cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam merupakan salah satu jurnal berbasis open-access yang turut berkontribusi dalam meningkatkan khazanah keilmuan, khususnya di Indonesia terkait relevansinya dalam pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administasi. Jurnal Al-Idarah dikelola dan diterbitkan secara berkala oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Ar-Raniry yang bekerjasama dengan Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Secara umum, Jurnal Al-Idarah menerima dan menerbitkan beragam tulisan dan hasil penelitian ilmiah terkait tema pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi ditinjau dari segala aspek. Lebih khusus, terkait pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islam, seperti Pengembangan Manajemen Dakwah, Masjid, Zakat-Infaq-Shadaqah, Haji, Organisasi Islam, dan berbagai pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islami lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
COMMUNITY PARTNERSHIP: IMPROVISASI MODEL PELAYANAN PUBLIK MELALUI KETERLIBATAN KOMUNITAS DI INDONESIA Ihsan Rahmat; Ashadi Cahyadi
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.946 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.4764

Abstract

Negara tidak mampu bermain tunggal untuk menyelesaikan kehendak warganya. Kemudian banyak aktor yang ikut bermain mulai dari pemerintahan yang sah, sektor privat, komunitas, hingga aktor tunggal. Studi ini mendiskusikan fenomena pelayanan publik karena hadirnya berbagai komunitas dalam menyelesaikan permasalahan di Indonesia. Pengamatan fokus pada model-model pelayanan publik yang telah dipraktikkan oleh komunitas. Kajian ini dibangun melalui dukungan literatur jurnal, buku, dan berita media online. Semua bahan dibaca secara interaktif, direduksi, kemudian intisari bacaan dikembangkan sesuai penalaran induktif. Kami menemukan bahwa mekanisme pasar yang sengaja dibuka oleh pemerintah ternyata tidak menghentikan gerak komunitas. Alih-alih mengekang, justru memberikan daya tawar tersendiri. Ini disebabkan oleh negara memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, sistem privatisasi yang dibangun tidak mampu menjangkau secara menyeluruh, dan masih banyak desakan dari warga. Kemudian, enam model yang terlihat adalah full community, community-public partnership, community-private partnership, community-public-private partnership, community-community partnership, dan community-campus partnership. Bahasan tiap model dilengkapi dengan contoh kasus.
AKSIOLOGI ILMU PENGETAHUAN (Telaah Tentang Manfaat Ilmu Pengetahuan dalam Konteks Ilmu Dakwah) Juhari Hasan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.284 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.4839

Abstract

Perkembangan ilmu Dakwah memang belum begitu kuat dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain yang sudah berkembang cukup lama. Saat ini usia ilmu dakwah masih sangat muda dan masih dipedebatkan oleh sebagian ilmuan, terutama pada aspek epistemologisnya. Ini adalah hal yang wajar, karena setiap ilmu baru yang diperkenalkan kepada publik pasti menimbulkan pro-kontra di kalangan ilmuan. Terlepas dari sikap pro dan kontra tersebut, bahwa wacana ilmiah tentang ilmu dakwah sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan baru sudah mulai berkembang dengan baik. Untuk penguatan ke depan, ilmu ini masih memerlukan sentuhan pemikiran para ilmuan agar ia bisa berkembang sebagaimana ilmu lainnya, bukan justeru menyerang dengan hanya melihat sisi-sisi kekurangan yang dimilikinya. Lebih jauh, kajian ini ingin menelusuri axiologi ilmu dakwah. Kajian tentang kebermanfaatan ilmu (aksiologis) ini salah satunya bertujuan ingin memberikan dukungan terhadap  proses kemajuan ilmu dakwah di antara ilmu-ilmu lainnya.  Memang tidak mudah untuk menentukan kriteria/ ukuran suatu ilmu itu bermanfaat atau tidak. Namun demikian, tulisan ini mencoba memberikan kriteria kebermanfaatan itu secara sederhana dalam perspektif ilmu dakwah. 
STRATEGI UNIT DAKWAH JABATAN HAL EHWAL AGAMA ISLAM NEGERI SABAH (JHEAINS) DALAM MENYEBARKAN DAKWAH PADA NON-MUSLIM DI NEGERI SABAH Mohammad Raj Azzahari
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.202 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4424

Abstract

Kajian ini berjudul “Strategi Unit Dakwah Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah (JHEAINS) dalam Menyebarkan Dakwah Pada Non-Muslim di Negeri Sabah”. Kajian ini nertujuan untuk mengetahui: Pertama, strategi unit dakwah JHEAINS dalam menyebarkan dakwah pada golongan Non-Muslim di Negeri Sabah. Kedua, untuk mengetahui program-program yang dilaksanakan oleh unit dakwah JHEAINS. Ketiga, untuk mengetahui tantangan yang dihadapi oleh Unit Dakwah JHEAINS dalam menyebarkan dakwah pada Non-Muslim di Negeri Sabah. Metode kajian ini termasuk pada metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan pendekatan lapangan (field research). Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumen.  Dari hasil kajian meninjukkan, bahwa Unit dakwah JHEAINS mempunyai strategi tersendiri dalam melaksanakan program-program dakwah di Negeri Sabah. Unit dakwah JHEAINS juga tergolong aktif dalam proses peng-Islaman non-Muslim di Negeri Sabah Malaysia. Namun, masih ditemukan beberapa tantangan yang dihadapi oleh unit dakwah JHEAINS dalam menyebarkan dakwah di Negeri Sabah.
DA’IYAH DAN PERANNYA DALAM SYI’AR DAKWAH Fajri Chairawati Ela; Nurya Tazkiyah Putri
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.883 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.4838

Abstract

Penelitian ini berjudul “Da’iyah dan Perannya dalam Syi’ar Dakwah”. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini ialah Ormas Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan yang menyediakan ruang bagi da’i maupun da’iyah. Islam menuntut bagi umat muslim baik itu perempuan ataupun laki-laki untuk melakukan kegiatan dakwah. Namun pada kenyataannya kegiatan dakwah masih didominasi oleh laki-laki sedangkan mad’unya bisa berupa perempuan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauh mana keterlibatan da’iyah dalam menyampaikan dakwah di masyarakat dan metode apa saja yang digunakan da’iyah dalam menyampaikan pesan dakwah serta kendala yang dialami da’iyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peran da’iyah pada masyarakat adalah memberi pencerahan dalam bidang agama serta membantu para da’i untuk menyampaikan pesan dakwah yang bersifat feminis, mencegah hal-hal yang melenceng dari agama dengan cara memberi contoh kepada masyarakat khususnya masyarakat dengan jenis kelamin perempuan serta menciptakan perempuan muslim yang berkemajuan. Metode dakwah yang digunakan adalah metode dakwah bil hikmah, metode dakwah Mau’izatil Hasanah dan Mujadalah. Sedangkan hambatan yang dihadapi oleh da’iyah adalah hambatan eksternal, yaitu kurangnya minat masyarakat terhadap kegiatan dakwah dan kurangnya pengkaderan di masyarakat.
PENGARUH IKLAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ROKOK PADA MASYARAKAT PEKERJA KERAS/TUKANG BANGUNAN DI GAMPONG KEUTAPANG LHOKSUKON ACEH UTARA Asmaunizar Asmaunizar
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.79 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4460

Abstract

Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang banyak dikenal dan paling banyak dibahas orang, tidak terkecuali oleh perusahaan yang memproduksi rokok. Kendati pemerintah telah mewajibkan produser rokok untuk mencantumkan iklan bahaya merokok pada kemasan bungkus rokok, namun realitasnya masyarakat masih saja mengkonsumsinya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dampak iklan merokok bagi pekerja keras/tukang bangunan, pengetahuan pekerja keras/tukang bangunan tentang bahaya merokok dari iklan, dan untuk mengetahui tingkat konsumsi rokok pada pekerja keras/tukang bangunan di Gampong Keutapang Lhoksukon Aceh Utara. Kajian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskiptif, karena bertujuan untuk menjelaskan fenomena dan menganalisis data melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah pekerja keras/tukang bangunan. Dari hasil kajian ditemukan bahwa ada atau tidak adanya iklan bahaya merokok yang terdapat pada bungkusan rokok bagi masyarakat pekerja keras/tukang bangunan tidak memiliki pengaruh yang signifikan bagi mereka. Di dalam hal ini, adanya pengetahuan konsumen terkait adanya bahaya merokok serta berbagai penyakit yang ditimbulkan sepertinya tidak mau tahu akan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok tersebut. Tingkat konsumsi rokok para pekerja keras/tukang bangunan ini berbeda-beda sesuai dengan beban pekerjaan yang mereka pikul.
MODEL IMPLEMENTASI BUSANA MUSLIM MENURUT PERATURAN DAERAH NO 5 TAHUN 2000 Eni Suriati
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.938 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4423

Abstract

Di antara gaya berbusana yang menjadi trend dikalangan masyarakat Muslim adalah busana syar’i yang di dalam pemakaiannya terdapat jilbab dan baju gamis. Namun, patut diperhatikan bahwa dalam pemakaiannya tidak semua Muslim mengikuti ketentuan syari’at, seperti di dalam pemakaian jilbab yang digunakan tidak diulurkan ke bawah untuk menutupi dadanya, dan baju yang dikenakan tidak longgar sehingga membentuk setiap lekukan tubuh. Oleh karena itu, berbusana yang dalam penglihatannya sudah syar’i, namun pada hakikatnya bertabarruj dalam waktu yang bersamaan. Kajian ini lebih jauh bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2000, dan untuk mengetahui model implementasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2000 di Wilayah Kota Banda Aceh. Kajian ini bersifat deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknis analisis datanya dilakukan dengan menggunakan teknis analisis deskriptif. Dari hasil kajian dapat diketahui bahwa peran pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengimplementasikan Perda Nomor 5 Tahun 2000 berfungsi sebagai regulator, motivator, dan fasilitator. Pemerintah Kota banda Aceh melakukan  penghimbauan dan pemantauan kepada seluruh masyarakat untuk mengamalkan Perda Nomor 5 Tahun 2000 tentang busana muslim. Model implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2000 pasal 15 ayat 3 yaitu didasarkan pada isi dan jenis kebijakan publik yang sifatnya mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan sendiri kebijakan tersebut dan melibatkan aparatur pemerintah sebagai tim pengawas ditataran rendah.
KHILAFAH DALAM ISLAM Arifin Zain
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.093 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.4802

Abstract

Khilafah merupakan salah satu bentuk pemerintahan yang pernah eksis dalam lintasan sejarah dan peradaban umat Islam di dunia. Allah dan rasul-Nya tidak menyebutkan secara langsung model pemerintahan yang harus dibentuk oleh umat Islam. Bahkan setelah rasulullah wafat umat Islam di Madinah saat itu hanya berijtihad sendiri dalam menentukan siapa yang akan menggantikan jabatan nabi Muhammad sebagai kepala negara Madinah termasuk jabatan spiritual non kerasulan yang diembannya. Namun demikian, dalam al-Qur`an dan al-hadits ditemukan sejumlah sebutan bagi pemimpin seperti khalifah, malik, wali, shultan, ulil amri, imam, ra'in dan amir. Dalam al-hadits sendiri rasulullah menyebutkan secara jelas tentang batasan ketaatan kepada pemimpin, tanggung jawab dan fungsi pemimpin serta kewajiban rakyat terhadap pemimpin. Tulisan ini mengkaji hal-hal tersebut melalui analisis isi terutama terhadap teks-teks tentang kepemimpinan yang terdapat dalam al-Qur`an dan al-hadits.
PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA KEPEMIMPINAN UMAR BIN ABDUL AZIS Nana Audina; Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.592 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4010

Abstract

Khalifah Umar Bin Abdul Aziz merupakan khalifah kedelapan dari empat belas khalifah yang memimpin Bani Umayyah. Kepemimpinan Umar Bin Abdul Azis dinilai berhasil dalam menerapkan prinsip good governance menjadi fenomena menarik untuk di kaji saat ini. Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran ilmiah dalam bidang studi ilmu leadership Islam. Data primer dalam penelitian ini adalah dua buku tentang Umar bin Abdul Aziz yang ditulis oleh Ali Muhammad Ash-Shallabi dengan judul “Biografi Umar bin Abdul Aziz“ dan “Umar bin Abdul Aziz Pembaharu dari Bani Umayyah”. Sedangkan yang menjadi data sekunder diperoleh dari bahan bacaan dan referensi-referensi lain terkait dengan tema penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet), ataupun informasi lainnya yang terkait dengan tema kajian ini. Sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah Dinasti Umayyah yang berusaha menghidupkan kembali ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat. Di dalam sistem kepemimpinannya, Umar berusaha mengangkat gubernur yang terpercaya, membuat perencanaan dan tujuan yang jelas serta melakukan pengawasan terhadap jalannya roda kepemimpinannya. Di antara upaya Umar dalam menjalankan good governance terlihat dalam praktik-praktik kepemimpinan yang dilakukannya seperti menegakkan keadilan, menjalankan prinsip musyawarah, mempraktikkan prinsip persamaan derajat, menerapkan prinsip kebebasan dan bertanggung jawab terhadap kekuasaan yang dipikulnya. Prinsip-prinsip tersebut telah mampu membawa kehidupan kaum muslimin kepada pembaharuan.
Strategi Branding Produk Lokal Wisata Halal di Aceh Azman Sulaiman; Teuku Zulyadi; Fitrianti Fitrianti
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.4985

Abstract

Currently Indonesian government is working eagerly to improve the nation tourism industry, the focus is given especially to the local area of the country. Aceh province as one of the tourism destinations in Indonesia is also supporting the central government to achieve the goal which is improving the country`s tourism. In doing so, Aceh local government has undertaken several actions to manage, beautify and promote the industry in order to improve the local tourism sector. Besides the availability of tourism attractive activities, beautiful places and excellent services provided in the tourism destinations, the available of local products as tourist attraction is also a must- have in a tourist destination. Tourism industry is incomplete without the availability of local tourism products which has its own value to the visitor. Therefore, Aceh should produce and promotes a product that in-line with Islamic law (halal) because Aceh has been assigned as one province in Indonesia that offers Islamic tourism. This paper is studying the ability of the post- graduate students from Communication and Broadcasting Department (KPI) of UIN Ar- Raniry to conceptualize a branding strategy of Acehnese local products so that the products are attractive enough for tourists to buy it. The data is collected by doing field observation and interview with the producers of local tourism products.  FGD has been arranged to gain the students ‘thoughts on branding strategy concepts. The study shows that most of local tourism producers do not actively promote their products and FGD result offers several concepts of strategy branding that can be a reference for local producer in the future, they are: market survey, create a product, name a brand, packaging, promoting, marketing/ distributing and evaluating.
Persepsi Lulusan Terhadap Pelayanan Prodi Manajemen Dakwah UIN Ar-Raniry Jailani Jailani; Maimun Fuadi
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.11730

Abstract

Tersedianya informasi memadai tentang kompetensi lulusan pada sebuah perguruan tinggi merupakan suatu keniscayaan. Informasi ini begitu penting guna mengetahui relasi dan relavansi proses pendidikan yang telah dijalankan oleh sebuah lembaga pendidikan. Salah satu jalan mengetahui informasi ini dapat dilakukan dengan tracer study. Dengan pelaksanaan tracer study yang baik, maka akan dapat memberikan informasi awal tentang keberadaan dan keberhasilan lulusan, seperti karier, status, pendapatan, dan sebagainya. Lebih jauh, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan persepsi lulusan terhadap pelayanan Program Studi Manajemen Dakwah UIN Ar-Raniry. artikel ini tergolong pada jenis penelitian kualitatif dengan metode survey eksploratif. Teknik pengumpulan datanya diperoleh melalui wawancara dan kuisioner. Data yang telah terkumpul kemudian di kelompokkan dan di olah secara kualitatif dengan teknik analisis analisis presentasi relatif. Hasil penelusuran dan analisis menunjukkan, secara umum persepsi lulusan terkait pelayanan Prodi Manajemen Dakwah UIN Ar-Raniry sudah baik. Adanya persepsi positif ini dapat di nilai dari beberapa aspek, seperti pada aspek reability, responsivenes, assurance, emphaty, dan tangibles. Namun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan terkait pelayanan prodi ini, di antaranya: mutu layanan yang masih membutuhkan peningkatan kwalitas dan kwantitas SDM, kedisiplinan dosen dan pegawai tenaga pendidikan, serta fasilitas sarana dan prasarana yang perlu pembenahan dan perawatan, termasuk pengayaan sumber bacaan khususnya pada perpustakaan prodi.