cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Dukungan Keluarga dan Work Life Balance Saat Pandemi COVID-19 Tigowati Tigowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13119

Abstract

The Coronavirus disease (COVID-19) pandemic hit Indonesia in early 2020 and affected various aspects of life, including the work-life balance of workers. Work-life balance can be achieved if a person is able to balance roles and responsibilities at work and personal life. On the other hand, family support is also needed to support work-life balance during the COVID-19 pandemic. This study aimed to determine the effect of family support on work-life balance. This study employed quantitative research with a cross-sectional research design. The population was 59 workers PT Industri Kereta Api (Persero). The data was obtained using a valid and reliable questionnaire. The variables studied were family support and work-life balance. In analyzing the data, the researcher used descriptive analysis and linear regression analysis. The majority of workers in this study received moderate family support, namely 35 workers or 59.3%. Most of the workers had a work-life balance in the medium category, namely 66.1%. Moreover, no one worker had a work-life balance in the high category. The results showed that family support had a significant positive effect on work-life balance (Beta=0,566). Therefore, it can be concluded that the higher the family support, the higher work-life balance of workers. The recommendation of this study is to optimize the implementation of policies related to family support and provide counseling facilities. Keywords: COVID-19 pandemic; family support; work-life balanceABSTRAK Pandemi Coronavirus disease (COVID-19) melanda Indonesia pada awal 2020 berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan. Tidak terkecuali mempengaruhi work life balance pekerja. Work life balance dapat tercapai apabila seseorang mampu menyeimbangkan peran dan tanggung jawab pada pekerjaan dan kehidupan pribadi. Disisi lain dukungan dari keluarga juga diperlukan untuk mendukung work life balance saat pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap work life balance. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancang bangun cross sectional. Total populasi dengan jumlah 59 pekerja PT Industri Kereta Api (Persero). Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Variabel yang diteliti adalah dukungan keluarga dan work life balance. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier. Mayoritas pekerja pada penelitian ini mendapatkan dukungan keluarga sedang yaitu sebanyak 35 pekerja atau sebesar 59,3%. Sebagian besar pekerja memiliki work life balance dalam kategori sedang yaitu sebesar 66,1%. Pekerja tidak ada yang memiliki work life balance dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dukungan keluarga terhadap work life balance (Beta=0,566). Semakin tinggi dukungan keluarga yang diperoleh pekerja maka cenderung akan meningkatkan work life balance. Saran yang diberikan untuk perusahaan adalah mengoptimalkan kebijakan terkait dukungan keluarga dan menyediakan konseling pada klinik perusahaan.Kata kunci: pandemi COVID-19; dukungan keluarga; work life balance
Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Melalui Self Care Management Yasmin Nur Muazizah; Yanti Cahyati; Noorgita x Noorgita Arsyi; Resa Wardeni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.1707

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body does not use insulin efficiently. Insulin is a hormone that regulates blood sugar levels. The purpose of this study was to analyze the effect of self care management on the quality of life of patients with diabetes mellitus. Self care management is dietary compliance, medication consumption compliance, monitoring blood sugar levels, physical activity/sports and foot care. This study is a systematic literature review. Articles were taken from Google Scholar from 2017 to 2020. Article searches were carried out using various search engines with the keywords “diabetes mellitus, self care, self care management, and quality of life”. Based on the results of a review of 6 articles, it is known that self care management has an effect on the quality of life of patients with diabetes mellitus. Furthermore, it is concluded that self care management is an effort that can be done to maintain the quality of life in good condition.Keywords: diabetes mellitus; self-care management; blood sugar levels; quality of life ABSTRAK Diabetes mellitus adalah penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak cukup dalam memproduksi insulin atau ketika tubuh tidak efisien menggunakan insulin itu sendiri. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh self care management terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus. Self care management adalah kepatuhan diet, kepatuhan konsumsi obat, pemantauan kadar gula darah, aktivitas fisik/olahraga dan perawatan kaki. Studi ini merupakan systematic literatur review. Artikel diambil dari Google Scholar dari tahun 2017 sampai 2020. Penelusuran artikel dilakukan dengan berbagai search engine dengan kata kunci “diabetes mellitus, self care, self care management, dan kualitas hidup”. Berdasarkan hasil review dari 6 artikel, diketahui bahwa dengan self care management berpengaruh pada kualitas hidup pasien diabetes mellitus. Selanjutnya disimpulkan bahwa self care management adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kualitas hidup dalam keadaan baik.Kata kunci: diabetes mellitus; self care management; kadar gula darah; kualitas hidup
Temperamen, Self Management dan Kepatuhan Terapi Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Muhamad Nurmansyah; Dina Mariana Larira; Musfira Ahmad; Abd Gani Baeda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1864

Abstract

In order to prevent complications in patients with type 2 diabetes mellitus, lifelong treatment is needed. In some patients, this can cause fear of drug side effects such as impaired liver and kidney function. The purpose of this study was to analyze the relationship between temperament and self-management with adherence to antidiabetic therapy in patients with type 2 diabetes mellitus. This study applied a cross-sectional design. The sample was 90 patients with type 2 diabetes mellitus at the Kolongan Health Center. Data were collected through filling out a questionnaire, then analyzed using the Kruskal-Walis test for temperament factors and the Gamma & Sommers correlation test for self-management factors. The results of the analysis showed that adherence to antidiabetic therapy was associated with self-management (p = 0.001; r = 0.368), but not with temperament: novelty seeking (p = 0.331), reward dependence (p = 0.832), and harm avoidance (p = 0.771). Thus, self-management factors related to adherence to antidiabetic therapy.Keywords: type 2 diabetes mellitus; temperament; self management; compliance; antidiabetic therapy ABSTRAK Dalam rangka mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 maka dibutuhkan pengobatan seumur hidup. Pada sebagian penderita, hal ini dapat menimbulkan ketakutan akan efek samping obat seperti gangguan fungsi hati dan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara temperamen dan self management dengan kepatuhan terapi antidiabetik pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional. Sampel adalah 90 penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kolongan. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Kruskal-Walis untuk faktor temperamen dan uji korelasi Gamma & Sommers untuk faktor self management. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan terapi antidiabetik berhubungan dengan self management (p = 0,001; r = 0,368), namun tak berhubungan dengan antara temperamen: novelty seeking (p = 0,331), reward dependence (p = 0,832), dan harm avoidance (p = 0,771). Dengan demikian faktor self management yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antidiabetik.Kata kunci: diabetes mellitus tipe 2; temperamen; self management; kepatuhan; terapi antidiabetik
Kebiasaan Konsumsi Makanan Siap Saji (Fast Food) dan Status Gizi pada Remaja Fitriyanti Patarru’; Rosmina Situngkir; Chindy F Heumasse; Chrily Graselya S Ahudara
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1714

Abstract

Fast food consumption habits in adolescents are influenced by lifestyle changes and poor eating patterns, which can have an impact on obesity. The purpose of this study was to determine the relationship between fast food consumption habits and nutritional status in adolescents. This study applied a cross-sectional design. Respondents were 84 teenagers in RW 005, Bara-Baraya Village, Makassar who were selected by accidental sampling technique. The instrument to measure fast food consumption habits was the Food Frequency Questionnaire (FFQ) and to measure nutritional status, the body scale (bathroom scale) and meter (microtoise) were used. Data were analyzed using Chi-square test. The results showed p = 0.000, which means that there is a relationship between fast food consumption habits and nutritional status in adolescents in RW 005, Bara-Baraya Village, Makassar. Consumption of fast food in adolescents needs to be considered so that they are not at risk of becoming obese.Keywords: consumption of fast food; nutritional status; teenagerABSTRAK Kebiasaan konsumsi fast food pada remaja dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak baik, yang bisa berdampak pada obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan atara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja. Penelitian ini memerapkan desain cross-sectional. Responden adalah 84 remaja di RW 005, Kelurahan Bara-Baraya, Makassar yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen untuk mengukur kebiasaan konsumsi fast food adalah Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan untuk mengukur status gizi digunakan timbangan badan (bathroom scale) dan meteran (microtoise). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan p = 0,000, yang berarti bahwa ada hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja di RW 005, Kelurahan Bara-Baraya, Makassar. Konsumsi fast food pada remaja perlu diperhatikan agar tidak berisiko menjadi obesitas.Kata kunci: konsumsi fast food; status gizi; remaja
Terapi Musik Klasik Menurunkan Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Galela Kabupaten Halmahera Utara Mariene Wiwin Dolang; Revita Savitri Sebe; Sahrir Sillehu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13130

