cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
LEGENDA MALIN KUNDANG DALAM PERSPEKTIF FEMINISME Krisna, Eva
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.563 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.129.171-180

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi merantau dan falosentrisme dalam legenda Minangkabau berjudul Malin Kundang dengan pendekatan feminisme. Legenda tersebut mengisahkan anak durhaka yang dikutuk oleh ibunya menjadi batu. Pengutukan itu seakan-akan mencerminkan kekuasaan seorang ibu atas anak laki-lakinya sebagai bentuk reperesentasi sistem matrilineal masyarakat Minangkabau. Namun, kebenaran matriarkat dalam karya sastra rakyat pada masyarakat matrilineal itu terbantahkan setelah mengkritisi legenda Malin Kundang. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan teknik rekam dan catat. Analisis data menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik analisis kontens. Penelitian ini memanfaatkan kritik sastra feminis yang pada dasarnya merupakan kritik ideologis atas cara pandang yang mengabaikan permasalahan ketimpangan dan ketidakadilan dalam pemberian peran dan identitas sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Hasil pembahasan menguatkan hipotesis bahwa tidak satu pun wacana di dunia ini yang terbebas dari falogosentrisme, meskipun ideologi tersebut disamarkan melalui slogan-slogan kematrilinealan. Kritik feminisme dapat dilakukan dengan menggunakan analisis wacana Foucault, teori dekonstruksi Derrida, dan teori poskolonial Edward Said. Kritik feminisme membahas masalah gender, esensialisme dan konstruksi sosial, patriarkat dan falogosentrisme, serta wacana representasi dan resistensi. 
PEMILIHAN BAHASA WALSA-BAHASA INDONESIA OLEH PENUTUR ASLI BAHASA WALSA: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT PUND Suharyanto, Suharyanto
Aksara Vol 26, No 1 (2014): Aksara, Edisi Juni 2014
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1510.247 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i1.142.35-45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan bahasa Walsa-bahasaIndonesia pada ranah keluarga oleh penutur asli bahasa Walsa pada masyarakatPund, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Secara lebih khusus,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel umur berpengaruh secara signifikan terhadap pilihan bahasa mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode kuantitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa pada ranah keluarga semakin muda usia responden maka semakin besar pemakaian bahasa Indonesia mereka. Fenomena ini mengindikasikan bahwa telah terjadi pergeseran pemakaian bahasa antargenerasi dalam masyarakat Pund. Adanya pengaruh variabel umur responden terhadap pilihan bahasa ini ditunjukkan oleh hasil anova pada setiap situasi pemakaian bahasa yang memperlihatkan bahwa nilai F selalu berada jauh di atas nilai F tabel. Hasil anova ini semakin diperkuat oleh hasil pengelompokan Duncan yang memperlihatkan adanya perbedaan kelompok pemilih bahasa yangditandai oleh perbedaan besarnya nilai rata-rata (mean) pilihan bahasa setiapkelompok tersebut. Hasil pengelompokan Duncan ini secara tegas memperlihatkan perbedaan kelompok pemilih bahasa sebagai akibat perbedaan variabel umur tersebut.
RESEPSI SASTRA KISAH GANDARI DALAM PUISI INDONESIA MODERN Santosa, Puji
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.021 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.116.1-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan dan memaknai resepsi sastra kisah Gandari dalam puisi Indonesia modern yang dilakukan oleh Gunawan Maryanto, Djoko Saryono, dan Goenawan Mohamad. Masalah penelitian adalah resepsi sastra kisah Gandari yang digubah menjadi puisi Indonesia modern. Untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan digunakan metode kualitatif yang ditopang dengan deskripsi, analisis isi, dan komparasi. Hasil dan pembahasaan penelitian ini membuktikan bahwa resepsi sastra kisah Gandari dalam puisi Indonesia modern melalui pemaknaan: (1) transformasi kisah Gandari dengan kreativitas estetis sebagai proses kreatif penyair, (2) referensi gerak budaya sebagai pertanda bahwa kisah Gandari itu dinamis, akulturatif, dan integratif menjadi lambang perjuangan wanita yang menjadi korban kekuasaan, wibawa, dan cinta, serta (3) reaktualisasi filosofi dan nilai budi pekerti perjuangan Gandari melawan suratan takdir dan nasib, meskipun pada akhirnya kalah dan menyerah, sebagai suatu pembelajaran bahwa manusia diberi hak untuk tetap berusaha sekuat kemampuan mencapai cita-cita dan harapannya. Dari hasil penelitian itu dapat disimpulkan bahwa resepsi sastra kisah Gandari dalam puisi Indonesia modern menunjukkan adanya pemaknaan yang dinamis, kreatif, estetis, serta memberi roh dan kehidupan mitos yang tidak dapat dipisahkan dari realitas sehari-hari.  
SISTEM NAMA ORANG BALI: KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA Bandana, I Gde Wayan Soken
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.16 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.166.1-11

Abstract

Pemberian nama pada bayi saat lahir, secara umum, memiliki maksud dan tujuan tertentu. Hal itu dapat dijumpai di Indonesia, termasuk di Bali. Dalam masyarakat Bali pemberian nama pada bayi umumnya memiliki harapan-harapan tertentu. Kajian ini termasuk dalam bidang ilmu linguistik antropologi. Sehubungan dengan hal itu, tulisan ini membahas dua masalah: struktur linguistik dan makna, baik makna leksikal/tekstual maupun makna kontekstual. Berdasarkan analisis struktur linguistik, ditemukan nama-nama orang Bali yang tergolong dalam tiga jenis kata: (1) kata sandang, (2) kata sifat, dan (3) kata bilangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara leksikal nama orang Bali mempunyai makna pengharapan dan makna kenangan. Di samping itu, secara kontekstual, nama-nama tersebut mengandung makna tersendiri sesuai dengan interpretasi pemberi nama.
MAKNA KOSAKATA “JATUH” DALAM BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA Maemunah, Emma
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.489 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.38.239-252

Abstract

Sundanese and Javanese language derived from the same proto language. There are many similarities in both languages. The similarities are in the form and meaning. This study discusses the form and the meaning of vocabularyof "fall" in Sundanese and Javanese. The aim of this study is to describe the form of "fall" in Sundanese and Javanese as well as the shift of meaning happened to the vocabulary. Using the comparative historical linguistics and semantics, the vocabularyof "fall" will be analyzed qualitatively. The data are list of vocabulary of "fall" in Sundanese and Javanese. Data are qualified in accordance with the objectives to be achieved. The analysis showed that the vocabulary of "fall" of Sundanese and Javanese have similarities, in both form and meaning. In addition, There are also some vocabularies which shifted (expanded and narrowed) and changed the meaning.
PERUBAHAN IDENTITAS SOSIAL TOKOH AYUH DALAM DUA NOVEL KARYA SANDI FIRLY Wijanarti, Titik
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.006 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.101.63-74

Abstract

AbstrakKarya sastra tidak terlepas dari peristiwa sosial budaya masyarakatnya yang dengan sengaja direfleksikan pengarangnya dalam karyanya. Salah satu unsur penting dalam karya sastra adalah tokoh dan perwatakannya. Penelitian ini meneliti dua novel karya Sandi Firly, yaitu Lampau dan Catatan Ayah tentang Cintanya kepada Ibu.  Masalah penelitian ini adalah perubahan sosial tokoh Ayuh dalam kedua novel tersebut. Tujuan penelitian adalah memaparkan perubahan identitas sosial tokoh Ayuh dalam kedua novel karya Sandy Firly tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kepustakaan dengan teknik simak dan catat. Metode analisis data menggunkan metode deksriptif analisis dengan teknik interpretatif. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan identitas sosial yang dilakukan oleh tokoh Ayuh dalam kedua novel tersebut merupakan sarana untuk melakukan migrasi sosial menuju kelas sosial yang lebih baik dalam masyarakat. Peristiwa dialami oleh individu dalam masyarakat dapat menjadi sebuah konstruksi identitad sosial dan memengaruhi identitas seseorang. Oleh karena itu, keberadaan tokoh dalam cerita tidak statis dan dapat berubah bergantung pada peristiwa yang dialaminya.  
REDUPLIKASI DALAM BAHASA ANGKOLA MANDAILING Harahap, Syaifuddin Zuhri
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.536 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.156.245-155

Abstract

Bahasa Angkola Mandailing memiliki sistem reduplikasi yang membentuk makna baru atau makna lain di samping sistem afiksasi dan pemajemukan. Kajian reduplikasi dalam bahasa Angkola Mandailing ini dilakukan untuk melihat tipe reduplikasi dan bagaimana makna tipe reduplikasi tersebut difungsikan dalam bahasa Angkola Mandailing. Untuk mengungkap hal itu digunakan teori morfologi linguistik deskriptif struktural yang bertalian dengan reduplikasi. Metode deskriptif dengan model padan dan agih dilaksanakan dengan teknik referensial, yaitu teknik yang alat penentunya ialah kenyataan yang ditunjuk oleh bahasa itu sendiri. Data lisan diperoleh dari berbagai percakapan yang terjadi di lingkungan masyarakat Angkola Mandailing dan beberapa orang informan, sedangkan data tertulis diperoleh dari kamus bahasa Angkola Mandailing, buku-buku dan karya-karya ilmiah yang membahas tentangbahasa Angkola Mandailing. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, ada dua puluh tipe reduplikasi dalam bahasa Angkola Mandailing yaitu; tipe R-1 yaitu bentuk (D + R), tipe R-2 yaitu bentuk (D + Rpf), tipe R-3 yaitu bentuk ((D + R) + mar-), ((D+R) + tar-), dan ((D+R) + par-), tipe R-4 yaitu bentuk ((D + R) + marsi-/-an), tipe R-5 yaitu bentuk (D + (R + mar-)), tipe R-6 yaitu bentuk ((D + R) + maN-), dan ((D + R) + paN-), tipe R-7 yaitu bentuk (D + (R + maN-)), tipe R-8 yaitu bentuk (D + (R + maN-/-i)), tipe R-9 yaitu bentuk ((D + R) + maN-/-hon), ((D + R) + paN-/- hon), tipe R-10 yaitu bentuk ((D + R) + tar-/-i), dan ((D + R) + mar-/-i), tipe R-11 yaitu bentuk ((D + R) + maN-/-i), dan ((D + R) + paN-/-i), tipe R-12 yaitu bentuk ((D + R) + sa -/{-na}), tipe R-13 yaitu bentuk ((D + R) + ha-/{-na}), tipe R-14 yaitu bentuk ((D + R) + ha-/-an), tipe R-15 yaitu bentuk ((D + R) + -an), tipe R-16 yaitu bentuk ((D + R) + -um-), dan ((D + R) + -in-), tipe R-17 yaitu bentuk (D + Rp) Reduplikasi Parsial (Rp), tipe R-18 yaitu bentuk (D + Rs) Reduplikasi Semantis (Rs), tipe R-19 yaitu bentuk (D + Rf) Reduplikasi Fonologis (Rf); tipe R-20 yaitu bentuk (D + Rf) Reduplikasi Sintaksis (Rsin). Kedua, secara kontekstual ditemukan maknatipe reduplikasi bebas konteks dan terikat konteks dalam bahasa Angkola Mandailing.
PRONOMINA PENUNJUK DALAM BAHASA BALI Partami, Ni Luh
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.921 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.22.111-120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pronomina penunjuk bahasa Bali yangberkaitan dengan (a) jenis, (b) ciri-ciri, dan (c) perilaku sintaksis. Teori yang diterapkandalam penelitian ini adalah teori linguistik struktural yang memandang bahasa itu sebagaiunit-unit yang tersusun dalam sebuah struktur. Data bersumber pada data lisan dan tulisan.Sumber lisan diperoleh melalui wawancara dan sumber tulisan melalui cerita rakyat Bali,Kamus Bali--Indonesia, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Bali. Pengumpulan data menggunakanmetode wawancara dengan teknik simak dan catat. Data yang telah terkumpul kemudiandianalisis dengan metode agih dengan teknik substitusi. Hasil analisis disajikan denganmetode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pronomina penunjukbahasa Bali dapat berupa bentuk dasar. Jika dilihat berdasarkan peran sintaksis, pronominapenunjuk bahasa Bali dapat berperan substantif, lokatif, deskriptif, dan temporal. Dalamtataran kalimat pronomina penunjuk bahasa Bali dapat mengisi fungsi subjek, predikat,objek, dan keterangan. 
PARALELISME SEMANTIK TUTURAN RITUAL BERLADANG DALAM GUYUB TUTUR KODI Dewi, Ni Putu Ayu Krisna
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.865 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.134.241-252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk paralelisme semantik dalam tuturan ritual berladang dan makna budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini merupakan kajian linguistik kebudayaan yang berlandaskan pada pendekatan etnografi, paralelisme, dan teori semiotik sosial. Data bersumber pada data lisan berupa tuturan ritual pengolahan ladang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan wawancara dengan teknik rekam dan teknik catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode padan dengan teknik ganti dan teknik perluas. Hasil analisis disajikan dengan metode penyajian formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk paralelisme semantik dalam tuturan ritual berladang Guyub Tutur Kodi terdiri atas hubungan makna antarperangkat diad dan hubungan makna antarunsur paralel. Selain bentuk paralelisme semantik, ditemukan juga makna budaya yang terkandung dalam tuturan ritual tersebut, seperti makna yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan/roh leluhur, makna yang menggambarkan hubungan antarsesama manusia, makna yang menggambarkan hubungan manusia dengan lingkungan alam. 
KONJUNGSI SUBORDINATIF DALAM TEKS BUKU PELAJARAN SLTA: ANALISIS BENTUK, DISTRIBUSI, DAN MAKNA Purwiati, Ida Ayu Mirah
Aksara Vol 27, No 2 (2015): Aksara, Edisi Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.052 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i2.180.133-150

Abstract

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan klausa itu tidak memiliki status yang sama. Pengamatan terhadap teks bahan ajar SLTA memperlihatkan bahwa terdapat cukup banyak pemakaian kalimat dengan konjungsi subordinatif seperti kata jika, sebelum, walaupun, atau bahwa. Sebagai konjungsi subordinatif, kata-kata itu  selalu mengawali klausa yang berfungsi sebagai anak kalimat. Dari hal itu tampak distribusi konjungsi tersebut, yakni di awal dan di tengah kalimat. Adapun makna yang dimunculkan oleh konjungsi itu bervariasi, antara lain menyatakan waktu, tujuan, dan pengandaian.  

Page 7 of 30 | Total Record : 299