cover
Contact Name
Jamil Suprihatiningrum
Contact Email
inklusi@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-515856
Journal Mail Official
inklusi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/ET
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inklusi Journal of Disability Studies
ISSN : 23558954     EISSN : 25809814     DOI : https://doi.org/10.14421/ijds
Core Subject : Social,
INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with disabilities.
Articles 180 Documents
Strategi Pembelajaran Adaptif untuk Statistik Ro'fah Ro'fah; Andayani Andayani
INKLUSI Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.235 KB) | DOI: 10.14421/ijds.010105

Abstract

This is a study which focuses on examining the problem in teaching-learning process of Statistic dealt by blind students at UIN Sunan Kalijaga in 2010. The investitigation is necessary as blind students should struggle to understand the subject. As matter of fact, Statistic is perceived as a problematic discipline in general, however, the situation worsen for blind students, was more problematic as it involves imagery thinking and visual perception such as graphics, symbols, images and on other side, needs a lot of practical exercises. This research utilizes qualitative method, through in-depth interview and Focus Group Discussion data collection. This involves 5 students and 2 lectures at UIN Sunan Kalijaga around the issues as follows: methods of teaching, class dynamic and evaluation. The problems and challenges dealt by students analyzed and thus recomendations are formulated in the end of study.
IDENTIFIKASI KETUNTASAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN FISIKA BAGI PESERTA DIDIK DIFABEL NETRA DI SEKOLAH INKLUSI Winarti Winarti
INKLUSI Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.024 KB) | DOI: 10.14421/ijds.2203

Abstract

The purpose of this research is identifying the completeness of base competence of physics in inclusion school, and identifying the problems of teacher­students in inclusion class. This research is qualitative­descriptive. There are 3 steps beyond this research, 1) Orientation, 2) Reduction/Focusing, and 3) Selection. This research is also using purposive random sampling. We used the Inclusion school as subject, where the blind students were taken as objects. Based on the research which has been done we got that 4 based competence in physics weren’t complete. It covers up the optical devices, Heat, Electricity and spectrum of electromagnetic wave. The problem was their inability to see by their blindness so it was very difficult to imagine the phenomena, image, and mathematical problem with decimal number dan any example in physics.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketuntasan Kompetensi Dasar fisika di sekolah inklusi dan mengetahui kendala­kendala yang dihadapi guru dan peserta didik dalam pembelajaran fisika i kelas inklusi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Proses penelitian kualitatif ini terdiri dari 3 tahap, yaitu: 1) orientasi, 2) reduksi/fokus, 3) selection. Pengambilan objek dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling.Subjekdalam penelitian ini adalah sekolah Inklusi di Yogyakarta.Objek dalam penelitian ini yaitu peserta didik difabel netra kelas X di MAN Maguwoharjo Sleman dan peserta didik kelas X di SMA N 1 Sewon Bantul. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa ada 4 kompetensi dasar pada fisika yang tidak tuntas pada peserta didik tunanetra yaitu pada materi alat­alat optik, kalor, listrik dan spektrum gelombang elektromagnetik. Kendala yang dialami siswa dalam belajar fisika adalah karena keterbatasan dalam penglihatan sehingga peserta didik susah membayangkan fenomena, gambar, perhitungan matematis dengan angka desimal dan contoh­contoh gejala fisika yang sesuai konsep.
Individualized Education Program (IEP) Mata Pelajaran Kimia untuk Siswa Slow Learner Rovik Rovik
INKLUSI Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.675 KB) | DOI: 10.14421/ijds.040105

Abstract

The implementation of inclusive education is one of the government's efforts to providing quality education for all levels of society. However, to date, inclusive education is not working correctly, students with special needs must adapt to learning tailored to their abilities, interests and talents (integration education). As a result, they can not achieve learning objectives, and the worst thing is they will stay class or drop out. A slow learner is one type of disability who received less attention because of its vagueness, so their existence is difficult to identify. IEP (Individualized Education Program) for slow learners can help them achieve progress. Index of inclusion in this research was used to determine the extent of successes of inclusive schools in implementing inclusive education, while the assessment was done to determine the capabilities and needs of the learners.[Siswa slow learner menempati populasi tertinggi untuk siswa berkebutuhan khusus. Sebagai salah satu jenis learning disability, slow learner masih dapat belajar dengan teman sebayanya asalkan guru mempersiapkan program pembelajaran khusus yang telah dimodifikasi dari pembelajaran reguler. Program ini disebut Individualized Education Program (IEP). Penelitian ini mencoba mengembangkan IEP mata pelajaran kimia untuk slow learner, mengidentifikasi komponen yang dibutuhkan dalam menyusun IEP untuk slow learner, dan menganalisis judgement reviewers (guru kimia dan guru pendamping khusus) dan peer reviewers terhadap IEP yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan slow learner membutuhkan IEP sebagai dokumen utama panduan guru dalam pembelajaran kimia di kelas. Komponen pengembangan IEP meliputi identitas peserta didik, tim pengembangan dan pelaksana, asesmen yang pernah dilakukan, hambatan dan kekuatan, kebutuhan dan perlakuan, faktor pendukung dan penghambat, rencana perlakuan, dan modifikasi terhadap perangkat pembelajaran kimia reguler]
Difabel dalam Alquran Sri Handayana
INKLUSI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.957 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030206

Abstract

This paper is a descriptive analysis of the Quranic views and attitudes on the people with disabilities. It starts with examining verses from the Quran and Prophetic Traditions (Hadith) as well as relevant social reality. Despite the fact that the Quran teaches equality and diversity, Muslims attitudes towards people with disabilities may vary, depending on their perspectives of disability influenced not only by their faith but also their social context. This paper even tries to give a particular emphasis on hidden social messages in the Quran that should be implemented in current everyday life.[Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pandangan serta sikap Alquran terhadap difabel. Penafsiran dimulai dari menelusuri ayat-ayat yang berhubungan dengan difabel dan selanjutnya dihubungkan dengan realitas sosial. Sekalipun Alquran mengajarkan kesetaraan dan keragaman, sikap umat Islam terhadap difabel mungkin saja berbeda tergantung perspektif mereka terhadap difabel dan lingkungan sosial di mana mereka berada. Tulisan ini juga mencoba untuk mengeksplorasi secara mendalam pesan-pesan sosial tersembunyi dari Alquran terkait difabel sehingga dapat diimplementasikan pada zaman sekarang.]
Hambatan Komunikasi pada Penyandang Autisme Remaja: Sebuah Studi Kasus Ni Wayan Primanovenda Wijayaptri
INKLUSI Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.865 KB) | DOI: 10.14421/ijds.020103

Abstract

For children with autism spectrum disorderwho typically experience communication problems, communication skillsare often considered a significant indicator for their development. Information concerning language and communication skills, and a history of the language interventions that a child has received is important information for planning further interventions as the child enters his/ her teenage years. Unfortunately, research on communication and language problems for teenagers with autism receive little attention. This study intends to fill that gap. Based on interviews with two teenagers with autism in Yogyakarta this research seeks to understand theproblems and challenges faced by teenagers with autism. The research also examines the efforts of parents and/or teachers in developing language and communication skills.Data collection was conducted from September-December 2014. The primary participants of this research were a 19 year old girl and 16 year old boy with autism; both were attending a specialautism school in Yogyakarta, Indonesia. The research also involve the participants’ significant others, namely the parents and the teachers. The resultsshowed that: 1) the communication skills of the two participants is far below that of their age cohort and; 2) interventions received by the participants significantly improved their communication and language skills, yet did not totally diminish their communications problems.[Kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perkembangan penyandang autisme remaja. Informasi mengenai perkembangan kemampuan bahasa dan komunikasi pada penyandang autisme, serta riwayat intervensi komunikasi yang pernah diterima merupakan informasi yang penting sebelum menentukan dan melaksanakan intervensi lanjutan bagi para remaja autis. Penelitian mengenai hambatan komunikasi dan metode pembelajaran komunikasi pada penyandang autisme remaja belum banyak dilakukan. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran kasus hambatan komunikasi pada penyandang autisme remaja. Selain itu, penelitian ini juga akan melihat usaha-usaha yang telah dilakukan oleh orangtua maupun sekolah dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pada remaja autis. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisa dokumen. Proses pengambilan data dilakukan pada bulan September-Desember 2014. Subjek penelitian terdiri dari dua orang penyandang autisme remaja. Subjek pertama berusia 19 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Subjek kedua berusia 16 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Keduanya merupakan siswa dari sebuah sekolah lanjutan autis di Yogyakarta. Selain kedua orang subjek, peneliti juga melibatkan significant others, yaitu orang tua dan guru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan komunikasi penyandang autisme remaja yang menjadi subjek penelitian berada jauh di bawah usia kronologisnya, dan (2) Intervensi yang diberikan kepada subjek sejak masa kanak-kanak hingga remaja berperan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi subjek, namun belum dapat menuntaskan hambatan komunikasi yang dialami subjek. Hasil penelitian didiskusikan lebih lanjut.]
Indeks Volume 4 Tahun 2017 Jurnal Inklusi
INKLUSI Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.126 KB)

Abstract

Konseptualisasi dan Internalisasi Nilai Profetik: Upaya Membangun Demokrasi Inklusif bagi Kaum Difabel di Indonesia Abdullah Fikri
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.161 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030107

Abstract

This paper focuses on the disability in the context of inclusive democracy that is based on the prophetic values. There are two terms used in this paper. First, inclusive democracy; this term asserts that the people with disability are not the object in a social and political system, conversely, the people with disability are positioned as the subject in citizenship. The people with disability are part of the political system and society and they have the rights to engage and compete in the political practices. Second, “prophetic values” that refers to the elaboration of disability studies and Islamic studies, where the later is related to the earlier. Disability studies with the prophetic social science are prominent as a social transformation in order to get a better humanist and transcendence understanding of disability in the local context of Indonesia. The result of this study shows that the inclusive democracy, in terms of Indonesian local context, is constructed by four prophetic values: humanism, liberation, transcendence and inclusive society.[Tulisan ini akan membahas difabilitas dalam konteks demokrasi inklusif berbasis nilai-nilai profetik. Ada dua term yang digunakan dalam tulisan ini. Pertama, “demokrasi inklusif”; term ini ingin menegaskan bahwa difabel bukan lagi sebagai orang yang hanya dijadikan objek saja, akan tetapi kaum difabel diposisikan sebagai subjek warganegara. Dengan kata lain, kaum difabel merupakan bagian dari entitas sistem politik dan sistem masyarakat, yang memiliki hak untuk ikut serta dalam kompetisi politik praktis. Kedua, “nilai-nilai profetik”; sebagai elaborasi kajian difabilitas dan studi Islam, maka penting melakukan interelasi antara difabilitas dengan nilai-nilai profetik. Kajian disabilitas dengan Ilmu Sosial Profetik (ISP), sebagai upaya melakukan transformasi sosial, agar  didapatkan sebuah pemahaman yang lebih humanis-transenden terhadap kaum difabel dalam konteks ke-Indonesiaan. Adapun hasil dari kajian ini adalah bahwa demokrasi inklusif berbasis paradigma profetik dalam konteks ke-Indonesiaan, dikonstruksi atas empat pilar, yaitu nilai humanisasi, liberasi, transendensi, dan masyarakat inklusif.]
Pengembangan Alat Peraga Taktual Model Atom untuk Siswa Tunanetra Kelas VIII Wahyu Triningsih; Winarti Winarti
INKLUSI Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.856 KB) | DOI: 10.14421/ijds.010202

Abstract

The research purposes to (1) produce atomic model tactual props and material guidance of atomic model for blind student on eight grade, (2) know quality of atomic model tactual props and material guidance of atomic model for blind student on eight grade, (3) know student response toward atomic model tactual props and material guidance of atomic model for blind student on eight grade.This is a developmental research based on a procedural model. The development procedure is based on the development research procedure by Puslitjaknov Team that is adapted from Borg and Gallresearch procedure with development steps such as (1) doing product analysis that will be developed, (2) developing preliminary product, (3) experts validation and revision, (4) small scale field test and product revision, and (5) large scale field and final product. Collecting data technique by a non test research instruments are developed by such as validation sheet, appraisal sheet and student response. The analyzing data technique is done by changing the quantitative data into qualitative data.This research produced an atomic model tactual props and material guidance for blind student on eight grade. Based on the appraisal of media expert, material expert, teacher, atomic and students this prop has a very good quality.
Interaksi Sosial Dosen dengan Mahasiswa Difabel di Perguruan Tinggi Inklusif Erin Feriani
INKLUSI Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.238 KB) | DOI: 10.14421/ijds.040204

Abstract

This article is focused on the forms of social interaction between professors and students with disabilities in an inclusive setting at State Islamic University of Sunan Kalijaga. It is to provide a picture of that not all professors in an Inclucive Higer Education, such as the State Islamic University of Sunan Kalijaga, well understand the disability issues. This research uses qualitative method where data collection is done by observation, interview and documentation. The interview was conducted with four lecrures, three students with disabilities, and three non-disabled students. The result of the research shows that the forms of social interaction of professors at the State Islamic University Sunan Kalijaga is not associative nor dissociative. It is influenced more by the knowledge of lecturers about the disabled and the attitude of students with disabilities.[Penelitian ini berfokus pada bentuk interaksi sosial dosen terhadap mahasiswa difabel di Perguruan Tinggi Inklusif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini diperlukan karena interaksi sosial di Perguruan Tinggi yang menerapkan pendidikan inklusif menjadi kewajiban dosen terhadap mahasiswa difabel. Kenyataannya tidak semua dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi Inklusif UIN Sunan Kalijaga paham mengenai difabel. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan melibatkan empat orang dosen, tiga orang mahasiswa difabel dan tiga orang mahasiswa non-difabel. Hasil penelitian menunjukan bentuk interaksi sosial dosen di Perguruan Tinggi Inklusif UIN Sunan Kalijaga tidak selalu bersifat asosiatif dan disosiatif, ada pula yang bersifat asosiatif-disosiatif dan disosiatif-asosiatif. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dosen mengenai difabel dan sikap mahasiswa difabel.]
PRODADISA “Program Pemberdayaan Difabel Daksa” menuju Percontohan BKD (Balai Kerja Difabel) untuk Meningkatkan Kemandirian dan Life Skill Difabel Siti Aminah; Jamil Suprihatiningrum; Astri Hanjarwati
INKLUSI Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.1 KB) | DOI: 10.14421/ijds.2209

Abstract

Jumlah difabel daksa di kabupaten Bantul termasuk dalam kategori tinggi dibandingkan daerah lain, terutama pascagempa tahun 2006. Meskipun pemerintah telah memperhatikan keberlanjutan hidup yang layak bagi difabel, namun sampai saat ini, program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah belum memberikan dampak yang signifikan bagi kemandirian dan life skills bagi para difabel daksa. Salah satu lembaga difabel yang berperan dalam program pemberdayaan ini adalah Paguyuban Bangkit Bersama (PBB). Forum ini merupakan wadah dari perwakilan DPO seluruh (17) kecamatan di Kabupaten Bantul. FPDB sudah memiliki berbagai macam kegiatan pemberdayaan, diantaranya pembuatan dan reparasi sepatu roda, kerajinan anyaman bambu, dan pembuatan meja kursi untuk cafe. Sayangnya, FPDB belum memiliki manajemen SDM yang bagus dan tertata rapi, di samping hasil produk dari program pemberdayaan yang sebenarnya sudah layak jual, namun proses pemasaran yang kurang dapat menarik pasar. Oleh karenaitu, melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini akan diusulkan PRODADISA (Program Pemberdayaan Difabel Daksa) yang meliputi kegiatan assessment, kelanjutan program yang diselenggarakan PBB, dan evaluasi program pemberdayaan difabel yang selama ini telah dilakukan oleh PBB bersama pemda kabupaten Bantul. Tujuan PRODADISA adalah untuk: meningkatkan kemampuan difabel daksa anggota PBB dalam hal manajemen SDM; membentuk masyarakat difabel yang mandiri dalam berwirausaha; memberikan pelatihan teknologi informasi kepada anggota FPDB dalam mendukung usahanya; memberikan pelatihan menjahit dan pengembangan produk jahit yang marketable. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah FPDB menjadi percontohan Balai Kerja Difabel (BKD), sehingga sustainability kegiatan dapat terus terjaga.

Page 2 of 18 | Total Record : 180