Abstract

A woman experiencing her first pregnancy cannot avoid feeling anxious, because women will experience physical and psychological changes during pregnancy. Anxiety management can be done with pharmacological and non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy can be done using classical music therapy. The purpose of the study was to analyze the effect of classical music therapy on maternal anxiety before delivery in the Galela Health Center Work Area, North Halmahera Regency. The research design used was one group pre-test and posttest. The sample in this study were 16 pregnant women in the third trimester of pregnancy in the working area of the Galela Health Center, which were selected using total sampling technique. The level of anxiety before and after being given therapy was measured using a questionnaire. The results showed that there were differences in anxiety levels between before and after classical music therapy. Furthermore, it was concluded that classical music therapy had an effect on maternal anxiety before delivery at the Galela Health Center, North Halmahera Regency.Keywords: classical music therapy; anxiety; pregnant motherABSTRAK Seorang wanita yang mengalami kehamilan pertama tidak dapat menghindari perasaan cemas, karena wanita akan mengalami perubahan fisik dan psikologis pada saat mengalami kehamilan. Penatalaksanaan kecemasan dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi nonfarmakologi dapat dilakukan menggunakan terapi musik klasik. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap kecemasan ibu menjelang persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test and posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil trismester III berjumlah 16 orang yang ada di wilayah kerja Puskesmas Galela, yang dipilih menggunakan tekik total sampling. Tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi diukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat kecemasan antara sebelum dan sesudah dilakukan terapi musik klasik. Selanjutnya disimpulkan bahwa terapi musik klasik berpengaruh terhadap kecemasan ibu menjelang persalinan di Puskesmas Galela Kabupaten Halmahera Utara.Kata kunci: terapi musik klasik; kecemasan; ibu hamil
Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial Berbasis Desa Adat Terhadap Dampak Pandemi COVID-19 di Kabupaten Karangasem Bali I Nengah Sumirta; I Wayan Candra; IGA Harini; Ketut Sudiantara
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13129

Abstract

A new history for the whole world that the COVID-19 pandemic brought many changes in human life, not only in the health sector, but also in the economy, education, religion, politics, and others, as well as changes in all sides of human life, both physical, social, mentally and spiritually. In terms of mental health, it is feared that a tsunami of mental health disorders will hit human life during or after the end of the pandemic. This is very worrying if it does not get a fast, precise and correct treatment from all parties. One of the efforts is to increase the participation of rural communities by involving youth organizations in providing treatment. This type of research was pre-experimental with a pre-test and post-test design with a control group. The research population was village youth organizations, with a sample size of 80 people, selected by purposive sampling technique. The independent variable was education-training; while the dependent variables of the study were depression, anxiety, and stress as a result of the COVID-19 pandemic, level of knowledge about the COVID-19 pandemic and competence. The data collection instrument were the Depression Anxiety Stress Scale (DASS), a knowledge test and a competency observation sheet for positive self-talk. Data were analyzed using paired sample t-test. The results of the study illustrate that there was an increase in the number of cases of depression, anxiety and stress in people affected by the COVID-19 pandemic. From the results of education and training there was an increase in the average level of knowledge after treatment, namely 13.6, with a p-value of 0.000. The results of observations on competence obtained that there was an increase in ability. The results of this study illustrate the influence of education and training on the level of knowledge and ability of research subjects in providing treatment for mental health and psychosocial problems that arise as a result of the COVID-19 pandemic.Keywords: mental health and psychosocial; the COVID-19 pandemic; young man ABSTRAK Sejarah baru bagi seluruh dunia bahwa pandemi COVID-19 membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga ekonomi, pendidikan, agama, politik, dan yang lainnya, serta perubahan di semua sisi kehidupan manusia, baik fisik, sosial, mental dan spiritual. Dari segi kesehatan mental, dikhawatirkan gelombang tsunami gangguan kesehatan jiwa akan melanda kehidupan manusia selama atau setelah berakhirnya pandemi. Hal ini sangat mengkhawatirkan kalau tidak mendapat penanganan yang cepat, tepat dan benar dari semua pihak. Salah satu upaya adalah meningkatkan peranserta masyarakat desa adalah melibatkan organisasi pemuda dalam memberikan penanganan. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain pre test and post test with control group. Populasi penelitian adalah organisasi pemuda desa, dengan ukuran sampel 80 orang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah pendidikan-latihan; sedangkan variabel dependen penelitian adalah depresi, anxiety, dan stress sebagai dampak pandemi COVID-19, tingkat pengetahuan tentang pandemi COVID-19 dan kompetensi. Instrumen pengumpulan data adalah Depression Anxiety Stress Scale (DASS), test pengetahuan dan lembar observasi kompetensi. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menggambarkan ada peningkatan jumlah kasus depresi, anxiety dan stress pada masyarakat terdampak pandemi COVID-19. Dari hasil pendidikan dan latihan ada peningkatan rerata tingkat pengetahuan sesudah perlakuan yaitu 13,6, dengan p-value 0,000. Hasil observasi terhadap kompetensi diperoleh ada peningkatan kemampuan. Hasil penelitian ini menggambarkan adaya pengaruh pendidikan dan latihan terhadap tingkat pengetahuan dan kemampuan subjek penelitian dalam memberikan penanganan terhadap masalah kesehatan jiwa dan psikososial yang muncul akibat dari pandemi COVID-19.Kata kunci: kesehatan jiwa dan psikososial; pandemi COVID-19; pemuda
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Orang Tua tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kejadian Pernikahan Dini di Desa Marayoka, Bangkala, Jeneponto Nurhayati Nurhayati; Andi Masnilawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1737

Abstract

Early marriage is one of the problems that can endanger the reproductive health of young women. Health problems that can be caused include cervical cancer, anemia, miscarriage and even maternal death and infant death born to mothers who marry in their teens. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes of parents about reproductive health with the incidence of early marriage. This type of research was an analytic survey with a cross-sectional design. The subjects of this study were 52 young women who were taken by purposive sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using the Chi-square test and Fisher's exact test. After analyzing the data, it was found that the value of p = 0.563 for parental knowledge, p = 0.548 for parental attitudes. Furthermore, it was concluded that the knowledge and attitudes of parents were not related to the incidence of early marriage.Keywords: parents; early-age marriage; reproduction health; knowledge; attitude ABSTRAK Pernikahan dini merupakan salah satu masalah yang dapat membahayakan kesehatan reproduksi remaja putri. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan antara lain kanker serviks, anemia, keguguran dan bahkan dapat terjadi kematian ibu maupun kematian bayi yang dilahirkan oleh ibu yang melakukan perkawinan di usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi dengan kejadian pernikahan dini. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 52 remaja putri yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square serta Fisher’s exact test. Setelah dilakukan analisis data, didapatkan nilai p = 0,563 untuk pengetahuan orang tua, p = 0,548 untuk sikap orang tua. Selanjutya disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap orang tua tak berhubungan dengan kejadian pernikahan dini.Kata kunci: orang tua; pernikahan dini; kesehatan reproduksi; pengetahuan; sikap
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Bayi Usia 6-24 Bulan Halida Thamrin; Azrida M
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13132

Abstract

A developed nation can be realized with the fulfillment of quality human resources. The realization of a quality generation of the nation cannot be separated from health efforts, especially maternal and child health. Stunting are children who experience growth retardation due to poor diet or repeated infections, who tend to have a greater risk of morbidity and mortality. Stunting is a long-term impact of malnutrition, and often results in delayed mental development, poor school performance and decreased intellectual capacity. The purpose of this study was to analyze the factors associated with the incidence of stunting in children aged 6-24 months in the working area of the Bara-Baraya Health Center. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 37 children aged 6-24 months in the working area of the Bara-Baraya Health Center, Makassar City, which were selected by accidental sampling technique. Data was collected by measuring height using a microtoise, interviews and filling out questionnaires by mothers. The data that has been collected was analyzed using the Chi square test. The results showed that there was no relationship between birth weight and the incidence of stunting, there was a relationship between birth length and the incidence of stunting, there was no relationship between a history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting, there was a relationship between a history of infectious diseases and the incidence of stunting, there was a relationship between income families with stunting and there is a relationship between the mother's level of knowledge about nutrition and the incidence of stunting. Thus, the factors of stunting in the working area of the Bara-Baraya Health Center, Makassar City are birth length, history of infectious diseases, family income, and level of knowledge.Keywords: stunting; child; risk factors; birth length; history of infection; income; knowledge ABSTRAK Bangsa yang maju dapat diwujudkan dengan terpenuhinya sumberdaya manusia yang berkualitas. Perwujudan generasi bangsa yang berkualitas tidak dapat terlepas dari upaya kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak. Stunting merupakan anak-anak yang mengalami retardasi pertumbuhan akibat pola makan yang buruk atau infeksi berulang, yang cenderung memiliki risiko lebih besar untuk morbiditas dan mortaliotas. Stunting adalah dampak kekurangan gizi dalam jangka panjang, dan sering mengakibatkan keterlambatan perkembangan mental, prestasi sekolah yang buruk dan penurunan kapasitas intelektual. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 37 anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya, Kota Makassar yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, wawancara dan pengisian kuesioner oleh para ibu. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting, ada hubungan antara panjang badan lahir dengan kejadian stunting, tidak ada hubungan antara riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting, ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting, ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting. Dengan demikian faktor dari stunting di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya, Kota Makassar adalah panjang badan lahir, riwayat penyakit infeksi, pendapatan keluarga, dan tingkat pengetahuan.Kata kunci: stunting; anak; faktor risiko; panjang badan lahir; riwayat infeksi; pendapatan; pengetahuan
Pelaksanaan Menyusui pada Ibu yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Ethic Palupi; Santahana Febrianti; Ardiyan Ida Kusumawati; Estri Murwati; Khristanti Puji Lestari; Kristina Eka Purwanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1624

Abstract

Covid-19 is continuing to spread around the world, Indonesia is one among those that is affected. It is infecting everyone, including pregnant women. There are 536 pregnant women affected by Covid-19 and 51.9% without symptoms. The anxiety of mothers with confirmed Covid-19 arises when they will breastfeed the baby and the risk of transmission because of close contact can interfere with mothers’ psychology. The objective of the study is to know the implementation of breastfeeding in mothers with confirmed Covid-19. It was a literature review study. The data was searched through Google Scholar database, PubMed, Nursing Journal, Cochranelibrary, with keywords "breastfeeding", "pandemic", "mother with confirmed Covid-19". The inclusion criteria for the articles taken were research written in Indonesian and English. The results of a review based on 5 literatures concludes that mothers with confirmed COVID-19 with or without symptoms could breastfeed their children by always applying health protocol such as wearing masks, washing hands, and cleaning breasts using soap. Keywords: breastfeeding; mothers with confirmed Covid-19; health protocol ABSTRAK Pandemi Covid-19 sedang melanda dunia, Indonesia termasuk salah satu yang terkena dampak. Covid-19 menyerang semua orang termasuk ibu hamil. Terdapat 536 ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19 dan 51,9% tanpa gejala. Kekhawatiran ibu yang terkonfirmasi positif Covid-19 berlanjut ketika akan menyusui anaknya dan risiko penularan kepada bayi yang disusui karena kontak erat bisa mengganggu psikologis ibu. Tujuan penelitian: mengetahui pelaksanaan ibu menyusui yang terkonfirmasi positif Covid-19. Metode menggunakan studi Literatur Review. Pencarian melalui data base Google Scolar, PubMed, Nursing Jurnal, Cochranelibrary, dengan kata kunci yang digunakan adalah “menyusui”, “pandemi”, “ibu positif Covid-19”. Kriteria inklusi artikel yang diambil yaitu penelitian yang ditulis tahun 2019-2021 dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil telaah berdasarkan 5 literatur menyimpulkan ibu terkonfirmasi positif Covid-19 dapat menyusui anaknya. Sehingga direkomendasikan bagi ibu yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan atau tanpa gejala dapat menyusui anaknya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan membersihkan payudara menggunakan sabun.Kata kunci: menyusui; ibu terkonfirmasi covid-19, protokol kesehatan
Distribusi dan Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Larva Anopheles di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara Rusdiyah Rusdiyah; Imam Bachtiar; Abd. Gafur; Nayodi Permayasa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1854

Abstract

The high number of malaria cases in Mandailing Natal Regency, especially in the work area of the Siabu Health Center, shows that malaria eradication in Mandailing Natal Regency has not been carried out optimally, so it is necessary to have basic data on bionomic Anopheles mosquito vectors, especially larval breeding habitats. This study aims to identify potential breeding habitats for Anopheles larvae and their distribution through mapping using GPS. Data was collected by observing the potential habitat of Anopheles larvae and observing their physical and biological environment. Observation of Anopheles larvae was carried out using the larval scavenging method. The results showed that the types of Anopheles larvae breeding habitat in the working area of the Siabu Health Center were rice fields and ponds. The water temperature in the breeding habitat ranges from 27oC to 30oC. The entire breeding habitat of Anopheles larvae was exposed to direct sunlight. The salt levels in the breeding habitat was 0‰, with a pH of 7-8. The characteristics of the habitat found in the working area of the Siabu Health Center is a potential breeding ground for Anopheles larvaeKeywords: malaria; Anopheles; larvae; breeding habitat ABSTRAK Masih tingginya kasus malaria di Kabupaten Mandailing Natal terutama di wilayah kerja Puskesmas Siabu, memperlihatkan bahwa pemberantasan malaria di Kabupaten Mandailing Natal belum terlaksana secara optimal, sehingga  perlu adanya data dasar bionomik vektor nyamuk Anopheles, khususnya habitat perkembangbiakan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi habitat perkembangbiakan potensial larva Anopheles dan distribusinya melalui pemetaan dengan GPS. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati habitat potensial larva Anopheles dan mengamati lingkungan fisik dan biologinya. Pengamatan larva Anopheles dilakukan dengan metode pencidukan larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis habitat perkembangbiakan larva Anopheles di wilayah kerja Puskesmas Siabu adalah sawah dan kolam. Suhu air pada habitat perkembangbiakan berkisar 27oC sampai 30oC. Seluruh habitat perkembangbiakan larva Anopheles terkena paparan sinar matahari langsung. Kadar garam pada habitat perkembangbiakan yaitu 0‰, dengan pH 7-8. Karakteristik habitat yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Siabu adalah potensial untuk tempat perkembang biakan larva AnophelesKata kunci: malaria; Anopheles; larva; habitat perkembangbiakan

Page 8 of 41 | Total Record : 404


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue