cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 961 Documents
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PELAJAR DI SMA YBP TATELI KABUPATEN MINAHASA Walesasi, Intan Permata Sari; Kairupan, B .H.R; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seks pranikah merupakan segala bentuk perilaku seksual yang dilakukan dengan adanya dorongan seksual tanpa ikatan pernikahan yang sah. Berbagai macam dampak yang dapat ditimbulkan oleh perilaku seks pranikah yaitu dampak psikologis, fisiologis, sosial dan dampak fisik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di SMA YBP Tateli Kabupaten Minahasa pada bulan Juli – Agustus 2019 dengan sampel penelitian sebanyak 52 pelajar yang diambil dari total populasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh pValue = (0,000<0,05) yang artinya terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna terhadap seks pranikah. Kata Kunci: Pengetahuan, Seks Pranikah, Pelajar. ABSTRACKPremarital sex is any behavior that is driven by sexual desire without any legal marriage ties. The various kind of impacts that can be cause by premarital sex behavior is psychological, physiological, social and physical impacts. In this study using an Quasi Experiment with Non Equivalen Control Group design. The place of this research was conducted at YBP Tateli Senior Highschool, distric Minahasa on Juli-August 2019 with the sample used amounted 52 students drawn from the total population. This study used a questionnaire as instrument. The result in this study is obtained pValue = (0,000<0,05) which means that there is a significant increase in student knowledge of premarital sex. Keyword: Knowledge, premarital sex, Students   
FASILITAS SANITASI DAN PEMERIKSAAN ESCHERICHIA COLI PADA PERALATAN MAKANAN YANG DIGUNAKAN DI RUMAH MAKAN KOMPLEKS WANEA PLAZA KOTA MANADO Mandas, Grifith Vanesa; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Pinontoan, Odi Roni
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamanan makanan dan minuman menjadi salah satu upaya kesehatan yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan. Rumah makan adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keadaan fasilitas sanitasi dan keberadaan E. coli pada peralatan makan yang digunakan di rumah makan kompleks Wanea Plaza Kota Manado. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif observasional dan pemeriksaan laboratorium. Objek penelitian ini adalah semua rumah makan yang ada di Kompleks Wanea Plaza Kota Manado dengan sampel sebanyak 3 rumah makan. Penelitian ini dilaksanakan di Kompleks Wanea Plaza Kota Manado pada bulan Agustus sampai September tahun 2018. Penelitian ini menggunakan kuesioner checklist dan pemeriksaan di laboratorium BTKLPP Kelas I Manado dengan hasil fasilitas sanitasi semua rumah makan memenuhi syarat fasilitas untuk air bersih dan tempat cuci tangan. Dalam pemeriksaan E.coli ditemukan 2 rumah makan dari 3 rumah makan yang positif E.coli sedangkan 1 rumah makan negatif E.coli. Masih terdapat beberapa komponen dalam fasilitas sanitasi yang belum memenuhi syarat diantaranya toilet dan tempat mencuci peralatan. Dalam peralatan makan yang positif E.coli diharapkan penanganan yang tepat bagi rumah makan Kompleks Wanea Plaza Kota Manado agar dapat segera diatasi.Kata Kunci: Fasilitas Sanitasi, Peralatan Makanan, E.coliABSTRACTFood and beverage security is one of the health efforts carried out in the form of activities with promotive, preventive, curative and rehabilitative approaches carried out in an integrated, comprehensive and sustainable manner, A restaurant is any commercial place of business whose scope of activity provides food and drinks to the public at its place of business. The aim of this study was to determine the state of sanitation facilities and presence of E.coli germs on cutlery used in the restaurant of Wanea Plaza Manado. This type of research is observational descriptive research and laboratory examination. The objects of this study were all restaurants in the Wanea Plaza Complex of Manado City with a sample of 3 restaurants. The research was carried out at the Wanea Plaza Manado, from August to September 2018. This study used questionnaires checklist and laboratory examinations at BTKLPP Class I Manado with the results of sanitation facilities all restaurants fulfilled the facility requirements for clean water and hand washing facilities. In E.coli examination found 2 restaurants from 3 restaurants that were positive for E.coli while 1 restaurant had negative E.coli. There are still several components in sanitation facilities that do not meet the requirements including toilets and washing facilities. In Ecoli-positive food utensils, it is expected that proper handling of the Manado City Plaza Wanea Complex restaurant can be handled immediately.Keywords: Sanitation Facilities, Food Utensils, E.coli
HUBUNGAN ANTARA TINDAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IMANDI KECAMATAN DUMOGA TIMUR Kasim, Gladys C. A.; Kaunang, Wulan P. J.; Sekeon, Sekplin A. S.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPSN merupakan salah satu upaya dalam  pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti, sehingga penularan DBD dapat dicegah atau di kurangi. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, kegiatan PSN ini harus di lakukan secara luas dan terus menerus. Sasarannya adalah semua tempat perkembangbiakan nyamuk, Tujuan penelitian: Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Imandi Kecamatan Dumoga Timur. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Desain Penelitian kasus kontrol (Case Control). Di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas Imandi Kecamatan Dumoga Timur pada bulan Juli – November 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah 112 responden dimana terbagi menjadi 56 responden kasus yaitu penderita DBD dan 56 Responden kontrol yaitu bukan penderita DBD. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.  Pengolahan data menggunakan SPSS dengan perhitungan uji chi square, Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI 95%). Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai p (value) = 0,012 yang berarti p < 0,05, secara statistik berarti H0 di tolak dan H1 di terima maka dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tindakan PSN dengan kejadian DBD Nilai Odds Ratio (OR) = 2,733 (CI = 1,240 – 6,023) di mana nilai OR > 1 yang berarti bahwa tindakan PSN merupakan faktor risiko yang memiliki kemaknaan dengan kejadian DBD. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Kata Kunci : Tindakan PSN DBD ABSTRACTMNE is an effort to control the Aedes aegypty mosquito population, so that DHF transmission can be prevented or reduced. To get the expected results these MNE activities must be carried out boardly and continuously. The target is all mosquito breending sites. Research Methods: This study uses a Case Control Research Design. It was carried out in the working area of the Imandi Puskesmas in East Dumoga District in July - November 2019. The sample in this study was 112 respondents which were divided into 56 case respondents namely DHF sufferers and 56 control respondents who were not DHF sufferers. The research instrument used a questionnaire. Data processing using SPSS with the calculation of the chi square test, Odds Ratio (OR) and Confidence Interval (95% CI). Research Results: The results of this study found that the value of p (value) = 0.012 which means p <0.05, statistically means that H0 is rejected and H1 is accepted, it can be concluded that there is a significant relationship between MNE actions with DHF events Odds Value Ratio (OR) = 2.733 (CI = 1,240 - 6,023) where the value of OR> 1 which means that the MNE action is a risk factor that has significance with the incidence of DHF. Conclusion: There is a relationship between the act of eradicating mosquito nests (MNE) with the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF).Keywords :Action MNE DHF
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL – KARTU INDONESIA SEHAT DENGAN KEPUASAN JASA PELAYANAN DI PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO Nusa, Marselina; Maramis, Franckie R. R; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam memudahkan akses pembiayaan kesehatan pemerintah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Melalui program tersebut diharapkan peserta JKN-KIS dapat merasakan kepuasan terhadap pelayanan kesehatan yang diterima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat dengan kepuasan jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas Kombos Kota Manado. Metode penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kombos Kota Manado pada bulan Oktober-Desember tahun 2018. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah 100 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value = 0,013 hubungan antara karakteristik umur dengan kepuasan peserta JKN-KIS di Puskesmas Kombos. Karakteristik jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan tidak berhubungan dengan kepuasan. Saran yang dapat diberikan kepada Puskesmas Kombos diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan dengan melengkapi alat-alat untuk pemeriksaan pasien, memperluas ruang tunggu, serta lebih tanggap dalam memberikan pelayanan dengan segera kepada pasien peserta JKN-KIS di Puskesmas Kombos. Kata Kunci : Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, Kepuasan Pasien  ABSTRACT In facilitating access to health financing the government organizes a National Health Insurance Program – Healthy Indonesia Card through the Health Social Security Organizing Agency. Through the program, it is expected that the participants of the National Health Insurance – Healthy Indonesia Card can feel satisfaction with the health services received. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of participants of the National Health Insurance – Healthy Indonesia Card and the satisfaction of health care services in Manado Kombos Health Center. The design of this study is quantitative research with a cross sectional design. This study was conducted at Manado Kombos Health Center in October 2018. Determination of the sample using the Slovin formula with the number of 100 samples of participants of the National Health Insurance – Healthy Indonesian Card at Kombos Health Center. Data collection is done using a questionnaire. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi square test.The result obtained p-value = 0,013 relationship between age characteristics and satisfaction of participants of the National Health Insurance – Healthy Indonesia Card at the Kombos Health Center. The characteristics of sex, education, and occupation are not related to satisfaction. Suggestions that can be given to the Kombos Community Health Center are expected to further improve the quality of services by completing the tools for examining patients, expanding the waiting room, and being more responsive in giving patients to the National Health Insurance – Indonesia Healthy Card at Kombos Health Center. Keywords : Age, Sex, Education, Occupation, Patient Authority
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ADVENT MANADO TAHUN 2016 Welong, Seftian S; Ratag, Budi T.; Bernadus, Janno
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di berbagai Negara sedang berkembang. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan sanitasi lingkungan seperti hygiene perorangan, kebersihan lingkungan dan tempat umum juga perilaku hidup sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian demam tifoid pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Advent Manado tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian analytical survey dengan desain kasus kontrol (case control). Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Advent Manado pada bulan November ? Desember 2016. Sampel untuk kelompok kasus adalah pasien yang positif menderita demam tifoid berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, sejumlah 50 penderita dan kelompok kontrol 50 responden bukan penderita, dengan metode pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah higiene perorangan dan sanitasi lingkungan, sedangkan variabel terikat adalah kejadian demam tifoid. Analisis bivariat menggunakan uji chi square (CI=95%, ?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian demam tifoid di Rumah Sakit Advent Manado dengan pvalue sebesar 0,241, terdapat hubungan antara kebiasaan makan di luar rumah dengan kejadian demam tifoid di Rumah Sakit Advent Manado dengan nilai pvalue sebesar 0,000 dan nilai odds ratio (OR)=13,500 (CI(95%)=2,930-62,209), tidak ada hubungan antara sarana air bersih untuk dikonsumsi dengan kejadian demam tifoid di Rumah Sakit Advent Manado dengan nilai p value sebesar 0,413, tidak adanya hubungan antara ketersedian saranapembuangan tinja dengan kejadian demam tifoid di Rumah Sakit Advent Manado dengan p value sebesar 0,287.Kata Kunci: Demam Tifoid, Higiene Perorangan, Sanitasi LingkunganABSTRACTTyphoid fever is still an important health problem in various developing countries. This disease is closely associated with environmental sanitation such as individual hygiene, environmental hygiene and public places also the behavior of healthy living. The purpose of this research is to analyze the risk factors of the incidence of typhoid fever in patients of inpatient care in Manado Adventist Hospital on 2016. This research is a survey of analytical research to the design of the control case. The study was conducted at Adventist Manado Hospital in November - December 2016. The study was conducted at Advent Manado Hospital in November - December 2016. Samples for case group were positive patients suffering from typhoid symptoms based on laboratory examination 50 patients and control group of 50 respondents who were not sufferers, with simple random sampling method. Data collection using questionnaire. Independent variables in this study is the personal hygiene and environmental sanitation, while dependent variable is the incidence of typhoid fever. Bivariate analysis using chi square test (CI = 95%, ? = 0,05). The results showed that there is no relationship between the habit of washing hands before eating with the incidence of typhoid fever in Manado Adventist Hospital with a p value of 0.241, there is a relationship between eating habits outside the house with the incidence of typhoid fever in Manado Adventist Hospital with the highest p value 0.000 and values of the odds ratio (OR) = 13,500 (CI (95%) = 2,930-62,209), there is no relationship between the availability of fecal disposal facilities with typhoid fever in Manado Adventist Hospital with a p value of 0.287.Keywords: Typhoid Fever, Personal Hygiene, Environmental Sanitation
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI ANAK PADA USIA 6-24 BULAN DI DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Pesik, Leidy F.; Punuh, Maureen I.; Amisi, Marsella D.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan gizi pada awal kehidupan akan berdampak serius pada kualitas dan sumber daya manusia dimasa depan. Kurangnya gizi akan menyebabkan gagalnya pertumbuhan, berat badan lahir rendah (BBLR), kecil, pendek, kurus serta daya tahan tubuh yang rendah dan akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan kesehatan. Anak yang diberikan ASI eksklusif akan terhindar dari penyakit seperti diare dan pneumonia, dan akan memiliki manfaat jangka panjang untuk ibu dan anak seperti mengurangi risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Cakupan ASI eksklusif di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara hanya 20 anak (33,3%). Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak pada usia 6-24 bulan di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada bulan Juni sampai agustus tahun 2019. Populasi penelitian ini adalah anak yang berusia 6-24 bulan dan jumlah sampel yaitu 60 anak. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak (p<0,05) berdasarkan indeks BB/U (p<0,043). Tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak berdasarkan indeks PB/U (p>0,699) dan indeks BB/PB (p>639). Kata Kunci: ASI Eksklusif, Status Gizi ABSTRACTMalnutrition in the early stages of life will have a serious impact on human qualities and resources in the future. Lack of nutrition will cause growth failure, low birth weight (LBW), small, short, skinny and low body endurance and will increase the risk of health disorders. Children who are given exclusive breastfeeding will avoid diseases such as diarrhea and pneumonia, and will have long-term benefits for both mothers and children, such as reducing the risk of overweight or obesity. Coverage of exclusive breastfeeding in Kima Bajo Village, Wori District, North Minahasa Regency is only 20 children (33.3%). The aim of this research was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status of children at the age of 6-24 months in Kima Bajo Village, Wori District, North Minahasa Regency. This research uses analytic observational research with cross sectional research design conducted in June to August 2019. The population of this research is infants aged 6 to 24 and the number of sample is 60 babies. Data analysis in this research used chi-square and fisher's exact tests. The results of this research, there was a relationship between exclusive breastfeeding and the nutritional status of children (p<0.05) based on BB/U index (p <0.043). There was no relationship between exclusive breastfeeding and children's nutritional status based on PB/U index (p>699) and BB PB index (p> 639). Keywords: Exclusive breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, PENDAPATAN DAN PEKERJAAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MANEMBO-NEMBO BITUNG 2015 Tampi, Jimmy; Rumayar, Adisti A.; Tucunan, Ardiansa A.T
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan. Sebagai pelayanan publik, rumah sakit dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana baik itu alat-alat medis maupun tenaga kesehatan yang terlibat didalamnya. Sarana pelayanan kesehatan diadakan berdasarkan asumsi bahwa masyarakat membutuhkannya. Akhirnya masyarakat lebih memilih fasilitas kesehatan yang lebih modern atau tidak menutup kemungkinan beralih ke pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. hubungan antara pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan dengan  pemanfaatan pelayanan kesehatan di  Rumah  Sakit  Umum  Daerah  Manembo -Nembo Bitung  2015. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Bertempat di wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah Manembo-nembo Bitung, dan akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 100 Responden. Variabel yang diteliti adalah tingkat pendidikan, pendapatan, pekerjaan, dan pemanfaat pelayanan kesehatan. Pengambilan data tingkat pendidikan, pendapatan, persepsi, dan pemanfaat pelayanan kesehatan menggunakan kuesioner. Uji hubungan menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05 dan confidance interval 95%. Responden memanfaatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit   yaitu sebanyak 47 responden (74%). Berdasarkan tingkat pendidikan, pendidikan tinggi berjumlah 63 responden, pendidikan rendah 38 responden dengan p Value 0.002. Berdasarkan tingkat pendapatan, pendapatan > Rp. 2.150.000 52 responden, dan pendapatan ≤ Rp. 2.150.000  48 responden dengan p Value 0.671. Berdasarkan pekerjaan, Bekerja 69 responden, tidak bekerja 31 responden dengan p Value 0.976.Terdapat hubungan antara pendidikann dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan, sedangkan pendapatan dan Pekerjaan tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.   Kata Kunci : Pendidikan, Pendapatan, Pekerjaan, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan     ABSTRACT The hospital is one of the health-care facility that can meet the needs of the community on the utilization of health services. Public services in hospitals equipped with various facilities and infrastructure both medical devices and health professionals involved. Health care facilities are held based on the assumption that people need. Finally the people prefer a more modern health facilities or does not close the possibility of turning to traditional medicine. This study aims to determine the relationship between education, income, and work with health service utilization in the General Hospital of Manembo-Nembo Bitung 2015. This study is a descriptive analytic research using cross sectional approach. This research was conducted in the region of the Regional General Hospital Manembo-nembo Bitung, and will be held in October 2015 with a sample size of 100 respondents. The variables studied were level of education, income, employment, and health care beneficiaries. Data retrieval education level, income, perception and utilization of health services using a questionnaire. The relationship test using Chi- Square test. The respondents utilize the utilization of health services in hospitals as many as 47 respondents (74%). By level of education, higher education amounted to 63 respondents, respondents with lower education 38 p  Value 0.002. Based on the level of income, income > USD. 2,150,000 52 respondents, and revenue ≤ Rp. 2,150,000 48 respondents with p Value 0671. Based on the job, working 69 respondents, 31 respondents do not work with p Value 0976. There is a relationship between pendidikann with utilization of health services, while revenues and work not related to the utilization of health services.   Key words: Education, Income, Employment, Services Utilization health
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJADAN STATUS GIZI DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PETANI KELAPA DI DESA LEMOH Kapoh, Jonathan O. H. U.; Ratag, Budi T; Kawatu, Paul A.T
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pekerjaan yang aktifitasnya bersifat manual, manusia dituntu tuntuk mempunyai kemampuan lebih khususnya pada otot dan tulang karena otot dan tulang merupakan dua alat yang sangat penting dalam sebuah pekerjaan . Tujuan : dengan adanya penelitin ini diharapkan bisa menjabarkan korelasi diantara sikap kerja serta status gizi dengan keluhan musculoskeletal yang ditujuhkan terhadap petani kelapa di desa lemoh Metode penelitian : jenis penelitian ini yaitu cross sectional study yang merupakan salah satu jenis metode penelitian pada survey analitik. Dilakukan pada bulan mei-juli 2018 di desa lemoh kecamatan tombariritimur kabupaten minahasa. Populasi yang digunakan dalam penelitian berjumlah 55 petani pekerja kelapa. Dengan sampel dalam penelitian sebanyak 55 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner yang teruji. Timbangan badan dalam kg (kilogram) serta meteran untuk menggukur tinggi. Uji statistik yang digunakan untuk menganilisis hubungan antara variable menggunakan uji spearman. Hasil : Penelitian ini dilihat dari uji spearman terdapat hubungan antara sikap kerja dengan keluhan musculoskeletal yang diteliti terhadap petani kelapa di wilayah desa lemoh dengan (p= 0,000) dan terdapat hubungan yang siknifikan antara status gizi dengan keluhan musculoskeletal terhadap petani kelapa di wilayah desa lemoh dengan (p= 0.000).Kesimpulan : dilihat dari hasil penelitan maka disimpulkanadanya hubungan sikap kerja dan status gizi dengan keluhan musculoskeletal terhadap petani kelapa di wilayah desa lemoh. Saran agar diadakan penyuluhan dan sosialisasi pada petani kelapa mengenai posisi sikap kerja yang baik dan benar serta pemahaman mengenai status gizi untuk menunjang status gizi yang baik sehingga dapat memperbaiki permasalahan-permasalahan keluhan muskuloskeletal itu sendiri.Kata Kunci : Keluhan Muskuloskeletal, Sikap Kerja, Status GiziABSTRACTPreface : Working as manual activity, human is demanded for belonging ability of muscle and bone in particular, both of bone and muscle are extremely important in working.Aim : this research has a purpose to analize the relationship between working attitude and nutrient status of muskuloskeletal of coconut farmer in lemoh village. Research method : the kind of this research devide into cross sectional study that is form of research method to analitic survey. This is done from may to june 2018 in lemoh village, tombariri timur subdistrict, minahasa regency, population of this research is 55 coconut farmers.the amount of this research are 55 farmers. The use of the instrument are questionnaire, the scales of body?s tall. Test is done to analyze connection inter variable using spearman experiment. Result : the result of this research based on spearman experiment is found the relationship between working attitude and muskuloskeletal lamentation at coconut farmer in lemoh village ( p = 0,000 ) and has a relationship between nutrient status and muskuloskeletal lamentation to coconut farmer in lemoh village ( p = 0,000 ). Conclusion : there has a relationship of working atittude and nutrient status to muskuloskeletal lamentation related to the coconut farmer in lemoh village. As suggestion to be done for agricultural extension to coconut fermers about the behaviour of their working and nutrient status to support in order to reach a good nutrient status that can solve the lamentation of muskuloskeletal problem.Keyword : the attitude of work, nutrient status, the lamentation of muskuloskeletal problem.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA PENYAKIT GOUT (ASAM URAT) DI DESA LIMRAN KELURAHAN PANTOLOAN BOYA KECAMATAN TAWELI ., Nurhayati
