cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Pengetahuan Pasien tentang Karies Gigi di Poli Gigi Puskesmas Kangayan Kepulauan Kangean Mardlatillah, Lutviana; Isnanto, Isnanto; Sugito, Bambang Hadi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16424

Abstract

The main oral health problem among dental clinic patients is dental caries. A lack of understanding of the etiology of dental caries can contribute to its development. The purpose of this study was to determine the level of understanding of dental caries among dental clinic patients. This descriptive study focused on dental caries among dental clinic patients at the Kangayan Community Health Center in the Kangean Islands. Data were collected through questionnaires, which were then analyzed using descriptive statistics in the form of frequencies and percentages. The findings of this study indicate that the highest level of patient understanding for each component of knowledge is as follows: the importance of dental caries is in the good category (82%), the causes of dental caries are in the sufficient category (73%), the impact of dental caries is in the sufficient category (60%), the prevention of dental caries is in the sufficient category (67%), and the treatment of dental caries is in the low category (48%). It can be concluded that the level of knowledge of dental clinic patients about dental caries at the Kangayan Community Health Center in the Kangean Islands is in the sufficient category.Keywords: dental caries; patients; dental clinic; knowledge ABSTRAK Masalah kesehatan gigi dan mulut yang utama pada pasien poli gigi adalah karies gigi. Kurangnya pemahaman tentang etiologi karies gigi dapat menyebabkan perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman tentang karies gigi pada pasien di poli gigi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang berfokus pada karies gigi pada pasien poli gigi di Puskesmas Kangayan di Kepulauan Kangean. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, yang selanjutnya dianalisis dengan metode statistika deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Temuan penelitian ini menunjukkan Tingkat pemahaman pasien yang paling besar pada masing-masing komponen pengetahuan adalah sebagai berikut: pentingnya karies gigi dalam kategori baik (82%), penyebab karies gigi dalam kategori cukup (73%), dampak karies gigi dalam kategori cukup (60%), pencegahan karies gigi berada dalam kategori cukup (67%), terapi karies gigi dalam kategori rendah (48%). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pasien klinik gigi tentang karies gigi di Puskesmas Kangayan Kepulauan Kangean berada pada kategori cukup.Kata kunci: karies gigi; pasien; poli gigi; pengetahuan
Kepuasan Sebagai Prediktor Utama Lost Patient pada Peserta Prolanis di Pusat Kesehatan Masyarakat Walangadi, Zulkifli; Harfah, Nurfalia; Jannah, Azharatul; Azizah, Andi Nurul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16411

Abstract

Non-communicable diseases are the leading cause of death worldwide, with hypertension being a major risk factor. The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is a government effort to prevent complications and improve the quality of life for patients with hypertension and type 2 diabetes mellitus. However, the phenomenon of lost patients or loss of control remains a challenge to the program's success. The purpose of this study was to analyze factors associated with lost patients among Prolanis participants at community health centers. This study used a cross-sectional design, involving 95 Prolanis participants selected using simple random sampling. Independent variables included knowledge, attitudes, behaviors, treatment side effects, service satisfaction, service access, family support, and the role of health workers. Data analysis was performed using multiple binary logistic regression. The results showed that knowledge, attitudes, health behaviors, satisfaction with services, and family support significantly influenced lost patients (p<0.05), with service satisfaction being the most dominant factor (Exp(B) = 14.659). In conclusion, satisfaction is the primary predictor of lost patients among Prolanis participants at community health centers.Keywords: Prolanis (chronic disease management program), lost patient; community health center ABSTRAK Penyakit tidak menular merupakan penyebab utama kematian di dunia, dengan hipertensi sebagai salah satu faktor risiko terbesar. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan upaya pemerintah untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2. Namun, fenomena lost patient atau putus kontrol masih menjadi tantangan dalam keberhasilan program. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian lost patient pada peserta Prolanis di pusat kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 95 peserta Prolanis yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel independen mencakup pengetahuan, sikap, perilaku, efek samping pengobatan, kepuasan pelayanan, akses pelayanan, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik biner berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, sikap, perilaku kesehatan, kepuasan terhadap pelayanan, dan dukungan keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian lost patient (p<0,05), dengan kepuasan pelayanan menjadi faktor paling dominan (Exp(B) = 14,659). Sebagai kesimpulan, kepuasan merupakan predictor utama lost patient pada peserta Prolanis di pusat kesehatan masyarakat.Kata kunci: Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis), lost patient; pusat kesehatan masyarakat
Pendidikan Kesehatan Berbasis Teori Hildegard Pelau Meningkatkan Pemahaman Perawatan Luka Mandiri pada Pasien Pasca Operasi Caesar Azmi, Elvina Eka Nur; Yuswanto, Tri Johan Agus; Ernawati, Naya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16416

Abstract

Health education is an important intervention in improving patient understanding and independence in postoperative wound care. The purpose of this study was to test the effectiveness of health education based on Hildegard Peplau's theory to improve understanding and independence in wound care in post-cesarean section patients. The study design was a pre-test and post-test with a control group. A total of 100 post-cesarean section patients were selected and divided into a treatment group and a control group, each with 50 patients. The instruments for measuring patient understanding and independence were questionnaires and observation sheets. Data were analyzed using a t-test. The results of the paired samples t-test showed a significant difference in understanding and wound care between before and after the intervention in the treatment group (p = 0.000), with an average increase of 10.16. A significant difference was also found in the control group (p = 0.000), although the average increase was only 5.76. Independent samples t-test showed a significant difference between the treatment and control groups after the intervention, with a p value of 0.000 and an average difference of 8.40. Thus, it can be concluded that health education based on Hildegard Peplau's theory is effective in increasing patient understanding and independence in post-cesarean wound care.Keywords: health education; Hildegard Peplau's theory; self-care for wounds; cesarean section. ABSTRAK Pendidikan kesehatan merupakan intervensi penting dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian pasien dalam perawatan luka pasca operasi. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas pendidikan kesehatan berdasarkan teori Hildegard Peplau untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian perawatan luka pada pasien pasca operasi caesar. Rancangan penelitian ini adalah pre-test and post-test with control group. Sebanyak 100 pasien pasca operasi caesar dipilih dan dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing-masing 50 pasien. Alat pengukur pemahaman dan kemandirian pasien adalah kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji t. Hasil paired samples t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam pemahaman dan perawatan luka antara sebelum dan sesudah ontervensi pada kelompok perlakuan (p = 0,000), dengan rerata peningkatan adalah 10,16. Perbedaan yang signifikan juga ditemukan pada kelompok kontrol (p = 0,000), meskipun rerata peningkatan hanya 5,76. Independent samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah intervensi, dengan nilai p 0,000 dan rerata selisih adalah 8,40. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berdasarkan teori Hildegard Peplau efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian pasien dalam perawatan luka pasca operasi caesar. Kata kunci: pendidikan kesehatan; Teori Hildegard Peplau; perawatan luka mandiri; operasi caesar
Media Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Self-Management Pasien Diabetes Mellitus guna Mencegah Kegawatdaruratan Hiperglikemia Purnomo, Ryan Boby Aditya; Melastuti, Erna; Wahyuningsih, Indah Sri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16439

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease with a high risk of hyperglycemic emergencies, requiring effective education to improve patient knowledge and self-management skills. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of various educational media in improving the knowledge and self-management behaviors of diabetes mellitus patients to prevent acute complications. This study, a literature review, searched PubMed, Scopus, ProQuest, and Google Scholar, resulting in 12 primary articles that met the inclusion criteria. The study results showed that digital media such as health apps, online education, interactive videos, and gamification provided the most significant improvements in knowledge, therapy adherence, glucose monitoring, and glycemic control. Audiovisual media were also effective in clarifying understanding, while print media remained beneficial for certain groups despite its limited interactivity. A multimodal approach was deemed optimal because it could adapt to patient characteristics and needs. It was concluded that educational media plays a crucial role in strengthening self-management and reducing the risk of hyperglycemic emergencies in diabetes mellitus patients.Keywords: diabetes mellitus; self-management; education; hyperglycemia prevention ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis dengan risiko tinggi terjadinya kegawatdaruratan hiperglikemia, sehingga diperlukan edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan self-management pasien. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis efektivitas berbagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku self-management pasien diabetes mellitus guna mencegah komplikasi akut. Studi ini merupakan literature review yang dicari dari PubMed, Scopus, ProQuest dan Google Scholar, sehingga diperoleh 12 artikel primer yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil studi menunjukkan bahwa media digital seperti aplikasi kesehatan, edukasi daring, video interaktif, dan gamifikasi memberikan peningkatan paling signifikan terhadap pengetahuan, kepatuhan terapi, pemantauan glukosa, dan kontrol glikemik. Media audiovisual juga efektif dalam memperjelas pemahaman, sementara media cetak tetap bermanfaat pada kelompok tertentu meski memiliki keterbatasan interaktivitas. Pendekatan multimodal dinilai paling optimal karena mampu menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan pasien. Disimpulkan bahwa media edukasi berperan penting dalam memperkuat self-management dan menurunkan risiko kegawatdaruratan hiperglikemia pada pasien diabetes mellitus.Kata kunci: diabetes mellitus; self-management; edukasi; pencegahan hiperglikemia
Difteri Probabel dengan Kultur Negatif yang Menyerupai Tonsilitis Bakteri pada Anak yang Tidak Divaksinasi dari Pesantren: Tantangan Diagnostik dan Sosio-Kultural Adji, Iwan Setiawan; Rosyita, Fadhilla Jihan; Nabilah, Aisyah; Arifinnia, Salwa Ghaisani Syariifah; Hanief, Sekar Mayang Raisa; Alghozi, Muhammad Hilmi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16429

Abstract

Diphtheria remains a public health threat in areas with low immunization coverage. Diagnosis is often delayed because initial symptoms resemble common bacterial tonsillitis, especially in unimmunized children due to religious-based vaccine hesitancy. This study aimed to raise awareness of the possibility of diphtheria masquerading as bacterial tonsillitis in unimmunized children, highlight the role of socio-cultural factors in the emergence of cases, and provide clinical recommendations and prevention policies in boarding settings. This study was a case report involving a patient treated at a polyclinic. Data were collected during the patient's treatment and follow-up period. Data were collected from the patient's medical record, family interviews, and clinical photographic documentation. The study identified a 12-year-old boy who had never been immunized who presented with complaints of sore throat, odynophagia, and the formation of a thick pseudomembrane on the tonsils, suggesting diphtheria. Although throat cultures were negative for Corynebacterium diphtheriae, rapid clinical improvement after administration of diphtheria antitoxin and erythromycin supported a probable clinical diagnosis of diphtheria. In conclusion, this case highlights the diagnostic challenges of diphtheria with typical clinical manifestations but negative laboratory results and emphasizes the importance of early empiric therapy based on clinical suspicion, especially in the unimmunized population.Keywords: diphtheria; vaccine hesitancy; immunization; children; boarding school ABSTRAK Difteri tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. Diagnosis sering tertunda karena gejala awalnya menyerupai tonsilitis bakterial biasa, terutama pada anak yang belum diimunisasi akibat keraguan vaksin berbasis agama (religious-based vaccine hesitancy). Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan difteri tersamar sebagai tonsilitis bakterial pada anak tidak diimunisasi, menyoroti peran faktor sosial-kultural dalam munculnya kasus, dan memberikan rekomendasi klinis serta kebijakan pencegahan di lingkungan berasrama.menggambarkan. Studi ini merupakan laporan kasus yang melibatkan seorang pasien yang ditangani di poliklinik. Data dikumpulkan selama masa perawatan dan kontrol lanjutan. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien, wawancara keluarga, dan dokumentasi foto klinis. Hasil studi telah mengidentifikasi seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang belum pernah diimunisasi datang dengan keluhan nyeri tenggorok, odinofagia, dan terbentuknya pseudomembran tebal pada tonsil yang mengarah pada dugaan difteri. Meskipun hasil kultur tenggorok negatif terhadap Corynebacterium diphtheriae, perbaikan klinis yang cepat setelah pemberian antitoksin difteri dan eritromisin mendukung diagnosis klinis difteri probable. Sebagai kesimpulan, kasus ini menyoroti tantangan diagnostik pada difteri dengan manifestasi klinis khas namun hasil laboratorium negatif serta menegaskan pentingnya terapi empiris dini berdasarkan kecurigaan klinis, terutama pada populasi yang belum diimunisasi.Kata kunci: difteri; vaccine hesitancy; imunisasi; anak; sekolah berasrama
Human Resources, Work Culture, Leadership and Infrastructure as Aspects of Readiness for Implementing Electronic Medical Records in Dental and Oral Hospital Lareshya, Brilianti Haditya; Girsang, Ermi; Nasution, Sri Lestari Ramadhani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16420

Abstract

Electronic medical records play a crucial role in the efficiency, accuracy, and quality of service, so its implementation requires readiness from various aspects. This study aimed to analyze the readiness of electronic medical records implementation at Dental and Oral Hospital of the University of North Sumatera based on four main aspects: human resources, organizational work culture, leadership governance, and information technology infrastructure. The study was conducted at Dental and Oral Hospital of the University of North Sumatera from November to December 2024 with a quantitative analytical approach using a cross-sectional design. A sample of 71 people was selected through purposive sampling, consisting of healthcare and non-healthcare workers directly involved with the electronic medical records system. The research instrument used a questionnaire based on the DOQ-IT method and was analyzed using SmartPLS. The results showed that the readiness for implementing electronic medical records at Dental and Oral Hospital of the University of North Sumatera was in the "very ready" category, with outer loading values >0.9, Average Variance Extracted >0.5, and Composite Reliability and Cronbach's Alpha values >0.7 for all variables. In conclusion, Dental and Oral Hospital of the University of North Sumatera has a high level of readiness in implementing electronic medical records, both in terms of human resources, work culture, leadership, and infrastructure.Keywords: electronic medical records; implementation; readiness
Latihan Baduanjin untuk Meningkatkan Kesehatan Fisik, Psikologis, dan Kualitas Hidup Pasien Kanker Utami, Fadhilah Rizka; Gayatri, Dewi; Allenidekania, Allenidekania; Nuraini, Tuti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16435

Abstract

Cancer patients often experience physical and psychological symptoms such as fatigue, sleep disturbances, anxiety, and decreased quality of life. The limitations of pharmacological therapy have prompted the development of non-pharmacological interventions such as Baduanjin exercise. The purpose of this study was to evaluate the effects of Baduanjin exercise on the physical and psychological well-being of cancer patients. This study was a literature review. A literature search was conducted in PubMed, ScienceDirect, Cochrane, Taylor and Francis, and Sage Journals, yielding an initial result of 273 articles, with 15 studies meeting the inclusion criteria after screening. The study results indicated that Baduanjin consistently provides benefits in reducing fatigue, improving sleep quality, enhancing physical and cognitive function, and supporting psychological health, all of which impact the quality of life of cancer patients. In conclusion, Baduanjin is a simple, safe, and adaptive exercise with the potential to be integrated into nursing practice as a complementary intervention.Keywords: cancer; baduanjin; quality of life; physical aspects; psychological aspects ABSTRAK Pasien kanker sering mengalami gejala fisik dan psikologis seperti kelelahan, gangguan tidur, kecemasan dan penurunan kualitas hidup. Keterbatasan terapi farmakologis mendorong berkembangnya intervensi nonfarmakologis seperti latihan Baduanjin. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi efek latihan Baduanjin terhadap kondisi fisik dan psikologis pada pasien kanker. Studi ini merupakan tinjauan literatur. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Cochrane, Taylor and Francis, dan Sage Journal, dengan hasil awal 273 artikel, dan 15 studi memenuhi kriteria inklusi setelah proses penyaringan. Hasil studi menunjukkan bahwa Baduanjin konsisten memberikan manfaat dalam menurunkan kelelahan, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan fungsi fisik dan kognitif, serta mendukung kesehatan psikologis yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup pasien kanker. Sebagai kesimpulan, Baduanjin berupakan latihan sederhana, aman, dan adaptif yang berpotensi diintegrasikan dalam praktik keperawatan sebagai intervensi komplementer.Kata kunci: kanker; baduanjin; kualitas hidup; aspek fisik; aspek psikologis
Screen Time Sebagai Prediktor Kejadian Gerakan Tutup Mulut pada Anak Usia Toddler Dewi, Putri Kartika; Aisyah, Iis; Rosyda, Rafika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16425

