cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Analisis Penggunaan Flightradar24 Pada Unit Flight Following PT. Citilink Indonesia Anta Dijaya; Ahmad Mubarok
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 2 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i2.572.56-67

Abstract

Pemantauan pergerakan pesawat secara real-time merupakan elemen vital dalam keselamatan penerbangan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Flightradar24 sebagai alat bantu untuk memantau di Unit Flight Following PT Citilink Indonesia, mengidentifikasi kendala operasional, serta mengevaluasi strategi optimalisasi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis tematik model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik (observasi, wawancara, dan dokumentasi) terhadap aktivitas pemantauan rute domestik dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Flightradar24 terbukti efektif memenuhi dimensi Goal Attainment (Pencapaian Tujuan) dan Integration (Integrasi) dalam teori efektivitas organisasi. Temuan ini secara empiris mendukung teori Adopsi Teknologi (Technology Adoption) dan Situational Awareness, di mana visualisasi data real-time mampu meningkatkan kecepatan deteksi dini terhadap deviasi operasional (seperti holding atau divert) dibandingkan metode konvensional. Namun, efektivitas sistem masih terkendala pada dimensi Access dan Adaptation akibat instabilitas teknis (blank spot) pada area minim receiver, keterbatasan fitur analitik pada akun tipe Basic, serta belum adanya pelatihan terstandar. Sebagai implikasi manajerial dan kebijakan, penelitian merekomendasikan perlunya regulasi teknis turunan CASR 121.127 untuk menstandardisasi penggunaan fasilitas publik sebagai sistem monitoring sekunder, penerapan strategi redundansi sistem, dan peningkatan kompetensi Flight Operations Officer (FOO) guna memitigasi risiko latensi data.
Analisis Kecenderungan Masyarakat Kota Memilih Moda Transportasi Menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta dengan Metode AHP Yasyfa’ Kawakibi; Dimas Hari Cahyo; Hendra Sudarso
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 2 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i2.574.75-83

Abstract

Keselamatan penerbangan merupakan aspek kritis dalam industri aviasi, di mana Flight Data Monitoring and Analysis (FDMA) berperan penting dalam mendukung Safety Management System (SMS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi FDMA di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi untuk mendukung penguatan SMS serta dampaknya terhadap peningkatan keselamatan dan kualitas pelatihan penerbangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data primer dari flight data logger Garmin G1000 yang diolah melalui platform CloudAhoy dan Flightradar24, serta data sekunder berupa dokumen regulasi dan kurikulum pelatihan, terhadap sebanyak 865 penerbangan latih dalam periode Februari 2024 hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDMA efektif dalam mengidentifikasi anomali penerbangan, dengan nilai rata-rata CFI Score mencapai 89,5 dari 865 penerbangan yang dianalisis. Namun, ditemukan beberapa insiden kritis seperti engine power loss dan penyimpangan prosedur, terutama pada mutual flight. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FDMA terbukti meningkatkan efektivitas pelatihan berbasis data namun memerlukan peningkatan kapasitas SDM untuk analisis prediktif dan teknologi yang lebih canggih untuk optimalisasi sistem.