cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Search results for , issue "2023" : 295 Documents clear
Evaluasi SIMPUS terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan PIECES Framework di Puskesmas Benculuk Banyuwangi Niyalatul Muna; Latifatud Dini; Atma Deharja; Efri Tri Ardianto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14124

Abstract

The Benculuk health center has used the health center information system (SIMPUS) but there are still problems such as errors in the system, there is no medical record check-in and entry feature yet, it has not been integrated with several services, there are no restrictions on access rights, and no guidebooks are available. The purpose of this study was to evaluate SIMPUS on user satisfaction using the PIECES Framework method. The design of this study was cross-sectional, involving 37 respondents who were selected randomly. Data were analyzed descriptively and analytically using the regression test. In multivariate terms, a variable with a p value less than 0.05 was information, precisely p = 0.032. It was concluded that information is a determinant of SIMPUS user satisfaction at the Benculuk Banyuwangi Health Center.Keywords: health center information system; PIECES Framework; user satisfaction; information ABSTRAK Pukesmas Benculuk telah menggunakan sistem informasi puskesmas (SIMPUS) namun masih terjadi masalah seperti error pada sistem, belum tersedia fitur pengawas keluar masuknya rekam medis, belum terintegrasi dengan beberapa layanan, belum adanya batasan hak akses, dan belum tersedianya buku panduan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi SIMPUS terhadap kepuasan pengguna menggunakan metode PIECES Framework. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 37 responden yang dipilih secara random. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji regresi. Secara multivariat, variabel dengan nilai p kurang dari 0,05 adalah information, tepatnya p = 0,032. Disimpulkan bahwa information merupakan determinan dari kepuasan pengguna SIMPUS di Puskesmas Benculuk Banyuwangi. Kata kunci: sistem informasi puskesmas; PIECES Framework; kepuasan pengguna; information
Temperamen dan Kerentanan Adiksi Smartphone pada Mahasiswa Keperawatan Muhamad Nurmansyah; Dina Mariana Larira; Musfira Ahmad
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14118

Abstract

The percentage of internet usage and smartphone ownership has increased rapidly in the last two years. The high percentage of smartphone ownership raises questions about the dangers of their use. The increasingly reported use of smartphones results in an increased prevalence of sleep disorders, depression and anxiety. In more severe conditions, smartphone use can lead to addiction. In preventing these impacts, of course, in the early stages it is necessary to carry out early detection of disturbances. Early detection should be done by considering individual risk factors, one of which is temperament personality type. The purpose of this study was to determine the relationship between temperament and vulnerability to smartphone addiction in nursing students. This study applied a cross-sectional design. Respondents were 188 nursing students at Sam Ratulangi University. Data was collected by filling out questionnaires and then analyzed by Chi-square test. The results of the analysis for the relationship between novelty seeking temperament and smartphone addiction was p = 0.014, OR = 2.08, r = 0.180, the relationship between reward dependence temperament and smartphone addiction was p = 0.029, OR = 1.93.08, r = 0.159, while the relationship between harm avoidance temperament and smartphone addiction was p = 0.408. It was concluded that smartphone addiction is related to novelty seeking and reward dependence temperament.Keywords: temperament; smartphone addiction; vulnerability: nursing students ABSTRAK Persentase penggunaan internet dan kepemilikan smartphone meningkat dengan pesat dalam dua tahun terakhir. Tingginya persentase kepemilikan smartphone menimbulkan pertanyaan tentang bahaya penggunaannya. Penggunaan smartphone yang semakin sering dilaporkan mengakibatkan peningkatan prevalensi gangguan tidur, depresi dan kecemasan. Pada kondisi yang lebih berat, penggunaan smartphone dapat menimbulkan adiksi. Dalam pencegahan dampak tersebut, tentunya tahapan awal perlu dilakukan deteksi dini gangguan. Deteksi dini sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor resiko individu, salah satunya yaitu tipe kepribadian temperamen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara temperamen dengan kerentanan adiksi smartphone pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional. Responden adalah 188 mahasiswa keperawatan Universitas Sam Ratulangi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis untuk hubungan antara temperamen novelty seeking dengan adiksi smartphone adalah p = 0,014, OR = 2,08, r = 0,180, hubungan antara temperamen reward dependence dengan adiksi smartphone adalah p = 0,029, OR = 1,93,08, r = 0,159, sedangkan hubungan antara temperamen harm avoidance dengan adiksi smartphone adalah p = 0,408. Disimpulkan bahwa adiksi smartphone berhubungan dengan temperamen novelty seeking dan reward dependence.Kata kunci: temperamen; adiksi smartphone; kerentanan: mahasiswa keperawatan
Kesadaran dan Sikap Santri dalam Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 Nadia Azkal Uyun; Firdawsyi Nuzula; Maulida Nurfazriah Oktaviana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14123

Abstract

The Covid-19 pandemic is a health problem that has received special attention from the government. The pesantren environment is one of the areas of concern in the spread of the Covid-19 virus because daily activities are carried out in groups. Breaking the chain of transmission of Covid-19 can be prevented with high awareness and a positive attitude in implementing health protocols. So research is needed that aims to analyze the relationship between awareness and attitudes of students with the implementation of the Covid-19 health protocol at the Manbaul Ulum Berasan Muncar Islamic Boarding School, Banyuwangi. This study used a cross-sectional design involving 130 respondents selected by simple random sampling technique, in May 2022. Data was collected by filling out a questionnaire. The results of the analysis show a p value of 0.000, both for awareness and attitude factors. It was concluded that awareness and attitude are related to the implementation of health protocols by the students.Keywords: Covid-19; health protocol; attitude; awareness ABSTRAK Pandemi Covid-19 menjadi masalah kesehatan yang mendapat perhatian khusus oleh pemerintah. Lingkungan pesantren menjadi salah satu atensi dalam penyebaran virus Covid-19 karena aktivitas setiap hari dilakukan secara berkelompok. Pemutusan rantai penularan Covid-19 dapat dicegah dengan kesadaran yang tinggi dan sikap yang positif dalam penerapan protokol kesehatan. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesadaran dan sikap santri dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Berasan Muncar Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional yang melibatkan 130 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling, pada bulan Mei 2022. Data dikumpulkan melalui pengisian kuisioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p 0,000, baik untuk faktor kesadaran maupun sikap. Disimpulkan bahwa kesadaran dan sikap berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan oleh para santri.Kata kunci: Covid-19; protokol kesehatan; sikap; kesadaran
Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di Indonesia Sulfi Udi; Tri Yunis Miko Wahyono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14103

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is a health problem that is often experienced by tropical and subtropical countries throughout the world. Indonesia is a country with the greatest risk of dengue hemorrhagic fever in the world. This study aims to determine the risk factors for DHF in Indonesia. This study is a literature review involving the ScienceDirect and Google Scholar databases. The keywords used are “Risk Factor” of “Dengue Hemorrhagic Fever” in Indonesia and “Factor” of “Dengue Hemorrhagic Fever” in Indonesia, with inclusion criteria: articles 2021-2022; published between September 2021 to September 2022; speak Indonesian or English; original research; available in full text; discusses the causes of dengue hemorrhagic fever. Of the 8 articles that met the criteria, it was found that the risk factors for dengue hemorrhagic fever in Indonesia were: climate, environmental sanitation, knowledge and attitudes, 3M plus behavior, individual characteristics, and components of vulnerability.Keywords: Aedes aegypti; dengue hemorrhagic fever; risk factor ABSTRAK Demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh negara-negara tropis maupun subtropis di seluruh dunia. Indonesia merupakan negara dengan risiko kejadian demam berdarah dengue terbesar di dunia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian DBD di Indonesia. Studi ini merupakan kajian literatur yang melibatkan database ScienceDirect dan Google Schoolar. Kata kunci yang digunakan yaitu “Risk Factor” of “Dengue Hemorrhagic Fever” in Indonesia dan “Factor” of “Dengue Hemorrhagic Fever” in Indonesia, dengan kriteria inklusi: artikel tahun 2021-2022; dipublikasikan dalam rentang September 2021 hingga September 2022; berbahasa Indonesia atau Inggris; original research; tersedia dalam full text; membahas faktor-faktor penyebab demam berdarah dengue. Dari 8 artikel yang memenuhi kriteria ditemukan bahwa faktor risiko kejadian demam berdarah dengue di Indonesia yaitu: iklim, sanitasi lingkungan, pengetahuan dan sikap, perilaku 3M plus, karakteristik individu, serta komponen kerentanan.Kata kunci: Aedes aegypti; demam berdarah dengue; faktor risiko
Wilayah Prioritas Penanganan Stunting di Jakarta Timur Tahun 2021 Aldila Riznawati; Tris Eryando
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14125

Abstract

Stunting is still a major health problem globally, including in Indonesia with a prevalence of 24.4% in 2021. Various interventions have been carried out by the Government of Indonesia in an effort to reduce the prevalence of stunting, one of which is by mapping the distribution of stunting at the district/city level. East Jakarta is one of the loci for stunting reduction in DKI Jakarta Province, with a prevalence of 13.4%. To find out the priority areas for stunting in East Jakarta, a spatial analysis was carried out using the data classification method and scoring of the number of children under five with stunting and their risk factors using the Quantum GIS application. The mapping results showed that Pasar Rebo, Jatinegara, Cakung, and Matraman subdistricts were the top priority areas for stunting management in East Jakarta City in 2021. Planning for stunting intervention programs in priority areas also needs to take into account risk factors such as toddler immunization, helminthiasis, access to sources drinking water and proper sanitation.Keywords: stunting; mapping; geographic information system ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama secara global, termasuk di Indonesia dengan prevalensi 24,4% pada tahun 2021. Berbagai intervensi dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam upaya menurunkan prevalensi stunting, salah satunya adalah dengan pemetaan sebaran stunting di tingkat kabupaten/kota. Jakarta Timur merupakan salah satu lokus penurunan stunting di Provinsi DKI Jakarta, dengan prevalensi 13,4%. Untuk mengetahui wilayah prioritas penanganan stunting di kota Jakarta Timur, dilakukan analisis spasial dengan metode klasifikasi data dan skoring terhadap jumlah balita dengan stunting dan faktor-faktor risikonya menggunakan aplikasi Quantum GIS. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa Kecamatan Pasar Rebo, Jatinegara, Cakung, dan Matraman menjadi wilayah prioritas utama penanganan stunting di Kota Jakarta Timur pada tahun 2021. Perencanaan program intervensi stunting di wilayah prioritas perlu memperhatikan pula faktor risikonya seperti imunisasi balita, penyakit kecacingan, akses ke sumber air minum dan sanitasi layak.Kata kunci: stunting; pemetaan; sistem informasi geografis
Isolasi Fungi Endofit dari Buah dan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Ester Rampa; Seflywanti Manurun; Herlando Sinaga
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14119

Abstract

Isolation in this study is the first step to determine the presence of endophytic fungi in the fruit and leaves of starfruit (Averrhoa bilimbi L.). The aim of this study was to determine whether there were endophytic fungi in the fruit and leaves of starfruit. The type of research used was descriptive with laboratory tests to isolate endophytic fungi from the fruit and leaves of starfruit. The sample used were fruit and leaves of starfruit. This research was carried out for 3 months, from January 9 to April 9, 2021 at the Microbiology Laboratory, FMIPA, Cendrawasih University, Jayapura. Data collection was carried out in the following stages: (1) isolation of endophytic fungi using the surface sterilization method and (2) conventional identification of endophytic fungi by observing macroscopic and microscopic morphological characters. Based on the isolation results, two isolates were obtained from fruit and three isolates from leaves. The conclusion of this study is that the endophytic fungi that have been isolated are the Genus Penicillium sp, Rhizopus sp, Aspergillus sp, Phoma sp and one isolate that has not been identified.Keywords: isolation; endophytic fungi; starfruit ABSTRAK Isolasi dalam penelitian ini merupakan langkah awal untuk mengetahui keberadaan fungi endofit dalam buah dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya fungi endofit pada buah dan daun belimbing wuluh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan uji laboratorium untuk mengisolasi jamur endofit dari buah dan daun belimbing wuluh. Sampel yang digunakan adalah buah dan daun belimbing wuluh. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, dari tanggal 09 Januari sampai dengan 09 April 2021 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Cendrawasih Jayapura. Pengumpulan data dilakukan dengan tahap sebagai berikut: (1) isolasi fungi endofit dengan menggunakan metode sterilisasi permukaan dan (2) identifikasi fungi endofit secara konvesional yaitu dengan mengamati karakter morfologi secara makroskopis dan mikroskopis. Berdasarkan hasil isolasi diperoleh dua isolat yang berasal dari buah dan tiga isolat dari daun. Kesimpulan penelitian ini adalah fungi endofit yang berhasil diisolasi adalah Genus Penicillium sp, Rhizopus sp, Aspergillus sp, Phoma sp dan satu isolat yang belum teridentifikasi.Kata kunci: isolasi; fungi endofit; belimbing wuluh
Faktor Risiko Penularan Covid-19 di Masyarakat Diah Retno Wulan; Alit Suwandewi; Husnul Khatimah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14115

Abstract

Covid-19 is a new Corona virus that appeared at the end of December 2019, spread quickly and disrupted global health. It affects everyone, regardless of age or gender, and has been classified as a global health emergency that can cause pneumonia, respiratory syndrome, kidney failure and even death. This study aimed to analyze factors related to the prevalence of Covid-19 in the community. This study used a cross-sectional design, involving 116 Covid-19 survivors who were selected using a total sampling technique from one of the districts with the most cases in Banjarmasin. Data was collected by filling out questionnaires and then analyzed by Chi-square test. The statistical test results showed that the p-value for each factor was: age = 0.003, gender = 0.000, comorbidity = 0.006, household contacts = 0.000 and adherence to health protocols = 0.000. It could be concluded that the risk factors associated with the prevalence of Covid-19 were age, gender, comorbidities, adherence to health protocols and household contacts.Keywords: Covid-19; risk factors; public ABSTRAK Covid-19 adalah virus Corona baru yang muncul pada akhir Desember 2019, menyebar dengan cepat dan mengganggu kesehatan secara global. Ini mempengaruhi semua orang, tanpa memandang usia atau jenis kelamin, dan telah diklasifikasikan sebagai darurat kesehatan global yang dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan prevalensi Covid-19 di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 116 penyintas Covid-19 yang dipilih menggunakan teknik total sampling dari salah satu kecamatan dengan kasus terbanyak di Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah: usia = 0,003, jenis kelamin = 0,000, komorbiditas = 0,006, kontak dalam rumah tangga = 0,000 dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan prevalensi Covid-19 adalah umur, jenis kelamin, komorbiditas, kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan kontak dalam rumah tangga.Kata kunci: Covid-19; faktor risiko; masyarakat
Komunikasi Terapeutik dan Tingkat Kecemasan Pasien Kanker di RSUP Prof. DR. RD Kandou Manado Dina Mariana Larira; Muhamad Nurmansyah; Andi Buanasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14126

Abstract

Cancer patients who will undergo therapy often feel anxious about the therapeutic procedures that will be given, and nurses have a key role through therapeutic communication. This study aims to determine the relationship between therapeutic communication and anxiety levels in cancer patients at Prof. Dr. RD Kandou Hospital, Manado. This study used a cross-sectional design involving 60 patients who would receive chemotherapy at Prof. Dr. RD Kandou Hospital, Manado. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed using the Spearman correlation test. The results of the analysis show that the value of p = 0.09, with r = -0.221. It was concluded that there was no significant correlation between therapeutic communication and patient anxiety in facing cancer therapy procedures.Keywords: therapeutic communication; worry; cancer patient ABSTRAK Pasien kanker yang akan menjalani terapi sering merasa cemas terhadap prosedur terapi yang akan diberikan, dan perawat memiliki peran kunci melalui komunikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker di RSUP Prof. Dr. RD Kandou, Manado. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional yang melibatkan 60 pasien yang akan menerima kemoterapi di RSUP Prof. DR. RD Kandou, Manado. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p = 0,09, dengan r = -0,221. Disimpulkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara komunikasi terapeutik dengan kecemasan pasien dalam menghadapi prosedur terapi kanker.Kata kunci: komunikasi terapeutik; kecemasan; pasien kanker
Rasio Hip-Acromion Sebagai Faktor Tingkat Kebugaran Wayan Rusni; Tanjung Subrata; Trisna Sumadewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14112

Abstract

"Baswara Medical Assistance Team (TBM)" is an organizational forum that facilitates students in student activities, especially for handling emergencies and humanity in the field. TBM members are required to have excellent physical fitness to be able to provide basic medical assistance. While attending medical education, it turns out that the fitness level of students continues to experience a decline, which is more evident when they are in the pre-clinical education period. The purpose of this study was to determine the relationship between the hip-acromion ratio and the fitness level of TBM FKIK students. The design used was cross-sectional for 7 months, involving 68 students from TBM FKIK Unwar who were selected by simple random sampling technique. Measuring tools in the form of observation sheets, tension meter, scales and height meter. The data were analyzed descriptively and then tested the hypothesis using the Spearman rank test. The results showed a p value of less than 0.05 for the correlation between the hip-acromion ratio and sit ups and cardio-pulmonary endurance.Keywords: hip-acromion ratio; fitness; sit ups; push ups; cardiorespiratory endurance ABSTRAK “Tim Bantuan Medis Baswara (TBM)” adalah wadah organisasi yang memfasilitasi mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan, terutama untuk penanganan kegawatdaruratan dan kemanusiaan di lapangan. Anggota TBM dituntut memiliki kebugaran fisik yang prima untuk dapat memberikan pertolongan medis dasar. Selama mengikuti pendidikan kedokteran, tingkat kebugaran mahasiswa ternyata terus mengalami penurunan, yang tampak lebih nyata ketika mereka dalam masa pendidikan pre-klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rasio hip-acromion dengan tingkat kebugaran mahasiswa TBM FKIK. Rancangan yang digunakan adalah cross-sectional selama 7 bulan, yang melibatkan 68 mahasiswa anggota TBM FKIK Unwar yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Alat ukur berupa lembar observasi, tensi meter, timbangan dan meteran tinggi badan. Data dianalisis secara deskriptif lalu dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p kurang dari 0,05 untuk korelasi antara rasio hip-acromion dengan sit up dan daya tahan jantung-paru.Kata kunci: rasio hip-acromion; kebugaran; sit up; push up; daya tahan jantung-paru
Daya Hambat Pasta Gigi yang Mengandung Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Pertumbuhan Bakteri Porphyromonas gingivalis Ayu Tri Wulandari; Yuliana Mahdiyah Daat Arina; Peni Pujiastuti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14106

Abstract

Porphyromonas gingivalis is one of the bacteria that causes periodontal disease. Toothpaste containing robusta coffee beans can be developed for the prevention and treatment of periodontal disease, because robusta coffee beans have antibacterial potential. The purpose of this study was to evaluate the antibacterial effect of robusta coffee bean extract toothpaste on the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria. This research was an in vitro experimental research. Robusta coffee beans were extracted using the maceration method and formulated into toothpaste with a concentration of 6.25%; 12.5%; 25%; and 50%. Furthermore, an antibacterial test was carried out using the well-diffusion method on MHA media that had been inoculated with Porphyromonas gingivalis and the diameter of the inhibition zone formed around the wells was measured. The results showed that the zone of inhibition around the wells of the toothpaste was robusta coffee bean extract with a concentration of 12.5%; 25%; and 50%. The largest inhibition zone was indicated by toothpaste containing 50% concentration of robusta coffee bean extract, namely 19.18 + 0.18 mm. The higher the concentration of Robusta coffee bean extract, the greater the inhibition zone formed. It can be concluded that toothpaste containing robusta coffee bean extract is able to inhibit the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria so that it can be developed as a toothpaste for the prevention and treatment of periodontal disease.Keywords: anti-bacterial; robusta coffee bean extract; toothpaste; Porphyromonas gingivalis ABSTRAK Porphyromonas gingivalis merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit periodontal. Pasta gigi yang mengandung biji kopi robusta dapat dikembangkan untuk pencegahan dan perawatan penyakit periodontal, karena biji kopi robusta memiliki potensi antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek antibakteri pasta gigi esktrak biji kopi robusta terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vitro. Biji kopi robusta diekstrak menggunakan metode maserasi dan diformulasikan menjadi pasta gigi dengan konsentrasi 6,25%; 12,5%; 25%; dan 50%. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran pada media MHA yang telah diinokulasikan Porphyromonas gingivalis dan dilakukan pengukuran diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar lubang sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bawa zona hambat di sekitar lubang sumuran pasta gigi ekstrak biji kopi robusta konsentrasi 12,5%; 25%; dan 50%. Zona hambat terbesar ditunjukkan oleh pasta gigi yang mengandung ekstrak biji kopi robusta konsentrasi 50% yaitu 19,18 + 0,18 mm. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak biji kopi robusta, semakin besar juga zona hambat yang terbentuk. Dapat disimpulkan bahwa pasta gigi yang mengandung ekstrak biji kopi robusta mampu menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis sehingga dapat dikembangkan sebagai pasta gigi untuk pencegahan dan perawatan penyakit periodontal.Kata kunci: anti bakteri; ekstrak biji kopi robusta; pasta gigi; Porphyromonas gingivalis

Page 2 of 30 | Total Record : 295


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue