cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Dewi Soviatus Zahro; Gamasiano Alfiansyah; Novita Nuraini; Angga Rahagiyanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13409

Abstract

Delay in returning medical records is one of the things that can affect the quality of medical record services and have an impact on the continuity of the hospital. This study aims to determine the factors causing the late return of inpatient medical records at the hospital based on Lawrence Green Theory which consists of: predisposing, enabling and reinforcing factors. A total of 22 articles met the inclusion and exclusion criteria. The results of the study show that predisposing factors include: knowledge, attitude, discipline, lack of training, level of education; Enabling factors include: the absence of special officers, the long distance between the inpatient room and the medical record installation, and the not yet optimal utilization of facilities and infrastructure; reinforcing factors include: the absence of rewards and punishments, and the lack of dissemination of SOPs to officers. Efforts that can be made are increasing knowledge, level of discipline and holding training and seminars to make officers understand more about the importance of returning medical records before 2 times 24 hours, bearing in mind that not all officers have a medical record background and need socialization of the SOP for returning inpatient medical records on a regular basis because along with the development of knowledge and guidance information on quality services is needed.Keywords: medical record; inpatient; return delayABSTRAK Keterlambatan pengembalian rekam medis merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi mutu pelayanan rekam medis dan berdampak pada kesinambungan rumah sakit. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di rumah sakit berdasarkan Teori Lawrence Green yang terdiri atas: faktor predisposing, enabling dan reinforcing. Sebanyak 22 artikel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil studi menunjukkan bahwa predisposing factors mencakup: pengetahuan, sikap, kedisiplinan, kurangnya pelatihan, tingkat pendidikan; enabling factors mencakup: belum adanya petugas khusus, jauhnya jarak antara ruang rawat inap dan instalasi rekam medis, dan belum optimalnya pemanfaatan sarana dan prasarana; reinforcing factors mencakup: belum adanya reward dan punishment, serta kurangnya sosialisasi SOP kepada petugas. Upaya yang dapat dilakukan ialah meningkatkan pengetahuan, tingkat kedisiplinan dan diadakan pelatihan dan seminar untuk membuat petugas lebih memahami tentang pentingnya pengembalian rekam medis sebelum 2 kali 24 jam, mengingat tidak semua petugas berlatar belakang rekam medis dan perlu sosialisasi SOP pengembalian rekam medis rawat inap secara berkala karena seiring berkembangnya pengetahuan dan informasi tuntunan akan pelayanan yang berkualitas sangat diperlukan.Kata kunci: rekam medis; rawat inap; keterlambatan pengembalian
Kebiasaan Sarapan, Status Gizi dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Indonesia Luthfi Sya'baniyah; Laksmi Widajanti; Alfi Fairuz Asna
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13411

Abstract

Breakfast can provide 15-30% of daily energy needs to start activities in the morning and contribute to a balanced nutritional status. This study aims to analyze the relationship between breakfast habits, nutritional status and learning achievement of elementary school students. The method applied is a systematic review. Literature was obtained from several databases namely SINTA, EBSCOhost, Scopus, DOAJ and ScienceDirect. 745 articles were obtained from 4 databases and 10 of them according to the study objectives. The results of the review show that breakfast habits are significantly related to learning achievement of elementary school students. Breakfast also plays a role in maintaining the balance of nutritional status. Breakfast and nutritional status are closely related to endurance, cognitive abilities, intellect, learning capacity, as well as physical and psychological growth of elementary school-age children.Keywords: breakfast habits; nutritional status; learning achievement ABSTRAK Sarapan dapat mencukupi 15-30% kebutuhan energi harian untuk memulai aktivitas di pagi hari dan berkontribusi terhadap keseimbangan status gizi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan, status gizi dan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Metode yang diterapkan adalah systematic review. Literatur diperoleh dari beberapa database yaitu SINTA, EBSCOhost, Scopus, DOAJ dan ScienceDirect. Didapatkan 745 artikel dari 4 database dan 10 artikel di antaranya sesuai dengan tujuan studi. Hasil review menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan berhubungan secara signifikan dengan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Sarapan juga berperan dalam menjaga keseimbangan status gizi.  Sarapan dan status gizi memiliki kaitan erat dengan daya tahan tubuh, kemampuan kognitif, intelektualitas, kapasitas belajar, serta pertumbuhan fisik maupun psikis anak usia sekolah dasar.Kata kunci : kebiasaan sarapan; status gizi; prestasi belajar
Pengaruh Ketersediaan Air Bersih dalam Rumah Tangga Terhadap Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Daerah Kawasan Pesisir dan Kepulauan Sunik Cahyawati; Rahma Tunny; Sahrir Sillehu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk441

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition so that children become too short for their age. With the magnitude of the impact caused by stunting, special attention is needed through the availability of clean water in the household, considering the availability of clean water is one of the programs implemented in reducing stunting. The purpose of this study was to analyze the effect of the availability of clean water in the household on the risk of stunting in toddlers in coastal and island areas. The research design used was cross-sectional, involving 181 toddlers aged 2-5 years in Waesala Village, Huamual Belakang District, West Seram Regency, who were selected by accidental sampling technique. Data was collected through interviews and measuring the toddler's height using a microtoise and then determining the Z-score. Data analysis was performed using the Chi-square test. P value = 0.262, which means that there Was no effect of the availability of clean water in the household on the risk of stunting in Waesala Village, Huamual Belakang District, West Seram District.Keywords: availability of clean water; stunting; toddler ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Dengan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh stunting maka maka perlu adanya perhatian khusus melalui ketersedian air bersih dalam rumah tangga, mengingat ketersediaan air bersih merupakan salah satu program yang diterapkan dalam penurunan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketersediaan air bersih dalam rumah tangga terhadap risiko kejadian stunting pada balita di daerah kawasan pesisir dan kepulauan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, yang melibatkan 181 balita berusia 2-5 tahun di Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran tinggi badan balita menggunakan microtoise dan kemudian menentukan Z-score. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Nilai p = 0,262 yang artinya tidak ada pengaruh ketersediaan air bersih dalam rumah tangga terhadap risiko kejadian stunting di Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat.Kata kunci: ketersediaan air bersih; stunting; balita
Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Sebagai Dominan Faktor Risiko Ibu pada Kejadian Stunting di Kabupaten Parigi Moutong Henrietta Imelda Tondong; Rachel Ferly Hosang; Arie Maineny; Widya Pani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk321

Abstract

Several factors that cause stunting are related to the characteristics of parents, especially mothers, including; education, employment, income, exclusive breastfeeding, diet and number of family members. So research is needed that aims to analyze maternal risk factors for stunting in Parigi Moutong Regency. The design of this study was case control, involving 308 respondents selected by simple random sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire. The data were analyzed descriptively in the form of frequency and proportion, the Chi-Square test was performed, then the logistic regression test was performed. The p value and ODD ratio for each risk factor for stunting are mother's age = 0.00 and 4.17, exclusive breastfeeding = 0.00 and 5.36, nutritional status = 0.00 and 4.59, mother's education = 0 .00 and 0.49, ANC = 0.00 and 4.29 and pregnancy interval = 0.00 and 3.54. It was concluded that the risk factors for stunting were mother's age, exclusive breastfeeding, nutritional status, mother's education, ANC and pregnancy spacing.Keywords: stunting; mother's age; Exclusive breastfeeding; nutritional status; mother's education; prenatal care; gestation intervalABSTRAK Beberapa faktor penyebab stunting berhubungan dengan karakteristik orang tua khususnya ibu, antara lain; pendidikan, pekerjaan, pendapatan, ASI eksklusif, pola makan dan jumlah anggota keluarga. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan menganalisis faktor risiko ibu pada kejadian stunting di Kabupaten Parigi Moutong. Rancangan penelitian ini adalah kasus control, yang melibatkan 308 responden yang dipilih dengan Teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi, dilakukan uji Chi-Square, lalu uji regresi logistik. Nilai p dan ODD ratio untuk masing-masing faktor risiko stunting adalah usia ibu = 0,00 dan 4,17, ASI eksklusif = 0,00 dan 5,36, status gizi = 0,00 dan 4,59, pendidikan ibu = 0,00 dan 0,49, ANC = 0,00 dan 4,29 dan jarak kehamilan = 0,00 dan 3,54. Disimpulkan bahwa faktor risiko dari stunting adalah usia ibu, ASI eksklusif, status gizi, pendidikan ibu, ANC dan jarak kehamilanKata kunci: stunting; usia ibu; ASI eksklusif; status gizi; pendidikan ibu; antenatal care; jarak kehamilan
Pengetahuan dan Motivasi Ibu untuk Memberikan Vaksin COVID-19 pada Anak Ellyzabeth Sukmawati; Dahlia Arif Rantauni; Norif Didik Nur Imanah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13437

Abstract

The Indonesian government has promoted the administration of the COVID-19 vaccine to children aged 6 to 11 years. So research is needed that aims to determine the correlation between knowledge and mother's motivation to give the COVID-19 vaccine to children. The design of this study was cross-sectional, involving 37 mothers with children aged 6-11 years, who were selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire. The data that has been collected was analyzed using the Kendall Tau correlation test. The results of this study showed a value of p = 0.027. Furthermore, it was concluded that there was a correlation between knowledge and the mother's motivation to give the COVID-19 vaccine to her child.Keywords: child; the COVID-19 vaccine; mother's knowledge; mother's motivation  ABSTRAK Pemerintah Indonesia telah menggalakan pemberian vaksin COVID-19 pada anak usia 6 sampai 11 tahun. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dengan motivasi ibu untuk memberikan vaksin COVID-19 pada anak. Rancangan penelitian ini yaitu cross-sectional, yang melibatkan 37 ibu yang memiliki anak berusia 6-11 tahun, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,027. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada korelasi antara pengetahuan dengan motivasi ibu untuk memberikan vaksin COVID-19 pada anaknya.Kata kunci: anak; vaksin COVID-19; pengetahuan ibu; motivasi ibu
Oral Hygiene Paliatif (Sebuah Laporan Kasus) Eva Rista Machdalena; Tiodora Sinambela; Sarita Saraswati; Rona Cahyantari Merduaty
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk402

Abstract

Routine oral hygiene can increase the body's natural defenses because saliva contains enzymes that can help the digestive process and control the normal flora in the mouth area. So a study is needed that aims to compare nutritional intake and also the nutritional status of clients after oral hygiene interventions. This case report involved an elderly woman with palliative care, with a multipathological disease. Data was collected from interviews, observations and documentation. From the results of the study, it was found that the client was composmentis, blood pressure = 130/89 mmHg, pulse = 89 times/minute; breathing = 20 times/minute; temperature = 36.8 oC; oxygen saturation = 99%, the conjunctiva is not pale, the sclera is not icteric. Vesicular breath sounds in both lung fields, no crackles and wheezing. The abdomen is distended, there is no tenderness, the spleen is not palpable, the right abdominal region is palpable. Warm acral, bilateral pitting edema, there is a wound in the right pedis area. From ECOG (Eastern Cooperative Oncology Group) scoring, Grade 3 was obtained, Karnofsky's score was 50. After a CGA (Comprehensive Geriatric Assessment) examination, Barthel index scale = 1, braden scale = 15, MNA SF (Mini Nutritional Assessment - Short) Form) = 7, MNA LF (Mini Nutritional Assessment – Long Form) = 14 (malnutrition), SARC-F = 4 (predictive of sarcopenia), Frail scale = 4. On anthropometric examination, estimated body weight = 40 kg, height = 162 cm, upper arm circumference = 18 cm, upper arm circumference percentile = 60%; body mass index = 15.1 (underweight). The medical diagnosis was Cystic Ovarian Neoplasm, Bilateral Pedis Ulcer with nutritional deficit problems and risk of infection. Oral hygiene was carried out twice a day for 5 days. After oral hygiene treatment, it was found that the client's oral condition looked better and there was a significant increase in appetite.Keywords: oral hygiene; nutritional status; palliative ABSTRAK Oral hygiene secara rutin dapat meningkatkan pertahanan tubuh yang alami karena air liur mengandung enzim yang dapat membantu proses pencernaan dan mengontrol flora normal pada area mulut. Maka diperlukan studi yang bertujuan untuk membandingkan asupan nutrisi dan juga status nutrisi klien setelah dilakukan intervensi oral hygiene. Laporan kasus ini melibatkan lansia perempuan dengan perawatan paliatif, dengan penyakit multipatologis. Data dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil pengkajian didapatkan klien composmentis, tekanan darah = 130/89 mmHg, nadi = 89 kali/menit; pernafasan = 20 kali/menit; suhu = 36,8 oC; saturasi oksigen = 99%, konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik. Suara napas vesikuler di kedua lapang paru, ronkhi dan wheezing tidak ada. Abdomen buncit, nyeri tekan tidak ada, hepar lien tidak teraba, teraba masa regio abdomen kanan. Akral hangat, pitting edema bilateral, terdapat luka di daerah pedis dekstra. Dari scoring ECOG (Eastern Cooperative Oncology Group) didapatkan Grade 3, untuk skor Karnofsky didapatkan nilai 50. Setelah dilakukan pemeriksaan CGA (Comprehensive Geriatric Assessment), didapatkan Barthel Indeks scale = 1, braden scale = 15, MNA SF (Mini Nutritional Assessment – Short Form) = 7, MNA LF (Mini Nutritional Assessment – Long Form) = 14 (malnutrisi), SARC-F = 4 (prediktif sarcopenia), Frail scale = 4. Pada pemeriksaan antropometri didapatkan berat badan estimasi = 40 kg, tinggi badan = 162 cm, lingkar lengan atas = 18 cm, persentil lingkar lengan atas = 60%; index massa tubuh = 15,1 (underweight). Diagnosa medis adalah Neoplasma Ovarium Kistik, Ulkus Pedis Bilateral dengan masalah defisit nutrisi dan risiko infeksi. Oral hygiene dilakukan dua kali dalam sehari  selama 5 hari. Setelah dilakukan perawatan oral hygiene didapatkan kondisi oral klien tampak lebih baik dan terdapat peningkatan nafsu makan yang cukup signifikan.Kata kunci: oral hygiene; status nutrisi; paliatif
Perilaku Masyarakat dalam Mengikuti Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kasongan II Hermanto Hermanto; Prinawati Prinawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk344

Abstract

The government's policy regarding Covid-19 vaccination has become a polemic in the community because there are still many people who are not willing to be vaccinated with one of the reasons being fear of side effects. So research is needed that aims to determine people's behavior and factors that influence willingness to take the Covid-19 vaccination at the Kasongan II Health Center. This study used a descriptive approach, involving 86 respondents selected by accidental sampling technique. Data collection used a questionnaire, then continued with data analysis using the Chi-Square statistical test. As many as 69.8% of respondents had a positive attitude and were willing to be vaccinated. The p-value for each factor was age = 0.861, gender = 0.019, education = 0.000, occupation = 0.000 and experience in obtaining information on the Covid-19 vaccine = 0.016. It was concluded that the factors influencing willingness to take the covid-19 vaccination were gender, occupation, education and information about the covid-19 vaccine.Keywords: behavior; covid-19 vaccine; factor                                                                                                                                                      ABSTRAK Kebijakan pemerintah tentang vaksinasi covid-19 menjadi polemik di masyrakat karena masih banyak masyarakat yang tidak bersedia di lakukan vaksinasi dengan salah satu alasan takut akan adanya efek samping. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan mengikuti vaksinasi covid-19 di Puskesmas Kasongan II.  Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, yang melibatkan 86 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, lalu dilanjutkan analisis data menggunakan uji statistik Chi- Square. Sebanyak 69,8% responden berperilaku positif dan bersedia divaksin. Nilai p untuk masing-masing faktor adalah umur = 0,861, jenis kelamin = 0,019, pendidikan = 0,000, pekerjaan = 0,000 dan pengalaman mendapatkan informasi vaksin covid-19 = 0,016. Disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kesedian mengikuti vaksinasi covid-19 adalah jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan informasi mengenai vaksin covid-19.Kata kunci: perilaku; vaksin covid-19; faktor
Muscle Energy Technique dan Micro Wave Diathermy untuk Menurunkan Nyeri pada Low Back Pain Aco Tang; Muh Thahir; Hasbiah Hasbiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk440

Abstract

Low back pain is pain that is felt in the lower back area, which can be local pain or radicular pain or both. This study aims to determine the effect of muscle energy technique and microwave diathermy on reducing pain in low back pain at Haji Makassar General Hospital. The research design used was one group pretest-posttest, which involved 20 low back pain sufferers at Haji Makassar General Hospital who were selected by purposive sampling technique, with the criteria of not suffering from a fracture. Pain was measured using a numeric rating scale (NRS). Differences in the level of bacteria between before and after the intervention were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the p-value was less than 0.05, meaning that there was a difference in pain levels between before and after the intervention. It was concluded that the muscle energy technique and microwave diathermy were effective in reducing pain levels in patients with low back pain.Keywords: muscle energy technique; microwave diathermy; pain level; low back pain ABSTRAK Low back pain adalah nyeri yang dirasakan pada daerah punggung bawah, dapat berupa nyeri lokal maupun nyeri radikuler atau keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh muscle energy technique dan microwave diathermy terhadap penurunan nyeri pada low back pain di RSUD Haji Makassar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest, yang melibatkan 20 penderita low back pain di RSUD Haji Makassar yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria tidak menderita fraktur. Nyeri diukur dengan menggunakan numeric rating scale (NRS). Perbedaan tingkat nteri antara sebelum dan sesudah intervensi dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p kurang dari 0,05, artinya ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa muscle energy technique dan microwave diathermy efektif untuk menurunkan tingkat nyeri pada penderita low back pain.Kata kunci: muscle energy technique; microwave diathermy; tingkat nyeri; low back pain
Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Alfiansyah, Gamasiano; Pratiwi, Dita Melinda; Nuraini, Novita; Nurmawati, Ida
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk355

Abstract

One of the characteristics of good medical record management is a complete medical record. This study aims to determine the factors causing the incomplete filling of inpatient medical record documents. The method used in this study was a literature review with 15 journal articles that had been selected according to the inclusion criteria. The results showed that there were several factors causing incomplete filling of inpatient medical record documents as seen from the "man" factor, namely lack of knowledge of officers, indiscipline of officers, lack of motivation of officers, high workload, and no training. The "machine" factor is the lack of communication between officers, the absence of monitoring and evaluation of medical records, and the absence of sanctions or rewards. The "method" factor, namely the implementation of filling out inpatient medical record documents is not in accordance with the SOP (Standard Operating Procedure). The "material" factor, namely medical record documents need to be simplified, there is no special room to fill in medical records, and there is no incomplete recapitulation data and the "money" factor, namely a limited budget. Hospitals need to pay attention to these factors so that they can maintain the quality of service and the quality of hospital medical records.Keywords: medical record documents; incompleteness; inpatient ABSTRAK Salah satu ciri penyelenggaraan rekam medis yang baik adalah rekam medis yang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah literature review dengan 15 artikel jurnal yang telah dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap yang dilihat dari faktor “man” yaitu kurangnya pengetahuan petugas, ketidakdisiplinan petugas, kurangnya motivasi petugas, beban kerja yang tinggi, dan tidak ada pelatihan. Faktor “machine” yaitu kurangnya komunikasi antar petugas, belum adanya monitoring dan evaluasi mengenai rekam medis, dan tidak adanya sanksi atau penghargaan. Faktor “method” yaitu pelaksanaan pengisian dokumen rekam medis rawat inap belum sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure). Faktor “material” yaitu dokumen rekam medis perlu disederhanakan, tidak adanya ruangan khusus untuk mengisi rekam medis, dan tidak ada data rekapitulasi ketidaklengkapan dan faktor “money” yaitu anggaran dana yang terbatas. Rumah sakit perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut sehingga dapat menjaga mutu pelayanan serta mutu rekam medis rumah sakit.Kata kunci: dokumen rekam medis; ketidaklengkapan; rawat inap
Pencegahan dan Perawatan Luka Ulkus Diabetik pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Jakarta Barat Rahmasari, Rini; Mataputun, Donny Richard
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk405

Abstract

Diabetic wounds occur as a result of neuropathy and vascular disorders which should be treated routinely, but were hampered during the pandemic due to fear of being exposed to Covid-19 and loss of livelihoods. So we need activities that aim to provide diabetic wound care for the prevention of advanced complications and for wound healing. This activity was given to 2 people with diabetes mellitus. Diabetic ulcer wound care was the prevention of injuries related to the 4 pillars of diabetes mellitus management, namely providing education, diet, exercise and taking medication regularly, which are emphasized to patients and their families. It was concluded that good wound care is necessary to prevent wound complications. During the Covid-19 pandemic, limited access to health care institutions required sufficient knowledge in health care, one of which was wound care.Keywords: Covid-19; diabetes; injury cure; diabetic ulcer ABSTRAK Luka diabetes terjadi akibat dari gangguan neuropati dan vaskuler yang seharusnya dirawat secara rutin, namun terhambat selama masa pandemi akibat takut terpapar Covid-19 dan hilangnya mata pencarian. Maka diperlukan kegiatan yang bertujuan memberikan perawatan luka diabetes untuk pencegahan komplikasi lanjut dan untuk penyembuhan luka. Kegiatan ini diberikan kepada 2 penderita diabetes mellitus. Perawatan luka ulkus diabetikum merupakan pencegahan luka terkait 4 pilar manajemen diabetes mellitus yaitu pemberian edukasi, diet, olahraga dan minum obat secara teratur, yang ditekankan kepada pasien dan keluarga pasien.  Disimpulkan bahwa perawatan luka yang baik sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi pada luka.  Pada masa pandemi Covid-19 akses yang terbatas pada instansi pelayanan kesehatan memerlukan pengetahuan yang cukup dalam penanganan kesehatan salah satunya perawatan luka.Kata kunci: Covid-19; diabetes; perawatan luka; ulkus diabetikum

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue