cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25482300     EISSN : 25482181     DOI : -
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Terbarukan merupakan jurnal elektronik yang mempublikasikan hasil penelitian, knowledge sharing dari dosen, mahasiswa maupun kalangan industri yang berfokus pada teknologi kimia pengolahan bahan alam dan energi secara berkelanjutan. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Pembuatan Bioetanol dari Limbah Batang Tembakau Menggunakan Proses Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF): Bioethanol Production from Tobacco Sticks Waste Using Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) Processes Wulandari, Pingky Fantika; Ma’rifah, Zustah Damul; Sani, Sani; Astuti, Dwi Hery
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2023.007.02.01

Abstract

Melimpahnya limbah batang tembakau menyebabkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran tanah dan udara karena tingginya kadar nikotin yang terkandung oleh batang tembakau. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemanfaatan limbah batang tembakau untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satunya adalah dengan dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan penambahan volume enzim selulase terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan proses Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dimana pada proses ini hidrolisis dan fermentasi dilakukan dalam satu reaktor. Proses Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dilakukan dengan variasi waktu fermentasi selama 24 , 48 , 72 , 96 , dan 120 jam serta variasi penambahan enzim selulase sebanyak 6, 7, 8, 9 , dan 10 ml. Produk hasil fermentasi dilakukan pengujian densitas dan kadar etanol. Dari hasil penelitian didapatkan kadar bioetanol terbaik pada waktu fermentasi selama 72 jam dengan penambahan volume enzim selulase sebanyak 10 ml yang menghasilkan densitas bioetanol sebesar 0,99569 gr/ml dan kadar etanol sebesar 18%.
Pengaruh Variasi dan Konsentrasi Pelarut Terhadap Yield Antosianin Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Pewarna Alami : Effect of Solution Variation and Concentration on Yield Anthocyanins Extract from Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) as Natural Dye Siti Khuzaimah; Rokhmah, Dini Novi; Setianingsih, Andika Adhi
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2023.007.02.03

Abstract

 Bunga telang memiliki kandungan pigmen antosianin yang memeberikan warna biru sehingga dapat digunakan sebagai pewarna alami yang dapat diaplikasikan pada makanan atau minuman. Pewarna alami memiliki banyak manfaat bagi kesehatan salah satunya  kandungan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan kadar antosianin pada ekstrak bunga telang menggunakan variasi jenis pelarut dan konsentrasi pelarut. Variabel variasi solvent yang digunakan menggunakan pelarut asam berupa asam asetat, asam sitrat dan asam tartat dengan konsentrasi pelarut 0,5, 1, 1,5 dan 2 % (b/v). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan lama waktu maserasi 25, 50, 75 dan 100 menit. Hasil yang diperoleh Jenis pelarut asam yaitu asam asetat, asam sitrat dan asam asetat mempengaruhi yield antosianin yang dihasilkan, dengan nilai berturut-turut yaitu 0,4729, 0,758 dan 0,785 pada  rasio pelarut 1 : 6. Variasi konsentrasi pelarut dari 0,5 %, 1%, 1,5 % dan 2% (v) Pelarut asam asetat 2% (v) dapat menghasilkan yield antosianin maksimum sebesar 0,254 g/5 gr , asam sitrat sebesar 0,317 mg/5 gram, dan asam tartat 0,343 pada konsentrasi 2 % (b/v). Antosianin pada bunga telang dapat sebagai pewarna alami pada makanan dan minuman. 
Pemanfaatan Limbah Faba (Fly Ash Bottom Ash) Pltu Karangkandri Sebagai Adsorben Pengolahan Limbah Batik Di Desa Kutawaru Cilacap: Utilization of FABA Waste (Fly ash Bottom ash) of PLTU Karangkandri as an Adsorbent for Batik Waste Process in Kutawaru Village, Cilacap. Ramadhani, Arnesya; Siti Khuzaimah
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2023.007.02.04

Abstract

Di era yang modern ini banyak teknologi yang semakin maju dan perkembangan industri semakin meningkat sehingga menghasilkan limbah yang dapat mencemari air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adsorben terbaik dari fly ash dan bottom ash serta untuk mengetahui pengaruh waktu filtrasi terhadap penurunan kadar, warna, BOD5, COD, TSS, dan pH pada proses pengolahan air limbah industri kain batik Cilacap. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mencari waktu filtrasi terbaik dari variasi waktu 60, 120, 180 menit pada adsorben fly ash dan bottom ash serta menentukan adsorben terbaik antara fly ash dan bottom ash. Hasil uji warna, BOD5, COD, TSS dan pH menunjukkan adsorben yang paling optimum adalah fly ash, dimana menghasilkan persen penurunan kadar warna tertinggi pada waktu filtrasi 60 menit sebesar 34,1%, persen penurunan kadar BOD5 tertinggi pada waktu 180 menit sebesar 69,5%, persen penurunan kadar COD tertinggi pada waktu 120 menit sebesar 71,5%, persen penurunan kadar TSS tertinggi pada waktu 180 menit sebesar 69,1% dan dihasilkan pH yang netral. Analisa hasil waktu yang paling optimum adalah waktu filtrasi 180 menit dimana hasil filtrasi menggunakan adsorben bottom ash menunjukkan persen penurunan kadar BOD5, COD, TSS tertinggi sebesar 55,4%, 55,3%, 20,4%.
Kajian Ekstraksi Lada Hitam (Piper nigrum l.) Menggunakan Metode Ultrasound-Assisted Extraction : Extraction Study of Black Pepper (Piper nigrum l.) Using Ultrasound-Assisted Extraction Method Amanda, Nabila Ayu; Syahrani, Alza Nadilla; Erliyanti, Nove; Panjaitan, Renova; Pujiastuti, Caecilia; Soemargono, Soemargono
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2023.007.02.02

Abstract

Piper nigrum l. atau lada hitam, merupakan tanaman asli Indonesia yang juga tumbuh di Malaysia, Sri Lanka, Vietnam dan negara Asia Tenggara lainnya. Lada hitam dapat diolah sebagai oleoresin dengan melakukan ekstraksi. Ultrasound-Assisted Extraction adalah metode untuk meningkatkan hasil dan efisiensi ekstraksi oleoresin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh waktu dan suhu ekstraksi terhadap rendemen, densitas, dan indeks bias, mengkaji komponen kimia oleoresin lada hitam serta mengkaji hasil relatif terbaik sesuai SNI 01-0025-1987-B. Bubuk lada hitam diekstraksi dengan ultrasound menggunakan pelarut etanol Rasio bahan dan pelarut yang digunakan adalah 0,37 b/v. Kondisi operasi dilakukan pada waktu ekstraksi 20, 35, 50, 65, dan 80 menit serta suhu ekstraksi 30, 40, 50, 60, dan 70 ˚C dan frekuensi 40 kHz. Hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh waktu ekstraksi yang semakin lama dan suhu ekstraksi yang semakin tinggi maka rendemen, densitas, dan indeks bias yang dihasilkan akan semakin besar. Hasil relatif terbaik diperoleh pada waktu ekstraski 80 menit  dan suhu 70˚C dengan warna coklat pekat, berbentuk pasta cair, beraroma khas lada, rendemen sebesar 22,57%, densitas sebesar 0,8350 gram/ml, kadar piperin sebesar 74,78%, kadar minyak atsiri sebesar 25,22%, dan indeks bias sebesar 1,4900.
Kinetic Analysis of Anaerobic Digestion of Rice Husk for Prediction of Methane Yield: Analisis Kinetika Pencernaan Anaerobik Sekam Padi untuk Prediksi Hasil Metana Shitophyta, Lukhi Mulia; Nurillah, Nidha Amalia; Agustina, Evi; Purwanti, Siwi; Triyastuti, Meilya Suzan
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2023.007.02.05

Abstract

A study of three kinetic models for predicting methane yield was performed. The selected models for predicting methane yield were first-order, modified Gompertz and Monod models. Anaerobic digestion of rice husk was simulated using the selected models. A comparative evaluation of the models was undertaken to determine the best-fit model. All models obtained an accuracy of predicted methane yield of over 0.9. The prediction of methane yield on rice husk has the most accurate model being the modified Gompertz with the least deviation of 7.37% and the least accurate model being the Monod model with the highest deviation of 20.39%.
Pengaruh Metode Pengarangan dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Briket Cangkang Kelapa Sawit: Effect of Combustion Method and Particle Size on the Quality of Palm Shell Briquettes Shintawati, Shintawati; Ermaya, Dewi; Wulandari, Yeni Ria; Sukaryana, Yana; Fernando, Riki
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.03

Abstract

Salah satu sumber energi terbarukan adalah biomassa. Biomassa merupakan bahan organik yang umumnya berasal dari tanaman. Briket bioarang merupakan bahan bakar padat dan berasal dari biomassa yang diarangkan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode pengarangan dan ukuran partikel terhadap kualitas briket.  Penelitian ini menggunakan metode pengarangan torefaksi pada suhu 200°C, 300°C dan pengarangan manual. Ukuran partikel arang divariasikan 20 dan 40 mesh. Parameter yang uji adalah kadar air, nilai kalor, kadar karbon terikat, kadar zat menguap, kadar abu, densitas dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan tipe pengarangan torefaksi mampu meningkatkan kualitas briket melalui peningkatan nilai kalor, kadar karbon terikat dan menurunkan  kadar air serta zat menguap serta dihasilkannya produk asap cair sebanyak 48,5%. Kualitas briket hasil pengarangan torefaksi suhu 3000°C ukuran arang 20 mesh memenuhi mutu I SNI 01-6235-2000 dengan nilai kalor, kadar air masing-masing adalah 6841 kal/g, 3,52 % dan kadar karbon terikat, zat menguap, abu, densitas serta laju pembakaran masing-masing adalah 50,06%, 37,59%,  8,13%,  1,71 g/cm3, 0,076 g/menit
Pemanfaatan Cangkang Kerang Darah Sebagai Katalis dan Filter Rokok Sebagai Adsorben Dry Washing dalam Pembuatan Biodiesel Minyak Kesambi: Kesambi Oil, Blood Clam Shell Waste and Cigarette Filters are Materials That are Abundantly Available, Have Low Economic Value And Are Waste In Society Rohmadini, Fira; Syarif, Mesbahul; Kadhafi, Abu; Susmiati, Yuana
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.02

Abstract

Minyak kesambi, limbah cangkang kerang darah dan filter rokok adalah bahan yang ketersediaanya cukup melimpah, bernilai ekonomi rendah dan sebagai limbah di masyarakat. Ketiga limbah tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku biodiesel pada proses Transesterifikasi dan pemurnian. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan dan menganalisis variasi katalis cangkang kerang darah dan adsorben puntung rokok serta, membandingan kualitas biodiesel yang paling optimal (menghasilkan rendemen tertinggi) berdasarkan SNI 7182:2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas pengujian FFA, proses degumming, esterifikasi, transesterifikasi dan pemurnian. Pada proses Transesterifikasi dilakukan penambahan katalis dengan rentang 2-6% m/v dan 75% metanol sedangkan, pada proses pemurnian ditambahkan adsorben arang aktif filter rokok pada rentang 5-10% m/v. Data yang didapatkan dilakukan analisis statistik metode Response Surface Methodology (RSM) Central Composite Design (CCD). Berdasarkan analisis statistik didapatkan persamaan model linear dan tidak terdapat titik optimum dan minimum. Pada penelitian ini juga memperoleh rendemen biodiesel tertinggi sebesar 73,33% pada konsentrasi katalis 6% m/v dan adsorben 5% m/v. Karakteristik kualitas biodiesel yang dihasilkan beberapa sudah sesuai dengan standar SNI.
Identifikasi Potensi Penambahan Limbah Batu Bara sebagai Penyedia Hara Pertumbuhan Tanaman Cabai: Identify the potential for adding coal waste as a provider of nutrients for chili plant growth Suri, Nabilah Atika; Rieswana, Yuried Diilan; Aisah, Aisah; Nandini, Atika; Fansuri, Hamzah; Nurherdiana, Silvana Dwi
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.04

Abstract

Fly ash sebagai limbah pembakaran batu bara memiliki beragam kandungan senyawa utama seperti CaO, SiO2, Al2O3, Fe2O3, MgO, MnO, Na2O, K2O dan sebagian logam berat. Limbah sekam padi mencapai 20-30% dari gabah yang dihasilkan dan belum termanfaatkan secara optimal oleh petani. Oleh karena itu, pemanfaatan campuran fly ash dan sekam memerlukan kajian lebih lanjut sebagai inovasi produk pembenah tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemanfaatan fly ash dan sekam padi menjadi pembenah tanah atau pupuk berbasis ramah lingkungan. Fly ash dicampurkan pada komponen organik seperti sekam bakar, kotoran kambing dengan komposisi yang berbeda. Produk yang diperoleh selanjutnya diletakkan pada tanah tumbuhan cabai melalui metode sebar 0.5 g pada 1.5 kg tanah. Pengujian dilakukan pada tanah terkait nilai derajat keasaman, kelembaban dan pertumbuhan tanaman cabai sebagai indikator adanya pengaruh penambahan fly ash pada pertumbuhannya. Hasil  limbah fly ash dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah dengan kisaran derajat keasaman antara 6,5 hingga 8,5 fly ash dengan kandungan nitrogen 0,49%, fosfor 0,18%, kalium 0,6% dengan nilai karbon 6,9% dan rasio C/N 14,08. Kondisi tersebut baik bagi tanah untuk tanaman cabai. Penambahan tinggi meningkat pada hari ke 1 hingga 9, sedangkan lebar daun cenderung tetap pada hari ke 3 hingga 9.
Perbandingan Microwave Steam Distillation dan Microwave Steam Diffusion pada Ekstraksi Citronella Oil: The Comparison between Microwave Steam Distillation and Microwave Steam Diffusion in Extraction of Citronella Oil Putra , Sandy Buana; Zamzami, Muhammad Rifqy; Pujiastuti , Caecilia; Erliyanti, Nove Kartika; Panjaitan, Renova
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.05

Abstract

Pengambilan minyak atsiri serai wangi dapat dilakukan dengan berbagai jenis metode ekstraksi. Metode ekstraksi yang digunakan dapat mempengaruhi kuantitas produk minyak atsiri yang didapatkan. Metode ekstraksi nonkonvensional memberikan efisiensi dan efektivitas yang baik. Salah satu metode ekstraksi nonkonvensional adalah Microwave Assisted Extraction (MAE). Metode MAE memiliki banyak pengembangan seperti Microwave Steam Distillation (MSD) dan Microwave Steam Diffusion (MSDf). Pada penelitian ini, metode MSD dan MSDf dikaji dengan membandingkan hasil ekstraksi minyak serai wangi yang diperoleh dengan metode MSD dan MSDf yang menerapkan teknik ekstraksi Chouhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield minyak serai wangi yang diekstrak dengan metode MSD lebih tinggi dibandingkan yield hasil ekstraksi dengan metode MSDf baik itu pada metode dengan atau tanpa penerapan teknik ekstraksi Chouhan, dimana yield tertinggi diperoleh pada metode MSD kombinasi penggunaan teknik Chouhan dengan nilai sebesar 3,2% (b/b). Analisis indeks bias dan warna produk minyak serai wangi yang diperoleh pada metode MSD dan MSDf dengan atau tanpa penerapan teknik Chouhan secara garis besar telah memenuhi SNI. Adapun hasil pengujian Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) menunjukkan bahwa komponen utama dalam minyak serai wangi hasil ekstraksi dengan metode MSD dan MSDf adalah sama yaitu geraniol dengan persentase pada masing-masing metode secara berurutan adalah 48,52% dan 46,82%.
Ultrasound Microwave Assisted Extraction On Citronella Leaves Using Ionic Solvent: Ultrasound Microwave Assisted Extraction Pada Daun Serai Wangi Menggunakan Pelarut Ionik Wicaksono, Akhmad Permadi; Afandi, Fadila Ardiansyah; Pujiastuti, Caecilia; Erliyanti, Nove Kartika; Panjaitan, Renova
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.06

Abstract

Leaves of citronella (Cymbopogon nardus L.) have pretty much essential oil. Essential oil from citronella leaves is generally extracted by conventional methods. Conventional method is still less effective. The problem can be overcome by using non-conventional methods in the form of UMAE (Ultrasound-Microwave Assisted Extraction). UMAE is an extraction process assisted by ultrasound and microwaves. NaCl solution can be used as a solvent in the UMAE method because NaCl has a large dielectric constant. The aim of this study was to examine the effect of extraction time and the addition of salt on the yield and color of essential oils produced using the UMAE. The extraction process begins with the raw material preparation stage, such as harvesting, size reduction, and drying. Then, pre-treatment was carried out using ultrasound for 5 minutes at 35oC with the addition of 2, 4, 6, 8, and 10% (w/v) salt. Pre-treatment results were followed by the extraction process using microwaves for 30, 45, 60, 75, and 90 minutes. The best results were obtained with the addition of 6% salt and 60 minutes of extraction time with a feed to solvent ratio of 0.1 with a yield of 1.975%. and the color is yellow.