cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25482300     EISSN : 25482181     DOI : -
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Terbarukan merupakan jurnal elektronik yang mempublikasikan hasil penelitian, knowledge sharing dari dosen, mahasiswa maupun kalangan industri yang berfokus pada teknologi kimia pengolahan bahan alam dan energi secara berkelanjutan. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Penetapan Heat rate pada Pengeringan Biji Kakao menggunakan Tunnel Dryer Bahan Bakar Gas Sugiarto, Bambang; Wijanarko, Hendro; Pinasti, Amy Anggun; Rahmi, Hafizatur; Sulistyawati, RR Endang
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan biji kakao merupakan salah satu proses krusial dalam menentukan mutu akhir kakao, terutama dalam hal aroma, cita rasa, dan stabilitas produk. Penelitian ini bertujuan menetapkan heat rate pada proses pengeringan biji kakao menggunakan tunnel dryer dengan bahan bakar gas. Metode penelitian ini meliputi pengambilan data primer dari hasil pengolahan biji kakao yang meliputi tahapan fermentasi, sortasi, dan pengeringan serta pengolahan agar menjadi coklat bubuk. Pada saat pengeringan di lakukan pengamatan setiap 60 menit selama 5 jam dengan variabel suhu 50-60OC, 60-70OC, 70-80OC, 80-90OC dan 90-100OC. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa suhu optimal untuk pengeringan biji coklat adalah 60-70OC sesuai dengan suhu yang dianjurkan untuk pengeringan bahan makanan dan pada suhu tersebut biji kakao sudah mencapai kadar air akhir sebesar 4,01%, dengan nilai perpindahan panas konveksi dan konduksi optimal sebesar 2540,89 watt dan 304,57 watt atau setara dengan 2396,7 kkal/jam. Efisiensi penggunaan gas LPG yaitu 1/3 tabung gas LPG 3 kg untuk waktu pengeringan selama 5 jam.
Pengembangan Sumber Energi Angin di Indonesia: Minim Potensi atau Belum Menjadi Preferensi? Maria Agnes
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/rbaet.v10i1.2983

Abstract

Kebijakan Energi Nasional (KEN) Indonesia yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 79 Tahun 2014 menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 17% untuk tahun 2020 dan 23% untuk tahun 2025. Walaupun upaya peningkatan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) EBT telah dilakukan, namun realisasi rasio bauran EBT pada akhir tahun 2020 masih berada di bawah target yaitu sebesar 11,2%. Data ini menunjukkan bahwa pemanfaatan EBT, khususnya dari tenaga angin, masih jauh dari optimal. Angka pasokan energi primer untuk tenaga angin masih sangat kecil daripada angka pasokan energi primer dari bioenergi, panas bumi dan air. Angka pasokan energi primer yang kecil serta tidak adanya penambahan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sejak tahun 2019 memperlihatkan bahwa tenaga angin belum menjadi alternatif sumber energi pilihan dalam menghasilkan energi listrik. Lebih jauh, kondisi ini juga mengindikasikan jika diversifikasi energi tersebut masih berfokus kepada konversi dari penggunaan energi fosil kepada EBT dan belum mempertimbangkan proporsi pemanfaatan dari setiap jenis sumber EBT yang tersedia. Dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia saat ini di mana pemanfaatan tenaga angin terkesan masih sangat diabaikan, maka studi literatur dilakukan terhadap strategi-strategi keberhasilan India, Vietnam dan Pakistan dalam menjadikan tenaga angin sebagai alternatif sumber energi listrik pilihan.
A Review: Analysis of the Effect of Variations in Reinforcing Materials, Concentration, and Temperature on the Mechanical Properties of Aluminum Matrix Composite (Amc) by Stir Casting Method: Review: Analisa Pengaruh Variasi Bahan Penguat, Konsentrasi, Dan Suhu Pada Sifat Mekanik Alumunium Matrix Composite (Amc) Dengan Metode Stir Casting Zahra, Sarah K. L.; Tania, Selvi T.; Islami, Iqbal R.; Zaki, Rakha K.; Faradiva, Maudi A.; Alfiana, Dhea; Anggoro, Kresna D.; Ulya, M.Ridho
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/rbaet.v10i1.2991

Abstract

Biomaterial menjadi salah satu material yang sering digunakan di era sekarang dalam bidang tertentu. Pada kali ini akan dibahas mengenai salah satu jenis biomaterial sekaligus biokomposit yaitu bio-logam. AMC adalah salah satu bio-logam dengan matriks aluminium sebagai komponen utama dan matriks penguat misalnya SiC (Silikon Karbida), serta terkadang diberikan lapisan permukaan misalnya Alumina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat mekanik AMC berdasarkan pengukuran parameter yang telah ditentukan dengan variasi campuran penguat, kadar penguat, dan suhu pembuatan. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berdasarkan hasil uji kekerasan, variasi kedua (SiC + Mg + Cu + Al₂O₃) sebagai variasi terbaik dengan kadar alumina 7,5% pada suhu 740°C menghasilkan nilai kekerasan sebesar 148 HB, 2) Berdasarkan hasil uji tarik, variasi keempat (SiC 3%, Al₂O₃ 4%, Mg 1%) sebagai variasi terbaik dengan suhu 500°C menghasilkan nilai kekuatan Tarik tertinggi sebesar 8,85 Kgf/mm2, 3) Berdasarkan hasil densitas, variasi kedua dengan Al₂O₃ 5,0% sebagai variasi terbaik dengan suhu 740°C menghasilkan kerapatan struktur yang optimal tanpa penggumpalan. Kata kunci: AMC; Alumina; SiC