cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Promosi Kesehatan Keluarga dalam Pencegahan Obesitas pada Anak Usia 6-12 Tahun Sety Julita; Meri Neherta; Fitra Yeni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk102

Abstract

Overweight or obesity is one of the major health problems in the world, occurs in children which has become a global epidemic that must be addressed, as well as the fifth serious cause of death in the world. So that the increased risk of degenerative diseases and death, therefore it takes various kinds of efforts and prevention programs to prevent the effects of obesity. The purpose of this study was to analyze the effect of family health promotion on obesity prevention in children aged 6-12 years. The research method in the form of systematic review starts from searching data using 5 databases. Researchers used five databases, namely PubMed, ScienceDirect, DOAJ, ERIC and SAGE with a span of years from 2015-2020. Articles were searched using keywords that have been determined by the researcher and then the articles were extracted based on inclusion and exclusion criteria using the PRISMA protocol. So that 16 articles were found that match the criteria of the JBI critical appraisal tools to be analyzed. The results of the study from a review of 16 articles found that the health education that was given mostly used the lecture method while the most used media were books, posters and telephones. In conclusion, all the interventions in 16 articles can prevent obesity in children. It is recommended for further researchers to research results. This study can be used as a new person who chooses ideas or topics in subsequent research using Meta-analysis designs or original research research. Keywords: children; intervention; health promotion; prevention; obesity ABSTRAK Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan utama di dunia pada anak-anak yang harus segera ditanggani, serta penyebab kematian kelima di dunia. Sehingga meningkatnya risiko terjadinya penyakit degeneratif dan kematian, dibutuhkan bebagai macam upaya pencegahan untuk mencegah dampak dari obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan keluarga terhadap pencegahan obesitas pada anak usia 6-12 tahun. Metode penelitian berupa systematic review ini dimulai dari pencarian data menggunakan 5 database yaitu PubMed, ScienceDirect, DOAJ, ERIC dan SAGE dengan rentang tahun dari 2015-2020. Artikel dicari dengan menggunakan kata kunci “children, health promotion, family, prevention, obesity” yang sudah ditentukan peneliti dan kemudian artikel di ekstraksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan menggunakan prokotol PRISMA. Sehingga ditemukan 16 artikel yang sesuai dengan kriteria the JBI critical appraisal tools untuk dianalisis. Hasil penelitian dari 16 artikel intervensi pendidikan kesehatan berfokus pada program peningkatan makan sehat seimbang seperti makan buah dan sayuran, diet sehat, penyediaan makan dirumah, orang tua menyusun menu makanan yang bervariasi, mengubah porsi makan setengah piring berisikan sayuran, aktivitas fisik Semua artikel memiliki program yang dapat mencegah obesitas pada anak secara signifikan dimana ditemukan nilai p
Kesehatan Mental Petani Selama Masa Pandemi COVID-19 di Kabupaten Bondowoso M. Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Irwina Angelia Silvanasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i0.1421

Abstract

Mental health problems among farmers were identified as population health problems. Farmers' mental health can have an impact on individual health, family life, farm productivity, and the health and welfare of farmer groups. In recent years, the economic outlook for farmers has deteriorated due to the COVID-19 pandemic which has directly affected farmers' mental health. The design of this research is explanatory survey with cross sectional approach. The population of this research is farmers in Bondowoso Regency. The sample size of 149 respondents was recruited using simple random sampling technique. The instrument used in this study was a mental health inventory questionnaire. The data used in this research is descriptive statistical analysis so that the results will be obtained in the form of frequency distribution. Data analysis aims to obtain a picture of the mental health of farmers while facing the impact of the COVID-19 pandemic. The results of the calculation of descriptive data of mental health variables in the table above show that of the 149 respondents, around 95 respondents are under psychological pressure, 63.8% and psychological well-being around 44 respondents 36.6%. The conclusion of this study is that the farmer population experiences various kinds of psychological disorders. and soul caused by various things including aspects of working as a farmer and personal problems related to family and society. Some predictors of psychological problems in this study are the impact of COVID-19 which affects the agricultural sector. Keyword: mental health; farmer; Covid-19ABSTRAKMasalah kesehatan mental di kalangan petani diidentifikasi sebagai masalah kesehatan penduduk. Kesehatan mental petani dapat berdampak pada kesehatan individu, kehidupan keluarga, produktivitas usaha tani, serta kesehatan dan kesejahteraan kelompok tani. Dalam beberapa tahun terakhir, prospek ekonomi bagi para petani memburuk akibat Pandemi COVID-19 yang secara langsung memepengaruhi kesehtan mental petani. Desain penelitian ini adalah eksplanatory survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Petani diKabupaten Bondowoso. Besar sampel 149 responden direkrut dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuesioner mental health inventory. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif sehingga akan didapatkan hasil dalam bentuk distribusi frekuensi. Analisis data bertujuan untuk memperoleh gambaran kesehatan mental petani selama mengahadapi dampak pandemi COVID-19. Hasil perhitungan data deskriptif variabel kesehatan mental pada tabel diatas menunjukkan bahwa dari 149 responden, berada pada tekanan psikologis sekitar 95 responden 63,8% dan kesejahteraan psikologis sekitar 44 responden 36,6% Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa populasi petani mengalami berbagai macam gangguan psikologis dan gangguan mental yang disebabkan berbagai hal termasuk aspek dalam pekerjaan sebagai petani dan masalah personal terkait dengan keluarga maupun masyarakat. Beberapa prediktor terjadinya masalah psikologis pada penelitian ini adalah adanya dampak COVID-19 yang mempengaruhi pada sektor pertanian.Keywords: kesehatan mental; petani; Covid-19
Integrasi Budaya Lokal dan Program Pelayanan Kesehatan dalam Penanganan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang Arman Arman; Nurmiati Muchlis; Nilam Sahratun Nadira; Suharni A. Fachrin; Reza Aril Ahri; Sitti Patimah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12101

Abstract

Stunting is one of the impacts of maternal and child health problems in the long term. Health service programs have not in synergy with the customary patterns and culture of the local community can be an inhibiting factor for the success of the program. The number of stunting cases in South Sulawesi is still quite high. Enrekang Regency is one of the districts with the highest stunting cases. This study aims to analyze the integration of local culture and maternal and child health services in the efforts to deal with stunting in the working area of the Maiwa Health Center. The research design had included qualitative research with a case study approach. The informants in this study were maternal and child health service officers (doctors, nurses, and midwives) including mothers who had children under five years of age and health cadres with the key informant being the head of the Puskesmas. The research location was carried out in the working area of the Maiwa Public Health Center, Enrekang Regency. The results showed that there were efforts to integrate local culture with health service efforts in the form of innovative programs in the community. The existing innovation program has to involve target community groups and health workers including from the private sector. It was hoped that the government, especially the health office as the leading sector, can explore the local potential in each region by involving the local community as the subject, not only as the object of the program. Keywords: local culture; stunting; health service; integration ABSTRAK Stunting merupakan salah satu dampak dari masalah Kesehatan Ibu dan Anak dalam waktu jangka panjang. Program pelayanan Kesehatan yang kurang bersinergis dengan pola kebiasaan maupun budaya masyarakat setempat dapat menjadi faktor penghambat dari keberhasilan program. Jumlah kasus stunting di Sulawesi Selatan dapat dikategorikan masih cukup tinggi. Kabupaten Enrekang merupakan salah satu kabupaten yang menempati kasus stunting tertinggi di Sulawesi Selatan tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi budaya lokal dan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak dalam upaya penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Maiwa. Desain penelitian termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah petugas pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (dokter, perawat, dan bidan) termasuk Ibu yang memiliki Balita Stunting dan kader Kesehatan dengan informan kunci yaitu kepala Puskesmas. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan adanya upaya integrasi budaya lokal dengan upaya pelayanan Kesehatan dalam bentuk program inovatif di masyarakat. Program inovasi yang ada melibatkan kelompok masyarakat target dan petugas Kesehatan termasuk dari pihak swasta. Diharapkan kepada pihak pemerintah, khususnya dinas Kesehatan sebagai leading sektor dapat lebih menggali potensi lokal yang ada di masing-masing daerah dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai subjek bukan hanya sebagai objek program. Kata kunci: budaya lokal; stunting; pelayanan kesehatan; integrasi
Distribusi Sebaran Angka Kematian Bayi di Kabupaten Kediri Tahun 2014-2018 Ekawati Wasis Wijayati; Krisnita Dwi Jayanti; Ratna Frenty Nurkhalim; Nurhadi Nurhadi; Jerhi Wahyu Fernanda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 2 (2021): April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12210

Abstract

The infant mortality rate is the number of babies under the age of one year per 1,000 births occurring within one year, as a reference to assess the merits of economic, social, and environmental conditions in a country. This research aimed to determine the distribution of infant mortality in the Kediri in 2014-2018. This research was a descriptive study to describe the distribution of IMR in Kediri Regency based on regional aspects. The population and sample used in this study were infant mortality ratios in 2014-2018 obtained from Pare District Hospital of Kediri Regency. Based on the results of the study there was a tendency for an increase in areas that have infant mortality during the period 2014 to 2018. Almost all districts in Kediri district had infant mortality with less than 1 year old except Grogol, Kandat, Kras, Ngadiluwih, and Semen. The results of the analysis based on the distribution map also found that the Pare district was an area that had continuous infant mortality from 2014 to 2018. MMR in some areas around Pare reflecting the expanding coverage of Pare Hospital services from year to year. It also shows the level of public trust in hospitals is growing over time. Furthermore, further research is needed to find out exactly what is the exact cause of the high infant mortality rate in Pare Sub-district. Keywords: mapping; infant mortality rate; distribution; Kediri ABSTRAK Angka kematian bayi (AKB) merupakan jumlah meninggalnya bayi yang berusia di bawah 1 tahun per 1.000 kelahiran yang terjadi dalam kurun satu tahun, angka tersebut sebagai acuan untuk menilai baik-buruknya kondisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan di suatu negara. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sebaran angka kematian bayi di Kabupaten Kediri tahun 2014-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk menggambarkan sebaran AKB di Kabupaten Kediri berdasarkan aspek wilayah. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah kematian bayi tahun 2014-2018 yang diperoleh dari RSUD Pare Kabupaten Kediri. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada kecenderungan peningkatan wilayah yang memiliki kematian bayi selama kurun waktu 2014 sampai 2018. Hampir semua wilayah kecamatan di Kabupaten Kediri terdapat kematian bayi dengan usia kurang dari 1 tahun kecuali Grogol, Kandat, Kras, Ngadiluwih dan Semen. Hasil analisis berdasarkan peta penyebaran tersebut juga didapatkan bahwa Kecamatan Pare merupakan wilayah yang memiliki kematian bayi terus menerus selama tahun 2014 sampai tahun 2018. Terekamnya AKB di beberapa wilayah di sekitar Pare yang semakin melebar mencerminkan cakupan pelayanan RSUD Pare yang semakin meluas dari tahun ke tahun. Hal ini juga menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Selanjutnya, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab tingginya angka kematian bayi di Kecamatan Pare. Kata kunci: distribusi; angka kematian bayi; sebaran; Kediri
Studi Fenomenologi: Pengalaman Pasangan Penderita HIV Dalam Mempertahankan Status HIV Negatif di Poliklinik Puspa RSUD Tarakan Jakarta Suryati Suryati; Dewi Purnamawati; Wati Jumaiyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i4.1340

Abstract

A phenomenological study has been conducted to explore various experiences of partners with HIV in maintaining negative status. The study data were obtained from 6 participants, collected through in-depth unstructured interviews at the Puspa polyclinic RSUD Tarakan Jakarta. The purpose of this study was to find out how deeply the experiences of partners with HIV in maintaining negative status. Interviews were recorded and then made in the form of interview transcripts. The results revealed variations in the experiences of the participants in maintaining a negative status. One in 6 participants in this study had a good knowledge of HIV, saying that HIV is a naughty disease caused by playing with women and can also be naughty because of drugs. Other participants still did not understand or know about HIV and considered HIV a taboo disease. Nonetheless, the behavior of the serodiscordant pair was largely good. Seen among them, they use contraceptives, namely condoms when having intercourse and each partner is serodiscordant taking ARV drugs regularly, in preventing and alleviating transmission. It was also seen that each participant tested negative, based on CD4 cell counts for all participants who were routinely checked. This is also to alleviate the stigma and discrimination they receive from their families and society.Keywords: experience; serodsicordan; maintaining a negative statusABSTRAKSuatu studi fenomenologi telah dilakukan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman pasangan penderita HIV dalam mempertahankan status negative. Data studi ini diperoleh dari 6 partisipan, dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur yang mendalam di poliklinik Puspa RSUD Tarakan Jakarta. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana secara mendalam pengalaman pasangan penderita HIV dalam mempertahankan status negatif. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkip wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan variasi berbagai pengalaman partisipan dalam mempertahankan status negative. Satu dari 6 partisipan dalam studi ini mempunyai pengetahuan yang baik tentang HIV, mengatakan bahwa HIV adalah penyakit nakal dikarenakan main perempuan dan bisa juga nakal karena narkoba. Partisipan lainnya masih belum memahami atau mengetahui tentang HIV dan menganggap HIV adalah penyakit yang tabu. Walaupun demikian, perilaku pasangan serodiskordan sebagian besar sudah baik. Dilihat diantaranya mereka menggunakan alat kontrasepsi yaitu kondom saat melakukan hubungan dan masing-masing pasangan serodiskordan minum obat ARV secara rutin, dalam pencegahan maupun meringankan penularan. Juga terlihat dari masing-masing partisipan dinyatakan negatife, berdasarakan pemeriksaan CD4 bagi semua partisipan yang rutin diperiksa. Hal ini juga untuk meringankan stigma dan diskriminasi yang mereka terima dari keluarga maupun dari masyarakat.Kata kunci: pengalaman; serodsikor; mempertahankan status negatif
Pengalaman Adiksi Menghirup Lem Pada Remaja di Kota Manado: Studi Kualitatif Andi Buanasari; Hendro Joli Bidjuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk123

Abstract

Abusing inhalants such as glue became popular among Adolescents because it is cheap and easy to access. lysergic acid diethylamide that can be found in glue causes the feeling of “high”, delusional, hallucinations and euphoric feeling and make a person become addicted. On the other hand, glue sniffing also has a negative impact on the body such as paralysis, organ damage and death. The purpose of this study was to explore more about the experience of glue-sniffing addiction in adolescents. This research used qualitative study with phenomenological approach to achieve deep understanding about individual experiences. 12 partisipants were involved in this study through purposive sampling method who met participants criteria: Adolescents from 12 to 19 years of age when they experienced glue sniffing, not married yet, and be able to speak in Indonesian language. Data collection was carried out by online in-depth interviews through zoom platform then analyzed using the Colaizzi method. Adolescents described the experience of glue snffing in three themes; 1) The effect of glue sniffing (effects on health and recreational effects), 2) Factors contributing to glue sniffing (environmental influences, easy to access, and lack of supervision), and 3) Reasons for quitting glue sniffing (fear of health consequences, moral reasons, and fear of being punished). The results of this study indicated the importance of the role of parents and peers to be involved in efforts to prevent addiction in adolescents and the importance of strengthening cross-sector collaboration in the prevention and rehabilitation programs of glue addiction in adolescents. Keywords: adolescents; glue sniffing; addiction ABSTRAK Penyalahgunaan zat inhalan seperti lem menjadi fenomena dikalangan remaja saat ini karena murah dan mudah untuk diakses. Kandungan lysergic acid diethylamide di dalam lem dapat menyebabkan sensasi fly, halusinasi delusi dan euphoria sehingga menyebabkan seseorang ingin menggunakan terus menerus namun, di lain pihak, menghirup lem juga berdampak negatif terhadap tubuh seperti kelumpuhan, kerusakan organ-organ tubuh sampai pada kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplor lebih dalam tentang pengalaman adiksi menghirup lem pada remaja. Desain kualitatif fenomenologi dipilih untuk menggali pengalaman secara individual. Pemilihan partisipan dilakukan dengan purpossive sampling dengan jumlah partisipan adalah 12 remaja yang memenuhi kriteria partisipan yaitu remaja usia 12-19 tahun pada saat menggunakan lem, belum menikah, dan mampu berbahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam secara online melalui platform zoom kemudian di analisis dengan metode colaizzi. Remaja menggambarkan pengalaman menghirup lem dalam tiga tema yaitu 1) Efek menghirup lem (efek terhadap kesehatan dan efek rekreasional), 2) Faktor pendorong menggunakan lem (pengaruh lingkungan, kemudahan akses, dan kurangnya pengawasan), dan 3) Alasan berhenti menggunakan lem (ketakutan pada dampak fisik, alasan moral, dan takut dihukum). Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan remaja menggambarkan pengalaman yang dirasakan selama menghriup lem yaitu efek menghirup lem, faktor pendorong menggunakan lem, dan alasan berhenti menggunakan lem. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dan teman sebaya untuk dilibatkan dalam upaya preventif adiksi pada remaja dan pentingnya penguatan kerjasama lintas sektor dalam program pencegahan maupun rehabilitasi adiksi lem pada remaja. Kata kunci: remaja; menghirup lem; adiksi
Intervensi Oral Neuromuscular Training untuk Pasien Lansia dengan Disfagia Pasca Stroke Agnes Dewi Astuti; Bernadetta Germia Aridamayanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i0.1479

Abstract

Background: Dysphagia is one of the most common complications in patients suffering from acute stroke. Dysphagia in acute and chronic stroke patients can be caused by various factors. Giving therapy and exercises during the rehabilitation period will accelerate recovery in dysphagia patients, especially the elderly. Objective: To describe the various forms of neuromucular oral exercise intervention in elderly patients suffering from poststroke dysphagia. Methods: The databases used in this study are Scopus, Proquest and Science Direct, limited to publications for the last 5 years from 2017 to 2021, full text articles and in English. The keywords used in the search were “dysphagia intervention” AND “elderly stroke” AND “oral neuromuscular training”. This systematic review uses 7 articles that match the inclusion criteria. Results: There are 7 exercise interventions that can stimulate motor muscles in the pharynx of patients suffering from dysphagia. These interventions include oral neuromuscular training, orofacial sensory-vibration stimulation, Mendelsohn's Maneuvers, oro-esophageal tube training, acupuncture, He's Santong Needling Method and Surface Electromyographic Biofeedback and the Effortful Swallow Exercise. Each exercise or therapy that is given has its own advantages and works in accordance with the stimulation of neuroplasticity in various areas of the brain so as to accelerate the increase in oxygen, glucosan and metabolites which will eventually stimulate the movement to return to swallowing and speaking normally. Conclusion: Various kinds of therapy in the form of exercise can be given to post-stroke dysphagia patients, especially in elderly patients. These interventions provide concrete evidence in stimulation of the motor pharyngeal muscles so that they can help speed up recovery in the rehabilitation phase. Suggestion: The interventions described in this systematic review are deemed necessary to be applied in hospitals in Indonesia.Keywords: dysphagia intervention; elderly stroke; oral neuromuscular trainingABSTRAKLatar belakang: Disfagia merupakan salah satu komplikasi tersering pada pada pasien yang menderita stroke akut. Disfagia pada pasien stroke akut dan kronis dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Pemberian terapi dan latihan pada masa rehabilitasi akan mempercepat pemulihan pada pasien disfagia terutama lansia. Tujuan: Untuk menjabarkan berbagai bentuk intervensi latihan oral neuromucular pada pasien lansia yang menderita disfagia post stroke. Metode: Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scopus, Proquest dan Science Direct terbatas untuk publikasi 5 tahun terakhir dari 2017 hingga 2021, full text article dan berbahasa Inggris. kata kunci yang digunakan pada pencarian artikel adalah “dysphagia intervention” AND “elderly stroke” AND “oral neuromuscular training”. Systematic review ini menggunakan 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Terdapat 7 intervensi latihan yang dapat menstrimulasi otot motorik pada faring pasien yang menderita disfagia. Intervensi tersebut antara lain adalah oral neuromuscular training, orofacial sensory-vibration stimulation, Manuver Mendelsohn, oro-esophageal tube training, acupuncture, He’s Santong Needling Method dan Surface Electromyographic Biofeedback and the Effortful Swallow Exercise. Setiap latihan atau terapi yang diberikan memiliki keunggulannya masing masing dan bekerja sesuai dengan rangsanagan dari neuroplastisitas pada berbagai area otak sehingga memperlancar peningkatan oksigen, glukosan dan metabolit yang akhirnya akan menstimulasi gerakan untuk kembali dapat menelan dan berbicara secara normal. Simpulan: Berbagai macam terapi dalam bentuk latihan yang dapat diberikan pada pasien disfagia post stroke terutama pada pasien lansia. Intervensi-intervensi ini memberikan bukti yang konkret dalam stimulasi otot motorik faring sehingga dapat membantu mempercepat pemulihan pada fase rehabilitasi. Saran: Intervensi yang dijabarkan pada systematic review ini dipandang perlu untuk diterapkan di rumah sakit yang ada di Indonesia.Kata kunci: dysphagia intervention; elderly stroke; oral neuromuscular training
Pengaruh Health Coaching pada Self Help Group terhadap Efikasi Diri dan Kepatuhan Program Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru di Kota Sukabumi Dedi Wahyudin; Nana Supriyatna; Sigit Mulyono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk214

Abstract

World Health Organitazion (WHO) states that 9 million people suffer from TB every year. Even though every pulmonary TB patients would be face a long treatment time, negative community stigma, many drug side effects that make pulmonary TB sufferers prone to experiencing decreased self-efficacy and non-compliance with treatment program. This study aims to determine the effect of health coaching on self-help groups on self-efficacy and adherence to the treatment program for pulmonary TB patients in Sukabumi City. The research design was a quasi-experimental pre and post control group consisting of 18 respondents in the intervention group and 18 respondents in the control group who were not given intervention. The results showed that after health coaching was carried out in the self-help group in the intervention group, almost all respondents had high self-efficacy (95%) and were adherent to the treatment program (90%), while in the control group almost half of the respondents still had low self-efficacy (55%) and not adhering to the treatment program (40%), the results of statistical tests found that there was a difference in the effect of health coaching in the self-help group on self-efficacy and adherence to the treatment program for pulmonary TB patients who were given health coaching intervention in the self-help group and those who were not given intervention in the City Sukabumi (p value = 0.000). Recommended that service institutions provide health coaching to self-help groups as an additional intervention for pulmonary TB patients in order to maintain self-efficacy and adherence to the treatment program during treatment. Keywords: health coachin; self help group; self efficacy; treatment program adherence ABSTRAK World Health Organization (WHO) menyebutkan 9 juta orang terkena TBC setiap tahunnya. Padahal setiap pasien Tuberkulosis paru akan menghadapi waktu pengobatan yang cukup lama, stigma negatif masyarakat, efek samping obat yang banyak mengakibatkan penderita Tuberkulosis paru rawan mengalami penurunan efikasi diri dan ketidakpatuhan terhadap program pengobatannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh health coaching pada self help group terhadap efikasi diri dan kepatuhan program pengobatan pasien Tuberkulosis paru di Kota Sukabumi. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre and post with control group terdiri dari 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan health coaching pada self help group pada kelompok intervensi hampir seluruhnya responden memiliki efikasi diri tinggi (95%) dan patuh terhadap program pengobatan (90%), sedangkan pada kelompok kontrol hampir setengahnya responden masih efikasi dirirendah (55%) dan tidak patuh terhadap program pengobatan (40%), Hasil uji statistic didapat ada perbedaan pengaruh health coaching pada self help group terhadap efikasi diri dan kepatuhan program pengobatan pasien Tuberkulosis paru yang diberikan intervensi health coaching pada self help group dan yang tidak diberikan intervensi di Kota Sukabumi (p value 0,000). Disarankan pada intitusi pelayanan agar dapat memberikan health coaching pada self help group sebagai intervensi tambahan pada penderita Tuberkulosis paru agar tetap terjaga efikasi diri dan kepatuhan terhadap program pengobatannya selama menjalani pengobatan. Kata kunci: health coaching; self help group; efikasi diri; kepatuhan program pengobatan
Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Diagnosis Awal Pasien Kanker Payudara Tri Cita Pelima; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i3.1291

Abstract

Breast cancer in women affects 2.1 million women each year. Cancer that is found at an early stage and gets treatment quickly and appropriately will experience healing and a longer life expectancy. Previous studies have shown that delays in the diagnosis of breast cancer are common, but the characteristics or factors that influence the delay and its relationship with the appearance of the stage of breast cancer are not well documented. The purpose of this study is to describe the factors that influence the delay in early diagnosis of breast cancer. The study method was a literature review, from the databases of Google Scholar, Sciencedirect, Springerlink, Pubmed and ASCO; which finally selected 6 articles published during 2015-2019. Furthermore, it was known that the factors that influence the delay in diagnosis are knowledge, education level, rural population, exposure to information, husband's support, breast self-examination (BSE), misdiagnosis, alternative medicine and fears/concerns. Keywords: breast cancer; delay in diagnosis; related factors ABSTRAK Kanker payudara pada wanita mempengaruhi 2,1 juta wanita setiap tahunnya. Kanker yang ditemukan pada stadium dini serta mendapat pengobatan secara cepat dan tepat akan mengalami kesembuhan dan harapan hidup yang lebih lama. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis kanker payudara banyak ditemukan, namun karakteristik atau faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dan hubungannya dengan kemunculan stadium kanker payudara masih belum didokumentasikan dengan baik. Tujuan dari studi ini adalah menggambarkan faktor yang mempengaruhi keterlambatan diagnosis awal kanker payudara. Metode studi adalah literature review, dari database Google Scholar, Sciencedirect, Springerlink, Pubmed dan ASCO; yang akhirnya terpilih 6 artikel yang dipublikasikan selama 2015-2019. Selanjutnya diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi keterlambatan diagnosis adalah pengetahuan, tingkat pendidikan, penduduk pedesaan, keterpaparan informasi, dukungan suami, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), kesalahan diagnosis, pengobatan alternatif dan ketakutan/kekhawatiran. Kata kunci: kanker payudara; keterlambatan diagnosis; faktor terkait
Pengaruh Pengembangan Penilaian Kinerja Perawat Rawat Inap oleh Kepala Ruang Terhadap Pencapaian Standar Kinerja Perawat di Rumah Sakit Sumber Waras Tati Hidayati; Imam Makhrus; Emiliana Tjitra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 2 (2021): April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12206

Abstract

Understanding how the performance appraisal is carried out by the head of the room towards nurses in the inpatient room is an important aspect for evaluating the performance of nurses on the nursing care provided to patients. This study aims to analyze the influence of developing inpatient performance appraisals by the head of the room on the achievement of performance standards for nurses at Sumber Waras Hospital, Jakarta. The achievement of inpatient nurse performance standards is compared between the standard assessment method (pre test) and the assessment developed (post-test). This was a quantitative research design with a quasy experiment, one group pre-post test. Data analysis used paired sample t-test and logistic regression. A total of 18 ward heads as the assessment team and 52 inpatient nurses participated in this study. The results showed that there was a difference in understanding of how the head of the room worked before and after the study, from 46.1% to 73.8%. There was a significant influence between the training in the performance appraisal method developed on the understanding of the head of the room from 46.1% to 73.8% (p = 0.000). Based on the characteristics of nurses, there was a significant relationship between inpatient nurse education and the achievement of performance standards using standardized assessments (p = 0.030). The achievement of inpatient performance standards by means of a developed assessment mostly showed the quality and quantity in the good or good category; and behavior is mostly in the once or good category. The results of the analysis also showed that there was a significant influence on the development of inpatient nurse performance appraisals by the head of the room on the achievement of performance standards for nurses at Sumber Waras Hospital (p = 0.000). From the results of this study it can be concluded that the development of performance appraisal of inpatient nurses by the head of the room affects the improvement in the achievement of performance standards. The method of performance appraisal that has been developed can be considered implemented to achieve the accreditation of Sumber Waras Hospital. Keywords: performance appraisal; inpatient nurse; head of room; performance indicators; standard performance ABSTRAK Pemahaman cara penilaian kinerja yang dilakukan oleh kepala ruang terhadap perawat di ruang rawat inap adalah aspek penting untuk mengevaluasi kinerja perawat terhadap asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan penilaian kinerja perawat rawat inap oleh kepala ruang terhadap pencapaian standar kinerja perawat di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta. Pencapaian standar kinerja perawat rawat inap dibandingkan antara cara penilaian baku (pre test) dan penilaian yang dikembangkan (post-test). Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment one group pre-post test. Analisis data menggunakan uji paired sampel t-test dan regresi logistik. Sebanyak 18 kepala ruang sebagai tim penilai dan 52 perawat rawat inap berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemahaman cara penilaian kerja kepala ruang sebelum dan sesudah penelitian yaitu dari 46,1% menjadi 73,8%. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pelatihan cara penilaian kinerja yang dikembangkan terhadap pemahaman kepala ruang dari 46,1% menjadi 73,8% (p= 0,000). Berdasarkan karakteristik perawat, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan perawat rawat inap terhadap pencapaian standar kinerja dengan menggunakan penilaian baku (p= 0,030). Pencapaian standar kinerja perawat rawat inap dengan cara penilaian yang dikembangkan sebagian besar menunjukkan kualitas dan kuantitas dalam kategori baik sekali atau baik; dan perilaku sebagian besar dalam kategori baik sekali atau baik. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pengembangan penilaian kinerja perawat rawat inap oleh kepala ruang terhadap pencapaian standar kinerja perawat di Rumah Sakit Sumber Waras (p= 0,000). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan penilaian kinerja perawat rawat inap oleh kepala ruang mempengaruhi terhadap perbaikan pencapaian standar kinerja. Cara penilaian kinerja yang dikembangkan dapat dipertimbangkan diimplementasikan untuk pencapaian akreditasi RS Sumber Waras. Kata Kunci: penilaian kinerja; perawat rawat inap; kepala ruang; indikator kinerja; standar kinerja

Page 45 of 174 | Total Record : 1733


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue