cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
PENGALIHWAHANAAN PARIBASA BALI LISAN KE DALAM LAGU BALI POPULER Turaeni, Ni Nyoman Tanjung
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.677 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.124.211-224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal Bali melalui ungkapan-ungkapan lisan dalam lirik lagu Bali populer. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ungkapan-ungkapan lisan yang terdapat dalam lirik lagu Bali populer. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian adalah bagaimana bentuk ungkapan-ungkapan lisan ditransformasikan melalui lirik lagu Bali populer dan bagaimana fungsi dan makna ungkapan lisan yang dimanfaatkan dalam lirik lagu tersebut. Berdasarkan tujuan penelitian ini, pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan teknik baca catat. Metode analisis penelitian ini menerapkan metode deskriptif analitik dengan teknik hermeneutik. Teori yang digunakan penelitian ini menggunakan transformasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa ungkapan-ungkapan lisan yang tertuang dalam lirik lagu Bali populer sarat dengan kearifan lokal Bali, terutama tentang sistem kehidupan masyarakat dalam berperilaku terhadap lingkungan. Selain itu, melalui lirik lagu Bali populer yang mengandung unsur ungkapan lisan diharapkan dapat membangun pembentukan karakter generasi muda sekaligus melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan lagu-lagu Bali populer dalam masyarakat secara umum.  
ANALISIS NARATIF PERSONAL LISAN SISWA SEKOLAH DASAR Budiwiyanto, Adi
Aksara Vol 27, No 2 (2015): Aksara, Edisi Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.146 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i2.183.185-193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsep sederhana atau kompleks struktur bercerita siswa sekolah dasar. Permasalahan ini menjawab tiga pertanyaan, yaitu (1) struktur naratif personal lisan siswa sekolah dasar; (2) perbedaan struktur naratif personal antara siswa pria dan perempuan; dan (3) fitur-fitur kebahahasaan apakah yang muncul dalam naratif personal siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis struktural dan teori sosiolinguistik sebagai dasar pijakan membahas struktur naratif. Hasil penelitian ini dapat memberi sumbangan bagi guru dalam mengembangkan metode naratif dalam pemelajaran. Pertimbangan lainnya adalah melihat bahwa narasi atau pengisahan adalah metode yang sangat baik untuk diterapkan untuk meningkatkan daya imajinasi, kemampuan verbal, dan kepercayaan diri siswa.
PERJUANGAN PEREMPUAN MENDOBRAK KETIDAKADILAN GENDER DALAM CERITA “PAN BRENGKAK”, “DIAH RATNA TAKESHI”, DAN TEMPURUNG Budiasa, I Made
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.099 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.16.49-60

Abstract

Isu perlawanan gender terhadap hegemoni laki-laki, sistem patriarki, feodal, dan kawin paksasering mewarnai karya sastra, baik sastra tradisional maupun modern. Terjadinya perlawanankaum perempuan itu dalam karya sastra tidak terlepas dari kondisi masyarakat Bali yangmasih diwarnai arogansi elite, struktur status, dan kelas sosial. Penelitian ini bertujuanuntuk mengungkap bentuk perjuangan kaum perempuan dalam mendobrak ketidakadilangender yang dialaminya dan implikasi positif dari perjuangan itu. Sumber data adalah ceritarakyat “Pan Brengkak”, lakon wayang kulit “Diah Ratna Takeshi”, dan novel Tempurung.Ketiga cerita itu menggambarkan perjuangan kaum perempuan dalam mencari identitashidup dengan mendobrak hegemoni laki-laki, sistem patriarki, feodal, dan kawin paksa.Pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dengan teknik catat. Analisis datamenggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bentukperlawanan yang dilakukan oleh kaum perempuan dalam memperjuangkan keadilan genderpada ketiga cerita itu adalah perlawanan terhadap dominasi laki-laki, penentangan terhadapsistem feodal, dan penolakan terhadap sistem perjodohan. Perjuangan itu berimplikasi positifdalam menumbuhkan jiwa perempuan pekerja keras, bertanggung jawab, dan pemberani.
KETIDAKBERDAYAAN PEREMPUAN ATAS PERSOALAN KEHIDUPAN DALAM NOVEL GARIS PEREMPUAN KARYA SANIE B. KUNCORO Kurnianto, Ery Agus
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.094 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.128.157-170

Abstract

Masalah ketidakberdayaan tokoh perempuan dalam novel Garis Perempuan karya Sanie B. Kuncoro menjadi persoalan yang dibahas dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap, mendeskripsikan, dan mengintepretasikan subalternasi yang menimpa tokoh Ranting dan Gending dalam novel Garis Perempuan karya Sanie B. Kuncoro. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode pustaka dengan teknik catat. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam menyajikan analisis data dengan teknik analisis kontens. Teori yang digunakan adalah partiarki Walby (1990) dengan pendekatan subalternasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan yang dimunculkan dalam novel Garis Perempuan ini merupakan bentuk perempuan yang selama ini tersubalternasi oleh oleh kaum penganut sistem patriarkat. Perempuan menempati posisi sebagai golongan subalternasi yang tidak diberi suara untuk menyampaikan pandangan dan hasratnya dalam dunia kuasa. Dari hasil pembahasaan tersebut dapat disimpulkan bahwa perempuan dapat diabaikan dalam hubungannya dengan persoalan publik, perkerjaannya berkaitan dengan hal-hal domestik, khususnya kehidupan rumah tangga.  
MANUSIA DAN BUDAYA JAWA DALAM ROMAN BUMI MANUSIA: EKSISTENSIALISME PEMIKIRAN JEAN PAUL SARTRE Hardiningtyas, Puji Retno
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.993 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.174.83-98

Abstract

Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer mengisahkan peristiwa perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonial Belanda yang terjadi sekitar tahun 1899, akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Permasalahan yang menarik untuk diteliti dari Bumi Manusia meliputi (1) realitas budaya Jawa dan feodalisme, (2) wujud eksistensi tokoh Jawa sebagai manifestasi keberadaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) realitas budaya Jawa dan feodalisme, (2) wujud eksistensi tokoh Jawa sebagai manifestasi keberadaan manusia dalam Bumi Manusia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan teknik catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan hermeneutika dengan teknik naratif informal, dan menerapkan teori eksistensialisme. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kondisi masyarakat Jawa semasa abad ke-19 masih menggenggam erat feodalisme dan budaya Jawa tumbuh berdampingan dengan budaya Eropa. Sementara itu, eksistensialisme secara mutlak memberikan kebebasan manusia, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menentukan keinginan dan tindakannya sendiri. Eksistensi tokoh Jawa tercermin sebagai manifetasi keberadaan seorang kelas atas, manusia pencipta dirinya sendiri, bebas bertindak dan berpikir, memilih dan bertangung jawab, kecemasan dan ketakutan, serta pemberontakan. Dengan demikian, karya sastra—dalam konteks Bumi Manusia dan eksistensialisme—tidak boleh lepas dari eksistensinya sebagai ekspresi kejiwaan yang paling subjektif dan emosional, bahkan bisa dilengkapi dengan psikologi dan filsafat. 
PEMBELAJARAN MENULIS KREATIF BERBASIS METODE QUANTUM WRITING PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D-4 (S-1 TERAPAN) MANAJEMEN BISNIS PARIWISATA, JURUSAN PARIWISATA, POLITEKNIK NEGERI BALI Sutarma, I Gusti Putu; Adnyana, Ida Bagus Artha
Aksara Vol 26, No 1 (2014): Aksara, Edisi Juni 2014
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1531.984 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i1.146.75-85

Abstract

Penelitian ini didasari oleh masalah kurangnya kemampuan mahasiswa dalammenulis. Hal itu disebabkan oleh materi pembelajaran menulis kreatif belum adapada materi pembelajaran bahasa Indonesia. Di samping itu, rendahnya minatbaca mahasiswa juga menjadi pemicunya. Sehubungan dengan kondisi itu, dalam penelitian ini dibahas masalah pembelajaran menulis kreatif berbasis metode quantum writing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran menulis kreatif berbasis metode quantum writing terhadap kemampuan menulis mahasiswa. Untuk mencapai tujuan penelitian, dilakukan tiga kegiatan. Kegiatan tersebut meliputi prates, pemberian materi pembelajaran menulis kreatif berbasis metode quantum writing, dan postes. Prates dilakukan untuk mengetahui kemampuan menulis mahasiswa sebelum diberikan materi pembelajaran menulis kreatif berbasis metode quantum writing, sedangkan postes diberikan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa setelah diberikan materi pembelajaran menulis kreatif berbasis metode quantum writing. Hasil prates dan postes menunjukkan bahwa pemberian materi pembelajaran menulis kreatif berbasis metode quantum writing dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa. Oleh karena itu, materi pembelajaran menulis kreatif berbasis metode quantum writing akan ditambahkan pada buku ajar Bahasa Indonesia pada Program Studi D-4 (S-1 Terapan) Manajemen Bisnis Pariwisata.
IMPLIKATUR KAMPANYE POLITIK DALAM KAIN RENTANG DI RUANG PUBLIK Handono, Suryo
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.245 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.52.253-266

Abstract

Kampanye politik merupakan komunikasi yang terencana untuk membentuk suatu citra yang diharapkan oleh penutur. Tuturan dalam komunikasi itu terdapat maksud yang tersurat dan tersirat atau disebut implikatur. Penelitian ini mengkaji implikatur dan sumber implikatur kampanye politik dalam kain rentang di ruang publik. Penyediaan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik catat dan rekam. Melalui analisis pragmatik dengan metode padan terungkap bahwa dalam kampanye politik terdapat implikatur konvensional dan konversasional. Implikatur konversasional yang timbul adalah meyakinkan, mengajak, meminta, menjanjikan dan memerintah. Implikatur tersebut bersumber pada penerapan prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Penerapan prinsip kerja sama meliputi pemenuhan dan pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Kemudian, penerapan prinsip kesantunan meliputi pemenuhan maksim ketimbangrasaan serta pelanggaran maksim ketimbangrasaan, kemurahhatian, dan kerendahhatian.
BUDAYA LAMPUNG DALAM CERPEN “SEBAMBANGAN” KARYA BUDI P. HATEES Anggraini, Dian
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.969 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.100.49-62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya lokal yang terkandung dalam cerita pendek yang berjudul “Sebambangan” dan keberadaan budaya tersebut pada masa lampau. Penelitian ini membahas masalah budaya lokal dan keberadaan budaya dalam cerita pendek “Sebambangan”. Berdasarkan tujuan tersebut, metode penelitian ini menggunankan metode kepustakaan dan teknik baca. Analisis data penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik interpretatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi dan antropologi sastra. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukan bahwa cerita ini sarat dengan budaya lokal, terutama tentang sistem perkawinan masyarakat Lampung. Larian menjadi alternatif pasangan muda mudi untuk melangsungkan pernikahan. Uniknya larian juga merupakan salah satu adat-istiadat Lampung yang dikenal dengan sebambangan. Larian dilakukan untuk menghindari perkawinan begawi adat. Sejak zaman dahulu, tingginya uang antaran sudah menjadi polemik bahkan menjadi salah satu penghambat pertumbuhan penduduk di Lampung. Dalam cerpen ini, pengarang juga ingin mengambarkan posisi perempuan dalam sistem perkawinan ini serta keberadaan penyimbang marga yang terkadang menyalahgunakan kewenangannya karena kepentingan pribadi. Selain itu, pengarang juga ingin menggambarkan bahwa tidak selamanya adat membuat masyarakat pemiliknya menjadi terkungkung. Warisan nenek moyang ini juga memberikan perlindungan kepada kaum perempuan seperti pantang cerai guna mengikat pernikahannya. 
REDUPLIKASI NOMINA DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKSIS DAN SEMANTIK Kurniawati, Wati
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.01 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.155.133-143

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi dan keserasian reduplikasi nomina dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu metode melalui penelitian kepustakaan yang ditunjang dengan teknik pengumpulan data dan analisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah data tertulis, intuisi penulis, dan percakapan para pemakai bahasa Indonesia. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa fungsi reduplikasi nomina dalam tataran frasa dapat berkedudukan sebagai inti dan pewatas. Sementara itu, fungsi reduplikasi nomina dalam tataran klausa berfungsi sebagai subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Perilaku reduplikasi nomina tidak dapat memengaruhi konstituen yang berada di sebelah kiri dan kanannya.
PERGESERAN KOSAKATA BAHASA BALI RANAH PERTANIAN: STUDI LINGUISTIK KEBUDAYAAN Arnawa, Nengah
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.511 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.21.103-110

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pergeseran kosakata bahasa Bali pada ranah pertanian dandampaknya terhadap pelestarian budaya darma pamacul ‘kewajiban petani’. Penelitian inidilatarbelakangi oleh kondisi empirik bahwa telah terjadi perubahan tatacara petani dalampengolahan lahan. Perubahan tersebut berdampak pada pergeseran kosakata yang berimplikasipada perubahan budaya. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memetakan pergeserankosakata bahasa Bali ranah pertanian dan kaitannya dengan dinamika budaya lokal. Untukmencapai tujuan tersebut, penelitian ini berpijak pada teori linguistik kebudayaan danmakrosemantik. Penelitian ini dirancang dalam desain kualitatif. Data dikumpulkan melaluimetode cakap dengan para petani subak basah dan kering di Kabupaten Tabanan dan Buleleng.Informan diklasifikasi berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur. Berdasarkan prosedurpenelitian tersebut terungkap bahwa telah terjadi pergeseran kosakata dan budaya pertanianpada aspek: peralatan, budaya dan ikatan sosial, proses pengolahan lahan, perawatan tanamandan penanganan hasil panen. Pergeseran kosakata ranah pertanian tersebut berdampak padakegagalan anak-anak petani memahami metafora yang sering digunakan dalam wacanaberbahasa Bali.

Page 5 of 30 | Total Record : 299