cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
Pengembangan Perangkat Pembelajaran dalam Implementasi Strategi Contextual Teaching Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi pada Siswa Kelas IV SD Rando, Agnes Remi
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p1-12

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan perangkat CTL di kelas IV sekolah dasar, mendeskripsikan hasil validasi dan hasil belajar dari implementasi perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang direduksi menjadi 3-D, yaitu define, design, dan develop. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliput rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), dan tes hasil belajar (THB) yang diujicobakan pada kelas IV B sebagai eksperimen terdiri atas 30 siswa, dan kelas IV A sebagai kelas control terdiri atas 30 siswa di SD GMIT Ende. Uji coba perangkat pada penelitian ini menggunakan pre-tes dan post tes dengan teknik analisis statistik.Instrument penelitian terdiri atas lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar aktifitas siswa, lembar angket respon siswa, dan lembar tes hasil belajar siswa serta lembar kendala-kendala. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan angket.Analisis hasil penelitian diperoleh fakta bahwa penggunaan perangkat pembelajaran dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa 43,33% (pada pre-tes) sementara pada post tes menjadi 100%. Hasil belajar siswa tergolong sangat baik dengan rata-rata jawaban benar 87,66 untuk tes hasil belajar. AbstractThis study aims to describe the development of CTL in the fourth grade of primary school, describe the results of the validation and implementation of the learning material through 4-D model of development which is reduced to 3-D, namely define, design, and develop. The materials covers the lesson plan (RPP), students’ worksheet (LKS), and the test results (THB) taken from the fourth grade (Class IV B) as the experiment consisted of 30 students, and class IV A as the control class consists of 30 students in  SD GMIT Ende. Testing device in this study uses pre-test and post-test with statistical analysis techniques.Moreover, research instrument consists of a sheet of observation for teaching and learning process, students’ questionnaire sheets, student’ achievement test sheet, and constraints. The data were collected by observation techniques, test, and questionnaire.The results indicated that the use of learning materials with CTL approach can improve student learning outcomes 43.33% (the pre-test) while the post-test to 100%. Student learning outcomes as very good with an average of 87.66 correct answers in test outcomes.Based on the above results, it can be concluded that the CTL in the fourth graders of elementary school is valid and is able to improve their learning outcomes. It is expected that this research will be useful for teachers in developing such instructional design oriented towards the development of CTL strategy to learning with other study materials. 
Teknik Penguatan Dan Yel-Yel Motivasi Meningkatkan Semangat Belajar Peserta Didik Pada Jam-Jam Akhir Pelajaran Suasaningdyah, Endang
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p113-123

Abstract

AbstrakTujuan dalam penelitian ini yaitu untuk  mengetahui semangat belajar peserta didik sebelum dan setelah menggunakan penguatan dan yel-yel motivasi, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah peserta didik  kelas VII C SMPN 33 Surabaya  semester ganjil Tahun Pelajaran 2007 – 2008 yang berjumlah 38. Obyek penelitiannya adalah semangat belajar peserta didik. Prosedur yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus I dan siklus II,  setiap siklus terdiri atas  perencanaan, tindakan pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hipotesis yang diajukan yaitu, penggunaan penguatan dan yel-yel motivasi pada jam-jam akhir pelajaran dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik dalam iklim kelas yang menyenangkan.  Hasil analisis terhadap semangat, sebelum diberi penguatan dan yel-yel motivasi, semangat belajar peserta didik menurun pada jam-jam akhir pelajaran, terjadi peningkatan semangat setelah diberi teknik penguatan dan yel-yel motivasi disela-sela pembelajaran. Dalam  pelaksanaan penggunaan pada jam-jam akhir pelajaranan peserta didik terlalu bersemangat sehingga kelas disebelahnya merasa terganggu, dalam mengerjakan soal-soal latihanpun mengucapkan yel-yel motivasi, sehingga dikhawatrikan membuyarkan konsentrasi belajarnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, hipotesa penggunaan penguatan dan yel-yel motivasi pada jam-jam akhir pelajaran dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik dalam iklim kelas yang menyenangkan dapat diterima. AbstractThe purpose of this research is to know the students’ anthusiasm before and after using the inforcement and the motivation yells, and to know the factors which influence the implementation. This research is the class action one. The subjects of the research are the students in class 7 C of SMPN 33 Surabaya in the odd semester in the learning year 2007 – 2008.  They are 38 students. The research object is the students’ anthusiasm. The performed procedure devided into cycle I and II, each cycle consists of planning, action, observing and reflection. The research used the qualitative descriptive analysis. The hypothesis of research is the usage of inforcement and motivation yells at the ending periods can increase the students’ anthusiasm in the learning process  in exciting situation. Based on the researcher’s onservation that the students’ anthusiasm at the ending lesson periods before given the inforcement and the motivation yells decreased, but their anthusiasm increased  after given the inforcement and the motivation yells for the learning process. Based on the research result that the hypothesis the usage of the inforcement and the motivation yells at the ending lesson periods can increase the students’ anthusiasm in exciting situation and they can be recieved welll.
Implementasi Permendikbud No. 111 Tahun 2014 dan Implikasinya terhadap Kompetensi dan Uraian Tugas Guru Bimbingan Konseling Riskiyah, Riskiyah
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p44-55

Abstract

AbstrakArtikel ini berisi ulasan mengenai seperangkat tugas guru BK dalam implementasi program bimbingan dan konseling berdasarkan Permen Dikbud No 111 Tahun 2014, untuk melakukan tugas-tugas tersebut ada seperangkat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK. Ulasan tugas dan syarat kompetensi berikut merupakan hasil dari pengkajian literatur tentang program bimbingan dan konseling komprehensif. Disajikan pula sistematika dalam mengimplementasikan keempat komponen program beserta konten dan strategi layanan yang telah digunakan selama dua tahun di SMA Negeri 2 Sumenep. Gagasan ini dapat menjadi alternatif model dalam mengembangkan program BK seperti yang diamanatkan dalam Permen Dikbud No 111 Tahun 2014. AbstractThis article describes about a set of school counselor duty regard to implementation of school counseling program according to Permen Dikbud No 111 Tahun 2014, in order to conduct the duties there is a set of competencies which is every counselor should have. The following job description and competencies is yield of many literature review about comprehensive school counseling program. Additionally there is an example of how to implement the four component of counseling program with some content and techniques that have been applied since last two years ago in SMA Negeri 2 Sumenep, this concept can be an alternate model in order to develop school counseling program according to Permen Dikbud No 111 Tahun 2014. 
Penerapan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran IPA Alamsyah, Nur
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p82-96

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri 12/30 Kanaungan Kabupaten Pangkep . dengan penerapan pendekatan saintifik maka kreativitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan tiap siklus pembelajaran terdiri atas (1) Perencanaan (2) Pelaksanaan (3) Observasi dan (4) Refleksi. Perangkat pembelajaran yang digunakan meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), buku siswa, lembar evaluasi. Instrumen meliputi Lembar Pengamatan keterlaksanaan guru mengelola pembelajaran, Lembar aktivitas siswa mengikuti pembelajaran serta angket respon siswa terhadap pembelajaran yang diikutinya. Kurikulum yang digunakan dalam penelitian ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tahun 2006 dengan materi pokok bumi dan alam semesta. Adapun data yang dianalisis sebagai hasil penelitian meliputi: (1) Keterlaksanaan guru dalam mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa mengikuti pembelajaran (2) Kreativitas siswa (3), Hasil belajar siswa (4), Respon siswa terhadap pembelajaran yang diikutinya. Dari hasil analisis data selama tiga siklus menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan guru dalam mengelola pembelajaran mencapai tingkat persentase ketercapaian 84% atau ada pada kategori “sangat baik (2) aktivitas siswa mengikuti pembelajaran mencapai kategori “efektif”,(3) kreativitas siswa menunjukkan 100% siswa kreatif, (4) hasil belajar siswa ranah kognitif dengan rata-rata kelas 84 ranah sikap dengan rata-rata 88, dan ranah psikomotor dengan rata-rata 81 dengan kategori tuntas, dan ketuntasan individu mencapai 92% dengan kategori “tuntas”, (5) Respon siswa dalam mengikuti pembelajaran mencapai tingkat “positif” atau pada kategori (Senang, Baru, Menarik, dan Ya). Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa terhadap penerapan pendekatan saintifik. AbstractThis study aimed to describe the application of scientific approaches to promote creativity and student learning outcomes in science class V SDN 12/30 Kanaungan Pangkep. with the application of the scientific approach to creativity and student learning outcomes can be improved. This research is a classroom action research (PTK) held every learning cycle consists of (1) Planning (2) Execution (3) Observation and (4) reflection. Learning tools used include the syllabus, lesson plan (RPP), student worksheet (LKS), student books, sheet evaluation. Instruments include keterlaksanaan Observation Sheet teachers manage learning, student activity sheet to follow the teaching and learning of the student questionnaire responses that followed. The curriculum used in this study is the education unit level curriculum (SBC) in 2006 with the subject matter of the earth and the universe. The data were analyzed as a result of the study include: (1) Keterlaksanaan teachers in managing learning and learning activities of students attend (2) Creativity of students (3), student learning (4), the students response to learning that followed. From the analysis of data for three cycles show that: (1) adherence to teachers in managing learning reaches the percentage level of achievement 84% or there is the category of "very good (2) the activity of students following study reached the category of" effective ", (3) the creativity students demonstrate 100% of students creative, (4) the results of student learning of cognitive domains with an average grade 84 the realm of attitudes with an average of 88, and psychomotor with an average of 81 categories completed, and the thoroughness of the individual reaches 92% with the category of "complete" , (5) the response of students in the following study reached the level of "positive" or the categories (Happy, New, Attractive, and Yes). Based on the discussion of the results of research and data analysis can be concluded that an increase in creativity and student learning outcomes to the application of scientific approach. Keywords: Scientific Approach, Creativity, Learning Outcomes.
PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Wahyuningtyas, Dyah Tri; Shinta, Raddin Nur
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p12-20

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang sering dialami siswa sekolah dasar yaitu kesulitan dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan bilangan bulat negatif. Penggunaan buku paket dari pemerintah dan LKS hanya memuat soal-soal rutin yang hanya mengembangkan pengetahuan dan kecepatan siswa dalam berhitung tetapi belum mengembangkan keterampilan berfikir kritis dan kreatif mereka. Dampak dari penggunaan bahan ajar tersebut siswa kesulitan dalam memahami materi bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan pendekatan CTL yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu 20 siswa kelas IVB SDN Kotalama 1 Malang. Produk penelitian ini berupa rancangan pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan pendekatan CTL. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan modul pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV SDN Kotalama 1 Malang dengan presentase keberhasilan yang telah ditetapkan peneliti tercapai pada siklus II yaitu persentase rata-rata skor hasil tes akhir meningkat dari 70% menjadi 85%, hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa semakin baik. Kata Kunci: Modul, CTL, Bilangan Bulat ABSTRACTProblems that are often experienced by elementary school students are difficulties in doing addition and subtraction operations involving negative integers. The use of government textbooks and worksheets contain only routine matters which only develop their knowledge and speed of students in math but have yet to develop critical thinking skills and their creative. The impact of the use of the instructional materials students difficulties in understanding the material integers. This study aimed to describe the learning by using learning modules addition and subtraction of integers with CTL approach that may improve understanding of the concept of Elementary School fourth grade students. The method used in this research is a classroom action research with research subjects are 20 of IV grade SDN Kotalama 1 Malang. The products of this research is the design of learning by using learning modules addition and subtraction of integers with CTL approach. The results showed the use of learning modules addition and subtraction of integers with CTL approach can improve understanding of the concept of fourth grade students of SDN Kotalama 1 Malang with a percentage of success that has been established researchers reached the second cycle is the average percentage score of final test results increased from 70% to 85%, this indicates that the better students understanding of the concept. Keywords: Module, CTL, Integer
Identifikasi Karakter Ideal Konseli Menurut Teks Kepribadian Founding Fathers Indonesia : Kajian Dalam Perspektif Fromm Ariyanto, Restu Dwi; Mappiare-AT, Andi; Irtadji, Moh.
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p174-182

Abstract

 AbstrakKarakter adalah gambaran diri manusia secara bulat dan utuh yang membuat unik dari manusia lain. Penelitian ini dilaksanakan untuk pemaknaan teks kepribadian Founding Fathers Indonesia (FFI) sebagai karakter ideal konseli. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan hidup produktif menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 2) mendeskripsikan perilaku kerjasama menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 3) mendeskripsikan sikap menghargai menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 4) mendeskripsikan nilai kepribadian lain menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe hermeneutik Gadamerian. Hermeneutik merupakan metode menafsirkan makna teks dengan pola part dan whole. Data penelitian ini bersumber dari lima buku primer Sukarno dan Suharto. Teknik mengumpulkan data dilakukan melalui dokumentasi pemaknaan teks. Analisis data menggunakan teknik part-whole. Keabsahan data penelitian ini, dilakukan melalui triangulasi sumber data, teori, dan metodologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter ideal konseli menurut FFI terdiri dari hidup produktif, perilaku kerjasama, menghargai, nilai karakter lain yang mencakup religius dan nasionalis. Setiap karakter terbagi dalam beberapa aspek 1) hidup produktif: pola hidup sederhana, kontrol diri, dinamis, tidak bergantung pada bangsa lain, cinta produk dalam negeri, normatif, inovatif, rela berkorban, dan kebebasan; 2) perilaku kerjasama: rasa setiakawan, kesesuaian pedoman, dan nasionalisme-internasionalisme; 3) menghargai: musyawarah dan mufakat, bijaksana, dan toleransi; 4) nilai kepribadian lain meliputi 4.1) religius: keyakinan, pancasila sebagai pedoman dan rasional; 4.2) nasionalis: humanis, persatuan, dan cinta-damai. Sedangkan implikasi dalam bimbingan dan konseling sesuai dengan Standar Kompentensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD).Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah konselor seyogyanya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan identifikasi karakter ideal konseli. Peneliti yang berminat mengadaptasi hasil temuan ini hendaknya menggunakan subjek yang lebih luas, menggunakan varian metode hermeneutik, menggunakan varian teori konseling khususnya rumpun humanisme atau teori konseling lain dari barat maupun Indonesia, dan menggunakan buku teks bermuatan karakter yang lebih variatif. AbstractCharacter is whole picture of human and fully unique of others. This research been conducted for meaning the text of Indonesian Founding Fathers (IFF) as counselee’s ideal character. The purpose of the research are: 1) describing productivity life according to IFF can be considered to be counselee’s ideal character; 2) describing cooperative behavior according to IFF can be considered to be counselee’s ideal character. 3) describing respecting attitude according to FFI can be considered to be counselee’s ideal character. 4) describing other value of personality according to IFF can be considered to be counselee’s ideal character. This research using qualitative approach by Gadamerian hermeneutic type. Hermeneutic is interpreting teks valued methode by part and whole form. The research data based on the five Sukarno and Suharto’s primer books. Collecting data technique by meaning text documentation. The data analysis is using part-whole technique The validity of research data, been done by triangulation data course, theory, and metohology. Result of the reseach show that counselee’s ideal character according to IFF including productivity life, cooperative attitude, respecting, other character value which including religious and nationalis. Each character divided into four aspect: 1) productivity life, simplicity life form, self control, dinamic, not depending on anothers nation, love domestic product, normative, inovative, sucrificion, and freedom; 2) cooperative attitude, solidarity, according to the rule, nationalism-internationalism 3) Respecting, disccussing and making decision, and tolerance; 4) other Personality value including: 4.1.Religion, belief, pancasila as rule and rational; 4.2. nationalism, humanism, unity, and love peace. Next, the implication for the guidance and counseling according to the standard compentency otonomy of student. The recomendation which is recommending on this reserch, counselor should be using the result of this research as course of counselee’s ideal character identification. The next researcher, whom interest adopting this result should using the large subject, using variaty hermeneituc methode, using variaty counseling theory, specialy in humanism area or other counseling theory form west or Indonesia, and using text book, which content variatif character.
Pengembangan Lembar Kerja Anak Dengan Menggunakan Pendekatan Konstruktivistik Untuk Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia Dini Pratiwi, Hardiyanti; ., Mustaji
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p23-31

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan perangkat CTL di kelas IV sekolah dasar, mendeskripsikan hasil validasi dan hasil belajar dari implementasi perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang direduksi menjadi 3-D, yaitu define, design, dan develop. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliput rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), dan tes hasil belajar (THB) yang diujicobakan pada kelas IV B sebagai eksperimen terdiri atas 30 siswa, dan kelas IV A sebagai kelas control terdiri atas 30 siswa di SD GMIT Ende. Uji coba perangkat pada penelitian ini menggunakan pre-tes dan post tes dengan teknik analisis statistik.Instrument penelitian terdiri atas lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar aktifitas siswa, lembar angket respon siswa, dan lembar tes hasil belajar siswa serta lembar kendala-kendala. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan angket.AbstractAnalisis hasil penelitian diperoleh fakta bahwa penggunaan perangkat pembelajaran dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa 43,33% (pada pre-tes) sementara pada post tes menjadi 100%. Hasil belajar siswa tergolong sangat baik dengan rata-rata jawaban benar 87,66 untuk tes hasil belajar.This study aims to describe the development of CTL in the fourth grade of primary school, describe the results of the validation and implementation of the learning material through 4-D model of development which is reduced to 3-D, namely define, design, and develop. The materials covers the lesson plan (RPP), students’ worksheet (LKS), and the test results (THB) taken from the fourth grade (Class IV B) as the experiment consisted of 30 students, and class IV A as the control class consists of 30 students in  SD GMIT Ende. Testing device in this study uses pre-test and post-test with statistical analysis techniques.Moreover, research instrument consists of a sheet of observation for teaching and learning process, students’ questionnaire sheets, student’ achievement test sheet, and constraints. The data were collected by observation techniques, test, and questionnaire.The results indicated that the use of learning materials with CTL approach can improve student learning outcomes 43.33% (the pre-test) while the post-test to 100%. Student learning outcomes as very good with an average of 87.66 correct answers in test outcomes.Based on the above results, it can be concluded that the CTL in the fourth graders of elementary school is valid and is able to improve their learning outcomes. It is expected that this research will be useful for teachers in developing such instructional design oriented towards the development of CTL strategy to learning with other study materials.
Direct Behavioral Consultation (DBC) Untuk Mengurangi Perilaku Off Task Winingsih, Evi
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p124-132

Abstract

 AbstrakTujuan penelitian adalah (1) mengurangi frekuensi perilaku off task siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui strategi DBC, (2) mengurangi durasi perilaku off task siswa Madrasah Ibtidaiyah strategi DBC, (3) mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi perilaku off task siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan single subjek design dengan model ABAB. Subjek penelitiannya tiga orang siswa yang memiliki perilaku off task tertinggi di kelas 4 MI Miftahul Ulum Kecamatan Cerme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku off task tinggi pada  kondisi baseline pertama dan kedua, menurun pada kondisi intervensi pertama dan kedua. Hal ini menandakan bahwa intervensi yang diberikan oleh guru mampu mengurangi perilaku off task siswa. Ada beberapa variabel yang memicu timbulnya perilaku off task siswa yakni: (1) teman sebangku yang mau diganggu dan dapat menggangu subjek, (2) subjek tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, (3) metode pembelajaran guru, (4) melihat atau mengetahui teman di kelas lain yang sudah beristirahat atau pulang lebih dulu, (5) guru kurang mengontrol perilaku siswa, (6) berkurangnya makna reinforcement bagi subjek, karena kurangnya variasi reinforcement yang diberikan. AbstactThe purposes of this study were (1) reducing the frequency of off task behaviors of Madrasah Ibtidaiyah students through DBC, (2) reducing the duration of off task behaviors of Madrasah Ibtidaiyah students through DBC (3) determining the variables which influence off task behaviors Madrasah Ibtidaiyah students. This study used a single subject design with ABAB model. The subjects of this research were three students having the highest off task behaviors in grade 4 of MI Miftahul Ulum, Cerme. The results showed that the off task behaviors were found high at the first and second baseline condition, while at the first and second intervention condition the off task behaviors decreased. This indicated that the intervention given by the teacher was able to reduce the off task behaviors of the students. There were several variables which triggered the students’ off task behaviors: (1) bench friends who were about to be disrupted and to disturb the subjects, (2) the subjects were not able to do the tasks assigned by the teacher, (3) the teaching methods of teachers, (4) seeing or knowing friends from other classes had been resting or gone home first, (5) the teacher lacked of control on the students’ behaviors, (6) the lack of reinforcement’s meaning to the subjects. 
Pengembangan Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi dengan Menggunakan Strategi Metakognitif Model Pembelajaran Problem Based Learning Sucipto, Sucipto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p77-85

Abstract

AbstrakSecara umum capaian ketrampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik masih rendah dibanding negara lain. Untuk mengembangkan keterampilan berpikir  tingkat  tinggi, pendidik dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang  mendukung  dan  menggunakan   strategi pembelajaran. Upaya meningkatkan ketrampilan berpikir peserta didik dapat dilakukan dengan meningkatkan ketrampilan metakognisinya. Ada berbagai jenis strategi metakognitif yang dapat dipilih pendidik, satu diantaranya menggunakan strategi pemecahan masalah (problem solving). Dalam proses pemecahan masalah, individu menggunakan kedua kemampuan kognitif dan keterampilan praktis, yang meliputi kegiatan metakognitif seperti analisis, sintesis dan evaluasi. Pembelajaran  berbasis masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorientasi pada masalah yang nyata, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar. AbstractIn general, higher order thinking skills achievements of learners is still low compared to other countries. To develop higher order thinking skills, educators are required to create a learning atmosphere that supports and use learning strategies. Efforts to improve thinking skills that learners can do to improve metacognitive skills. There are different types of metacognitive strategies that can be selected educators, one of which uses problem solving strategies. In the process of solving problems, individuals using both cognitive abilities and practical skills, which include metacognitive activities such as analysis, synthesis and evaluation. Problem-based learning is an instructional approach used to stimulate students higher order thinking in situations oriented real problems, including learning how to learn.
Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Sudarto, Zaini
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p97-106

Abstract

AbstrakPendidikan inklusif adalah sistem  penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara  bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya (Pergub Jatim,  Nomor 6 Tahun 2011).Dalam pelaksanaan implementasi kebijakan penyelenggaraan pendidikan inklusif di enam Sekolah Penyelenggara Inklusif jenjang SDN dan SMPN, ditemukan beberapa masalah klasik yaitu kurangnya tenaga guru  Pendidik Khusus (GPK), tidak tersedianya ruang khusus untuk penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),  tidak ada tenaga psikolog atau Bimbingan Konseling (BK), kurangnya sosialisasi tentang pendidikan inklusif di masyarakat sekitar sekolah, dan kurangnya pengetahuan guru reguler tentang ABK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan Pemerintah tentang pendidikan inklusif di jenjang Sekolah Dasar dan jenjang Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian pada pelaksanaan atau implementasi penyelenggaraan  pendidikan inklusif dengan menggunakan teori Merile S. Grindle, sedangkan pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi.Berdasarkan hasil penelitian yang ditinjau dari variabel isi kebijakan dari Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2011 telah memenuhi semua kepentingan peserta didik Anak Berkebutuhan Khusus. Adanya program penyelenggaraan Pendidikan Inklusif manfaatnya dirasakan oleh semua orang tua anak berkebutuhan khusus, target perubahan dari Peraturan Gubernur Jawa Timur perlu ditingkatkan terutama pada segi implementor kebijakan, sumber daya manusia untuk Tenaga Guru Pendidik Khusus, tenaga Bimbingan Konseling (BK), dan tenaga terapis yang belum belum dialokasikan.Adapun saran peneliti, diharapkan para pelaksana kebijakan terus melakukan pembinaan atau pelatihan kepada guru reguler mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusif, melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan penyelenggaraan pendidikan inklusif,  perlu dialokasikan lagi tenaga guru pendidik khusus serta guru BK dan tenaga terapis untuk bermitra dengan Guru Pendidik Khusus (GPK) dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.                                                                                              AbtractInclusive education is to provide education system that provides opportunities for all learners with special needs to be able to follow education or learning in an educational setting together with the learners in general (East Java Governor Regulation, No. 6 of 2011).In the implementation of policy implementation implementation of inclusive education in six schools Organising Inclusive Level Elementary School and Junior High School, was found several classical problems, namely a lack of teachers Educators Lodging, unavailability of dedicated space for the handling of Children with Special Needs, no psychologists or guidance counseling, lack of socialization on inclusive education in the community around the school, and lack of knowledge about  of Children with Special Needs regular teachers.The purpose of this study was to describe the implementation of the Government policy of inclusive education at the level of elementary and junior high school levels. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The focus of research on the implementation or operation of the implementation of inclusive education by using the theory Merile S. Grindle, while the data collection used observation, interview, documentation and triangulation.Based on the research results in terms of policy content variable from East Java Governor Regulation No. 6 of 2011 has fulfilled all interests of learners Children with Special Needs. Their program for implementation of inclusive education benefits felt by all parents of children with special needs, the target of a change of Rule Governor of East Java needs to be improved, especially in terms of the implementor of policies, human resources for the Power Master Educators Special, power Counseling, and therapist not yet allocated.

Page 3 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025 Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025 Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024 Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9, Nomor 1, April 2024 Vol 8 No 1 (2023): Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, April 2023 Vol 8 No 2 (2023): September 2023 Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Nomor 2, September 2022 Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022 Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Nomor 2, September 2021 Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Nomor 1, April 2021 Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020 Vol 5, No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 2 (2020) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 More Issue