cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
ISSN : 23386649     EISSN : 24775177     DOI : -
JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) dengan ISSN 2477-5177 (media online) dan 2338-6649 (media cetak), adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dibidang inovasi teknologi terapan dengan cakupan: Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Teknik Telekomunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 326 Documents
BETON BERPORI DENGAN VARIASI UKURAN AGREGAT KASAR Dahlia Patah; Amry Dasar
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 11 No 2 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v11i2.1762

Abstract

Ukuran agregat merupakan faktor penting yang mempengaruhi kuat tekan beton berpori. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara ukuran agregat, kuat tekan, struktur pori, permeabilitas dan kemudian memahami pengaruh ukuran agregat terhadap kuat tekan beton berpori. Sebanyak tiga ukuran agregat kasar 5-10 mm, 10-20 mm dan 20-30 mm disiapkan. Pada penelitian ini dibuat dua variasi kombinasi agregat kasar. Variasi 1 untuk kombinasi agregat kasar ukuran 5–10 mm dan 10–20 mm. Variasi 2 untuk kombinasi ukuran agregat kasar 20–30 mm dan 10–20 mm. Untuk setiap variasi dengan kombinasi pencampuran 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Metode yang digunakan adalah pengujian kuat tekan, porositas, dan permeabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan komposisi 50%:50% pada Variasi 1 meningkat pesat dengan ukuran agregat 10-20mm dan 5-10mm dengan nilai 22,40 MPa yang memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia yaitu Kelas B (aplikasi taman parkir). Sedangkan penggunaan agregat ukuran 100% seragam memiliki kuat tekan yang rendah.
IDENTIFIKASI JENIS KERUSAKAN JALAN PADA JALAN PRAMUKA, KECAMATAN BANYUMANIK, KOTA SEMARANG STA 0 + 199,8 – STA 0 +394,8 Roselina Rahmawati
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 12 No 2 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v12i2.2039

Abstract

Jalan merupakan salah satu jenis prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting bagi pengembangan suatu daerah. Sesuai UU nomor 38 tahun 2004. jalan arteri adalah jalan umum yang dapat digunakan oleh kendaraan angkutan. Ciri-ciri dari jalan ini seperti memiliki jarak perjalanan yang jauh, kecepatan termasuk tinggi, hingga adanya pembatasan secara berdaya guna pada jumlah jalan masuk. Jalan Arteri terbagi dalam dua klasifikasi salah satunya adalah jalan arteri sekunder. Jalan Arteri sekunder menghubungkan kawasan primer dengan sekunder begitu juga untuk kawasan sekunder ke-1 dan ke-2 kecepatan kendaraan paling rendah di sini adalah 30 km/jam lebar badan jalan juga Minimal 11 m serta tidak boleh terganggu oleh lalu lintas lambat. Jalan Pramuka merupakan salat satu bagian kecamatan yang dilalui oleh jalan arteri sekunder pada kota semarang. Kerusakkan jalan pada Jalan Pramuka, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada STA 0 + 199,8 – STA 0 +394,8 telah teridentifikasi sebesar kurang lebih 0,5 m2 pada tahun 2023.Kerusakan jalan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya air, perubahan suhu, cuaca, temperatur udara, material konstruksi perkerasan, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik dan tonase atau muatan kendaraankendaraan berat yang melebihi kapasitas serta volume kendaraan yang semakin meningkat.
Analisis Perubahan Frekuensi Motor Listrik Penggerak Pompa Hidrolik Terhadap Well Tractor Performance Lia Pongsapan; Raditio Rahar; Gunawan Gunawan
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 12 No 1 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v12i1.2052

Abstract

Well tractor is a crucial tool in the oil and gas industry that enhances efficiency and productivity. This research aims to analyze the impact of changing the frequency of the electric motor driving the hydraulic pump on the performance of the well tractor. The experimental design involves using a well tractor with an electric motor whose frequency can be varied from 30 Hz to 60 Hz as the independent variable. At the same time, pull force and speed serve as dependent variables. The pull force on the well tractor is measured using a load cell, while speed is calculated using a digital tachometer. The research results indicate a positive and significant relationship between the frequency of the electric motor and the pull force and speed of the well tractor. As the frequency of the electric motor increases, so does the pull force and speed of the well tractor. The increase in pull force on the well tractor is caused by the increase in the rotational speed of the hydraulic pump, which is proportional to the frequency of the electric motor. This research demonstrates that using an electric motor with a higher frequency can enhance the performance of the well tractor. However, it should be noted that increasing the frequency of the electric motor can also lead to higher power consumption. Therefore, an economic analysis is necessary to determine the optimal frequency of the electric motor.
Implementasi Fly ash sebagai Bahan Stabilisasi pada Tanah Berkualitas Rendah Muh Alpian Yacub; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 13 No 1 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v13i1.2304

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas fly ash sebagai bahan stabilisasi tanah dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stabilisasi. Fly ash dipilih karena manfaatnya yang signifikan secara ekonomi dan lingkungan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fly ash terhadap nilai kuat tekan bebas tanah. Pengujian mencakup Kadar Air, Analisa Saringan, Berat Jenis, Pemadatan Standar, dan Kuat Tekan Bebas, dengan variasi campuran fly ash sebesar 8%, 16%, dan 24%. Setiap variasi diuji pada lima masa peram: 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa penambahan 24% fly ash menghasilkan penurunan berat jenis tanah sebesar 8,65% dan peningkatan nilai MDD sebesar 6,56%. Pengujian kuat tekan bebas (UCS) menunjukkan peningkatan Qu tertinggi sebesar 54,04% pada penambahan 24% fly ash setelah 28 hari pemeraman, dengan nilai Qu mencapai 2,29 kg/cm² (224,51 kPa). Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan fly ash secara signifikan meningkatkan stabilitas dan daya dukung tanah.
Segmentasi Pelanggan Menggunakan Algoritma K-Means Pada Jaringan Telekomunikasi Untuk Optimalisasi Strategi Pemasaran Adhivia Julian
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 13 No 1 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v13i1.2436

Abstract

Dalam era digital ini, industri telekomunikasi dihadapkan pada tantangan untuk memahami kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma K-Means untuk segmentasi pelanggan, dengan tujuan utama mengidentifikasi pola perilaku serta merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif. Melalui pendekatan Knowledge Discovery in Databases(KDD), penelitian ini mencakup tahapan seleksi data, pra-pemrosesan, transformasi, penambangan data (data mining), dan evaluasi pola. Data yang dianalisis meliputi informasi mengenai jenis layanan, kecepatan internet, tipe perangkat, dan lokasi pelanggan. Algoritma K-Means diaplikasikan untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan kesamaan perilaku, dengan jumlah klaster optimal ditentukan menggunakan metrik Davies-Bouldin Index (DBI). Hasil analisis menghasilkan tiga klaster, yakni pelanggan dengan kebutuhan layanan dasar, pengguna layanan internet berkecepatan rendah yang sensitif terhadap harga, serta pengguna layanan internet intensif yang jarang me-manfaatkan fitur tambahan. Strategi pemasaran yang diusulkan mencakup penawaran paket hemat, promosi bundling, dan edukasi tentang manfaat fitur tambahan. Evaluasi menggunakan DBI menunjukkan nilai sebesar 0,055, yang mengindikasikan bahwa klaster yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Penelitian ini menunjukkan efektivitas algoritma K-Means dalam segmentasi pelanggan, sekaligus memberikan dasar bagi perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan loyal-itas dan retensi pelanggan melalui strategi pemasaran yang lebih terarah. Penelitian ini juga mena-warkan peluang untuk eksplorasi lebih lanjut dalam penerapan data mining di sektor telekomunikasi jaringan.
Pengaruh Konsentrasi Volume Serat Pelepah Pisang dengan Resin Polyester Yukalac 157 BQTN-EX terhadap Sifat Uji Tarik OKTAVIA EKA NUZULLUL ARIEF; Haryanto - -
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 13 No 2 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v13i2.2580

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan dan keberagaman serat alam yang berlimpah, sehingga memiliki banyak variasi serat alam yang dapat digunakan untuk pembuatan bahan komposit. Serat yang dipakai salah satunya adalah serat alam dari lima jenis pelepah pisang yang ada di Indonesia. Komposit adalah material yang terdiri dari dua atau lebih bahan penyusun dengan karakteristik dan sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya baik secara fisik maupu sifat kimanya. Untuk mendapatkan material komposit yang kuat ditambahkan dengan resin polyester yukalac 157 BQTN-EX dan serat pelepah pisang dengan menggunakan metode hand lay-up sehingga dapat menghasilkan komposit yang memiliki sifat mekanik yang kuat dan berkualitas. Dengan merendam serat pelepah pisang dengan NaOH kadar 2% selama 2 jam lalu dikeringkan. Penelitian ini menggunakan uji tarik untuk mengetahui kuat dan modulus elastisitas pada komposit tersebut. Dengan mengguakan lima variasi perbandingan antara lima jenis pelepah pisang dan di variasikan dengan resin polyester yang digunakan.
Optimizing PI Controller Performance in Ultra Step-Up Converters Using Particle Swarm Optimization Gilang Rizki Saputra; Era Purwanto; Muhammad Rizani Rusli
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 13 No 2 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v13i2.2654

Abstract

The development of electric vehicles (EVs) drives the need for high-voltage ratio DC-DC step-up converters capable of connecting low-voltage battery power sources to electric drive systems and auxiliary systems requiring high voltages. This study proposes a non-isolated ultra step-up converter incorporating a diode–capacitor–inductor (D–C–L) unit at the input and a voltage multiplier cell (VMC) at the output. This topology achieves high voltage gain at low duty cycles while reducing voltage stress on semiconductor devices, enabling the use of lower-rated components and improving overall efficiency. Two control strategies were evaluated: a conventional Proportional–Integral (PI) controller and a PI controller tuned using Particle Swarm Optimization (PSO). MATLAB/Simulink simulations show that the PSO-PI controller outperforms the conventional PI, reducing overshoot from 21.7% to 8.7%, settling time from 227.78 ms to 117.78 ms, and voltage deviation during load changes from ±35 V to ±15 V. Recovery time under disturbances was also shortened from 0.4 s to as low as 0.15 s. These results confirm that PSO-based tuning enhances voltage regulation, transient performance, and robustness, making it a promising solution for ultra step-up converters in EV applications powered by 48 V sources.
Perancangan Portal Online Course Untuk Menjadi Penulis Buku Dan Ilustrator Studi Kasus Bersamaadya.Com I Gusti Ayu Putu Gita Oktaviarini
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 13 No 2 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v13i2.2663

Abstract

Technological developments have encouraged the emergence of new learning methods through online courses, which allow learning to take place anytime and anywhere. In Indonesia, interest in writing and illustration is increasing, marked by the emergence of many new writers and illustrators due to the ease of publishing digital and printed works. However, there is no dedicated platform that can accommodate and support the development of creativity in these fields. To address this need, BersamaAdya.com, through the Adya Foundation, designed an online course platform focused on literacy, with the aim of providing access to relevant learning and guidance from experienced mentors so that aspiring writers and illustrators are able to produce creative works worthy of the industry. The system was designed using a prototype method through the stages of UML, ERD, and Low and High Fidelity design, then tested using the System Usability Scale (SUS) method. The test results showed an average score of 77.97, which falls into the Good, Grade C, and Acceptable categories, so the system is considered feasible and has the potential to become a platform for the development of writers and illustrators.
Analisa Kerusakan Boost Pressure Sensor Pada Unit Excavator Komatsu HB 365-1 Arwin Arwin
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 13 No 2 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v13i2.2772

Abstract

Excavator Komatsu HB 365-1 merupakan salah satu unit alat berat yang menggunakan hybrid technology sehingga optimal digunakan untuk berbagai sektor, seperti konstruksi, pertambangan batu bara, dan mineral seperti nikel, emas, timah, dan bauksit. Menggunakan Engine Common Rail SAA6D114E-5 dengan sistem EGR (Exhaust Gas Recirculation) dan penggunaan boost pressure sensor pada intake manifold serta tambahan komponen generator, kapasitor, dan motor listrik membuat teknologi hibrid tersebut sangat membantu proses bongkar muat menjadi lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan dengan cara mengurangi emisi CO2 di tengah proses pengoperasiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab utama dari sering terjadinya kerusakan boost pressure sensor pada unit tersebut. Metode penelitian yang digunakan yakni menggunakan metode 8 step troubleshooting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data dan dokumentasi hasil pemeriksaan yang telah di kumpulkan, di dapatkan penyebab permasalahan ini terletak pada poor durability dari boost pressure sensor akibat dari sistem intake manifold yang terhubung dengan sistem EGR. Panas dan jelaga dari sistem EGR merambat menuju sistem intake manifold sehingga material dari boost pressure sensor mengalami cacat/melepuh akibat terkena panas secara terus menerus serta ujung sensor tertutup oleh jelaga menyebabkan blacksmoke pada muffler dan munculnya failure code (CA122) charge air pressure sensor high error pada monitor panel unit. Upaya perbaikan yang di lakukan adalah dengan mengganti part tersebut dan juga melakukan perawatan secara berkala pada sistem intake manifold dan EGR guna meminimalisir komponen-komponen lain yang terhubung dengan sistem tersebut ikut mengalami kerusakan.
PENGARUH POSISI TRACK ROLLER DAN UNIT MACHINE TERHADAP LAJU TINGKAT KEAUSAN TRACK ROLLER PADA BULLDOZER KOMATSU D375A-5 Syaeful Akbar; Randis Baharuddin; Wahyu Anhar
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 10 No 1 (2022): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v10i1.1274

Abstract

Performa atau unjuk kerja bulldozer sangat dipengaruhi oleh kondisi komponen undercarriage. Pada saat bulldozer beroperasi, track roller menekan dan menggelinding di atas track link sehingga terjadi gesekan antara track link dan track roller akibatnya kedua permukaan komponen tersebut mengalami keusan. Gesekan dan keausan merupakan kerugian dalam bentuk kehilangan energi dan material yang membutuhkan biaya [4]. Oleh karenanya penelitian terhadap laju tingkat keausan komponen undercarriage menjadi penting karena lebih dari 60% total biaya perawatan unit bulldozer adalah Investasi biaya perawatan undercarriage [5]. Laju tingkat keausan track roller dipengaruhi oleh beban yang bekerja pada masing-masing track roller dan material ke tiga berupa tanah atau batuan yang masuk diantara kedua komponen tersebut. Bulldozer Komatsu D375A-5 memiliki 8 buah track roller yang konstruksi dan posisinya berbeda. Ada yang relative terbuka sehingga material tanah dapat mudah masuk, dan juga mudah keluar. Ada yang relative terlindung, sehingga tanah lebih sulit masuk, namun jika sudah masuk akan lebih sulit keluar. Penelitian ini dimaksudkan untuk menginvestigasi apakah posisi track roller dan unit machine mempengaruhi laju tingkat keusan track roller.Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Track Roller dari 3 unit Bulldozer Komatsu D375A-5 yang dioperasikan di area yang sama yaitu soil disposal pada area tambang Batubara site Batu Kajang. Dengan demikian kondisi tanah di area operasional machine diasumsikan sama. Sampel data yang digunakan berupa data sekunder dari hasil pengukuran undercarriage yang masing-masing machine dilakukan pengukuran sebanyak 8 (delapan) kali pada setiap 400 jam operasi selanjutnya dihitung laju tingkat keausan track roller dalam mm3/jam. Dari hasil uji ANOVA dua arah menunjukan bahwa nilai F pada variable baris (posisi track roller) lebih kecil dari F kritis artinya tidak ada pengaruh posisi track roller terhadap laju tingkat keausan track roller. Sedangkan berdasarkan variable kolom (unit machine) menunjukan bahwa nilai F lebih besar dari F kritis artinya Unit machine berngaruh terhadap laju tingkat keausan track roller. Sedangkan nilai F interaksi menunjukan lebih kecil dari nilai F kritis artinya tidak ada interaksi antara posisi/letak track roller dengan unit machine.Karena posisi/letak track roller tidak mempengaruhi laju tingkat keausan track roller, maka strategi penggantian track roller tidak dianjurkan secara parsial, tetapi harus diganti secara bersamaan. Sedangkan karena unit machine berpengaruh terhadap laju tingkat keausan track roller, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh kondisi/performa machine, perilaku operator, dan kondisi tanah terhadap laju tingkat keausan track roller.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu) Vol 13, No 2 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu) Vol 13 No 2 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu) Vol 13, No 1 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu) Vol 13 No 1 (2025): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu) Vol 12 No 2 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 12, No 2 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 12 No 1 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 12, No 1 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 11, No 2 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 11 No 2 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 11 No 1 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 11, No 1 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 10, No 2 (2022): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 10 No 2 (2022): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 10, No 1 (2022): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 10 No 1 (2022): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 9, No 2 (2021): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 9 No 1 (2021): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 9, No 1 (2021): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 8, No 2 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 8 No 2 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 8, No 1 (2020): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 7, No 2 (2019): Vol 7, No 2 (2019): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 7 No 2 (2019): Vol 7, No 2 (2019): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 7 No 1 (2019): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 7, No 1 (2019): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 6, No 2 (2018): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 6 No 2 (2018): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 6, No 1 (2018): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 5, No 2 (2017): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Vol 5, No 1 (2017): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu ) Vol 4, No 2 (2016): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu ) Vol 4, No 1 (2016): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu ) Vol 3, No 2 (2015): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu ) Vol 3, No 1 (2015): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu ) Vol 2, No 1 (2014): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu ) Vol 1, No 1 (2013): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu ) More Issue