cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 961 Documents
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK KELAS 4 DAN 5 SD INPRES MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Makikama, Caren V.; Kawatu, Paul A.T; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan protein diperoleh dari konsumsi makanan berperan dalam pengatur dan pembangun sel didalam tubuh. Salah satu fase dalam daur kehidupan yaitu anak, sangat memerlukan asupan protein yang . Asupan protein yang tidak terpenuhi, mengakibatkan anak mengalami defisiensi sehingga pengaruh jangka panjang yang terjadi yaitu terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak dan mempengaruhi pada status gizi anak. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dengan status gizi pada anak kelas 4 dan 5 SD Inpres Matungkas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini berjumlah 80 anak, dan sampel yang diperoleh sebesar 78 anak. Berdasarkan metode food recall 24h didapati anak dengan asupan protein cukup sebesar 73,1% dan berdasarkan IMT/U anak dengan status gizi normal sebesar 79,5%. Analisis data menggunakan uji rank Spearman dengan nilai α = 0,05. Diperoleh nilai p = 0,000 hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein dengan status gizi IMT/U pada anak kelas 4 dan 5 Inpres Matungkas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara dan nilai r = 0,534 menunjukkan bahwa hubungan antara asupan protein dengan status gizi IMT/U tergolong kuat dimana semakin tercukupi asupan protein maka semakin baik pula status gizi. Konsumsi sumber protein yang beragam dan tercukupi akan berdampak pada semakin baiknya status gizi anak.Kata kunci : Asupan Protein, Status Gizi AnakABSTRACTProtein intake is obtained from food consumption, it plays a role in regulators and builders of cells in the body. One of the life cycle is child phase much needed of the correct protein intake. Unfulfilled protein intake will resulting in deficiency so that long-term effects can occur inhibited growth and development of children so affect the nutritional status of children. The purpose of this study to determine the relationship between protein intake with nutritional status of children in grade 4 and 5 SD Inpres Matungkas Dimembe North Minahasa. This research is an analytic survey using cross sectional study design. The population of this study is 80 children and the sample is 78 children. Based on the 24hour food recall method it is found children with protein intake category enough is 73,1% and nutritional status based on BMI-for-age it is found category normal is 79,5%. Data analysis using Spearman-rank test with α=0,05. It is obtained p-value=0,000 show that there is a relationship between protein intake with nutritional status of BMI-for-age in grade 4 and 5 SD Inpres Matungkas Dimembe North Minahasa and r-value equal to 0,534 that showed the relationship between protein intake with nutritional status is strong. Consumption of protein source that diverse and fulfilled will have an impact on the better nutritional status of children.Keywords: Protein Intake, Nutritional Status of Children.
STUDI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA PERINEUM DI RSU DR. SAMRATULANGI TONDANO Masalamate, Rutler Papianaung; Sikteubun, Threesye
KESMAS Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan episiotomi pada pertolongan persalinan merupakan tindakan dengan tujuan untuk menyelamatkan ibu dan bayi.Hal ini terbukti 70% wanita yang melahirkan pervaginam banyak mengalami trauma perineum, persalinan pervaginam dengan luka perineum memiliki resiko lebih besar mengalami infeksi. Ibu nifas dengan luka perineum bila tidak dirawat akan terjadi infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum di RSU. Dr. Samratulangi Tondano. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan di RSU. DR. Samratulangi Tondano pada tanggal 18 Agustus ? 10 September  tahun 2014. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RSU.DR. Sam Ratulangi Tondanopada 46 responden, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang perawatan luka perineum di RSU.DR.Sam Ratulangi Tondano,responden dengan pengetahuan baik 33 (71,8%) responden,  pengetahuan cukup 10 (21,7%) responden dan pengetahuan kurang 3 (6,5%) responden. Kata kunci: pengetahuan ibu nifas, perawatan luka perineum ABSTRACTEpisiotomy in childbirth assistance is an action aimed at saving mothers and babies. It is evident that 70% of women who give birth to vaginal discharge experience a lot of perineal trauma, vaginal delivery with perineal wounds has a greater risk of infection. Postpartum mothers with perineal wounds if not treated, infection will occur. The purpose of this study was to find out the knowledge of postpartum mothers about the care of perineal wounds at the RSU. Dr. Samratulangi Tondano. This research is a descriptive study conducted at the RSU. DR. Samratulangi Tondano on August 18 - September 10, 2014. Based on the results of research conducted at RSU.DR. Sam Ratulangi Tondanopada 46 respondents, it can be concluded that the level of knowledge of respondents about perineal wound care in RSU.DR. Sam Ratulangi Tondano, respondents with good knowledge 33 (71.8%) respondents, knowledge is enough 10 (21.7%) respondents and knowledge of less than 3 (6.5%) respondents. Keywords: Knowledge of Postpartum Mothers, Perineal Wound Carem
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL TRIAGE DI RUANG IGD RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH ., Ahmil
KESMAS Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan yang dilakukan di instalasi gawat darurat harus sesuai dengan standar prosedur operasional, salah satunya adalah standar prosedur operasional triage. Pelaksanaan triage di ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah tidak sesuai dengan standar prosedur operasional yang telah ditetapkan oleh Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage di ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 orang dan jumlah sampel sebanyak 30 orang (3 orang perawat cuti) dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.  Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage, nilai p=0,047 (p<0,05) dan ada hubungan pelatihan gawat darurat dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage, nilai p=0,041 (p<0,05). Variabel yang tidak bermakna yaitu usia(p=0,417), jenis kelamin (p=0,72), status pekerjaan (p=0,259), lama bekerja (p=0,712), dan pengetahuan (p=1.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan tingkat pendidikan dan pelatihan gawat darurat dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage di ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dan tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, status pekerjaan, lama bekerja dan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage di ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kata Kunci : Perawat, Kepatuhan, Triage. ABSTRACTHealth services that done in emergency unit should based on operational prosedural standar, one of it is triage operational prosedural standar. Implementation of triage operational prosedural standar in emergency unit of Undata General Hospital still unproper implementation. This study aims to identify the relationship factors of nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar in Emergency unit of Undata General Hospital, Central Sulawesi Province. This is quantitative study with cross sectional approaching. Population number were 33 staff nurses, but samples number were 30 staff nurses (3 of them in annual leave) and taken by totally sampling technique. Data analyzed by chi-square test. The resul found that having relationship of educational level with nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar, with p value = 0,047 (p < 0,05). And having relationship of emergency training with nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar, with P value = 0,041 (p < 0,05). No significant variabels consist of age (p  = 0,417), gender (p=0,72), occupational status (p = 0,259), length of work (p = 0,712), and knowledge (p = 1,000). Conclusion of this study that having relationship of educational level and emergency trainning with nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar in Emergency unit of Undata General Hospital, Central Sulawesi Province. And no relationship between age, gender, occupational status, lenght of work and knowledge with nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar in Emergency unit of Undata General Hospital, Central Sulawesi Province. Keywords: Nurses, Obedience, Triage.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMURANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Manese, Maria Martha; Ratag, Budi T.; Rattu, A. J. M.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang utama di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada balita. Data jumlah kasus ISPA di Sulawesi Utara tahun 2014, terdapat 58.328 kasus pada balita usia 1-4 tahun dan di Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2014 jumlah kejadian ISPA pada balita usia 1-4 tahun berjumlah 3693 kasus. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor-faktor risiko kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan desain case control study, yang dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2016 di wilayah kerja Puskesmas Amurang Timur kabupaten Minahasa Selatan. Jumlah sampel sebanyak 150 responden terdiri 75 responden yang pernah menderita ISPA dan 75 responden yang tidak pernah menderita ISPA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan (observasi) dan wawancara (kuesioner). Secara statistic nilai probabilitas yang diperoleh berdasarkan hasil uji chi square yaitu kepadatan hunian (p = 0,021; OR = 0,32; CI 95% = 0,11-0,87), ventilasi (p = 0,41; OR = 0,38; CI 95% = 0,14-0,98) dan merokok (p = 0,006; OR = 2,62; CI 95% = 1,30-5,27) dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Terdapat hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA, ventilasi dengan kejadian ISPA, dan merokok dengan kajadian ISPA.Kata Kunci: Kepadatan Hunian, Ventilasi, Merokok, Kejadian ISPAABSTRACTISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) or URI (Upper Respiratory Tract Infection) is become the main problem in Indonesia