cover
Contact Name
Husnah
Contact Email
husnah@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ts@univrab.ac.id
Editorial Address
Redaktur Jurnal RACIC Universitas Abdurrab: Gedung Universitas Abdurrab Pekanbaru Jl. Riau Ujung No. 73 Pekanbaru Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
RACIC : Rab Construction Research
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 25277073     EISSN : 26203170     DOI : https://doi.org/10.36341/racic
Core Subject : Engineering,
RACIC "Rab Construction Research" (ISSN 2527-7073) adalah Jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Abdurrab, yang terbit secara berkala dalam dua edisi per tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
ANALISIS KEJADIAN BANJIR SUB-DAS PASIR PENGARAYAN MENGGUNAKAN DATA HUJAN SATELIT TRMM TERKOREKSI Efri Maryoni; Imam Suprayogi
Racic : Rab Construction Research Vol 2 No 02 (2017): Terbitan Keempat Bulan Desember 2017
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.296 KB)

Abstract

Satellite-based rainfall data GSMap_NRT is expected to predict and forecast flooding in the area of sub watershed Pasir Pengarayan. Advances in remote sensing technology make it possible to overcome the problem of available data limitations by utilizing data sourced from satellite. The availability of many remote sensing programs connected directly to satellites speeds up the process of collecting data. One of the program tools used is Integrated Flood Analysis System (IFAS) version 1.3.0 for hydrological modeling and flood discharge analysis at Pasir Pengarayan River. The data used in May 2012 is assumed as an analysis of flood event data for May 2013. Satellite data for rainfall is used GSMaP_NRT Correction Method original and GSMaP_NRT correction Method (Type1) formula 2 in the form of hourly rainfall data. The parameters used to assess model accuracy are waveform error (Ew), volume error (Ev), and peak discharge error (Ep). GSMap modeling, conditions May 01 - 06 May 2012 period, where initial condition after IFAS parameter is simulated, Ew, Ev, and Ep are 43,52%, -9,92% and -5,93% for original GSMaP_NRT. While the simulation results from GSMaP_NRT correction obtained 1.57%, 12.58%, and 20.34%. Modeling GSMap Corrected method type formula 2, conditions May 01 - 06 May 2013 period, where the initial condition after IFAS parameter is simulated, Ew, Ev, and Ep are 43,528%, -9,925% and -5,938% for GSMaP_NRT Corrected. While simulation results from GSMaP_NRT correction method type 1 formula with 12 mm rainfall simulation obtained 0.004%, 7.706%, and 28.030%
ANALISA KONDISI KEMANTAPAN JALAN NASIONAL PROVINSI RIAU TERHADAP VOLUME LALU LINTAS DAN ALOKASI ANGGARAN Riddo Fatra; purnawan purnawan; Elsa Eka Putri
Racic : Rab Construction Research Vol 2 No 01 (2017): Terbitan Ketiga Bulan Juni 2017
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.643 KB)

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa memandang infrastruktur sebagai salah satu elemen penting. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan penyelenggaran jalan memiliki tugas dalam mempertahankan kondisi jalan sehingga dapat berfungsi dengan semestinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi kemantapan jalan, hubungan antara pertumbuhan lalu lintas dengan kondisi jalan serta kebijakan Bina Marga dalam mengatur ketersediaan dana untuk pencapaian kondisi jalan mantap. Persentase kondisi kemantapan jalan sangat penting sebagai indikator kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Tingkat kerataan jalan (IRI) ini merupakan salah satu faktor pelayanan (functional performance) dari suatu perkerasan jalan yang sangat berpengaruh pada kenyamanan (riding quality). Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui kecenderungan (trend) IRI setiap tahun yaitu y= 6,2856e(-0,08x) dengan x adalah tahun dan y adalah IRI. Nilai IRI menurun karena kondisi kemantapan jalan juga meningkat, artinya seiring dengan meningkatnya kondisi mantap jalan dari Tahun 2011 sampai Tahun 2014 maka kondisi IRI juga menurun/semakin baik. Kecenderungan (trend) antara IRI dan kemantapan jalan yaitu y = 1,0497 e-0,036x, dengan x adalah IRI dan y adalah kemantapan jalan. Pertumbuhan lalu lintas (i) meningkat rata-rata 6,56% per tahun. Kecenderungan (trend) kenaikan LHR yaitu y= 4558,8 e(0,0645x) dengan x adalah tahun dan y adalah LHR. Kecenderungan (trend) kenaikan LHR terhadap kondisi kemantapan jalan y= 0,6319 e(7E -05x) dengan x adalah AADT dan y adalah kondisi kemantapan jalan. Kecenderungan (trend) antara alokasi anggaran dan % kondisi kemantapan jalan terlihat dari persamaan y = 76,242e(0,0003x), dengan x adalah DIPA dan y adalah kondisi kemantapan jalan.
Analisi Kinerja Jalan Perkotaan Studi Kasus Ruas Jalan HR. Soebrantas KM3 Pekanbaru Benny Hamdi Rhoma Putra; Rahmat Tisnawan
Racic : Rab Construction Research Vol 2 No 01 (2017): Terbitan Ketiga Bulan Juni 2017
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.848 KB)

Abstract

Sistem jaringan jalan yang baik dapat membantu mempercepat perputaran roda ekonomi dan pembangunan suatu perkotaan. Suatu jaringan jalan akan terus menurun kinerjanya setiap tahun jika tidak dilakukan upaya upaya perbaikan. Melalui analisis dan pengukuran kinerja suatu jalan perkotaan dapat diketahui permasalahan yang melatarbelakangi dan rekomendasi penanganan paling tepat dilokasi. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan HR. Subrantas Km 3. Pemilihan lokasi ini dikarenakan karena seringnya kemacetan terjadi pada lokasi ini. Metode yang digunakan adalah survey lalu lintas pada hari Kamis, 15 Juni 2017 pukul 07.00-08.00. Data hasil survey lalulintas tersebut diolah dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) untuk mengetahui kinerja dari ruas jalan yang diteliti tersebut. Dari penelitian diketahui kapasitas Jalan HR Subrantas sebesar 1652 Kendaraan/jam/ lajur. Derjat kejenuhan lokasi ini adalah 0,88 dan berada pada Tinkat Pelayanan E.
ANALISA PERBANDINGAN JADWAL PELAKSANAAN PROYEK ANTARA CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN KURVA-S Pada Peningkatan Jalan Sei Pakning (KM. 130) – Teluk Mesjid – Simpang Pusako. doni rinaldi basri; Husni Mubarak
Racic : Rab Construction Research Vol 2 No 01 (2017): Terbitan Ketiga Bulan Juni 2017
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.526 KB)

Abstract

Perencanaan merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi-asumsi mengenai keadaan dimasa yang akan datang untuk merumuskan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Penjadwalan proyek pada umumnya menggunakan metode Kurva S, Kurva S sendiri memiliki kekurangan yakni informasi yang disampaikan tidak detail dan hanya terbatas untuk menilai kemajuan proyek. berbeda dengan Critical Path Method (CPM), metode ini merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda atau istirahat untuk pengerjaannya. Terjadi selisih waktu pelaksanaan terhadap sistem penjadwalan yang dibuat oleh kontraktor dimana untuk pekerjaan Mobilisasi Kurva-S dibutuhkan waktu 14 hari,CPM hanya 14 hari, Pekerjaan penyiapan badan jalan di Kurva-S dibutuhkan waktu 21 hari, CPM hanya 7 hari, Pekerjaan lapis pondasi agregat kelas B di Kurva-S dibutuhkan waktu 21 hari, CPM hanya 13 hari, Pekerjaan lapis pondasi Agregat kelas A di Kurva-S dibutuhkan waktu 21 hari, CPM hanya 17 hari, Pekerjaan lapis resap pengikat di Kurva-S dibutuhkan waktu 21 hari, CPM hanya 4 hari, Pekerjaan Laston Lapis Aus Perata (AC-WC(L)) di Kurva-S dibutuhkan waktu 7 hari, CPM hanya 1 hari, Pekerjaan Laston lapis antara (AC-BC) di Kurva-S dibutuhkan waktu 21 hari, CPM hanya 11 hari, Pekerjaan lapis perekat di Kurva-S dibutuhkan waktu 21 hari, CPM hanya 4 hari, Pekerjaan Laston lapis Aus (AC-WC) di Kurva-S dibutuhkan waktu 21 hari, CPM hanya 8 hari.
Daya Dukung Cerucuk Analisis Daya Kapasitas Daya Dukung Cerucuk pada Tanah Gambut dan Lunak di Kabupaten Siak sudarwanto darwan wanto
Racic : Rab Construction Research Vol 2 No 02 (2017): Terbitan Keempat Bulan Desember 2017
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.202 KB)

Abstract

trims
STUDI OPTIMALISASI KONFIGURASI STRUKTUR KUDA-KUDA ATAP BAJA RINGAN Hazmal Herman; Ridho Aidil Fitrah; Sabril Haris
Racic : Rab Construction Research Vol 3 No 01 (2018): Terbitan Kelima Bulan Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.21 KB)

Abstract

Roof truss of lightweight steel has been used for any types of construction. Functioned as the truss, this could makes variations of roof truss configuration which depended on construction necessity and performance on certain span. Then, this research analyzed the configurations for short span and intermediate span. The result will recommend roof truss configuration which used light weight steel. The analysis used software SAP 2000 v.19. The lightweight steel section is channel section of C 75.35.0,75 which is found on any store building. In general, the result of this analysis were tensile and compressive ratio which is obtained by comparison of internal force and section capacity. This calculation also referred to SNI 7971:2013 code. Then, tensile and compression ratio are obtained less than 0,9 for each configurations and spans. So, the structure are stable. However, Fink and Cremona configuration have considerable results which give the smallest tensile and compression ratio compared to another configurations for short span and intermediate span respectively. It can be concluded that Fink and Cremona were recommended for lightweight steel truss for short spans and intermediate spans. Lightweight steel section C 75.35.0,75 also can be used in this configuration.
KELAYAKAN JALAN DENGAN METODE AHP PADA RUAS JALAN TEMPULING – TEMBILAHAN Rahmat Tisnawan; Benny Hamdi Rhoma Putra
Racic : Rab Construction Research Vol 3 No 01 (2018): Terbitan Kelima Bulan Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.062 KB)

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan sangat pesat perkembangannya yang dilakukan pemerintah untuk menghubungkan satu daerah ke daerah lain untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan sosial. Pelaksanaan pembangunan jalan memerlukan pendanaan yang sangat besar dan penentuan jenis konstruksi jalan yang sesuai dengan kondisi daerah tersebut. Diperlukan suatu keputusan yang tepat dalam penanganan proyek insfrastruktur jalan, sehingga diperlukan suatu metode untuk pengambilan keputusan untuk memilih alternatif yangsesuai. Salah satu metode untuk pengambilan keputusan adalah AHP (Analytytic Hierarchy Process). Studi ini mengkaji penerapan metode Analytytic Hierarchy Process (AHP) untuk menilai kelayakan konstruksi jalan yang cocok untuk diterapkan di jalan Tempuling – Tembilahan. Dari hasil analisa didapatkan bahwa daya tahan terhadap pergerakan tanah merupakan faktor teknis yang paling penting, sedangkan faktor non teknis yang paling penting adalah kenyamanan permukaan jalan untuk penilaian kelayakan konstruksi jalan. Dari 8 faktor yang digunakan, konstruksi beton unggul 4 faktor yaitu daya tahan terhadap cuaca, daya tahan terhadap pergerakan tanah, daya tahan terhadap perubahan lalu lintas dan jangka waktu perawatan. Sedangkan konstruksi aspal unggul pada kenyamanan permukaan jalan, kemudahan pelaksanaan, ketersediaan sumber daya dan biaya. Penilaian akhir didapat nilai eigen konstruksi beton sebesar 0.65 sedangkan konstruksi aspal sebesar 0.35, sehingga untuk ruas jalan Tempuling – Tembilahan konstruksi jalan beton lebih layak diterapkan.
DESKRIPSI SERTIFIKASI KOMPETENSI TUKANG LOKAL DI PROVINSI SUMATERA BARAT Gusni Vitri; Deni Irda Mazni
Racic : Rab Construction Research Vol 3 No 01 (2018): Terbitan Kelima Bulan Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.331 KB)

Abstract

The construction regulation desires that every user and service provider is required to hire a construction worker who has a work competency certificate. As one skilled manpower, construction craffs give a significant contribution to the quality of construction works. The Construction Services Development Agency (LPJK) of West Sumatera Province as an organization for the construction service community has an important role in the certification registration of construction craffs. This is a descriptive quantitative research, with primary and secondary data collection from related stakeholders. Analyzes were performed for the data of the number of certification participants in the construction building workers category with architectural classification (TA code), civil classification (code TS) and environment (Code TT) in West Sumatera Province from 2014 until October 2017. The results showed that the number of registered construction craffs during the period as many as 3286 people and only 16.71% of that number who have identity cards domicile in the province of West Sumatra. As many as 83.29% registered construction craffs are from various regions in Indonesia (outside West Sumatra Province). Registration to obtain certificate of competence is mostly done in year 2015.
ANALISIS MODEL BANGKITAN DAN TARIKAN PERGERAKAN KABUPATEN ROKAN HULU Fitra Ramdhani; Rahmat Tisnawan
Racic : Rab Construction Research Vol 3 No 01 (2018): Terbitan Kelima Bulan Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1453.466 KB)

Abstract

ABSTRACT Rokan Hulu regency is a regency from region expansion of Kampar regency with Pasir Pangaraian as a capital of regency, Riau Province. Development of transportation in this area should be able to support the efforts of equity and the spread of regional development. This is because the fulfillment of the available needs are located elsewhere so as to affect the magnitude of trip generation and trip attraction. The analysis of the model of trip generation and trip attraction by using a model of zone-based correlation analysis with step wise 2 method to determine the number of trip generation and trip attraction that occurs at this time to predict the movement that occurred in the future. Based on the results of the model analysis of trip generation and trip attraction to predict the trip generation and trip attraction in Rokan Hulu regency that is the trip Generation (Y1) = 8081,628 + 40,025X5 +148,196X6 + 2258,231X7-1714,622X8 + 5236,070X9 + 283,860X10- 19684,192 X11 + 512,363X12-743,228X13 +180,360X15 with coefficient of determination value R2 = 0,923. While trip attraction (Y2) = 12596,939+ 67,752X3-133,661X6 + 1632,938X7-852,571X8 + 12121,156X9 + 231,056X10-17170,524X11+ 597,632X12-22103,205X13 + 193,0097X15 with the coefficient of determination R2 = 0.915. Key words: model, trip generation, trip attraction
INSPEKSI VISUAL RETAKAN PADA ATAP BETON GEDUNG THARIQ BIN ZIYAD Ahmad Zaki; Lukman Murdiansyah
Racic : Rab Construction Research Vol 3 No 01 (2018): Terbitan Kelima Bulan Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.39 KB)

Abstract

Banyak laporan menyatakan betapa seriusnya masalah yang berkaitan dengan retakan yang terjadi pada struktur beton bertulang di seluruh dunia. Yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan dan kehancuran pada struktur beton bertulang. Retakan adalah kerusakan pada struktur beton yang memerlukan perbaikan atau penggantian. Analisa tingkat kerusakan seawal mungkin atas retakan yang terjadi pada struktur beton bisa mengurangi dampak yang lebih besar dan dapat mengefesienkan biaya perbaikan pada struktur beton tersebut. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pengujian tanpa kerusakan (non-destructive testing (NDT) method) pada struktur beton tersebut, yaitu: teknik inspeksi visual (visual inspection technique). Dalam penelitian ini, inspeksi visual dilakukan untuk menilai retakan pada atap beton gedung Thariq bin Ziyad, Universitas Abdurrab.

Page 5 of 17 | Total Record : 165