cover
Contact Name
Jamil Suprihatiningrum
Contact Email
inklusi@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-515856
Journal Mail Official
inklusi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/ET
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inklusi Journal of Disability Studies
ISSN : 23558954     EISSN : 25809814     DOI : https://doi.org/10.14421/ijds
Core Subject : Social,
INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with disabilities.
Articles 183 Documents
Caregiver’s Mental Health of Children with Learning Disabilities: A Scoping Review Rulanggi, Runi; Rahmi, Iftita; Mufitasari, Dian; Kenia Yapsir, Aradeta
INKLUSI Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.110206

Abstract

he caregivers face their own challenges in dealing with children with learning disabilities that may impact their own mental and physical health. Recently, there has not been much discussion about caregivers’ mental health. This review aims to capture the caregiver’s mental health of children with learning disabilities during a crisis and understand several factors related to it. A scoping review method was used to review literature published across seven databases between 2020 and 2023. Fifteen articles were included in this study. The result highlights three important issues related to the mental health of caregivers. First, caregivers experienced several mental health problems such as worry, fear, changes in mood and behavior, depression, and anxiety. Second, support is needed to help caregivers cope with daily problems. Third, demographic characteristics contribute to the mental health quality of caregivers. Strengthening supporting programs for caregivers to promote their mental health should be considered. Pengasuh yang memiliki anak dengan gangguan belajar menghadapi tantangannya sendiri dan hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Belakangan ini, belum banyak diskusi mengenai kesehatan mental pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan mental pengasuh yang memiliki anak dengan gangguan belajar di masa krisis serta memahami beberapa faktor yang terkait dengan kesehatan mental pengasuh. Metode tinjauan ruang lingkup digunakan untuk meriviu artikel yang terbit di tujuh database antara tahun 2020 hingga 2022. Lima belas artikel digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menyoroti tiga isu penting terkait kesehatan mental pengasuh. Pertama, pengasuh dapat mengalami beberapa masalah kesehatan mental seperti kekhawatiran, ketakutan, perubahan mood dan perilaku, depresi, serta kecemasan. Kedua, diperlukan dukungan untuk membantu pengasuh dalam mengatasi masalah sehari-hari. Ketiga, karakteristik demografi berkontribusi terhadap kualitas kesehatan mental pengasuh. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental pada pengasuh.
A Phenomenological Study of Islamic Religious Education Teachers' Experiences in Inclusive Classrooms at Sleman Elementary Schools Iffah Khoiriyatul Muyassaroh; Sibawaihi; Sukiman; Wahyu Nurrohman
INKLUSI Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120203

Abstract

This study explores the experiences of Islamic Religious Education (PAI) teachers in delivering inclusive instruction at elementary schools in Sleman, Indonesia. Employing a qualitative phenomenological approach, data were gathered through interviews, classroom observations, and document analysis involving five educators across three schools. The findings reveal that inclusive practices in PAI are facilitated through collaboration among PAI teachers, classroom teachers, and Special Companion Teachers (GPK), as well as the use of individualized strategies and multimedia resources. However, challenges persist, including limited infrastructure, lack of inclusive training, and insufficient parental involvement. The study highlights the need for systemic support, capacity building, and inclusive pedagogical innovation. It contributes to the discourse on inclusive religious education by integrating theological values with inclusive practices, offering implications for policy development and teacher training. Penelitian ini mengkaji pengalaman guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam melaksanakan pembelajaran inklusif di sekolah dasar di Kabupaten Sleman, Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen terhadap lima pendidik dari tiga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik inklusif dalam pembelajaran PAI diwujudkan melalui kolaborasi antara guru PAI, guru kelas, dan Guru Pendamping Khusus (GPK), serta penerapan strategi individual dan pemanfaatan media pembelajaran yang beragam. Namun demikian, tantangan tetap muncul, seperti keterbatasan sarana prasarana, minimnya pelatihan inklusif, dan rendahnya keterlibatan orang tua. Studi ini menekankan pentingnya dukungan sistemik, peningkatan kapasitas guru, dan inovasi pedagogi inklusif. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengintegrasian nilai-nilai keagamaan dengan praktik inklusif, yang memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan guru.
Perlawanan dari Penindasan Terselubung: Politik Identitas Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2024 Andi Mohammad Muthahhari
INKLUSI Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120201

Abstract

This study examines resistance and identity politics in opposing oppression, both generally by society and more specifically by Indonesia’s 2024 election system. This research employs a qualitative approach with a content analysis technique. This approach is chosen to answer questions regarding the forms of marginalization faced by people with disabilities and how their resistance and identity politics take shape. The primary data sources are state policy documents, digital media texts, surveys, and reports from non-governmental organizations (NGOs). The collected data is interpreted through a critical perspective and re-examined using resistance and identity politics theories. The findings of this study indicate that people with disabilities remain socially marginalized and more specifically within Indonesia's electoral system. Such issues must be addressed through policies promoting equality, rights, and social security while affirming and respecting these marginalized identities in the public sphere. Penelitian ini mengkaji perlawanan dan politik identitas dalam melawan penindasan, baik secara umum oleh masyarakat maupun secara khusus oleh sistem pemilu Indonesia 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi. Pendekatan ini dipilih untuk menjawab pertanyaan mengenai bentuk-bentuk marginalisasi yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dan bagaimana perlawanan dan politik identitas mereka terbentuk. Sumber data primer adalah dokumen kebijakan negara, teks media digital, survei, dan laporan dari lembaga swadaya masyarakat. Data yang terkumpul diinterpretasikan melalui perspektif kritis dan dikaji ulang menggunakan teori perlawanan dan politik identitas. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas masih terpinggirkan secara sosial dan secara khusus dalam sistem pemilu Indonesia. Isu-isu tersebut harus ditangani melalui kebijakan yang mempromosikan kesetaraan, hak, dan jaminan sosial sambil menegaskan dan menghormati identitas yang terpinggirkan ini di ruang publik.
Inclusion of Children with Disabilities in Early Childhood Education: Parents’ Perceptions in Rural Areas of Mudzi District, Zimbabwe Mercy Ncube; Nyuma Barbra Musakanyi
INKLUSI Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120204

Abstract

This study examined parents’ perceptions in Mudzi District, Zimbabwe, regarding the inclusion of children with disabilities in early childhood education. Inclusive education is a fundamental right ensuring equal learning for all, yet children with disabilities still face discrimination, stigma, and infrastructural barriers. This qualitative research used structured interviews with 12 parents: 4 parents of children with disabilities and 8 parents of children without disabilities selected through snowball sampling. The findings showed many parents were concerned about teachers’ ability to manage inclusive classrooms effectively. They also felt disappointed by the lack of attention to their children’s needs and the limited learning resources. Economic challenges and cultural beliefs linking disability with misfortune further hinder acceptance. The study underscores the need for improved teacher training, awareness campaigns, and coordinated efforts to support inclusive practices. Penelitian ini mengkaji persepsi orang tua di Distrik Mudzi, Zimbabwe, mengenai inklusi anak penyandang disabilitas dalam pendidikan anak usia dini. Pendidikan inklusif diakui secara global sebagai hak mendasar yang memberi kesempatan belajar setara bagi semua anak. Namun, anak penyandang disabilitas sering menghadapi diskriminasi, sikap negatif, dan hambatan infrastruktur yang membatasi akses. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara terstruktur dengan 12 orang tua: 4 orang tua anak penyandang disabilitas dan 8 orang tua anak tanpa disabilitas yang dipilih melalui snowball sampling. Temuan menunjukkan banyak orang tua khawatir pada kemampuan guru mengelola kelas inklusif secara efektif. Mereka juga kecewa atas kurangnya perhatian terhadap kebutuhan anak dan terbatasnya sumber belajar. Tantangan ekonomi dan keyakinan budaya yang mengaitkan disabilitas dengan kemalangan turut menghambat penerimaan. Penelitian ini menekankan perlunya peningkatan pelatihan guru, kampanye penyadaran, dan upaya terkoordinasi untuk mendukung praktik inklusif.
Analisis Kritis Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan terhadap Penyandang Disabilitas dalam Mewujudkan Layanan Perbankan Inklusif Sylvia Janisriwati; Heru Saputra Lumban Gaol; Marchethy Riwani Diaz
INKLUSI Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120202

Abstract

The Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan/OJK) has made efforts to promote inclusive financial services for persons with disabilities through Regulation No. 6/POJK.07/2022 concerning Consumer and Community Protection in the Financial Services Sector, along with the OJK Operational Technical Guidelines (PTO) for providing services to persons with disabilities. However, in practice, several barriers remain, particularly for persons with visual disabilities when opening savings accounts at banks, due to difficulties related to the use of fingerprints in banking documentation. This study aims to critically examine the effectiveness of POJK No. 6/POJK.07/2022 and the PTO OJK in ensuring inclusive financial services for persons with disabilities in the banking sector. This research employs a normative-empirical legal method. Fieldwork was conducted in Surabaya through interviews with informants from Kedaibilitas and HWDI Surabaya. The findings reveal that the implementation of OJK regulations and guidelines in the banking sector has not been fully realized. Adopting an equality-based approach and human rights-based policy formulation is crucial in developing inclusive banking services. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya mengakomodasi hadirnya layanan jasa keuangan yang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui POJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan beserta Petunjuk Teknis Operasional (PTO) OJK untuk pelayanan keuangan kepada penyandang disabilitas. Namun demikian, di lapangan masih terdapat sejumlah hambatan bagi penyandang disabilitas, khususnya disabilitas netra dalam membuka rekening tabungan di bank, karena hambatan penggunaan sidik jari dalam dokumen perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis efektivitas POJK No.6/POJK.07/2022 dan PTO OJK untuk pelayanan keuangan kepada penyandang disabilitas di sektor perbankan. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian normatif-empiris. Studi lapangan dilakukan di kota Surabaya dengan melakukan wawancara kepada informan di Kedaibilitas dan HWDI kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan penerapan aturan dan pedoman OJK di sektor perbankan masih belum diterapkan sepenuhnya. Pendekatan prinsip kesetaraan dan formulasi kebijakan berlandaskan HAM penting digunakan dalam menyusun kebijakan layanan perbankan yang inklusif.
STEM Integrated Vocational Program: Urgency in Improving the Comprehension Abilities of Students with Mild Intellectual Disability Purnamawati; Mumpuniarti
INKLUSI Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120206

Abstract

Students with intellectual disabilities require special attention in learning to overcome conceptual and procedural challenges. This study aimed to examine the impact of a STEM-integrated vocational program on the comprehension abilities of students with mild intellectual disabilities. Using a quasi-experimental design, the research involved 50 purposively selected students at SLB Negeri Pembina Yogyakarta. The intervention group received STEM-integrated instruction, while the control group followed conventional vocational learning. The results indicated that although the proportion of students achieving scores above the Minimum Competency Criteria did not increase significantly, there was a significant improvement in comprehension abilities among the experimental group compared to the control group. These findings suggest that integrating STEM approaches into vocational education can effectively enhance comprehension skills, supporting more adaptive and inclusive learning outcomes for students with intellectual disabilities. Siswa dengan disabilitas intelektual memerlukan perhatian khusus dalam belajar untuk mengatasi tantangan konseptual dan prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak program kejuruan terintegrasi STEM terhadap kemampuan pemahaman siswa dengan disabilitas intelektual ringan. Menggunakan desain kuasi-eksperimental, penelitian ini melibatkan 50 siswa yang dipilih secara sengaja di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Kelompok intervensi menerima instruksi terintegrasi STEM, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran kejuruan konvensional. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun proporsi siswa yang mencapai skor di atas Kriteria Kompetensi Minimum tidak meningkat secara signifikan, ada peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pemahaman di antara kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan pendekatan STEM ke dalam pendidikan kejuruan dapat secara efektif meningkatkan keterampilan pemahaman, mendukung hasil belajar yang lebih adaptif dan inklusif bagi siswa dengan disabilitas intelektual.
Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Bengkala, Buleleng, Bali Muhammad Fachrul Rozi Eko Putra; Saharuddin; Rilus A. Kinseng
INKLUSI Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120205

Abstract

This study examines the participation of persons with disabilities in the development of Bengkala Tourism Village based on local wisdom. The main focus of the research includes an analysis of the village’s conditions and potential, the level of participation, the fulfillment of basic needs, and tourist satisfaction. The study employed a mixed-methods approach, with respondents comprising 35 deaf-mute persons with disabilities and 40 tourists. In addition, the informants included deaf-mute persons with disabilities, local community members, and relevant stakeholders. The findings indicate that persons with disabilities have active participation, particularly in preserving local cultural heritage. However, not all of their basic needs have been optimally fulfilled. Based on frequency analysis, the level of tourist satisfaction is relatively high, although statistically it is not significantly influenced by either the participation or the fulfillment of basic needs of persons with disabilities. Penelitian ini membahas partisipasi penyandang disabilitas dalam pengembangan desa wisata Bengkala berbasis kearifan lokal. Fokus utama dalam penelitian mencakup analisis kondisi dan potensi desa, tingkat partisipasi, keterpenuhan kebutuhan dasar, serta kepuasan wisatawan. Metode yang digunakan adalah mixed method, dengan responden penyandang disabilitas tuli-bisu sebanyak 35 orang dan wisatawan sebanyak 40 orang. Selain itu, informan dalam penelitian ini meliputi penyandang disabilitas tuli-bisu, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki partisipasi aktif, terutama dalam pelestarian budaya lokal. Meskipun demikian, belum semua kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi secara optimal. Berdasarkan hasil frekuensi tingkat kepuasan wisatawan relatif tinggi, namun secara statistik tidak dipengaruhi secara signifikan oleh partisipasi maupun kebutuhan dasar penyandang disabilitas.
Toothbrushing Behavior and Handgrip Strength among Children with Intellectual Disabilities: a Cross-Sectional Study Sabilillah, Muhammad Fiqih; Kusnanto, Hari; Hanindriyo, Lisdrianto; Kuswandari, Sri
INKLUSI Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120209

Abstract

Children with intellectual disabilities have cognitive limitations, fine motor impairments and low conceptual understanding, which hinder their ability to perform self-care activities independently, including brushing their teeth. Limited fine motor skills can affect their ability to grip and control a toothbrush, making hand grip strength a relevant variable in efforts to enhance the independence of children with intellectual disabilities in brushing their teeth. The aim of this study is to analyze the relationship between toothbrushing behavior and hand grip strength in children with intellectual disabilities. This study employs an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample selection was conducted using purposive sampling, resulting in 38 respondents. Toothbrushing behavior has a significant relationship with hand grip strength in children with intellectual disabilities. Variables such as frequency, duration and brushing time (morning and night) consistently influence grip type, strength control, independence, grip duration, stability and grip precision. Repeated toothbrushing with a specific pattern can improve fine motor strength and support children's independence and quality of life. Anak disabilitas intelektual memiliki keterbatasan kognitif, ketidakmampuan motorik halus dan rendahnya pemahaman konseptual sehingga menghambat melaksanakan kegiatan kebersihan diri secara mandiri, termasuk menyikat gigi. Kemampuan motorik halus yang terbatas, dapat mempengaruhi kemampuan anak menggenggam dan mengontrol sikat gigi maka kekuatan genggaman tangan menjadi variabel yang relevan dalam upaya meningkatkan kemandirian anak disabilitas intelektual menyikat gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku menyikat gigi dengan kekuatan genggaman tangan pada anak disabilitas intelektual. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan metode cross-sectional. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan didapatkan 38 responden. Perilaku menyikat gigi memiliki hubungan signifikan dengan kekuatan genggaman tangan anak disabilitas intelektual. Variabel frekuensi, durasi dan waktu menyikat gigi (pagi dan malam) secara konsisten mempengaruhi jenis genggaman, kontrol kekuatan, kemampuan mandiri, durasi genggaman, stabilitas dan presisi genggaman. Pengulangan menyikat gigi dengan pola tertentu akan meningkatkan kekuatan motorik halus anak dan mendukung kemandirian dan kualitas hidup.
Efektivitas Model Integratif Digital Storytelling, Design Thinking, dan PjBL dalam Pembelajaran GEDSI bagi Mahasiswa dengan Disabilitas Aflahkul Yaum, Lailil; Mais, Asrorul
INKLUSI Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120208

Abstract

This study examines the effectiveness of an integrated DST, DT, and PjBL model in GEDSI learning for students with disabilities. A quasi-experimental one-group pretest–postest design was employed with nine students with disabilities from the Special Education Study Program at the University of PGRI Argopuro Jember, selected through purposive sampling. Data were collected using learning activeness observation sheets and conceptual understanding tests, and analyzed using the non-parametric Sign Test with a significance level of α = 0.05. The findings show that the model is effective, as evidenced by significant improvements in both variables (p-value = 0.00195). The average learning activeness score increased from 1.70 to 3.18, while the average conceptual understanding score increased from 7.20 to 8.02. All participants obtained higher posttest scores than pretest scores, indicating a consistent positive change. These results suggest that the synergy of the three approaches creates a student-centered, empathetic, contextual, and accessible learning ecosystem. Penelitian ini menguji efektivitas model integratif DST, DT, dan PjBL dalam pembelajaran GEDSI bagi mahasiswa dengan disabilitas. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri atas 9 mahasiswa dengan disabilitas dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keaktifan dan tes pemahaman konseptual, kemudian dianalisis menggunakan Sign Test non-parametrik dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif, ditandai dengan peningkatan signifikan pada kedua variabel (p-value = 0,00195). Rata-rata skor keaktifan belajar meningkat dari 1,70 menjadi 3,18, sedangkan rata-rata pemahaman konseptual meningkat dari 7,20 menjadi 8,02. Seluruh responden memperoleh skor posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest, menunjukkan perubahan positif yang konsisten. Temuan ini mengindikasikan bahwa sinergi ketiga pendekatan tersebut menciptakan ekosistem pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, empatik, kontekstual, dan aksesibel.
Balancing Voices: Power Relations in Feminist Studies Involving Women with Disabilities in Yogyakarta Itriyati, Fina; Pradigto Utomo, Hartmantyo
INKLUSI Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120207

Abstract

This research addresses a significant gap in ethnographic studies by focusing on women with disabilities in Javanese culture. The objective is to apply an emancipatory, affective feminist ethnographic approach that challenges power dynamics between researchers and participants, addressing issues of social class, disabled and non-disabled identities, and educational differences. Using participant observation, in-depth interviews, and analysis of aural, textual, and visual data, the study explores lived experiences of these women. Key findings indicate that societal pressures, domestic violence, and pity sustain stigmas against disabled communities, whereas empathetic dialogue is essential for genuine narratives. The study advocates for continuous self-reflection to recognize subtle societal biases and calls for research with emancipatory values, amplifying marginalized voices and promoting inclusive policies that address social, psychological, and medical dimensions of women with disabilities. Penelitian ini mengisi kesenjangan signifikan dalam studi etnografi dengan berfokus pada perempuan penyandang disabilitas dalam budaya Jawa. Tujuannya adalah untuk menerapkan pendekatan etnografi feminis yang emansipatoris dan afektif, yang menantang dinamika kekuasaan antara peneliti dan partisipan, serta mengatasi isu-isu kelas sosial, identitas disabilitas dan non-disabilitas, dan perbedaan pendidikan. Dengan menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis data aural, tekstual, dan visual, studi ini mengeksplorasi pengalaman hidup para perempuan tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa tekanan masyarakat, kekerasan dalam rumah tangga, dan rasa kasihan melanggengkan stigma terhadap komunitas penyandang disabilitas, sedangkan dialog empatik sangat penting untuk menghasilkan narasi yang tulus. Studi ini mendorong refleksi diri yang berkelanjutan untuk mengenali bias masyarakat yang halus dan menyerukan penelitian dengan nilai-nilai emansipatoris, memperkuat suara-suara yang terpinggirkan, serta mempromosikan kebijakan inklusif yang membahas dimensi sosial, psikologis, dan medis dari perempuan penyandang disabilitas.