cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam merupakan salah satu jurnal berbasis open-access yang turut berkontribusi dalam meningkatkan khazanah keilmuan, khususnya di Indonesia terkait relevansinya dalam pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administasi. Jurnal Al-Idarah dikelola dan diterbitkan secara berkala oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Ar-Raniry yang bekerjasama dengan Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Secara umum, Jurnal Al-Idarah menerima dan menerbitkan beragam tulisan dan hasil penelitian ilmiah terkait tema pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi ditinjau dari segala aspek. Lebih khusus, terkait pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islam, seperti Pengembangan Manajemen Dakwah, Masjid, Zakat-Infaq-Shadaqah, Haji, Organisasi Islam, dan berbagai pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islami lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
KONSEP DAKWAH TUAN GURU NIK ABDUL AZIZ NIK MAT DALAM PEMBINAAN KEISLAMAN RAKYAT NEGERI KELANTAN Muhammad Izdihar Abdullah
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i1.3395

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh pendekatan yang dipilih Tuan Guru Nik Aziz dalam memimpin dan mendidik umat sesuai dengan kaedah  Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep dakwah, metode dakwah, serta kontribusi Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat dalam pembinaan ke-Islaman rakyat Negeri Kelantan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertumpu pada konsep dakwah Tuan Guru Nik Aziz. Lokasi penelitian ini berlangsung di Negeri Kelantan tepatnya di sekitar Pulau Melaka dan sekitar kawasan Kota Bharu. Teknik pengumpulan datanya menggunakan studi literatur dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian di olah dengan metode content analisis, khususnya data-data yang terkait dengan literatur. Sedangkan dalam penjabarannya dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa konsep pembinaan ke-Islaman yang dilakukan oleh Tuan Guru Nik Abdul Aziz telah memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan rakyat Negeri Kelantan, baik pada bidang agama, sosial, ekonomi, pendidikan dan politik. Ia dikenal sebagai seorang ulama yang berperan besar dalam mencetuskan aspirasi baru dan menggerakkan perjuangan dalam mengembangkan kejayaan Islam. Ia juga seorang insan yang multitalenta, karena selain pendakwah dan ulama, Tuan Guru juga di kenal sebagai tokoh politik, dan pemimpin umat Islam. Pada bidang dakwah,  Ia membina rakyat negeri Kelantan dengan pendidikan agama.
FUNGSI STRATEGIS TUHA PEUT DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN DAN PENCEGAHAN KORUPSI DANA GAMPONG Delfi Suganda
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i1.3393

Abstract

Gampong adalah pemerintahan terendah dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini, gampong ataupun desa diberikan kewenangan yang besar dalam melakukan tatakelola pemerintahan desa terutama dalam mengelola keuangan gampong. Tuha peut diberikan kewenangan dalam melaksanakan fungsi pengawasan, terutama mengawasai kinerja pemerintahan gampong. Rumusan masalah pada penelitian ini dibatasi pada bagaimanakah peran tuha peut dalam melakukan pencegahan korupsi dana gampong? Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif sebagai proses untuk memberikan pemahaman yang komplek yang terjadi pada interaksi manusia.
PARADIGMA METODOLOGI DAKWAH DAN PERUBAHAN SOSIAL PADA MAJELIS TAKLIM Khadijah Khadijah
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i1.3388

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin termetodologikan kegiatan dakwah maka dalam perubahan sosialnya akan semakin membentuk umat yang berperadaban (masyarakat madani/civil society). Penemuan penelitian lainnya mengukuhkan, bahwa metodologi ilmu komunikasi dapat diterapkan untuk membangun metodologi ilmu dakwah. Jenjang keilmuan ilmu komunikasi sejajar dengan jenjang keilmuan dakwah. Penulis memformulasikan metodologi ilmu dakwah dalam empat hal, yaitu tablig (information); tagyīr (change); al-binā (development); dan al-mujtama’ al-madani (civil society). Penelitian ini memperkuat pendapat Hamid Mowlana (2002) dan Andi Faisal Bakti (2010) yang menyatakan bahwa sesuai dengan perubahan sosial, dakwah seharusnya melibatkan secara aktif seluruh komponen-komponennya sehingga mampu membentuk suatu masyarakat yang berperadaban. Penelitian ini sekaligus juga menyanggah pendapat Max Weber (1946) yang menyatakan ajaran Islam mempunyai sikap anti akal dan sangat menentang ilmu pengetahuan, sehingga tidak mungkin menjadi agen perubahan sosial. Dalam perubahan sosial, peranan dakwah selain berfungsi sebagai penyampai informasi juga sebagai sarana mendidik, mengkritik, pengawasan sosial, menjaga lingkungan, pengembangan keilmuwan, membangun kesejahteraan umat, memberdayakan masyarakat untuk hidup lebih produktif dan berperadaban. Dakwah bukan hanya sekedar disampaikan tapi harus diterapkan secara tepat pada tempat, waktu dan sasaran. Sumber utama dari penelitian ini didapatkan melalui studi kepustakaan (library research) dengan mengacu kepada literatur-literatur dakwah. Data-data dakwah kontemporer yang diperoleh dari literatur ditunjang dengan data studi turasts Islam. Sebagai studi lapangan penelitian ini meneliti perubahan sosial pada objek penyelenggaraan Majelis Taklim. Semua buku dan sumber lainnya dikumpul untuk dianalisa dengan pendekatan kerangka ilmu sosial untuk memformulasikan hadirnya konsep perubahan sosial paradigma baru Majlis Taklim dan penerapannya.
KEBIJAKAN PIMPINAN DALAM MEMOTIVASI KERJA PEGAWAI BAITUL MAL ACEH Muzakir Zabir
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i1.3396

Abstract

Problem inti motivasi yang berkaitan dengan kepemimpinan adalah bagaimana cara seorang pimpinan menggerakkan sekelompok orang yang masing-masing memiliki kebutuhan yang khas dan kepribadian unik untuk bekerja sama menuju pencapaian sasaran-sasaran organisasi. Begitu juga halnya dengan problem pimpinan di organisasi Baitul Mal Aceh, beberapa tindakan dan kebijakan harus di lakukan untuk memotivasi para pegawai agar tujuan yang ditetapan dapat tercapai. Lebih jauh artikel ini ingin mengkaji tentang kebijakan pimpinan dalam memotivasi kerja pegawai di Baitul Mal Aceh. Hal ini penting dilakukan terutama untuk mengetahui pola dan metode pimpinan dalam sebuah pengambilan kebijakan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif dengan analisis datanya menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa  implementasi kebijakan pemimpin dalam memotivasi semangat kerja pegawai Baitul Mal Aceh adalah dengan memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap karyawan. Di antara kendala Pimpinan Baitul Mal Aceh dalam memotivasi kerja pegawai adalah banyaknya pegawai yang belum pernah mengikuti pelatihan khususnya pelatihan manajemen zakat, bahkan ada yang belum pernah sama sekali sehingga kondisi ini membuat karyawan tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu.
PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN PADA RADIO BAITURRAHMAN BANDA ACEH SEBAGAI RADIO DAKWAH Teuku Nasharul Julianda
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.476 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4459

Abstract

Radio masih menjadi salah satu pilihan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan segudang informasi, baik hiburan, kesehatan, dan pendidikan. Pada tahun 2017, di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar tercatat 22 stasiun radio penyiaran yang beroperasi. Melihat jumlah tersebut, seharusnya dakwah dapat berkembang pesat ke masyarakat hingga ke plosok tempat. Namun pada kenyataannya, stasiun radio di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dengan program dakwah masih sangat minim, kebanyakan hanya bersifat hiburan yang tak jelas. Lebih jauh, kajian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fungsi perencanaan, pengorganisasian di Radio Baiturrahman dan untuk mengetahui peran Radio Baiturrahman sebagai media dakwah. Kajian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil kajiaan menunjukkan, bahwa Radio Baiturrahman sudah dikenal sebagai radio dakwah, karena hampir 90% konten yang disajikan bernuansa dakwah, baik dari segi musik, diskusi, talkshow, hingga halaqah subuh dan magrib. Di dalam hal perencanaan, Radio Baiturrahman berupaya merumuskan program-program yang menarik minat pendengar, sesuai zaman dan kebutuhannya. Pada pengorganisasian, Radio Baiturrahman mengelola sumber daya yang ada, pembagian job desk yang baik serta penempatan sumber daya yang tepat, membuat radio ini terus bertahan dan masih diminati hingga saat ini.
DAKWAH MENURUT PERSPEKTIF BUYA HAMKA Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.989 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.4803

Abstract

Tulisan ini berjudul Dakwah Menurut Perspektif Buya Hamka. Tulisan  ini bermaksud untuk memaparkan tentang dakwah dalam perspektif Buya Hamka khususnya yang berkaitan dengan pengertian, tujuan, materi, hukum, metode serta nilai-nilai dalam berdakwah. Tulisan ini juga membahas tentang syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang dai ketika berdakwah.  Tulisan ini termasuk kajian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan historis. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan melacak referensi-referensi dengan teknik dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet), ataupun informasi lainnya yang terkait dengan tema kajian ini. Analisis data dilakukan dengan analisis wacana (discourse analysis) yang dilakukan secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka adalah ulama yang konsen dalam menjalankan dakwah Islamiah sampai akhir hayatnya. Ia juga dinilai sebagai seorang ulama berwibawa di hadapan penguasa yang  teguh dalam memegang prinsip-prinsip keislaman dalam dakwahnya. Baginya, berdakwah yang benar bukanlah dengan menuruti keinginan penguasa, melainkan justru meneguhkan prinsip, menyuarakan kebenaran dan keadilan dengan berakhlaq mulia.
STRATEGI MARKETING COMMUNICATION DAARUT TAUHIID PEDULI CABANG ACEH DALAM MEMBANGUN CITRA LEMBAGA Indah Zara Putri; Fajri Chairawati
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.114 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4421

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Marketing Communication Daarut Tauhiid (DT) Peduli Cabang Aceh dalam Membangun Citra Lembaga”. Ada tiga masalah yang ingin dikaji, yaitu: bagaimana strategi marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga? Bagaimana upaya marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam menjalin hubungan dengan instansi lain? Dan apa sajakah faktor pendukung dan penghambat marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga? Tujuannya adalah untuk mengetahui strategi marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga, upaya yang dilakukan marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam menjalin hubungan dengan instansi lain, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga dengan cara menentukan target pemasaran, melakukan bauran pemasaran, dan melakukan bauran promosi. Dalam menjalin hubungan dengan instansi lain, upaya yang dilakukan DT Peduli Cabang Aceh yaitu silaturrahim, melakukan pendekatan, follow up, dan perjanjian tertulis. Faktor pendukung DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga yaitu karena adanya icon K.H. Abdullah Gymnastiar sebagai pendiri DT Peduli yang dikenal sebagai pendakwah dan faktor penghambat DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga yaitu kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
STRATEGI MAJELIS ADAT ACEH (MAA) DALAM MELESTARIKAN BUDAYA ACEH Jum'addi Efendi
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.478 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4422

Abstract

Globalisasi telah membawa dampak yang signifikan dalam perkembangan adat dan budaya Aceh. Oleh karena itu diperlukan strategi tertentu untuk melestarikannya. Majelis Adat Aceh (MAA) yang merupakan suatu lembaga yang mempunyai tugas untuk melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Aceh tentunya memiliki fungsi dan tugas yang signifikan dalam melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Aceh. Lebih jauh, kajian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Majelis Adat Aceh dalam melestarikan budaya Aceh serta faktor pendukung dan penghambat Majelis Adat Aceh dalam melestarikan budaya Aceh. Kajian ini diklasifikasikan sebagai penelitian lapangan (field research) dan pada taraf-taraf teertentu juga termasuk sebagai kajian perpustakaan (library research), dan termasuk pada jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa startegi yang dilakuakan Majelis Adat Aceh dalam melestarikan budaya Aceh dilaksanakan melalui pembinaan nilai-nilai adat, baik melalui sosialisasi, pelatihan, serta pembinaan dan pengembangan kehidupan hukum adat dan adat istiadat di setiap daerah Aceh. Kekuatan Majelis Adat Aceh dalam melestarikan adat dan budaya Aceh berupa adanya sumber daya manusia (ahli/pakar adat) yang cukup memadai dan  aturan (Qanun) khusus yang mengatur tentang Lembaga Adat Aceh. Tidak hanya itu, kemajemukan masyarakat Aceh yang mayoritas beragama Islam menjadi peluang bagi majelis adat Aceh untuk melestarikan budaya yang berlandas syariah. Pada sisi lain, globalisasi telah membawa dampak yang signifikan dalam perkembangan adat dan budaya Aceh. Hal ini menuntut adat dan budaya Aceh harus mampu beradaptasi dan menyeimbangkan dengan perkembangan zaman.
KONSEP KEBAIKAN DALAM PERSPEKTIF DAKWAH Mira Fauziah
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.439 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.5130

Abstract

Dakwah adalah kegiatan mengajak manusia ke jalan yang diridhai oleh Allah Swt. Materi dakwah yang disampaikan meliputi akidah, syari’ah dan akhlak. Materi dakwah tersebut secara lengkap tersebar dalam sejumlah ayat al-Qur’an. Salah satu materi akhlak yang diajarkan al-Qur’an adalah tentang kebaikan. Terdapat beberapa istilah al-Qur’an yang mengandung makna kebaikan, yaitu al-khair, al-ma’ruf, al-ihsan, al-birr, al-shalih, dan al-thayyib. Al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk mengajak manusia kepada kebaikan. Perintah al-Qur’an inilah yang kemudian dijadikan sebagai dasar hukum wajib melaksanakan dakwah.  Lebih jauh kajian ini bertujuan untuk memahami ungkapan al-Qur’an tentang kebaikan, dan untuk menganalisis makna kebaikan menurut perspektif dakwah. Kajian ini  diharapkan dapat berguna untuk membuka pemahaman dan menambah wawasan di samping dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan terutama dalam bidang ilmu dakwah.
REKONSTRUKSI MAKNA DAN METODE PENERAPAN AMAR MA’RUF NAHI MUNAR BERDASARKAN AL-QUR’AN A. Karim Syeikh
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.63 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4009

Abstract

Istilah amar ma’ruf dan nahi munkar sangat populer bahkan telah melekat dalam dialektika masyarakat Islam. Hanya saja pemahaman makna dan penafsirannya masih dititikberatkan pada nahi munkar. Karena itu, pelaksanaannya cenderung diterjemahkan secara operasional sebagai perjuangan pemberantasan, pembasmian, pemberangusan kemungkaran. Berdasarkan alasan tersebut, kajian mengenai term amar ma’ruf nahi munkar perlu dilakukan. Kajian ini kemudian diberi judul: “Rekonstruksi Makna dan Metode Penerapan Amar Ma’ruf Nahi Munkar Berdasarkan al-Qur’an”. Sumber data berasal dari al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, pendapat para ulama masa lampau, dan buku-buku karangan para intelektual muslim. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ma’ruf ialah segala perilaku, sifat dan perbuatan yang bernilai baik dalam pandangan agama maupun penilaian akal sehat, serta baik pula dalam pandangan masyarakat umum. Sedangkan munkar adalah segala perilaku, sifat dan perbuatan yang jelek atau jahat menurut syara’ (agama), jelek menurut akal sehat serta jelek menurut budaya dan adat masyarakat setempat. Sistem penerapannya harus mendahulukan amar ma’ruf selanjutnya menerapkan nahi munkar dengan menggunakan metode al-hikmah (bijaksana), mau’izhah al-hasanah (pengajaran yang baik) dan mujadalah (berdiskusi) yang santun, disamping beberapa metode lainnya sesuai dengan kondisi mad’u dengan memanfaatkan pendekatan kultural dalam aktivitas dakwah yad’uwna ila al-khair, dan pendekatan struktural dalam implementasi amar ma’ruf nahi munkar. Pendekatan struktural sama halnya dengan pendekatan politik atau pendekatan kekuasaan. Dan dalam kaitan ini yang memiliki kekuasaan dan kekuatan  adalah pemerintah maka pemerintah berkewajiban dan bertanggungjawab  untuk menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, tentunya  dengan menggunakan strategi yang tepat, metode yang sesuai, sistem yang relevan dan teknik pelaksanaan yang efektif.