cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOGRAFIT Wulandari, Restu; Aritonang, Henry; Wuntu, Audy
CHEMISTRY PROGRESS Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.10.2.2017.27745

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to synthesis nanografite by using physics method. Nanografite  was synthesized using physics method by heating graphite powder at 1000oC. Characterization of nanografite was analyzed by using Scanning Electron Microscope (SEM). The result of the SEM characterization shows the heated nanographite at 1000 ° C having the smallest thickness of 20 nm and the largest 40 nm whereas in `unheated graphite heading has the smallest thickness size 169 nm and the largest 889 nm. From the results of the research can be concluded that the graphite powder heated at high temperatures can be nanografit so that the surface area is larger and can expand the application of nanografit. Keywords: nanografit, physics method, scanning electron microscope (SEM)    ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mensintesis nanografit dengan mengunakan metode fisika. Nanografit disintesis menggunakan metode fisika dengan memanaskan serbuk grafit pada suhu 1000 oC Karakterisasi nanografit dianalisis dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil dari karakterisasi SEM menunjukan nanografit yang dipanaskan pada suhu 1000 oC memiliki ukuran ketebalan terkecil 20 nm dan yang terbesar 40 nm sedangkan pada `sebuk grafit yang tidak dilakukan pemanasan memiliki ukuran ketebalan terkecil 169 nm dan yang terbesar 889 nm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa serbuk grafit yang dipanaskan pada suhu tinggi dapat menjadi nanografit sehingga luas permukaannya lebih besar dan dapat memperluas aplikasi dari nanografit. Kata kunci: nanografit, metode fisika, scanning electron microscope (SEM)   
KINETIKA FOTODEGRADASI METILEN BIRU OLEH CAHAYA TAMPAK MENGGUNAKAN KOMPOSIT AG3PO4/AG/HAP DARI TULANG IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN PERLAKUAN ASAM Bando, Reksih Evander; Wuntu, Audy D.; Aritonang, Henry
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.2.2019.27927

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang kinetika fotodegradasi pewarna sintetik metilen biru menggunakan material komposit yang dihasilkan dari tulang ikan kakap merah (Lutjanus sp.) terkalsinasi pada suhu 600-1000 oC. Tulang ikan terkalsinasi direaksikan dengan asam dan AgNO3 kemudian digunakan dalam kajian kinetika fotodegradasi. Sejumlah komposit diiteraksikan dengan larutan metilen biru dengan variasi waktu antara 2-180 menit di bawah radiasi sinar tampak dan konsentrasi metilen biru yang tersisa ditentukan dengan spektorfotometer uv-vis. Data dianalisis menurut model kinetika orde ke-1 dan ke-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotodegradasi metilen biru berlangsung mengikuti model kinetika orde ke-2. ABSTRACTMethylene blue photodegradation kinetics using materials synthesized from red snapper (Lutjanus sp.) bones calcined at 600-1000 oC has been investigated. Calcined bones were reacted with acid and AgNO3and were used in photodegradation kinetics study. Composites were interacted with methylene blue solutions for a periode of time in a range of 2–180 min under visible light and the dye remained in the solutions was determined using UV-Vis spectrophotometer. Data obtained were analyzed using first and second order kinetics model. The results showed that methylene blue was photodegraded by the composites under visible light according to the second order kinetics model. 
Korelasi fenolat total dan flavonoid total dengan antioksidan dari beberapa sediaan ekstrak buah tanjung (Mimusops elengi) Perwiratami, Cahya
CHEMISTRY PROGRESS Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.7.1.2014.4853

Abstract

Tanaman Tanjung (Mimusops elengi L.) dilaporkan memiliki beberapa aktivitas yang sangat potensial, dan diduga erat hubungannya dengan keberadaan senyawa-senyawa yang bersifat antioksidan. Dalam penelitian ini, korelasi antara aktivitas antioksidant dengan kandungan fenolat total dan flavonoid total telah diusulkan untuk tiga jenis ekstrak. Ekstrak etanol (EEt), ekstrak  etilasetat (EEA), dan  ekstrak aseton (EAs) diperoleh melalui ekstraksi pada suhu 60oC. Aktivitas antioksidan ketiga sampel diuji dengan peredaman radikal DPPH,  fenolat total dengan metode Follin Ciocalteu, dan flavonoid total dengan pembentukan kompleks AlCl3. Rendemen ekstrak terbesar dimiliki oleh EEt (15,2%) diikuti dengan EAs (3,9%) dan EEA (1,2%). Ketiga ekstrak menunjukkan uji positif terhadap senyawa fenolat dan flavonoid.  Aktivitas antioksidan terbesar dimiliki oleh EEA (IC50 99,8ppm).  Ekstrak EEA ini juga memperlihatkan kandungan fenolat (107,0mg GAE/g ekstrak) dan flavonoid (1432,3 mg QE/g ekstrak) terbesar dibanding dengan dua ekstrak yang lainnya. Walaupun demikian, bila rendemen ekstrak dimasukkan dalam perhitungan, maka EEt memiliki jumlah fenolat dan flavonoid terbesar per gram sampel kering asal. Ploting IC50 dengan phenolat total menunjukkan r= 0,9714, sedangkan dengan flavonoid total memiliki r = 0,9993. Terdapat korelasi berbanding lurus antara aktivitas antioksidan dengan fenolat total dan antioksidan dengan  flavonoid total. Senyawa fenolat dan flavonoid diusulkan memegang peran penting dalam aktivitas antioksidan buah tanjung.   Keywords : Mimusops elengi L., total fenolat, total flavonoid, antioksidan
GREEN SYNTESIS NANOPARTIKEL PERAK (Ag) MENGGUNAKAN LARUTAN DAUN RUMPUT MACAN (Lantana Camara L) Kojong, Talita M. I.; Aritonang, Henry; Koleangan, Harry
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.2.2018.27938

Abstract

ABSTRAKNanopartikel telah banyak diaplikasikan dalam beberapa bidang salah satunya yaitu di bidang sensor. Green synthesis merupakan Salah satuh metode yang digunakan untuk mesintesis nanopartikel dengan memafaatkan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel Ag melalui jalur green syntesis dengan memanfaatkan daun rumput macan dengan menggunakan pelarut akuades dan etanol sebagai reduktor maupun penstabil partikel. pembuatan larutan daun rumput macan dengan metode green synthesis yang selanjutnya digunakan untuk mensintesis nanopartikel perak (Ag). Sintesis nanopartikel Ag dibuat dengan variasi larutan prekursor AgNO3 dengan konsentrasi 1 mM, 2 mM, 3 mM, 4 mM dan 5 mM yang kemudian dicampurkan dengan larutan daun rumput macan dengan perbandingan (18:1 v/v). Selanjutnya distirer dengan kecepatan 1500 rpm selama 1 jam, dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Transmission Electron Microscopy (TEM). Hasil penelitian menujukkan bahwa nanopartikel yang disintesis menggunakan pelarut akuades lebih banyak mengahasilkan nanopartikel Ag dibandingkan menggunakan pelarut etanol.  ABSTRACTNanoparticles have been widely applied in several fields, one of which is in the sensor field. Green synthesis is one of the methods used to synthesize nanoparticles by utilizing plants. This study aims to conducted synthesize Ag nanoparticles through the green syntesis pathway by utilizing leaf of rumput macan by using distilled water and ethanol as a reducing agent or particle stabilizer. The first stage for this research is by making a solution leaf of rumput macan with the green synthesis method which is then used to synthesize silver (Ag) nanoparticles. Synthesis of Ag nanoparticles was made with a variety of AgNO3 precursor solutions with a concentration of 1 mM, 2 mM, 3 mM, 4 mM and 5 mM which were then mixed with a solution leaf of rumput macan by comparison (18:1 v / v). Then it was distilled with a speed of 1500 rpm for 1 hour, analyzed using UV-Vis spectrophotometer and Transmission Electron Microscopy (TEM). The results showed that nanoparticles which were synthesized using more distilled water distilled water resulted in Ag nanoparticles than using ethanol solvents. 
CATALYTIC ACTIVITY TEST OF MO-V-TE-NB-OXIDE IN AMMOXIDATION OF PROPANE TO ACRYLONITRILE Widi, Restu Kartiko
CHEMISTRY PROGRESS Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.7.1.2014.4846

Abstract

The ammoxidation of propane has been investigated at a multicomponent oxidic, MoVTeNb catalyst in the temperature of 673 K. The catalyst was prepared by sol-gel method, and dried by spray dried method. The activity test of the catalyst has been carried out using micro reactor and showed that it was active for ammoxidation of propane to acrylonitrile.   Keywords : ammoxidation, propane, mixed metal oxide catalyst, acryilonitrile
ANALISA KANDUNGAN PROTEIN DALAM NIRA AREN Pontoh, Julius
CHEMISTRY PROGRESS Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.4.2.2011.4977

Abstract

Nira aren dihasilkan dari pohon aren (Arenga pinnata). Nira adalah produk yang penting karena kandungangulanya dapat digunakan untuk menghasilkan gula arena atau difermentasi menjadi etanol. Komponen kimialain yang terdapat dalam nira yaitu protein, mineral dan vitamin. Kandungan protein dalam nira berhubungandengan metabolism enzimatis gula. Karena itu, kandungan protein dapat digunakan untuk memperkirakanproduktivitas gula dalam nira. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein di antara beragampohon di daerah Tomohon dan hubungannya dengan kandungan gula.Dalam penelitian ini, dipilih enam pohon di tiga daerah di Kota Tomohon. Kandungan protein diuji menggunakanmetode Bradford, sementara kandungan gula ditentukan menggunakan Brix-meter (refraktometer). Kandunganprotein dalam suatu pohon beragam. Kandungan protein terendah yaitu 22,1 µg/mL dan tertinggi yaitu56,2 µg/mL. Tidak ada korelasi antara kandungan protein dan kandungan gula dari sampel yang dianalisis. Kata kunci : protein, nira aren, pohon aren
ANALISIS MOLEKULER ESCHERICHIA COLI SEROTYPE O157:H7 PADA AIR MINUM DALAM KEMASAN DAN ISI ULANG MENGGUNAKAN TEKNIK Kandou, Febby Ester Fany
CHEMISTRY PROGRESS Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.2.1.2009.57

Abstract

This research aims to analyze the existence of Escherichia coli serotype O157:H7 in packaged andrefilled drinking water using Polymerase Chain Reaction (PCR) technique with gene target rfbE. Theresearch was carried out at Molecular Biology and Immunology Laboratory of Medical Faculty,Hasanuddin University Makassar. The methode used was Polymerase Chain Reaction (PCR) techniquei.e. Isolation/Extraction DNA bacteria of Escherichia coli serotype O157:H7 with Boom methode,Amplification DNA fragments of bacteria and Electrophoresis for visualization DNA fragments. Theresults show that based on DNA band that resulted, there are 8,33% of packaged drinking watersamples and 25% of refilled drinking water samples are contaminated by Escherichia coli serotypeO157:H7.
BIOSINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN EKSTRAK EMPELUR BATANG SAGU BARUK (ARENGA MICROCARPHA) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Tapa, Fitriyanti La; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya Irma
CHEMISTRY PROGRESS Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.9.1.2016.13907

Abstract

Objectives of this research to synthesize silver nanoparticles with extract pith of sago baruk (Arenga microcarpha) by using temperature variations and study the antioxidant activity of silver nanoparticles. Synthesis of silver nanoparticles using green methods "green chemistry" by reacting extract sago empelur baruk and silver nitrate (AgNO3) 10-3. Characterization using UV-Vis and Transmission Electron Microscopy (TEM). Analysis of the UV-Vis spectrum showed that the nanoparticles were relatively stable at wavelength 426.50 to 452.00 nm. The results of characterization TEM shows silver nanoparticles were synthesized by using extract pith of sago baruk at 60 0C with silver nitrate (AgNO3) 10-3 has the smallest size of 10.59 nm and 50.07 nm greatest reach. Silver nanoparticles from the pith of sago baruk extract had higher antioxidant activity (59.61%), compared to extract stem pith of sago baruk without silver nanoparticles (21.15%).Tujuan dari penelitian ini untuk mensintesis nanopartikel perak dengan ekstrak empelur sagu baruk menggunakan variasi suhu dan untuk mempelajari aktivitas antioksidan dari nanopartikel perak. Nanopartikel perak disintesis menggunakan metode hijau ?green chemistry? dengan mereaksikan ekstrak empelur sagu baruk dengan perak nitrat (AgNO3) 10-3. Karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Transmission Electron Microscope (TEM). Analisis terhadap stpektra UV-Vis menunjukan bahwa nanopartikel relatif stabil pada panjang gelombang 426,50-452,00 nm.Hasil dari karakterisasi TEM menunjukan nanopartikel perak yang disintesis menggunakan ekstrak empelur sagu baruk pada suhu 60 0C dengan perak nitrat (AgNO3) 10-3 memiliki ukuran terkecil 10,59 nm dan yang terbesar mencapai 50,07 nm. Nanopartikel perak dari ekstrak empelur sagu baruk memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi (54,42%), dibandingkan dengan ekstrak batang empelur sagu baruk tanpa nanopartikel perak (21,92%).
BIOSORPSI CAMPURAN LOGAM PB2+ DAN ZN2+ OLEH CHAETOCEROS CALCITRANS Hala, Yusafir; Suryati, Emma; Taba, Paulina
CHEMISTRY PROGRESS Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.5.2.2012.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak jerapan campuran ion logam Pb(II) dan Zn(II) terhadap pertumbuhan mikroalga Chaetoceros calcitrans dan menentukan efisiensi penjerapan kedua ion logam dalam campuran. Pemaparan ion logam dengan berbagai variasi konsentrasi Pb(II) terhadap Zn(II)dilakukan setelah diperoleh pertumbuhan optimum C. calcitrans, yakni pada hari ke-9. Konsentrasi ion logam Pb(II) dan Zn(II) setelah pemaparan ditentukan dengan spektrofotometer serapan atom. Penambahan ion Pb(II) ke dalam Zn(II)membuat penjerapan ion Zn(II) oleh C. calcitrans turun dibandingkan dengan penjerapan ion tunggal Zn(II). Hal yang sama juga terjadi pada penambahan ion Zn(II)ke dalam ion Pb(II). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion Pb(II) lebih banyak terjerap oleh C. calcitrans dibanding ion Zn(II). Effisiensi penjerapan optimum ion Pb(II) sebesar 64,44% pada perbandingan konsentrasi Pb(II) terhadap Zn(II) 45 : 30 ppm sedangkan penjerapan ion Zn(II) yaitu 56,33% pada perbandingan konsentrasi Zn(II) terhadap Pb(II) 15 : 30 ppm.The main purpose of this research was to determine the adsorption effect of the mixture of Pb(II) and Zn(II) on the growth of Chaetoceros calcitrans and to determine the adsorption efficiency of the ions in the mixture. Exposure of Pb(II) and Zn(II)ions was conducted after the optimum growth of C. calcitrans was obtained, that is at the ninth day with the variation of the concentration ratio of Pb(II) to Zn(II). Concentration of Pb(II) and Zn(II) ions after exposure was determined by atomic absorption spectrophotometer. Addition of Pb(II) ion in solution Zn(II) ion resulted in the decrease of the Zn(II)ion adsorbed by C. calcitrans compared to the adsorption of the single ion of Zn(II). The same result was obtained when Zn(II) ion was added in Pb(II) solution. Results showed that the adsorption of Pb2+ ion by C. calcitrans was higher than that of Zn(II) ion. The maximum adsorption efficiency of Pb(II) ion was 64.44% at the Pb(II):Zn(II) ratio of 45:30, whereas that of Zn(II)ion was 56.33% at the Zn(II):Pb(II) ratio of 15:30.
NANO KITOSAN EKSTRAK TONGKOL JAGUNG MANADO KUNING (ZEA MAYS L.) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Kabalmay, Julista Alfa; Suryanto, Edi; Runtuwene, Max R. J.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.1.2019.27916

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antioksidan dari nanopartikel kitosan ekstrak tongkol jagung Manado kuning. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu ekstraksi dan pembuatan nanopartikel kitosan. Parameter yang digunakan adalah total senyawa fenolik dan kemampuan mereduksi, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan morfologi permukaan nanopartikel kitosan ekstrak tongkol jagung Manado kuning. Pembuatan nanopartikel kitosan menggunakan metode gelasi ionik. Hasil penelitian menunjunkkan partikel serbuk tongkol jagung 75 µm  memiliki rendemen dan kandungan total fenolik yang lebih tinggi dibanding  ukuran 150 µm. Formula F1 nanopartikel kitosan ekstrak tongkol jagung memiliki ukuran partikel  yang lebih kecil (318,7 nm) daripada F2 (333,8 nm), dan F3  (339,9 nm).  Hasil pengamatan morfologi permukaan nanopartikel kitosan adalah berbentuk seperti gumpalan yang masih berukuran mikrometer dan bentuk bulat tidak sempurna. Hasil pengujian aktivitas antioksidan bahwa formulasi F1 memiliki aktivitas yang terbaik dibandingkan dengan F0, F2 dan F3. ABSTRACT The objective of this study was to determine the antioxidant potential of chitosan nanoparticles from corncob extracts of Manado yellow corn. The study was consist of two stages: extraction and synthesis of chitosan nanoparticles. The parameters evaluated were total phenolic content (TPC), reducing power, particle size, index of polydispersity, and surface morphology of chitosan nanoparticles from Manado yellow corncob extract. Synthesis of chitosan nanoparticles was carried out by using ionic gelation method. The result showed that corncob powder with particle size 75 ?m had higher recovery yield and higher total phenolic content (150 ?m) than 150 ?m. Formula F1 chitosan nanoparticles extract of corncob had smaller particle size (318.7 nm) compared to F2 (333.8 nm) and F3 (339.9 nm). Surface morphology observation revealed that the shape of chitosan nanoparticles were like lumps with imperfect round shape within micrometer-size. Antioxidant activity assay showed that the F1 had the highest antioxidant activity compared to F0, F2 and F3.