cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Efek Jangka Pendek Pergerakan Jumlah Pesawat, Penumpang, dan Kargo Udara terhadap PDRB Subsektor Angkutan Udara di Sulawesi Barat (2014–2024): Analisis ARDL Nur Ilmi Hasbah; Ana Uluwiyah
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.573.22-31

Abstract

This study aims to analyze the influence of the aircraft movements, passenger numbers, and the air freight volume on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of the air transport subsector in Sulawesi Barat. The study uses quarterly data from Q1 2014 to Q4 2024 (44 observations) and applies the ARDL (3,4,0,0) model selected based on the Akaike Information Criterion (AIC). Stationarity and long-run relationships were tested using the Augmented Dickey-Fuller and Bounds tests, respectively, with no control variables included. The results indicate that only short-run effects were found, while no evidence of long-run cointegration exists among the variables. In the short run, aircraft movements have a positive and statistically significant association with the GRDP of the air transport subsector, whereas passenger numbers and the air freight volume show no significant relationship. However, the model’s high adjusted R² and absence of robustness checks suggest caution in interpretation, as omitted variable bias and limited causal inference may exist. These findings suggest that enhancing aircraft operations and connectivity could support short-term growth in the regional air transport subsector. However, further research incorporating structural breaks and robustness analyses is recommended to strengthen policy conclusions. These insights are relevant for policymakers seeking evidence-based strategies to improve regional air connectivity and optimize the economic role of the air transport subsector in Sulawesi Barat.
Analisis Kepuasan Pelanggan Pada Pelayanan Pengiriman Barang Di Ekspedisi Muatan Pesawat Udara Angkasa Pura Logistik I Made Andre Widiantadarma; I Made Andre Widiantadarma; Ni Luh Darmayanti; Handoko Handoko
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.575.44-55

Abstract

Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) Angkasa Pura Logistik di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang merupakan penyedia jasa pengiriman barang dan pengurusan dokumen melalui udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan lima dimensi kualitas layanan: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Metode yang digunakan adalah importance-performance analysis (IPA) untuk menilai kesenjangan antara harapan dan kinerja pelayanan, serta mengelompokkan atribut layanan ke dalam empat kuadran prioritas. Hasil penelitian menunjukkan 1 atribut berada pada kuadran 1 (prioritas perbaikan), 12 atribut pada kuadran 2 (kinerja optimal), 1 atribut pada kuadran 3 (prioritas rendah), dan 1 atribut pada kuadran 4 (kinerja berlebihan). Aspek kebersihan fasilitas menjadi area yang perlu segera ditingkatkan, sedangkan sebagian besar layanan telah memenuhi harapan pelanggan. Hasil penelitian ini memberikan roadmap strategis bagi manajemen dalam mengalokasikan sumber daya secara tepat untuk peningkatan layanan, serta secara teoretis memperkaya kajian evaluasi kualitas jasa logistik udara di Indonesia melalui penerapan metode IPA.
Tren Seaplane: Analisis Bibliometrik Ardian , Dede; Ardian, Dede; Yasman, Asyhari; Hari Cahyo, Dimas; Wanda, Riki
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.582.13-21

Abstract

Seaplane memiliki potensi strategis untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di wilayah kepulauan serta mendukung transportasi berkelanjutan. Meskipun demikian, pemahaman menyeluruh mengenai tren penelitian global dan fokus pengembangannya, khususnya untuk aplikasi sipil di negara kepulauan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lanskap dan evolusi penelitian seaplane secara global selama tiga dekade terakhir (1990–2024) serta merumuskan implikasi pengembangannya, dengan perhatian khusus pada konteks Indonesia. Metode analisis bibliometrik diterapkan dengan menggunakan data dari basis data Scopus. Analisis mencakup pola publikasi, jejaring kolaborasi, serta perkembangan tema penelitian melalui teknik visualisasi dengan perangkat lunak VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan jumlah publikasi, terutama dalam dekade terakhir, yang didorong oleh fokus pada teknologi seperti kendaraan udara tak berawak (UAV), otomasi, dan pemodelan numerik. Analisis jaringan mengungkapkan pergeseran tema dari aplikasi militer historis menuju optimasi teknis dan keberlanjutan. Indonesia, dengan karakteristik geografisnya yang unik, diidentifikasi memiliki peluang besar dalam adopsi dan pengembangan teknologi seaplane. Kajian ini memberikan peta jalan bagi peneliti dan pemangku kepentingan dengan mengidentifikasi celah penelitian, seperti aspek lingkungan dan manufaktur, serta menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin untuk inovasi di masa depan.
Analisis Kepuasan Pelanggan Pada Pelayanan Pengiriman Barang Di Ekspedisi Muatan Pesawat Udara Angkasa Pura Logistik Andre Widiantadarma, I Made; Darmayanti, Ni Luh; Handoko, Handoko; Soimun, Ahmad
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.575.44-55

Abstract

Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) Angkasa Pura Logistik di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang merupakan penyedia jasa pengiriman barang dan pengurusan dokumen melalui udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan lima dimensi kualitas layanan: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Metode yang digunakan adalah importance-performance analysis (IPA) untuk menilai kesenjangan antara harapan dan kinerja pelayanan, serta mengelompokkan atribut layanan ke dalam empat kuadran prioritas. Hasil penelitian menunjukkan 1 atribut berada pada kuadran 1 (prioritas perbaikan), 12 atribut pada kuadran 2 (kinerja optimal), 1 atribut pada kuadran 3 (prioritas rendah), dan 1 atribut pada kuadran 4 (kinerja berlebihan). Aspek kebersihan fasilitas menjadi area yang perlu segera ditingkatkan, sedangkan sebagian besar layanan telah memenuhi harapan pelanggan. Hasil penelitian ini memberikan roadmap strategis bagi manajemen dalam mengalokasikan sumber daya secara tepat untuk peningkatan layanan, serta secara teoretis memperkaya kajian evaluasi kualitas jasa logistik udara di Indonesia melalui penerapan metode IPA.
Sinergi Pertahanan Semesta dan Regulasi Penerbangan: Membangun Ketahanan Nasional di Ruang Udara Anggreini , Monika; Priyanto, Priyanto; Sulistyanto, Sulistyanto
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.571.32-43

Abstract

Ketahanan nasional di ruang udara tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui sistem regulasi yang efektif dalam sektor penerbangan. Kajian ini membahas bagaimana sinergi antara strategi perang semesta dan kebijakan penerbangan dapat memperkuat daya tangkal strategis Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran regulasi penerbangan dalam mendukung implementasi strategi perang semesta, dengan fokus pada kebijakan keamanan, keselamatan, dan pengendalian ruang udara serta merumuskan rekomendasi kebijakan dalam memperkuat ketahanan udara nasional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis kebijakan melalui perbandingan regulatif dokumen regulasi penerbangan dan pertahanan, meliputi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2018, serta standar internasional ICAO Annex 17 dan Annex 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi regulasi dengan strategi pertahanan semesta berpotensi menghasilkan sistem pengawasan dan respons yang lebih terstruktur terhadap ancaman udara, baik militer maupun non-militer. Temuan penelitian menegaskan pentingnya integrasi kebijakan transportasi udara dan pertahanan negara sebagai pendekatan strategis baru dalam tata kelola keamanan udara. Lebih lanjut, integrasi sipil-militer dalam sektor penerbangan terbukti berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas deteksi dini, mempercepat respons intersepsi, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap keamanan udara nasional. Hal ini memberikan perspektif baru mengenai peran regulasi penerbangan dalam memperkuat strategi pertahanan semesta dan membangun ketahanan nasional di ruang udara.
Efek Jangka Pendek Pergerakan Jumlah Pesawat, Penumpang, dan Kargo Udara terhadap PDRB Subsektor Angkutan Udara di Sulawesi Barat (2014–2024): Analisis ARDL Hasbah, Nur Ilmi; Uluwiyah, Ana
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.573.22-31

Abstract

This study aims to analyze the influence of the aircraft movements, passenger numbers, and the air freight volume on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of the air transport subsector in Sulawesi Barat. The study uses quarterly data from Q1 2014 to Q4 2024 (44 observations) and applies the ARDL (3,4,0,0) model selected based on the Akaike Information Criterion (AIC). Stationarity and long-run relationships were tested using the Augmented Dickey-Fuller and Bounds tests, respectively, with no control variables included. The results indicate that only short-run effects were found, while no evidence of long-run cointegration exists among the variables. In the short run, aircraft movements have a positive and statistically significant association with the GRDP of the air transport subsector, whereas passenger numbers and the air freight volume show no significant relationship. However, the model’s high adjusted R² and absence of robustness checks suggest caution in interpretation, as omitted variable bias and limited causal inference may exist. These findings suggest that enhancing aircraft operations and connectivity could support short-term growth in the regional air transport subsector. However, further research incorporating structural breaks and robustness analyses is recommended to strengthen policy conclusions. These insights are relevant for policymakers seeking evidence-based strategies to improve regional air connectivity and optimize the economic role of the air transport subsector in Sulawesi Barat.
Pemetaan Risiko Interferensi dan OptimasiFrekuensi Komunikasi VHF pada 219 Bandara di Indonesia Menggunakan K-Means dan PCA Spasial Setiawan, Ariyono; Sonhaji, Imam; Onn, Choo Wou; Cahyadi, Catra Indra; Suprapto, Yuyun; Widadi, Novyanto
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.567.1-12

Abstract

Penelitian ini menelaah bagaimana klasterisasi spektrum VHF dapat mengurangi potensi interferensi antarbandara di ruang udara Indonesia yang padat. Berlandaskan konsep interaksi spasial dan risiko spectrum sharing, kedekatan geografis antarbandara dan jarak frekuensi (Δf) dikaitkan dengan probabilitas terjadinya interferensi, serta memosisikan klasterisasi sebagai prasyarat koordinasi berbasis data. Data multi-layanan VHF dari 219 bandara dinormalisasikan dan dianalisis, Menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mempertahankan komponen yang menjelaskan ≥70% variasi, Selanjutnya, algoritma FASTCLUS digunakan untuk membentuk kelompok yang koheren secara spasial. Pasangan bandara yang berpotensi berisiko diidentifikasi dengan kriteria jarak <50 km dan Δf <0,2 MHz (uji kepekaan: 0,3 MHz). Hasil analisis menunjukkan terdapat 37 pasangan bandara memenuhi kedua kriteria tersebut; pola yang teridentifikasi menunjukkan adanya kantong kepadatan dengan penyempitan adjacent-channel spacing yang mengindikasikan kemungkinan inertia kebijakan dalam pengelolaan spektrum (spectrum housekeeping). Berdasarkan temuan tersebut, disusun daftar prioritas watchlist berperingkat untuk AirNav/Kominfo guna memandu penataan ulang kanal dan koordinasi lintas wilayah, mendukung SDG 9 dan SDG 16. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan PCA–FASTCLUS dengan skrining Δf–jarak menjadi pipeline praktis, replikabel, dan siap regulator.
Analisis Kecenderungan Masyarakat Kota Memilih Moda Transportasi Menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta dengan Metode AHP Gunawan Gunawan; Uyuunul Mauidzoh; Riani Nurdin; Yasrin Zabidi; Marni Astuti
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 2 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i2.540.84-92

Abstract

Pemindahan bandar udara utama dari Adisutjipto (JOG) ke Yogyakarta International Airport (YIA) menimbulkan tantangan baru bagi penumpang karena jarak yang cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Penumpang perlu mempertimbangkan waktu yang cukup dan pemilihan moda transportasi yang sesuai sehingga dapat datang tepat waktu sebelum keberangkatan pesawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan moda transportasi menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta serta kriteria yang digunakan oleh penumpang dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis preferensi penumpang dalam memilih moda transportasi yang sesuai. Berdasarkan hasil penelitian faktor yang paling penting sebagai pertimbangan dalam memilih moda transportasi adalah Waktu Perjalanan dengan bobot 0,2454, Biaya (0,2186), Keamanan (0,2140), Kemudahan (0,1699), Kenyamanan (0,0975) dan yang terakhir Headway (0,0541). Sementara itu, alternatif pilihan moda transportasi yang paling berpengaruh adalah Kendaraan Pribadi dengan bobot 0,4016, Kereta Bandara (0,2986), Bus/Shuttle Damri (0,2169) dan yang terakhir Transportasi Online (0,0829). Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu perjalanan (24,54 %), biaya (21,86 %), dan kecenderungan penggunaan kendaraan pribadi (40,16 %) menjadi faktor utama dalam pemilihan moda transportasi menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA). Temuan ini dapat menjadi dasar perumusan kebijakan aksesibilitas, termasuk strategi tarif, kenyamanan layanan, dan sistem multimoda.
Pengaruh Pemahaman Peta Aeronautika IFR FlightTerhadap Kinerja Taruna Pilot API Banyuwangi Fajar Islam; Dika Wahyudi Usman; Dimas Hari Cahyo; Hari Kurniawanto
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 2 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i2.568.68-74

Abstract

Instruksi instrument flight rules (IFR) merupakan komponen kunci pelatihan pilot yang memerlukan pemahaman mendalam tentang peta aeronautika untuk navigasi yang efisien. Kurangnya pemahaman terhadap terminologi peta aeronautika berpotensi menurunkan kinerja pilot dan meningkatkan risiko kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pemahaman terminologi peta aeronautika terhadap kinerja taruna pilot Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi selama penerbangan IFR. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 50 responden taruna pilot API Banyuwangi. Analisis regresi digunakan untuk menguji hubungan antara kinerja taruna pilot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terminologi peta aeronautika memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja taruna pilot dalam pelaksanaan penerbangan IFR, khususnya bagi taruna pilot di API Banyuwangi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa taruna yang memiliki tingkat pemahaman terminologi peta aeronautika yang lebih baik mampu menunjukkan kinerja yang lebih optimal dalam aspek navigasi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan responden yang hanya melibatkan taruna API Banyuwangi, sehingga generalisasi hasil pada institusi lain perlu dilakukan dengan hati-hati mengingat adanya variasi latar belakang pendidikan dan pengalaman terbang.
Studi Kuantitatif Pengaruh Komunikasi dalam Peningkatan Efektifitas Kerja Flight Operation Officer di Operation Control Center Bunga Taj Nasywa; Dede Ardian; Yasyfa’ Kawakibi; Ahmad Mubarok
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 2 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i2.570.93-102

Abstract

Komunikasi efektif antara personel operasional penerbangan memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasi penerbangan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesalahan komunikasi menjadi salah satu faktor utama dalam kecelakaan penerbangan yang berkaitan dengan human error. Dalam lingkungan Operation Control Center (OCC), Flight Operation Officer (FOO) bertanggung jawab melakukan koordinasi operasional penerbangan, termasuk penyampaian informasi rencana penerbangan, kondisi cuaca, perubahan rute, serta koordinasi dengan unit operasional lainnya. Ketidakefektifan komunikasi dalam proses tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan operasional, keterlambatan penerbangan, serta menurunkan kinerja operasional maskapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kinerja Flight Operation Officer di Operation Control Center PT Citilink Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 57 Flight Operation Officer. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji t serta koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja Flight Operation Officer dengan nilai t hitung sebesar 7,083 lebih besar dari t tabel 2,004 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,467 menunjukkan bahwa komunikasi menjelaskan 46,7% variasi kinerja. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan pengaruh yang moderat antara komunikasi dan kinerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi maskapai dalam meningkatkan kualitas komunikasi operasional guna mendukung keselamatan dan efisiensi penerbangan.