place. Curiosity about the application of industrial architectural principles in the Parking Building, Esport Stadium and Google Office buildings is the reason for doing this research. This research method uses the literature method in which all the data collected is sourced from the internet and books that discuss Industrial Architecture. And this study analyzes the concept of Industrial Architecture from 3 aspects, the first is from the aspect of applying the geometric form of the discipline, the second is the aspect of the open frame arrangement, and the third is material honesty. Where these aspects are analyzed from the three objects of the building. The application of industrial concepts to the three buildings is based on the principles of industrial architecture, which must have clean and neat characteristics (discipline), and is manifested in architectural elements in the form of fields, which can be in the form of walls, planes, floors, ceiling planes, and the roof plane by using basic geometric shapes. Keywords: Industrial Architecture, Parking Building, Esports Stadium, Google Office, Material, Structure, Color
Kajian Arsitektur Bioklimatik Pada Bangunan Hunian Vertikal (Studi Kasus Universitas Bunda Mulya Housing Jakarta) KURNIA, YUDI; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.53-60

Abstract

ABSTRAK. Universitas Bunda Mulya Housing merupakan sebuah asrama atau tempat tinggal untuk mahasiswa Universitas Bunda Mulya baik untuk mahasiswa yang jauh dari kampus atau dari luar kota Jakarta. Bangunan ini merupakan respon Universitas Bunda Mulia terhadap masalah lalu lintas terparah di dunia Jakarta sebagai salah satu kota besar dengan populasi lebih dari 10 juta dan meningkatnya jumlah mahasiswa luar kota yang mendaftar ke universitas setiap tahun. Bangunan UBM Housing hanya berjarak lima menit berjalan kaki dari kampus. UBM Housing adalah bangunan yang disediakan oleh Universitas Bunda Mulya untuk para mahasiswanya. UMB Housing dapat dikatakan memenuhi arsitektur bioklimatik karena UBM Housing bisa menghasilkan sebuah desain yang merespon iklim setempat dengan keterbatasan lahan yang membuat suhu di dalam bangunan nyaman bagi aktivitas manusia dan bisa memanfaatkan sumber daya alam untuk kenyamanan di dalam bangunan.  Arsitektur bioklimatik merupakan arsitektur modern yang di pengeruhi oleh iklim. Arsitektur bioklimatik adalah pendekatan yang dilakukan oleh arsitek agar dapat membantu untuk menyelesaikan sebuah desain dengan memperhatikan hubungan antara iklim pada daerah tersebut dengan bentuk arsitektur yang akan dibangun. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan gambaran penerapan arsitektur bioklimatik pada bangunan UMB Housing. Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk memahami konsep arsitektur bioklimatik dalam desian bangunan UMB Housing. Selain itu untuk memahami bagaimana penerapan konsep arsitektur bioklimatik dalam bangunan UBM Housing. Kata Kunci: Arsitektur, arsitektur bioklimatik, iklim ABSTRACT. Bunda Mulya Housing University is a hostel or residence for Bunda Mulya University students, both for students who are far from campus or from outside the city of Jakarta. This building is the response of Bunda Mulia University to the world's worst traffic problem. Jakarta is a big city with a population of more than 10 million and an increasing number of out-of-town students applying to the university every year. The UBM Housing building is only a five-minute walk from the campus. UBM Housing is a building provided by Bunda Mulya University for its students. UMB Housing can be said to fulfill bioclimatic architecture because UBM Housing can produce a design that responds to the local climate with limited land that makes the temperature inside the building comfortable for human activities and can utilize natural resources for comfort inside the building. Bioclimatic architecture is modern architecture that is influenced by climate. Bioclimatic architecture is an approach taken by architects to help complete a design by taking into account the relationship between the climate in the area and the architectural form to be built. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach. With this approach it is expected to be able to produce an overview of the application of bioclimatic architecture in UMB Housing buildings. The purpose of this research is to understand the concept of bioclimatic architecture in the UMB Housing building design. In addition to understanding how to apply the concept of bioclimatic architecture in UBM Housing buildings. Keywords: architecture, bioclimatic architecture, climate
KAJIAN ARSITEKTUR METAFORA PADA BANGUNAN MUSEUM (MUSEUM TSUNAMI, ACEH) Oktaverina, Gilda Larasati; Anisa, Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.61-66

Abstract

Museum merupakan suatu tempat yang diperuntukkan untuk masyarakat umum dimana didalamnya terdapat benda-benda yang patut untuk dipamerkan karena benda tersebut memiliki nilai tersendiri seperti peninggalan bersejarah, seni, ilmu, juga untuk menyimpan barang-barang kuno. Museum sendiri berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan, perawatan, pengamanan dan pelestarian benda benda bukti hasil peradaban budaya manusia serta lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kebudayaan bangsa. Meskipun demikian museum mengalami penurunan minat pengunjung karena museum terkesan membosankan dan kurang memiliki daya tarik untuk dikunjungi. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menggunakan teori yang sudah ada dan didukung dengan data secara faktual yang kemudian di proses untuk memahami bagaimana penerapan konsep arsitektur metafora terhadap bangunan museum. Dimana konsep arsitektur metafora merupakan konsep yang mengutamakan tampilan bangunan. Dan karena itu pemilihan dan penerapan yang akan dimetaforakan menjadi aspek penting dalam proses desain. Sehingga selain dapat digunakan sesuai fungsinya, desain juga dapat dinikmati secara visual sehingga minat pengunjung untuk datang ke museum menjadi meningkat.
Penerapan Arsitektur Surya Pasif pada Bangunan Hunian Vertikal Kollektive Hotel budiman, ahmad riyan; anisa, anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.67-72

Abstract

ABSTRAK. Menurut letak geografisnya, salah satu negara yang dilintasi garis katulistiwa adalah Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun dengan skala yang cukup tinggi. Sayangnya, Sinar matahari yang cukup tinggi di Indonesia seringkali membuat penghuni bangunan merasa tidak nyaman. Hal ini disebabkan minimnya bukaan sirkulasi udara dan sirkulasi cahaya, sehingga berdampak pada penggunaan AC yang berlebihan, contohnya dapat di lihat pada bangunan hunian vertikal. Banyak solusi yang bisa mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya ialah dengan solusi hemat energy dan menekankan desain surya  pasif. Sistem Arsitektur Surya Pasif (passive solar system) yaitu dengan memanfaatkan teknik energi surya pada bangunan melalui perancangan arsitektur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan dilakukan secara deduktif dengan memahami teori surya pasif  yang diaplikasikan pada suatu contoh kemuadian didapatlah kesimpulan yang bersifat komperhensif. Penulis mengidentifikasi lalu menganalisis dari 3 studi kasus dari beberapa sumber, yaitu bangunan apartement Greenhost Boutique Hotel, Kollektiv Hotel, Pitamera/Paddington Heights. Hasil analisa berupa penjabaran deskriptif mengenai penerapan arsitektur surya pasif pada ketiga bangunan.   Kata Kunci: Arsitektur Surya Pasif, Bangunan Hunian Vertikal, Hotel, Apartement ABSTRACT. According to its geographical location, one of the countries crossed by the equator is Indonesia. Based on this, Indonesia gets sunlight throughout the year on a fairly high scale. Unfortunately, the high sunlight in Indonesia often makes building occupants feel uncomfortable. This is due to the lack of air circulation openings and light circulation, so that it has an impact on excessive use of air conditioning, an example of which can be seen in vertical residential buildings. Many solutions can overcome these problems, one of which is energy-saving solutions and emphasizes passive solar designs. Passive Solar Architectural System (passive solar system) that is by utilizing solar energy techniques in buildings through architectural design. The study used a qualitative descriptive method. The approach is carried out deductively by understanding the passive solar theory which is applied to an example then a comprehensive conclusion is obtained. The author identifies and then analyzes 3 case studies from several sources, namely the Greenhost Boutique Hotel apartment building, Kollektiv Hotel, Pitamera/Paddington Heights. The results of the analysis are in the form of a descriptive description of the application of passive solar architecture in the three buildings. Keywords: Passive Solar Architecture, Vertical Residential Buildings, Hotel, Apartment
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN TROPIS PADA BANGUNAN RESORT STUDI KASUS : BHOTANICA KHAO YAI, THAILAND gustianingrum, ramasasti; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.73-78

Abstract

Peningkatan suatu kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang adalah salah satu ciri dari perkembangan sebuah kota besar. Pada era globalisasi saat ini, smartphone merupakan aktivitas hiburan sesaat yang dilakukan oleh kebanyakan orang dalam waktu senggang. Namun, hal itu tidak dapat memenuhi kebutuhan hiburannya, sehingga kebanyakan orang mencari suasana baru untuk mengatasi kejenuhannya yang dapat menunjang kenyaman dan fasilitas yang dapat mewadahi aktivitas hiburan. Solusinya adalah dengan menciptakan sebuah tempat tinggal sementara yang setidaknya di dalamnya terdapat lima jenis pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang prinsip dari desain arsitektur modern tropis melalui parameter-parameter konsep desain arsitektur modern tropis pada bangunan resort. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penerapan konsep arsitektur modern tropis melibatkan bentuk bangunan, fasad bangunan, dan material bangunannya yang memiliki keterkaitan antara desain bangunan terhadap iklim. 
KAJIAN KONSEP MODERN VERNAKULAR PADA GRAND SOLL MARINA HOTEL TANGERANG Rasid, Cahyo Abi; Nur'aini, Ratna Dewi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.79-84

Abstract

 ABSTRAKArsitektur modern vernakular merupakan sebuah konsep yang berasal dari aliran post modern. Modern vernakular merupakan perpaduan dari arsitektur modern dan arsitektur vernakular. Modern vernakular merupakan desain bangunan yang mengutamakan kesederhanaan dalam segi bentuk dan meninggalkan macam-macam ornament. Hunian vertikal hotel merupakan salah satu bangunan yang terdapat nilai-nilai modern vernakular karena adanya penerapan unsur budaya sekitar pada bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan konsep modern vernakular pada hunian vertikal hotel. Pada penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif untuk mendeskripsikan keadaaan pada lapangan secara mendalam dan menghasilkan konsep modern vernakular. Dengan adanya penelitian ini mampu mendeskripsikan penerapan konsep modern vernakular pada hunian vertikal hotel. Penelitian ini memiliki studi kasus yaitu bangunan hotel Grand Soll Marina Hotel Tangerang. Dengan menerapkan ciri-ciri arsitektur modern vernakular dalam penelitian, maka dapat melestarikan budaya lokal seiring dengan kemajuan zaman. Dalam penerapannya menganut bentuk standar dengan makna baru, bentuk tradisional dengan dikemas dengan modern, mengintegrasikan ruang interior dan eksterior, serta menggunakan material lokal di setiap ruang. Kata Kunci: arsitektur modern, arsitektur vernakular, hotel, hunian vertikal, dan modern vernakular.  ABSTRACTModern vernacular architecture is a concept that originates from the post modern school. Modern vernacular is a blend of modern architecture and vernacular architecture. Modern vernacular is a building design that prioritizes simplicity in terms of form and abandons various ornaments. The vertical occupancy of the hotel is one of the buildings that has vernacular modern values due to the application of surrounding cultural elements to the building. This research was conducted to determine the application of modern vernacular concepts to vertical hotel occupancy. In this study, a qualitative description method was used to describe the situation in the field in depth and produce a modern vernacular concept. This research is able to describe the application of modern vernacular concepts to vertical hotel occupancy. This research has a case study, namely the Grand Soll Marina Hotel Tangerang hotel building. By applying the characteristics of vernacular modern architecture in research, it is possible to preserve local culture along with the progress of the times. In its application, it adheres to standard forms with new meanings, traditional forms packaged in a modern way, integrating interior and exterior spaces, and using local materials in each space. Keywords: Modern architecture, vernacular architecture, hotels, vertical residences, and modern vernacular.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN PUSAT PERKANTORAN AL DAR HEADQUARTERS, ABU DHABI Ryan Dimas; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2023): Purwarupa Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.1.73-80

Abstract

ABSTRAK. Bangunan pusat perkantoran merupakan bangunan yang difungsikan sebagai wadah atau tempat untuk menjalankan kegiatan seperti berbisnis, pelayan jasa, dan informasi. Namun dari banyaknya bangunan perkantoran yang sering dijumpai memiliki dominan bentuk yang monoton, karena bangunan-bangunan tersebut terpacu dengan konsep bentuk menyesuaikan fungsi. Namun bagaimana bila selain bentuk bangunan menyesuaikan fungsi juga memiliki tampilan yang menarik. Salah satu contoh yaitu bangunan perkantoran dengan menerapkan konsep futuristik atau yang berarti menuju masa depan seperti yang dilakukan pada penelitian ini, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana proses penerapan arsitektur futuristik kedalam bentuk bangunan perkantoran serta untuk memahami prinsip-prinsip apa saja dari arsitektur futuristik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuasi kualitatif dengan mengkaji pada bangunan studi kasus seperti Al dar headquarters. Kata Kunci : Arsitektur Futuristik, Futuristik, Pusat Perkantoran ABSTRACT. The central office building is a building that functions as a container or place to carry out activities such as doing business, service providers, and information. However, of the many office buildings that are often found to have a dominant form that is monotonous, because these buildings are driven by the concept of form adjusting function. But what if in addition to the shape of the building adjusting the function also has an attractive appearance. One example is office buildings by applying futuristic concepts or meaning towards the future as is done in this study, the purpose of this research is to understand how the process of implementing futuristic architecture into the form of office buildings and to understand the principles of futuristic architecture. . The method used in this study is a quasi-qualitative method by examining case study buildings such as Al dar headquarters. Keywords: Futuristic Architecture, Futuristic, Office Center