because the number of patient is still high especially toddler. Based on data the number of ISPA or URI there are 58.328 cases for toddler beetwen 1-4 years in North Sulawesi, while in South Minahasa District there are 3693 cases both in 2014. The purpose of this research is to analyze the risk of factors of ISPA or URI cases in Puskesmas South Minahasa District. The methodology that used in this research is research analytic survey with case control study design which held on January-March 2016 in Puskesmas district South Minahasa District. The total sample in this research is 150 respondents, 75 for they who bas been suffered ISPA and 75 for those who did not suffered ISPA. The instrument for this research is observation and questionnaire. Statistically value probability based on test result chi square ie density of dwelling (p = 0,021; OR = 0,32; CI 95% = 0,11-0,87), ventilation (p = 0,41; OR = 0,38; CI 95% = 0,14-0,98) and smoking (p = 0,006; OR = 2,62; CI 95% = 1,30-5,27) with events ISPA in the work area Puskesmas Amurang East South Minahasa District. There are interrelated by Dwelling Density with events ISPA, Ventilation with inciden ISPA, and Smoking with events ISPA.Keywords : Dwelling Density, Ventilation, Smoking, Events ISPA
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KECANDUAN SMARTPHONE DENGAN GANGGUAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMA NEGERI 9 BINSUS MANADO Tarlemba, Faradian; Asrifuddin, Afnal; Langi, Fima L.F.G.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan tidur merupakan suatu kumpulan kondisi yang dicirikan dengan gangguan dalam jumlah, kualitas, waktu tidur pada seorang individu. Gangguan kualitas tidur dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tingkat stres dan kecanduan smartphone. Stres pada remaja merupakan salah satu penyebab dari gangguan tidur oleh karena adanya tekanan seperti dalam mengerjakan tugas sekolah, ujian serta berkaitan dengan masa pertumbuhan. Penggunaan smartphone secara berlebihan juga dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang menjadi terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kecanduan smartphone dengan gangguan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 9 Binsus Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian studi potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa-siswi di SMA Negeri 9 Binsus Manado. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 173 responden. Instrumen yang digunakan yaitu Perceived Stress Scale-10, Smartphone Addiction Scale-Short Version dan Pittsburgh Sleep Quality Index. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square dengan CI=95% dan α=0,05. Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 74,4% responden mengalami stres sedang dengan kualitas tidur yang terganggu dengan nilai ρ=0,925, selain itu responden yang mengalami kecanduan smartphone yang kualitas tidurnya terganggu sebanyak 62,0%, nilai p=0.026. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan gangguan kualitas tidur dan terdapat hubungan kecanduan smartphone dengan gangguan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 9 Binsus Manado. Kata Kunci : Tingkat Stres, Kecanduan Smartphone, Gangguan Kualitas Tidur ABSRACTSleep disturbance is a collection of conditions characterized by disorders in the number, quality, sleep time of an individual. Disorders of sleep quality can be influenced by several factors, including stress levels and smartphone addiction. Stress in adolescents is one of the causes of sleep disorders due to pressure such as doing schoolwork, examinations and relating to the growth period. Excessive use of smartphones can also affect a person's sleep quality to be disturbed. This study aims to determine the relationship between stress levels and smartphone addiction with impaired sleep quality in adolescents at Manado Binsus High School 9. This research is a quatitative research with cross sectional study design. This research was conducted in October-November 2018. The population  in this study were students at Manado Binsus High School 9. The sample size in this study amounted to 173 respondents. The instruments used were the 10th Perceived Stress Scale, Smartphone Addiction Scale-Short Version and Pittsburgh Sleep Quality Index. Data analysis using univariate and bivariate analysis with Chi-Square statistical test with CI = 95% and α = 0.05. The results obtained were 74.4% of respondents experiencing moderate stress with impaired sleep quality with a value of ρ = 0.925, in addition respondents who experienced smartphone addiction whose sleep quality was disrupted as much as 62.0%, p value = 0.026. The conclusion of this study is that there is no correlation between stress levels and impaired sleep quality and there is a relationship between smartphone addiction and sleep quality disorders in adolescents in Manado Binsus High School 9. Keywords : Stress Levels, Smartphone Addiction, Sleep Quality Disorders
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMA NEGERI 1 MAESAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Pandey, Clauthya M.; Ratag, Budi T.; Langi, Fima L.F.G.
KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi manusia setelah kelelahan bekerja atau beraktivitas . Tidur pada remaja mempunyai sisi yang berbeda dibandingkan usia lainnya, sehingga banyak faktor yang menyebabkan gangguan tidur remaja, diantaranya perubahan gaya hidup yaitu penggunaan  smartphone. Penggunaan smartphone dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini di desain sebagai studi pontong lintang dengan jumlah responden yang memenuhi kriteria 153 siswa. Instrument penelitin ini menggunakan metode wawancara langsung melalui pengisian kuesioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji statistik Chi-square. Hasil yang didapatkan dari responden yang mengalami kecanduan smartphone yaitu 60%, sementaran itu 40% siswa menglami kualitas tidur yang buruk. Dan hasil peneitian menunjukkan terdapat hubungan antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Maesaan dengan nilai p=0,000 (?=0,05). Kesimpulan dari penelitin yaitu terdapat hubungan antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Maesaan Kabupatan Minahasa Selatan. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Kecanduan Smartphone.  ABSTRACTSleep is one of the basic needs for humans after fatigue to work or move. Sleep in adolescents has a different side than other ages, so many factors that cause adolescent sleep disorders, including lifestyle changes, namely the use of smartphones. The use of smartphones can affect a person's sleep quality. This study aims to find out whether there is a relationship between smartphone addiction and sleep quality in students of State Senior High School 1 Maesaan South Minahasa Regency. This study was designed as a cross-sectional study with the number of respondents who met the criteria of 153 students. This research instrument uses the interview method directly through filling out the questionnaire. The statistical test used in this study is the Chi-square statistical test. The results obtained from respondents who experienced smartphone addiction were 60%, while 40% of students had poor sleep quality. And the results of the study show that there is a relationship between smartphone addiction and sleep quality in students of 1 Public Senior High School with a value of p = 0,000 (? = 0.05). The conclusion of the study is that there is a relationship between smartphone addiction and sleep quality in students of State Senior High School 1 in South Minahasa District. Keywords: Sleep Quality, Smartphone Addiction.
KUALITAS BAKTERIOLOGIS DAN FISIK AIR SUMUR GALI SEKITAR ALIRAN SUNGAI BUHA DI KELURAHAN BAILANG KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO TAHUN 2018 Tamawiwy, Sheila G.; Akili, Rahayu H.; Boky, Harvani
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumur gali menyediakan air yang berasal dari lapisan tanah yang relatif dekat dengan permukaan tanah sehingga mudah terkena kontaminasi. Sumur gali sebagai sumber air harus dijaga kualitasnya agar tetap sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Kualitas air yang menurun dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah bagi manusia dan masalah kesehatan lainya.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatahui kualitas bakteriologis parameter total coliform dan kualitas fisik parameter bau dan rasa di sumur gali yang berada di sekitar aliran sungai buha Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif berbasis laboratorium dengan jumlah sampel yang diteliti yaitu 35 sumur gali di lingkungan sekitar aliran sungai buha. Variabel dalam penelitian ini adalah kualitas bakteriologis parameter total coliform yang melalui pemeriksaan laboratorium dan kualitas fisik air yang dilihat dari parameter bau dan rasa pada sumur gali yang berada disekitar aliran sungai. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari total sampel sejumlah 35 sumur gali ditemukan 22 sumur gali (62,9%) tidak memenuhi persyaratan kualitas bakteriologis air parameter total coliform dan 23 sumur gali (65,8%) ditemukan tidak memenuhi persyaratan kualitas fisik parameter bau dan rasa.Kata Kunci: Sumur Gali, Bakteriologis, FisikABSTRACTDug well provide water supply come form the layer relatively near the water surface so that easily contaminated. Dug well as the water supply must keep in good quality compliance with regulatory standard. Decrease of water quality can cause many diseases and health problems for human being.This research was carried out with the aims to know bacteriological parameter of total coliform and physical parameters odor and taste in dug wells around Buha River straem in Kelurahan Bailang, Bunaken sub district, Manado City.This observational research was carried out with descriptive approach based on laboratory test. Samples of this research had been examined 35 dug wells around Buha river stream. Variables in this research are quality of bacteriological parameter total coliform based on laboratory test and physical quality through odor and taste.The results of this research show that total samples 35 dug wells, bacteriological quality (total coliform) 22 dug wells water (62.9 %) did not meet the requirement and physical quality of dug wells 23 (65.8 %) also did not meet the health requirements odor and taste.Keywords: Dug wells, Bacteriological, Physical
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN FAKTOR SOSIO-DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN KELAMBU PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG WOKA KOTA BITUNG Wuisan, Teisly Monica; Ratag, Budi; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Karakteristik Kelurahan Gunung Woka yang terdiri dari hutan menjadikan daerah ini sebagai salah satu wilayah endemis malaria. Peran masyarakat dalam penggunaan kelambu mempengaruhi terjadinya penurunan faktor risiko malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor sosio?demografi dengan kepatuhan menggunakan kelambu dalam pencegahan malaria pada masyarakat di Kelurahan Gunung Woka. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study yang dilaksanakan pada September 2017. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 86 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi Square dan Fisher?s Exact untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan dependent dengan nilai signifikansi ?=5%. Hasil uji univariat dari 86 responden menunjukkan usia responden sebagian besar berusia 30 ? 44 tahun (38,4%). Tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah SMA (52,3 %). Sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan (60,5 %). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-value : 0,00<0,05). Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-valu : 0,230>0,05). Ada hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-value: 0,00<0,05). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan dengan kepatuhan menggunakan kelambu, serta tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan menggunakan kelambu, diharapkan lembaga kesehatan daerah meningkatkan pelatihan penyuluhan tentang malaria bagi tenaga puskesmas serta melakukan supervisi dan pembinaan ke puskesmas secara rutin sehingga dapat meningkatkan kualitas pelaksaan program pengendalian penyakit menular khususnya malaria.Kata Kunci : malaria, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, kepatuhan menggunakan kelambu.ABSTRACTMalaria remains a public health problem in Indonesia. Charateristic of Kelurahan Gunung Woka that consists of forests make this region one of the area where malaria is endemic. The role of society in the use of mosquito nets influencing the decline in malaria risk factors. This study aims to determine the correlation between knowledge and socio ? demographic with compliance using bed nets in preventing malaria in the community in the Village of Gunung Woka. This study used a cross sectional study design conducted in September 2017. The sample in this study using Simple Random Sampling technique with the number of 86 respondents. Data collacted through interviews using questionnaires and documentation. The statistical test used is Chi Square and Fisher?s Exact to determine the correlation between independent variables and the dependent with significant value ? = 5%. The results of the univariate test of 86 respondents indicated the age of the respondents mostly aged 30-44 years (38,4 %). The level of education is High School most of the respondents (52,3 %). Most respondents with female (60,5 %). Bivariate test results show that there is a correlation between knowledge with compliance using mosquito nets (p-value : 0,00 < 0,005). There is no correlation between education and compliance using a mosquito nets (p-value : 0,230 > 0,005). There is a correlation between job submission using mosquito nets (p-value : 0,00 < 0,005). It was concluded that there is a correlation between knowledge and job mission with compliance using a mosquito net, and there is no correlation between education and compliance using a mosquito net. It is excpected that local health agencies improve education about malaria training for workers health centers as well as supervision and guidance to the area regularly so as to improve the quality of communicable disease control programs, especially malaria.Keywords : Malaria, knowledge,education, jobmission, compliance using mosquito net
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Sjawie, Widad Abdullah; Rumayar, Adisti A.; Korompis, Grace E.C.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah pemberian makanan kepada bayinya dari awal kehidupan sampai dengan bayi berusia enam bulan tanpa makanan tambahan apapun dan minuman lain. Pemberian ASI telah dituangkan dalam kebijakan terkait program pemberian ASI eksklusif dalam PP RI No 33 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Tuminting. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tuminting pada bulan Juli – Oktober 2019. Sampel dalam penelitian ini yaitu 75 ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik acidental sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis data univariat menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang baik (66,7%), ibu yang memiliki sikapp negatif (69,3%) dan ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif (56,0%). Ujistatistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan uji chi-square dengan hasil analisis menunjukkan pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000) dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tumintingg. Kesimpulamya adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pemberian ASI eksklusif ABSTRACTExclusive breastfeeding is breastfeeding only to infants up to 6 months of age without additional food or other drinks. The government has established policies related to exclusive breastfeeding programs as outlined in the Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 33 of 2012 concerning breastfeeding. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers with exclusive breastfeeding at Tuminting Health Center. This research is a quantitative research with analytic surver method using cross sectional design. This research was conducted at Tuminting Health Center in July - October 2019. The sample in this study were 75 mothers who had 6-12 months babies. Sampling using accidental sampling technique. Data collection through interviews using a questionnaire. The results of univariate data analysis showed that most mothers had poor knowledge (66.7%), mothers who had negative attitudes (69.3%) and mothers who did not give exclusive breastfeeding (56.0%). Statistical tests used to analyze the relationship between variables using the chi-square test with the results of the analysis showed knowledge (p = 0,000) and attitude (p = 0,000) with exclusive breastfeeding in the working area of Tuminting Health Center. The conclusion is that there is a relationship between knowledge and attitude with exclusive breastfeeding in the working area of Tuminting Health Center, Manado City. Keywords : Knowledge, Attitude, Exclusive Breastfeeding
DISTRIBUSI SPASIAL NYAMUK CULEX SPP DI KECAMATAN TUMINTING KOTA MANANDO TAHUN 2017 Kawulusan, Wullan R.; Sondakh, Ricky C.; Boky, Harvani B.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Culex spp seringkali dikenal sebagai nyamuk rumahan karena paling sering berada di dalam rumah serta keberadaannya yang sangat dekat dengan manusia. Tempat kesukaan dari nyamuk ini yaitu di genangan air yang penuh polutan. Nyamuk Culex spp adalah vektor dari penyakit virus West Nile dan Japanese Encephalitis. Lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya dapat meningkatkan perkembangbiakan dari nyamuk ini. Kecamatan Tuminting adalah salah satu kecamatan yang berada di kota Manado yang sebagain daerahnya berada di sekitaran pesisir pantai dengan keadaan perumahan yang cukup padat serta keadaan lingkungan yang sangat mengkhawatirkan yaitu banyak ditemukan genangan-genangan air kotor serta rawa yang tidak dijaga kebersihannya, sehingga sangat memungkinkan bagi perkembangbiakan nyamuk Culex spp di daerah ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepadatan dan distribusi spasial nyamuk Culex spp di Kec. Tuminting, Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan di 10 titik di 8 Kelurahan Kec. Tuminting Kota Manado. Sampel yang diteliti adalah semua nyamuk Culex spp yang ditangkap di Kec. Tuminting Kota Manado. Jumlah nyamuk Culex spp yang tertangkap di 8 Kelurahan Kec. Tuminting adalah 167 ekor nyamuk Culex jenis quinquefasciatus. Dari hasil penelitian survei kepadatan dan distribusi nyamuk Culex spp yang dilakukan di wilayah Kec. Tuminting Kota Manado di 8 Kelurahan, didapatkan 78,4% adalah nyamuk Culex jenis quinquefasciatus. Kepadatan dan distribusi nyamuk culex spp yang tertinggi berada di Kelurahan Sumompo dengan nilai MHD 12,5 org/jam dan yang terendah berada di Kelurahan Bitung Karang Ria dengan nilai MHD 5 org/jam.Kata Kunci: Nyamuk, Culex spp, Kepadatan, SpasialABSTRACTCulex spp mosquitoes are commonly known as house mosquitoes because they are most often seen inside the house and its presence is very close to human. The favorite place of this mosquito is in a polluted water. Culex spp mosquito is a vector of West Nile virus and Japanese encephalitis. Dirty environment can improve the breeding of these mosquitoes. Tuminting sub-district is one of the sub-districts located in Manado city which is part of the coastal area with quite dense housing condition and worrying environmental conditions that many puddles of water are found and dirty swamp that is not maintained, and it?s possible for breeding Culex spp mosquitoes in this area. The purpose of this research is to know the density and spatial distribution of Culex spp mosquito in Tuminting Region, Manado City. This research is descriptive with cross sectional method, using purposive sampling technique, that sampling is done at 10 point in 8 sub districts, Tuminting Manado. The samples examined were all Culex spp mosquitoes caught in Kec. Tuminting Manado City. Number of Culex spp mosquitoes caught in 8 sub-districts of Kec. Tuminting is 167 Culex mosquitoes type quinquefasciatus. From the results of the survey the density and distribution of Culex spp mosquitoes conducted in the area of Kec. Tuminting Manado City, obtained 78.4% is Culex mosquito type quinquefasciatus. The highest density and distribution of culex spp mosquitoes are in Kelurahan Sumompo with MHD value 12,5 man/hour and lowest in Kelurahan Bitung Karang Ria with MHD value 5 man/hour.Key word: Mosquito, Culex spp, Density, Spatial

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue