cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
AMOBILISASI ENZIM BROMELIN YANG DIISOLASI DARI BATANG NANAS DENGAN MENGGUNAKAN KARAGENAN Kumaunang, Maureen
CHEMISTRY PROGRESS Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.4.2.2011.4979

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan aktivitas enzim bromelin amobil yang diisolasi dari batang nanas.Bromelin adalah enzim yang diisolasi dari nanas yang tergolong kelompok enzim protease sulfhidril. Penelitianini bertujuan untuk: (1) mengamobilisasi enzim bromelin yang diisolasi dari batang buah nanas; (2)menentukan aktivitas enzim bromelin dari batang buah nanas sebelum dan setelah diamobilisasi. Isolasi enzimbromelin dilakukan dengan menggunakan metode pengendapan dengan amonium sulfat. Amobilisasi enzimbromelin dilakukan dengan cara penjebakan menggunakan karagenan. Penentuan aktivitas enzim dilakukandengan menentukan aktivitasnya pada temperatur dan pH optimum menggunakan metode Bradford.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temperatur optimum enzim bromelin yang diisolasi dari batang nanas,adalah 65oC dengan aktivitas sebelum diamobilisasi sebesar 1,239 unit/menit dan sesudah diamobilisasimemiliki aktivitas sebesar 0,982 unit/menit; sedangkan pH optimum enzim bromelin adalah 6,5 dengan aktivitassebelum diamobilisasi sebesar 0,907 unit/menit dan sesudah diamobilisasi memiliki aktivitas sebesar 2,758unit/menit.. Kata kunci : amobilisasi, bromelin, nanas, karagenan
REAKSI ESTERIFIKASI GARAM ASAM LEMAK DENGAN ALKIL KLORIDA BERANTAI PANJANG MENGGUNAKAN TRIDODEKILAMIN HIDROKLORIDA SEBAGAI KATALIS PERPINDAHAN DUA FASA Aritonang, Henry F.; Tangkuman, Herling D.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.2.1.2009.59

Abstract

Synthesis of didodekyl azelate produced by estherification reaction of disodium azelate salt with dodecylchloride used tridodecylamine hydrochloride as catalyst of two phase transfer was 34,123 gram (65,11%). Product of ester didodekyl azelate was identified by IR spectrometry which shows strong absorptionat 1700-1600 cm-1 indicating ester group C=O and 1H-NMR spectra showed that the number of protonsester was five lingkungan chemistry yang berbeda.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EMPELUR SAGU BARUK (Arenga microcharpha) Momuat, Lidya Irma; Suryanto, Edi
CHEMISTRY PROGRESS Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.9.1.2016.13909

Abstract

Sago baruk is one of endemic crop type of Archipelago of Sangihe Talaud, North Sulawesi. The objectives of this research were to study immersion time effect on antioxidant activity of sago baruk pith extract. The fresh sago baruk trunks pith was extracted with destilate water and stored at room temperature for 1, 2 and 3 days. After that, the filtrate was evaporated with heating technique. The pith extract was analysed phenolic total content by spectrophotometer. Antioxidant activity of each pith extract are evaluated in 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) radical scavenging (DPPH method), total antioxidant (FRAP method), antioxidant capacity (Phophomolybdate method) and reducing power (potassium ferricyanide method). The result of analysis in phenolic content showed that pith extract at immersion time of first day higher compared with second and third days. The result is in line with free radical scavenging measuring with immersion time of first day higher than second and third days. Likewise, the total antioxidant, antioxidant capacity and reducing power also showed that pith extract in immersion time of first day has highest antioxidant capacity than second and third days. There is effect that immersion time of sago baruk pith influence on phenolic content and antioxidant activity. This result concluded that sago baruk pith extract having phenolic compound and antioxidant activities. There is effect that immersion time of sago baruk pith influence on phenolic content and antioxidant activity. This result concluded that sago baruk pith extract having phenolic compound and antioxidant activities.
ISOLASI DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA AKTIF DARI EKSTRAK METILENA KLORIDA (MTC) LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga (L)Willd) Jayanti, Nolika Wiji; Astuti, Maria Dewi; Komari, Noer; Rosyidah, Kholifatu
CHEMISTRY PROGRESS Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.5.2.2012.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi senyawa hasil isolasi ekstrak metilena klorida lengkuas putih, Alpinia galanga (L) Willd berdasarkan data spektra UV-Vis dan spektra IR, serta menentukan nilai Lethal Concentration (LC)50 senyawa aktif hasil isolasi. Pemisahan ekstrak metilena kloridamenggunakan kromatografi kolom gravitasi (KKG) menghasilkan 220 vial yang digabung menjadi 12 fraksi gabungan (fraksi A-L). Uji Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) menunjukkan fraksi I berpotensi sebagai antikanker. Fraksi I dimurnikan lebih lanjut menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) preparatif hingga didapatkan 3 fraksi (I1, I2, dan I3). Fraksi I1 dan I2 diuji kemurniannya dengan KLT tiga sistem eluen dan KLT dua dimensi, menghasilkan senyawa murni, I1 dan I2. Senyawa I1 didapat sebanyak 3,67 mg padatan berwarna kuning dan senyawa I2 didapat sebanyak 6,97 mg padatan berwarna putih. Spektra UV-Vis senyawa I1 menunjukkan adanya cincin aromatik. Spektra IR senyawa I1 menunjukkan adanya gugus –OH, -C=O, -CH alifatik dan –C-O. Senyawa I1 diduga kuat sebagai senyawa flavonoid golongan flavon. Spektra UV-Vis senyawa I2 menunjukkan adanya kromofor -C=C yang tidak terkonjugasi. Spektra IR senyawa I2 menunjukkan adanya gugus –CH alifatik, –C=O, –C=C dan –C–O. Senyawa I2 diduga kuat golongan triterpenoid. Uji toksisitas dilakukan pada senyawa I2 dengan metode Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) diperoleh nilai LC50 sebesar 62,4979 ppm. Senyawa I2 berpotensi sebagai antikanker.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi senyawa hasil isolasi ekstrak metilena klorida lengkuas putih, Alpinia galanga (L) Willd berdasarkan data spektra UV-Vis dan spektra IR, serta menentukan nilai Lethal Concentration (LC)50 senyawa aktif hasil isolasi. Pemisahan ekstrak metilena kloridamenggunakan kromatografi kolom gravitasi (KKG) menghasilkan 220 vial yang digabung menjadi 12 fraksi gabungan (fraksi A-L). Uji Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) menunjukkan fraksi I berpotensi sebagai antikanker. Fraksi I dimurnikan lebih lanjut menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) preparatif hingga didapatkan 3 fraksi (I1, I2, dan I3). Fraksi I1 dan I2 diuji kemurniannya dengan KLT tiga sistem eluen dan KLT dua dimensi, menghasilkan senyawa murni, I1 dan I2. Senyawa I1 didapat sebanyak 3,67 mg padatan berwarna kuning dan senyawa I2 didapat sebanyak 6,97 mg padatan berwarna putih. Spektra UV-Vis senyawa I1 menunjukkan adanya cincin aromatik. Spektra IR senyawa I1 menunjukkan adanya gugus –OH, -C=O, -CH alifatik dan –C-O. Senyawa I1 diduga kuat sebagai senyawa flavonoid golongan flavon. Spektra UV-Vis senyawa I2 menunjukkan adanya kromofor -C=C yang tidak terkonjugasi. Spektra IR senyawa I2 menunjukkan adanya gugus –CH alifatik, –C=O, –C=C dan –C–O. Senyawa I2 diduga kuat golongan triterpenoid. Uji toksisitas dilakukan pada senyawa I2 dengan metode Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) diperoleh nilai LC50 sebesar 62,4979 ppm. Senyawa I2 berpotensi sebagai antikanker.
PENENTUAN KANDUNGAN LEMAK DAN KOMPOSISI ASAM-ASAM LEMAK PADA BAGIAN BADAN IKAN GABUS (Channa striata) BUDIDAYA DAN LIAR Umage, Alvy M.; Pontoh, Julius; Momuat, Lidya I.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.1.2019.27918

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penentuan kandungan lemak dan komposisi asam-asam lemak pada bagian badan ikan gabus (Channa striata) budidaya dan liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kandungan lemak dan komposisi asam lemak pada bagian badan ikan gabus (Channa striata) budidaya dan liar. Kandungan lemak dilakukan menggunakan metode ektraksi dan diperoleh kandungan lemak bagian badan ikan gabus budidaya 0,07% dan ikan gabus liar 0,01%. Lemak ikan diderivatisasi dan dianalisis menggunakan kromatografi gas dan diperoleh komposisi asam lemak tertinggi pada bagian badan ikan gabus budidaya adalah asam lemak oleat 37,1% diikuti  dan diikuti oleh asam lemak palmitat 25,6% sedangkan asam lemak tertinggi pada bagian badan ikan gabus liar adalah asam lemak palmitat 28,6% dan diikuti asam lemak oleat 16,9%. Kandungan asam lemak omega-3 pada bagian badan ikan gabus budidaya 5,6% dan ikan gabus liar 9,0%. Kata kunci: Asam lemak, ikan gabus budidaya dan liar, kromatografi gas  ABSTRACT Determination of fat content and composition of fatty acids in the body of snakehead (Channa striata) from cultivated and wild sources. This study aims to determine how much fat content and composition fatty acids in the body of snakehead (Channa striata) from cultivated and wild sources. The fat content were carried out using the extraction method. The fat content of cultured snakehead body was 0.07% and that of wild fish was 0.01%. Fish fats were derivatized and analyzed using gas chromatography and the highest fatty acid composition on the body of cultivated snakehead fish is 37.1% oleic fatty acids followed by 25.6% palmitic fatty acids while the highest fatty acid in the body of a wild snakehead fish is 28.6% palmitic fatty acid and followed by 16.9% oleic fatty acid. The content of omega-3 fatty acids in the body of cultivated snakehead fish is 5.6% and 9.0% on wild snakehead fish. Keywords: Fatty acids, wild and cultivated snakehead fish, gas chromatography 
Fotokatalis TiO2-zeolit untuk degradasi metilen biru Andari, Nevi Dwi
CHEMISTRY PROGRESS Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.7.1.2014.4848

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi dan pH metilen biru menggunakan  fotokatalis TiO2-Zeolit dari zeolit alam daerah Turen kabupaten Malang. Kajian yang dilakukan meliputi preparasi zeolit dan sintesis fotokatalis TiO2-zeolit, serta aplikasinya terhadap  fotodegradasi metilen biru dengan berbagai konsentrasi, pH dan waktu kontak. Konsentrasi metilen biru yang digunakan 10, 20, 30, 40 dan 50 mg/L. pH yang digunakan yaitu 3, 5, 7, 9 dan 11. Pengukuran prosentase degradasi metilen biru diukur menggunakan instrumen spektronik 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH basa fotokatalis TiO2 - zeolit mempunyai aktivitas yang tinggi. Pada penelitian ini hasil maksimum ditunjukkan pada pH 11. Data variasi konsentrasi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi metilen biru yang digunakan kemampuan degradasi semakin menurun. Pada penelitian ini penurunan konsentrasi metilen biru optimum ditunjukkan pada konsentrasi 10 mg/L. Data waktu kontak menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak semakin banyak zat warna metilen biru yang terdegradasi. Pada penelitian ini waktu kontak optimum dicapai pada 50 menit.   Keywords : fotodegradasi, metilen biru, TiO2-zeolit
ANALISIS BEBERAPA PARAMETER KUALITAS MINYAK PADA KOPRA DAN BUNGKIL KELAPA Rorong, Johnly
CHEMISTRY PROGRESS Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.2.2.2009.4970

Abstract

A research was done to analyses oil quality in copra and coconut waste using some methods such aswater content, % Residual Oil Content. Base on results, data was obtained: water content (coconut waste)was 1.610%, Flakes Flakes value 8.322 and Conditioner Flakes value 1.612. water content for copra was6.785%, coconut waste (D.B) was 11.123% with Cooker Flakes value 2.112. Analyses of % Oil Contentcopra (dry basis, oven) was 65.329%, % Oil Content of copra (dry basis, oven) was 70.083%. Resultshows that persentase Oil Content copra at wet basis already agree to standard that is 65-66%.Persentase (%) RO coconut waste at wet basis (oven) already agree to standard that is < 10.00 % Keywords : copra, coconut waste, residual oil content
PENGARUH PENAMBAHAN ASAM SUKSINAT DALAM MENGHAMBAT KOROSI BAJA DALAM LARUTAN ASAM SULFAT Gusti, Diah Riski; Aritonang, Henry F.; Azis, Sriwati
CHEMISTRY PROGRESS Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.1.1.2008.24

Abstract

The objectives of this research were study the effect of addition succinic acid on inhibiting of stainless steel corrosion in sulfuric acid solution. The stainless steel sample sieved and macerated in sulfuric acid solution with concentration of 0.01; 0.02; 0.03; 0.04 and 0.05 M for 24, 48 and 72 hours. The corrosion rate and inhibitor efficiency were evaluated with Asdim and Widharto method. The result showed that corrosion rate of with different concentration higher with increasing of concentration of sulfuric acid. The corrosion rate of stainless steel was higher of 0.3716 mg/cm2 hours at concentration of 0.05 M. However, the addition of succinic acid with different concentration of 1 x 10-3; 2 x 10-3; 4 x ; 4 x 10-3 ; 5 x 10-3 M, relative corrosion rate gave lower. The inhibitor efficiency in succinic acid was 60.60% at concentration 5 x 10-3 for 24 hours. It is concluded that succinic acid having inhibition effect on stainless steel corrosion.
ISOLASI CAPSAICIN DARI OLEORESIN CABAI RAWIT Thaib, Novita; Katja, Dewa Gede; Aritonang, Henry Fonda
CHEMISTRY PROGRESS Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.8.2.2015.13266

Abstract

This study aims to isolate the capsaicin of cayenne pepper oleoresin by extraction method. The results obtained as much as 0.5 g (0.5%) products of 100 g of dried cayenne pepper. Product is colorless crystalline solid (clear), a melting point of 66 oC and a refractive index of 1.4694. Crystals were analyzed with an infrared spectrophotometer (IR), namely the OH group (3409.9 cm-1 and 1026.1 cm-1), NH stretching and bending (3278.8 cm-1, 1515.9 cm-1 and 920 cm-1) which is a secondary amide, C=C (1643.2 cm-1), CH stretching from CH3 and CH2 (2927.7 cm-1 and 2854.5 cm-1) and CH bending of CH2 and CH3 (1461.9 cm-1 and 1377.1 cm-1), C=O (1747.4 cm-1) and group O-CH3 asymmetric and symmetric (1253.6 cm-1 and 1164.9 cm-1).Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi capsaicin dari oleoresin cabai rawit metode refluks menggunakan pelarut kloroform. Hasil yang diperoleh sebanyak 0,5 g (0,5 %) produk dari 100 g cabai rawit kering. Produk berupa padatan kristal tak berwarna (bening), titik leleh 66 dan indeks bias 1,4694. Kristal yang diperoleh dianalisis dengan spektrofotometer infra merah (IR), yaitu adanya gugus OH (3409,9 cm-1 dan 1026,1 cm-1), NH stretching dan bending (3278,8 cm-1, 1515,9 cm-1 dan 920 cm-1) yang merupakan suatu amida sekunder, C=C (1643,2 cm-1), CH stretching dari CH3 dan CH2 (2927,7 cm-1 dan 2854,5 cm-1) dan CH bending dari CH2 dan CH3 (1461,9 cm-1 dan 1377,1 cm-1), C=O (1747,4 cm-1) serta gugus O-CH3 asimetrik dan simetrik (1253,6 cm-1 dan 1164,9 cm-1).
AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK SPONS Haliclona sp. ASAL PAPUA ., Murtihapsari
CHEMISTRY PROGRESS Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.5.1.2012.653

Abstract

Murtihapsari, 2012. Aktivitas antimalarial ekstrak spons Haliclona sp. asal Papua. Penelitian ini menggunakan salah satu spesis spons laut yang berasal dari lokasi terpencil Papua bagian barat.Spesis Haliclona sp. (Papuan) memiliki aktivitas penghambatan yang besar terhadap Plasmodium falciparum.Kemampuan penghambatan bergantung pada konsentrasi ekstrak. Berdasarkan uji aktivitas antiplasmodium invitro, Haliclona sp. (Papuan)yang berasal dari Sorong memperlihatkan potensi yang besar sebagai penghambatkedua strain dengan angka IC50 yang rendah (0,253 dan 0,226 μg/mL).Kata kunci : Laut, Spons, Plasmodium, Antimalaria, HaliclonaMurtihapsari, 2012. Antiplasmodial Activity of Extract Sponge Haliclona sp. From Papuan. This research was based on species of marine sponge from distinctly locations on the western part of Papuan.Specimens Haliclona sp. (Papuan) possess a great inhibition against Plasmodium falciparum. The inhibitioncapability seemed depended on extract concentration. On the basis of in vitro antiplasmodial activities,Haliclona sp. (Papuan) from Sorong showed a high potential as inhibitor for both strain with low IC50 (0,253 and0,226 μg/mL).Keywords : Marine, Sponge, Plasmodium, Antimalarial, Haliclona