cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Peningkatan Fungsi Menelan dengan Latihan Menelan pada Pasien Stroke yang Mengalami Disfagia Yuhyen Yuhyen; Agianto Agianto; Rismia Agustina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13401

Abstract

Dysphagia is a complication that often appears in stroke patients which can cause aspiration. One of the nursing interventions to treat dysphagia in stroke patients is swallowing exercises. This study aims to determine the effectiveness of swallowing exercises on swallowing function in stroke patients with dysphagia. This study was a literature review involving twelve literature obtained from three databases, namely: Google Scholar, Pubmed and ScienceDirect during 2010 to 2020, with the criteria of using a true experiment or quasy experiment design and involving stroke patients with dysphagia. The results of the review show that there were three swallowing exercise techniques found, namely effortful swallow, shaker exercise and Mandelsohn maneuver. Variation in duration of each technique was 20 minutes to 60 minutes. There were several articles that did not mention the technique and duration of swallowing exercises. Several articles combined swallowing exercise with other interventions such as electrical stimulation, vitalstim therapy, and acupuncture; with better results than a single intervention. Furthermore, it was concluded that the three swallowing exercise techniques proved effective in improving swallowing function in stroke patients with dysphagia.Keywords: dysphagia; swallowing exercises; strokesABSTRAK Disfagia merupakan salah satu komplikasi yang sering muncul pada pasien stroke yang dapat menyebabkan aspirasi. Salah satu intervensi keperawatan untuk mengatasi disfagia pada pasien stroke adalah latihan menelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan menelan terhadap fungsi menelan pada pasien stroke dengan disfagia. Studi ini merupakan literature review yang melibatkan dua belas literatur yang diperoleh dari tiga database yaitu: Google Scholar, Pubmed dan ScienceDirect selama tahun 2010 sampai 2020, dengan kriteria yaitu menggunakan rancangan true experiment atau quasy experiment dan melibatkan pasien stroke dengan disfagia. Hasil review menunjukkan bahwa ada tiga teknik latihan menelan yang ditemukan yaitu effortful swallow, shaker exercise dan mandelsohn maneuver. Variasi durasi dari masing-masing teknik adalah 20 menit sampai 60 menit. Ada beberapa artikel yang tidak menyebutkan teknik dan durasi latihan menelan. Beberapa artikel juga mengkombinasikan latihan menelan ini dengan intervensi lain seperti stimulasi listrik, terapi vitalstim, dan akupuntur; dengan hasil yang lebih baik daripada intervensi tunggal. Selanjutnya disimpulkan bahwa ketiga teknik latihan menelan terbukti efektif untuk meningkatkan fungsi menelan pasien stroke dengan disfagia.Kata kunci: disfagia; latihan menelan; stroke
Efektifitas Pemberian Terapi Akupuntur Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Elsi Sopiyatul Fuadah; Rohayati Rohayati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13404

Abstract

Acupuncture is a simple and effective complementary therapy. This study aims to determine the use of acupuncture therapy to treat hypertension. This study is a literature review using the Proquest, Sciencedirect, Pubmed, Taylor&Francis, and Google Scholar databases. The keywords used were "acupuncture", "hypertension", "high blood pressure", "complementary therapy". The collected articles were processed manually and extracted into tables, then analyzed descriptively. There were 10 articles which showed that acupuncture significantly had an effect on reducing hypertension. The benefits of acupuncture are reducing headaches, maintaining body balance such as reducing stress and tension, and can increase the body's immunity against other diseases. It was concluded that acupuncture therapy could be a complementary therapy option in reducing hypertension.Keywords: acupuncture; hypertension; complementary therapy ABSTRAK Akupuntur merupakan salah satu terapi komplementer yang sederhana dan efektif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaataan terapi akupuntur untuk mengatasi hipertensi. Studi ini merupakan literatur review menggunakan database Proquest, Sciencedirect, Pubmed, Taylor&Francis, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah “acupuncture”, “hypertension”, “high blood pressure”, “complementary therapy”. Artikel yang terkumpul diolah secara manual dan diekstrak ke dalam tabel, lalu dianalisis secara deskriptif. Didapatkan 10 artikel yang menunjukkan bahwa akupuntur secara signifikan memiliki efek dalam menurunkan hipertensi. Manfaat akupuntur adalah mengurangi nyeri kepala, memelihara keseimbangan tubuh seperti mengurangi stress dan ketegangan, serta dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit lainnya. Disimpulkan bahwa terapi akupuntur dapat menjadi salah satu pilihan terapi komplementer dalam menurunkan hipertensi.Kata kunci: akupuntur; hipertensi; terapi komplementer
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Self-Care pada Pasien Heart Failure Tuti Pahria; Tobi Pitora; Eka Afirmasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i4.2118

Abstract

Heart failure describes a complex clinical syndrome when the heart is unable to maintain sufficient cardiac output to meet the body's metabolic needs, which carries a high risk of death. This study aims to analyze the factors that influence self-care in patients with heart failure. This study was a literature review using 5 databases, namely Proquest, PubMed, Science Direct, Willey, and CINAHL which were published between 2011 and 2021. Furthermore, 11 articles that met the criteria were obtained. The results of the review show that in an effort to implement self-care in individuals with heart failure, a comprehensive assessment is needed so that factors that can influence the implementation of self-care can be identified. The application of good self-care can help individuals to prevent complications. Factors that could influence the application of self-care to individuals were knowledge, experience, skills, motivation, habits, functional and cognitive abilities, self-efficacy, support systems, and cultural values. It was concluded that the implementation of self-care in individuals with heart failure was influenced by several factors including knowledge, social support, self-efficacy and physical activity.Keywords: social support; heart failure; confidence; knowledge; self-care ABSTRAK Heart failure menggambarkan gambaran sindroma klinis yang kompleks ketika jantung tidak mampu mempertahankan curah jantung yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, yang memiliki resiko kematian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi self-care pada pasien dengan heart failure. Studi ini merupakan literature review menggunakan 5 database yaitu Proquest, PubMed, Science Direct, Willey, dan CINAHL yang diterbitkan dalam rentang tahun 2011 sampai dengan 2021. Selanjutnya didapatkan 11 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil review menunjukkan bahwa dalam upaya penerapan self-care pada individu dengan heart failure diperlukan pengkajian secara komprehensif sehingga dapat diketahui faktor yang dapat mempengaruhi penerapan self-care. Penerapan self-care yang baik dapat membantu individu untuk mencegah terjadinya komplikasi. Faktor yang dapat mempengaruhi penerapan self-care pada individu adalah pengetahuan, pengalaman, skill, motivasi, kebiasaan, kemampuan fungsional dan kognitif, self-efficacy, support system, serta nilai budaya. Disimpulkan bahwa penerapan self-care pada individu dengan heart failure dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan, dukungan sosial, self-efficacy dan physical activity.Kata kunci: dukungan sosial; heart failure; kepercayaan diri; pengetahuan; self-care
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Standar Pelayanan Minimal pada Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Jamal Abd. Kadir; Sabarinah Prasetyo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13407

Abstract

Community health centers are health service providers that are oriented towards minimum service standards, one of which is service to diabetes patients. This study aims to review various literature on factors affecting minimum service standards for people with diabetes mellitus, which were published in 2018 to 2022. A literature search was conducted on the Proquest, PubMed, Google Scholar and Sage Journal databases. The keywords used in the search are “diabetes” AND “minimum service standards”, AND “puskesmas”. There were 7 articles that met the criteria. Some literature shows that there are several factors that affect the minimum service standards at puskesmas for diabetes mellitus patients, namely high staff workload, lack of training, SOP implementation, culture and community awareness, collection of diabetes screening data, and facilities and infrastructure.Keywords: community health center; minimum service standards; diabetes mellitus ABSTRAK Pusat kesehatan masyarakat merupakan pemberi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada standar pelayanan minimal, yang salah satu di antaranya adalah pelayanan terhadap pasien diabetes. Studi ini bertujuan untuk meninjau berbagai literatur mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi standar pelayanan minimal pada penderita diabetes mellitus, yang diterbitkan pada tahun 2018 sampai 2022. Pencarian literatur dilakukan pada database Proquest, PubMed, Google Scholar dan Sage Journal. Kata kunci yang dipakai dalam pencarian adalah “diabetes” AND “standar pelayanan minimal”, AND “puskesmas”. Didapatkan 7 artikel yang memenuhi kriteria. Beberapa literatur menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi standar pelayanan minimal di puskesmas pada pasien diabetes mellitus yaitu beban kerja staf yang tinggi, kurangnya pelatihan, SOP pelaksanaan, budaya dan kesadaran masyarakat, pengumpulan data skrining diabetes, serta sarana dan prasarana.Kata kunci: pusat kesehatan masyarakat; standar pelayanan minimal; diabetes mellitus
Peningkatan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 pada Remaja di Banjar Nyamping Desa Gunaksa Dawan Klungkung Bali Ayu Made Ariani; Ni Kadek Muliawati; Ni Kadek Muliawati; Hendro Wahyudi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13419

Abstract

Covid-19 is a health problem that is of concern worldwide because of its rapid transmission. Efforts are being made to prevent transmission and reduce the increase in cases by implementing health protocols, but there are still many people who ignore health protocols, especially teenagers, so it is necessary to increase youth knowledge by providing health education. The purpose of this study was to determine the effect of health education on the implementation of the Covid-19 health protocol in adolescents. The research design is one group pretest-posttest. The sample size is 34 people selected by purposive sampling technique. Data collection is done through Google form. Health education is given online twice, rarely once a week, for 45 minutes. The results showed that the average application of the health protocol before the intervention was 29.32 and after the intervention was 79. The results of the difference test using the paired sample t test showed a p value = 0.000, meaning that there was a difference in the application of the health protocol between before and after the provision of health education. It was concluded that online media is a useful medium to help convey messages to make them easier to understand and more interesting, so that the target can learn and receive messages, so as to increase youth's knowledge about health, especially Covid-19.Keywords: Covid-19; health protocol; teenager; health education ABSTRAK Covid-19 merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian di seluruh dunia karena penularannya yang cepat. Upaya yang dilakukan untuk mencegah penularan dan mengurangi peningkatan kasus adalah dengan menerapkan protokol kesehatan, tetapi masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan khususnya remaja, sehingga perlu meningkatkan pengetahuan remaja dengan memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada remaja. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest-postest. Ukuran sampel adalah 34 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui Google form. Pendidikan kesehatan diberikan secara online sebanyak dua kali dengan jarang satu minggu, selama 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata penerapan protokol kesehatan sebelum intervensi adalah 29,32 dan sesudah intervensi adalah 79. Hasil uji perbedaan menggunakan paired sample t test menunjukkan nilai p value = 0,000, berarti ada perbedaan penerapan protokol kesehatan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Disimpulkan bahwa media online merupakan media yang bermanfaat untuk membantu menyampaikan pesan agar lebih mudah dipahami dan lebih menarik, sehingga sasaran dapat mempelajari dan menerima pesan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan terutama Covid-19.Kata kunci: Covid-19; protokol kesehatan; remaja; pendidikan kesehatan
Terapi Pijat dalam Penanganan Spastisitas Hemiparesis Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Sinyo Pelani; Agianto Agianto; Rismia Agustina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk302

Abstract

Spasticity is a symptom of stroke which can lead to weakness and disability. A series of recovery can be done, one of which is using massage therapy. Massage differs in the type of procedure, duration of administration, duration of disease onset, and effectiveness. So it is necessary to do a literature study that aims to determine the effectiveness of massage therapy in the treatment of upper extremity hemiparesis spasticity in stroke patients. This literature review searches for articles 2000-2020 in Indonesian and English, from Pubmed, Science Direct, and Google Scholar. Assessment of article quality using JBI's Critical Appraisal Tools. Data synthesis in narrative form. The results of the study obtained 4 synthesized articles. Tuina can be given without or in addition to other interventions. Tuina is effective for reducing upper extremity muscle spasticity at disease onset 1-3 months. It was concluded that Tuina was effective in reducing upper extremity spasticity and could be given to post-stroke patients 1-3 months.Keywords: massage; spasticity; strokesABSTRAK Spastisitas merupakan gejala stroke yang dapat mengakibatkan kelemahan dan kecacatan. Serangkaian pemulihan dapat dilakukan, salah satunya adalah menggunakan terapi pijat. Pemijatan memiliki perbedaan dalam jenis prosedur, durasi pemberian, lama onset penyakit, dan keefektivitasannya. Maka perlu dilakukan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi pijat pada penanganan spastisitas hemiparesis ekstremitas atas pada pasien stroke. Tinjauan literatur ini mencari artikel tahun 2000-2020 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dari Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar. Penilaian kualitas artikel menggunakan JBI’s Critical Apraisal Tools. Sintesis data dalam bentuk naratif. Hasil studi memperoleh 4 artikel yang disintesis. Tuina dapat diberikan tanpa atau dengan tambahan intervensi lain. Tuina efektif untuk menurunkan spastisitas otot ekstremitas atas pada onset penyakit 1-3 bulan. Disimpulkan bahwa Tuina efektif untuk menurunkan spastisitas ekstremitas atas dan dapat diberikan pada pasien pasca stroke 1-3 bulan.Kata kunci: pijat; spastisitas; stroke
Kompres Daun Kubis untuk Menurunkan Pembengkakan Payudara pada Ibu Post Partum Risza Choirunissa; Wika Natalia; Retno Widowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk341

Abstract

Swelling of the breasts is influenced by the mother's frequency of breastfeeding, the duration of breastfeeding. Most of the breast swelling is given anti-inflammatory drug therapy, however, there are several ways of complementary breast care that can be done to reduce breast swelling. This study aims to determine the effect of giving cabbage leaf compresses to breast swelling in post partum mothers. This experimental study used a pre-test and post-test design without a control group. The sampling technique uses total sampling. Data were analyzed descriptively and then tested the hypothesis using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that before being given a cabbage leaf compress there were 43.3% of respondents experiencing breast swelling on a scale of 5, and after being given a cabbage leaf compress there were 56.7% with breast swelling on a scale of 1. P value = 0.000, which means there is a difference in the scale of breast swelling between before and after the intervention. It was concluded that cabbage leaf compresses are effective for reducing postpartum breast swelling.Keywords: cabbage leaves; compress; breast swelling ABSTRAKA.      Pembengkakan payudara dipengaruhi oleh frekuensi ibu untuk menyusui, durasi menyusui. Pembengkakan payudara sebagian besar diberikan terapi obat anti inflamasi, namun demikian beberapa cara perawatan payudara komplementer yang dapat dilakukan untuk mengurangi pembengkakan payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres daun kubis terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain pre-test and post-test without control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis secara deskriptif lalu dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum diberikan kompres daun kubis terdapat 43,3% responden mengalami pembengkakan payudara skala 5, dan setelah diberikan kompres daun kubis terdapat 56,7% dengan pembengkakan payudara skala 1. Nilai p = 0,000, yang berarti ada perbedaan skala pembengkakan payudara antara sebelum dan setelah intervensi. Disimpulkan bahwa kompres daun kubis efektif untuk menurun pembengkakan payudara ibu post partum.Kata kunci: daun kubis; kompres; pembengkakan payudara
Kualitas Lingkungan Fisik Tempat Kerja dan Kejadian Covid-19 di Perkantoran Kota Tanjungpinang Luh Pitriyanti; Mutia Diansafitri; Ulfa Hanum; M. Fadil Idris
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14329

Abstract

COVID-19 is a pandemic that has hit the world since the beginning of 2020. Several cases of the spread of COVID-19 have been detected in the workplace. The purpose of this study was to determine the relationship between physical work environment factors (temperature, humidity, lighting, ventilation area and room volume) with the incidence of COVID-19 in offices in Tanjungpinang City. This research is a cross-sectional study. The sample was 67 workplaces selected by purposive sampling technique. The results of the hypothesis test showed that the p-value for the ventilation area factor was <0.05, while for temperature, humidity, lighting and room volume it was >0.05. It was concluded that the factor associated with the incidence of COVID-19 in offices is ventilation area.Keywords: COVID-19; offices; ventilation area ABSTRAK COVID-19 merupakan pandemi yang melanda dunia sejak awal tahun 2020. Beberapa kasus penyebaran COVID-19 terdeteksi terjadi di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan kerja fisik (suhu, kelembaban, pencahayaan, luas ventilasi dan volume ruangan) dengan kejadian COVID-19 di perkantoran di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini adalah studi cross-sectional. Sampel adalah 67 tempat kerja yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p untuk faktor luas ventilasi adalah <0,05, sedangkan untuk suhu, kelembaban, pencahayaan dan volume ruangan adalah >0,05. Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian COVID-19 di perkantoran adalah luas ventilasi.Kata kunci: COVID-19; perkantoran; luas ventilasi
Pemberian Air Kelapa Muda untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Tikus dengan Sindroma Metabolik Arrizki Azka Pratama; Siti Thomas Zulaikhah; Atina Hussaana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk335

Abstract

Metabolic syndrome can be associated with increased lipid peroxidation processes which are characterized by increased levels of MDA, associated with inflammation which is characterized by abnormal production of proinflammatory cytokines, associated with oxidative stress, decreased antioxidants and increased ROS. The purpose of this study was to prove the effect of young coconut water on fasting blood glucose, HbA1C, IL-6 and MDA levels in rats with metabolic syndrome. This experimental research design was posttest only with control group. Twenty four male Wistar rats were used in this study, which were randomly divided into 4 groups, namely group K1 (control); K2 (MS); K3 (MS+ young coconut water 8 mL/200 gBW); K4 (MS + metformin 45 mg/kg BW). Induction of metabolic syndrome rats were given food high in fat and fructose, folic acid for 14 days and Streptozotocin (STZ) 65 mg/kgBB and Nicotinamide 230 mg/kgBB for 3 days. Data on fasting blood glucose, IL-6 and MDA levels were analyzed using the One Way Anova test, while HbA1C levels were using the Kruskal Wallis test. The results of the analysis showed that the average fasting blood glucose, HbA1C, IL-6 and MDA levels in K2 increased compared to K1, decreased in K3 compared to K2 as well as in K4. P value = 0.000, it was concluded that young coconut water has proven to have an effect on fasting blood glucose, HbA1C, IL-6 and MDA levels in rats with metabolic syndrome.Keywords: young coconut water; metabolic syndrome; fasting glucose levels; IL-6 level; MDA levels ABSTRAK Sindroma metabolik dapat dikaitkan dengan peningkatan proses peroksidasi lipid yang ditandai dengan meningkatnya kadar MDA, berhubungan dengan inflamasi yang ditandai dengan produksi sitokin proinflamasi yang abnormal, berhubungan dengan stress oksidatif, penurunan antioksidan dan peningkatan ROS. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh air kelapa muda terhadap kadar glukosa darah puasa, HbA1C, IL-6 dan MDA pada tikus dengan sindroma metabolik. Desain penelitian eksperimental ini adalah posttest only with control group. Dua puluh empat ekor tikus jantan galur wistar digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi menjadi 4 kelompok secara random yaitu kelompok K1 (kontrol); K2 (SM); K3 (SM+air kelapa muda 8 mL/200 gBB); K4 (SM+metformin 45 mg/kgBB). Induksi sindroma metabolik tikus diberikan makanan tinggi lemak dan fruktosa, asam folat selama 14 hari dan Streptozotocin (STZ) 65 mg/kgBB dan Nicotinamid 230 mg/kgBB selama 3 hari. Data kadar glukosa darah puasa, IL-6 dan MDA dianalisis dengan uji One Way Anova sedangkan kadar HbA1C dengan uji Kruskal Wallis. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata kadar glukosa darah puasa, HbA1C, IL-6 dan MDA pada K2 meningkat jika dibandingkan dengan K1, pada K3 terjadi penurunan dibandingkan dengan K2 begitu juga pada K4. Nilai p = 0,000, maka disimpulkan air kelapa muda terbukti berpengaruh terhadap kadar glukosa darah puasa, HbA1C, IL-6 dan MDA pada tikus dengan sindroma metabolik.Kata kunci: air kelapa muda; sindrom metabolik; kadar glukosa puasa; kadar IL-6; kadar MDA
Dampak Mie Instan terhadap Kadar Hemoglobin Mencit (Mus musculus) Indah Anggeriani; Erni Yohani Mahtuti; Previta Zeisar Rahmawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk346

Abstract

Hemoglobin functions to carry oxygen, carbon dioxide which is circulated to body tissues. When the blood lacks hemoglobin, the body will experience anemia. One of the factors that affect hemoglobin levels is nutrition. Instant noodles are foods that are high in carbohydrates, fat, but low in protein, vitamins and minerals. The purpose of this research was to determine the effect of instant noodle concentration on hemoglobin values in mice (Mus musculus). This experimental research used a pretest-posttest design. The sample consisted of 24 female mice (Mus musculus) aged 3-8 weeks, with a body weight of 20-35 grams, which were given 4 treatments. P1 was given instant noodles 0.31 g/kgBW/day, P2 was given instant noodles 0.34 g/kgBW/day, P3 was given instant noodles 0.39 g/kgBW/day, and P4 was given instant noodles 0.50 g/kgBW /day. All were administered orally using a gastric tube. The intervention was carried out for 3 days of observation. Hb value is determined by Hb-meter. The result of the normality test is p = 0.390, the result of the homogeneity test is p = 0.839), so that a paired sample t-test can be carried out which produces a p value of less than 0.05. It can be said that there are differences in hemoglobin levels between before and after the intervention in all groups. It was concluded that instant noodles had an effect on reducing Hb levels in mice. It is recommended that if you consume instant noodles, you should add nutrients that meet the body's needs.Keywords: hemoglobin; instant noodles; oral administration ABSTRAK Hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen, karbondioksida yang diedarkan ke jaringan tubuh. Ketika darah kekurangan hemoglobin, maka tubuh akan mengalami anemia. Salah satu faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah nutrisi. Mie instan merupakan makanan yang tinggi karbohidrat, lemak, tetapi rendah protein, vitamin dan mineral. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui efek konsentrasi mie instan terhadap nilai hemoglobin pada mencit (Mus musculus). Penelitian eksperimental ini menggunakan pretest-posttest design. Sampel berupa 24 ekor mencit (Mus musculus) betina berusia 3-8 minggu, denga berat badan 20-35 gram, yang diberi 4 perlakuan. P1 diberi mie instan 0,31 g/kgBB/hari, P2 diberi mie instan 0,34 g/kgBB/hari, P3 diberi mie instan 0,39 g/kgBB/hari, dan P4 diberi mie instan 0,50 g/kgBB/hari. Semua diberikan secara oral menggunakan sonde lambung. Intervensi dilakukan selama 3 hari pengamatan. Nilai Hb dintentukan dengan Hb-meter. Hasil uji normalitas adalah p = 0,390, hasil uji homogenitas adalah p = 0,839), sehingga bisa dilakukan paired sample t-test yang menghasilkan nilai p kurang dari 0,05. Bisa dikatakan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin antara sebelum dan sesudah intervensi pada semua kelompok. Disimpulkan bahwa mie instan berpengaruh menurunkan kadar Hb mencit. Disarankan bahwa jika mengkonsumsi mie instan, hendaknya ditambahkan zat gizi yang memenuhi kebutuhan tubuh.Kata kunci: hemoglobin; mie instan; pemberian oral 

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue