cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Search results for , issue "2023" : 295 Documents clear
Penolakan Klaim Asuransi Jiwa Atas Dasar Tidak Adanya Utmost Good Faith Tertanggung Riri Lastiar Situmorang
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3528

Abstract

Asuransi merupakan produk yang digunakan oleh masyarakat dengan tujuan untuk mengalihkan risiko dari tertanggung kepada penanggung yaitu perusahaan asuransi.  Secara umum asuransi dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu asuransi kerugian dan asuransi jiwa. Adapun permasalahan yang secara umum terjadi pada sektor asuransi yaitu penolakan klaim khususnya pada produk asuransi jiwa yang salah satu penyebabnya yaitu tidak terdapat itikad baik oleh tertanggung yang juga merupakan salah satu prinsip dalam asuransi jiwa yaitu utmost good faith. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami hal-hal yang termasuk dalam utmost good faith dalam asuransi jiwa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian normatif dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui dalam penolakan klaim asuransi jiwa berdasarkan prinsip utmost good faith berkaitan erat dengan penilaian apakah informasi tersebut merupakan penyebab utama dari timbulnya pertanggungan dan disampaikan dengan jelas, benar dan akurat.
Hubungan Gaji dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di Puskesmas Kota Kediri Cici Nila Ardila; Sahrir Sillehu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3645

Abstract

A.      Keberadaan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan memegang peranan sangat penting, oleh karena itu pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara profesional agar terwujud keseimbang antara kebutuhan pegawai dan tuntutan dan kemampuan perusahaan. Pemberian kompensasi maupun gaji kepadakaryawan dalam perusahaan atau pelayanan Kesehatan harus diatur dengan baik, sehingga dapat diterima oleh kedua belah pihak dengan harapan dapat menjamin kepuasan karyawan yang pada gilirannya nanti perusahaan dapat mencapai tingkat kinerja yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaji dengan kinerja pertugas rekam medis di Puskesmas Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pendekatan cross-sectional dengan menyebarkan kuesioner pada petugas rekam medis Puskesmas Kota Kediri. Jumlah sampel sebanyak 35 petugas diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen yaitu gaji karyawan, sedangkan variabel dependen yaitu kinerja petugas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai p = 0,001 artinya ada hubungan antara gaji dengan kinerja petugas rekam medis di Puskesmas Kota Kediri. Simpulan dalam penelitian ini adalah sebagian besar petugas rekam medis memiliki gaji yang baik dengan kinerja pertugas rekam medis yang baik, dan terdapat hubungan antara gaji karyawan dengan kinerja pertugas rekam medis di Puskesmas Kota Kediri. Saran dalam penelitian ini adalah Puskesmas diharapkan membuka lowongan sumber daya manusia khususnya dengan latar belakang pendidikan minimal D3 rekam medis, dan memberikan kesempatan petugas rekam medis yang ada untuk melanjutkan pendidikan dengan pendidikan formal D3/D4/S1 rekam medis.
Hubungan Karakteristik Individu dan Gender dengan Work Life Balance Okgi Tiara Tiara
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3083

Abstract

ABSTRACT Work life balance is the balance of time between the demands of work and life for your family or yourself. The purpose of this study was to determine the relationship between individual characteristics and gender with work life balance in the Surabaya Shipping Company. This research is an analytic observational study. Data were analyzed using Chi-Square Test. The sample in this study consisted of workers who were in the maintenance and repair (Harkan) division of the Surabaya Shipping Company. The variables in this study are individual characteristics, gender and work life balance. There are 110 workers selected using random sampling, data collection using a work life balance questionnaire. The results showed that age was related to work life balance, while gender, education level and years of service were not related to work life balance. The conclusion of this study shows that female and male workers have the same job demands, so gender is not related to work life balanceKeywords: gender; labor characteristic; work life balance ABSTRAK Work life balance adalah keseimbangan waktu  antara tunutan pekerjaan dengan kehidupan untuk keluarga atau diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan gender dengan work life balance di Perusahaan Perkapalan Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Chi-Square. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari tenaga kerja yang berada di divisi Harkan Perusahaan Perkapalan Surabaya. Variabel dalam penelitian ini adalah karakteristik individu, gender dan work life balance. Terdapat 110 tenaga kerja yang dipilih menggunakan random sampling, penggambilan data menggunakan kuisioner work life balance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berhubungan dengan work life balance, sedangkan gender, tingkat pendidikan dan masa kerja tidak berhubungan dengan work life balance. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga kerja wanita dan pria memiliki tuntutan pekerjaan yang sama, sehingga gender tidak berhubungan dengan work life balance Kata kunci: gender; karakteristik tenaga kerja; work life balance.
Durasi Penggunaan Gadget Yang Tidak Menyebabkan Temper Tantrum Pada Anak Sunarto Sunarto; Meila Marindawati; Rahayu Sumaningsih; Sulikah Sulikah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3832

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat, salah satunya adalah penggunaan gadget. Anak usia prasekolah sering memanfaatkan teknologi tersebut sebagai ganti permainan. Penggunaan gadget pada anak pra sekolah sepengetahuan ormnag tuanya. Penggunaan gadget dapat memberikan rasa kecanduan berlebihan yang berdampak pada perubahan perilaku temper tantrum pada anak prasekolah. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menghitung besar risiko paparan durasi penggunaan gadget dengan kejadian temper tantrum pada anak prasekolah. Lokasi penelitian di seluruh pendidikan anak usia dini se kecamatan Barat kabupaten Magetan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah case-control. Ukuran besar sampel kasus sebanyak 91 anak dengan temper tantrum, sedangkan ukuran besar sampel kontrol sebanyak 91 anak kondisi normal. Kedua kelompok dipilih secara simple random sampling. Data temper tantrum diperoleh dari isian kuesioner dan data durasi penggunaan gadget diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget merupakan faktor risiko terhadap kejadian temper tantrum pada anak usia pra sekolah. Penggunaan gadget lebih dari satu jam setiap hari lebih berisiko 5,625 kali menimbulkan temper tantrum pada anak pra sekolah dibanding kurang dari satu jam setiap hari. Kata Kunci : temper tantrum; penggunaan gadget; anak prasekolah.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Kelas VII SMPN 03 Rangat Barat Deswita, Deswita; Yulianto, Yulianto; Selvia A., Nina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14305

Abstract

Adolescents are a potential group that needs serious attention because they are considered a group at risk in terms of sexual and reproductive health. This study aimed to analyze the factors that influence reproductive health behavior in female adolescents. This research used a cross-sectional design and was conducted from March to September 2022 at SMPN 03 Rengat Barat. The population in this study were all class VII girls at SMPN 03 Rengat Barat. The sample size was 50 young women selected by purposive sampling technique. The data collection method for each factor was filling out a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using the Chi-square test. This study obtained a p-value for each factor, namely level of knowledge = 0.048, family support = 0.0001, peer support = 0.001), and utilization of social media = 0.001). It was concluded that the factors influencing the reproductive health behavior of female adolescents were the level of knowledge, family support, peer support and use of social media.Keywords: reproductive health behavior; teenage girl; knowledge; family support; friend support; social media ABSTRAK Remaja merupakan kelompok potensial yang perlu mendapat perhatian serius karena dianggap sebagai kelompok berisiko secara seksual maupun kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja putri. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional dan dilakukan pada bulan Maret sampai September 2022 di SMPN 03 Rengat Barat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII di SMPN 03 Rengat Barat. Ukuran sampel adalah 50 remaja putri yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data untuk masing-masing faktor adalah pengisian kuesioner yang telah teruji validitas dan reabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Penelitian ini memeroleh nilai p untuk masing-masing faktor adalah tingkat pengetahuan = 0,048, dukungan keluarga = 0,0001, dukungan teman sebaya = 0,001), dan pemanfaatan sosial media = 0,001). Disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja putri adalah tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya dan pemanfaatan sosial media.Kata kunci: perilaku kesehatan reproduksi; remaja putri; pengetahuan; dukungan keluarga; dukungan teman; sosial media
Peningkatan Pengetahuan tentang Komunikasi Efektif melalui Pelatihan bagi Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar, Malang Dhelya Widasmara; Mochammad Bachtiar Budianto; Syaifullah Asmiragani; Helmi Herawati; Arief Alamsyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk302

Abstract

Health workers need good communication in carrying out their duties, because in an integrated work team, the quality of communication determines the quality of service. The purpose of this study was to determine the effect of communication training on employees' knowledge of effective communication. The research design was one group pretest-posttest, which involved 37 employees from all work units at Dr. Saiful Anwar, Malang. Before and after the communication training, employee knowledge was measured. Then an analysis of differences in employee knowledge between before and after training was carried out, using a paired sample t-test. The p-value of the results of the analysis was 0.000, so it could be interpreted that there was a significant difference in employee knowledge between before and after training, in which case, the level of post-training knowledge was higher than before. It could be concluded that communication training succeeded in increasing employee knowledge about effective communication in hospitals.Keywords: hospital staff; effective communication; training; knowledge ABSTRAK Tenaga kesehatan memerlukan komunikasi yang baik dalam menjalankan tugasnya, karena dalam tim kerja yang terintegrasi, kualitas komunikasi sangat menentukan kualitas layanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan komunikasi terhadap pengetahuan pegawai tentang komunikasi efektif. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest-posttest, yang melibatkan 37 pegawai dari seluruh unit kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar, Malang. Sebelum dan sesudah pelatihan komunikasi dilakukan pengukuran pengetahuan pegawai. Selanjutnya dilakukan analisis perbedaan pengetahuan pegawai antara sebelum dan sesudah pelatihan, menggunakan paired sample t-test. Nilai p dari hasil analisi adalah 0,000, sehingga dapat ditafsirkan bahwa ada perbedaan pengetahuan pegawai secara signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan, yang dalam hal ini, tingkat pengetahuan pasca pelatihan lebih tinggi daripada sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan komunikasi berhasil meningkatkan pengetahuan pegawai tentang komunikasi efektif di rumah sakit.Kata kunci: pegawai rumah sakit; komunikasi efektif; pelatihan; pengetahuan
PENGARUH EKSTRAK KULIT BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn) TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT dan JUMLAH NEUTROFIL PADA SINUSITIS AKUT BAKTERIAL shelly tjahyadewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3352

Abstract

Background: Acute bacterial sinusitis an inflammatory process and can cause an increase in the number of leukocytes and the number of neutrophils. The content of flavonoids in garlic skin can inhibit the inflammatory process through the process of inhibiting the accumulation of leukocytes and neutrophils in the inflamed area.Objective: This study was conducted to determine the effect of garlic peel extract (Allium sativum Linn) on leukocyte count and neutrophil levels in acute bacterial rhinosinusitis so that it can be used as adjuvant therapy in suppressing the inflammatory process in acute bacterial rhinosinusitis.Methods: This study is an experimental study with post-test only control group design. There were 28 male Sprague Dawley rats divided into 4 groups, including the control group, the group of bacterial acute sinusitis rats without treatment, the group of bacterial acute sinusitis rats treated with amoxicillin and prednisolone antibiotics, and a group of bacterial acute sinusitis rats treated with amoxicillin antibiotics and garlic peel extractResults: Based on the results of the One Way Anova test, the p value < 0.001 showed that there were at least two groups that had a significant difference, namely the effect of giving garlic peel extract (Allium sativum linn) on the number of leukocytes and neutrophil levels.Keywords: sinusitis; Garlic ; Anti-inflammatory;  Leukocytes; Neutrophils  
Systematic Review: Penerapan Informed Consent Dalam Tindakan Sirkumsisi Pada Semua Kelompok Usia Ismaya Ramadhanti; Mutiara Nur Izzati; Balqis Hiri Bahasoan; Adzra Arifah Mahira; Fajaria Nurcandra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3822

Abstract

ABSTRACT Circumcision is the surgical removal of some or all of the prepuce from the penis and is the most commonly performed procedure today. The method used in this study is a systematic review according to PRISMA guidelines through 4 databases (PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, Scopus) according to PECO. It was found in Pakistan, Denmark, and England that informed consent had been applied before circumcision. There are pros and cons regarding circumcision, especially those performed on children. This is due to the lack of ability to make their own choices. In addition, a circumcision performed without a medical diagnosis and without informed consent can also be categorized as a criminal assault. Therefore, informed consent needs to be given before circumcision as a principle of legality and protection of human rights.Keywords: informed consent; sirkumsisiABSTRAK Sirkumsisi merupakan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kulit khitan (prepusium) dari penis dan merupakan tindakan yang paling banyak dilakukan saat ini. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah systematic review sesuai pedoman PRISMA dengan melalui 4 database (PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, Scopus) sesuai dengan PECO. Ditemukan di Pakistan, Denmark, dan Inggris bahwa penerapan informed consent sudah dilakukan sebelum tindakan sirkumsisi. Terdapat pro dan kontra terkait tindakan sirkumsisi terutama yang dilakukan pada anak-anak. Hal ini dikarenakan tidak adanya kemampuan untuk menentukan pilihannya sendiri. Selain itu, tindakan sirkumsisi yang dilakukan tanpa diagnosis medis dan tanpa informed consent juga dapat dikategorikan sebagai penyerangan kriminal. Oleh karena itu, informed consent perlu diberikan sebelum tindakan sirkumsisi sebagai asas legalitas dan perlindungan HAM.Kata kunci: informed consent; sirkumsisi
Efektivitas Daun Sirsak (Annona muricata) dalam Mematikan Larva Nyamuk Aedes aegypti Fajar Akbar; Willyam Rivaldy; Haeranah Ahmad; Askur Askur; Muhammad Rusdi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk303

Abstract

To control the Aedes aegypti mosquito as a vector of dengue hemorrhagic fever so far, most of it still uses chemicals, so it is necessary to use materials that do not have the potential to damage the environment. This study aimed to determine the effectiveness of soursop leaf extract to kill Aedes aegypti mosquito larvae. This research was an experimental study that examined the effectiveness of soursop leaves as a natural larvicidal for Aedes aegypti larvae. The test was carried out 3 times, each with a concentration of 5%, 15%, 25%, so that 25 Aedes aegypti larvae were needed as samples for each concentration. Observations were made every 6 hours for 24 hours. Observations were analyzed by comparing the number of dead larvae for each concentration. At all concentrations, it was found that all larvae died (100%) at the third observation (18 hours). The higher the concentration and duration of administration of soursop leaf extract to Aedes aegypti larvae, the higher the potential for larval death. It was concluded that soursop leaf extract was effective as a natural larvicide for Aedes aegypti larvae.Keywords: Aedes aegypti; soursop leaf; larvicides ABSTRAK Pengendalian nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue selama ini, kebanyakan masih menggunakan bahan kimia, maka itu diperlukan bahan yang tidak berpotensi merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirsak untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang menguji efektivitas daun sirsak sebagai larvasida alami bagi larva Aedes aegypti. Pengujian dilakukan 3 kali, masing-masing dengan konsentrasi 5%, 15%, 25%, sehingga dibutuhkan 25 larva Aedes aegypti sebagai sampel untuk setiap konsentrasi. Pengamatan dilakukan setiap 6 jam selama 24 jam. Hasil pengamatan dianalisis dengan cara membandingkan jumlah larva yang mati untuk setiap konsentrasi. Pada semua konsentrasi, ditemukan bahwa seluruh larva mati (100%) pada pengamatan ketiga (18 jam). Semakin tinggi konsentrasi dan durasi pemberian ekstrak daun sirsak pada larva Aedes aegypti, maka semakin tinggi pula potensi kematian larva. Disimpulkan bahwa ekstrak daun sirsak efektif sebagai larvasida alami bagi larva Aedes aegypti.Kata kunci: Aedes aegypti; daun sirsak; larvasida
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Open Defecation Free (ODF) di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Audrey Faiza Rosa; Yuniar Lestari; Abdiana Abdiana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk306

Abstract

Open defecation free (ODF) is a condition when individuals in a community defecate in healthy latrine facilities. This study aimed to determine the factors associated with ODF status in the working area of the Pauh Health Center. This study used a mix method design. In stage I (quantitative approach), the study population was all heads of families, with a sample size of 109 heads of families selected by proportional random sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire. In stage II (qualitative), data was collected through in-depth interviews and focus group discussions. The results of the quantitative research showed that the dominance of each variable was: non-ODF status = 51.4%, poor knowledge = 33%, negative attitude = 47.7%, not having a latrine = 21%, the role of the head of the family is less supportive = 45 %, and the role of health workers was less supportive = 56.9%. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge, attitudes, latrine ownership and the role of the head of the family and ODF status. The results of qualitative research showed that human resources, special policies, funds, facilities and infrastructure were not supportive. Program activities were carried out using triggering and counseling methods. Pre to post triggering activities did not go well. Monitoring did not go well and evaluation was carried out during mini workshops. ODF status had not been achieved, so special policies and guidelines for program implementation are needed, establishing cooperation with various parties and increasing public awareness and participation.Keywords: open defecation free; knowledge; attitude; toilet ownership; the role of the head of the family; role of health workersABSTRAK Open defecation free (ODF) merupakan kondisi ketika individu dalam komunitas melakukan buang air besar di sarana jamban sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status ODF di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Penelitian ini menggunakan desain mix method. Pada tahap I (pendekatan kuantitatif), populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga, dengan ukuran sampel 109 kepala keluarga yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Pada tahap II (kualitatif), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa dominasi masing-masing variabel adalah: status tidak ODF = 51,4%, pengetahuan kurang baik = 33%, sikap negatif = 47,7%, tidak memiliki jamban = 21%, peran kepala keluarga kurang mendukung = 45%, dan peran tenaga kesehatan kurang mendukung =56,9%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, kepemilikan jamban dan peran kepala keluarga dengan status ODF. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa sumber daya manusia, kebijakan khusus, dana, sarana dan prasarana adalah tidak mendukung. Kegiatan program dilakukan dengan metode pemicuan dan penyuluhan. Kegiatan pra hingga pasca pemicuan berjalan kurang baik. Pemantauan tidak berjalan dengan baik dan evaluasi dilakukan saat lokakarya mini. Status ODF belum tercapai, sehingga perlu kebijakan khusus beserta pedoman pelaksanaan program, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat.Kata kunci: open defecation free; pengetahuan; sikap; kepemilikan jamban; peran kepala keluarga; peran tenaga kesehatan

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue