cover
Contact Name
Jamil Suprihatiningrum
Contact Email
inklusi@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-515856
Journal Mail Official
inklusi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/ET
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inklusi Journal of Disability Studies
ISSN : 23558954     EISSN : 25809814     DOI : https://doi.org/10.14421/ijds
Core Subject : Social,
INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with disabilities.
Articles 180 Documents
Fikih Ramah Difabel Abdullah Fikri
INKLUSI Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.312 KB) | DOI: 10.14421/ijds.020108

Abstract

Hiperrealitas dalam Pemasaran Langsung Kerupuk Purnama oleh Tunanetra Novelia Novelia
INKLUSI Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.209 KB) | DOI: 10.14421/ijds.040202

Abstract

This study examines hyperreality in direct marketing process of Kerupuk Purnama conducted by the blind. The hyperreality phenomenon is explained through four stages of imaging based on Jean Baudrillard’s theory. The data were collected through in-depth interviews and observation of the principal informants chosen purposively, four blind sellers of Kerupuk Purnama, as well as interviews with the secondary informants, two ordinary people who had experience in buying the related product. The results showed the happening of hyperreality in direct marketing of Kerupuk Purnama done by the blind. Consumers do not buy the product essence, but the sign that they care about the seller who is considered weaker. The study provides a theoretical contribution to Richard Perloff's interpersonal persuasion technique that persuasion should not start with initial offering but also can be done with praises and warnings of the norm at the end of the process to lure the persuasion targets' addiction.[Penelitian ini mengkaji hiperrealitas dalam proses pemasaran langsung produk Kerupuk Purnama yang dilakukan oleh penyandang tunanetra. Fenomena hiperrealitas dijelaskan melalui empat tahapan pencitraan sesuai teori yang dikemukakan Jean Baudrillard. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap informan utama yang dipilih secara purposive, yaitu empat tunanetra penjual Kerupuk Purnama, serta wawancara terhadap informan pendukung, yaitu dua orang masyarakat umum yang memiliki pengalaman membeli produk terkait. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya hiperrealitas dalam proses pemasaran langsung Kerupuk Purnama yang dilakukan oleh penyandang tunanetra. Konsumen tidak membeli esensi produk, namun tanda bahwa ia peduli terhadap penjualnya yang dianggap lebih lemah. Penelitian memberikan sumbangan teoritis terhadap teknik persuasi interpersonal Richard Perloff, bahwa teknik persuasi tidak harus dimulai dengan penawaran di awal proses, namun dapat dilakukan dengan pujian dan peringatan terhadap norma di akhir proses untuk memancing adiksi pihak terpersuasi.]
Strategi Advokasi Perempuan Difabel Korban Kekerasan di SAPDA Sulistyary Ardiyantika
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.01 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030203

Abstract

There two objectives of the current study: First, it is to explain the advocacy strategy used by SAPDA (one prominent Yogyakarta based NGO) for the victims of violence among women with disabilities. Second, barriers they face in doing the advocacy for the women with disabilities. This study identifies three levels of advocacy by SAPDA: micro, mezzo, and macro – modelling them with the typical social work intervensions. The research shows that SAPDA mostly use the mezzo level of advocacy. It is related to the barriers they face in developing advocacy at the other levels. These barriers include the internal barriers such as the human resources; lack of control over advocacy policy; poor planning and management. In addition, there are also what consitute external barriers: management, staffs recruitment, and poor training.[Penelitian ini mempunyai dua tujuan: Pertama, untuk menjelaskan strategi advokasi yang dilakukan SAPDA (Satuan Advokasi Perempuan dan Anak Difabel) terhadap perempuan difabel korban kekerasan. Kedua, menjelaskan hambatan yang dihadapi SAPDA dalam melaksanakan advokasi terhadap perempuan difabel korban kekerasan. Penelitian menunjukkan bahwa strategi advokasi yang dilakukan SAPDA dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu (1). Mikro, (2). Mezzo dan (3). Makro. Dalam implementasinya, strategi Mezzo merupakan strategi yang paling dominan digunakan oleh SAPDA hingga saat ini. Adapun faktor penghambat terlaksananya advokasi secara internal adalah: (a) Lemahnya sumber daya manusia; (b) Kontrol yang kurang memadai; dan (c) Sistem perencanaan dan pengembangan manajemen yang lemah.  Sedangkan kendala dari faktor eksternal meliputi: (a) Manajemen yang belum maksimal, (b) Rekrutmen dan seleksi yang kurang tepat; dan (c) Training yang kurang mengenai pendataan klien.]
Aksesibilitas Ibadah bagi Difabel: Studi atas Empat Masjid di Yogyakarta Arif Maftuhin
INKLUSI Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.453 KB) | DOI: 10.14421/ijds.010207

Abstract

This study was inspired by a project in the United States called “accessible congregation”, a project that promotes accessibility in the places of worshsip. While idea of “accessible congregation” is not less known in Indonesia, it is important to study how accessible are Indonesian mosques. Modifying what are considered to be more relevant indicators of accessibility for mosques in Indonesia, this researh studies four main mosques in Yogyakarta. This study found that most mosques are not acceessible and one mosque are less accessible, meaning that no mosque in Yogyakarta are fully accessible.1
Soal Ujian Bahasa Arab dengan Teks Braille: Studi di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sunan Kalijaga Abdal Chaqil Harimi
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.888 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030104

Abstract

This study conducted from a Research and Development (R&D) method developed by Borg and Gall. The step of this research is started by identifying the research problem, then followed by gathering the information/data, design validation, trial of the product, revision of the product, trial of the usage, revision of the product, and mass production. Methods of collecting data used are interview, observation, and testing. Descriptive qualitative model by Miles and Huberman is used as a method of data analysis. The result shows that the Braille questionnaire for final examination (UAS) is accessible for the student with visual disabilities because of the clarity and neat presentation of the product. Therefore, students with visual disabilities support the development of the Braille model questionnaire because they can do the examination comfortably and independently. [Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berdasar pada model Borg and Gall yakni research and development (R&D) dengan prosedur penelitian dimulai dari potensi dan masalah, mengumpulkan informasi/data, validasi desain, perbaikan desain, ujicoba produk, revisi produk, ujicoba pemakaian, revisi produk, pembuatan produk masal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi/ pengamatan, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal UAS Braille ini mudah digunakan dalam arti aksesibel digunakan mahasiswa tunanetra karena tulisan memang jelas dan rapi. Selain itu mahasiswa tunanetra sangat mendukung keberadaan model soal seperti ini karena hal ini akan membuat mereka mengerjakan soal dengan nyaman dan mandiri.]
Partisipasi Politik Masyarakat Difabel dalam Pembentukan Kebijakan Pendidikan Tinggi Inklusif Abdullah Fikri
INKLUSI Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.879 KB) | DOI: 10.14421/ijds.010106

Abstract

Inclusive education is an educational syem that accessible for everybody in any condition. In this case, the focus of inclusive education is for people with disabilities. People with any disability have the same right to acquire formal education. Until now, inclusive education is implemented in the elementary and middle school level, so higher education inclusive paradigm still needs to get more attention.Inclusive higher education is a continuity of inclusive education in the elementary and middle school level. In a formal sense, inclusive education in college has not gotten the policy that affirm the implementation of inclusive education in the college level. Therefore, people with disabilities and disabled-people activits, either from academic or non-academic settings, need to undertake the political efforts to toward policy makers for making policy about implementation of inclusive education in the college nationally. Community’s efforts to influence government decision-making is called political participation. Political participation is a form of community involvement to influence the policy-making process. In this case, the public policy form is called (regeling), which is the result of cooperation betwwen the local government and the local parliament and so president and parliament.In the context of democracy, people with disabilities is one of the people who are the actors in policy making. Participation of the population occurs not only in the electoral process, but also other places. It means that people with disabilities who certainly have interests, which interests will only be actulized if they are involved in political participation. Those which are strategic to realize is related  with inclusive higher education by national policy instrument (UU). With the national policy, the rights of people with disability can be guaranted and protected to access the college.
PENGEMBANGAN MEDIA FLASH CARD SISTEM PERIODIK UNSUR UNTUK MENINGKATKAN RETENSI DAYA INGAT PESERTA DIDIK DISABILITAS PENDENGARAN DI SMA Indische Muzaphire Ramdhani
INKLUSI Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.737 KB) | DOI: 10.14421/ijds.2204

Abstract

Pengembangan media flash card bertujuan untuk mengetahui karakteristik media flash card yang dapat digunakan oleh peserta didik disabilitas pendengaran dalam mempelajari materi sistem periodik unsur. Penelitian ini juga menentukan kualitas media flash card sistem periodik unsur berdasarkan penilaian dari pendidik dan peserta didik disabilitas pendengaran. Peningkatan retensi daya ingat pada penelitian ini dapat dilihat dengan memberikan tes retes pada peserta didik disabilitas pendengaran. Karakteristik media flash card yang dikembangkan adalah suatu media yang dapat membantu peserta didik disabilitas pendengaran dalam mempelajari materi sistem periodik unsur. Media flash card yang dikembangkan ditentukan kualitasnya dengan memberikan lembar respon kepada dua orang pendidik dan tiga orang peserta didik disabilitas pendengaran yang telah menggunakan media ini. Lembar respon yang diberikan meliputi pemberian respon terhadap media flash card, cara penggunaan media, dan buku panduan. Peningkatan retensi daya ingat dilakukan dengan menggunakan metode tes retes.Soal­soal yang digunakan untuk menentukan retensi daya ingat adalah soal­soal isian singkat dengan variasi yang berbeda pada tes 1 dengan tes 2. Media flash card yang dikembangkan adalah sebuah kartu berukuran A5, yang disusun dengan menggabungkan antara simbol, gambar dan warna yang membentuk satu kesatuan. Informasi yang terdapat dalam media flash card adalah nomor atom, nomor massa, simbol unsur, golongan, konfigurasi elektron dan kegunaan. Kualitas dari media flash card berdasarkan penilaian pendidik sebesar 96.2% (Sangat Baik), respon peserta didik sebesar 75.7% (Baik). Peningkatan retensi daya ingat peserta didik disabilitas pendengaran dapat dilihat pada peningkatan hasil tes retes.Hasil tes retes pada tes 1 memperoleh nilai rata­rata 35 dan rata­rata tes 2 adalah 65.
Sharing Experience dan Resiliensi: Studi atas Facebook Group Orang Tua Anak Cerebral Palsy Safrina Rovasita
INKLUSI Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.486 KB) | DOI: 10.14421/ijds.040106

Abstract

Cerebral Palsy is a brain disorder that affects a motor area. Parents who have a child with Cerebral palsy are usually sorrowful. They feel hopeless and inferior because of their inability to manage their stress, and their resilience is poor. The level of stress management for each parent is different. For that reason, parents join an online group created on the Facebook online. Among the typical objective of joining such groups is to share their experience of having children with cerebral palsy. Is there any positive effect of this sharing experience toward their resilience? This study used a mixed method to answer this question. The quantitative data are collected by using questionnaire with a scale of CD-RiSC resilience and scale of sharing experience Response. This quantitative data is then elaborated by interviewing the participants by using purposive sampling technique. The research found that the Facebook group indeed helps the parents in improving their resilience. It is achieved by additional information and knowledge they learn from the group.[Orang tua yang mendapati anaknya terfonis sebagai anak Cerebral Palsy mengalami kedukaan mendalam yang mengakibatkan ketidakpercayaan diri, dan putus asa. Hal itu diakibatkan ketahanan terhadap stres (resiliensi) rendah, oleh karena itu orang tua mengikuti sharing experiences penyandang Cerebral Palsy melalui Facebook Group orang tua anak Cerebral Palsy. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan adakah pengaruh sharing experiences penyandang Cerebral Palsy terhadap resiliensi orang tua anak Cerebral Palsy yang terhimpun dalam Facebook Group Orang Tua Anak Cerebral Palsy. Penelitian menggunakan methode kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian menemukan bahwa Facebook Group berpengaruh pada peningkatan resiliensi orang tua anak cerebal palcy karena mereka mendapatkan pengetahuan dan informasi tambahan dari forum itu.]
Pengelolaan Tenaga Kerja Difabel untuk Mewujudkan Workplace Inclusion Sari Dewi Poerwanti
INKLUSI Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.604 KB) | DOI: 10.14421/ijds.040101

Abstract

The focus of this study is the management of workers with disabilities as efforts to achieve an inclusive workplace in PT. Trans Retail Indonesia. The study also elaborates supporting and inhibiting factors in the implementation of labor management. This is a qualitative research that collects the data using literary studies, observation and in-depth interview. The result shows that the management is started from knowledge level of the company about workers with disabilities, selection process, development, compensation and maintaining the employs. In addition, they identify key factors of managing different ability such as stakesholders, associate support, mentoring and counseling for workers with disabilities. The obstacles of managing workers with disabilities include professionalism, communication, and productivity that lead to an attempt of firing. Overall, PT. Trans Retail Indonesia can be classified as one with ability to develop diversity management in order to organize a workplace inclusion.[Penelitian ini membahas pengelolaan tenaga kerja difabel (diversity management) di PT. Trans Retail Indonesia serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja penyandang disabilitas yang diterapkan oleh perusahaan dalam mewujudkan tempat kerja yang inklusif. Ini adalah penelitian kualitatif yang mengumpulkan data dari literatur, wawancara, dan observasi. Analisis dimulai dari pemahaman perusahaan mengenai tenaga kerja difabel, pengadaan tenaga kerja, pembinaan tenaga kerja, pemberian balas-jasa dan pemeliharaan tenaga kerja. Penelitian menemukan faktor pendukung pengelolaan tenaga kerja berupa kerjasama stakesholders, dukungan rekan kerja, pendampingan serta konseling bagi karyawan difabel. Sedangkan faktor penghambatnya adalah komunikasi, dukungan sejawat, tenaga profesional dan produktivitas kerja karyawan difabel yang mengancam keberlanjutan kerja mereka. Meskipun demikian, PT. Trans Retail Indonesia dapat dianggap memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan diversity management dalam upaya mewujudkan workplace inclusion. ]
Dinamika Penyesuaian Diri Penyandang Disabilitas di Tempat Magang Kerja: Studi Deskriptif di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Yogyakarta Ani Nur Sayyidah
INKLUSI Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.138 KB) | DOI: 10.14421/ijds.020104

Abstract

Starting a new life inan unknown environment often requires adjustment. For individuals with disabilities, the process of adjustment is much more challenging due to factors such as physical or social inaccessibility. This research seeks a comprehensive understanding of the apprentice program for young persons with disabilities in the Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas, Yogyakarta (Integrated Rehabilitation Center for Person With Disabilities Yogyakarta, henceforth called BRTPD).This research is particularly interested in the dynamic of the adjustment process of the participants during the program. The apprenticeship is comprised of a 25 day rehabilitation program in whichthe participants undergoa series of adjustments both physically and socially. In this short period of time they spend intense periods of time with new friends while they learn and follow the regulations and expectations of the program.This is a qualitative research project which involvesthree participants; one with visual impairment, one with hearing impairment, and one participant with a physical impairment. Data collection is done through in depth interviews, observation and documentation. Triangulation of sources and methods are used to establish the validity and reliability of the data.[Penyandang disabilitas ketika memasuki dunia kerja akan dihadapkan kepada persoalan penyesuaian diri, dimana sebelumnya mereka berada di BRTPD dengan orang yang sama, tiba-tiba mereka dihadapkan kepada situasi yang berbeda di tengah orang-orang non penyandang disabilitas dan praktik magang kerja yang hanya berlangsung selama 25 hari. Jangka waktu yang diberikan tersebut sangatlah singkat bagi klien penyandang disabilitas untuk melakukan adaptasi, baik adaptasi tempat, lingkungan sosial, dan norma dilingkungan magang kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses magang bagi klien penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh BRTPD dan juga dinamika penyesuaian diri penyandang disabilitas di tempat magang kerja selama mengikuti kegiatan magang kerja.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan 3 orang subjek penelitian. terdiri atas 1 subjek penyandang disabilitas rungu wicara, 1 subjek penyandang disabilitas netra dan penyandang disabilitas 1 subjek daksa. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknis analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan hasil penelitian menggunakan teknik triangulasi kejujuran peneliti, triangulasi teori dan triangulasi metode yakni dengan cara membandingkan hasil wawancara penyandang disabilitas dengan pemilik tempat magang kerja dan hasil observasi.Hasil penelitian ini menunjukkan proses pelaksanaan magang kerja selama 25 hari dengan tahapan pelaksanaan bimbingan vokasional, orientasi dan konsultasi, penempatan klien di tempat magang kerja, pelaksanaan bimbingan kerja, penarikan klien dari tempat magang, evaluasi dan monitoring. Penyandang disabilitas rungu wicara ditempatkan di perusahaan yang bergerak dibidang distributor alat-alat rumah tangga, penyandang disabilitas netra ditempatkan di panti pijat dan penyandang disabilitas daksa ditempatkan di perusahaan yang bergerak dibidang percetakan dan sablon. Dinamika penyesuaian diri dari ketiga informan tersebut yang memiliki penyesuaian yang lebih sehat yaitu penyandang disabilitas rungu wicara karena mampu memenuhi 3 dari 4 aspek dalam penyesuaian diri yang sehat. Aspek yang terpenuhi yaitu aspek kematangan sosial, aspek kematangan intelektual, aspek kematangan tanggung jawab personal dan aspek yang kurang dapat terpenuhi yaitu aspek kematangan emosional. Penyandang disabilitas netramampu memenuhi 2 aspek penyesuaian diri dan 2 aspek kurang dapat terpenuhi. Aspek yang terpenuhi yaitu aspek kematangan sosial dan aspek kematangan tanggung jawab personal, aspek yang kurang dapat terpenuhi yaitu aspek kematangan emosional dan intelektual. Sedangkan penyandang disabilitas daksa terdapat tiga aspek yang kurang dapat terpenuhi yaitu aspek kematangan emosional, sosial dan tanggung jawab personal, hanya 1 aspek yang terpenuhi yaitu aspek kematangan intelektual]

Page 3 of 18 | Total Record : 180