KESMAS Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gout (asam urat) merupakan penyakit yang disebabkan oleh tumpukan kristal asam urat pada jaringan, terutama pada jaringan sendi. Gout berhubungan erat dengan gangguan metabolisme purin yang memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), yaitu jika kadar asam urat dalam darah  lebih dari 7,5 mg/dl. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pola makan yang salah dimana banyak mengonsumsi makanan tinggi purin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan terjadinya penyakit gout di Desa Limran Kelurahan Pantoloan Boya Kecamatan Tawaeli. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan variabel independen pola makan dan variabel dependen terjadinya penyakit gout. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pola makan kurang baik sebanyak 91,1% dan pola makan yang baik sebanyak 8,8%. Hasil uji chi square diperoleh  nilai p = 0,000 (p value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pola makan dengan terjadinya penyakit gout (asam urat) di Desa Limran Kelurahan Pantoloan Boya Kecamtan Tawaeli. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada seluruh masyarakat agar mengurangi makan tinggi purin yang bisa memicu terjadinya asam urat. Kata kunci : Pola makan, asam urat, gout  ABSTRACTGout is a disease caused by agglomeration of uric acid crystals on system particularly on joint system. Gout is closely related to disorders of purine metatabolism which triggers an increase of hyperuricemia if the uric acid level in the blood is more than 7,5 mg/dl. One of the factor affects is wrong eating pattern which consume high-purine diet. The purpose of this study was  to determine the correlation between eating patterns with the occurrence of gout in Limran Village, Pantoloan Boya Village, Tawaeli Subdistrict. This type of research was analytical research with cross sectional design. The number of samples were 34 people with purposive sampling technique. Data analyzed by chi square test with  an independent variable was  eating pattern and dependent variable was the occurance of gout. The results showed that respondent who had a poor diet was 91.1% and a good diet was 8.8%. The results of the chi square test obtained a value of p = 0,000 (p value <0.05). The conclusion of this study there was a correlation between eating patterns with the occurrence of gout in Limran Village, Pantoloan Village, Boya, Tawaeli Subdistrict. Based on the result of this study it is expected that the whole communities can reduce eating high purine which can trigger gout. Keywords : Eating pattern, uric acid, gout 
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6–12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WALANTAKAN KECAMATAN LANGOWAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Irot, Rodela A.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan gizi pada balita menempati urutan keempat masalah pada balita. Kasus gizi buruk di Sulawesi Utara tahun 2015 sebanyak 39 kasus, terjadi penurunan dibandingkan tahun 2014 sebanyak 47 kasus. Masalah gizi, khususnya stunting menghambat perkembangan dan berdampak negatif yang akan berlangsung dalam kehidupan selanjutnya. Persentase balita pendek di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,2%, tahun 2010 sebesar 35,6% dan tahun 2007 sebesar 36,8%. Secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari 6 bulan sebesar 55,7% (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2016). Cakupan ASI ekslusif pada Puskesmas Walantakan sebesar 81,13% dan terdapat 1 balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak umur 6 ? 12 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Walantakan berjumlah 51, pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji Fisher's Exact Tests diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak Usia 6 ? 12 bulan menurut indeks BB/U, nilai value yang diperoleh sebesar 0,094, tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak Usia 6 ? 12 bulan menurut indeks PB/U, nilai value yang diperoleh sebesar 1,000, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak usia 6 ? 12 bulan, nilai value yang diperoleh sebesar 0,021.Kata Kunci: Pemberian ASI Eksklusif, Status GiziABSTRACTMalnutrition is ranked as fourth problem in infants. Malnutrition in North Sulawesi on 2015 was 39 cases, a decrease compared to 2014 was 47 cases. Nutritional problems, especially stunting inhibit the development and negative impact that will take place in the next life. The percentage of stunted toddlers in Indonesia in 2013 was 37.2%, in 2010 was 35.6% and in 2007 was 36.8%. Nationally, exclusive breastfeeding coverage for infants aged less than 6 months is 55.7%. Exclusive breastfeeding coverage at Walantakan Puskesmas is 81,13% and there was a toddler in low nutrition. This research used analytical-survey with cross-sectional approach. The population is all mothers with children 6-12 months who live in working area of Walantakan health center and using total sampling. The sample of this research is 51 samples. Result of this research based on Fisher's Exact statistical tests that there is no relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status of children 6-12 months according to index BB/U (?-value=0,094), there is no relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status children 6-12 months according to the index PB/U, (?-value=1,000), there is a relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status of children 6-12 months, (?-value=0,021).Keywords: Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue