Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles
40 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 3 (2024)"
:
40 Documents
clear
Implementasi Pembelajaran Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Siti Natri;
Ahmadin Ahmadin;
Muslim Muslim
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5943
Pembelajaran kurikuler merupakan upaya untuk mengangkat profil siswa Pancasila . Berdasarkan inisiatif pembelajaran ekstrakulikuler yang dilaksanakan untuk meningkatkan karakter atau kompetensi sesuai dengan aspek profil siswa Pancasila . Permasalahan  yang muncul dalam proses implementasi pembelajaran berbasis projek penguatan profil pelajar Pancasila  masih belum maksimal, karena pendidikan karakter yang ada pada anak masih belum sempurna dan masih ada kendala, seperti menurunnya rasa tanggung jawab, serta kemandirian yang kurang. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan implementasi penguatan profil pelajar Pancasila  melalui pembelajaran berbasis projek. Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan nilai pembelajaran berbasis dalam meningkatkan profil pelajar Pancasila  serta menunjukkan kapasitas keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia, toleransi terhadap keberagaman serta kerja sama tim.
Creating Nature-Friendly Behaviour in Nursery School Student
Zulkifli Rangkuti;
EE. Junaedi Sastradiharja;
M. Azhar Al Wahid;
Bahagia Bahagia;
Rimun Wibowo
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.1349
This study aims to determine the activities in learning to foster friendly behavior towards nature for children at the kindergarten level. The research method used a descriptive qualitative approach. In-depth interviews were used to collect data. The sample was selected through a purposive technique. The results are probed through triangulation techniques and triangulation sources. The research results show that a school that combines nature and school, even though it is not natural, plays a crucial role in fostering environmentally friendly behavior in children. The comprehensive environment provided by the school significantly influences children's behavior, as it meets their needs and encourages them to care for nature. However, it's important to note that there are children who like closed spaces. In addition, educational tours are a way to educate children and get to know the world of animals and plants firsthand. These stimuli can make children behave in caring for nature. Then, children given a garden visit learning method can let the child know the natural environment around them, starting from how to produce crops, harvest, and process crops—coupled with science learning where the events in the environment are used as an experiment in class. The impact is to make children know the causes and effects of events; it stimulates children to think creatively, analyze events, and become critical because they immediately see events. Friendly classrooms also include support for making children behave in a nature-friendly manner, and learning how to process waste from an early age makes it a habit not to produce much waste.
Urgensi Shared Book Reading at Home Pada Kemampuan Membaca Anak Usia 4-6 Tahun
Novita Rahmadhini;
Moniqa Rindri Brilian Amori;
Sha Zha Tanita Nur Riswanto;
Intan Muharommah;
Senny Weyara Dienda Saputri
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5805
Kegiatan membaca buku bersama atau Shared Book Reading (SBR) merupakan kegiatan membaca bersama yang dilakukan orang tua dengan anaknya di rumah. Kegiatan SBR memiliki pengaruh dan kaitannya dengan kemampuan membaca anak, sehingga SBR menjadi hal yang sangat signifikan untuk diimplementasikan dan dibiasakan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat urgensi pelaksanaan SBR pada kemampuan membaca anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun di Kabupaten Jember. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu survei, dilakukan dengan pengisian kuesioner melalui Google Form. Tahap analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SBR memiliki urgensi terhadap kemampuan membaca anak usia 4-6 tahun. Namun, dalam mengoptimalkan SBR diperlukan adanya faktor penunjang seperti pengadaan fasilitas berupa buku bacaan, lingkungan literasi yang nyaman di rumah, serta pendampingan kegiatan SBR yang lebih maksimal.
Komitmen Profesi Guru PAUD ditinjau dari Peran Kepemimpinan Perempuan
Saiful Anwar;
Sri Utaminingsih;
Shella Rachmawaty
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5942
Guru PAUD merupakan guru pertama dalam pendidikan selain orang tua yang memiliki peranan sentral dalam pembentukan karakter peserta didik kedepannya. Namun pada kenyataannya masih ada yang memandang sebelah mata komitmen profesi guru PAUD, komitmen profesi Guru PAUD dipandang sebelah mata karena menganggap pekerjaan Guru PAUD adalah yang termudah dibandingkan guru pada jenjang setelahnya, padahal meningkatkan komitmen profesi Guru PAUD tidak semudah itu, salah satunya diperlukan kepemimpinan yang tepat dalam organisasi PAUD itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan perempuan terhadap komitmen guru PAUD di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif eksplantory. Data dalam penelitian ini diambil menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi, dengan teknik pengambilan sample random sampling sebanyak 50 guru PAUD. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data yang menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki pengaruh terhadap komitmen Profesi Guru PAUD.
Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan PAUD Berbasis Kearifan Lokal Kebaharian di Kabupaten Konawe Kepulauan
Dwiputri Nirmala;
Rudiyanto Rudiyanto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5809
Artikel ini merupakan hasil penelitian dalam rangka mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan berbasis nilai-nilai kearifan lokal kebaharian. Metode penelitian menggunakan metode desain based research yang terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap penelitian pendahuluan, tahap prototyping, dan tahap penilaian. Pada praktiknya penelitian ini hanya menggunakan dua tahapan yaitu tahap yang pada praktiknya dilakukan melalui tahapan tahap penelitian pendahuluan dan prototyping. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat pesisir di Kabupaten Konawe Kepulauan Sulawesi Tenggara. Hasil pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan berbasis nilai-nilai kearifan lokal kebaharian dilakukan dengan menganalisis potensi sumber daya alam dan menganalisis budaya yang dilakukan oleh masyarakat bahari sebagai panduan dalam pengembangan tema pembelajaran dan perencanaan pembelajaran. Hasil analisis tersebut diperoleh bahwa budaya masyarakat bahari berupa astronomi berbasis budaya, pengetahuan mengenai hewan laut dan tumbuhan pesisir, teknologi tradisional, aktivitas bameti dan pengetahuan mengenai musim. Budaya tersebut selanjutnya dikembangakan dalam tema-tema pembelajaran dan perencanaan pembelajaran. Â
Efektivitas Rhytmic Movement Training terhadap Kematangan Sosial Anak Prasekolah
Diana Putri Arini;
Gracia Putri Aulia
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.6003
Upaya mengintegrasi gerak refleks menjadi gerak sadar dapat dilatih melalui Rytmic Movement Training (RMT). Kajian penelitian terdahulu menunjukkan Rhytmic Movement Therapy efektif untuk individu yang memiliki hambatan pada fungsi gerak dan gangguan koordinasi saraf. Tujuan penelitian ini untuk mengukur efektivitas RMT terhadap kematangan sosial untuk anak usia dini. Metode penelitian menggunakan one group pretest-posttest design dengan alat ukur menggunakan vineland social maturity scale (VSMS).  Penentuan responden berdasarkan hasil rekomendasi guru dan persetujuan dari orangtua untuk mengikuti kegiatan. Ada 14 responden yang terbagi dalam dua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol. Kegiatan dilakukan selama dua bulan pada masing-masing responden dengan dua kali latihan. Pengukurang dilakukan secara dua kali sebelum pemberian perlakuan dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kematangan sosial pada kelompok kontrol dan eksperimen. Pada kelompok eksperimen menunjukkan tidak ada perbedaan kematangan sosial sebelum dan sudah perlakuan. Hal ini terjadi dikarenakan tidak secara tekun dilakukan oleh orangtua. Oleh karena itu, peran aktif orang tua dalam pelaksanaanÂ
Implementasi Pemanfaatan Bahan Alam untuk Mengembangkan Kemampuan Klasifikasi Anak Usia Dini
Yenny Wardati Arifah;
Dewi Eko Wati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.3236
Perkembangan kognitif, khususnya kemampuan klasifikasi, pada dasarnya bertujuan untuk anak dapat bereksplorasi dan mengklasifikasikan lingkungan alam dengan panca inderanya. Jika perkembangan kognitif anak tidak optimal, maka fungsi berpikir tidak dapat digunakan secara cepat dan tepat untuk menyikapi situasi untuk problem solving dalam pembelajaran klasifikasi menggunakan media bahan alam karena sangat mudah diperoleh dan murah, tetapi dapat digunakan secara efektif serta efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi pemanfaatan bahan alam untuk mengembangkan kemampuan klasifikasi anak kelompok B. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh; (1) proses persiapan yaitu, RPPH, pedoman media dan penggunaaan alat serta bahan alam seperti buah, bebatuan, pelepah, dedaunan dan biji-bijian; (2) proses pelaksanaan yaitu, guru memberikan fasilitas, memberikan kesempatan, dan mengembangkan kemampuan; (3) proses evaluasi yaitu, pengamatan selama kegiatan kemudian memberikan kesempatan anak untuk menyampaikan pengalamannya dan mengunakan teknik evaluasi berupa ceklis, anekdot serta hasil karya anak.
Peningkatan Kemampuan motorik Kasar melalui Permainan Hadrah pada Anak Usia Dini
Naldien Syarran;
Sudaryanti Sudaryanti;
Ahmad Afiif
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5914
Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi alwal perkembangan anak usai dini dalam mempersiapkan kehidupan yang akan datang bagi anak. Tujuan penelitian ini. Media yang digunakan adalah bermain Hadrah atau Rabana. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini menunjukan perkembangan morik kasar pada anak usia dini di TK Sulthoni sudah terselenggara dengan baik. Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesilpulan bahwa perkembangan motorik di TK Sulthoni dapat membantu anak dapat memegang alat musik hadrah dengan menggunakan satu tangan dan satu tangannya lagi memukul alat tersebut, kemampuan mengkoordinasikan lagu dan gerakan sesuai dengan ritmenya, perkembanagn motorik kasar pada anak dapat membantu dan melatih keseimbangan pada anak, dan meningkatkan kemampuan fisik bagi anak.
Strategi Mengembangkan Kemampuan Sosial Emosional pada Anak Pervasive Developmental Disorder-Not Otherwise Specified
Estahayati Sitompul;
Nungki Sri Handayani;
M.B. Rini Wahyuningsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5725
Perkembangan sosial emosional adalah aspek perkembangan yang penting untuk dimiliki oleh setiap individu. Namun, tidak semua anak dapat mengembangkan kemampuan sosial emosional ini dengan maksimal karena adanya gangguan. Salah satu gangguan yang terjadi adalah Pervasive Developmental Disorder - Not Otherwise Specified (PDD - NOS). Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi yang digunakan pada anak PPD-NOS untuk membantu mengembangkan kemampuan sosial emosionalnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu anak dengan PDD-NOS. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur terhadap orang tua, observasi langsung perilaku anak di rumah, dan observasi tidak langsung perilaku anak melalui YouTube dan TikTok. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan pada anak PDD-NOS adalah Applied Behavior Analysis (ABA), role-play, playing, dan latihan menjelaskan. Terlihat bahwa anak tersebut sudah dapat berkomunikasi dua arah dengan orang lain, memberikan kontak mata ketika berkomunikasi dan berusaha tidak meninggikan suara ketika berkomunikasi.Â
Exploring the Nexus Between English Language Competency in Listening Skills and Emotional Social Development
Marudut Bernadtua Simanjuntak
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5401
This research embarks on a profound exploration into the intricate interplay between English language proficiency, with a specific emphasis on listening skills, and the emotional social development of young children within the realm of early childhood education. Employing a blend of descriptive qualitative research and an extensive literature review, this study unveils the profound impact of language competence on the emotional expression and social interactions of early learners. The findings unearth a spectrum of language proficiency levels among early childhood education students, influenced by factors such as extracurricular exposure to English and pedagogical approaches. Remarkably, students endowed with higher listening skill competence manifest increased self-assuredness in emotional expression and active participation in social interactions. Conversely, those with more restricted linguistic abilities encounter hurdles in articulating emotions and navigating social integration. The pivotal role of educators emerges as a central theme, where positive teacher-student relationships and inclusive classroom environments foster language development and emotional maturation. Moreover, this study delineates best practices and strategies, including interactive learning activities and family engagement, as potent tools for augmenting language proficiency within early childhood education settings. These profound insights accentuate the salience of linguistic development as an indomitable cornerstone of holistic child advancement and bear far-reaching implications for educators, policymakers, parents, and scholars alike, all with a shared aspiration of nurturing linguistic and emotional sagacity among the burgeoning minds of young learners