cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Sistem Manajemen Pemeliharaan Perkerasan Landasan Di Bandar Udara Maryati Karma
WARTA ARDHIA Vol 46, No 2 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i2.381.133-146

Abstract

Pemeliharaan landasan wajib dilakukan dengan metode analisis kerusakan pada setiap luasan landasan, apabila mencapai tingkat kerusakan lebih dari 50% harus segera dilakukan perbaikan landasan Observasi atau pengamatan tentang sistem manajemen pemeliharaan perkerasan landasan bandara dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, pada beberapa lokasi dan mengacu pada pengalaman yang pernah dilakukan pada bandara.. Berbagai jenis material dapat digunakan untuk memperbaiki tipe kerusakan permukaan landasan tersebut. Dari pengamatan kemudian dilakukan analisa kerusakan yang terjadi pada beberapa bandara ditemukan berbagai kriteria tipe kerusakan, yang berbeda (rutting, disintegration, cracking, distorsion, dsb) sehingga berbeda pula cara perbaikannya. Artikel ini disusun dengan tujuan agar dapat dimanfaatkan oleh para kepala bandara dan para teknisi landasan di seluruh Indonesia guna mendapatkan panduan atau contoh dalam melaksanakan perbaikan fasilitas landasan secara efisien dan memenuhi kaidah-kaidah persyaratan teknis standar Internasional (ICAO). Manager bandara dan para teknisi bertanggung jawab terhadap operasi dan pemeliharaan bandara secara berkelanjutan untuk menghadapi kerusakan konstruksi landasan
Percepatan Implementasi Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Untuk Pengembangan Infrastruktur Bandar Udara di Indonesia Yati NURHAYATI Nurhayati; DEDES KUSUMAWATI KUSUMAWATI KUSUMAWATI; ENY YULIAWATI YULIAWATI YULIAWATI
WARTA ARDHIA Vol 46, No 1 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i1.359.26-38

Abstract

Minimnya dana yang dimiliki oleh pemerintah dalam membangun infrastruktur transportasi, khususnya transportasi udara menghambat pengembangan dan perbaikan layanan dibidang transportasi udara yang harus diberikan kepada masyarakat. Salah satu layanan vital bagi masyarakat adalah bandar udara. Bandar udara merupakan aset pemerintah yang harus dikelola terus menerus dan merupakan komponen produktif penting dari seluruh perekonomian. Keterbatasan pendanaan yang dimiliki oleh pemerintah dalam pengembangan pada 301 bandar udara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, memungkinkan terjalinnya pihak badan usaha dalam pengembangan bandara-bandara tersebut melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (Public Private Partnership). Untuk mendapatkan gambaran mengenai negara yang sudah banyak melibatkan keuangan swasta dalam pengembangan, pengoperasian maupaun pemeliharaan sektor publik khususnya bandar udara, dilakukan benchmarking ke negara yang sudah sukses, yaitu negara Jepang. Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai key success factors dan pembelajaran dalam pengelolaan bandara di Jepang antara lain sinergi dengan pemerintah lokal untuk mengoptimalkan industri pariwisata, kreativitas dalam menciptakan pendapatan non-aero, concern dalam penyediaan aksesibilitas bandara, perencanaan kawasan bandara yang komperhensif dan mitigasi risiko yang matang, dan integrasi opersional terhadap semua lini usaha layanan bandara sehingga meningkatkan efisiensi waktu pelayanan dan efisiensi biaya. Kata kunci: Kerjasama Pemerintah Badan Usaha, Bandar Udara, Benchmarking, Key ssucces Factors
Perbandingan Karakteristik Marshall Gradasi BBA dan Gradasi FAA Untuk Perkerasan Bandara dengan Memanfaatkan Agregat Buatan Gusti Made Bagus Baskara
WARTA ARDHIA Vol 45, No 1 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i1.340.59-66

Abstract

One important part of the asphalt mixture is the aggregate gradation. Characteristics of concrete asphalt mixtures such as stability and flow are strongly influenced by aggregate gradations. The purpose of this study is to obtain the Marshall characteristics of asphalt concrete mixtures using artificial aggregates with BBA (Bitumineux pour chausées Aéronautiques) gradation and FAA (Federal Aviation Administration) gradation. Artificial aggregates that have been obtained in previous studies are the materials that will be used in this study. From the results experiment it was found that the asphalt concrete mixture using BBA gradation had the highest stability compare to the stability of FAA gradation with value of 2055,9 Kg and 2039,1 Kg respectively. The highest flow value in the BBA gradation mixture was 3.63 mm while the FAA gradation mixture was 3.60 mm. For Marshall Quotient values, the mixture of BBA gradation is 566.8 Kg / mm and FAA gradation mixture is 571.8 Kg / mm. Salah satu bagian penting dalam campuran beraspal adalah gradasi agregat. Karakteristik campuran aspal beton seperti stabilitas dan flow sangat dipengaruhi oleh gradasi agregat. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan karakteristik Marshall campuran aspal beton yang menggunakan agregat buatan dengan gradasi BBA (Beton Bitumineux pour chausées Aéronautiques) dan gradasi FAA (Federal Aviation Administration). Agregat buatan yang sudah diperoleh dalam penelitian sebelumnya menjadi bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil pemeriksaan didapat bahwa campuran aspal beton yang menggunakan gradasi BBA mempunyai nilai stabilitas tertinggi yaitu sebesar 2055,9 Kg, sedangkan nilai stabilitas campuran gradasi FAA sebesar 2039,1 Kg. Nilai flow tertinggi pada campuran gradasi BBA yaitu sebesar 3,63 mm sedangkan campuran gradasi FAA sebesar 3,60 mm. Untuk nilai Marshall Quotient campuran gradasi BBA sebesar 566,8 Kg/mm dan campuran gradasi FAA sebesar 571,8 Kg/mm.
Formulasi Strategi dalam Meningkatkan Seat Load Factor Penerbangan PT. Garuda Indonesia pada Rute Surabaya–Lombok Prasadja Ricardianto; Dwiananda Alif Wicaksana; Vica Nuryani Harahap; Aditya Wardhana
WARTA ARDHIA Vol 46, No 2 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i2.392.71-83

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis formulasi strategi yang tepat untuk dapat digunakan meningkatkan jumlah Seat Load Factor penerbangan Garuda Indonesia rute Surabaya-Lombok. Beberapa permasalahan seperti, belum tercapainya tingkat tingkat keterisian jumlah penumpang secara maksimal, adanya maskapai lain yang memiliki frekuensi lebih banyak untuk rute penerbangan yang sama yaitu Surabaya – Lombok serta harga tiket yang dimiliki oleh maskapai lain lebih kompetitif dan lebih terjangkau. Dalam penelitian ini, metode penelitian menggunakan analisis SWOT dengan pendekatan melalui Diagram Cartesius, Matrik Internal Eksternal dan Matrik SWOT. Dari hasil perhitungan Matriks IE, posisi perusahaan berada pada kuadran II yang artinya posisi tumbuh dan berkembang, dengan total skor internal sebesar 2,87 dan total skor eksternal sebesar 3,19 sehingga strategi yang dapat diterapkan adalah strategi penetrasi pasar, dan pengembangan produk. Dari hasil analisis SWOT menggunakan tabel IFE dan EFE diperoleh hasil selisih faktor internal sebesar 1,54 dan faktor eksternal 0,57. Kesimpulan dari penelitian dari diagram SWOT adalah posisi perusahaan berada pada kuadran I yang artinya perusahaan mempunyai kekuatan dan peluang yang besar sehingga pada matriks SWOT strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah matriks SO. Temuan yang dihasilkan, Garuda Indonesia harus dapat memanfaatkan seluruh peluang yang ada dengan menggunakan kekuatan yang telah dimiliki oleh perusahaan.
Comparative Study Aerodynamics Effects of Wingtip Fence Winglet on Fix Wing Airfoil Eppler E562 Setyo Hariyadi Suranto Putro; Sutardi Sutardi; Wawan Aries Widodo; Bambang Juni Pitoyo
WARTA ARDHIA Vol 45, No 2 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i2.356.67-76

Abstract

Wings on airplanes and Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) have a very important role in the formation of lift forces. This is because most of the lifting force arises on the wing. Therefore, aircraft designers pay great attention to wing modification. Today's aircraft designers tend to provide geometric modifications displayed in computational applications so that visualization of fluid flow can appear clearly. By increasing the lift as high as possible on the wing and lowering the drag as low as possible, it is expected that high aerodynamic efficiency will be achieved in air transportation. This research was done numerically by using the turbulence model k-ω SST. Reynolds number in this research was 2,34 x 104 with the angle of attacks are 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o, 12o, 15o, 17o and 19o. The model specimen is wing airfoil Eppler 562 with winglets. Two types of wingtips are used: forward and rearward wingtip fence. From this study, it was found that the wingtip fence reduced the strength of vorticity magnitude on the x-axis and z-axis compared to plain wings. With the addition of a wingtip fence, it has a significant effect on the shape of the vorticity magnitude behind the wing. This indicates a decrease in induced drag on the wing which has a wingtip fence.
Pengalaman Penumpang Terhadap Penerapan Digitalisasi Fasilitas Bandara di Bandara Udara Kualanamu Medan Dina Yuliana; Kristiono Setyadi; Pribadi Asih
WARTA ARDHIA Vol 46, No 2 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i2.387.84-95

Abstract

PT Angkasa Pura II manages Kualanamu Medan Airport. Kualanamu Airport has been develop airport digital facilities. The development of facility technology has aim to improve services for passengers and efficiency of airport operations. This research aims to identify passengers experience in order to improve services through digitizing airport facilities. The research method used descriptive analysis, multiple response analysis and crosstab (cross tabulation). The results has been show that Kualanamu Airport is smart (71.42%). Passengers need technological innovation and realtime facilities to help them in airport. Technological innovation required ie facilities for monitoring baggage and online reservations (74%), applications for shopping / restaurant / entertainmentat airports (73%), customs (70%), vehicle parking (69%) and check in (66%). Realtime Facility required ie facility for check-in (71%), flight schedules and monitoring of baggage movements (64%), airport information facilitiy and boarding gates (63%), vehicle parking at the airport (58%) and customs (54%).
Manajemen Stres Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller) Studi Kasus: MATSC-Makassar Muhammad Saleh Lalu; Syamsiar Russeng; Andi Wahyuni; Indra Ibnu Fajarwati; Iva Hardi Yanti; Mahfuddin Yusbud
WARTA ARDHIA Vol 46, No 1 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i1.376.39-46

Abstract

Faktor keselamatan merupakan prioritas utama dalam penerbangan, tidak ada toleransi ataupun kompromi. Peningkatan keselamatan penerbangan di bandara khususnya pada ATC memegang peranan penting. Kesehatan dan keselamatan kerja dari seorang ATC harus diperhatikan agar konsentrasi dalam mengontrol pesawat tetap optimal dan tidak memberikan risiko bagi pelayanan navigasi yang aman dan selamat kepada pilot. Pemahaman karyawan ATC terkait stres menjadi upaya mengenali diri dan beban mental yang dihadapi sehingga dapat mengambil langkah-langkah coping yang tepat untuk mengatasi stres akibat pekerjaan, dan menjadi sumbangsih bernilai untuk meminimalisir risiko human error. Kajian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelatihan manajemen stres terhadap 21 karyawan ATC dengan membandingkan tingkat pemahaman terkait stres sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Hasil uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan, 38,1% karyawan ATC memiliki pemahaman kurang, dan setelah dilakukan pelatihan terjadi peningkatan pemahaman tentang stres, meskipun masih terdapat 9,5% yang memiliki pengetahuan kurang. Kondisi mental yang kuat dari gangguan stres dapat berpengaruh positif terhadap performance karyawan ATC, karena itu perlu diberikan pelatihan manajemen stres untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya mengenali tanda-tanda stres. Managemen Stres merupakan upaya seseorang ATC mengenali diri dan beban mental yang dihadapi sehingga dapat mengambil langkah-langkah coping yang tepat untuk mengatasi masalah stres akibat pekerjaanya. Manajemen stres juga akan mampu menghindari ATC dari rasa boring dan burnout.
Pengaruh Steep Approach Terhadap Operasional Runway Faisal Esa Arighi; Ervina Ahyudanari
WARTA ARDHIA Vol 45, No 1 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i1.341.1-12

Abstract

Kebutuhan transportasi udara terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan kebutuhan ini juga berdampak pada lingkungan sekitar bandar udara dan salah satunya adalah dampak kebisingan dari operasional pesawat. Dalam penelitian ini, akan dibandingkan kapasitas runway dengan sudut approach standar (3⁰) dengan steep approach (4,5⁰). Dengan data lalu lintas dari peak hour eksisting, akan diketahui kapasitas runway awal menggunakan diagram ruang-waktu yang menghasilkan kapasitas ultimate dari runway tersebut dan dapat diketahui pula kapasitas runway steep approach. Dengan kapasitas runway ultimate dan kapasitas runway steep approach, akan diketahui perbedaan kapasitas dari kedua metode approach dan diketahui pengurangan kapasitas dari steep approach. Hasil analisa menggunakan diagram ruang waktu menunjukkan bahwa tidak terjadi pengurangan kapasitas dengan 34 pergerakan per jam. Jenis pesawat yang memenuhi target kecepatan 137±4kt adalah Airbus A320. Kesimpulan dari penelitian ini adalah steep approach tidak mengurangi kapasitas runway pada peak hour. Pada peak hour, pesawat cenderung homogen dalam tipe wake turbulence yang dihasilkan. Penggunaan ILS akan diperuntukkan bagi standard approach dan steep approach dapat menggunakan Microwave Landing System atau GBAS (Ground Based Augmentation System) Landing System. Terjadi pengurangan kebisingan tingkat 2 dari 1400 m menjadi 1282 m dan pada area perumahan sekitar bandara sebesar 60,5%.
Analisis Potensi Bisnis Bandar Udara pada masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus: Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Agus Santoso
WARTA ARDHIA Vol 46, No 2 (2020)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v46i2.391.96-109

Abstract

Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian dunia. Salah satu industri yang cukup terdampak oleh adanya pandemi Covid 19 ini adalah industri penerbangan. PT Angkasa Pura II merupakan salah satu perusahaan penerbangan pengelola Airport yang terdampak Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Covid 19 pada perusahaan penerbangan Angkasa Pura II untuk selanjutnya mencari metode survival terbaik demi mengangkat kembali pendapatan perusahaan dan mengatasi kerugian perusahaan akibat adanya pandemi Covid – 19. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder terkait jumlah trafik penerbangan di Bandara Soekarno Hatta serta data pendapatan PT Angkasa Pura II dari bisnis aero dan non aero di Bandara Soekarno Hatta. Data dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik forecasting, teknik analisis regresi dan analisis SWOT sampai ditemukan solusi – solusi yang memungkinkan perusahaan bangkit dari keterperukan akibat pandemi Covid – 19. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, terdapat 2 komponen yang paling memungkinkan dikembangkan di era pandemi ini, yaitu komponen Cargo dan F&B tenant. Selain itu perusahaan juga masih dapat meningkatkan komponen Ground Handling, Aircraft Maintenance Catering and Cleaning, dan Utilites sebagai tambahan masukan pendapatan di era pandemi.
FORECASTING SYSTEM FOR PASSENGER, AIRPLANE, LUGGAGE AND CARGO, USING ARTIFICIAL INTELLIGENCE METHOD - BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK AT JUANDA INTERNATIONAL AIRPORT lady silk moonlight; Achmad Setiyo Prabowo
WARTA ARDHIA Vol 45, No 2 (2019)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i2.358.99-110

Abstract

Juanda International Airport is the third busiest airport, after Soekarno Hatta International Airport and Ngurah Rai International Airport. Because the number of Airplane, passengers, luggage and cargo at Juanda International Airport is increasing every year, it is important to improve infrastructure facilities and services, and all facilities at Juanda Airport. In this research, it was designed and built a forecasting system for Airplane, passenger, luggage and cargo. This research is expected to be a consideration in increasing the readiness of infrastructure and services, and all facilities at Juanda Airport. In addition, this system is also expected to be one of the decision supporting system for the management. This system uses one of the Artificial Intelligent methods, Backpropagation Artificial Neural Network. It is known in previous research that Backpropagation is a method of artificial neural networks with the best performance in pattern recognition, or forecasting. The forecasting system has two main processes, the training process and the forecasting process.