Abstract

Covering your mouth is a common eating problem in toddlers and can interfere with nutritional needs. Meanwhile, screen time exposure is increasing and is often associated with passive eating behavior. The purpose of this study was to analyze the relationship between screen time and the occurrence of cover-up movements in toddlers. The study used a cross-sectional design, involving 83 toddlers selected through cluster purposive sampling. Screen time data were collected based on American Academy of Pediatrics categories, while cover-up movements were measured using the CEBQ questionnaire with 24 Likert-scale items (validity test r = 0.383–0.716; Cronbach's α = 0.887). Analysis was performed using the Spearman correlation test. The results showed a significant relationship between screen time and the occurrence of cover-up movements, with a correlation coefficient of r = 0.751 and p = 0.000. The longer the duration of screen time, the higher the likelihood of children experiencing GTM. This study concludes that screen time duration is a determinant of cover-up movements in toddlers.Keywords: screen time; gadgets; cover-up movements; toddler ABSTRAK Gerakan tutup mulut merupakan masalah makan yang umum terjadi pada anak usia toddler dan dapat mengganggu pemenuhan nutrisi, sementara paparan screen time semakin meningkat dan sering dikaitkan dengan perilaku makan pasif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan anara screen time dengan kejadian gerakan tutup mulut pada anak usia toddler. Penelitian menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 83 toddler, yang dipilih melalui teknik cluster purposive sampling. Data screen time dikumpulkan berdasarkan kategori American Academy of Pediatrics, sedangkan gerakan tutup mulut diukur menggunakan kuesioner CEBQ dengan 24 item skala Likert (uji validitas r = 0,383–0,716; cronbach α = 0,887). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara screen time dan kejadian gerakan tutup mulut dengan koefisien korelasi r = 0,751 dan p = 0,000. Semakin tinggi durasi screen time, semakin tinggi kecenderungan anak mengalami GTM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa durasi screen time merupakan determinan gerakan tutup mulut pada toddler.Kata kunci: screen time; gawai; gerakan tutup mulut; toddler
Quality of Health Services as a Determinant of Patient Satisfaction in Specialist Outpatient Clinics Azmi, Rofiqah; Girsang, Ermi; Nasution, Sri Lestari Ramadhani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16412

Abstract

Patient satisfaction at specialist clinics is an important indicator in ensuring the quality of healthcare services. The level of patient satisfaction also determines the competitiveness and sustainability of healthcare institutions. The purpose of this study was to analyze the influence of healthcare service quality on patient satisfaction at specialist clinics. This study was conducted using a cross-sectional design, involving 177 outpatients selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, then analyzed descriptively, using the Chi-Square test, and finally using multiple logistic regression. The results showed that variables that significantly influenced patient satisfaction were dignity (p = 0.040), confidentiality (p = 0.034), communication (p = 0.026), autonomy (p = 0.029), prompt attention (p = 0.005), quality of basic facilities (p = 0.001), and access to social support (p = 0.011). Meanwhile, choice of service provider did not show a significant influence (p = 0.208). Of all these variables, the quality of basic facilities had the greatest influence on patient satisfaction (odds ratio = 3.406). Furthermore, it was concluded that the quality of healthcare services is a determinant of patient satisfaction in specialist clinics. Management is expected to improve the quality of communication and education between healthcare workers and patients through training, educational media, and an empathetic approach to enhance patient satisfaction.Keywords: quality of healthcare services; patient satisfaction; specialist clinics
Integrasi Strategi Berbasis Akar Penyebab dan Perbaikan Berkelanjutan untuk Menurunkan Risiko Kerja dan Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Lingkungan Tambang Secara Sistemik Waliyan, Dedy; Yusuf, Maulana; Toha, M. Taufik; Ibrahim, Eddy; Komar, Syamsul; Putra, Rahmat Wahyudi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16417

Abstract

The coal mining industry is a vital sector for national energy security, but it carries a high risk of workplace accidents and environmental damage. The objective of this study is to explore an integrative strategy between occupational health and safety systems and environmental management with a continuous improvement approach at coal mine sites. This study employed a qualitative approach. Data collection techniques used were observation, interviews, and document analysis. Analytical instruments used included a Fishbone diagram to identify root causes and a SWOT–TOWS Matrix to formulate improvement strategies. The results showed a 68% increase in workplace accidents by 2023 due to a weak safety culture, lack of comprehensive training, and indecisive field supervision. The Fishbone analysis identified five main categories of causes: Man, Method, Material, Machine, and Environment. Furthermore, the SWOT analysis revealed internal strengths such as the existence of a mining safety management system and experienced supervisors, but significant weaknesses were found in the reporting culture and monitoring infrastructure. The combined TOWS strategy recommended the integration of safety technology, digital training, and the establishment of an anonymous and participatory incident reporting system. Internal programs have been shown to support safety culture transformation and strengthened operational oversight. This study concludes that the integration of root cause-based strategies, SWOT–TOWS analysis, and a continuous improvement approach can reduce occupational risks and increase the efficiency of mine environmental management systematically. Keywords: occupational health and safety; environmental management; continuous improvement; coal mine ABSTRAK Industri pertambangan batubara merupakan sektor vital dalam ketahanan energi nasional, namun memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi strategi integratif antara sistem kesehatan dan keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan dengan pendekatan perbaikan berkelanjutan di lokasi tambang batubara. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Instrumen analisis yang digunakan meliputi diagram Fishbone untuk identifikasi akar masalah dan SWOT–TOWS Matrix untuk merumuskan strategi peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan angka kecelakaan kerja sebesar 68% selama 2023 yang disebabkan oleh lemahnya budaya keselamatan, minimnya pelatihan menyeluruh, serta ketidaktegasan pengawasan lapangan. Analisis Fishbone mengidentifikasi lima kategori penyebab utama yaitu Man, Method, Material, Machine, dan Environment. Selanjutnya, analisis SWOT menunjukkan kekuatan internal seperti adanya sistem manajemen keselamatan pertambangan dan pengawas berpengalaman, namun kelemahan signifikan ditemukan dalam budaya pelaporan dan infrastruktur monitoring. Kombinasi strategi TOWS merekomendasikan integrasi teknologi keselamatan, pelatihan digital, serta pembentukan sistem pelaporan insiden yang bersifat anonim dan partisipatif. Program internal terbukti mendukung transformasi budaya keselamatan dan penguatan pengawasan operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi berbasis akar penyebab, analisis SWOT–TOWS, dan pendekatan continuous improvement mampu menurunkan risiko kerja dan meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan tambang secara sistemik. Kata kunci: kesehatan dan keselamatan kerja; pengelolaan lingkungan; perbaikan berkelanjutan; tambang batubara

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue