cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,757 Documents
Prediktor Kelulusan Mahasiswa Keperawatan dalam Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI) di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Nafidatun Naafi'a; Ferry Efendi; Sylvia Dwi Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk128

Abstract

Nursing graduates must be stated as competent on National Nursing Competency Examination (UKNI) to be able to practice as a nurse. The number of graduates who failed at UKNI on their first attempt remains high, yet only a few studies examine this issue. This study aimed to understand the predictor of UKNI success based on sociodemographic and academic factors. This study was secondary research using retrospective correlation design. A total of 547 graduates of Faculty of Nursing Universitas Airlangga who sat for UKNI in 2016–2019 as the first-taker participant were selected. Data was collected using data documentation from the UKNI’s website and the Academic Affairs Unit of Faculty of Nursing Universitas Airlangga. Chi-Square and Logistic Regression were performed by IBM SPSS Statistic version 25 to analyze the predictor of UKNI success. Sociodemographic factor found to be unrelated to UKNI success. Meanwhile, academic factor, that was Academic GPA, was statistically significant with UKNI success. Academic GPA remains as the most dominant factor in UKNI success. Interventions, such as practicing and mentoring program, and students’ high motivation, could enhance students’ academic performance to reduce the probability of failing the UKNI. Keywords: competency test; predictor; UKNI ABSTRAK Lulusan mahasiswa keperawatan harus dinyatakan kompeten dalam Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI) untuk dapat melakukan praktik keperawatan. Angka kegagalan dalam UKNI masih tergolong tinggi, sedangkan penelitian mengenai determinan kelulusan mahasiswa keperawatan dalam UKNI belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediktor kelulusan mahasiswa keperawatan dalam UKNI berdasarkan faktor sosiodemografi dan akademik. Penelitian ini adalah penelitian data sekunder menggunakan desain retrospektif korelasional. Sebanyak 547 alumni Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang mengikuti UKNI pada tahun 2016–2019 sebagai peserta first-taker terpilih sebagai responden. Instrumen yang digunakan berupa dokumentasi data yang diperoleh dari laman resmi UKNI dan Bagian Akademik Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik menggunakan IBM SPSS Statistic versi 25. Faktor sosiodemografi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelulusan mahasiswa keperawatan dalam UKNI. Faktor akademik berupa IPK Akademik] terbukti secara statistik signifikan dengan kelulusan mahasiswa keperawatan dalam UKNI. IPK Akademik merupakan faktor yang paling dominan dalam kelulusan mahasiswa keperawatan dalam UKNI. Motivasi belajar yang tinggi dari mahasiswa serta intervensi dari institusi pendidikan keperawatan, seperti latihan soal dan mentoring dapat mendorong peningkatan prestasi akademik mahasiswa, sehingga dapat menurunkan probabilitas kegagalan dalam UKNI. Kata kunci: prediktor; uji kompetensi; UKNI
Pengaruh Penambahan Citronella pada Formalin terhadap Efektivitas Embalming Otot Gastrocnemius Setyo Trisnadi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Latar belakang : Penggunaan formalin memiliki efek samping yang berpotensi membahayakan kesehatan serta bau yang ditimbulkan sangat mengganggu lingkungan sekitar. Citronella merupakan salah satu minyak wangi alami yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penambahan citronella pada formalin terhadap efektivitas embalming otot gastrocnemius tikus galur Wistar jantan. Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design dengan 25 ekor tikus galur wistar jantan dibagi dalam 5 kelompok kemudian didislokasi servikal. Kelompok I disuntikan 10 ml formalin. Kelompok II-V disuntikan campuran formalin-citronella dengan dosis bertingkat. Setiap kelompok diambil jaringan otot gastrocnemius 48 jam post mortem kemudian diamati secara histopatologi dengan mikroskop cahaya dengan pengecatan HE dengan perbesaran 400x. Data dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Penelitian ini telah melewati ethical clearance. Hasil : Gambaran histopatologi otot gastrocnemius tikus galur wistar jantan yang diberi formalin 48 jam post mortem adalah 1,88±3,67% sedangkan pada campuran formalin-citronella 2,5 ml adalah 18,11±10,01%, pada campuran formalin-citronella 5 ml adalah 4,82± 3,45%, pada campuran formalin-citronella 7,5 ml adalah 17,54±10,71% dan pada campuran formalin-citronella 10 ml adalah 26,92±22,72%. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan hasil yang signifikan p=0,009 (p
Gambaran Kejadian Kematian Ibu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Tahun 2016-2018 Nimas Puspitasari; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk138

Abstract

Grobogan District is the biggest contributor to maternal mortality cases in Central Java. Maternal Mortality Rate in Grobogan District increased again in 2018 by 152.5 per 100,000 live births. The purpose of this research is to analyze the description of the incidence of maternal mortality in Grobogan District in 2016-2018. This research was a descriptive study using secondary data of Maternal Verbal Autopsy (OVM) on maternal mortality at the Grobogan District Health Office from 2016-2018. The results of this study indicated that the majority of maternal mortality occurred at the age of 20-35 years (77.9%), mothers with primary education (42.9%), during childbirth (66.2%), hypertension (39.0%), death unknown (40.3%), hospital (85.7%). The results of this study are expected to be used as material in determining the direction of maternal health program policies in Grobogan District. Suggestions in this study are the need for early recognition of the pregnancy period, and the puerperium and increase alertness to pregnancy complications. Keywords: maternal mortality; Grobogan District ABSTRAK Kabupaten Grobogan merupakan penyumbang terbesar kasus kematian ibu di Jawa Tengah. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Grobogan kembali meningkat di tahun 2018 sebesar 152,5 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran kejadian kematian ibu di Kabupaten Grobogan tahun 2016-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan data sekunder Otopsi Verbal Maternal (OVM) kematian ibu yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dari tahun 2016-2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas kematian ibu terjadi pada usia 20-35 tahun (77,9%), ibu berpendidikan SD (42,9%), saat nifas (66,2%), hipertensi (39,0%), waktu kematian tidak diketahui (40,3%), Rumah Sakit (85,7%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan dalam penentuan arah kebijakan program kesehatan maternal di kabupaten Grobogan. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya pengenalan secara dini mengenai masa kehamilan, dan masa nifas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap komplikasi kehamilan. Kata kunci: kematian ibu; Kabupaten Grobogan
Studi Kualitatif Tentang Pengalaman Perawat Merawat Pasien Covid-19 Siti Khamdiyah; Ragil Setiyabudi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12321

Abstract

The Covid-19 pandemic has made nurses experience changes in their work and lives. This study aims to determine the experience of nurses in treating Covid-19 patients, using a phenomenological approach. This study involved 10 informants. Data were collected through social media such as Facebook, Instagram, Youtube, regarding the activities of treating Covid-19 patients. The results of the analysis showed 8 themes, namely: heavy workload, fear, anxiety, pride in their work, awareness of responsibility, surrender to God and family support. Keywords: nurse; caring for COVID-19 patients; experience ABSTRAK Pandemi Covid-19 menjadikan perawat mengalami perubahan pada pekerjaan dan kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perawat dalam merawat pasien Covid-19, menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 10 informan. Data dikumpulkan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube, tentang kegiatan merawat pasien Covid-19. Hasil analisis menunjukkan 8 tema yaitu: beban kerja terasa berat, ketakutan, kecemasan, bangga dengan pekerjaannya, sadar akan tanggung jawab, pasrah terhadap Tuhan dan dukungan keluarga. Kata kunci: perawat; merawat psien covid-19; pengalaman
Model Nomenklatur Diagnosa Kebidanan Dalam Kehamilan Melinda Rosita Wariyaka; Namsyah Baso
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 2 (2021): April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12207

Abstract

The diversity in writing the nomenclature of midwifery diagnoses in pregnancy by midwives and the absence of guidelines from the profession is an issue that was discussed when documenting care as a characteristic of midwives as a profession. The existence of WHO recommendations about diagnoses that are not diverse and long made an idea for researchers to develop a nomenclature model of obstetric diagnoses in pregnancy. The aim is to analyze the application of the nomenclature model of obstetric diagnosis in pregnancy. This research was a cross sectional descriptive study of 49 midwives who are eligible to work in 5 pregnant community health clinics in Kupang city. The results of the Chi-square analysis stated that all models of midwifery diagnostic nomenclature in pregnancy could be applied by midwives but there was no significant relationship (p>0.05) between the midwifery diagnostic nomenclature model in pregnancy with the implementation of care by midwives. There is an influence between the level of education and length of work with these results. Keywords: diagnosis nomenclature; pregnancy; midwife ABSTRAK Keberagaman penulisan nomenklatur diagnosis kebidanan pada kehamilan oleh bidan dan tidak adanya pedoman dari profesi menjadi isu yang dibahas dalam pendokumentasian asuhan sebagai ciri khas bidan sebagai suatu profesi. Adanya rekomendasi WHO tentang diagnosis yang tidak beragam dan lama menjadi ide bagi peneliti untuk mengembangkan model nomenklatur diagnosis kebidanan pada kehamilan. Tujuannya adalah untuk menganalisis penerapan model nomenklatur diagnosis kebidanan pada kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional terhadap 49 bidan yang memenuhi syarat untuk bekerja di 5 puskesmas di Kota Kupang. Hasil analisis Chi-square menyatakan bahwa semua model nomenklatur diagnostik kebidanan pada kehamilan dapat diterapkan oleh bidan, tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan (p> 0,05) antara model nomenklatur diagnostik kebidanan pada kehamilan dengan pelaksanaan asuhan oleh bidan. Ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan lama kerja dengan hasil tersebut. Kata kunci: nomenklatur diagnosis; kehamilan; bidan
Terapi Komplementer untuk Mengurangi Kecemasan pada Pasien yang Dilakukan Angiografi Koroner: A Literature Review Neli Mariani; Elly Nurachmah; Agung Waluyo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i4.1361

Abstract

Coronary angiography is one of the most frequently performed clinical investigation and is still the main standard or “gold standard” in diagnosing the anatomical coronary arteries. Anxiety can arise in the patient who is going to be performed the procedure. It was found that 63,9 % experienced severe anxiety before the procedure was carried out. The purpose of this literature review is to determine the effect of complementary therapies on reducing anxiety in patients undergoing coronary angiography. This research is a secondary research type of literature review. Search for journal articles is done by accessing several databases, namely, Clinical keys, Scopus, Proquest, Pubmed, Google Scholar, Sciencedirect. In the last 5 years (2015-2020), searches used Indonesian and English. Keywords used include complementary therapy/ terapi komplementer, anxiety/ cemas, coronary angiography/cardiac catheterization/ Percutaneous Intervention/ kateterisasai jantung/angiografi jantung, guided imagery, aromatherapy/aromaterapi, massage therapy/terapi pijat, music therapy/ terapi musik, and Benson therapy”. There were a total of 2864 articles in total. After screening, 14 asrticles were found (2 articles in Indonesian and 12 articles in English). The review involve; 2 articles on Benson therapy, 1 article on guided imagery, 3 articles on aromatherapy, 3 articles on spiritual healing chants of the Quran, and 5 articles on massage. These articles can be used as one alternative of complementary therapies to reduce anxiety in patients undergoing coronary angiography.Keywords: complementary therapy; anxiety; cardiacABSTRAKAngiografi koroner merupakan salah satu pemeriksaan penunjang klinis yang paling sering dilakukan dan masih menjadi standar utama atau “gold standard” dalam mendiagnosis anatomis arteri koroner. Kecemasan dapat timbul pada pasien yang akan dilakukan tindakan tersebut. Didapatkan sebanyak 63,9 % mengalami kecemasan yang berat sebelum prosedur tindakan dilakukan. Tujuan literature review ini untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer terhadap penurunan kecemasan pada pasien yang akan dilakukan tindakan angiografi koroner. Penelitian ini berupa penelitian sekunder jenis literature review. Pencarian jurnal artikel dilakukan dengan mengakses dari beberapa database yaitu, Clinicalkey, Scopus, Proquest, Pubmed, Google Scholar, Science direct. Dalam rentang waktu 5 tahun terakhir (2015-2020), pencarian menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan meliputi “complementary therapy/ terapi komplemeter, anxiety/kecemasan, coronary angiography/ cardiac catheterization/percutaneous intervention, guided imagery, aromatherapy/aromaterapi, massage therapy/terapi pijat, music therapy/terapi musik, dan benson therapy/ terapi Benson”. Ditemukan sebanyak 2864 artikel total keseluruhannya, setelah dilakukan penyaringan didapatkan 14 artikel (2 artikel berbahasa Indonesia dan 12 artikel berbahasa Inggris). Review yang dilakukan meliputi; 2 artikel mengenai terapi Benson, 1 artikel tentang guided imagery therapy, 3 artikel tentang aromaterapi, 3 artikel tentang terapi spiritual lantunan ayat Al Quran, dan 5 artikel tentang terapi pijat. Kesemua artikel ini dapat dijadikan sebagai alternatif untuk terapi komplementer dalam menurunkan kecemasan pada pasien yang akan dilakukan tindakan angiografi koronerKata kunci: terapi komplementer; cemas; angiografi jantung
Pola Perilaku Makan Bersama Keluarga Untuk Pencegahan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Galesong Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Hardianto Haris
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk120

Abstract

The pattern of eating behavior is related to the choice of food which has an impact on the adequacy of energy and nutrients, so that it is expected to be able to influence nutritional status. This study aims to determine the pattern of eating behavior with family to prevent stunting in the working area of the Galesong Health Center, Galesong District, Takalar Regency. This research method used a phenomenological qualitative approach. This research was conducted in the working area of Galesong Health Center, Galesong District, Takalar Regency, South Sulawesi Province. Research time in June 2020. The research subjects were purposive sampling. The results of this study indicated that the shared eating behavior pattern to prevent stunting is considered effective for preventing the incidence of stunting in children because eating together in the family can be more regular with the nutritional and vitamin content in the diet, besides that housewives when cooking will pay more attention to the menu menu. nutritious food so that it will be healthier for children. In addition, housewives can serve food faster. Eating together for mothers requires creativity to find new recipes that can add to the kinds of special dishes that will be served for the family. By trying a variety of new dishes, it will be more fun and less boring for family members. Some informants said that the socialization of healthy eating patterns to prevent stunting is considered to have an influence in helping informants to prevent stunting in children. The informant also added information that the prevention of stunting through a family diet can foster a family's desire to continue eating together at every meal. Meanwhile, the family strategy to meet the needs of eating together in the family is that the housewife manages finances well by not buying things that are not important but more when there is money, they will prioritize shopping for children's food needs so that the children in the family do not experience hunger and do not. experiencing malnutrition or malnutrition. So it can be concluded that the incidence of stunting is indirectly influenced by socio-economic factors, such as education level, family income, and food availability. Food availability is the family's ability to meet sufficient food needs in terms of quantity and quality and safety Keywords: stunting; eating together; preventif ABSTRAK Pola perilaku makan berhubungan dengan pemilihan makanan yang berdampak pada kecukupan energi dan zat gizi, sehingga diharapkan mampu memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Perilaku Makan Bersama Keluarga Untuk Pencegahan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Galesong Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Galesong Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Waktu penelitian pada bulan Juni 2020. Subjek penelitian dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola perilaku makan bersama untuk pencegahan kejadian stunting dianggap efektif untuk pencegahan kejadian stunting pada anak karena makan bersama dalam keluarga dapat lebih teratur akan kandungan nutrisi dan vitamin pada menu makan, selain itu ibu rumah tangga saat memasak akan lebih memperhatikan menu menu makanan yang bergizi sehingga akan lebih menyehatkan bagi anak-anak. Selain itu ibu rumah tangga dapat menyajikan masakan menjadi lebih cepat. Makan bersama bagi Ibu memerlukan kreativitas untuk mencari resep-resep baru yang dapat menambah macam masakan-masakan istimewa yang akan dihidangkan untuk keluarga. Dengan mencoba aneka masakan baru, akan lebih menyenangkan dan tidak membosankan untuk anggota keluarga. Sebagian informan mengatakan, bahwa dengan adanya sosialisasi pola makan sehat untuk pencegahan kejadian stunting dianggap mempunyai pengaruh dalam membantu informan untuk melakukan pencegahan kejadian stunting pada anak anak. Informan juga menambahkan informasi bahwa pencegahan kejadian stunting melalui pola makan bersama dalam keluarga dapat menumbuhkan keinginan keluarga untuk terus melakukan makan bersama disetiap waktu makan. Sementara itu strategi keluarga untuk memenuhi kebutuhan makan bersama dalam keluarga yaitu Ibu rumah tangga mengatur keuangan dengan baik dengan cara tidak membeli hal yang tidak penting tetapi lebih ketika ada uang akan lebih mengutamakan berbelanja kebutuhan makan anak anak agar anak anak dalam keluarga tidak mengalami kelaparan dan tidak mengalamai malnutrizi atau kekurangan gizi. Dapat disimpulkan bahwa kejadian stunting secara tidak langsung dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, seperti tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, dan ketersediaan pangan. Ketersediaan pangan merupakan kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cukup baik segi kuantitas dan kualitas dan keamanannya. Kata kunci: stunting; makan bersama; pencegahan
Pengaruh Edukasi Manajemen Diri Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi OAT pada Penderita Tuberkulosis Paru di BLU RSUD Nabire Provinsi Papua Fendy Yesayas; Risma Yuniarlina; Hary Susilo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i0.1473

Abstract

Self-management education is an educational program that helps improve the compliance of pulmonary TB patients in taking OAT. The purpose of this study was to analyze the effect of self-management education on adherence to consuming OAT in patients with pulmonary TB in BLUD Nabire Regional Hospital, Papua Province. The design used is Pre Experimental with One Group Pre-Post Test Design. Self-management education intervention was given to 106 respondents who were selected by purposive sampling technique. Respondents were given self-management education for 4 weeks, and compliance of consuming OAT was measured using MMAS Questionnaire version 8. Using wilcoxon test, it was declared that there were statistically significant difference in knowledge before and after selfmanagement education (P value = 0.000), there were signifanct difference in family support (P value = 0.000), the role of PMO value of (P = 0.000) and compliance to consume OAT before and after self-management education with a value of (P = 0.000). The results of the ordinal logistic regression test declared a partial effect on the role of PMO and self-management education on OAT consumption compliance P> 0.05 and there is a simultaneous influence on self-management education, age, education level, role of PMO, and family support for compliance consuming OAT (P = 0.305). Researcher recommends the application of self-management education to be one of the intervention for patients with pulmonary TB in improving adherence to taking OAT.Keywords: self-management education; adherence; anti tuberculosis drugsABSTRAKEdukasi manajemen diri merupakan program edukasi yang membantu meningkatkan kepatuhan penderita TB paru dalam mengkonsumsi obat anti tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi manajemen diri terhadap kepatuhan mengkonsumsi OAT pada penderita tuberkulosis paru di BLUD RSUD Nabire Provinsi Papua. Rancangan yang digunakan adalah Pre Experimental dengan One Group Pre-Post Test Design. Intervensi edukasi manajemen diri diberikan terhadap 106 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Responden diberikan edukasi manajemen diri selama 4 minggu dan pengukuran kepatuhan mengkonsumsi OAT Mengunakan Kuisoner MMAS versi 8. Hasil penelitian uji beda mengunakan uji wilcoxon ada perbedaan dukungan keluarga nilai P =0,000, peran PMO nilai P =0,000 dan kepatuhan mengkonsumsi OAT nilai P =0,000 sebelum dan sesudah edukasi manajemen diri dengan. Hasil uji regresi logistic ordinal ada pengaruh secara parsial peran PMO dan edukasi manajemen diri terhadap kepatuhan mengkonsumsi OAT P >0,05 dan ada pengaruh secara simultan edukasi manajemen diri, umur, tingkat pendidikan, peran PMO, dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan mengkonsumsi OAT p=0,305. Peneliti merekomendasikan penerapan edukasi manajemen diri untuk menjadi salah satu intervensi pada pasien TB paru dalam meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi OAT.Kata kunci: edukasi manajemen diri; kepatuhan; obat anti tuberkulosis
Penerapan Foot Massage dan Profiling Ultrafiltrasi pada Pasien ESRD on HD Reguler dengan Hipertensi Intradialitik dan Sakit Kepala: A Case Study Isnah Ariyanti; Masfuri Masfuri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk208

Abstract

Hemodialysis became the most common renal replacement therapy used by patients with ESRD. Intradialytic hypertension was still the biggest complication for HD with 38%. The incidence of headaches following the incidence of hypertension also increased to 9%. Excess fluid volume was one of the factors causing intradialytic hypertension. The UF profiling strategy could maximize fluid discharge. Foot massage could improve peripheral circulation, help move and manipulate nerves, blood vessels and cells in tissues, reduce anxiety and have been shown to lower blood pressure. This study aims to determine the application of foot massage and ultrafiltration profiling in regular ESRD on HD patients with intradialytic hypertension and headaches. This study used a case study. After giving the intervention for 1 month, the results of the application of foot massage combined with an ultrafiltration profiling program, IDWG evaluation and adherence to medication therapy had a good effect on patients with intradialytic hypertension, reduce headache and had an effect on increasing the patient's hemodialysis adequacy. Keywords: intradialytic hypertension; intradialytic headaches; ultrafiltration profiling; foot massage ABSTRAK Hemodialisis menjadi terapi pengganti ginjal yang paling umum digunakan oleh pasien ESRD. Hipertensi intradialitik masih menjadi penyulit HD terbanyak yaitu 38%. Kejadian sakit kepala yang mengikuti kejadian hipertensi juga meningkat hingga angka 9%. Kelebihan volume cairan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi intradialitik. Strategi UF profiling dapat memaksimalkan pembuangan cairan. Foot massage dapat meningkatkan sirkulasi perifer, membantu perpindahan dan memanipulasi saraf, pembuluh darah, dan sel dalam jaringan, mengurangi ansietas serta telah terbukti menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan foot massage dan profiling ultrafiltrasi pada pasien ESRD on HD regular dengan hipertensi intradialitik dan sakit kepala. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Setelah pemberian intervensi selama 1 bulan, didapatkan hasil penerapan foot massage dikombinasikan dengan program ultrafiltration profiling, evaluasi IDWG serta kepatuhan terapi pengobatan memberikan efek yang baik pada pasien dengan hipertensi intradialitik, mengurangi sakit kepala yang dialami oleh klien dan berefek pada peningkatan adekuasi hemodialisis pasien. Kata kunci: hipertensi intradialitik; sakit kepala intradialitik; profiling ultrafiltrasi; foot massage
Studi Korelasi Self Awareness dengan Tingkat Pemahaman Materi Kuliah Selama Pembelajaran Daring dalam Masa Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa STIKes Bethesda Yakkum Yogyakarta Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i3.1149

Abstract

The success of online learning during the Covid-19 pandemic depends on the discipline of all parties. Educational institutions need to create a scheme by developing good management in regulating the online learning system. The purpose of this study was to determine the relationship between self-awareness and the level of understanding of lecture material during online learning during the Covid-19 Pandemic in STIKes Bethesda Yakkum Yogyakarta students. This study uses a correlation study method with a cross-sectional approach. The population in the study were students of STIKes Bethesda YAKKUM Yogyakarta, Diploma 3 Study Program Levels I and II, and Bachelor of Nursing Study Program totaled 172 students. The measuring instrument in this study is a self-awareness and level of understanding questionnaire. Validity test showed r > 0.444 and reliability showed 0.459 to 0.953. Majority 21-25 years old 84.9%, female 81.4%, undergraduate nursing 71.5%. Self Awareness majority is 92.4%, the level of understanding is 55.2%. The p value (0.023) is that there is a relationship between self-awareness and the level of understanding of lecture material during online learning during the Covid-19 pandemic. So the assumption of the researcher is that the higher the self-awareness, the higher the level of student understanding of the material obtained by the online learning method. Keywords: self awareness; online; understanding; Covid-19 pandemic ABSTRAK Kesuksesan pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Institusi pendidikan perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self awareness dengan tingkat pemahaman terhadap materi kuliah selama pembelajaran daring dalam masa Pandemi Covid-19 pada mahasiswa STIKes Bethesda Yakkum Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian mahasiswa STIKes Bethesda YAKKUM Yogyakarta Prodi Diploma 3 Tingkat I dan II, serta Prodi Sarjana Keperawatan berjumlah 172 mahasiswa. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner self awareness dan tingkat pemahaman. Uji validitas menunjukkan r >0,444 dan reliabilitas menunjukkan 0,459 sampai 0,953. Mayoritas 21-25 tahun 84,9%, perempuan 81,4%, sarjana keperawatan 71,5%. Self Awareness mayoritas sedang 92,4%, tingkat pemahaman sedang 55,2%. Nilai p value (0,023) yaitu terdapat hubungan self awareness dengan tingkat pemahaman materi kuliah selama pembelajaran daring dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga asumsi peneliti adalah semakin tinggi self awareness, semakin tinggi tingkat pemahaman mahasiswa tentang materi yang didapatkan dengan metode pembelajaran daring. Kata kunci: self awareness; daring; pemahaman; pandemi Covid-19

Page 43 of 176 | Total Record : 1757


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 2 (2026): February 2026 Vol 17, No 1 (2026): January 2026 2026 Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue