cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Pengoperasian Bandara Pondok Cabe untuk Penerbangan Jarak Pendek (Airtaxi) Menggunakan Pesawat Udara Jenis Turboprop Lita Yarlina; Evy Lindasari
WARTA ARDHIA Vol 45, No 1 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i1.352.21-36

Abstract

Bandar Udara Khusus Pondok Cabe merupakan bandar udara domestik yang beroperasi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 55 tahun 2015 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Civil Aviation Safety Regulation) tentang Bandar Udara (Aerodrome). Status Bandar Udara Pondok Cabe, Propinsi Banten, adalah milik PT. Pertamina (Persero) yang dikelola oleh PT. Indo Pelita Air Service, anak usaha PT. Pertamina (Persero). Metode analisis yang digunakan dalam pengkajian ini dengan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu mengevaluasi berbagai aspek yakni kesiapan sarana dan prasarana bandara Pondok Cabe menjadi bandar udara yang diusahakan pengoperasiannya untuk penerbangan jarak pendek (airtaxi) dengan menggunakan pesawat udara jenis turbo prop sebagai objek kajian. Bandar udara Pondok Cabe berpeluang menjadi bandar udara yang diusahakan pengoperasiannya untuk penerbangan jarak pendek (airtaxi) dengan menggunakan pesawat udara jenis turbo prop, tetapi untuk penggunaan ruang udara harus disesuikan dengan slot time penerbangan (flight schedule) di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Selama pesawat udara melakukan approach hingga landing di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, maka pergerakan (take-off/landing) di Bandar Udara Pondok Cabe dikoordinasikan dengan penyelenggara navigasi Airnav Halim dikarenakan berada pada template missed approach segment dan OCA Final Approach Segment adalah 535 ft. Selama terdapat pesawat udara yang melakukan holding di HLM VOR, pergerakan pesawat udara take-off/landing di Bandar Udara Pondok Cabe dibatasi ketinggian maksimum 1500 ft. Pengawasan dan pengendalian terhadap pelayanan navigasi penerbangan (air traffic services) Bandar Udara Pondok Cabe jika menjadi bandar udara yang diusahakan untuk melayani penerbangan jarak pendek (airtaxi) tetap di lakukan Airnav Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Fasilitas navigasi yang terdapat pada Bandar Udara Pondok Cabe berupa Non Directional Beacon (NDB) sehingga prosedur yang dapat dibuat adalah Instrument Approach Procedure (IAP) NDB RWY 36 untuk CategoriA/B.
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT PENGATURAN HARGA TIKET PESAWAT DI INDONESIA Mailinda Eka Yuniza; muhammad Jibril; Aicha Grade Rebecca
WARTA ARDHIA Vol 46, No 1 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i1.354.47-59

Abstract

Deregulation made by Government Regulation No. 40 of 1995 has intensified the competition in the aviation industry. As time passes by, many airlines implement the Low-Cost Carrier (LCC) concept. The negative effect of these LCC is that aviation companies compete to lower their prices, thus neglecting the safety factor. This research method employed in this research is normative research, whereas the material used is secondary data. The result of this research indicates that airplane ticket prices, especially economy class, are regulated in Ministry of Transportation Decree Number KM 106 of 2019 about The Upper Limit Tariff for Passengers in Economy Class Services for Scheduled Domestic Commercial Air Transport. On the other hand, this ministerial decree has not been able to solve the issues that arise in our society. Authors think that airplane ticket price as one of the essential production branches for the country needs to regulated thoroughly in order to achieve the greatest prosperity of the people in accordance with Article 33 of the 1945 Constitution.
Evaluasi Pengelolaan General Aviation Terminal (GAT) Ditinjau Dari Regulasi Penerbangan Harry Yanto
WARTA ARDHIA Vol 45, No 1 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

General Aviation dan Air Charter menjadi salah satu sektor terobosan yang semakin berkembang. Kebanyakan penumpang di GAT ini merupakan pengguna pesawat carter untuk kebutuhan wisata sekaligus bisnis. Di Indonesia, pengembangan General Aviation Terminal di bandar udara belum secara spesifik diperuntukkan untuk melayani penerbangan General Aviation dan Air Charter yang melayani masyarakat umum. Saat ini Bandar udara Ngurah Rai Bali yang sudah menyediakan terminal khusus bagi penumpang pesawat General Aviation dan Air Charter. Dalam pengelolaan General Aviation Terminal (GAT) harus mengacu terhadap standar. Namun saat ini aturan pengelolaan GAT secara khusus belum ada masih mengacu terhadap standar pengelolaan terminal penerbangan komersil. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan bahwa masih perlu ditingkatkan standar keamanan bagi penumpang dalam pemeriksaan penumpang dan bagasi serta optimalisasi fasilitas dan jumlah petugas dalam meningkatkan pelayanan.
Perhitungan Emisi Gas Pesawat Udara pada Fase Taxi-Out dengan Operasi Satu Mesin Mati di Bandar Udara Soekarno-Hatta Minda Mora; Susanti Susanti
WARTA ARDHIA Vol 46, No 2 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i2.389.110-121

Abstract

Pesawat udara mengeluarkan emisi gas di setiap fase penerbangan, khususnya pada fase taxi-out. Makalah ini bertujuan untuk menghitung emisi gas pesawat udara pada saat taxi-out dengan menggunakan data operasional harian aktual pesawat udara di Bandar Udara Soekarno-Hatta dan melakukan evaluasi potensi pengurangan emisi apabila fase taxi-out dilakukan dengan strategi operasi satu mesin pesawat udara mati. Emisi gas pesawat udara dihitung dengan menggunakan metode hybrid berdasarkan formula yang direferensikan dalam International Civil Aviation Organization Airport Air Quality Manual. Perhitungan emisi gas pesawat udara dilakukan pada setiap penerbangan domestik, internasional dan kargo di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada bulan Januari sampai dengan Juli tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dengan operasi satu mesin mati memberikan potensi pengurangan emisi gas pesawat udara sebesar 37% s.d 40%.
Analisis Aksesibilitas Yogyakarta International Airport untuk Mendukung Layanan Transportasi Antarmoda Listantari Listantari; Yessi Gusleni; Joewono Soemardjito
WARTA ARDHIA Vol 45, No 2 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i2.361.111-120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aksesibilitas Yogyakarta International Airport/YIA dalam rangka mendukung pengembangan transportasi antarmoda. Analisis aksesibilitas difokuskan pada 3 kondisi sebagai kriteria pengembangan transportasi antarmoda, yaitu (1) jaringan prasarana transportasi, (2) jaringan pelayanan transportasi, dan (3) layanan operasional. Penelitian ini menggunakan metode analisis dekriptif-kualitatif untuk mendeskripsikan kondisi aksesibilitas saat ini. Dalam penelitian telah dikembangkan model analisis indeks aksesibilitas untuk menilai derajad dukungan kondisi aksesibilitas untuk pengembangan transportasi antarmoda. Indeks aksesibilitas menggunakan nilai antara 0 hingga 1. Data analisis didasarkan atas persepsi calon pengguna bandara sebagai responden penelitian. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa indeks aksesibilitas YIA untuk: (1) kriteria jaringan prasarana transportasi 0,52 (kategori “cukup mendukung”), (2) kriteria jaringan pelayanan transportasi 0,44 (kategori “kurang mendukung”), dan (3) kriteria layanan operasional 0,46 (kategori “kurang mendukung”). Hal tersebut memberikan kesimpulan bahwa kondisi jaringan prasarana transportasi, jaringan pelayanan transportasi, dan layanan transportasi eksisting masih memerlukan peningkatan atau pembenahan untuk dapat mendukung pengembangan transportasi antarmoda
OPTIMALISASI KETERSEDIAAN TEMPAT DUDUK (SEAT CAPACITY) ANGKUTAN UDARA PADA MASA LEBARAN DENGAN PENDEKATAN POTENTIAL DEMAND BERBASIS BIG DATA Eny Yuliawati; Susanti Susanti; Yati Nurhayati; Lita Yarlina
WARTA ARDHIA Vol 45, No 1 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i1.351.37-48

Abstract

Trend permintaan angkutan udara menunjukkan kecenderungan meningkat secara signifikan, namun ketersediaan tempat duduk sering tidak terpenuhi terutama pada masa lebaran H-7 s.d H+7. Disisi lain terdapat permasalahan beban angkutan jalan yang sangat tinggi pada masa lebaran khususnya di Pulau Jawa yang berdampak pada lamanya waktu tempuh arus mudik-balik masa lebaran. Moda angkutan udara dapat dimaksimalkan pada koridor tertentu untuk mengurangi beban jalan pada masa arus mudik balik lebaran. Potential demand dengan pendekatan Big Data melalui Maskapai Penerbangan dan Travel Agent Online dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan ketersediaan tempat duduk (seat capacity) pesawat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Optimalisasi melalaui pendekatan Big Data bersinergi dengan para stakeholders diharapkan dapat memetakan potential demand, sehingga dapat tercapai pemenuhan kebutuhan ketersediaan tempat duduk (seat capacity) pada masa lebaran. Hasil penelitian menunjukan dari 12 rute penerbangan yang diduga merupakan rute terpadat, terdapat 6 rute yang perlu dilakukan penambahan seat capacity mengingat potensi permintaan penumpang angkutan udara yang cukup tinggi. Sementara pengamatan terhadap kemampuan bandar udara, dari enam (6) bandara pengamatan diperoleh hasil bahwa bandara “mampu” melayani lonjakan arus mudik balik lebaran. Penilaian didasari atas variabel yang dijadikan indikator untuk menentukan kesiapan, variabel tersebut adalah fasilitas dan personil sisi udara, sisi darat, ground handling dan ketersediaan slot time. Dari ke-6 bandara tersebut 5 (lima) bandara siap melayani penerbangan extra flight maupun penggantian pesawat menjadi wide body (bigger size), sementara hanya 1 bandara yaitu Bandara Adi Sucipto yang tidak memungkinkan untuk melakukan penambahan kapasitas melalui perubahan type pesawat yang lebih besar (bigger Size), dengan demikian penambahan kapasitas dilakukan melalui penambahan frekwensi penerbangan (extra flight). Sementara berdasarkan capturing terhadap potential demand berbasis big data diperoleh hasil terdapat 64 % hingga 89,5 % penumpang yang tidak dapat memperoleh tiket pada 12 rute pengamatan selama rentang masa lebaran tahun 2018. Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan kebijakan para stakeholders dan memberikan impact terhadap ketersediaan kursi (seat capacity) angkutan udara pada masa lebaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta diharapkan pula pada koridor tertentu angkutan udara dapat mengurangi beban jalan sehingga tidak terjadi kemacetan panjang selama masa arus mudik balik lebaran.
Pengaruh Pelayanan dan Fasilitas Digital Terhadap Kepuasan Penumpang di Bandara Internasional Kualanamu Ok Yoga Syah Putra; Sarinah Sihombing; Chaidir Tasran
WARTA ARDHIA Vol 46, No 1 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i1.383.60-70

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pelayanan dan fasilitas digital terhadap kepuasan penumpang di Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 sampel penumpang keberangkatan domestik Bandara Internasional Kualanamu. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang sangat kuat antara pelayanan dan fasilitas digital terhadap kepuasan penumpang. Nilai dari kontribusi variabel pelayanan dan fasilitas digital sebesar 77,1% mempengaruhi kepuasan penumpang di Bandara Internasional Kualanamu, Medan.
Evaluasi Penentuan Lokasi Bandara Berdasarkan Peninjauan Aksesibilitas di Provinsi Jawa Timur Brian Nararya Nugraha
WARTA ARDHIA Vol 45, No 2 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i2.349.85-98

Abstract

Adanya bandara yang berdekatan akan menyebabkan adanya wilayah cakupan pelayanan yang saling tumpang tindih. Dinamika yang terjadi pada bandara-bandara di suatu wilayah mungkin menghasilkan kemunculan multiple airport regions (MARs). Dalam melakukan evaluasi, tahap pertama yang dilakukan yaitu menghitung catchment area bandara dan travel time transportasi darat sebagai aksesibilitas darat pada wilayah yang ditinjau. Kemudian dilakukan analisa jaringan penerbangan pada bandara yang ditinjau dengan cara observasi dan peramalan. Aksesibilitas udara suatu bandara kemudian dihitung dengan melihat jaringan penerbangan bandara tersebut. Setelah didapat aksesibilitas darat dan udara bandara, kemudian dihitung aksesibilitas transportasi udara suatu bandara sebagai nilai kriteria yang digunakan untuk evaluasi. Hasil perbandingan dari nilai aksesibilitas transportasi udara regional antara bandara eksisting dengan penambahan bandara rencana menunjukkan peningkatan sebesar 19,78%. Artinya pembangunan bandara rencana berpotensi meningkatkan aksesibilitas secara regional yang ditinjau berdasarkan aksesibilitas darat dan udara pada wilayah Provinsi Jawa Timur. Walaupun secara regional aksesibilitas transportasi udaranya meningkat, namun aksesibilitas transportasi udara masing-masing bandara eksisting menurun sebesar 33,10% dengan adanya bandara baru.
Model ARIMA Musiman dengan Outlier untuk Peramalan Penumpang Pesawat Tujuan Domestik dari Bandara Soekarno Hatta di Masa Pandemi Covid-19 Siti Puji Utami; Gama Putra Danu Sohibien
WARTA ARDHIA Vol 47, No 1 (2021)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i1.409.17-26

Abstract

Pemodelan deret waktu sangat rentan akibat adanya data outlier. Kehadiran data outlier bisa menyebabkan tidak terpenuhinya asumsi error berdistribusi normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan ARIMA musiman dengan outlier untuk peramalan penumpang pesawat terbang domestik dari Bandara Soekarno-Hatta di masa pandemi Covid-19. Model yang terbentuk bermanfaat untuk meramal jumlah penumpang pesawat terbang ke depannya. Hasil penelitian didapatkan bahwa model ARIMA (0,1,1)(0,1,0)12 dengan variabel outlier terpilih karena sudah memenuhi asumsi white noise dan dapat mengatasi masalah pelanggaran asumsi error berdistribusi normal yang terjadi pada ARIMA biasa. Peramalan penumpang pesawat terbang domestik dari Bandara Soekarno Hatta pada bulan Juni 2021 adalah 858.112 dan Desember 2021 adalah 792.124
Risk Assessment Keberadaan Burung di Lingkungan Bandar Udara Studi Kasus: Bandar Udara Soekarno-Hatta Minda Mora; M. Hasan Bashory; Yusron Saaroni; Tedi Setiadi; Zaini Rakhman; Muhammad Rafiqi Sitompul
WARTA ARDHIA Vol 47, No 1 (2021)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i1.433.82-93

Abstract

The presence of birds in the airport area is a danger to aviation. Collisions between aircraft and birds (birdstrikes) have potential to damage the aircraft which is very detrimental to the airline financially and fatal accidents as the worst case. The International Civil Aviation Organization (ICAO) provides recommendations to all member countries to take preventive and anticipatory actions to control and reduce bird populations by conducting Risk Assessment and Habitat Management so that airport is not become attractive places for birds. This research aims to conduct a Risk Assessment (RA) on bird species in the airport environment, a case study at Soekarno-Hatta Airport. HRA is carried out using two methods, namely the based method (Sowden et al. 2007) and the modified method based on location, flight altitude and number of birds popullation. The results of the analysis of the two methods indicate that there are no bird species with a very high risk of bird strike hazard at Soekarno-Hatta Airport. Based on the modified method, there are five species of birds with a high risk of bird strike danger, namely rice heron (Ardeola speciosa), buffalo egret (Bubulcus ibis), silver egret (Ardea intermedia), red heron (Ardea purpurea), and bluwok heron (Mycteria cinerea). Meanwhile, based on the approach (Sowden et al. 2007) there are three types of birds that have a risk of causing significant danger in the event of a birdtsrike, namely the Bluwok heron, the gray heron (Ardea cinerea), and the Asian snakehead (Anhinga melanogaster). Keberadaan burung di area bandar udara merupakan bahaya bagi penerbangan. Tabrakan antara pesawat udara dengan burung (birdstrikes) berpotensi menimbulkan kerusakan pesawat yang sangat merugikan bagi maskapai penerbangan secara finansial hingga menyebabkan kecelakaan fatal. International Civil Aviation Organization (ICAO) memberikan rekomendasi ke seluruh negara anggota untuk melakukan tindakan preventif dan antisipatif untuk mengendalikan dan mengurangi populasi burung dengan melakukan Risk Asessment dan Habitat Management agar bandar udara tidak menjadi tempat yang menarik bagi burung. Peneitian ini bertujuan untuk melakukan Risk Assessment (RA) terhadap jenis burung yang berada di lingkungan bandar udara, studi kasus di Bandar Udara Soekarno-Hatta. HRA dilakukan dengan dua metode yaitu metode berdasarkan (Sowden et al. 2007) dan metode modifikasi berdasarkan lokasi, ketinggian terbang dan jumlah individu burung. Hasil analisis dari kedua metode tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat jenis burung dengan resiko sangat tinggi bahaya bird strike di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Berdasarkan metode modifikasi, terdapat lima jenis burung dengan resiko tinggi bahaya bird strike yaitu Blekok sawah (Ardeola speciosa), Kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Kuntul perak (Ardea intermedia), Cangak merah (Ardea purpurea), dan Bangau bluwok (Mycteria cinerea). Sedangkan berdasarkan pendekatan (Sowden et al. 2007) terdapat 3 jenis burung yang memiliki resiko menimbulkan bahaya yang signifikan apabila terjadi birdtsrike, yaitu Bangau bluwok, Cangak abu (Ardea cinerea), dan Pecuk-ular asia (Anhinga melanogaster).