cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
Front Matter (Cover, Editorial Board, Foreword, Table of Content) haq, mohammad syahidul
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p%p

Abstract

Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Jambu Hilir Baluti 2 Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Ejin, Syahroni
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p66-72

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan melatih kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Jambu Hilir Baluti 2 melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi pencemaran dan etika lingkungan. Pembelajaran ini dirancang agar siswa menemukan sendiri pemecahan masalah melalui tindakan nyata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang membandingkan siswa pada dua kelas yang diberi perlakuan yang berbeda. Rancangan penelitian menggunakan Counter Balanced Design. Subjek penelitian terdiri atas kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data penelitian dikumpulkan melalui instrument tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda dan instrument tes untuk melatih kemampuan berpikir kritis berbentuk esai. Perangkat pembelajaran terdiri dari RPP, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Tes Penguasaan Konsep dan Tes Keterampilan Berpikir Kritis, kemudian di validasi oleh pakar dan setelah dinyatakan valid dan layak, di uji cobakan pada siswa kelas IV SDN Jambu Hilir Baluti 2, pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak, keterlaksanaan RPP terlaksana dengan baik, aktivitas siswa mengalami peningkatan berpusat kepada siswa, respon siswa terhadap proses pembelajaran memberikan respon positif, seluruh siswa mencapai ketuntasan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berdasarkan model Problem Based Learning untuk melatihkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa SD, telah valid, praktis dan efektif sehingga layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. AbstractThis study aims to train ability of understanding the concepts comprehension and critical thinking skills of fourth grade students of SDN Jambu Hilir Baluti 2 through use learning model Problem Based Learning in the matter of pollution and environmental ethics. This lesson is designed to enable students to find their own solutions through concrete actions. This type of research is an experimental study comparing students in two different classes be given treatment The study design using Counter Balanced Design. Subject of the study consisted of a control class and experimental class. The research data were collected through the instrument test the concept of multiple choice comprehension, and critical thinking in the form of an essay. Learning device consists of RPP, Activity Sheet Students, Test Mastery of Concepts and Skills Test Critical Thinking, then validated by experts and having been declared valid and appropriate, tested on grade IV SDN Jambu Hilir Baluti 2, in the first semester 2015/2016 academic year. The results showed that the validity of the learning device developed feasible, feasibility RPP performing well, increasing student-centered activities to students, student responses to the learning process gives a positive response, all students achieve mastery of concepts and critical thinking skills. Based on the results of data analysis can be concluded that the science teaching based on the model of Problem Based Learning to train mastery of concepts and critical thinking skills of elementary school students, have a valid, practical and effective so that used in learning activities.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII.F SMP Negeri 33 Surabaya Pada Mata Pelajaran IPS Materi Pranata Sosial Dengan Model Pembelajaran Snowball Throwing Mudjianingsih, Mudjianingsih
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p152-165

Abstract

 AbstrakKegiatan bertanya pada mata pelajaran IPS merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran, dimana kegiatan bertanya berfungsi untuk menggali informasi dari siswa, mengkonfirmasi apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya. Berdasarkan hasil pengamatan kondisi dalam kelas VIII F SMP Negeri 33 Surabaya Kota Surabaya yang kurang antusias dalam mengajukan pertanyaan perlu adanya tindakan menggunakan model pembelajaran yang sesuai, salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Snowball Throwing. Dalam penelitian ini terdapat 4 tujuan penelitian, keempat tujuan tersebut meliputi: 1) Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing, 2) Untuk mengetahui aktivitas siswa 3) Untuk mengetahui hasil belajar siswa, dan 4) Untuk mengetahui kendala-kendala dan solusinya dalam menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing.Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan di kelas VIII F SMP Negeri 33 Surabaya Kota Surabaya yang berjumlah 32 siswa. Dalam penerapan Snowball Throwing terdiri dari dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data minat bertanya dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi minat bertanya, dan untuk hasil belajar siswa menggunakan tes pada siklus I dan II. Analisis data menggunakan reduksi data, observasi data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing dilaksanakan dengan 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi, 2) Ketuntasan hasil belajar siswa pada tes siklus I adalah 68,42%, untuk tes Siklus II ketuntasan meningkat menjadi 100%, kriteria ketuntasan pada siklus II ini masuk dalam kategori Sangat Baik, 3) Kendala-kendala yang dialami peneliti antara lain: keseriusan siswa yang kurang, kurang patuhnya siswa dengan perintah guru, dan kepercayaan diri siswa yang kurang.Kesimpulan dari penelitian ini antara lain: 1) Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing dilaksanakan dengan 2 siklus, dimana pelaksanaan masing-masing siklus berjalan dengan lancar, 2) Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas siswa, 3) Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar, dan 4) Kendala yang muncul antara lain: keseriusan siswa yang kurang, kurang patuhnya siswa dengan perintah guru, kepercayaan diri siswa yang kurang.    AbstractAsks activities in social studies is an important part in carrying out the study, which asks activities serve to gather information from students, to confirm what was already known, and to bring attention to the aspect of the unknown. Based on observations in the classroom conditions VIII F SMP Negeri 33 Surabaya Surabaya are less enthusiastic in asking questions the need for action using the appropriate learning models, one model of learning that can improve student learning outcomes is learning models Snowball Throwing. In this research there are four research purposes, the fourth such purposes include: 1) To determine the application of learning models Snowball Throwing, 2) To determine activity students 3) To determine student learning outcomes, and 3) To know the constraints and solutions in applying learning models Snowball Throwing.This study was a classroom action research (PTK) with a qualitative approach in the classroom VIII F SMP Negeri 33 Surabaya Surabaya, which amounted to 32 students. In the application of Snowball Throwing consisting of two cycles, each cycle consisting of the planning stage, the stage of action, observation and reflection stages. Data collection techniques interest asked in this study using observation sheet interest to ask, and for student learning outcomes using the test cycle I and II. Data analysis using data reduction, observation data, and drawing conclusions.The results of this study show that: 1) Application of Learning Model Throwing Snowball carried out with 2 cycles, with each cycle consisting of the planning phase, the implementation phase, observation and reflection phase, 2) Complete test results of students in the first cycle was 68.42% , to test cycle II completeness increased to 100%, completeness criteria in this second cycle in the category Very Good, 3) constraints experienced researchers, among others: the seriousness of the students who are less, less obedient students with instruction teacher, and self-confidence of students less.The conclusion of this study include: 1) Application of Learning Model Snowball Throwing carried out with 2 cycles, where each execution cycle running smoothly, 2) The application of learning models Snowball Throwing can increase the activity of the students, 3) The application of learning models Snowball Throwing can improve learning outcomes, and 4) the constraints that arise include: the seriousness of the students who are less, less obedient students with teachers command, students who lack confidence. 
Tindakan Kekerasan Guru Terhadap Siswa dalam Interaksi Belajar Mengajar (Studi Kasus di SMAN Surabaya) Muis, Tamsil
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p86-90

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah penjelasan teoritis tentang proses dan penyebab terjadinya tindakan kekerasan dengan menekankan pada dinamika interaksi belajar mengajar antara pelaku (guru) dan korban (siswa). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus, proses penelitian diawali dengan menggali informasi dari pejabat Diknas kota Surabaya (Pengawas Sekolah), penentuan sekolah terjadinya kekerasan di sekolah menurut rekomendasi Waslah kota Surabaya, penentuan guru-guru yang pernah melakukan kekerasan melalui angket dari siswa, kemudian wawancara dan observasi terhadap guru-guru yang sering melakukan kekerasan dalam proses belajar mengajar. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Diknas Surabaya belum memiliki suatu sistem monitoring/pemantauan tentang kekerasan dalam interaksi belajar mengajar (kibem) di sekolah; (2) Guru-guru yang melakukan kibem, lebih disebabkan oleh paradigma dan wawasan kependidikannya, bahwa untuk menegakkan disiplin harus dengan kekerasan; (3) Hasil penelitian menunjukkan bentuk kekerasan yang sering terjadi di sekolah adalah kekerasan verbal (mengucapkan kata-kata kasar dan menyinggung perasaan), psikologis (mengabaikan, mengancam), dan fisik (menjewer, menendang, mencubit); (4) Siswa yang menjadi korban kekerasan menganggapnya sebagai sesuatu yang memang harus terjadi dan cenderung pasrah, hanya sebagian kecil siswa (10,6%) yang mengakibatkan rasa dendam dalam diri mereka  AbstractThe purpose of this research is to get description about reason and happening process of violence in teaching learning process between teacher as subject and student as victim. Method of this research is qualitative research with case study design. Begin finding information from Departemen Pendididikan Nasional (Diknas) Surabaya, especially from the supervisor of school (usually called Pengawas Sekolah), this research corned in interview process with the teacher who known as a subject. The result of this research is (1) Diknas Surabaya haven’t monitoring system which concentrated in violence action in teaching learning process, (2) the cause of violence action is focused on paradigm and knowledge of the teacher that to built student’s discipline attitude is with violence action, (3) The kind of violence which happen in teaching learning process is verbal violence, physic violence, dan psychology violence, and (4) the victim of this violence action just can defensiveness and 10% getting resentment.
Peningkatan Prestasi/Nilai Peserta Didik Topik Produktifitas Melalui Teknik Tes Unjuk Kerja Suasaningdyah, Endang
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p13-22

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk meningkatkan prestasi/nilai peserta didik dalam menguasai mata pelajaran IPS topik produktifitas, mengetahui  faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah peserta didik  kelas VII E SMPN 33 Surabaya  semester genap Tahun Pelajaran 2006 – 2007 yang berjumlah 38, dan obyek penelitiannya adalah nilai yang diperoleh setelah melakukan unjuk kerja. Prosedur yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus I dan siklus II,  setiap siklus terdiri atas  perencanaan, tindakan pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hipotesis yang diajukan yaitu, teknik tes unjuk kerja dapat meningkatkan prestasi/nilai peserta didik dalam menguasai mata pelajaran IPS topik produktifitas di kelas VII E SMPN 33 Surabaya.  Hasil analisis terhadap nilai siswa Siklus I rata-rata  72,95. Siklus II rata-rata 79,21. Nilai peserta didik setelah mengalami 2 siklus tetap tinggi, walaupun dilakukan perubahan spesialisasi kerja, serta merubah skor dari hasil produksi dibagi 2 menjadi dibagi 4 pada putaran 3 siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, melalui teknik tes unjuk kerja dapat meningkatkan prestasi/nilai peserta didik sehingga hipotesa dapat diterima.  AbstractNamely hearts Interest Research singer to review increasing Achievement / Value Learners hearts Mastering Lessons eyes IPS Topics productivity, determine the factors affecting the implementation. Research operates Singer is a Class Action Research. The subject of his research is Learners Class VII E SMPN 33 Surabaya semester of Academic Year 2006-2007 evens That amounted to 38, and the object of research is a Value That TIN taxable income do performance. The procedure is performed divided hearts Shape CYCLES CYCLE I and II, EACH CYCLE consists differences Planning, Implementation action, observation and reflection. The analysis used descriptive qualitative analysis. The hypothesis put forward is, ENGINEERING performance tests can be improve Achievement / Value Learners hearts Mastering Lessons eyes IPS Topics productivity in Class VII E SMPN 33 Surabaya. The results of the analysis I CYCLE Students Against Value Average 72.95. CYCLE II average of 79.21. Value Learners taxable income experienced a 2 CYCLE Remains High, although the changes do work specialization, as well as change SCORES Of Production divided by 2 Become divided 4 Round 3 ON CYCLE II. Based on the study findings singer, through techniques of performance tests can be improve Achievement / Value Learners so that the hypothesis can be accepted. 
Pengaruh Teknik Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar IPS Pokok Bahasan Permasalahan Sosial Ludfi, Achmad Deny; Irvan, Muhtadi; Zahroul F, Chumi
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p107-112

Abstract

 AbstrakSnowball throwing merupakan salah satu pembelajaran aktif (active learning) yang dalam pelaksanaannya banyak melibatkan siswa. Teknik snowball throwing, secara harfiah dalam kamus bahasa Indonesia snowball berarti bola salju sedangkan throwing berati melempar. Dalam artian yang sesungguhnya gumpalan kertas yg seperti bola dan di dalam nya berisi pertanyaan yang dibuat oleh orang lain teman ataupun guru. Bisa dikatakan bahwa snowball throwing merupakan modifikasi teknik bertanya menitik beratkan pada kemampuan membuat pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan menarik yaitu saling melemparkan bola salju yang berisi pertanyaan kepada sesama teman. Tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik snowball throwing terhadap hasil belajar IPS pokok bahasan permasalahan sosial pada siswa kelas IV SDN Sumbersari 03 Jember semester genap tahun pelajaran 2015-2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pola pre- test post-test control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes yang berupa tes obyektif pada pre-test dan post-test. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV yang terdiri dari kelas IVA dan kelas IVB SDN Sumbersari 03 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Skor tes siswa berupa nilai hasil pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji-t menggunakan program SPSS versi 14.00 . Hasil analisis dengan rumus uji-t diperoleh thitung= 6,484 dengan keefektifan relative sebesar 88,34%. Hasil perhitungan uji-t di konsultasikan dengan t -tabel pada db = 64, taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh nilai t -tabel = 1,998; dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel ( 6,484 > 1,998), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik snowball throwing terhadap hasil belajar siswa kelas IV pokok bahasan masalah sosial di SDN Sumbersari 03 Jember tahun pembelajaran 2015/2016.          Abstract : Snowball throwing is one of active learning which in practice involves many students. Technigne snowball throwing, Indonesian dictionary means to throw snowballs. In a real sense, it means that crumpled paper ball and contains lists of questions made by pears or teachers. It could be said that the snowball throwing is a modification of the technique focuses the ability to ask a question that is packaged in an exciting game that is hurling snowballs containing questions to peers . The purpose of reseash is to determine the effect of applying snowball throwing technique to the learning outcomes of IPS subject on social issues to the fourth grade students of SDN 03 Jember Sumbersari second semester of school year 2015-2016. This type of research is experimental research with pre-test pattern posttest control group design. The data usid the test method in the form of objective tests on pre-test and post-test. The research subjects are students of class IV which consists of class IVA and IVB grade SDN 03 Sumbersari Jember. Test scores of students the pre- test and post-test were analyzed by t-test collection SPSS version 14.00. The results of the analysis of the t-test formula was t = 6.484 with relative effectiveness of 88.34%. The results of the t-test calculation consultion t-table on db = 64, 5% significance level, in order to obtain t-table value = 1.998; it can be seen that t count> t-table (6.484> 1.998), so that it can be concluded that there is was effect snowball throwing technique of the learning outcomes of fourth grade students in the subject of social problems SDN Sumbersari 03 Jember learning year 2015/2016. 
Konseling Krisis: Sebuah Pendekatan dalam Mereduksi Masalah Traumatik pada Anak dan Remaja Rahayu, Sestuningsih Margi
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p65-69

Abstract

AbstrakMasalah kekerasan seksual, bullying dan perceraian dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan sehingga meninggalkan dampak traumatik yang sangat dalam kepada anak dan remaja. Traumatik yang ditimbulkan akan berdampak kepada aktivitas-aktivitas perilaku yang muncul seperti depresi, penyangkalan, malu, ketakutan, kesedihan, membolos, mimpi buruk, berbohong, dan psikosomatis. Oleh sebab itu dampak dari masalah yang dihadapi oleh anak dan remaja harus segera diatasi dengan intervensi yang tepat. Konseling krisis untuk mereduksi traumatik pada anak dan remaja meliputi konsep konseling krisis, tujuan dan fokus konseling krisis, teknik konseling krisis serta peran konselor dalam konseling krisis dan implementasi konseling krisis dalam mereduksi traumatik pada anak dan remaja.AbstractThe problem of sexual violence, bullying and divorce in recent years has increased significantly, leaving a very deep impact traumatic to children and adolescents. Traumatic generated will affect the activities of emergent behavior such as depression, denial, shame, fear, sadness, ditching, nightmares, lying, and psychosomatic. Therefore, the impact of the problems faced by children and adolescents must be addressed with appropriate intervention. Crisis counseling to reduce traumatic in children and adolescents include crisis counseling concepts, goals and focus on crisis counseling, crisis counseling techniques and the role of counselor in crisis counseling and implementation of crisis counseling in reducing traumatic in children and adolescents.
Filosofi Ilmu Bimbingan Dan Konseling Indonesia Habsy, Bakhrudin All
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p1-11

Abstract

AbstrakIlmu Bimbingan dan Konseling adalah ilmu pengetahuan yang mandiri berakar pada filsafat dan agama. Perkembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling dari filsafat Bimbingan dan Konseling yang didukung oleh ilmu pendidikan, psikologi, sosiologi, antropologi, budaya yang berintegrasi dan saling menguatkan antara filsafat dan disiplin ilmu dasar serta melahirkan filsafat bimbingan dan konseling yang melandasi disiplin ilmu Bimbingan dan Konseling. Dukungan IPTEK, budaya, dan suasana lingkungan menjadi dasar untuk pengembangan teori dan praksis bimbingan dan konseling. Perkembangan Bimbingan dan konseling tidak lagi terbatas pada setting sekolah, melainkan menjangkau bidang-bidang di luar pendidikan yang memberikan nuansa dan corak pada penyelenggaraan upaya pengembangan individu yang lebih sensitif, antisipatif, proaktif, dan responsif terhadap kebutuhan dan tuntutan perkembangan individu dan masyarakat.                                                                                                                                AbstractGuidance and Counseling Science is an independent science which is rooted in philosophy and religion. The development of Guidance and Counselling Studies of philosophy Counseling is supported by educational science, psychology, sociology, anthropology, cultural integration and mutually reinforcing between philosophy and basic scientific disciplines and delivers philosophy that underlies Guidance and Counseling disciplines. The support of science and technology, culture, and the atmosphere becomes the basis for the development of the theory and praxis of guidance and counseling. The development of guidance and counseling is no longer confined to the school setting, but to reach areas outside of education that give situation and shades on the efforts on the implementation of the development of the more sensitive, anticipatory, proactive, and responsive individuals to the needs and demands of the development of individuals and society.
Pengaruh Bermain Outdoor Dan Kegiatan Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Hasibuan, Rachma; Ningrum, Mallevi Agustin
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p73-81

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bermain outdoor dan kegiatan finger painting terhadap kreativitas anak usia dini khususnya anak di TK. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen desain Pretest–Posttest Control Group Design dimana kelompok eksperimen diberikan perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan dokumentasi. Untuk menganalisis data pengujian hipotesis penelitian menggunakan program SPSS 20.0 for Windows Evaluation Version dengan teknik Anova 2 jalur (Uji F). Berdasarkan hasil penelitian serta analisis data yang dilakukan dengan menggunakan Anova 2 jalur (Uji F), maka diperoleh sebagai berikut: (1) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 2,134 dan sig. = 0,107, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan bermain outdoor, (2) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 1,733 dan sig. = 0,171, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan kegiatan finger painting, dan (3) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 2,778 dan sig. = 0,101, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan bermain outdoor dan kegiatan finger painting. AbstractThis study aimed to assess the effect of outdoor play and activities finger painting to the creativity of children in Kindergarten. This study uses a quantitative research approach with a model of experimental research methods pretest-posttest control group design. Observation techniques used in data collection and documentation. While analyzing the data for the research hypothesis testing using SPSS 20.0 for Windows Evaluation Version with Anova technique lane 2 (Test F). Based on the results of the study and data analysis performed using ANOVA 2 lines (Test F), it is obtained as follows: (1) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 2.134 and sig. = 0.107, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with outdoor play, (2) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 1.733 and sig. = 0.171, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with finger painting activities, and (3) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 2.778 and sig. = 0.101, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with outdoor play and activities finger painting. 
Penggunaan Media Kancing Magnetik Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Perkalian Bilangan Bulat Nugroho, Rivo; Setyawati, Ris Tina
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p183-189

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi di SDN 1 Mulung Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik khususnya di kelas V, guru hanya menekankan pembelajaran pada pencapaian kemampuan intelegensi sehingga kemampuan siswa untuk berpikir kritis pada materi perkalian bilangan bulat masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan guru belum menemukan cara dan media yang dapat digunakan untuk menanamkan konsep perkalian bilangan bulat. Sehingga siswa masih menggunakan metode menghafal suatu konsep dan belum bisa memahami konsep tersebut. Hal ini menyebabkan kurang maksimalnya hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada penelitian ini, upaya yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perkalian bilangan bulat adalah menggunakan media kancing-kancing magnetik.Tujuan yang dicapai adalah mendeskripsikan aktivitas guru dalam menggunakan media kancing magnetik pada materi perkalian bilangan bulat, mendeskripsikan aktivitas siswa dalam menggunakan media kancing magnetik pada materi perkalian bilangan bulat, dan mendeskripsikan hasil peningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 1 Mulung pada materi perkalian bilangan bulat dengan menggunakan media kancing magnetik.Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan jenis penelitian maka metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sesuai dengan metode maka teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk data observasi aktivitas guru dan siswa. Sedangkan data kuantitatif pada penelitian ini diperoleh dari hasil tes. Penelitian dilakukan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan.Setelah peneliti menggunakan media kancing magnetik pada materi perkalian bilangan bulat, peneliti mendapatkan hasil yang memuaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai aktivitas guru pada siklus I sebesar 82,3% dan pada siklus II meningkat menjadi 92,7% dengan kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari 82,5% pada siklus I dan meningkat pada siklus II menjadi 92,5% dengan predikat sangat baik. Selain itu, dari hasil tes pada siklus I menunjukkan secara klasikal kemampuan berpikir kritis siswa mencapai 76,7% dan pada siklus II meningkat menjadi 93,3% dengan kategori sangat baik. Sehingga  dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media kancing magnetik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perkalian bilangan bulat di kelas V SDN 1 Mulung Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. AbstractBased on the observation in SDN 1 Mulung Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik especially for the fifth grade students, the teacher only focused on the learning to reach the intelligent ability so the ability of the student to think critically on integer multiplication was still low. In this research, the researcher tried to develop the students’ critical thinking on integer multiplication by using magnetic buttons.The purposes are to describe the activities of the teacher in using magnetic buttons on integer multiplication, to describe the activities of the students in using magnetic buttons on integer multiplication, and to describe the result of the improvement of students’ critical thinking. This research includes of studies class action was obtained through observation and analyzed test by using descriptive qualitative technical analysis and descriptive quantitative. There were two cycles in this research, each cycle contained of two meetings.The result of the research showed that there was an improvement of the teacher’s activities value on cycle I for about 82,3% and on cycle II increased to be 92,7% with excellent category. The result of the students’ activities also increased from 82, 5% on cycle I to be 92,5% on cycle II with very good category. Beside that, from the result of the test on cycle I the ability of the students’ critic thinking got 76,7% classically and on cycle II increased to be 93,3% with very good category. It could be concluded that by using magnetic buttons could improve the activities of the teacher and students.

Page 2 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025 Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025 Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024 Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9, Nomor 1, April 2024 Vol 8 No 1 (2023): Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, April 2023 Vol 8 No 2 (2023): September 2023 Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Nomor 2, September 2022 Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022 Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Nomor 2, September 2021 Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Nomor 1, April 2021 Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020 Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 2 (2020) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 More Issue