cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Pemberian Edukasi Berbasis Teori Betty Neuman untuk Meningkatkan Kesiapan Pasien dalam Menghadapi Operasi Sari, Yunita Indah; Yuswanto, Tri Johan Agus
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16418

Abstract

Patients undergoing surgery often experience fear and anxiety, which can affect their preparedness. Preoperative education is expected to improve patient preparedness. The purpose of this study was to analyze the effect of Betty Neuman's theory-based education on patient preparedness for surgery in the hospital. This study used a two-group pretest–posttest design. A total of 112 respondents were selected using a simple random sampling technique. Patient preparedness was measured by completing a questionnaire. Data analysis was performed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. The results of the hypothesis test regarding differences in patient preparedness for surgery in the control and intervention groups showed a p-value of 0.001 for administrative, physical, and mental preparedness, indicating a difference in patient preparedness for surgery between the groups. In this case, after receiving Betty Neuman's theory-based education, patient preparedness improved. The conclusion of this study states that Betty Neuman's theory-based education is effective in improving patient preparedness for surgery.Keywords: Betty Neuman's theory; education; patient preparedness; preoperative ABSTRAK Pasien yang akan menjalani operasi sering mengalami ketakutan dan kecemasan yang dapat memengaruhi kesiapan pasien. Edukasi praoperasi diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pasien. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi berbasis teori Betty Neuman terhadap kesiapan pasien dalam menghadapi operasi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain two-group pretest–posttest. Sebanyak 112 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Kesiapan pasien diukur melalui pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil uji hipotesis tentang perbedaan kesiapan pasien dalam menghadapi operasi pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi menunjukkan nilai p = 0,001 pada kesiapan administrasi, fisik, dan mental, yang artinya ada perbedaan kesiapan pasien dalam menghadapi operasi antara kelompok. Dalam hal ini, setelah diberikan edukasi berbasis teori Betty Neuman terbentuk kesiapan pasien yang lebih baik. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa edukasi berbasis teori Betty Neuman efektif untuk meningkatkan kesiapan pasien dalam menghadapi operasi.Kata kunci: teori Betty Neuman; edukasi; kesiapan pasien; pra operasi
Article template Nugroho, Heru Santoso Wahito
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2010: Template
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Article template for author
Peran Sistem Customer Relationship Management dalam Meningkatkan Mutu Layanan Kesehatan Huwae, Lourenz Simon; Sillehu, Sahrir; Nafiah, Nilam Cahya; Kristoforus, Josefus
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16433

Abstract

Innovative strategies are needed to improve the quality of patient care, one of which is customer relationship management, a system focused on sustainably managing patient relationships through the integration of technology, processes, and human resources. The purpose of this study is to comprehensively review the role of customer relationship management in improving the quality of healthcare services, including patient satisfaction, operational effectiveness, and managerial aspects. The method used in this study is a literature review of various relevant recent studies, including national and international publications from the past eight years. The results indicate that the implementation of customer relationship management in the healthcare sector can improve communication between healthcare professionals and patients, accelerate the service process, and support data-driven decision-making. Furthermore, customer relationship management also plays a crucial role in building patient loyalty through personalized services and continuous monitoring of individual health needs. However, the implementation of customer relationship management still faces several challenges, including limited technological infrastructure, workforce resistance, and issues of patient data privacy and security. In conclusion, customer relationship management is a strategic instrument that contributes significantly to improving the quality of healthcare services, as long as its implementation is supported by policies, regulations, and organizational resource readiness.Keywords: customer relationship management; healthcare quality; patient satisfaction; information technology ABSTRAK Strategi inovatif diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien, yang salah satunya adalah customer relationship management, yaitu sistem yang berfokus pada pengelolaan hubungan dengan pasien secara berkelanjutan melalui integrasi teknologi, proses, dan sumber daya manusia. Tujuan studi ini adalah meninjau secara komprehensif peran customer relationship management dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, baik dari aspek kepuasan pasien, efektivitas operasional, maupun manajerial. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah tinjauan literatur terhadap berbagai penelitian terkini yang relevan, mencakup publikasi nasional maupun internasional dalam kurun 8 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan customer relationship management dalam sektor kesehatan mampu meningkatkan komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, mempercepat proses pelayanan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, customer relationship management juga berperan penting dalam membangun loyalitas pasien melalui personalisasi layanan dan pemantauan berkelanjutan terhadap kebutuhan kesehatan individu. Namun demikian, implementasi customer relationship management masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi tenaga kerja, serta isu privasi dan keamanan data pasien. Sebagai kesimpulan, customer relationship management adalah instrumen strategis yang berkontribusi signifikan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, sepanjang implementasinya didukung oleh kebijakan, regulasi, serta kesiapan sumber daya organisasi.Kata kunci: customer relationship management; mutu layanan kesehatan; kepuasan pasien; teknologi informasi
Edukasi dan Konseling Berbasis Gender dalam Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja Tindaon, Rotua Lenawati; Lisa, Mona; Afandy, Muhamad Ridwan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16423

Abstract

Sexual violence against adolescents is a serious problem that requires gender-based education and counseling interventions in schools. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of gender-based education and counseling in improving adolescents' knowledge and attitudes regarding sexual violence prevention. The study used a one-group pre-test–post-test design with 50 proportionally selected female students in grades X–XII. Knowledge and attitude variables were measured using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon test. The results showed an increase in the mean knowledge score from 70 to 80 and in the attitude score from 62.5 to 74 after the implementation of gender-based education and counseling. The Wilcoxon test showed a significant difference between the knowledge scores before and after the intervention (p = 0.001) and between the attitude scores before and after the intervention (p <0.001). This difference aligns with the increase in the mean score, indicating a positive direction of change. It can be concluded that gender-based education and counseling successfully improved adolescents' knowledge and attitudes regarding sexual violence prevention, and therefore deserves to be recommended as a school-based sexual violence prevention strategy.Keywords: sexual violence; teenagers; education; knowledge; attitude ABSTRAK Kekerasan seksual pada remaja merupakan masalah serius yang menuntut adanya intervensi edukasi dan konseling berbasis gender di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas edukasi dan konseling berbasis gender dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan kekerasan seksual. Penelitian menggunakan desain one-group pre-test–post-test pada 50 siswi kelas X–XII yang dipilih secara proporsional. Variabel pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor rerata pengetahuan dari 70 menjadi 80 dan sikap dari 62,5 menjadi 74 setelah pelaksanaan edukasi dan konseling berbasis gender. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,001) serta antara skor sikap sebelum dan sesudah intervensi (p <0,001). Perbedaan ini sejalan dengan peningkatan skor rerata sehingga menunjukkan arah perubahan yang positif. Dapat disimpulkan bahwa edukasi dan konseling berbasis gender berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan kekerasan seksual, sehingga layak direkomendasikan sebagai salah satu strategi pencegahan kekerasan seksual berbasis sekolah.Kata kunci: kekerasan seksual; remaja; edukasi; pengetahuan; sikap
Edukasi Perawatan Diri Orem Meningkatkan Kebersihan Luka Post Operasi Fraktur Ekstremitas Balqis, Janessa Fatiha Bisma; Anjaswarni, Tri; Yuswanto, Tri Johan Agus
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16415

Abstract

Postoperative wound hygiene for lower extremity fractures is a key factor in preventing infection and accelerating healing. Self-care education based on Orem's Theory designed to empower patients is expected to improve independence and wound hygiene. The purpose of this study was to analyze the effect of self-care education based on Orem's Theory on postoperative wound hygiene for lower extremity fractures. This study used a pretest-posttest approach with a control group. This study involved 100 randomly selected postoperative lower extremity fracture patients. The intervention group received self-care education based on Orem's Theory, while the control group received conventional education. The research instrument was a wound hygiene observation sheet applied to both groups. The wound hygiene of the two groups was then compared. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 in the intervention group, indicating a significant improvement in wound hygiene. The proportion of patients with improved wound hygiene in the intervention group (42%) was significantly higher than in the control group (8%). The Mann-Whitney test showed a p-value of 0.000, with a mean rank of 62.00 for the intervention group and 39.00 for the control group. This study concluded that self-care education based on Orem's Theory significantly improved wound hygiene in patients with postoperative lower extremity fractures and was more effective than conventional education.Keywords: self-care education; Orem's Theory; wound hygiene; postoperative; lower extremity fractures ABSTRAK Kebersihan luka pasca operasi fraktur ekstremitas bawah merupakan faktor kunci dalam mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. Edukasi perawatan diri berbasis Teori Orem yang dirancang untuk memberdayakan pasien diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kebersihan luka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi perawatan diri berbasis teori Orem terhadap kebersihan luka pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan pretest-posttest with control group. Studi ini melibatkan 100 pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah yang dipilih secara acak. Kelompok intervensi menerima edukasi perawatan diri berbasis Teori Orem, sedangkan kelompok kontrol menerima edukasi konvensional. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi kebersihan luka yang diterapkan pada kedua kelompok. Selanjutnya kebersihan luka kedua kelompok dibandingkan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0,000 pada kelompok intervensi, yang menunjukkan adanya peningkatan kebersihan luka secara signifikan. Proporsi pasien dengan peningkatan kebersihan luka pada kelompok intervensi (42%) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (8%). Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p 0,000, dengan mean rank 62,00 untuk kelompok intervensi dan 39,00 untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi perawatan diri berbasis Teori Orem secara signifikan dapat meningkatkan kebersihan luka pada pasien fraktur ekstremitas bawah pasca operasi dan lebih efektif dibandingkan edukasi konvensional.Kata kunci: edukasi perawatan diri; Teori Orem; kebersihan luka; pasca operasi; fraktur ekstremitas bawah
Manajemen Strategik dalam Antisipasi Klaim Pending Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Rumah Sakit Pemerintah Adji, Iwan Setiawan; Alghozi, Muhammad Hilmi; Nabilah, Aisyah; Arifinnia, Salwa Ghaisani Syariifah; Hanief, Sekar Mayang Raisa; Rosyita, Fadhilla Jihan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16438

Abstract

Pending claims can disrupt cash flow, increase administrative burdens, and reduce the quality of healthcare services. Strategic efforts are needed to ensure hospitals can sustainably anticipate these issues. The objective of this study was to identify the factors causing pending BPJS claims and analyze the management strategies implemented by government hospitals through a systematic literature review. This study was a protocol-based systematic review. The literature search was conducted through PubMed, Google Scholar, and Garuda Indonesia from 2020–2025. Of the 623 articles found, 10 met the inclusion criteria and were subsequently subjected to thematic synthesis. The study results indicate that the number of pending claims in government hospitals ranges from 8–30%. The main factors causing pending claims include administrative aspects (incomplete documents), clinical (inappropriate medical resumes), coding errors, and limitations in hospital information systems. Reported strategies include optimizing planning, organizing, actuating, and controlling, digitizing the claims system, improving human resource competency, routine monitoring, and collaboration with financing providers. The analysis shows that a strategy that integrates internal factors (human resources, standard operating procedures, and technology) with external factors (financing agency regulations) has the most significant impact on reducing pending claims. In conclusion, pending claims are a systemic problem predominantly driven by internal hospital factors. The implementation of strategic management, combining digitalization, human resource development, and external collaboration, has proven to be the most effective approach.Keywords: strategic management; pending claims; government hospitals ABSTRAK Klaim pending dapat mengganggu arus kas, meningkatkan beban administratif, serta menurunkan mutu pelayanan kesehatan. Upaya strategis diperlukan agar rumah sakit mampu mengantisipasi masalah ini secara berkelanjutan. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab klaim pending BPJS dan menganalisis strategi manajemen yang diterapkan rumah sakit pemerintah melalui tinjauan sistematis literatur. Studi ini merupakan systematic review berbasis protokol. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Google Scholar dan Garuda sejak tahun 2020–2025. Dari 623 artikel yang ditemukan, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan selanjutnya dilakukan sintesis tematik. Hasil studi menunjukkan bahwa angka klaim pending di rumah sakit pemerintah berkisar antara 8–30%. Faktor utama penyebab pending meliputi aspek administratif (dokumen tidak lengkap), klinis (resume medis tidak sesuai), kesalahan pengkodean, serta keterbatasan sistem informasi rumah sakit. Strategi yang dilaporkan mencakup optimalisasi planning, organizing, actuating and controlling, digitalisasi sistem klaim, peningkatan kompetensi sumberdaya manusia, pemantauan rutin, serta kolaborasi dengan penyelenggara pembiayaan. Analisis menunjukkan bahwa strategi yang mengintegrasikan faktor internal (sumberdaya manusia, standard operating procedures dan teknologi) dengan faktor eksternal (regulasi badan penyelenggara pembiayaan) memberikan dampak paling signifikan dalam menekan angka klaim pending. Sebagai kesimpulan, klaim pending merupakan masalah sistemik yang dominan dipicu oleh faktor internal rumah sakit. Penerapan manajemen strategik dengan kombinasi digitalisasi, penguatan sumberdaya manusia dan kolaborasi eksternal terbukti menjadi pendekatan paling efektif.Kata kunci: manajemen strategik; klaim pending; rumah sakit pemerintah
Estetika dan Kesehatan Gigi Sebagai Determinan Self Esteem pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Atas Ulfah, Aulia; Zahara, Meutia; Marthoenis, M.; Baharuddin, Dharina; Aramico, Basri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16428

Abstract

Oral health problems remain a challenge in various countries, including Indonesia, with a relatively high prevalence of malocclusion. This condition not only impacts oral function but also causes psychosocial effects, especially in adolescents who are very concerned about dental appearance and aesthetics. The purpose of this study was to analyze the relationship between dental aesthetics and self-esteem in adolescents. The study used a cross-sectional design involving 180 female students aged 15–17 years selected through a total sampling method. Data were collected through intraoral examinations using the Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) which includes the Aesthetic Component (AC) and Dental Health Component (DHC), as well as the Psychosocial Impact of Dental Aesthetics Questionnaire (PIDAQ) questionnaire to assess self-esteem. Data analysis was performed using simple and multiple linear regression tests. The results showed that the statistical values for AC were B = -0.443, p = 0.000, and β = -0.24; Meanwhile, for DHC, B = -1.797, p = 0.000, and β = -0.48, indicating that dental aesthetics is significantly related to self-esteem, with DHC having the strongest influence on decreasing self-esteem. Meanwhile, difficulty chewing and speaking, as well as dental visits, did not show a significant relationship with self-esteem. These findings conclude that dental aesthetics is a determinant of adolescent self-esteem, thus requiring attention in efforts to improve their quality of life.Keywords: dental aesthetics; aesthetic component; dental health component; malocclusion severity; self-esteem ABSTRAK Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan prevalensi maloklusi yang cukup tinggi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fungsi oral, tetapi juga menimbulkan efek psikososial, terutama pada remaja yang sangat memperhatikan penampilan dan estetika gigi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara estetika gigi dengan self-esteem pada remaja. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 180 siswi berusia 15–17 tahun yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan intraoral menggunakan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) yang mencakup Aesthetic Component (AC) dan Dental Health Component (DHC), serta kuesioner Psychosocial Impact of Dental Aesthetics Questionnaire (PIDAQ) untuk menilai self-esteem. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai statistik untuk AC adalah B = -0,443, p = 0,000, dan β = -0,24; sementara itu untuk DHC adalah B = -1,797, p = 0,000, dan β = -0,48, yang menunjukkan bahwa esttika gigi berhubungan secara signifikan dengan self-esteem, di mana DHC memberikan pengaruh paling kuat terhadap penurunan self-esteem. Sementara itu, kesulitan mengunyah dan berbicara serta kunjungan ke dokter gigi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna edngan self esteem. Temuan ini menyimpulkan bahwa estetika gigi merupakan determinan self-esteem remaja, sehingga perlu menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas hidup mereka.Kata kunci: estetika gigi; aesthetic component; dental health component; keparahan maloklusi; self esteem
Pemetaan Kepadatan Penduduk, Status Vaksinasi dan Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies Buchair, Nur Hikmah; Syahadat, Dilla Srikandi; Laba, Stefiani Bengan; Palinggi, Marselina; Sari, Nur Fadhilah; Azzahra, Nur Azizah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16419

Abstract

Rabies is a zoonotic disease that attacks the central nervous system and is almost always fatal. Spatial analysis is important to understand the distribution of rabies-transmitting animal bite cases and the factors that influence them. The purpose of this study was to determine the distribution of rabies-transmitting animal bite cases based on vaccination status and population density, as well as spatial distribution patterns. This research was an analytical study with an ecological approach, a population study of 79 respondents who received rabies-transmitting animal bite cases. Primary data were collected through field observations and questionnaires, while spatial analysis was conducted using GeoDa software with a spatially weighted regression method. The results showed that the animals that transmit rabies are dogs (80%), cats (19%), and monkeys (1%). The most cases occurred in Petobo Village (60.8%), and the rest in South Birobuli (39.2%). A total of 51.9% of cases had incomplete vaccination status. Spatial analysis showed that population density (p = 0.000) and vaccination status (p = 0.000) significantly influenced the incidence of rabies-transmitting animal bites. The spatial distribution pattern was shown to be clustered with a p-value of 0.002309. In conclusion, population density and vaccination status are important factors influencing the incidence of rabies-transmitting animal bites, with cases tending to be clustered.Keywords: rabies-transmitting animal bites; rabies; spatial analysis; population density; vaccine ABSTRAK Rabies adalah penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berakibat fatal. Analisis spasial menjadi penting untuk memahami pola penyebaran kasus gigitan hewan penular rabies dan faktor yang memengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui distribusi kasus gigitan hewan penular rabies berdasarkan status vaksinasi dan kepadatan penduduk, serta pola sebaran spasial. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan ekologi, merupakan studi populasi terhadap 79 responden kasus gigitan hewan penular rabies. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan kuesioner, sedangkan analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoDa dengan metode spatially weighted regression. Hasil penelitian menunjukkan hewan penular rabies adalah anjing (80%), kucing (19%) dan kera (1%). Kasus terbanyak terjadi di Kelurahan Petobo (60,8%) dan sisanya di Birobuli Selatan (39,2%). Sebanyak 51,9% kasus memiliki status vaksinasi tidak lengkap. Analisis spasial menunjukkan kepadatan penduduk (p = 0,000) dan status vaksinasi (p = 0,000) berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian gigitan hewan penular rabies. Pola distribusi spasial terbukti clustered dengan nilai p = 0,002309. Sebagai kesimpulannya, kepadatan penduduk dan status vaksinasi merupakan faktor penting yang memengaruhi kejadian gigitan hewan penular rabies, dengan distribusi kasus cenderung berkelompok.Kata kunci: gigitan hewan penular rabies; rabies; analisis spasial; kepadatan penduduk; vaksin
Kombinasi Massage Endorphin Dan Kompres Air Jahe Hangat Untuk Menurunkan Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Laisouw, Meilany; Lestaluhu, Viqy; Rahmawati, Wa Ode
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16414

Abstract

During pregnancy, the body undergoes physiological changes that cause discomfort, one of which is back pain. Non-pharmacological treatments such as endorphin massage and warm ginger compresses can be used to address this issue. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of a combination of endorphin massage and warm ginger compresses to reduce back pain in pregnant women in their third trimester. This study employed a pretest-posttest design with a control group. The sample consisted of 24 pregnant women in their third trimester who were examined at the Poka Rumah Tiga Community Health Center, selected using consecutive sampling. Pain intensity was measured before and after the intervention using a Numeric Rating Scale. The reduction in pain intensity between the two groups was then compared using an independent samples t-test. The p-value for the comparison was <0.001, indicating a difference in pain reduction between the two groups, with a greater reduction in the treatment group. Therefore, it can be concluded that the combination of endorphin massage and warm ginger compresses is effective in reducing back pain in pregnant women in their third trimester.Keywords: endorphin massage; warm ginger compress; back pain; pregnant women ABSTRAK Selama masa kehamilan tubuh akan mengalami perubahan fisiologi yang menimbulkan ketidaknyamanan, yang salah satunya adalah nyeri punggung. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan upaya penanganan non farmakologis seperti endorphin massage dan kompres air jahe hangat.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas kombinasi endorphin massage dan kompres air jahe hangat untuk menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menerapkan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel dalam penelitian ini adalah 24 ibu hamil trimester III yang datang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Poka Rumah Tiga, yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Sebelum dan seudah intervensi dilakukan pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Selanjutnya penurunan intensitas nyeri dari kedua kelompok dibandingkan dengan independent samples t-test. Nilai p dari hasil perbandingan adalah <0,001, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan penurunan intensitas nyeri antara kedua kelompok, dengan penurunan lebih besar pada kelompok perlakuan. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kombinasi endorphin massage dan kompres air jahe hangat efektif untuk menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.Kata kunci: endorphin massage; kompres jahe hangat; nyeri punggung; ibu hamil
Manajemen Islami sebagai Upaya untuk Meningkatkan Mutu Layanan dan Kepuasan Pasien Rumah Sakit Umum Daerah Adji, Iwan Setiawan; Alghozi, Muhammad Hilmi; Nabilah, Aisyah; Arifinnia, Salwa Ghaisani Syariifah; Hanief, Sekar Mayang Raisa; Rosyita, Fadhilla Jihan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16434

Abstract

The implementation of Islamic management in healthcare facilities, particularly government-owned hospitals, is becoming increasingly relevant as the public demand for services that are not only professional but also align with religious values. The purpose of this study is to explore the implementation of Islamic management in regional public hospitals in Indonesia and assess its impact on service quality, patient satisfaction, and implementation challenges. This study is a systematic literature review based on the PRISMA 2020 guidelines and the Cochrane Handbook. A literature search was conducted in Google Scholar, PubMed, Scopus, and Garuda using the keywords "sharia management," "Islamic service," and "RSUD." Inclusion criteria included original research articles discussing the implementation of Islamic management in regional public hospitals in Indonesia. Of the 119 articles identified, 8 met the criteria for analysis. The study results indicate that the implementation of Islamic management in regional public hospitals has been shown to improve patient satisfaction, strengthen motivation for healing through spiritual guidance, and support the strengthening of sharia-based hospital governance. Key success factors include the readiness of healthcare workers, the integration of spiritual aspects into standard operating procedures, and support for hospital policies. The existing obstacles include limited trained human resources, inconsistent operational standards, and limited Islamic facilities. In conclusion, Islamic management has proven relevant in improving service quality and patient satisfaction.Keywords: Islamic management; regional general hospitals; Islamic healthcare; patient satisfaction ABSTRAK Implementasi manajemen Islami di fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit milik pemerintah semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang tidak hanya professional tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai religius. Tujuan studi ini adalah mengeksplorasi penerapan manajemen Islami pada rumah sakit umum daerah di Indonesia dan menilai dampaknya terhadap mutu pelayanan, kepuasan pasien, serta tantangan implementasi. Studi ini merupakan systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dan Cochrane Handbook. Pencarian literatur dilakukan di Google Scholar, PubMed, Scopus, dan Garuda dengan kata kunci “manajemen syariah”, “pelayanan Islami”, dan “RSUD”. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian asli yang membahas implementasi manajemen Islami di rumah sakit umum daerah di Indonesia. Dari 119 artikel yang diidentifikasi, 8 di antaranya memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi manajemen Islami di rumah sakit umum daerah terbukti meningkatkan kepuasan pasien, memperkuat motivasi kesembuhan melalui bimbingan rohani, dan mendukung penguatan tata kelola rumah sakit berbasis syariah. Faktor keberhasilan utama meliputi kesiapan tenaga kesehatan, integrasi aspek spiritual dalam standard operating procedures, dan dukungan kebijakan rumah sakit. Kendala yang ada adalah keterbatasan sumberdaya manusia terlatih, standar operasional yang tidak konsisten, dan keterbatasan fasilitas Islami. Sebagai kesimpulan, manajemen Islami terbukti relevan dalam meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pasien.Kata kunci: manajemen Islami; rumah sakit umum daerah; pelayanan kesehatan Islami; kepuasan pasien

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue