cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
KAJIAN PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR ORGANIK PADA HUNIAN MAJEMUK STUDI KASUS : APARTEMEN THE WAVE, DENMARK Faturrahman, Ray; Afgani, Jundi Jundullah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan penduduk merupakan permasalahan yang mempengaruhi kualitas hunian masyarakat. Hunian merupakan tempat tinggal yang menjadi dasar kebutuhan bagi manusia yang memenuhi kebutuhan hidup seperti beristirahat, berteduh, dan bersosialisasi. salah satu strategi untuk menciptakan lingkungan yang baik adalah dengan menggunakan konsep hunian majemuk. Hunian majemuk merupakan hunian yang dikelompokan dan didalamnya terdapat fasilitas pendukung. Salah satu jenis hunian majemuk adalah apartemen.  Apartemen sebagai hunian perlu menciptakan kenyamanan. Konsep arsitektur organik merupakan strategi yang baik dalam menciptakan kenyamanan dengan cara memperhatikan keharmonisan lingkungan alam pada hunian. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara domukentasi dan observasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana penerapan konsep arsitektur organik pada objek studi apartemen yaitu The Wave, dengan menggunakan 8 prinsip arsitektur organik menurut Frank Lloyd Wright. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa apartemen The Wave sudah menerapkan 8 prinsip menurut Frank Lloyd Wright yaitu bangunan terinspirasi dari alam, mengikuti perkembangan zaman, pemanfaatan energi, sesuai kebutuhan, adaptasi lingkungan, material alami, berciri khas, dan memiliki irama. Kata Kunci: Kepadatan penduduk, Hunian, Hunian Majemuk, Metode Kualitatif, Arsitektur organik   ABSTRACT. Population density is a problem that affects the quality of community housing. Housing is a place to live that is a basic need for humans who meet life needs such as resting, shelter, and socialising. one strategy to create a good environment is to use the concept of compound housing. Multiple dwellings are grouped dwellings in which there are supporting facilities. One type of compound housing is an apartment.  Apartment as a residence needs to create comfort. The concept of organic architecture is a good strategy in creating comfort by paying attention to the harmony of the natural environment in housing. The research method used in this research is a qualitative method by means of documentation and observation. The purpose of this research is to examine how the application of the concept of organic architecture in the apartment study object, The Wave, using 8 principles of organic architecture according to Frank Lloyd Wright. The results of this study show that The Wave apartment has applied 8 principles according to Frank Lloyd Wright, namely Buiding as nature, Continous Present, Form follows flow, of The People, of the hill, Of the material, Youtgful and unespected, dan living music. Keywords: Population density, Residential, Multiple occupancy, Qualitative method, Organic architecture
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN CENTRAL PARK, JAKARTA Wardany, Mutia Setya; Sari, Yeptadian
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim tropis di Indonesia, ditandai dengan kondisi suhu yang tinggi, kelembapan, dan curah hujan yang bervariasi, menjadi semakin kompleks dalam menghadapi perubahan suhu yang ekstrem. Berdasarkan hasil analisis dari 116 stasiun pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata bulan Agustus 2023 adalah sebesar 26.7 °C. Normal suhu udara klimatologis untuk bulan Agustus 2023 periode 1991-2020 di Indonesia adalah sebesar 26.2 °C (dalam kisaran normal 20.1 °C - 28.6 c). Penelitian ini mempelajari konsep dasar arsitektur bioklimatik, meneliti bagaimana strategi desain pasif, ventilasi alami, teknik peneduh, dan penggabungan tanaman hijau dapat diintegrasikan dengan baik ke beberapa bagian mall. dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan memahami penerapan konsep arsitektur bioklimatik yang dapat di terapkan pada bangunan pusat perbelanjaan. Metode yang dipergunakan dalam tahap proses penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis hasil data-data sekunder dan primer yang telah di dapat setelah melakukan survei ke lokasi studi kasus yakni pada bangunan Central Park yang berada di pusat kota yakni wilayah Kota Jakarta. Berdasarkan hasil analisis yang telah di bahas oleh penulis bawa Central Park Mall telah menerapkan 6 poin prinsip arsitektur bioklimatik yang telah di paparkan oleh Ken Yeang , hal tersebut menjadi nilai positif karena Jakarta merupakan salah satu pusat jantung kota yang tingkat kualitas udara sangat buruk karena  terkontaminasi oleh banyaknya asap kendaraan. Kata Kunci: Arsitektur, Bioklimatik, Perubahan Iklim, Pusat Perbelanjaan, Modern   ABSTRACT. Indonesia's tropical climate, characterized by conditions of high temperature, humidity and variable rainfall, becomes increasingly complex in the face of extreme temperature changes. This research studies the basic concepts of bioclimatic architecture, examining how passive design strategies, natural ventilation, shading techniques, and the incorporation of green plants can be well integrated into several parts of the mall. with the aim of identifying and understanding the application of bioclimatic architectural concepts that can be applied to shopping center buildings. The method used in this stage of the research process uses a qualitative descriptive method, collecting and analyzing the results of secondary and primary data that have been obtained after conducting a survey at the case study location, namely the Central Park building in the city center, namely the Jakarta City area. Based on the results of the analysis discussed by the author, Central Park Mall has implemented 7 of the 8 points of the principles of bioclimatic architecture which have been explained by Ken Yeang in the form of Relationship to Landscape, Design on Walls, Use of Balconies, Passive Visualization Tools, Determining Building Orientation, Placement Window Openings, Transitional Spaces, and Heat Insulation on the Floor. This is a positive value because Jakarta is one of the heart of the city where the air quality level is very bad because it is contaminated by a lot of vehicle fumes. Keywords: Architecture, Bioclimatic, Climate Change, Shopping Center, Modern
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR SURYA PASIF PADA BANGUNAN PERKANTORAN SOUTH QUARTER Firdaus, Lutpi Alfian; Afgani, Jundi Jundullah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Indonesia merupakan negara yang terletak digaris khatulistiwa sehingga memiliki iklim tropis. Wilayah negara yang memiliki iklim tropis akan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun dengan skala yang cukup intens. Sinar matahari yang terik dapat membuat hunian menjadi tidak nyaman untuk ditempati oleh penggunanya. Biasanya masalah ini disebabkan oleh kurangnya ventilasi alami dan juga pencahayaan yang masuk ke dalam bangunan sehingga penggunaan AC akan terus meningkat. Arsitektur Surya pasif mengacu pada bangunan modern yang mempertimbangkan masalah ini. Banyak penyesuaian yang dilakukan pada bangunan gaya lama untuk melindunginya dari berbagai iklim seperti hujan, terik matahari, dan angin. Arsitektur surya pasif dibentuk dengan menggabungkan penggunaan energi matahari dengan arsitektur terkini yang berorientasi pada matahari. Arsitektur surya pasif menggunakan energi matahari untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang efisien (lebih hemat energi) serta memiliki ruang sirkulasi udara yang cukup, dan merupakan tipe arsitektur yang mengedepankan penghematan energi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memahami penerapan prinsip arsitektur surya pasif dengan menganalisis bangunan perkantoran South Quarter sebagai objek penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, penulis mendeskripsikan dan mengidentifikasikan setiap aspek-aspek yang terdapat pada penelitian ini berdasarkan landasan teori yang diangkat sebagai panduan. Pada penelitian ini terdapat temuan bahwa bangunan South Quarter ini telah menerapkan dan memenuhi aspek-aspek yang terkandung di dalam konsep Arsitektur Surya Pasif. Kata Kunci: Arsitektur surya pasif, Bangunan Perkantoran, hemat energi, energi matahari  ABSTRACT. Indonesia is a country located on the equator so it has a tropical climate. Areas of the country that have a tropical climate will receive sunlight all year round on a fairly intense scale. Hot sunlight can make a residence uncomfortable for its users to occupy. Usually this problem is caused by a lack of natural ventilation and lighting entering the building so that AC use will continue to increase. Passive Solar Architecture refers to modern buildings that take these issues into consideration. Many adjustments were made to old style buildings to protect them from various climates such as rain, hot sun and wind. Passive solar architecture is formed by combining the use of solar energy with the latest architecture that is oriented towards the sun. Passive solar architecture uses solar energy to meet electrical energy needs efficiently (more energy efficient) and has sufficient air circulation space, and is a type of architecture that prioritizes energy savings. The aim of this research is to find out and understand the application of the principles of passive solar architecture by analyzing the South Quarter office building as the object of its application. This research uses a qualitative descriptive method, the author describes and identifies each aspect contained in this research based on the theoretical basis which is adopted as guide. In this research, there are findings that the South Quarter building has implemented and fulfilled the aspects contained in the Passive Solar Architecture concept. Keywords: Passive solar architecture, Office Buildings, energy saving, solar energy  
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA RUMANAMI RESIDENCE DI JAKARTA SELATAN ZAHRA, FATHY AULIA; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta adalah ibu kota, pusat kegiatan, dan kota yang berkembang pesat dan merupakan salah satu kota dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi.Tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan kebutuhan perumahan tidak terpenuhi, sehingga menyebabkan terbentuknya permukiman kumuh dan berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh. Perlu nya konsep Arsitektur Biofilik yang merupakan sebuah konsep dengan mengedepankan hubungan positif antara manusia dan alam yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental kehidupan manusia dengan menerapkan bahan dan bentuk alami ke dalam desain. Penlitian yang berjudul “KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA RUMANAMI RESIDENCE DI JAKARTA SELATAN” ini dilakukan pada bangunan hunian majemuk yaitu Rumanami residence dengan  menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan pemahaman tentang aplikasi konsep arsitektur biofilik pada hunian majemuk. Hasil yang di dapat pada penelitian ini bahwa konsep arsitektur biofilik dapat diterapkan dengan menghadirkan tanaman didalam dan luar bangunan, menggunakan material alami, lukisan bermotif alam, pola denah yang berulang, sirkulasi berliku dalam bangunan, penggunaan atap skylight serta ruang tempat berllindung seperti kamar tidur. Kata Kunci: Arsitektur, Biofilik, Hunian majemuk   ABSTRACT. Jakarta is the capital city, center of activity and a city that is developing rapidly and is one of the cities with the highest population growth rate. High growth rates result in housing needs not being met, thus causing the formation of slums and having a negative impact on the physical and mental health of the people who live there. in slums. There is a need for the concept of Biophilic Architecture, which is a concept that prioritizes a positive relationship between humans and nature which aims to improve the physical and mental health of human life by applying natural materials and forms into the design. The research entitled "STUDY OF THE CONCEPT OF BIOPHILIC ARCHITECTURE IN RUMANAMI RESIDENCE IN SELATAN JAKARTA" was carried out on a compound residential building, namely Rumanami residence, using descriptive analysis methods to gain an understanding of the application of the concept of biophilic architecture in compound residences. The results obtained from this research are that the concept of biophilic architecture can be applied by presenting plants inside and outside buildings, using natural materials, paintings with natural motifs, repeating floor plans, winding circulation in buildings, using roof skylights and sheltered spaces such as bedrooms. Keywords: Architecture, Biophilic, Compound housing
KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN SDN DUREN SAWIT 14 JAKARTA imami, muhammad taqiyyudin; Aqli, Wafirul
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencemaran lingkungan yang semakin banyak terjadi, serta implementasi konsep arsitektur hijau pada bangunan yang masih rendah. Dan terlebih lagi saat ini pada bangunan pendidikan menjadikan standar kenyamanan ruang dalam adalah dengan menggunakan alat pendingin udara (AC). Untuk itu strategi yang tepat agar bisa menyampaikan pemahaman terhadap pentingnya konsep arsitektur hijau dalam pengaruhnya terhadap lingkungan yaitu dengan melalui bangunan pendidikan. Agar penerapan konsep arsitektur hijau dapat dirasakan terlebih dahulu manfaatnya oleh para penuntut ilmu dan menjadi tindak lanjut agar bisa menerapkan di berbagai tempat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara mendokumentasikan, mewawancara, dan observasi lapangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji bagaimana penerapan konsep arsitektur hijau pada objek studi preseden SDN Duren Sawit 14 Jakarta sehingga di dapatkan kesimpulan. Bahwa bangunan SDN Duren Sawit 14 Jakarta sudah optimal dalam penerapan prinsip arsitektur hijau terutama dalam efisiensi dan konservasi energi.   Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Bangunan, Fasilitas Pendidikan   ABSTRACT. This research was motivated by the increasing enviromental pollution, as well as the implementation of green architecture concepts in buildings that are still low. And moreover, now in educational buildings making the standard of comfort of the inner space is to use an air conditioner (AC). For this reason, the right strategy in order to convey an understanding of the importance of the concept of green architecture in it’s influence on the environment is through educational buildings. So that the application of the concept of green architecture can be felt in advance by the students of science and be a follow-up so that they can apply it in various place. By using qualitative descriptive methods in this study, it will be able to produce conclusions on how optimal the application of green architecture principles in the SDN Duren Sawit 14 Jakarta building.   Keywords: Green architecture, Buildings, Educational facilities
Analisis Faktor Kenyamanan Pengunjung Terhadap Coffeeshop Bertema Outdoor (Studi Kasus: SA.TUANG Coffeeshop) Ramadhan, Devin Anugrah; Syoufa, Ade
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur modern membawa perubahan yang signifikan terhadap cara pandang terhadap desain bangunan. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern pada fasad Mal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern pada fasad Mal Ciputra Tangerang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisa penerapan prinsip-prinsip tersebut pada Mal Ciputra Tangerang. hasil pembahasan dari penelitian ini adalah Mal Ciputra Tangerang yang menjadi objek penelitian telah menerapkan prinsip-prinsip arsitektur modern pada bentuk fasad dan material fasad bangunan. Kata Kunci: arsitektur, fasad, mal, modern, prinsip ABSTRACT. Modern architecture brings significant changes to the way building design is perceived. The problem of this research is the application of the principles of modern architecture to the facade of the mall. The purpose of this research is to find out the application of modern architecture principles to the facade of Ciputra Mall Tangerang. The method used is descriptive-qualitative, analyzing the application of these principles in Ciputra Mall Tangerang. The result of this study is Ciputra Mall Tangerang which is the object of research has applied the principles of modern architecture in the form of facades and building facade materials. Keywords: architecture, facade, mall, modern, principle
KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA FASAD, MASSA, DAN MATERIAL BANGUNAN MUSEUM GUGGENHEIM BILBAO, SPANYOL Khansyah, Rifqi; Aqli, Wafirul
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Bangunan Museum Guggenheim dianggap sebagai salah satu contoh paling mengesankan dari arsitektur metafora. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep arsitektur metafora dalam pembangunan Museum Guggenheim. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menggali konsep dan makna di balik desain Museum Guggenheim. Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk literatur tentang arsitektur metafora, publikasi resmi Museum Guggenheim, serta analisis visual dan spasial dari bangunan itu sendiri. Hasil penelitian yang didapat dari analisis yang dilakukan, hal terpenting yang harus dilakukan untuk menerapkan konsep metafora yaitu dalam fasad bangunan, massa bangunan, dan material bangunan. Fasad bangunan untuk menampilkan wujud yang akan dihasilkan dari ide metafora, massa bangunan untuk mewujudkan bentuk keseluruhan dari bangunan berdasarkan dari konsep metafora yang digunakan, lalu pemilihan material bangunan untuk memberi kesan yang kuat terhadap penerapan konsep metafora yang digunakan. Arsitektur metafora dalam Museum Guggenheim juga berkontribusi pada keunggulan bangunan dalam hal fungsi, efisiensi ruang, dan pengalaman pengunjung. Dengan menciptakan hubungan antara desain fisik dan makna abstrak, bangunan ini mampu mempengaruhi pengunjung secara emosional dan menginspirasi mereka untuk merenung tentang peran seni dan arsitektur dalam masyarakat.   Kata kunci: arsitektur metafora, bangunan museum, Museum Guggenheim   ABSTRACT. The Guggenheim Museum building is considered one of the most impressive examples of metaphorical architecture. This study aims to examine the concept of metaphorical architecture in the construction of the Guggenheim Museum. In this study, the authors used a descriptive-analytical method to explore the concepts and meanings behind the design of the Guggenheim Museum. The authors collected data from a variety of sources, including the literature on metaphorical architecture, official Guggenheim Museum publications, and visual and spatial analysis of the building itself. The research results obtained from the analysis carried out, the most important thing that must be done to apply the concept of metaphor is in the building facade, building mass, and building materials. The facade of the building is to display the form that will result from the metaphorical idea, the mass of the building to realize the overall shape of the building based on the metaphorical concept used, then the selection of building materials to give a strong impression on the application of the metaphorical concept used. The metaphorical architecture of the Guggenheim Museum also contributes to the building's excellence in terms of function, space efficiency and visitor experience. By creating a connection between physical design and abstract meaning, the building is able to emotionally engage visitors and inspire them to reflect on the role of art and architecture in society.   Keywords: metaphoric architecture, museum building, Guggenheim Museum
ANALISIS HUBUNGAN KONFIGURASI SPASIAL TERHADAP JENIS AKTIVITAS MASYARAKAT PADA RUANG TERBUKA PUBLIK DI KECAMATAN BANDA SAKTI, PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Tusyifa, Laila; Hassan, Soraya Masthura; Andriani, Dela
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Aktivitas utama yang terjadi di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe yaitu aktivitas perdagangan atau jual beli. Pertumbuhan perdagangan tidak hanya memengaruhi ruang perdagangan, tetapi juga secara tidak langsung mempengaruhi penggunaan ruang terbuka publik seperti pasar tradisional, taman kota, dan area publik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konfigurasi spasial terhadap jenis aktivitas masyarakat di Kecamatan Banda Sakti. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan kuantitatif menggunakan space syntax dan pendekatan kualitatif menggunakan behaviour mapping. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat pada pagi hari terutama berfokus pada kegiatan necessary seperti bekerja, berdagang, dan berbelanja. Pada siang hingga malam, masyarakat cenderung melakukan aktivitas optional seperti bermain, berolahraga, piknik, dan kegiatan sosial. Meskipun konfigurasi spasial tidak selalu mempengaruhi aktivitas, hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas lebih cenderung terjadi di area terbuka atau trotoar jalan. Penelitian ini dapat menjadi panduan dalam perencanaan kawasan yang lebih efektif dan efisien. Kata Kunci: Aktivitas, konfigurasi spasial, ruang terbuka publik, space syntax ABSTRACT. The main activity that occurs in Banda Sakti District, Lhokseumawe City is trading or buying and selling activities. The growth of trade not only affects trade space, but also indirectly affects the use of public open spaces such as traditional markets, city parks and other public areas. This research aims to determine the relationship between spatial configuration and types of community activities in Banda Sakti District. This research uses mixed methods with a quantitative approach using space syntax and a qualitative approach using behavior mapping. The results show that people's activities in the morning mainly focus on necessary activities such as working, trading and shopping. From day to night, people tend to do optional activities such as playing, exercising, picnicking and social activities. Although spatial configuration does not always influence activity, observation results show that activity is more likely to occur in open areas or street sidewalks. This research can be a guide in more effective and efficient regional planning. Keywords: Activity, public open space, space syntax, spatial configuration
Pengaruh Tata Letak (Layout) Ruang Kantor Terhadap Efisiensi Manusia Dalam Bekerja (Studi Kasus: Ruang Sekretariat Dinas PUPR Kota Tangerang) Arifia, Chantika Putri; Syoufa, Ade
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Manusia sebagai makhluk sosial terlibat dalam rutinitas pekerjaan, khususnya di lingkungan kantor yang menjadi tempat penting untuk melaksanakan kegiatan organisasional. Tata letak ruang kerja memengaruhi dan membuat kepribadian secara intelektual, fisik, dan psikologis pada setiap individu. Sebuah tata letak yang efektif mencerminkan berbagai faktor penting, termasuk fungsionalitas, keamanan, dan kenyamanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif untuk memahami dampak tata letak ruang kantor terhadap efisiensi kerja manusia. Fokus penelitian ini terletak pada analisis dampak tata letak terhadap efisiensi manusia serta identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penataan ruang kantor. Sekretariat Dinas PUPR Kota Tangerang menerapkan tata letak kantor yang mencakup ruang terbuka dan ruang berkamar. Penempatan ruang tamu di tengah ruangan dianggap tidak efektif dan mengakibatkan gangguan dalam pelaksanaan tugas pegawai. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas PUPR Kota Tangerang melakukan penyesuaian tata letak kantor di Ruang Sekretariat. Kata Kunci: Tata Letak, Efisiensi, Ruang Kantor ABSTRACT. Humans as social beings are involved in work routines, especially in an office environment which is an important place to carry out organizational activities. The layout of the workspace influences and makes a personality intellectually, physically and psychologically in each individual. An effective layout reflects various important factors, including functionality, safety, and comfort. This research uses a descriptive method with a qualitative analysis approach to understand the impact of office space layout on human work efficiency. The focus of this research lies on analyzing the impact of layout on human efficiency as well as identifying factors that influence the arrangement of office space. The Secretariat of the PUPR Office of Tangerang City applies an office layout that includes open spaces and rooms. The placement of the living room in the middle of the room is considered ineffective and causes interference in the implementation of employee tasks. Therefore, it is recommended that the Tangerang City PUPR Agency adjust the office layout in the Secretariat Room. Keywords: Layout, Efficiency, Office Space